Anda di halaman 1dari 9

Pengenalan injeksi Grouting

Grouting adalah suatu proses, dimana suatu cairan campuran antara simen dan air yang
diinjeksikan dengan tekanan ke dalam rongga, pori, rekahan dan retakan batuan. Selanjutnya
cairan tersebut dalam waktu tertentu akan menjadi padat secara fizikal mahupun kimiawi.
pekerjaan grouting merupakan salah satu cara dalam perbaikian asas (foundation treatment)
pada bendungan air.

Selain itu grouting juga berupaya untuk mengisi rongga struktur yang rosak akibat
pembinaan yang tidak sempurna. Material yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah
material yang tidak memiliki sifat susut dan bahkan cenderung memiliki karakteristik
expand / mengembang dalam skala kecil biasanya antara 0,5 % s/d 1,5 % serta memenuhi
persyaratan standard corps of engineering CDR C-621 dan ASTM C-1107

Teknologi grouting bukanlah barang baru, grouting sudah ada sejak tahun 1800-an dan
bahkan sebelumnya. Grouting awalnya hanya digunakan untuk mengawal aliran air, tetapi
sekarang telah meluas dan aplikasinya tidak terbatas,

Kegunaan grouting

i. Mengurangi aliran atau rembesan air


ii. Meningkatkan daya dukung tanah dan batuan
iii. Pemadatan (mengisi rongga dan celah/rekahan pada tanah/batuan)
iv. Membaiki kerosakan struktur.

Bahan yang digunakan untuk injeksi grouting

Bahan grouting yang digunakan dalam pekerjaan grouting adalah (material suspense) dan
atau kimiawi. Material suspense yang umum dipakai adalah simen dan bahan tambahan
seperti bentonit atau bahan sejenis denganya. Air pula sebagai bahan cairan yang diguna
sebagai pencampur simen dan mestilah bebas dari kandungan lumpur, bahan organik dan
unsur lain yang dapat mengakibatkan penurunan kualiti campuran. Bahan simen yang
digunakan adalah Portland Cement (PC), tipe I yang tidak mengandung bahan lain dan
memenuhi syarat yang ditentukan dalam SII - 3 - 1981.

Perbandingan bahan grout untuk (cement milk), ditentukan berdasarkan tujuan dari
grouting tersebut dan kondisi batuan yang berubah-berubah mengikut saiz penyerapan
grouting. Perbandingan campuran simen yang sering diguna untuk pekerjaan grouting ini
adalah C : W = 1 : 10 sampai 1 : 1. Untuk retakan yang relatif besar dipakai C : B= 1 : 0,5,
dan bahkan kadang - kadang dipakai mortar (campuran simen dan pasir).

Pada umumnya campuran dimulai dari C : W = 1 : 10 atau 1 : 8. Apabila grouting


menunjukkan penyerapan grout yang lebih besar dari 30 liter per minit dan berlaku selama 20
minit maka campuran dikentalkan secara berangsur. Namun sebaliknya apabila tekanan
injeksi naik tiba - tiba atau jumlah volume grout masuk dengan sangat banyak maka
campuran diubah menjadi lebih cair.

Grouting Simen

Grouting simen adalah merupakan campuran antara air dan simen dengan perbandingan
C : W = 1 : 10 sampai 1 : 1. Perubahan dari campuran simen dan air ini tergantung kepada
kebolehan batuan dan kondisi batuannya sendiri.

Grouting simen ini kadang kala dilakukan dengan bahan tambahan grout seperti tanah
lempung atau pasir halus yang sesuai dengan kondisi batuan yang menempati lokasi
bendungan. Selain itu, sifat fisik dan teknik dari tanah atau batuan yang perlu diketahui
terutama bila grouting ini akan dipertimbangkan sebagai bagian dari perbaikian asas
bendungan atau dari penggalian terowong .
Grouting Kimia

Grouting kimia adalah grouting yang dilakukan dengan campuran bahan kimia dan air
atau cairan bahan kimia dengan bahan kimia lainnya. Grouting kimia ini umumnya
digunakan untuk mengisi retakan yang halus atau butiran batuan. Grouting kimia dapat
dilakukan pada tanah dengan k sampai 0,00001 cm (10^-5 cm) dan hasilnya cukup
memuaskan.

Urutan Pekerjaan Grouting


Pemeriksaan hasil grouting

1. Pemeriksaan hasil grouting dilakukan dengan membuat check hole pada titik yang
dipilih dan biasanya di bor miring agar mewakili kawasan grouting
2. Pengambilan contoh (core sampling) untuk melihat secara visual efektif grouting dan
dapat diperiksa dengan phenolptalein 0.1 n.
3. Pengujian grouting dengan (water pressure test ataulugeon test). Tekanan dilakukan
seperti ujian naik dan turun, iaitu bervariasi 1-3-5-7-10-7-5-3-1 kg/cm2, bergantung
kondisi batuan.
4. Setelah selesai check hole yang diisi dengan campuran bahan grouting yang kental
1:1 atau 1:0.5 hingga penuh.

Peralatan Grouting

i. Mesin bor
Digunakan untuk membuat lubang grout, dengan diameter antara 46 76 mm.
Jenis bor putar (rotary type drill).
ii. Perkakas grouting
Meliputi packer, stang grouting, by pass, manometer, keran pengatur tekanan,
pipa pemasukan dan pengembali dan pengukur debit.
iii. (Grout mixer dan agitator )
Untuk mencampur bahan grout sesuai dengan perbandingan yang ditentukan,
kemudian dialirkan kedalam agitator sebagai tempat grout yang siap untuk diambil oleh
pompa.
iv. Pompa grout
Umtuk memompakan grout yang tersimpan di agitator ke lubang grout melalui
unit peralatan grouting.
v. Sebuah tabung yang dirancang sesuai dengan kemajuan dunia konstruksi masa
kini tabung tersebut ditekan dengan angin compressor dengan kekuatan tekanan
6 kg/cm2, sehingga bahan yang dipergunakan di atas dapat masuk dengan
sempurna
Cara Pelaksanaan :
1. Cipping pada jalur retak
2. Bersihkan permukaan beton pada bahagian yang retak dari semua kotoran dan debu dengan
menggunakan angin kompressor/sikat kawat.

3. Bor pada bahagian atas atau bawah pada lokasi retak untuk penempatan nepel dengan jarak
20 cm.
4. Pasang Nepel dan lem pada tempattempat yang telah dibor dengan menggunakan bahan
epoxy.

5. Tutup semua bagian retak dengan epoxy.


6. Pekerjaan injeksi dilakukan dari lebar retak yang besar kepada lebar retak yang kecil.
Alat yang digunakan untuk menginjeksi iaitu :
Memakai Mini Kompressor :
1. Isi tabung dengan material injeksi dengan dosis sesuai prosedur/brosur
2. Hubungkan selang antara mini kompressortabung pengatur angintabung material
injeksinepel.
3. Hidupkan mini kompressor dengan tekanan 23 MPa (Low Pressure)
4. Buka tabung pengatur angin dengan perlahan sampai campuran injeksi mengalir masuk
nepel 1 dan mengisi bagian yang retak sampai material injeksi keluar dari lubang kontrol
pada nepel 2.

5. Ikat selang yang sudah terpasang pada nepel 2 agar cairan dapat menyebar ke seluruh
bagian yang retak sehingga dapat terisi oleh material injeksi.
6. Buka tabung pengatur angin dengan perlahan sampai campuran injeksi mengalir masuk
nepel 3 dan mengisi bagian yang retak sampai material injeksi keluar dari lubang kontrol
pada nepel 4.
7. Ikat selang yang sudah terpasang pada nepel 4 agar cairan dapat menyebar ke seluruh
bagian yang retak sehingga dapat terisi oleh material injeksi, lakukan dengan cara yang
sama pada seluruh nepel yang terpasang.
Memakai Tabung Suntik :
1. Isi tabung suntik dengan material injeksi dengan dosis sesuai prosedur/brosur
2. Tempatkan lubang tabung suntik pada lubang nepel 1

3. Gunakan tali karet untuk mendesak secara perlahan bahan epoxy yang ada di tabung
suntik.
4. Setelah isi dalam tabung di nepel 1 habis, segera tempatkan lubang tabung suntik pada
lubang nepel 2.
5. Biarkan material mengeras selama 24 jam untuk nepelnepel plastik kemudian bisa
dilepas.
6. Bersihkan bagian bekas injeksi dengan amplas.