Anda di halaman 1dari 11

Grouting

Gambar 1. Grouting untuk intersepsi cracks atau filling cracks.

Merancang Pelaksanaan Grouting

Dalam melaksanakan grouting terdapat beberapa langkah seperti berikut:

1. Menentukan tujuan pelaksanaan grouting


2. Menyusun data-data analisis
3. Data-data tanah/geologi,air tanah,bangunan sekitarnya dll.
4. Pilih bahan grouting yang sesuai.
5. Penentuan cakupan grouting
6. Penentuan injection rate 2 RA.B.
7. Keterangan sifat dasar bahan grouting
8. Metode pelaksanaan
9. Syarat-syarat pelaksanaan
10. Menentukan peralatan yang di gunakan
11. Melakukan kajian tentang pemampatan di dalam pelaksanaan.

Pemilihan Bahan Grouting


Bahan grouting umumnya dari grout simen kerana dapat berpenetrasi di retak besar dengan
baik. Untuk lubang, grouting dari bahan semen kurang baik Karena ukuran lubang bisa saja
terlalu kecil.

Oleh sebab itu, grout kimia dapat digunakan karena sifatnya sudah menyerupai gel, fluid
dengan viskositas yang rendah sehingga bisa penetrasi ke lubang yang kecil.

Grout tanah lempung dengan zat adiktif juga dapat dipakai sebagai bahan grouting. Biasanya
lempung bentonite yang dapat digunakan. Hanya saja, pemakaian tanah lempung sebagai
grout memerlukan penelitian lebih lanjut.

Peralatan Grouting

Peralatan yang digunakan untuk grouting mencakup (Gambar 2):

1. Grout Mixer
2. Agitator
3. Pompa grout
4. Valves, Pressure Gauges, Washout Gear, dan Packers

Mixer mencampur grout dalam wadah, lalu grout dikirim ke agitator sebagai penyimpan.
Pompa menarik grout dari agitator lalu memompanya ke sirkulasi hingga melewati lubang
grout. Standpipe fitting mengontrol grout yang keluar dari lubang. Jika ada kelebihan grout,
maka ika dikirim balik ke agitator untuk pemakaian selanjutnya.
Gambar 2. Peralatan Grouting

Spesifikasi Pekerjaan Grouting

Kontraktor harus membuat kolom-kolom grouting dengan diameter dan jarak spasi yang
diterangkan dalam gambar dan kontrak pekerjaan. Karena kekhususan pekerjaan ini, maka
kontraktor pelaksana haruslah memiliki reputasi spesialis dalam pekerjaan grouting ini.

Pekerjaan ini terdiri dari instalasi, monitoring dan testing injeksi grouting yang dapat
memenuhi criteria yang diatur dalam spesifikasi.

Kontraktor harus menyediakan tenaga, peralatan, dan material untuk menyelesaikan pekerjaan
yang tercantum dalam kontrak.
Menjadi tanggung jawab kontraktor untuk menentukan dan mengimplementasikan system dan
criteria agar spesifikasi dapat terpenuhi.

Dokumen Yang Harus dimasukkan

Kontraktor harus memasukkan berkas dokumen untuk melengkapi kontrak. Dokumen tersebut
berupa:
Dokument berisi deskripsi proyek, ukuran pekerjaan dan kontak person termasuk
nomor kontak.
Daftar riwayat hidup personil yang ditugaskan untuk pekerjaan ini.
Rencana monitoring pekerjaan.
Mix desain terdiri dari sumber dan tipe grouting yang digunakan beserta proporsi
volume penggunaannya, dan data lapangan penggunaan grouting pada proyek lain
sebelumnya guna menjelaskan compressive strength yang dihasilkannya.
Prosedur kerja, sekuens, dan kriteria kontrol.
Prosedur kerja secara umum yang memuat spacing, lokasi, kedalaman dan kuantitas
grout untuk mencapai criteria yang dimuat dalam spesifikasi.
Ketika pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus merekam semua injek grouting beserta
lokasinya, kedalaman, start dan stop time, dan grout yang diinjeksi.

Penyelidikan Lapangan dan Trial

Kontraktor wajib menyediakan segala informasi penyelidikan tanah/batuan dan laporan


interpretasinya relevan dengan desain jet grouting termasuk pemeriksaan kontaminasi tanah
oleh grouting.

Kontraktor harus menjamin bahwa informasi mengenai tanah sudah cukup untuk menguji
lapangan.

Data fisik tanah dan property geoteknik yang dibutuhkan oleh pekerjaan grouting ini, meliputi
distribusi ukuran partikel tanah, kepadatan, konten organic, karakteristik kekuatana dan muka
air tanah.
Jet grouting sangat cocok bagi tanah dengan kohesi rendah dan tanah kohesif dengan
plastisitas rendah.

Pemeriksaan Dampak dari Grouting

Segala informasi berkaitan dengan implementasi aman dari pekerjaan grouting, termasuk
lokasi grouting dan jaraknya dari struktur permukiman harus disediakan oleh kontraktor
sebelum permulaan pekerjaan.

Kolom uji

Uji lapangan di awal pekerjaan sebaiknya dilakukan untuk memeriksa system dari jet grouting
(system double atau triple tube) dan parameter desain grouting. Lokasi pengujian harus
mendapat persetujuan dari konsultan engineer.

Benda uji merupakan modul tunggal yang terdiri dari minimal tiga kolom grouting. Kualitas
kolom jet grout harus memenuhi keperluan desain dan dapat diuji metode yang cocok.
Pengujian dilakukan pada tengah modul sebelum dan setelah grout. Ketika penggalian
memungkikan, pemeriksaan karakteristik geometrik dan mekanis dari kolom jet grout dapat
secara inspeksi secara visual. Pengujian lab atas coring hasil grouting dapat diadakan.

Sebelum memulai produksi grouting, uji coba harus dilakukan. Jika hasil uji coba
mengindikasikan rembesan air pada terowongan tidak berkurang dan kemudian berhenti,
maka kontraktor harus memperbaiki proses kerja dan perlu pengujian kembali.
Kontraktor Spesialist

Pekerjaan grouting harus dilaksanakan oleh kontraktor specialist yang sudah memiliki
pengalaman dan personil yang memiliki ekspertise seperti:

a) Melakukan jet grouting pada skala dan kondisi yang sama dengan metode yang
disebutkan dalam spesifikasi.
b) Memiliki peralatan dan instrument yang cukup dan telah terbukti dan diakui secara
local dan internasional mampu melaksanakan pekerjaan jet grouting dengan kualitas
sesuai spesifikasi.
c) Memiliki pengalaman dalam desain, supervise, dan pelaksanaan pekerjaan jet
grouting.

Toleransi

Setting out

Setting out dilakukan dalam garis dan titik sebagaimana tertera dalam gambar kerja. Sebelum
pelaksanaan pekerjaan, posisi kolom grouting sudah diberi tanda dengan marker yang cocok.

Posisi

Maximum deviasi yang dizinkan untuk grouting point dari posisi yang benar sesuai setting
out pada gambar adalah 150 mm pada segala arah.

Vertikalitas

Jet grouting pada bore hole vertikal harus severtikal mungkin, dan deviasi drilling rod yang
diizinkan maksimum 1:100.

Personil
Personil yang melakukan pekerjaan ini harus sudah memiliki pengalaman khusus jet grouting.
Panjang, Diameter dan Spacing Kolom-Kolom Jet Grout

Panjang, diameter dan spacing kolom jet grout pada gambar hanya merupakan indikasi
rencana dan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan ketika memungkinkan untuk
disesuaikan.

Compressive Strength

Nilai rata-rata unconfined compressive strength untuk kolom grouting minimum 1.0 MPa
yang didapatkan melalui pengujian lab dengan sampel yang dikumpulkan dari lapangan.

Peralatan Grouting

Peralatan jet groutin g adalah peraltan khusus dan cukup powerful untuk menjamin
pembentukan soil-cement pada area yang digrouting. Olehnya itu peralatan harus memenuhi
beberapa syarat:

1. Drilling rig harus mampu mencapai kedalaman yang diinginkan.


2. Batching plant semen grout harus terdiri dari krib storage, shelter yang anti air, pompa,
mixer otomatik, agitator, dan devise yang mampu mengukur dan mencampur semen
grout secara kontinu.
3. Batching plant semen grout harus mampu menampung semen grout, mencampurnya
secara otomatik dan memelihara campuran grout untuk bisa disalurkan ke system jet
grouting secara kontinu pada tekanan yang diinginkan.
4. Mixer semen grout harus merupakan jenis koloid berkecepatan tinggi dan mampu
untuk bekerja hingga 1500 rpm.
5. Pompa tekanan tinggi harus mampu memproduksi jet bertekanan tinggi pada tekanan
bervariasi untuk dapat memotong dan mencampur tanah.
6. Peralatan jet grouting harus mampu menyediakan 400 bar pada nozzle water jetting.
Peralatan harsu menyediakan positive return flow yang kontinu selama pekerjaan jet
grouting.
7. Sistem jet grouting harus mampu beroperasai pada rotasi berbedam dan withdrawal
rate-nya dalam kisaran yang diinginkan sehingga dapat bekerja dan memproduksi
kolom-kolom jet grouting yang diinginkan.
8. Pengukuran real time dan alat pencatat harus disediakan selama drilling dan jet
grouting seperti nomor kolom, waktu, kedalaman, tekanan, flow rate, dan kecepatan
rotasi, dan sebagaiya.

Suku cadang dan peralatan harus senantiasa tersedia untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan
dengan baik.

Obstruksi

Jika pada pelaksanaan pekerjaan terdapat obstruksi yang menghambat proses pekerjaan,
maka kontraktor harus melaporkan kepada pengawas, dan opsi perbaikan harus mencakup:

1. Reposisi grouting point pada jarak yang dekat dari posisi awal.
2. Tambahan grouting point disekitar obstruksi.
3. Penggalian untuk menghilangkan obstruksi, backfill dan padatkan sesuai spesifikasi
pekerjaan dan pasang kembali kolom jet grout.

Spoil Return

Spoil Return adalah bagian terpenting dari control kualitas pekerjaan di lapangan. Selama jet
grouting,, pengamatan visual akan aliran dan penampakan spoil harus senantiasa dilakukan.
Reduksi pada spoil return yang tidak terduga harsu diselidiki segera. Jika spoil return tidak
dapat dilakukan, harus dijamin bahwa tidak ada clogging pada lubang borehole dan parameter
jetting sebaiknya direvisi. Tiga kubus Sampel harus dikumpulkan selama jet grouting pada
kolom grouting untuk pengujian laboratorium. Selama jet grouting, spoil return ditempatkan
pada kolam, atau tangki, atau tempat penyimpanan lainnya.
Pelaksanaan Jet Grouting

Persiapan

Platform pekerjaan harus didesain, disiapkan dan dipelihara agar dapat menjamin
pemindahan alat dengan aman. Material yang digunakan untuk platform harus disesuaikan
dengan kondisi lapangan dimana platform ini tidak akan menghalangi pekerjaan.

Pelaksanaan

Sebelum pekerjaan dilaksanakan, metode pekerjaan termasuk parameter grouting, urutan


pekerjaan, dan prosedur control kualitas sudah harus diserahkan ke pengawas. Prosedur
pekerjaan harus mendapatkan persetujuan dari pengawas. Drilling berdiameter 120 mm
hingga 140 mm dilakukan sampai pada kedalaman yang diinginkan. Ketika sudah mencapai
kedalaman, tanah dan batu residu akan terkikis oleh water jet bertekanan tinggi, kemudian
semen grout diinjeksi dan kemudian bercampur dengan tanah melalui nozzle grout. Kolom-
kolom grouting dibuat dengan proses ini. Jika proses ini terhambat, maka re-drilling dan re-
grouting dapat dilakukan dengan persetujuan pengawas.

Supervisi

Supervisi atau pengawasan dilakukan oleh personil ahli dan berpengalaman untuk pekerjaan
jet grouting.
Material

Semen grout harus Semen Portland, air dan terkadang dicampur dengan bentonite dan adiktif
lainnya sepersetujuan pengawas. Trial Mix harus dilakukan sebelum pelaksanaan pekerjaan.
Kualitas grout dapat dijamin melalui pengukuran densitas-nya menggunakan hydrometer.

Drilling dan Grouting Record

Pencatan yang lengkap harus dilakuakn. Setiap hari, 2 salinan record pekerjaan grouting
diberikan ke pengawas. Record ini harus mencakup:

- Nomor referensi Lubang Grout


- Ratio air-semen
- Tekanan selama jet grouting
- Flow rate
- Withdrawal rate
- Kecepatan rotasi
- Waktu drilling dan obstruksi
- Detail konstruksi, delay dan hambatan lapangan.
- Spoil return (warna, kuantitas dan densitas)
- Deformasi jika ada termasuk estimasi besarannya.

Quality Control

Mekanisme quality control harus diimplementasikan sebagai berikut

1. Evaluasi drilling dan grouting berdasarkan record drilling dan grouting


2. Uji kepadatan grout dan spoil density
3. Test kubus grout
4. Monitoring deformasi
Berbagai kerusakan grout hole sebagai akibat dari kegagalan mekanis peralatan,
ketidakcukupan suplay grout, udara, dan air serta drilling yang tidak benar harus digantikan
dengan grouting hole dan injeksi grou yang baru tanpa biaya tambahan.