Anda di halaman 1dari 4

LUAR KAMPUS

Lokasi : PT. Mayatama Manunggal Sentosa (PT. MMS)

Deskripsi perusahaan : Salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan
pengaman kaca (safety glass), yaitu tempered glass dan laminated glass. Kaca pengaman ini biasa
diaplikasikan pada bidang karoseri otomotif, industry, dan bangunan (building).

Metode : Hazard Operability Study (HAZOP)

KASUS 1. Kondisi Lingkungan Kerja: Warehouse PT. Mayatama Manunggal Sentosa

A. Hazard Identification
Tatanan kaca yang terlalu tinggi dan tanpa ada alat pembatas/penyangga khusus.
B. Hazard and Scenario Analysis
Tabel 1. Kriteria Likelihood
Tabel 2. Kriteria Consequences

Resiko yang terjadi yaitu pekerja tertimpa kaca akibat penataan yang terlalu tinggi dan kurangnya
perhatian untuk mengamankan agar kaca tidak roboh. Mengacu pada tabel 1 dan 2, nilai
likelihood dari kasus 1 yaitu 4 dan nilai consequencesnya yaitu 3.

C. Risk
Setelah menentukan nilai likelihood dan consequences dari masing-masing sumber potensi
bahaya, maka langkah selanjutnya adalah mengalikan nilai likelihood dan consequences sehingga
diperoleh tingkat bahaya (risk level) pada risk matrix yang manan nantinya akan digunakan
dalam melakukan perangkingan terhadap sumber potensi bahaya yang akan dijadikan acuan
sebagai rekomendasi perbaikan apa yang sesuai dengan permasalahan yang ada. Penilaian risiko
itu sendiri dilakukan dengan menggunakan risk matrix seperti gambar 1.

Gambar 1. Risk Matrix


Untuk menghitung skor risiko adalah sebagai berikut:

Oleh karena itu didapatkan skor risiko kasus 1 yaitu:


Skor risiko = 4 x 3 = 12
Mengacu pada Gambar 1, maka risk level untuk kasus 1 masuk kedalam kategori tinggi.

D. Resiko residual:

E. Rekomendasi
Rekomendasi perbaikan kondisi lingkungan kerja. Banyak material yang menumpuk terlalu tinggi
tidak tertata rapi dan teratur juga tidak ada pembatas keamanan pada tumpukan kaca. Hal ini
disebabkan kurangnya pemantauan dari pihak manajemen terhadap kondisi lingkungan kerja.
Tidak adanya prosedur yang baik juga mempengaruhi terjadinya pelanggaran sehingga di
lingkungan kerja yang dapat mengakibatkan potensi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh
material yang tidak teratur dan baik dalam penataannya. Untuk mengatasi hal ini maka diberikan
rekomendasi perbaikan yaitu pembuatan prosedur penataan dan pengaturan bahan baku ataupun
material lainnya dengan rapi dan bersih sehingga dapat mengurangi risiko potensi kecelakaan
yang dapat terjadi. Selain itu, pihak manajemen agar lebih mempertegas peraturan yang dibuat,
sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik serta tingkat keselamatan kerja lebih tinggi .
Pengendalian :
- Rekayasa :Pembatas keamanan pada tumpukan kaca
- Administrasi: Pemasangan rambu-rambu yang memberikan informasi hati-hati dan menjaga
kerapian penataan
- Tertiary control : Prosedur penataan dan pengaturan bahan baku ataupun material lainnya
dengan rapi dan bersih
- APD: Menggunakan APD ketika memasuki ruang kerja seperti gloves dan sepatu safety.

Referensi.

Restuputri, D.P; Sari, R.P.D. 2015. Analisis Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan Metode Hazard and
Operability Study (HAZOP). Jurnal Ilmiah Teknik Industri. Vol.14 (1)