Anda di halaman 1dari 6

Borang Portofolio

Topik : Asma bronchial episodic jarang dengan serangan sedang


Tanggal (kasus) : 24 November 2015 Presenter : dr. Astrie Hananda F.
Tanggal Presentasi : 3 Desember 2015 Pendamping : dr. Marniyanti
Tempat Presentasi : Ruang Komite Medik RSUD Pasaman Barat
Objektif Presentasi :
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa
Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil
Anak laki-laki, usia 11 bulan, dibawa orang tuanya ke RSUD dengan keluhan sesak
nafas sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit, sesak berbunyi menciut, dipengaruhi
Deskripsi :
oleh cuaca dan makanan, tidak dipengaruhi oleh aktivitas. Batuk pilek (+) sejak 2
hari yang lalu.
Tujuan : Penegakkan diagnosa dan pengobatan yang tepat dan tuntas.
Bahan Tinjauan
Riset Kasus Audit
Bahasan : Pustaka
Cara
Diskusi Presentasi dan Diskusi E-mail Pos
Membahas :
Nama : Wafiz, , 11 bulan, BB:
Data Pasien : No. Registrasi : 025819
7,8 kg
Nama Klinik : RSUD Pasaman Barat Telp : Terdaftar sejak : 24-11-2015
Data Utama untuk Bahan Diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis : Asma bronchial episodic jarang serangan sedang / Anak laki-
laki, usia 11 bulan, dibawa orang tuanya ke RSUD dengan keluhan sesak nafas sejak 2 jam
sebelum masuk rumah sakit, sesak berbunyi menciut, dipengaruhi oleh cuaca dan makanan,
tidak dipengaruhi oleh aktivitas. Batuk pilek (+) sejak 2 hari yang lalu.
2. Riwayat Pengobatan : Riwayat pengobatan sebelumnya (-)
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit : Pasien baru pertama kali mengalami keluhan seperti ini.
Riwayat alergi makanan (+).
4. Riwayat Keluarga : Tidak ada keluarga pasien yang mengalami keluhan seperti pasien. Tidak
ada anggota keluarga yang mempunyai riwayat alergi.
5. Riwayat Pekerjaan : -
6. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik : Tidak ada yang berhubungan.
7. Riwayat Imunisasi : Riwayat imunisasi lengkap sesuai usia.
8. Lain-lain : -
Daftar Pustaka :
Kapita Selekta Kedokteran
Hasil Pembelajaran :
1. Diagnosis dan tatalaksana asma bronchial pada anak
2. Edukasi mengenai penyakit yang diderita pasien dan bagaimana cara pencegahannya
3. Komunikasi efektif antara dokter dan keluarga pasien

1
Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio

1. Subjektif :

Keluhan Utama: Anak laki-laki, usia 11 bulan, dibawa orang tuanya ke RSUD
dengan keluhan sesak nafas sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit, sesak berbunyi
menciut, dipengaruhi oleh cuaca dan makanan, tidak dipengaruhi oleh aktivitas.

BAB dan BAK seperti biasa.

Demam dirasakan sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit.

Batuk pilek sejak 2 hari yang lalu.

Riwayat alergi makanan (+).

2. Objektif :

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : tampak sakit sedang

Kesadaran : CM

Tekanan Darah : 130/70 mmHg

Nadi : 82 x/menit

Frekuensi Nafas : 62 x/ menit

Suhu : 37,80 C

BB : 7,8 kg

Status Internus

Kepala : Tidak ada kelainan

Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik

Kulit : Turgor kulit baik

Thoraks

o Paru

Inspeksi : Gerakan nafas simetris, retraksi interkostal (+)


Palpasi : Fremitus sukar dinilai

2
Perkusi : Sonor di kedua lapangan paru
Auskultasi : Ekspirasi memanjang, rhonki -/-, wheezing +/+

o Jantung

Inspeksi : Iktus jantung tidak terlihat


Palpasi : Iktus jantung teraba di linea midclavicula sinistra ICR V
Perkusi : Batas jantung normal
Auskultasi : Bising tidak ada, bunyi jantung tambahan tidak ada

Abdomen

Inspeksi : Tidak tampak membuncit


Palpasi : Hepar dan lien tidak teraba, NT (-), NL (-)
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) normal

Ekstremitas : Refilling capiller baik, akral hangat, udem (-)

Pemeriksaan tambahan : Tidak dilakukan

Laboratorium:
Hb : 12,1 gr/dl
Leukosit : 10.790/mm3
Trombosit : 417.000/mm3
Hematokrit : 35%

3. Assesment (penalaran klinis) :

Asma pada anak adalah adanya wheezing dan/atau batuk dengan karakteristik timbul secara
periodic dan/atau kronik, cenderung pada malam/dini hari, musiman, adanya factor pencetus
(aktivitas fisik, makanan, infeksi saluran nafas, debu, dll) dan bersifat reversible baik secara
spontan maupun dengan pengobatan, sedangkan sebab lain sudah disingkirkan.

Asma pada anak diklasifikasikan berdasarkan derajat penyakit dan serangan.

Tabel 1. Derajat penyakit

N Parameter Asma episodic Asma episodic Asma persisten


o jarang sering
1. Frekuensi serangan <1x/bulan >1x/bulan Sering

3
2. Lama serangan <1 minggu >1 minggu Sepanjang tahun
3. Intensitas serangan Ringan Sedang Berat
4. Di antara serangan Gejala (-) Gejala (+) Gejala siang malam
5. Tidur dan aktivitas Tidak terganggu Sering terganggu Sangat terganggu
6. PF di luar serangan Normal Kelainan (+) Tidak pernah
normal
7. Obat pengendali Tidak perlu Perlu Perlu
8. Uji faal paru PEF/FEV1> 80% PEF/FEV1 60-80% PEF/FEV1 <60%
9. Variabilitas faal paru >15% >30% >50%

Tabel 2. Derajat serangan


Ringan Sedang Berat Gagal nafas
mengancam
Sesak nafas Berjalan Berbicara Saat istirahat
Mampu berbaring Bayi menangis Tidak mau
Bayi menangis pendek menyusu/makan
keras Sulit menyusu
Posisi Bisa berbaring Lebih suka Duduk bertopang
duduk tangan
Bicara Kalimat Penggal kalimat Kata-kata
Kesadaran Mungkin iritabel Biasanya Iritabel Kebingungan
iritabel
Sianosis Tidak ada Tidak ada Ada Nyata
Frekuensi Takipneu Takipneu Takipneu Bradipneu
nafas
Penggunaaan Biasanya tidak Biasanya iya Ya Gerakan
otot bantu paradox
respiratorik torako
Abdominal
Frekuensi nadi <100 100-200 >120 Bradikardia
2-12 bulan <160/menit
1-2 tahun <120/menit
2-8 tahun <110/menit

Penatalaksanaan asma pada anak meliputi penatalaksanaan saat serangan dan pengontrol di
luar serangan yang diberikan pada asma episodic sering dan persisten

Nilai derajat serangan

Pengobatan
Nebulisasi -agonis 3x, interval
20 min
Nebulisasi ke-3 + antikolinergik Serangan berat
(nebulisasi 3x,
respon buruk)
Serangan Serangan sedang - O2
ringan (nebulisasi 2-3x, - IV line
(nebulisasi 1x, respon parsial) - nilai kembali
respon baik berat
- observasi 1-2 - O2 4
Rawat
jam, pulangkan - nilai kembali sedang - Chest x-ray
- gejala (+) : Rawat sehari
serangan sedang - IV line
Ruang Rawat
- terapi oksigen
Pulangkan Rawat sehari (ODC) - atasi dehidrasi dan
- beri 2-agonis - terapi oksigen asidosis
(inhaled/oral) - nebulisasi/2 jam - Steroid IV/ 6-8 jam
- obat lain - observasi 8-12 jam, - nebulisasi/ 1-2 jam
- viral infection: jika stabil: pulangkan - inisial aminofilin IV,
oral steroid - respon buruk dalam 12 lanjutkan maintenance
- rawat jalan 24-48 jam: rawat - nebulisasi 4-6x: respon
jam baik per 4-6 jam
- jika stabil dalam 24 jam:
pulangkan
- respon buruk: ICU

Notes:
- Jika serangan berat, langsung gunakan -agonis + antikolinergik
- Jika nebulizer tidak tersedia, gunakan adrenalin SC 0,01 ml/kg/kali dengan maximal
dose 0,3 ml/kali
- Terapi oksigen 2-4 l/min harus segera diberikan pada serangan sedang dan berat

Berikut adalah jenis obat pelega asma pada anak:


1. Obat pelega (reliever):
a. Golongan agonis kerja pendek atau short-acting -agonist (SABA)
Salbutamol
Oral 0,1-0,15 mg/kgBB/kali, setiap 6 jam
Inhalasi 0,1-0,15 mg/kgBB (maksimum 5
mg/kali), interval 20 menit
Subkutan 0-20 g/kgBB/kali
Terbutalin
Oral 0,05-0,1 mg/kgBB/kali, setiap 6 jam
Inhalasi 2,5 mg/kali
Subkutan 5-10 g/kgBB/kali
b. Golongan Methyl-xanthine (Teofilin kerja cepat): Aminofilin intravena
Dosis inisial: jika belum mendapatkan aminofilin 6-8 mg/kgBB, dilarutkan
dalam 20 mL dekstrosa 5%/garam fisiologis, diberikan dalam 20-30 menit. Jiks
sudah mendapatkan aminofilin sebelumnya (<4 jam), berikan setengah dosis.
Dosis rumatan: 0,5-1 mg/kgBB/jam. Kadar aminofilin dalam darah
dipertahankan 10-20 g/mL. Dosis maksimal 16-20 mg/kgBB/hari (apabila
tidak dapat mengukur konsentrasi plasma).
c. Golongan antikolinergik: Ipratropium bromide nebulisasi 0,1 mL/kgBB setiap 4 jam.
d. Golongan kortikosteroid sistemik: diberikan apabila terapi inisial SABA gagal
mencapai perbaikan klinis, atau serangan asma tetap terjadi walaupun sudah
menggunakan kortikosteroid inhalasi, atau serangan asma ringan dengan riwayat
serangan asma berat.
Metilprednisolon IV Dosis 1 mg/kgBB, setiap 4-6 jam

5
Hidrokortison IV Dosis 4 mg/kgBB, setiap 4-6 jam
Deksametason IV Bolus 0,5-1 mg/kgBB, dilanjutkan 1 mg/kgBB/hari
diberikan setiap 6-8 jam
Prednison, Dosis 1-2 mg/kgBB/hari, 2-3 kali/hari, selama 3-5
prednisolon, hari
triamsinolon oral

4. Plan :

Diagnosis :

Asma bronchial episodic jarang serangan sedang

Pengobatan :

- Nebulizer salbutamol (Ventolin) ampul


- Salbutamol 3 x 0,8 mg
- Ambroxol pulv 3 x 5 mg

Pendidikan :
Pada orang tua pasien dijelaskan bahwa kekambuhan penyakit yang diderita
anaknya dapat dicegah dengan cara mengenali dan menghindari faktor pencetus,
selalu menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi.

Konsultasi : Pada saat ini belum dibutuhkan konsultasi.

Kontrol :

Kegiatan Periode Hasil yang Diharapkan

Kontrol Tiga hari setelah pulang Hasil terapi sesuai yang


dari rumah sakit, dan jika diharapkan dan tidak ada
diperlukan kunjungan lagi kekambuhan
tiga hari berikutnya

Nasihat Setiap kali kunjungan Kualitas hidup pasien


membaik