Anda di halaman 1dari 80

Edisi 2016 Kuartal-II/April-Juni

Vol. III No. 2

Majalah
PARAHYANGAN Humanum - Integral - Transformatif

Kereta Api Indonesia

Transportasi
KERETA

MASSAL
CEPAT

ISSN 2356-1335

9 772356 133121
Para pembaca yang budiman.

Transportasi merupakan salah satu elemen yang turut berperan dalam pembangunan bangsa.
Keberadaannya mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Rencana Pemerintah terkait kereta
api cepat juga turut menjadikan transportasi massal di Indonesia menjadi fenomena yang perlu mendapat
perhatian. Edisi kali ini mencoba mengangkat fenomena salah satu transportasi massal, yakni kereta api
Indonesia. Dua orang pakar di bidang transportasi memberikan pandangan soal kereta api Indonesia.

Selain itu, disajikan pula cerita tentang pengabdian mahasiswa Unpar bertajuk TOSAYA. Berbagai
prestasi dan kegiatan kemahasiswaan juga turut dihadirkan pada edisi Majalah Parahyangan Vol. III No. 2
ini. Rubrik Alumni menghadirkan Parahyangan Alumni Day, acara yang mengajak para alumni untuk kembali mengenang
masa-masa kuliah dan memberikan inspirasi bagi para mahasiswa. Sementara itu, Githa Naffeza, alumni yang pernah
berkecimpung di dunia jurnalistik kini merambah dunia kuliner.

Rubrik Disertasi menghadirkan tulisan mengenai ekonomi kreatif, dan dimuat pula sosok Arenst Andreas, sang Penyulap
Limbah yang mendapat penghargaan pada perayaan Dies Natalis ke-61 Unpar. Di samping itu, disajikan pula tulisan tentang
Dies Natalis Pertama Unpar, Rubrik Humanum, Integral, dan Transformatif, serta Rubrik Parahyangan.

Selamat membaca,
Redaksi Majalah Parahyangan.

MAJALAH PARAHYANGAN

Pengarah
Rektor
Wakil Rektor Bidang Akademik
Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Sumber Daya
Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan
Wakil Rektor Bidang Penelitian,Pengabdian kepada
...................................Masyarakat, dan Kerja Sama

Penasihat
Ketua Umum Ikatan Alumni Unpar Transportasi Massal (hlm. 2) Parahyangan Alumni Day (hlm. 18)

Penerbit
Unpar Press

Pengelola
Satuan Pelayanan Pendukung
TOSAYA
2016
Pemimpin Redaksi
L. Bobby Suryo K. (hlm. 37)
Meniti Puncak Dunia (hlm. 23)
Penyelaras

Romantisme
Melania Atzmarnani

Redaktur Pelaksana
Hary Gimulya

Administrasi
Merici Dhevi Pivita
Apolonius S. dalam berbisnis kuliner (hlm. 33)

Alamat Redaksi
Jl. Ciumbuleuit 100 Bandung Ralat: Pada edisi sebelumnya, di halaman 32 Rubrik Jendela Ilmu, tertulis
Telp 022-2035137 Johannes Adhijoso Tjondro (Staf Akademik Prodi Arsitektur).
email : unparpress@unpar.ac.id Seharusnya Johannes Adhijoso Tjondro (Staf Akademik Prodi Teknik
majalahparahyangan@yahoo.com Sipil).

Kontributor
A. Caroline Sutandi | B. S. Kusbiantoro | Stephanus Djunatan | Paulina Permata Sari |
Hadrianus Tedjoworo, OSC | Gilbert | Laura Lahindah | Rudi Setiawan | Isabella Revina |
Dion Driza | Henrique Armando | Dewiyani Djayaprabha | P. Krismastono Soediro |
Ezer Lumika (foto Pascasarjana)

Redaksi menerima tulisan, berita, foto, maupun artikel terkait dengan kegiatan-kegiatan civitas academica Unpar, buah pemikiran, atau
kisah para Alumni. Tulisan, berita, foto, maupun artikel tersebut dapat dikirimkan ke unparpress@unpar.ac.id dengan subjek: Artikel
Majalah Parahyangan paling lambat tanggal 9 Juni 2016. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Redaksi Majalah
Parahyangan
Penawaran Media Promosi
Letak Dimensi 1x Terbit 2x Terbit 3x Terbit 4x Terbit
(disc 5%) (disc 10%) (disc 15%)
CBL Sampul belakang 21 x 27,5 cm Rp 2.000.000 Rp 3.800.000 - -
luar (1 hal) (P)
CDD Sampul depan 21 x 27,5 cm Rp 1.500.000 Rp 2.850.000 - -
dalam (1 hal) (P)
CBD Sampul belakang 21 x 27,5 cm Rp 1.300.000 Rp 2.470.000 - -
dalam (1 hal) (P)
SI 1 Bagian dalam 21 x 27,5 cm Rp 1.000.000 Rp 1.900.000 Rp 2.700.000 Rp 3.400.000
(1 hal) (P)
SI 2 Bagian dalam 21 x 13,0 cm Rp 750.000 Rp 1.425.000 Rp 2.025.000 Rp 2.550.000
(1/2 hal) (L)
SI 3 Bagian dalam 9,5 x 12,75 cm Rp 500.000 Rp 950.000 Rp 1.350.000 Rp 1.700.000
(1/4 hal) (P)
L: Landscape P: Potrait
Edisi Terbit Batas waktu konfirmasi
- Juli - September 2016 10 Juni 2016
- Oktober - Desember 2016 10 September 2016

Bentuk file berupa .jpg (300dpi/CMYK) dan dikirim via ekspedisi atau email ke unparpress@unpar.ac.id
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi (022) 2035137 a.n. Vita/Bobby.
potong di sini
YYUAA A A

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : _________________________________________________________________________________
Institusi/Perusahaan : _________________________________________________________________________________
Alamat : _________________________________________________________________________________
Telepon : _________________________________________________________________________________
Email :
Dengan ini menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi memasang iklan/advetorial/lowongan pekerjaan.
Adapun jenis kolom yang kami pilih:

CBL (Sampul belakang luar) SI 1 (Bagian dalam 1 hal)
CDD (Sampul depan dalam) SI 2 (Bagian dalam hal)
CBD (Sampul belakang dalam) SI 3 (Bagian dalam hal)

Frekuensi terbit : __________ edisi
Juli September 2016
Oktober Desember 2016

Pembayaran dilakukan secara transfer ke rekening
Bank : OCBC NISP Cabang Unpar, Bandung
Atas Nama : Yayasan Universitas Katolik Parahyangan
No Rekening : 017.010.87025.7

____________________, ________________________________




(_____________________________________________________)
Konfirmasi partisipasi dapat dilakukan dengan mengirimkan formulir di atas melalui email ke majalahparahyangan@yahoo.com
atau fax ke nomor 466-2031021
TATA NIAGA PRODUK PANGAN

PROPOSAL Prof. Dr. Ign. Suharto, APU


Dr. Henky Muljana, S.T., M.Eng.
DAN Tony Handoko, S.T., M.T.

Prof. Dr. Ir. Ign. Suharto, APU METODOLOGI PENELITIAN


Andy Chandra, S.T., M.M.

Rp 35.000 Rp 55.000

ILMU HUKUM
INDONESIA
Upaya pengembangan Ilmu Hukum Sistematik yang responsif
terhadap perubahan masyarakat

Edisi Revisi B.AriefSidharta

Rp 80.000 Rp 50.000
Untuk pemesanan, hubungi
Unpar Press
Jl. Ciumbuleuit 100 Bandung
Telp: 022 - 2035137 Fax: 022 - 2031021
unparpress@unpar.ac.id
Salam Hangat

Terus Berupaya menuju The Great Unpar


D engan hangat menyambut edisi terbaru Majalah
Parahyangan ini. Ini merupakan indikasi bahwa
pengelola majalah ini terus berusaha memenuhi
jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan. Selamat untuk semua
pihak yang berkontribusi terhadap hadirnya edisi ini. Kepada
pembaca, selamat membaca dan mengikuti geliat perubahan
yang terus bergulir di kampus tercinta, Universitas Katolik
Parahyangan.
Keterpenuhan jadwal kegiatan, sebagaimana Majalah
Parahyangan edisi ini, pada hakikatnya menggambarkan
sebuah disiplin kerja, konsistensi pada rencana kerja, dan
komitmen untuk mencapai targettarget yang sudah
ditetapkan. Perencanaan dan implementasi dari kebijakan
dan program kerja akan sangat menentukan kemajuan dan
perkembangan.
Kehendak untuk mewujudkan the great Unpar juga
menyiratkan pentingnya disiplin, komitmen, dan kerja keras.
Perencanaan sudah dibuat di dalam Rencana Strategis Unpar
20152019. Komitmen sudah dibangun dan terus diperkuat.
Sejumlah program kerja misalnya untuk memperkuat
identitas menjadi langkah taktis untuk meraih pengakuan
yang lebih luas baik dari pihak pemerintah maupun dari
masyarakat. Sebab, menjadi universitas pilihan dan diakui
merupakan resultansi proaksi. Peringkat 25 secara nasional Akibatnya keputusan yang diambil adalah keputusan yang
yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti merupakan mengorbankan kebaikan tertentu demi kebaikan yang
pengakuan yang patut disyukuri. Hal itu tentu tidak membuat lainnya.
kita berpuas diri. Sebaliknya, hal itu memberi informasi Hasil tentu saja menjadi ukuran yang sangat menarik
bagian mana dari kita yang masih dan terus harus diperbaiki. perhatian. Setelah sembilan bulan dengan tim rektorat yang
Akreditasi institusi (AIPT) yang dikeluarkan BANPT pada baru, banyak orang yang bertanya dan mulai menagih hasil
2013 lalu tetap memacu adrenalin kita untuk bisa meraih apa yang sudah diraih dalam rangka mewujudkan Unpar yang
predikat baik sekali. lebih baik. Tidak sedikit yang bisa dikemukakan. Dalam
Masih sangat banyak hal yang harus kita lakukan. Sementara bidang akademis, Unpar telah cukup maju di dalam
dalam hal penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya mematuhi regulasi pemerintah, baik dalam hal pemenuhan
lewat pengajaran dan pembelajaran (teaching and learning), ratio dosen:mahasiswa, pelaporan ke PDDikti, dan
kita boleh bersandar pada dedikasi dan komitmen para dosen ketertiban administrasi akademik. Telah pula berhasil
yang sangat tinggi, kita masih harus membenahi tatakelola didapatkan NIDN dan sertifikasi bagi dosendosen yang
perguruan tinggi sesuai dengan tuntutan good university belum memilikinya. Demikian juga dengan upaya
governance. Sistem informasi dan manajemen sangat sentral pembenahan dan pengembangan sistem informasi agar lebih
dalam hal ini, sehingga pengelolaan universitas bisa lebih terintegrasi satu sama lain, seperti sistem informasi akademik
efisien dan efektif. Tenaga kependidikan dengan keahlian dengan keuangan serta sistem informasi kepegawaian dan
informasiteknologi yang dimiliki serta kesediaan untuk terus penelitian. Perihal yang terkait dengan saranaprasarana pun
belajar dan mengembangkan diri menjadi andalan utama juga diharapkan terbangun dan terintegrasikan dengan
dalam hal ini. sistem informasi lainnya.
Eksekusi atas berbagai rencana, kebijakan, dan program yang Energi dan daya tahan nampaknya merupakan komponen
telah ditetapkan menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua penting yang harus dipunya. Dukungan berbagai pihak dan
e ks e ku s i te r b e b a s d a r i ko nt ro ve rs i . Ko n s i d e ra s i keikhlasan bekerjasama menjadi sumber utama. Sebab, cita
(pertimbangan) iniitu kerap membelenggu dan menyandera. cita mewujudkan the great Unpar merupakan ikhtiar kolektif
Akselerasi tidak selalu mudah didapatkan. Keberanian, atau dari semua yang berkehendak baik.
bahkan kenekadan, sering menjadi tawar dan hambar. Bukan
karena politik kepentingan, melainkan pertimbangan
kebaikan. Keputusan, pilihan, dan keberanian selalu memiliki
Rektor Unpar,
kebaikannya. Pertimbangan pun memiliki kebaikannya juga. Mangadar Situmorang, Ph.D.

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 1


Utama

Kereta Api Cepat di Indonesia


sebagai Transportasi Massal
oleh: A. Caroline Sutandi
Transportasi massal y a n g t e r u s b e r ke m b a n g

K ereta api adalah salah satu moda transportasi massal


atau transportasi publik selain bus, ligh rapid transit
(LRT), subway, kereta api komuter, cable cars, angkot,
feri, monorail yang jika diselenggarakan bersamaan,
sebaiknya terintegrasi satu sama lain. Transportasi publik ada
mengikuti perkembangan
keilmuan dan kebutuhan
menyebabkan munculnya
kereta api cepat.
Kereta api cepat mulai
untuk memenuhi kebutuhan yang tinggi dari masyarakat
beroperasi tahun 1980 di
untuk berlalu lintas dengan cepat, mudah diakses, dan murah
Jerman ( I C E Inter City
dalam mendukung aktivitas yang beragam seperti
Express) dengan kecepatan
pendidikan, sosial, ekonomi, pariwisata, dan industri. Dari
550 km/jam, tahun 1981 di
jumlah penumpang yang dapat diangkut dari tempat asal ke
Paris, Perancis dengan
tempat tujuan, tentu moda transportasi massal dapat
kecepatan maksimum 574,8
mengangkut jauh lebih banyak penumpang per satuan waktu.
km/jam, tahun 1992 di Korea
Moda transportasi kereta api ini dapat digunakan sebagai
Selatan (KTX) dengan kecepatan maksimum 352 km/jam,
kereta api penumpang, termasuk kereta api wisata, atau
tahun 1999 antar kota Shanghai dan Hangzhou di China (CRH
kereta api barang.
380 Maglev Shanghai) dengan kecepatan maksimum 430
Transportasi publik seharusnya menjadi transportasi utama km/jam, yang dibangun dengan teknologi Jerman, di mana
yang digunakan masyarakat. Untuk itu, selain memenuhi China mempunyai jalan rel terpanjang di dunia (17.000 km
kriteria cepat, mudah diakses, dan murah, transportasi publik jalan rel), dan tahun 2003 antara kota Tokyo Osaka di Jepang
harus aman, nyaman, menjangkau daerah yang luas, (JRMaglev MLX01) dengan kecepatan 581 km/jam. Kereta
berkeselamatan, dan tersedia dengan jumlah armada yang api super cepat ini bentuknya mirip pesawat, menggunakan
cukup. Jika kondisi ini tersedia, maka masyarakat akan dengan teknologi levitasi magnetik (maglev), sehingga bisa mencapai
sendirinya berpindah dari penggunaan kendaraan pribadi ke kecepatan maksimum sampai 581 kilometer per jam dan
moda transportasi umum dalam menjalankan aktivitas tercatat dalam Guinness World Records sebagai kereta api
seharihari. Sangat diharapkan kondisi ini menjadi ciri khas listrik tercepat di dunia (Kompas.com, 2015).
kota besar di Indonesia, dan jika hal ini terjadi, maka
Kemudian negaranegara lain juga mengikuti menerapkan
kepadatan dan kemacetan lalu lintas terutama di daerah
kereta api cepat. Walaupun demikian, umumnya kereta api
perkotaan akan berkurang drastis. Lebih lanjut, dukungan
cepat ini dioperasikan tidak dengan kecepatan maksimum
ketersediaan infrastruktur, sarana dan prasarana jalan dan
dengan alasan keselamatan dan karena harus berhenti di tiap
jalan rel sangat diperlukan.
stasiun.
Kereta api dan kereta api cepat (high speed train) di dunia
Kereta api di Indonesia
Moda transportasi publik kereta api sudah diterapkan di
Kereta api di Indonesia pertama kali dibangun tahun 1864
banyak negara di dunia, baik negara maju maupun negara
dengan jalan rel sepanjang 26 km antara KemijenTanggung
berkembang, sejak tahun 1830an. Seperti diketahui bahwa
oleh Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian diikuti oleh jalan
negaranegara di benua Eropa mempunyai jalan rel terpadat
reljalan rel lainnya sampai dengan sekarang, yang
di dunia yang melintasi beberapa negara sekaligus. Teknologi

pbase.com dunianyakereta.blogspot.com

2 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


flickr.com

diselenggarakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT telekomunikasi, monitoring, kontrol, dan signaling yang
KAI, 2015). Di Indonesia, kereta api bukan saja sebagai moda berbasis IT, sistem pemeliharaan rutin dan insidental, serta
transportasi antar kota, tetapi juga dari dan ke bandar udara. basis data operasional yang lengkap, akurat dan up to date.
Lebih lanjut aspek teknis yang penting adalah lebar sepur.
Kereta api cepat pertama di Indonesia
Lebar sepur yaitu lebar antara sisi dalam kepala rel. Di
Kereta api cepat pertama di Indonesia direncanakan
Indonesia lebar sepur kereta api adalah 1,067 meter,
dibangun antara Jakarta dan Bandung sepanjang 142
sedangkan lebar sepur di China adalah 1,435 meter, seperti
kilometer yang diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu 45
juga lebar sepur di negaranegara Eropa, Amerika Utara,
menit. Pihak Tiongkok dipilih sebagai mitra dengan alasan
Australia, dan Timur Tengah. Jadi pertimbangan biaya, waktu,
telah berhasil membangun dan mengelola kereta cepat
dan jalur lintasan, selain harus memenuhi syarat mutu, perlu
sepanjang 17.000 km atau 60 persen dari jarak operasi jalan
sangat diperhatikan dalam pembangunan jalan rel untuk
rel di dunia, dalam berbagai kondisi geologis, dari iklim dingin
kereta api cepat, yang memiliki lebar sepur berbeda dengan
maupun tropis seperti Indonesia. Di samping alasanalasan
lebar sepur eksisting.
lain seperti penggunaan sebagian besar komponen lokal,
pelatihan personel perkeretaapian Indonesia dan pembagian Stasiun kereta api yang eksklusif untuk penumpang atau
saham konsorsium (Kompas.com, 2015). barang, yang memenuhi standar dengan kapasitas yang
memadai, dan jalan akses ke stasiun yang mudah dan murah,
Di samping itu, dan adanya pro kontra terhadap setiap serta koneksi terhadap ketersediaan feeder bus, wajib
kebijakan baru, maka yang lebih penting adalah bahwa tersedia. Sehingga pelayanan moda kereta api cepat saling
rencana pembangunan kereta api cepat di Indonesia itu harus melengkapi dengan pelayanan moda feeder bus atau moda
memperhatikan berbagai aspek, antara lain aspek teknik alternatifnya.
(termasuk aspek keselamatan), aspek ketersediaan sumber
Aspek teknis juga berkaitan dengan area yang dilalui, apakah
daya manusia (SDM) yang kompeten, aspek finansial, aspek
perlu jembatan dan terowongan seperti saat melewati daerah
lingkungan, aspek sosial, dan yang lebih penting adalah aspek
Purwakarta. Jalan rel adalah milik pemerintah. Kondisi
peraturan dan standar, dan di atas semua aspek yang
eksisting yang ada menunjukkan bahwa hal ini adalah
terpenting adalah aspek besarnya manfaat untuk masyarakat
masalah yang kompleks jika berkenaan dengan perlunya
luas.
dilakukan pembebasan lahan untuk keperluan jalan rel kereta
Aspek teknis yang harus diperhatikan adalah standar api cepat.
konstruksi ballast atau teknologi konstruksi ballastness untuk
Lebih detail, teknologi kereta api dan teknologi operasional
kereta api dengan kecepatan minimum 200 km/jam, gerbong
yang berkeselamatan adalah hal yang sangat penting.
kereta api, stasiun pemberhentian kereta api cepat, sistem

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 3


Aspek lain yang harus diperhatikan adalah tersedianya SDM
yang kompeten dalam mengoperasikan kereta api cepat
berbasis IT, dalam jumlah cukup. SDM ini termasuk SDM di
stasiun dan SDM di kereta api sebagai masinis dan teknisi.
Aspek selanjutnya adalah aspek finansial dan aspek
lingkungan. Pembangunan kereta api cepat adalah mega
proyek dengan biaya besar. Investasi perlu mendapat
perhatian besar dengan melibatkan investor swasta dengan
pengaturan tersendiri, karena pendapatan yang akan
beritasatu.com diperoleh adalah dari tiket penumpang dan iklan sebagai
alternatif dari kereta api penumpang dan ongkos pengiriman
Koordinasi dan sinkronisasi sistem signaling kereta api dan barang dari kereta api barang atau kereta api kontainer.
jalan rel perlu sangat disiplin dan ketat berbasis IT, baik antar
kereta api penumpang dan barang, terutama jika ada Dari aspek lingkungan, kajian Amdal yang lengkap termasuk
persimpangan sebidang antara jalan rel dengan jalan, untuk Andal di dalamnya perlu dilakukan saksama dengan tahap
mencegah terjadinya tabrakan dan kecelakaan. yang lengkap dan tidak terburuburu, dengan mengacu pada
UndangUndang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi
B e r ke n a a n d e n ga n ke s e l a m ata n , wa l a u p u n d ata Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem, UndangUndang
menunjukkan bahwa kecelakaan kereta api di jalan rel lebih Nomor 23 Tahun 1997 tentang PokokPokok Pengelolaan
sedikit jumlahnya dari kecelakaan di jalan, tetapi jika terjadi, Lingkungan Hidup, dan UndangUndang Nomor 27 Tahun
maka akan melibatkan jumlah penumpang yang sangat 1997 tentang AMDAL.
banyak. Oleh karena itu aspek keselamatan sangatlah penting
untuk diterapkan. Jika jalan rel kereta api (konvensional) Jika di bidang jalan ada UndangUndang Nomor 38 Tahun
bersimpangan sebidang dengan jalan, maka pintu perlintasan 2004 tentang Jalan, dan UndangUndang Nomor 22 Tahun
kereta api yang memenuhi standar wajib ada. 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, maka untuk
kereta api ada UndangUndang Nomor 23 Tahun 2007
Massa kereta api yang besar dan kecepatan yang tinggi, tentang Perkeretaapian. Walaupun dalam undangundang
apalagi kereta api cepat, menyebabkan kereta api tidak dapat tentang perkeretaapian terdapat kalimat bahwa yang
segera berhenti jika mengetahui ada halangan. Hal ini akan dimaksud dengan kereta api kecepatan tinggi adalah kereta
memperbesar tingkat fatalitas kecelakaan. Oleh karena itu, api yang mempunyai kecepatan lebih dari 200 km/jam, tetapi
untuk meningkatkan keselamatan, kereta api cepat sebaiknya untuk kereta api cepat yang sudah akan dilaksanakan
berada di jalan rel khusus (dedicated railway lines) jadi area pembangunannya, belum tersedia peraturan dan standar
yang dilewati harus benarbenar tidak terganggu atau khusus tentang kereta api cepat yang harus dipatuhi.
bersimpangan (crossing) dengan jalan (roadway), atau
menggunakan persimpangan tidak sebidang.

www.skyscrapercity.com

4 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Manfaat bagi masyarakat luas banyak. Tetapi di masa depan, pembangunan kereta cepat di
Aspek manfaat untuk masyarakat luas adalah tujuan akhir pulaupulau ini akan berdampak positif terhadap
dari pemenuhan semua aspek lainnya. Jika aspekaspek lain pertumbuhan sosial, ekonomi, dan pariwisata di daerah
sudah dipenuhi tetapi manfaatnya tidak signifikan, hanya tersebut.
dirasakan manfaatnya oleh sebagian masyarakat dan tidak
Lebih lanjut, jika nanti dalam pelaksanaanya ternyata
dirasakan oleh masyarakat luas, maka pembangunan ini
pemerintah tidak memperoleh keuntungan dari pendapatan
dapat dikatakan belum berhasil.
operasional kereta api cepat ini, maka baik jika tetap
Jika pembangunan kereta api cepat Jakarta Bandung adalah dilanjutkan operasionalnya dengan tarif tiket terjangkau
pilot project, maka pembangunan kereta api cepat juga dapat karena adanya subsidi pemerintah. Jangan sampai terjadi
dibangun di daerah lain yang membutuhkan, seperti dari karena alasan pendapatan, perhitungan B E P, nilai
ujung utara ke ujung selatan Pulau Sumatra, antar ibu kota penumpangkm per tahun, maka tarif tiket dinaikan atau
provinsi di Pulau Kalimantan, di Pulau Sulawesi dan di Papua, menjadi mahal. Hal ini tidak sesuai dengan hakikat
walaupun jumlah penduduk di pulaupulau ini tidak sepadat tersedianya transportasi massal untuk kepentingan publik/
di Pulau Jawa, yang artinya calon penumpang juga tidak masyarakat luas. Subsidi ini dilakukan juga dalam operasional
kereta api di negaranegara lain di luar negeri.
Dengan berbagai hal yang telah dipaparkan sebelumnya,
maka sangat diharapkan bahwa akan dilaksanakannya
pembangunan kereta api cepat pertama di Indonesia akan
bermanfaat besar untuk semua lapisan masyarakat. Oleh
karena itu kajian yang dilakukan sebelum pelaksanaannya,
tidak boleh terburuburu, tetapi harus lengkap, terintegrasi,
akurat dan up to date dengan memperhatikan berbagai
aspek, termasuk prioritas kebutuhan dan prioritas manfaat.
Anastasia Caroline Sutandi, Ph.D. merupakan Dosen di
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
Katolik Parahyangan, mengajar beberapa mata kuliah, Traffic
Engineering, Geometric Design of Highways and Streets,
Traffic Engineering and Management, dan Studio of Road
Network Maintenance. Sebelum masuk menjadi Dosen di
Unpar 29 tahun yang lalu, menyelesaikan pendidikan tingkat
Sarjana di Unpar. Kemudian, melanjutkan studi di Institut
Teknologi Bandung (1988), dan mengenyam pendidikan di
The University of Queensland pada tahun 1999.

Pada tahun 2010 hingga 2014 dipercaya menjadi Dekan


detik.com Fakultas Teknik Unpar dan hingga saat ini menjadi anggota
Dewan Pakar Transportasi Kementerian Perhubungan.

detik.com detik.com

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 5


Utama

Model R+P (Rail + Property)


Kereta Api Cepat Indonesia
oleh: B.S. Kusbiantoro

K ehadiran KA Cepat di Indonesia akan mengubah pola


tempat tinggal masyarakat, misalnya penduduk ulang
alik sekitar Jakarta dengan radius 2050 km butuh
waktu 12 jam ke tempat kerja, dengan KA cepat butuh waktu
kurang dari 1 jam untuk radius 150 km ke arah Bandung.
m e n e ra p ka n p e n d e kata n
transit oriented development
(TOD), yaitu pembangunan
p r o p e r t i d e n g a n
m e m a nfa at ka n t i n g g i nya
Artinya, pekerja ulangalik dapat tinggal lebih jauh dari kualitas fasilitas dan layanan
Jakarta untuk dapat memilih rumah lebih murah, tetapi transportasi publik.
dengan waktu perjalanan yang lebih singkat.
Pembangunan KA cepat di
Pada umumnya KA cepat tidak untuk transportasi barang, Jawa, baik KA cepat Jakarta
demikian juga KA cepat hanya melewati pusatpusat kegiatan Bandung maupun Jakarta
kecil, artinya KA cepat tidak banyak memberikan dampak Surabaya, belum merupakan
terhadap relokasi industri atau tumbuhnya pusatpusat prioritas pembangunan
kegiatan baru. Akan tetapi, KA cepat memberikan dampak transportasi nasional. Akan tetapi, dengan model R+P serta
besar terhadap relokasi pusatpusat perwakilan bisnis dan pendekatan TOD untuk wilayah sekitar stasiun, pemerintah
jasa ke kotakota besar, seperti yang terjadi antara ParisLyon, tidak perlu terus mengeluarkan subsidi dan bahkan dapat
MadridBarcelona, dan LisbonPorto. KA cepat memperkuat memperoleh fasilitas serta layanan KA cepat yang prima dan
aglomerasi pusatpusat kegiatan besar (OECD, 2008; terbangunnya pusatpusat kegiatan yang terpadu dengan
Kusbiantoro, 2015). sistem jaringan transportasi pendukungnya. Demikian pula
Model R+P (rail + property) yang diterapkan di Hongkong, model R+P dan pendekatan TOD dapat diterapkan untuk
yang mana pemerintah bekerja sama dengan swasta untuk p e m b a n g u n a n M R T, L R T, d a n s e j e n i s nya . U nt u k
mengembangkan properti di sekitar stasiun. Hasil memungkinkan hal ini, dibutuhkan beberapa prakondisi agar
keuntungan dari kenaikan nilai lahan beserta bisnis model R+P dan pendekatan TOD dapat dilaksanakan di
propertinya digunakan untuk memperluas jaringan mass Indonesia.
transit railway. Demikian seterusnya jaringan berkembang Prakondisi pertama yang membutuhkan terobosan adalah
tanpa memerlukan dana pemerintah, bahkan pemerintah ketentuan tentang lahan seperti pembekuan nilai lahan atau
memperoleh manfaat dari pajak, wilayah menjadi tertata bentuk lainnya untuk lahan sekitar stasiun. Di Indonesia,
baik, dan sebagainya. Pembangunan berdasar model R+P juga masalah pembebasan lahan, termasuk menjamurnya mafia

beritatrans.com

6 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


www.jrpass.com
lahan, merupakan salah satu masalah terbesar dalam pusatpusat kegiatan baru, dan sejenisnya).
pembangunan infrastruktur. Kedua adalah terobosan
ketentuan tentang keuangan yang memungkinkan Kelima adalah dibutuhkan adanya konsorsium perusahaan
pendapatan pemerintah dari pembangunan model R+P dapat swasta yang berpola pikir untuk berinvestasi jangka panjang
digunakan langsung untuk pembiayaan pembangunan model yang berkesinambungan seperti konsorsium swasta di Tokyo
R+P secara berkesinambungan. Ketiga terkait dengan Metropolitan Region, dan bagaimana pemerintah melalui
masalah kelembagaan, yakni dibutuhkan adanya satu regulasi/deregulasinya dapat mendorong tumbuhnya
lembaga kuat untuk merencanakan, membangun, mengelola, konsorsiumkonsorsium tersebut. Prakondisi terakhir, tetapi
mengawasi, dan mengoordinasikan semua pembangunan terpenting, adalah dibutuhkan adanya kepemimpinan kuat
model R+P tersebut hingga menghasilkan winwin bagi para yang memiliki visi serta berani melawan arus kepentingan
pihak terkait. sesaat golongan tertentu. Untuk terwujudnya semua
prakondisi tersebut dibutuhkan revolusi mental yang
Keempat adalah terkait dengan RTRW, yakni dengan menyeluruh. Hal ini tidak mudah tetapi bisa dilakukan.
tingginya dinamika serta besarnya perubahan teknologi,
dimungkinkan peninjauan kembali berbagai RTRW dengan Prof. B.S. Kusbiantoro, alumnus Wharton School,
Pennsylvania dan seorang pembelajar ilmu Transportasi.
adanya KA cepat, MRT, LRT, dan sejenisnya. Dibutuhkan pola
pemikiran tidak hanya berdasar ships follow the trades, tetapi
Artikel ini pernah dimuat
terutama trades follow the ships, mengingat perubahan yang di Koran Pikiran Rakyat, Sabtu, 12 Maret 2016
cukup mendasar dari sistem jaringan (KA cepat, MRT, dan (HG)
sejenisnya) akan memengaruhi sistem kegiatan (kota baru,

lipsus.kompas.com
2 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 1 MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 7
Universitaria

Perjalanan Panjang Sebuah Program Studi


Terus berupaya memberikan materi perkuliahan yang mampu menyajikan solusi yang aplikatif,
Program Studi Fisika Unpar kini menyandang Akreditasi A

P rogram Studi (PS) Fisika dibentuk pada tahun 1993, di


bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) yang pada tahun 2009 berganti nama
menjadi FTIS Fakultas Teknologi Informasi dan Sains untuk
menonjolkan perannya secara lebih konkret. Pendirian ini
Seluruh perkuliahan Program Studi Fisika membekali
mahasiswa agar memiliki dasar sains yang kokoh, tanpa
melupakan pembentukan sikap critical thinking. Kurikulum
Fisika Unpar cukup fleksibel untuk mengakomodasi topik
topik terkini dalam bidang sains dan teknologi. Pada akhirnya,
dilakukan dengan melihat bahwa suatu universitas perlu mahasiswa akan diajak untuk ikut terjun langsung dalam
memiliki minimal 3 fakultas di bidang ilmu pengetahuan alam. risetriset yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Beberapa
hasil kolaborasi dari dosen dan mahasiswa ini telah
Dengan semangat untuk terus berusaha memberikan solusi dipublikasikan.
yang dapat mengikuti perkembangan jaman, Program Studi
Fisika mempersiapkan mahasiswanya agar menjadi manusia Seluruh kegiatan perkuliahan didukung oleh tenaga pendidik
yang knowledgeable, literate tentang sains (knowledge yang terdiri atas 12 orang dengan kualifikasi tinggi. Terdapat
society, having scientific literacy) di lingkungan yang satu orang tenaga pendidik yang memiliki jabatan sebagai
didominasi perkembangan teknologi canggih. guru besar yakni Prof. Dr. Benedictus Suprapto Brotosiswojo.
Sebanyak 58% tenaga pendidik mengenyam pendidikan
Sejak semester pertama, mahasiswa diajak untuk ikut aktif hingga tingkat doktor yang didapat dari berbagai universitas
terlibat dalam proses pembelajaran. Salah satu contohnya di Inggris, Australia, Kanada dan Amerika Serikat. Sedangkan
dapat dilihat pada mata kuliah Praktikum Fisika Dasar. tenaga pendidik lainnya mendapatkan pendidikannya dari
Mahasiswa tidak lagi melakukan praktikum yang hanya universitas ternama di Indonesia ataupun di luar negeri
bersifat prosedural. Sebaliknya, mahasiswa ditantang untuk seperti Tehnische Universitt Dresden, Institut Teknologi
menyelesaikan suatu permasalahan fisis yang tak jarang Bandung, Universitas Gadjah Mada maupun Universitas
bersifat open ended. Di samping itu, kemampuan critical Katolik Parahyangan sendiri.
thinking dikembangkan dimulai dari mata kuliah
Keterampilan Fisika. Pada mata kuliah tersebut mahasiswa Pengalaman penelitian dari para tenaga pendidik ini pun tidak
ditantang dalam berbagai persoalan sederhana fisika yang perlu diragukan lagi karena beberapa dari mereka pernah
tidak dapat diselesaikan tanpa pemahaman tentang fisika dan tergabung di institusi penelitian internasional seperti
sains secara mendalam. Kemampuan ini ditambah pada mata Arrhenius Laboratory di Swedia dan Fermi National
kuliah Proyek Bersama. Di kuliah ini mahasiswa diajak untuk Laboratory di Amerika Serikat. Penelitian para tenaga
berpikir kreatif dengan melakukan berbagai hands on pendidik Fisika Unpar meliputi fisika teoretik, fisika material,
experiments yang akhirnya melahirkan beberapa karya fisika fisika medis dan fisika instrumentasi. Hasil penelitian dari
kreatif yang sederhana namun membutuhkan pemahaman tenaga peneliti telah menembus berbagai jurnal
fisika yang mendalam. Kemampuan komunikasi ilmiah internasional dengan impact factor yang tinggi yakni Physical
mahasiswa Fisika pun diasah melalui mata kuliah Teknik Review D, Journal of High Energy Physics, General Relativity
Presentasi dan Seminar. and Gravitation, Angewandte Chemie, The Journal of Physical
Chemistry, dan The Journal of Material Chemistry.
Untuk meningkatkan soft skills mahasiswanya,
diselenggarakan beberapa kegiatan di antaranya Bengkel
Sains Unpar (BSU), Fun Science Competition (FUSION), dan
Pelatihan Guru Fisika (PGF). BSU bermitra dengan beberapa
sekolah menengah di Bandung melalui kegiatan reguler
ekstrakurikuler Sains dengan pengajar yang merupakan
mahasiswa aktif prodi Fisika dan menggunakan metode
pengajaran yang lebih menekankan pada explorative science.

Pada bulan September 2015, Himpunan Mahasiswa Program


Studi (HMPS) Fisika menyelenggarakan kompetisi Fisika
nasional yang dinamakan FUSION untuk pertama kalinya.
FUSION lebih menekankan pemaknaan bahwa Fisika
Demo Bengkel Sains Unpar pada acara sebenarnya hadir dalam kehidupan seharihari. Peserta
Festival Anak Bertanya 2015, Sabuga Bandung berjumlah 50 tim yang berasal dari SMA di Jawa Barat dan
Jakarta.

8 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Kegiatan PGF dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa di balik
siswa yang berprestasi, tentunya terdapat guru yang hebat
juga. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa guru memiliki
peran yang besar dalam proses pembelajaran siswa. Melalui
kegiatan PGF, yang rutin diselenggarakan dua tahun sekali,
mahasiswa dilatih untuk melakukan kegiatan pengabdian
masyarakat dengan bekerja bersama dosen. Para guru Fisika
yang mengikuti PGF dibekali dengan sejumlah kompetensi
dalam bidang pengajaran. Pada PGF 2014, para peserta
dilatih untuk mempelajari dan mengajarkan termodinamika
(tema PGF 2014) dengan beberapa cara yang menarik dan
inovatif, salah satunya membuat alat demonstrasi sederhana
secara mandiri yang nantinya alat tersebut dapat berhasil membuktikan prediksi teori relativitas umum
dipergunakan oleh para guru. Einstein.

Mahasiswa prodi Fisika telah dipersiapkan secara Mahasiswa prodi Fisika juga menorehkan sejumlah prestasi di
menyeluruh baik dalam kemampuan sains maupun soft skills. berbagai ajang. Prestasi internasional membanggakan dalam
Ratarata lulusan untuk menunggu pekerjaan pertama kali bidang nonakademik diraih oleh Broery Andrew Sihombing
paling lama 2 bulan. Selain bidang kependidikan, beberapa yang berhasil mendaki tujuh puncak gunung tinggi dunia
lulusan prodi Fisika juga berkecimpung di dunia industri. dalam ekspedisi Seven Summits Expedition Indonesia
Selain bekerja, cukup banyak lulusan prodi Fisika yang Mahitala Unpar 2011. Dalam bidang akademik, Meutia
melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih Wulansatiti dan Muhammad Arifin Dobson bersama tim
tinggi. mahasiswa dari FTIS berhasil meraih medali perak dan
perunggu pada kompetisi internasional University Physics
Pada umumnya, selama kuliah lanjut mereka melakukan riset Competition 2015. Pada perlombaan ini mereka mencoba
mutakhir. Contohnya pada tanggal 11 Februari 2016, tim dari memecahkan permasalahan fisika yang bersifat open
LIGOVIRGO Collaboration (LVC) mengumumkan penemuan problem dan menuliskan hasilnya dalam format paper ilmiah.
gelombang gravitasi yang diprediksi oleh Albert Einstein 101 Hasil dalam bentuk paper ini kemudian diadu dengan hasil
tahun yang lalu. Pengumuman ini membawa kebanggaan karya mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh dunia,
tersendiri bagi program studi Fisika karena salah satu antara lain RTW Aachen, Yale University, dan National
alumninya tergabung dalam kolaborasi tersebut. Yoshinta E. University of Singapore.
Setiawati, lulusan tahun 2008 yang saat ini menempuh
pendidikan Magister di Radboud, Belanda, menjadi bagian Hingga tanggal 1 Maret 2016, prodi Fisika Unpar menjadi
dari tim tersebut. Karena ketertarikannya akan teori satusatunya program studi Fisika universitas swasta yang
relativitas umum, yang dikenalnya selama kuliah di Unpar, ia memperoleh akreditasi A.
memutuskan untuk melanjutkan riset tentang gelombang
gravitasi selama pendidikan Magister. Riset inilah yang
membuat ia tergabung dalam LVC sehingga nama Yoshinta (Reinard Primulando dan Flaviana Catherine/BS)
tertulis di daftar penulis dari paper monumental yang

Pelatihan Guru Fisika 2014


MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 9
Parahyangan

amali dan
Pendidikan Modern
oleh Stephanus Djunatan Pengungkapan baik halhal
sederhana maupun kompleks
di atas membutuhkan 'gaya'
atau cara tersendiri. Tentu saja
'gaya' tersebut unik dari satu
keluarga ke keluarga lain,
bahkan unik dari satu anak ke anak lainnya. Dalam hal ini,
orang tua mengikuti 'kebiasaan yang sudah terpola'.
Kebiasaan yang terpola itu mengandaikan serangkaian sikap
dan perilaku yang sudah lumrah dan biasa diekspresikan,
lookuptabel.blogspot.co.id atau apa yang berlaku di suatu daerah. 'Gaya' atau

D
serangkaian sikap dan perilaku yang sudah lumrah ini bisa
i zaman modern ini, pendidikan menjadi salah bagian
disebut adat (Mustapa 2010:1). Dengan kata lain, orangtua
yang tak boleh terlewatkan. Isi pendidikan modern
'menurunkan' gaya atau adat tersebut kepada anakanaknya
yang kita kenal ini berupa ilmu pengetahuan (sains)
melalui perkataan dan perilaku yang menjadi panutan.
d a n t e k n o l o g i . Ka u m p a ra p e n d i d i k m o d e r n i n i
Orangtua dalam hal ini menjadi 'role model' untuk sikap dan
menyampaikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digeluti
perilaku yang layak dan pantas sebagai manusia. Dalam hal
dan dikuasai kepada subjek didik: para mahasiswa.
ini, orangtua memberikan 'adat pengajaran' kepada anak
Dalam proses tersebut, selalu muncul pertanyaan: apakah anaknya (Mustapa 2010:5 dst). Serangkaian sikap dan
kita hanya 'memindahkan' pengetahuan (knowledge) kepada perilaku dalam bentuk perkataan dan perbuatan
mahasiswa? Bagaimana dengan aspek nonpengetahuan disampaikan dalam bentuk cerita, dongeng, nasihat,
yakni perilaku dan sikap (akademis) yang menjadi bagian tak larangan, dan teguran.
terpisahkan dari pendidikan sains dan teknologi? Ada banyak
jawaban untuk pertanyaanpertanyaan di atas. Pentingnya Dengan demikian, sebuah proses pendidikan membutuhkan
etika akademik juga selalu ditekankan dan disampaikan 'lahan' agar proses pembelajaran ilmu pengetahuan
kepada mahasiswa baik secara langsung atau tidak. menemukan 'wadah'nya. Sains dan teknologi ibarat bayi yang
lahir dari kemampuan berpikir kita dan ia membutuhkan
Kali ini tulisan ini menawarkan jawaban alternatif. Kita akan 'buaian' (cradle) yakni 'gaya' hidup yang sesuai dengan adat
masuk dalam ranah budaya, yang di dalamnya sikap dan yang berlaku. Tanpa 'buaian kultur' sains dan teknologi tidak
perilaku tumbuh dan berkembang melalui kegiatan sehari memiliki tempat untuk bertumbuh. Gaya hidup itulah yang
hari. Jika kita bicara budaya, kita tidak bisa mengabaikan membantu sains dan teknologi menemukan sikap dan
konteks tempat, atau lokasi di mana gaya hidup tersebut perilaku yang pas.
hidup dan berkembang. Kali ini, budaya yang menjadi fokus
dalam tulisan kali ini berada di Tatar Sunda. Pamali sebagai Gaya Hidup
Salah satu dari rangkaian pembentuk gaya hidup itu adalah
Pendidikan dan Gaya Hidup nasihat dan larangan. Dalam Tatar Sunda, kita mengenal
Sikap dan perilaku akademik pada umumnya (termasuk yang seperangkat nasihat dan larangan yang disebut Pamali.
akademik) tidak bisa dilepaskan dari budaya sebagai orientasi Pamali sering kali dikaitkan dengan larangan untuk tindakan
gaya hidup (kultur). Maksudnya, sikap dan perilaku melekat yang tabu. Kita akan mengalami hal buruk jika larangan
erat dengan gaya hidup yang kita tampilkan seharihari. tindakan tabu itu dilanggar (bdk. Mustapa 2010:7). Misalnya,
Orangtualah yang pertamatama berperan untuk 'jangan duduk di atas nyiru, bisa meninggal di perantauan'
pertumbuhan dan pembentukan sikap dan perilaku anak (Mustapa 2010:6); 'Jangan duduk di depan pintu, nanti
anaknya. Merekalah yang menanamkan sikap dan perilaku jodohnya terhalang', dan sebagainya.
sebagai gaya hidup seharihari. Gaya hidup itu terbentuk
melalui aktivitas sederhana: sejak bangun tidur, mandi, Apa hubungannya pamali dengan pendidikan untuk
berpakaian, sarapan dan seterusnya sampai si anak siap membangun sikap dan perilaku di era modern ini? Seringkali
untuk tidur kembali. Juga pembentukan terjadi melalui pamali dalam adat istiadat Sunda dikaitkan dengan mitos dan
aktivitas yang kompleks seperti memahami pembicaraan, ungkapan yang tidak masuk akal (lih.
mengungkapkan pikiran dan perasaan, mengambil http://www.mawarnada.com/2013/03/TabuPamaliAtau
keputusan, memberikan penilaian, dan mengambil HalDilaranganOrangSundaJamanDahulu.html. a tau
keputusan. http://berbagus.com/kumpulanmitospamalidi
indonesia/). Ungkapan tersebut juga dianggap sudah kuno,
tidak lagi sesuai dengan semangat modernitas yang

10 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


menjunjung tinggi rasionalitas dan pembuktian empirik.
Memang kalau kita melihat isinya, pamali berisi lebih banyak
mengancam daripada menjelaskan apa maksud larangan itu.
Seringkali dikaitkan juga dengan 'ancaman neraka'. Haji
Hasan Mustapa menuliskan sesuatu yang menarik tentang
ancaman tersebut.
karena itu, tabu dan akibatnya sering tidak dimengerti oleh orang yang
mengatakannya atau yang mendengarkannya. Hanya dapat diartikan oleh
kebiasaan setiap orang yang melanggar adat istiadat, akan dibalas dengan
sesuatu yang tidak menyenangkan, yaitu siksaan. (2010:15)

Dengan kata lain, Haji Hasan Mustapa hendak menyatakan


bahwa alasan menabukan tindakan tertentu ialah
pengalaman yang tidak menyenangkan. Pengalaman yang
buruk itu menimpa mereka yang mengabaikan tindakan hubpages.com
tindakan yang dilarang itu. Pengalaman akan tindakan
tabu/larangan yang diamati dan diceritakan secara turun peringatan ini tidak berlaku seenaknya sendiri. Tindakan
temurun ini bisa jadi menunjukkan akumulasi pengamatan sewenangwenang biasanya tidak memikirkan keselamatan
atas pengalaman buruk yang dialami pelakunya. atau kebaikan dirinya dan orang lain. Akibat tindakan yang
semaunya sudah jelas berbuah kesulitan apalagi penderitaan.
Jika demikian halnya, kita perlu juga mengetahui apa
sebenarnya pamali yang bertujuan mencegah pengalaman
Inspirasi dari Pamali
buruk dialami seseorang. Kata 'pamali' dalam bahasa Sunda,
Inspirasi pertama dari pernyataan 'pamali' dalam Budaya
menurut analisa Haji Hasan Mustapa (2010:8), berasal dari
Sunda bagi kita, para pendidik modern, terletak pada ajakan
kata 'mali'. Kata 'mali' ini identik dengan bahasa sunda 'bali'
kita pada mahasiswa untuk bersikap dan berperilaku mawas
atau merujuk ke kata 'balik', dan 'malik'. Awalan 'pa',
diri. Jika kita hendak memberikan larangan kepada
menurut Mustapa, berfungsi sebagai alat yang membalikkan
mahasiswa dalam proses pendidikan di kelas, kita
ke kondisi semula. Maksudnya, membawa kembali orang
memberikan pemahaman tentang sikap dan perilaku mawas
yang ingin melanggar pantangan ke kondisi semula, yakni
diri. Mahasiswa kita ajak mawas diri, menjaga sikap dan
kepada pengalaman yang baik. Kata 'pamali' juga berkaitan
perilaku supaya tidak membawa pengalaman buruk di saat
dengan peribahasa Sunda, demikian menurut Mustapa,
ini, atau di masa mendatang.
'kudu inget ka bali geusan ngajadi'. Peribahasa ini
menyatakan bahwa orang harus ingat pada kodrat asal Inspirasi kedua berkaitan dengan sikap sebagai panutan.
mulanya. Kodrat asalmula ini merujuk kepada pengertian Pemberi perintah pamali tidak melakukan pelanggaran
bahwa pada dasarnya manusia dilahirkan dalam kondisi yang terhadap larangan yang disampaikan. Kita tidak bisa berlaku
baik dan bersih. Dalam kondisi yang bersih dan baik itu, setiap seenaknya dalam memberikan aturan di kelas. Misalnya, kita
orang tentunya diharapkan senantiasa menjaga sikap dan datang dan selesai tepat waktu di kelas; tidak seenaknya
perilakunya. Tindakannya pun disertai dengan 'sikap hati menunda kelas dimulai atau menyelesaikan kelas sebelum
hati'. Maksudnya ia berusaha ingat bahwa tindakannya dapat waktunya. Jangan sampai kita membatalkan kelas hanya
merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Inilah sikap eling, karena 'pekerjaan lain yang lebih penting'. Kita juga bisa
atau senantiasa menyadari apa yang dilakukan. mencontohkan mematikan 'telepon pintar' di kelas; atau kita
tidak membuka peralatan canggih tersebut selama kelas
Saat orang lain menyatakan pamali kepada kita, ia bermaksud
berlangsung. Dua hal di atas hanya contoh kecil dari sikap
memotivasi kita agar lebih memilih hal yang baik dan
mawas diri selaku pendidik yang perlu ditunjukkan kepada
bermanfaat daripada yang buruk dan siasia. Sikap lebih
mahasiswa. Dengan kata lain, adat pamali menegaskan
memilih hal baik dan bermanfaat sama saja artinya dengan
bahwa peraturan atau larangan ditujukan kepada semua
bermawas diri. Tujuannya mencegah orang yang diberi
orang, baik si pemberi larangan maupun orang yang menjadi
subjek dari peraturan dan larangan itu. Dua inspirasi di atas
dapat menjadi masukan untuk membangun sikap dan
perilaku akademis baik dalam diri pendidik maupun subjek
didik.***

(sumber: Haji Hasan Mustapa, Adat Istiadat Sunda, [Bandung:


Penerbit PT. Alumni, 2010])
Dr. Stephanus Djunatan, Ketua Program Pendidikan
Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik
Parahyangan.
www.mbatang.com

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 11


Denyut

Memaknai Peran Setiap Unsur dalam


Perkembangan Sebuah Institusi
Dies Natalis ke-61 Fakultas Pertama Universitas Katolik Parahyangan.

F akultas Ekonomi Universitas


Katolik Parahyangan mengadakan
Dies Natalis ke61 pada tanggal 5
Februari 2016 di Aula Fakultas
Ekonomi. Acara yang dimulai pada
Setelah sambutan, acara dilanjutkan
dengan oratio dies yang dibawakan
oleh Paulina Permata Sari, S.E., M.Ak.,
CMA dengan judul Unpar menuju
Universitas yang Berkelanjutan
pukul 8.30 ini diawali dengan tarian (Sustainable University). Dalam
tradisional dari UKM Listra dan paduan orasinya dipaparkan bahwa Unpar telah
suara FE Unpar yang kemudian menjalankan beberapa upaya menuju
dilanjutkan dengan sambutan Sustainable University meskipun belum
sambutan. Elsje Kosasih, Dra., Ak. M.Si., sekomprehensif yang telah dijalankan
CMA, selaku ketua panitia memulai universitas kelas dunia yang
sambutan. Sambutan dilanjutkan oleh berpredikat sebagai sustainable
Dr. Maria Merry Marianti, Dra., M.Si., university. Meskipun demikian perlu
Dekan Fakultas Ekonomi. Dalam diakui bersama bahwa saat ini bagi
sambutannya, Merry mengucapkan Unpar mungkin masih terdapat banyak
terima kasih kepada semua pihak yang pekerjaan rumah yang perlu
telah mengambil bagian dan turut dilakukan bersama jika ingin benar
berkontribusi dalam sejarah benar dapat menyandang predikat
perkembangan Fakultas Ekonomi sustainable university secara utuh
Universitas Katolik Parahyangan, dan dapat menjalankan seluruh aspek atas kondisi fisik di lapangan;
terutama kepada 14 orang yang pernah dari model keberlanjutan universitas wawancara dengan beberapa pimpinan
menjabat sebagai Dekan Fakultas dengan pendekatan terintegrasi. universitas dan fakultas serta beberapa
Ekonomi dengan kontribusi masing Untuk dapat mengidentifikasi sejauh pemangku kepentingan lainnya; dan
masing terhadap pengembangan mana terdapat pekerjaan rumah ini, pembagian kuesioner pada dosen dan
Fakultas Ekonomi. Berturutturut langkah pertama yang perlu dilakukan mahasiswa.
kemudian, Mangadar Situmorang, adalah melakukan pemetaan atas apa Setelah oratio dies, acara dilanjutkan
Ph.D. (Rektor Unpar), Drs. Antonius yang telah dicapai selama ini yang dengan pembacaan laporan Dekan FE
Tardia (Ketua Ikatan Alumni Unpar), merupakan gambaran dan potret diri Unpar mengenai perkembangan
dan Drs. Boedi Siswanto Basuki (Ketua Unpar dari aspek keberlanjutan Fakultas Ekonomi Unpar selama
Ikatan Alumni FE), memberikan universitas. Dari hasil potret diri periode 2015. Pemberian penghargaan
sambutannya. tersebut akan terlihat aspek mana yang kepada mahasiswa berprestasi di FE
Dalam sambutannya, Anton telah dipandang baik dan perlu Unpar juga menjadi salah satu acara
mengatakan bahwa hubungan dengan dipertahankan sementara di area mana yang ada. Setelah semua rangkaian
para alumni perlu lebih yang perlu dilakukan perubahan, acara selesai, acara dilanjutkan dengan
diberdayagunakan, bisa melalui pembenahan dan perbaikan. Dalam hal doa, makan siang, sekaligus ramah
berbagai kegiatan ataupun rangkaian ini Paulina melakukan tiga cara yaitu tamah seluruh undangan yang hadir.
diskusi yang membahas perkembangan observasi atau pengamatan langsung
kondisi jaman saat ini. Sementara itu, (HG)
dalam sambutannya yang dibacakan
pengurus IKA FE, Boedi menyampaikan
bahwa setiap insan tak bisa
mengabaikan keberhasilan yang telah
dicapai Unpar selama ini, namun juga
tetap harus rendah hati mengakui
masih banyak yang perlu ditingkatkan.
Tugas bersama kita adalah melakukan
perbaikan terus menerus dengan
memperhatikan aspek sosial ekonomi
dan lingkungan, sebagaimana prasyarat
dari konsep pembangunan yang
berkelanjutan.

12 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Universitaria

Unpar menuju Universitas yang Berkelanjutan


(Sustainable University)
oleh Paulina Permata Sari
Keberlanjutan (Sustainability) komponen ini menjadi sangat

A
penting.
urali Ella Dade (2010) mendefinisikan keberlanjutan
sebagai proses di mana suatu organisasi berusaha Keberlanjutan lingkungan.
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang Populasi manusia yang
berhubungan dengan organisasi di sekitarnya sambil semakin bertambah akan
menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. meningkatkan penggunaan
Keberlanjutan ini merupakan irisan dari aspek ekonomi, a ta s s u m b e r d aya u n t u k
sosial dan lingkungan yang berdampak pada semua area ini memenuhi kebutuhan. Oleh
(Bartlett Chase, 2004), yang sekaligus merupakan tiga pilar karena itu telah menjadi suatu
utama keberlanjutan (Soif et al. 2009). Ketiga pilar ini yang ke h a r u s a n b a hwa p e r l u
dinamai Triple Bottom Line oleh ekonom John Elkington dilakukan upaya untuk
yang dituangkan dalam bukunya Cannibals with Forks : The melestarikan dan mengelola
Triple Bottom Line of 21st Century Business (Elkington, sumber daya secara bijaksana.
1998). Keberlanjutan sosial. Goodland (1995) membahas
pentingnya membangun masyarakat, mengembangkan
budaya, menghargai keanekaragaman, menjunjung toleransi
Keberlanjutan Universitas (University Sustainability)
dan berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan
Velazquez et al. (2006) mendefinisikan universitas yang dengan pelestarian kehidupan sosial. Adanya keterlibatan
berkelanjutan sebagai : A higher educational institution, as a sosial yang tinggi ini menggambarkan bahwa mahasiswa dan
whole or as a part, that addresses, involves and promotes, on pemangku kepentingan universitas bersamasama untuk
a regional or a global level, the minimization of negative menciptakan kehidupan yang berkelanjutan (Bardaglio &
environmental, economic, societal, and health effects Putnam, 2009).
generated in the use of their resources in order to fulfill its
Keberlanjutan ekonomi. Tanpa adanya sistem ekonomi yang
functions of teaching, research, outreach and partnership,
memungkinkan masyarakat untuk berkembang, maka
and stewardship in ways to help society make the transition to
kelestarian lingkungan tidak mungkin dapat tercapai. Daly
sustainable lifestyles. Konsep keberlanjutan pertama kali
(1996) memanfaatkan istilah sustainable development and
diperkenalkan pada dunia pendidikan internasional pada
smart growth untuk menunjukan perlunya perspektif
tahun 1972 dalam konferensi PBB yang membahas mengenai
ekonomi yang memadai dalam permasalahan sosial dan
Human Environment (Carter and Simmons, 2010). Sejak saat
lingkungan.
itu, sejumlah deklarasi nasional dan internasional yang
berkaitan dengan konsep keberlanjutan semakin
berkembang (Wright 2004) dan makin banyak berkembang
organisasi di bidang keberlanjutan universitas yang
mempromosikan dan memfasilitasi upaya keberlanjutan
melalui konferensi, publikasi, penelitian, dan berbagai forum
komunikasi (Calder & DautremontSmith, 2009) serta
pemberian sertifikasi dan penghargaan (award) bagi
universitas universitas yang dinilai telah menyandang
predikat sustainable university di berbagai bidang.

Model Keberlanjutan Universitas Pendekatan dalam Upaya Mencapai Keberlanjutan


Universitas (Approaches for Achieving University
Universitas yang berkelanjutan merupakan suatu universitas
Sustainability)
yang ditandai dengan kegiatan operasional sosial dan
ekonomi yang mendukung kelangsungan hidup jangka Wals dan Jickling (2002) berpendapat bahwa dalam konteks
panjang dari sebuah struktur lingkungan dan sosial (Razak et pendidikan tinggi tidak harus membatasi diri dalam suatu
al, 2011). Hubungan antara ekonomi, sosial dan lingkungan pendekatan keberlanjutan tertentu. Jain & Pant (2010)
merupakan ketiga aspek yang tidak terpisahkan. Karena menyatakan bahwa bagi suatu universitas yang penting disini
ketiga aspek ini saling berhubungan maka untuk mencapai adalah mereka harus mampu menciptakan kesadaran publik
suatu keberlanjutan universitas, pertimbangan ketiga mengenai bagaimana keberlanjutan dapat diintegrasikan

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 13


dalam kehidupan seharihari. Pendekatan yang paling banyak Management System (EMS); (ii) Partisipasi masyarakat dan
digunakan adalah pendekatan green building, ISO 14001 dan tanggung jawab sosial; dan (iii) Pengajaran serta penelitian
EMAS (Alshuwaikhat dan Abubakar, 2008). Green Building mengenai keberlanjutan. Setiap strategi ini memiliki
merupakan suatu pendekatan yang dirancang untuk beberapa inisiatif yang bertujuan untuk mencapai misi
mengurangi produksi limbah dan bahanbahan yang keberlanjutan dari suatu universitas (Gambar 1).
berbahaya untuk lingkungan, mengurangi penggunaan
energi dan menjadikan bangunan universitas menjadi i. University Environmental Management System (EMS)
bangunan hemat energi, ISO 14001 merupakan standar yang
EMS merupakan pendekatan yang menangani masalah
memandu organisasi dalam mengelola dampak atas kegiatan
lingkungan yang memberikan tanggung jawab kepada
yang dilakukan terhadap lingkungan, sedangkan Eco
universitas untuk menerapkan praktik serta prosedur yang
Management and Audit Scheme (EMAS) merupakan
dapat memastikan bahwa dampak dari lingkungan dapat
pendekatan yang dirancang untuk membawa perubahan
dikurangi. EMS juga menyediakan suatu standar yang
dalam kinerja lingkungan.
bermanfaat untuk mengidentifikasi program program
Di tengah perkembangan isu lingkungan yang semakin terkait keberlanjutan lingkungan yang menjadi prioritas
kompleks, Alshuwaikhat dan Abubakar (2008) menyatakan dengan menyediakan juga indikator indikator terkait
bahwa diperlukan adanya suatu pendekatan yang lebih keberlanjutan lingkungan yang dapat diukur dan dinilai untuk
komprehensif yang mencakup pengelolaan lingkungan untuk menentukan sejauh mana kegiatan operasi perusahaan telah
mengurangi konsumsi sumber daya dan dampak negatif dari menjadi lebih ramah lingkungan (enviromentally friendly).
aktivitas serta kegiatan universitas lainnya untuk mendorong Alshuwaikhat dan Abubakar (2008) menyebutkan bahwa
keberlanjutan universitas. implementasi EMS dapat dilakukan dengan cara pengelolaan
dan pengembangan lingkungan serta menerapkan konsep
kampus hijau (green campus) seperti pengelolaan energi
Model Pendekatan Terintegrasi untuk mencapai listrik dan air dengan menggunakan peralatan hemat energi,
Keberlanjutan Universitas menggunakan sumber daya alam seperti angin, matahari dan
Alshuwaikhat dan Abubakar (2008) mengembangkan suatu panas bumi, memasang sistem kontrol tersentralisasi untuk
pendekatan yang mengadopsi tiga strategi secara terpadu mengendalikan penggunaan alatalat elektronik secara
yaitu: (i) Implementasi University Environmental efisien.

Gambar 1.
Kerangka Pendekatan yang Terintegrasi
untuk Mencapai Keberlanjutan Universitas

14 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


ii. Partisipasi Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial keberlanjutan dan membuat suatu perencanaan jangka
Strategi ini berfokus pada partisipasi para pemangku panjang untuk mendukung pengembangan berkelanjutan.
kepentingan dalam mencapai keberlanjutan dan tanggung Dalam parameter partisipasi publik dan tanggung jawab
jawab universitas agar mendorong terciptanya keadilan sosial, inisiatif kebelanjutan yang paling banyak dilakukan
sosial. Keadilan sosial ini mengacu pada pentingnya martabat adalah melakukan kerjasama baik dengan pemerintah,
manusia, kesetaraan, perdamaian dan keadilan serta industri dan masyarakat dalam skala nasional dan
kesehatan. Menjadi universitas yang berkelanjutan juga internasional, mengadakan suatu program perencanaan yang
membutuhkan kerjasama dengan lembaga pemerintahan dapat menimbulkan interaksi sosial, dan menjada lingkungan
dan lembagalembaga lain dalam membina keberlanjutan kerja yang sehat, aman dan nyaman. Sedangkan parameter
kampus (Alshuwaikhat dan Abubakar, 2008). Strategi ini berisi terakhir yaitu pengajaran dan penelitian, universitas
upayaupaya yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat universitas terkemuka lebih banyak melakukan inisiatif
dan kerjasama, pengabdian pada masyarakat dan keadilan keberlanjutan dalam melakukan penelitian dan kegiatan
Sosial. pendidikan yang berkaitan dengan keberlanjutan.
Hal lainnya yang menarik jika melihat bagaimana best
iii.Pengajaran serta penelitian mengenai keberlanjutan practices ini, beberapa dari universitas ini secara eksplisit
menunjukan bagaimana mereka benar benar
Universitas membawa misi pendidikan, penelitian, dan
mempromosikan isu keberlanjutan dalam segala aspek
pelayanan publik, oleh karena itu universitas memiliki
termasuk dalam hal bagaimana mereka menginformasikan
tanggung jawab sosial untuk mendidik mahasiswa dan
mengenai setiap program yang ada di universitas mereka
masyarakat berkaitan dengan konsep keberlanjutan.
dengan penekanan pada kata sustainability di antaranya
Universitas adalah pusat inovasi dan ide pengembangan serta
melalui pemembuatan khusus website keberlanjutan dan
merupakan tempat yang tepat untuk menumbuhkan ideide
berbagai upaya untuk dapat diperolehnya penghargaan
yang berkaitan dengan keberlanjutan. Selain itu, universitas
keberlanjutan (sustainability award).
juga mampu menciptakan kesadaran publik mengenai
bagaimana keberlanjutan dapat diintegrasikan ke dalam
kehidupan seharihari (Jain & Pant, 2010). Alshuwaikhat dan Praktik Keberlanjutan di Unpar Saat ini (Existing
Abubakar (2008) menyebutkan upaya ini dapat dicapai Sustainability Practice in Unpar)
dengan menggabungkan konsep keberlanjutan ke dalam
sistem pendidikan dan pengajaran, penyelenggaraan Beberapa upaya menuju Sustainable University telah Unpar
berbagai kegiatan dan pertemuan ilmiah, serta penelitian dan jalankan meskipun belum sekomprehensif yang telah
pengembangan. dijalankan universitas kelas dunia yang telah berpredikat
sebagai sustainable university. Meskipun demikian perlu
diakui bersama bahwa saat ini bagi Unpar mungkin masih
Praktik Terbaik dari Universitas Universitas yang terdapat banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan
Berkelanjutan (Best practices of Sustainable Universities) bersama jika ingin benar benar dapat menyandang predikat
sustainable university secara utuh dan dapat menjalankan
Untuk memperoleh gambaran mengenai bagaimana
seluruh aspek dari model keberlanjutan universitas dengan
penerapan konsep keberlanjutan pada beberapa universitas
pendekatan terintegrasi sebagaimana dipaparkan di atas.
terkemuka di dunia yang telah berpredikat dan mendapat
Inisiatif keberlanjutan universitas yang saat ini telah
penghargaan sebagai sustainable university, penulis
dijalankan di Unpar masih terbatas, hal ini menunjukkan
mengulas tentang best practice yang telah diterapkan di
bahwa masih banyak yang Unpar perlu lakukan jika ingin
beberapa sustainable university tersebut. Adapun
mengimplementasikan inisiatif keberlanjutan universitas
universitas universitas tersebut adalah Osaka University,
yang terintegrasi secara utuh sejalan dengan berbagai upaya
University of Western Australia, Brown University National
menuju The Great Unpar.
University of Singapore, University of Melbourne dan
Chulalongkorn University, Universitas Indonesia dan
Universitas Gadjah Mada. Dalam tulisan ini penerapan best Proses Pengimplementasian Inisiatif Keberlanjutan
practice pada beberapa universitas ini dipaparkan dengan Universitas
merujuk pada model keberlanjutan universitas dengan
pendekatan terintegrasi dari Alshuwaikat dan Abubakar Proses pengimplentasian berbagai upaya dan inisiatif menuju
(2008). keberlanjutan dalam pendidikan tinggi merupakan proses
yang kompleks (Rasmussen, 2011). Agar proses implementasi
Pada parameter keberlanjutan implementasi EMS, yang inisiatif keberlanjutan universitas ini berhasil karenanya
paling banyak dilakukan oleh universitasuniversitas diperlukan beberapa pertimbangan khusus dalam
terkemuka tersebut adalah komitmen untuk mengurangi melaksanakan hal ini. Pertimbangan yang dimaksud
emisi gas yang dihasilkan dari kegiatan universitas, diantaranya adalah: (i) Diperlukannya penetapan visi, misi
melakukan berbagai upaya untuk mengurangi penggunaan dan tujuan yang jelas terkait arah keberlanjutan universitas
energi ait, listrik dan gas, melakukan daur ulang limbah, (Alshuwaikhat dan Abubakar, 2007). Menurut Norton et al.
menyusun pedoman dan standar gedung yang mendukung ( 2 0 0 7 ) , p e r e n c a n a a n p e m b a n g u n a n u n i v e rs i t a s

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 15


mempengaruhi pengembangan lingkungan, sosial dan atas pembelajaran kepemimpinan untuk pengembangan
ekonomi sehingga perencanaan tersebut harus mengacu profesionalisme dari para pemimpin keberlanjutan
pada misi universitas terkait keberlanjutan; (ii) Upaya universitas.
pengimplementasian model keberlanjutan universitas yang
terintegrasi akan lebih mudah dilaksanakan jika budaya dan
nilai universitas atas keberlanjutan telah dikembangkan dan Penutup
dibudidayakan (Bartlett & Chase, 2004; McGonigle & Starke, Menerapkan inisiatif keberlanjutan universitas yang
2006; Blewitt & Cullingford, 2009); (iii) Kurangnya kesiapan komprehensif menuntut sejumlah besar perubahan
sumber daya (pendanaan, sumber daya manusia dan termasuk diperlukannnya perubahan individu dalam hal
infrastruktur) dapat menjadi penghalang utama untuk kebiasaan atau rutinitas yang selama ini dijalankan
menerapkan inisiatif keberlanjutan universitas (Blackburn, (Criehgton, 1998; McKenzieMohr, 2011). Universitas harus
2007). Oleh karena itu sumber pendanaan perlu diidentifikasi dapat berperan sebagai pusat pengajaran dan pembelajaran
dari awal dan membuat perencanaan yang baik terkait serta mengakomodasi kebutuhan dari semua peserta didik
penggunaan dana tersebut, membentuk struktur organisasi d a n m e l aya n i s e b a ga i p u s at ko m u n i ta s u nt u k
yang tepat bergantung pada penempatan staff yang tepat mempromosikan keberlanjutan. Perguruan tinggi juga harus
yang bertanggung jawab atas pekerjaan terkait keberlanjutan mampu bekerja sama dengan semua anggota komunitas dan
lingkungan dan pembentukan suatu komite keberlanjutan mempromosikan kemitraan serta kolaborasi dengan semua
yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan terkait pemangku kepentingan dalam pembuatan kebijakan dan
isu keberlanjutan universitas agar dapat tercipta sinergi antar perencanaan lingkungan, sosial dan ekonomi yang
civitas akademika (Creighton dan Rapport, 2007); (iv) berkelanjutan untuk pembelajaran dan
Melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk penelitian.Pendekatan yang terintegrasi sebagaimana
administrator, dosen, staff serta mahasiswa sangatlah dipaparkan di atas merupakan suatu pendekatan dalam
penting dalam mengembangkan upaya keberlanjutan yaitu mencapai keberlanjutan universitas yang dapat membantu
ketika menetapkan tujuan untuk keberlanjutan lingkungan universitas meningkatkan efisiensi operasi, proses
(Wright, 2002; Bartlett & Chase, 2004); (v) Keberhasilan pembelajaran dan proses lainnya, meningkatkan kesadaran
program keberlanjutan sangat memerlukan Komitmen akan dampak lingkungan serta membangun citra
Keberlanjutan itu sendiri yang diantaranya dapat dituangkan keberlanjutan universitas terkait tanggung jawab sosial
dalam bentuk Deklarasi Keberlanjutan; (vi) Mempertahankan universitas.
c i t r a h i j a u m e n ca ku p u p aya b e r ko m u n i ka s i d a n
Unpar saat ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah
menyampaikan pesan pada para mahasiswa dan masyarakat
terkait keberlanjutan universitas yang salah satunya dapat
dalam berbagai cara seperti melalui penyusunan website
diselesaikan dengan pengimplementasian model inisiatif
keberlanjutan, penerbitan newsletter dan lain sebagainya
keberlanjutan universitas yang terintegrasi. Sejauh ini Unpar
(Rasmussen, 2011).
telah terbukti mampu bertahan (sustainable) namun jika
Scott et al. (2012) mengidentifikasi sepuluh langkah yang ditantang dengan satu pertanyaan apakah Unpar saat ini
dapat dilakukan agar universitas mampu mengatasi sudah benar benar layak menyandang predikat sustainable
hambatanhambatan yang ada dalam menanamkan konsep university dan siap dinobatkan sebagai salah satu universitas
keberlanjutan pada universitas, yaitu: (1) memahami adanya penerima award di bidang keberlanjutan universitas? Marilah
tantangan dan kompleksitas dalam upaya tercapainya kita jawab dan kaji tantangan ini bersama.
keberlanjutan universitas; (2) mempertajam fokus dan
pemahaman mengenai keberlanjutan universitas; (3)
memastikan adanya integrasi dan keselarasan untuk Paulina Permata Sari, S.E., M.Ak., CMA., lulusan Fakultas
mendukung keberlanjutan universitas; (4) memonitor dan Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Katolik
meningkatkan kualitas dari program keberlanjutan yang telah Parahyangan (1990 - 1994) dan Magister Akuntansi Unpad
ada secara lebih sistematis; (5) menyusun upayaupaya (2003 - 2005). Sejak tahun 1995 menjadi Dosen Tetap
keberlanjutan dengan tepat; (6) melibatkan lembaga Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Unpar. Pernah
kepemimpinan yang lebih atas; (7) menerapkan konsep menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Akuntansi (1996 - 2003)
manajemen perubahan yang berhasil dalam lembaga dan Ketua Jurusan Akuntansi (2005 - 2010). Saat ini tengah
melanjutkan studi Program Doktor Ilmu Ekonomi konsentrasi
p e n d i d i ka n ; ( 8 ) m e m fo k u s ka n p a d a ka p a b i l i t a s
Ilmu Akuntansi di Universitas Trisakti Jakarta.
kepemimpinan; (10) menerapkan pendekatan yang produktif

16 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Denyut

Dig Into Science Novelty Expo and Tour


Siswa Sekolah Menengah Atas diajak untuk memanfaatkan limbah menjadi bahan
produktif. Sebuah upaya pelestarian alam melalui Ilmu Kimia.

H impunan Mahasiswa Program


Studi Teknik Kimia (HMPSTK)
Unpar bekerjasama dengan
Program Studi Teknik Kimia Unpar
mengadakan acara Pekan Ilmiah 2016
pada Senin, 1 Februari 2016 bertajuk
Dig Into Science Novelty Expo and Tour
(DISCOVER). Kegiatan Pekan Ilmiah ini
merupakan suatu rangkaian acara Tour
Lab, Science ExpoBazaar, dan Lomba
Karya Ilmiah tingkat SMA dengan
peserta siswasiswi SMU dari Bandung,
Jakarta serta Pontianak.
Pada kegiatan Tour Lab, siswasiswi
berkunjung dan diperkenalkan
beberapa laboratorium yang ada di
lingkungan Program Studi Teknik Kimia
Unpar, yakni Laboratorium Kimia
Terapan, Laboratorium Rekayasa Reaksi
Kimia dan Pemisahan, Laboratorium
Teknologi Pangan dan Bioproses, serta Prototype hidroponik panel surya
Laboratorium Polimer dan Membran.
Kegiatan Lomba Karya Ilmiah menjadi pengunjung dan Dewan Juri.
Animo siswasiswi SMA dalam kegiatan
puncak acara Pekan Ilmiah Teknik Kimia Dari 10 tim yang menjadi finalis, tim
ini sangat tinggi. Hal ini nampak dengan
Unpar 2016 ini. Sejak September 2015, dari SMA Santo Paulus Pontianak
total peserta tour lab yang hadir yaitu
peserta telah diminta untuk berhasil meraih juara pertama Lomba
180 orang dan antusias menyimak serta
mempersiapkan karya ilmiah tertulis Karya Ilmiah membawakan makalah
bertanya mengenai berbagai hal yang
yang dinilai oleh Dewan Juri layak berjudul AleAle Pengikat Besi:
dijelaskan. Sementara kegiatan Science
untuk lolos ke babak final. Pada babak Pemanfaatan Limbah Cangkang AleAle
Expo berlangsung atas kerja sama
final yang dilaksanakan tanggal 1 Sebagai Media Filtrasi untuk
dengan Puspa Iptek Sundial Kota Baru
Februari 2016, setiap peserta diminta Mengurangi Kadar Besi dalam Air
Parahyangan, yang menyajikan
untuk membawa alat peraga, prototipe Gambut. Juara kedua diraih SMA
berbagai alat peraga ilmu pengetahuan
atau pun produk yang dihasilkan, serta Regina Pacis Jakarta yang
dan teknologi.
mempresentasikannya di hadapan mempresentasikan makalah
Penggunaan Limbah Rumah Tangga
sebagai Media Pupuk Hidroponik
Portabel Bertenaga Panel Surya. Juara
ketiga Lomba Karya Ilmiah ini diraih
oleh SMA Santa Angela Bandung,
dengan makalah Pemanfaatan Kulit
Semangka (Citrullus ianatus) Bagian
Dalam sebagai Bahan dasar Pembuatan
Selai. Sementara itu, juara favorit hasil
voting pengunjung Pekan Ilmiah diraih
oleh SMA Trinitas Bandung, dengan
makalah Kolaborasi Limbah Plastik dan
Limbah Kubis menjadi Bahan Bakar
Premium.
(BS)

Tour Lab

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 17


Denyut

Menyatu
dalam Kenangan,
Memberi Makna
untuk Masa Depan
Persembahan kolaborasi
mahasiswa dan alumni
untuk bersama mengenang
masa kuliah bagi para alumni
dan memberikan inspirasi
bagi mahasiswa.
mahasiswa Unpar sebelum berkarya di Person menghadirkan pembicara Willy

L
dunia profesional. Jonathan (CEO dari @infojakarta) serta
embaga Kepresidenan Mahasiswa
Universitas Katolik Parahyangan Galih Mulya Nugraha (Owner &
Pada perhelatan pertama, tanggal 12 Managing Director Embara Films).
(LKM Unpar) menyelenggarakan
Februari 2016, sesi pertama diawali Untuk talk show terakhir yang diadakan
kegiatan Parahyangan Alumni Day
oleh Maruarar Sirait (anggota DPR RI pada tanggal 26 Februari 2016, tema
2016 (PAD 2016). PAD 2016
Komisi XI) dan Yunarto Wijaya yang diambil adalah entertainment.
merupakan sebuah kegiatan yang
(Pengamat Politik) dengan tema Para narasumber pada kegiatan ini
bertujuan mempererat jalinan
Berkarir di dunia politik? Siapa takut!. adalah Baron Suprayogi (eksgitaris
hubungan antara mahasiswa dan
Pada sesi berikutnya, hadir Paulus Gigi), Yosi Mokalu (penyanyi), dan Rizki
alumni Unpar. Acara yang mengusung
Winarto (motivator & bestselling Darmasetiawan (Founder Briz
tema 'Menyatu dalam kenangan,
author) serta Annisa Pagih (model & Entertainment).
memberi makna untuk masa depan'
news anchor) dengan tema Find your
terbagi ke dalam serangkaian kegiatan Sebagai acara puncak, pada tanggal 27
passion and make a living from it.
seperti 'Alumni Giving Back', talk show, Februari 2016, dari pukul 15.00 hingga
dan acara puncak yang diselenggarakan Selanjutnya pada tanggal 19 Februari 21.00 WIB diadakan berbagai acara
pada tanggal 27 Februari 2016. 2016, talk show sesi pertama seperti food bazaar, mini games,
menghadirkan narasumber Drs. Boedi faculty booth, dan wall of memory di
Talk Show Bersama Alumni sebagai
Siswanto Basuki (pemilik dari Yogya parkiran Rektorat Unpar. Acara ini juga
kegiatan awal dari PAD 2016
Group), Celerina Judisari (CEO dari dimeriahkan dengan penampilan
diselenggarakan setiap hari Jumat
Mahaka Pictures), serta Stefanie spesial dari SevenChords, KSP Band, EP
mulai dari tanggal 12 Februari hingga
Kurniadi (Founder dari Warunk Project, Tuff Gong, serta Aria Baron and
26 Februari 2016 di Ruang Mgr. Geise
Upnormal). Mereka bertiga membahas friends.
Lecture Theatre, Fakultas Ilmu Sosial
topik Expanding Your Career Business.
dan Ilmu Politik (FISIP) Unpar. Setiap
Untuk sesi kedua yang mengambil tema
minggunya, talk show dibagi menjadi 2
Change Our Mindset to be a Creative (HG)
sesi. Antonius Tardia selaku Ketua
Ikatan Alumni Unpar (IKA Unpar) yang
juga merupakan Anggota Pengurus
Yayasan Unpar ikut hadir pada
pembukaan acara.
Dalam sambutannya beliau
mengatakan bahwa belajar itu tidak
hanya melalui buku karena yang
terpenting adalah bagaimana manusia
dapat mentransformasikan sebuah ilmu
menjadi sebuah aksi. Dr. Paulus
Sukapto, Wakil Rektor III Bidang Modal
Insani dan Kemahasiswaan, yang ikut
hadir juga berharap dengan
diselenggarakannya kegiatan bincang
bincang dengan alumni ini, dapat
memberikan bekal pengalaman bagi Boedi S. berbagi pengalaman dan inspirasi

18 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Tarian Mentari
dan Embun Pagi
Panorama pagi di jalan masuk ke Gedung Balaikota (1930-an)

sumber: Album Bandoeng Tempo Doeloe (edisi 200 tahun Bandung)


Sudarsono Katam & Lulus Abadi, Khazanah Bahari, Bandung, 2010
A Campus of
Transformative Experience
Unpar wants to ensure that the university is providing
students a transformative experience intellectually, socially,
1955 and personally that will prepare them for a meaningful life of
service and contribution. With qualified lecturers and quality
of the facilities, students have resources they need to fulfill
their academic and personal potential.

At the heart of Ciumbuleuit Street, students live, learn, work
together with lecturers, and do their extracurricular activities.
These multigenerational communities provide personal and
enriching interactions that shape students intellectually,
socially, and personally. With a 61-year tradition of educating
young leaders, Unpar is proud to deliver an education in
knowing, doing, living together, and being, in a supportive
environment of cool air and panoramic view in northern part
of Bandung City. Situated in a beautiful surroundings, Unpar
offers a learning community that is exciting and vibrant.

Transformatif

Keterberian Melimpah
oleh Hadrianus Tedjoworo, OSC
Supaya ada pemberian, tidak boleh ada resiprositas (J.-L. Marion).
Artinya, makna sebuah pemberian akan 'menghilang' segera
setelah ada (sistem) pertukaran. Pemberian hilang dari dirinya
sendiri gara-gara suatu sistem yang mengharuskan beberapa
persyaratan untuk dipenuhi supaya efektivitas prosesnya tercapai.
Dengan kata lain, mentalitas ekonomis menghisap setiap
pemberian! Kalau mau menghancurkan arti hadiah yang kita
terima dari seseorang, katakan bahwa kita ingin memberi sejumlah
uang yang setara dengan harga barang yang dihadiahkan kepada
kita itu. Memberi balasan terhadap suatu pemberian terdengar
bagus dan saleh, tetapi sebetulnya mengurangi atau
menghilangkan arti penting pemberian.

Apresiasi yang harus dipecahkan? Menerima. Mengapresiasi.

M ungkin ilmu tetap harus dikorelasikan dengan Bersyukur. Lingkungan akademis sudah lama terpisah dari
tradisi. Ketika ilmu pengetahuan yang kita dalami gesturgestur semacam ini. Efektivitas dan efisiensi terus
selalu berada dalam dialog dengan kultur dan menerus ditekankan. Akibatnya, halhal yang amat
tradisi, nilainilai yang telah membesarkan kita akan tetap sederhana seperti menerima dan bersyukur bisa jadi
relevan karena terus menerus didiskusikan. Bahkan, ilmu dianggap tidak akademis untuk diungkapkan. Mungkin ini
pengetahuan kita akan mengajari apa artinya sebentuk arogansi tersendiri setelah berbagai pencapaian
mengungkapkan apresiasi terhadap setiap 'pemberian' yang dan prestasi kita dalam ilmu pengetahuan, padahal kita
kita terima dari alam, dari masyarakat, dan dari dunia. semua pasti pernah menjadi murid di kelas sosok yang
Kebiasaan mempelajari teori dan model di dunia akademis diandaikan banyak menerima dan mengapresiasi pemberian.
bisa menempatkan kita sebagai orang yang berusaha Apa yang kita terima dari masyarakat di sekitar universitas?
mengatasi dan memecahkan masalah. Akan tetapi, menjadi Sekali lagi, bukan apa yang kita 'berikan', melainkan apa yang
problemsolver bukan segalagalanya dalam hidup. Sebagian kita terima. Memberi itu mengandaikan superioritas, yaitu
besar yang ada di sekitar kita bukanlah 'masalah' yang harus kondisi bahwa kita punya lebih banyak, sehingga bisa
dipecahkan, melainkan halhal yang terjadi dan 'ada' tanpa menempatkan diri sebagai pemberi sesuatu terhadap pihak
usaha kita. lain. Akan tetapi, menerima itu mengandaikan kondisi bahwa
Lantas apa yang harus kita lakukan ketika tidak ada masalah kita masih belajar sesuatu dari orang lain. Ada yang
mengatakan bahwa menjadi pembicara di suatu konferensi

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 21


kebiasaan kita, itu semua ada di sana tanpa menuntut suatu
pengakuan atau ucapan terima kasih dari siapapun. Dan
semua keterberian itu melimpah ruah, tidak bisa ditahan
tahan, hampir 'tak terkendali', dalam bahasa kita para
akademisi. Itu bahasa kita karena kita memang senang
menganalisis, mengobservasi, dan memecahkan masalah.
Bagi kita, semua fenomena yang terberi dalam segala
kejadian itu benarbenar lepas dari kendali kita. Kita
kehilangan remote control atas semuanya itu.
Apakah iklim studi dan diskusi kita masih menemukan dan
mengakui saatsaat hening semacam itu? Terlalu banyak
bicara adalah penyebab tumpulnya kepekaan (intuisi) akan
kehadiran semua yang terberi dan tersedia secara ajaib. Iklim
studi kita barangkali terlalu diskursif, kurang 'hening', kurang
peka terhadap anomalianomali yang seharusnya
menyingkapkan kebenaran yang mengagumkan. Ini bukan
berarti lantas kita bermeditasi saja setiap hari. Bukan begitu.
Kita hanya perlu menyertakan suatu kepekaan dalam setiap
http://caramita.com hal yang kita lakukan dan katakata yang kita ucapkan.
Beberapa kali terjadi bahwa baik mahasiswa maupun dosen
adalah sesuatu yang hebat karena tergantung kompetensi banyak sekali berkatakata namun tidak menyadari apa yang
yang dimiliki seseorang, tetapi menjadi pendengar di tempat dikatakannya. Kita kadangkadang tercenung di tengah
yang sama pun tak kalah hebatnya, seandainya sungguh diskusi, Apa yang sebenarnya tadi mau saya katakan?
sungguh terjadi penerimaan dalam diri orang tersebut. Ada saatnya untuk berhenti banyak bicara, dan belajar
Mengapresiasi berarti menghargai sebuah pemberian yang menerima pemberianpemberian yang luar biasa di sekitar
bukan usaha kita sendiri. Dalam arti tertentu itu bahkan kita. Kita tak pernah menduga bahwa di saatsaat seperti itu,
berarti kesediaan untuk belajar, kesediaan untuk menjadi pengetahuan kita bisa tibatiba bertambah kaya dengan cara
inferior daripada superior. yang aneh, dan melimpah.
Keterberian
Sejak bangun pagi hingga tidur larut malam, sebagian besar
hal yang terjadi di sekitar kita bukanlah usaha kita. Ada kuasa Dr. Hadrianus Tedjoworo, OSC, Kepala Program Studi Ilmu
Filsafat Universitas Katolik Parahyangan
yang menyelenggarakan semua itu sehingga dengan atau
tanpa persetujuan kita, suka atau tidak suka, semuanya itu
akan tetap terjadi sekali lagi bukan karena usaha kita.
Itulah keterberian. Itulah jejakjejak keilahian yang
menampakkan diri dalam keseharian, dan berbeda dengan

22 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Mahasiswa

Di Puncak Aconcagua,
Merah Putih Berkibar
Angklung Bergema
S etelah berhasil mengibarkan
bendera Merah Putih di Gunung
Carstenz Pyramid, Papua,
Indonesia pada Agustus 2014 dan
Gunung Elbrus, Rusia serta Gunung
tujuh puncak dunia membuktikan
mahasiswa Unpar memiliki karakter
yang tangguh dan penuh percaya diri,
ujarnya.
dan latihan yoga. Ditambah dengan
bedah peta, latihan teknik navigasi, dan
persiapan alatalat.
Gunung Aconcagua di Argentina
Fransiska Dimitri Inkiriwang yang akrab merupakan gunung tertinggi di Benua
Kilimanjaro, Tanzania pada Mei 2015
disapa Deedee menuturkan bahwa Amerika Selatan dan Gunung Tertinggi
lalu, Tim Mahitala Unpar melanjutkan
mereka sengaja memilih berangkat kedua dalam rangkaian seven summits
petualangannya menuju Gunung
pada bulan Januari karena di bulan ini setelah Gunung Everest. Gunung ini
Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina.
merupakan cuaca terbaik untuk tidak hanya mempunyai jalur yang
Mereka berangkat dari Jakarta ke
melakukan pendakian di Gunung panjang, namun juga cuaca ekstrim
Argentina pada tanggal 11 Januari
Aconcagua. Dengan cuaca yang baik, seperti yang sudah disebutkan
2016. Tim ini terdiri dari Fransiska
maka memperbesar peluang mereka sebelumnya. Bagi tiga mahasiswi yang
Dimitri Inkiriwang (22), Mathilda Dwi
untuk bisa mencapai puncak. Namun masih duduk di jurusan Hubungan
Lestari (22), dan Dian Indah Carolina
bukan berarti kami tidak menghadapi Internasional Unpar ini, Gunung
(20). Ketiganya merupakan mahasiswi
tantangan. Karena Gunung Aconcagua Aconcagua memiliki kesan yang
aktif Unpar yang tergabung dalam Tim
terkenal dengan cuaca ekstrem yakni berbeda. Karena Indonesia punya
The Women of Indonesia's Seven
angin El Viento Blanco, kata Didi. pengalaman berduka di sana. Dua
Summits Expedition Mahitala Unpar
Angin ini kabarnya memiliki kecepatan pendaki Indonesia yaitu Norman Edwin
(WISSEMU).
90 km/jam yang bertiup bersamaan dan Didiek Samsu gugur saat
Ketiganya dilepas langsung oleh dengan kabut dan ditambah dengan melakukan ekspedisi seven summits.
Mangadar Sitomorang, Ph.D, Rektor adanya hujan salju. Angin ini juga tidak Karena itu pendakian ini kami
Unpar, dalam upacara pelepasan di bisa diprediksi dan bisa tibatiba dedikasikan untuk para pendahulu kami
kampus Unpar, 6 Januari 2016. muncul. yang pernah gugur di sana, kata
Mangadar mengatakan bahwa manfaat Deedee.
Menurut Deedee, karena sulitnya
yang didapat dari rangkaian kegiatan
pendakian ini, tim membuat Anggota tim publikasi ekpedisi
tersebut harus diakui lebih dari sekedar
perencanaan yang matang. Mulai dari Mahitala Bandung, Alfon Yoshio,
hasil yang bersifat fisik dan kuantitatif.
latihan fisik, seperti lari, latihan beban, mengabarkan pendakian yang
Keberhasilan Mahitala menaklukan

Bersama rombongan Indonesia di Puncak Bonete


MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 23
dilakukan tim WISSEMU ditempuh
selama seminggu. Pertama perjalanan
tim melewati base camp Plaza De
Mulas 4.250 mdpl untuk beristirahat
dan dilanjutkan ke Plaza Canada 4.900
mdpl lima hari kemudian, Nido De
Condores 5.400 mdpl sehari
setelahnya, Refugio Berlin 5.930 mdpl
pada 29 Januari 2016 sebelum
berangkat ke puncak Aconcagua,
tuturnya melalui siaran pers.
Berdasarkan laporan tim publikasi
ekpedisi, tim WISSEMU merasakan
angin kencang dan suhu mencapai 10
Celcius di Refugio Berlin. Dari pantauan
cuaca selama pendakian, tim
WISSEMU selalu berhadapan dengan Panji Unpar di Puncak Bonete
angin yang kencang dengan kecepatan
50 kilometer per jam. akhirnya mengukir keberhasilan berubah dengan angin yang tibatiba
mencumbui puncak Gunung dapat bertiup dengan sangat kencang,.
Pada perjalanan menuju puncak
Aconcagua, meskipun hanya dua dari Oleh karena itu, mereka tidak dapat
Aconcagua, kata Alfhon, Dian Indah
tiga anggota tim yang berhasil berlamalama di Puncak Aconcagua,
Carolina diputuskan untuk tidak
mengibarkan Merah Putih pada Sabtu, walaupun matahari di Amerika Selatan
melanjutkan pendakian pada
(30/01/2016) pukul 17.45 waktu terbenam pada pukul delapan malam.
ketinggian 6.300 mdpl, karena
setempat, katanya. Perjalanan turun menuju camp Berlin
mengalami gangguan kesehatan dan
diharuskan kembali ke camp3. juga tergolong tidak mudah, banyak
Alfhon menjelaskan, berkat kerja keras
Keputusan tersebut diambil mengingat dan doa dari semua pihak maka tim jalurjalur sulit yang harus mereka lalui
keselamatan personil pendaki adalah untuk kembali dan bertambah sulit
WISSEMU dapat mencapai Puncak
hal yang utama dan sangat penting. ketika digunakan untuk berjalan turun.
Aconcagua. Tetapi sayang, waktu
Maka, untuk melanjutkan summit Sesampainya di base camp Plaza de
tetap berjalan dan mereka harus segera
attack pendakian hanya dilanjutkan Mulas Senin, (01/02/2016) sekitar
turun untuk kembali ke camp Berlin.
oleh Fransiska Dimitri dan Mathilda pukul 20.00 waktu setempat, tim baru
Kekhawatiran utamanya dalam
Dwi Lestari. Proses yang panjang dan bisa mengabarkan dengan detail
pendakian menuju 'atap' Argentina ini
perjuangan yang tak kenal lelah, kepada tim di Bandung mengenai
adalah cuaca yang sangat cepat

Menuju Puncak Bonete, kemiringan tebig 70 derajat

24 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


keadaan di sana melalui internet. tim WISSEMU langsung kembali ke kegembiraannya atas keberhasilan tim
Tim menceritakan panjangnya jalur Mendoza untuk memeriksakan kondisi WISSEMU. "Keberhasilan mencapai
menuju puncak dan curamnya tanjakan Carolina yang mengalami gangguan Puncak Aconcagua adalah buah dari
yang harus mereka hadapi. Hambatan kesehatan saat mendaki. Hasil dari tekad yang gigih, stamina yang kuat,
yang harus dihadapi tim seperti jalur pemeriksaan menunjukan bahwa dan jiwa optimis yang tinggi. Pelatihan
traverse sepanjang 500 meter yang Carolina masih harus tinggal di dan persiapan yang serius menjadi
langsung disusul tanjakan terjal Mendoza untuk menstabilkan kondisi. persyaratan penting. Selain itu,
Canaleta (6.600 mdpl) sebelum Puncak Sesuai dengan perencanaan awal, kata dukungan dari berbagai pihak juga
Aconcagua. Tantangan dalam Alfhon, Mathilda langsung kembali ke sangat berperan. Mulai dari anggota
perjalanan ini masih ditambah dengan Jakarta via Buenos Aires pada Kamis, tim, tiga srikandi yang saling
angin yang bertiup kencang dalam (04/02/2016). menguatkan, organisasi Mahitala yang
perjalanan. Setelah dua orang solid, orang tua dan sanaksaudara
anggotanya berhasil mencapai puncak, Rektor Unpar juga menyatakan
serta temanteman, semuanya sangat
membantu. Bantuan dari
KBRI di Argentina juga sangat
diapresiasi. Demikian juga
dengan bantuan dan berbagai
bentuk dukungan dari mitra
kerjasama amat berharga.
Kepribadian yang tangguh,
organisasi yang kompak, dan
bantuan dari semua pihak
membuat kerja keras
pendakian ini berhasil.
Terimakasih untuk
semuanya, katanya.

(Berbagai sumber/HG/BS)
Foto: Mahitala Unpar
Angklung dan Bendera Merah Putih di Puncak Aconcagua

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 25


Denyut

Water Conflict in Globalization


Kolaborasi Indonesia-Korea Selatan menyiapkan mahasiswa yang mampu memberikan
solusi permasalahan sumber daya air.

W ater Intensive Course (WIC) merupakan kegiatan


kerjasama Unpar dengan Kyung Hee University
(Korea Selatan), yang diselenggarakan dari
tanggal 25 Januari hingga 5 Februari 2016. Kegiatan ini
bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa untuk
Dalam program WIC, beragam
metode disajikan oleh panitia, di
antaranya, pengajaran di kelas,
pembelajaran mandiri, kunjungan
lapangan, dan pertukaran budaya.
menghadapi dan memberikan solusi atas masalah dan konflik Penggunaan bahasa internasional
yang muncul terkait dengan sumber daya air. Terdapat menantang saya untuk dapat
beberapa konflik yang dapat berasal dari sumber daya air, memahami apa yang disampaikan
misalnya akses pada air bersih, sistem distribusi, manajemen pembicara dan turut berpartisipasi
sumberdaya air yang tidak baik, alokasi dan pemanfaatan air aktif di dalam proses tanya jawab.
bagi sesama pengguna air. Pada sesi pembelajaran, kami
diberikan dua tugas besar yang
Unpar diwakili oleh 7 mahasiswa, 6 mahasiswa program
bertujuan untuk memberikan kesempatan peserta berlatih
Sarjana Teknik Sipil dan Ilmu Hubungan Internasional, serta 1
mengembankan ide dan mengasah kemampuan untuk
mahasiswa program Magister Manajemen Unpar yang
mengimplementasikan teoriteori yang telah disampaikan.
berasal dari Nigeria. Sementara itu, Kyung Hee University
diwakili 12 mahasiswa program Sarjana Teknik Sipil. Selain itu, adanya pertukaran budaya menjadi salah satu
kegiatan yang menarik bagi saya. Kami mengajarkan peserta
Kami, calon peserta W I C, berkewajiban mengikuti
dari Korea bahasa Indonesia dan rekanrekan dari Korea
serangkaian persiapan. Persiapan dibagi menjadi lima sesi
mengajarkan kami bahasa Korea. Selain untuk menambah
pelatihan, yang dimulai dari bulan November 2015 hingga
pengetahuan bahasa dan budaya, kegiatan ini juga mampu
Januari 2016. Kami dilatih untuk dapat menyajikan presentasi
mendekatkan para peserta. Hal lain yang menarik, kegiatan
dalam bahasa Inggris secara formal namun menarik dan
WIC juga diisi dengan kegiatan sosial, yakni berkunjung,
berkualitas kepada pihak stakeholders, mengidentifikasi
bermain, dan menemani anakanak yang tinggal di panti
permasalahan di lapangan, dan mendesain proposal yang
asuhan.
berisi usulan program sebagai solusi mengatasi suatu
permasalahan. Kegiatan lain yang menarik adalah field trip. WIC sendiri
membagi field trip menjadi dua jenis, kunjungan wisata dan
kunjungan edukasi. Dalam kunjungan wisata, peserta
mengunjungi Floating Market, makan malam di Kampung
Daun, dan menikmati suasana alam pemandian air panas
Maribaya. Sementara itu, PDAM menjadi lokasi kunjungan
edukasi kami, guna mengetahui proses pengolahan sumber
daya air (mata air, sungai, dan air tanah) menjadi air bersih.
Gilbert, mahasiswa semester 4 Fakultas Teknik Universitas
Katolik Parahyangan. Tercatat sebagai anggota Himpunan
Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil.

26 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Disertasi

Pengaruh Strategic Entrepreneurship dan


Kreativitas terhadap Inovasi dan Dampaknya
terhadap Kinerja Organisasi
Survei pada Usaha Menengah Sektor Industri Kreatif
Subsektor Kuliner
oleh: Laura Lahindah

M enghadapi perubahan arah dari ekonomi industri


menuju ekonomi kreatif, (Liang, 2013) fokus
pemerintah beralih kepada sektor industri kreatif.
Kondisi ini merupakan tantangan bagi pemerintah untuk
meraih peluang ekonomi kreatif dan mengubahnya menjadi
Indonesia dalam era globalisasi.
Industri kreatif dikelompokkan
menjadi 15 kelompok, yaitu:
arsitektur; desain; film, video dan
fotografi; fesyen (mode); musik;
sumber kekuatan baru ekonomi yang dapat menjadi tulang kerajinan; kuliner; penerbitan dan
punggung perekonomian Indonesia . Perubahan tersebut percetakan; periklanan;
menyebabkan arah penelitian kinerja organisasi kini permainan interaktif; riset dan
diharapkan dapat mendukung programprogram yang pengembangan; seni pertunjukan;
ditetapkan oleh pemerintah dalam kaitannya dengan seni rupa; teknologi informasi;
peningkatan kinerja industri kreatif. Sehingga penelitian ini serta televisi dan radio. Dari
bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor apa sajakah yang kelimabelas subsektor tersebut,
menjadi variabelvariabel utama dalam peningkatan kinerja subsektor kuliner mendominasi peningkatan kontribusi nilai
industri kreatif yang tentunya memberikan kontribusi secara tambah terhadap ekonomi kreatif yaitu memberikan nilai
signifikan bagi perekonomian Indonesia. tambah ratarata sebesar 32,44 % dari tahun 2010 hingga
2013 serta menyerap sekitar 31,85 % tenaga kerja.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, sektor ekonomi
kreatif pada tahun 2013 berhasil menciptakan nilai tambah
Sumber Daya Insani sebagai Salah Satu Modal Utama
sebesar Rp 641.815,4 milyar rupiah atau 7,04% dari Produk
Kesuksesan Kinerja Industri Kreatif
Domestik Bruto (PDB) nasional atau naik sekitar 10,9%
Konsep ekonomi kreatif dikembangkan dengan tujuan untuk
dibandingkan tahun 2012. Sektor ekonomi kreatif juga
menciptakan kesejahteraan organisasi sebagai penopang
menyerap 11,87 juta tenaga kerja (10,71%) dari total nasional
perekonomian nasional. Ekonomi kreatif terdiri dari enam
bahkan meningkatkan devisa melalui kontribusi net trade
pilar yaitu sumber daya insani, industri, teknologi, sumber
sebesar Rp 641.815,4 milyar (6,91%) dari total nasional.
daya, institusi serta lembaga pembiayaan, di mana sumber
Sehingga jika dibandingkan dengan sektorsektor lainnya,
daya insani menjadi kunci utama terciptanya kreativitas.
keberhasilan kinerja industri kreatif ini menyebabkan industri
D e n ga n p e m a nfa ata n s u m b e r d aya i n s a n i , a ka n
kreatif dinilai dapat lebih bertahan dan menciptakan ekonomi
memunculkan kreativitas, ide, ilmu pengetahuan dan
kreatif yang diharapkan dapat menjadi kekuatan Negara
teknologi yang menciptakan kesejahteraan organisasi.
Sejalan dengan konsep industri kreatif pada proses
penciptaan kesejahteraan, maka organisasi diharapkan dapat
fokus pada sumber daya insani yang dimilikinya, sehingga
fokus organisasi adalah peningkatan kemampuan individu.
Ireland mengemukakan bahwa karakteristik kunci yang
menjadikan organisasi mencapai kesejahteraannya adalah
adanya karakteristik strategic enterpreneuship yang
didalamnya meliputi pola pikir kewirausahaan, budaya
kewirausahaan dan kepemimpinan kewirausahan. Maka
dengan merangkai sumberdayasumberdaya tersebut,
diharapkan organisasi dapat mengidentifikasi dan
mengeksploitasi kesempatan, untuk mencapai keunggulan
bersaingnya. Ketiga karakteristik tersebut menjadi modal
bagi organisasi dalam menciptakan kesejahteraan. Di
samping ketiga karakteristik tersebut, Scumpeter
mengemukakan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam
konteks pasar yang dinamis. Kreativitas merupakan sebuah
respon atau tingkat sensitivitas dalam menghadapi sebuah
persoalan, sedangkan inovasi sendiri merupakan sebuah

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 27


realisasi ide, praktik atau objek yang dianggap baru, seperti seringkali bersinergi dengan beberapa subsektor lain seperti
penciptaan produk baru, penciptaan proses baru dan fesyen, musik kerajinan hingga literatur sehingga
penciptaan pasar baru. menciptakan iklim perkembangan ekonomi kreatif yang
Organisasi yang menjadi penggerak pertama dalam sejahtera. Menurut data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
menciptakan sesuatu yang baru memecah kebekuan pasar Kota Bandung, industri kuliner yang telah memiliki ijin pada
dan menyebabkan pesaing jauh tertinggal di belakang dalam Agustus tahun 2014 berjumlah 660 restoran dan rumah
merespon. Beberapa bukti menunjukkan bahwa kreativitas makan. Perkembangan industri kuliner ini tidak dapat
merupakan dasar dan pendukung dari inovasi saat sumber dilepaskan dari pengaruh sumber daya insani atau individu
daya dikelola dengan strategis. Kreativitas memengaruhi individu yang memiliki kreativitas, kemampuan, dan talenta
kualitas dan kuantitas dari pendobrakan dan inovasi yang yang sangat luar biasa. Beragam kreativitas dan inovasi
dapat bertahan. Sehingga dalam proses pencapaian nampak dari produkproduk baru, prosesproses baru dan
kesejahteraan, kreativitas menjadi salah satu karakteristik pasar baru yang diperkenalkan oleh para pelaku industri
utama bagi organisasi dalam menghadapi kesempatan yang kuliner di Kota Bandung. Dukungan dari modal sumber daya
sangat beragam. manusia inilah yang menyebabkan industri kuliner di Kota
Bandung bertumbuh dengan sangat pesat.
Peta Industri Kuliner di Kota Bandung
Jika ditelaah lebih dalam lagi, naiknya kinerja industri kuliner
Bandung kerap dijadikan sebagai salah satu tujuan berlibur
di Kota Bandung nampaknya karena para pelaku industri
atau belanja masyarakat. Hal ini disebabkan karena
kuliner di kota Bandung memiliki sumber daya insani yang
banyaknya sektor ekonomi kreatif di kota Bandung yang
unggul. Sumber daya insani yang unggul tersebut yang
berkembang pesat. Penduduk Bandung dikenal selalu sukses
menyebabkan terciptanya produk ataupun proses ataupun
menciptakan sesuatu yang baru, dan berhasil menembus
pasar baru (inovasi) yang akhirnya menjadi keunggulan
pasar lokal. Bandung telah ditetapkan sebagai salah satu kota
bersaing bagi industri kuliner di kota Bandung. Dalam salah
wisata dunia oleh UNESCO pada tanggal 25 September 2013
satu dimensi SE yang dikemukakan Ireland dikatakan bahwa
yang lalu. Hingga kini bahkan Kota Bandung sedang diusung
cara mengelola sumber daya strategis yang dimiliki organisasi
menjadi salah satu dari empat kota di Indonesia yang
adalah dengan memiliki sebuah pola pikir (mindset) yang
diusulkan menjadi Kota Kreatif UNESCO. Ketua Tim
fokus pada pertumbuhan melalui fleksibilitas, kreativitas dan
Pengajuan Kota Kreatif Bandung, Fiki Satari mengungkapkan
inovasi, dan pembaharuan yang terus menerus.
bahwa hingga kini progres pengajuan Bandung sebagai Kota
Kreatif sangat positif. Lebih lanjut dikatakan bahwa ada enam Sejalan dengan pernyataan Ireland, nampak bahwa hal itulah
kategori Kota Kreatif yang disyaratkan UNESCO yakni unggul yang menjadi jiwa dalam pelaksanaan bisnis industri kuliner
di bidang desain, musik, gastronomi atau kuliner, kerajinan, di Kota Bandung yang pada akhirnya menciptakan
literatur, dan media teknologi. kesejahteraan bagi kinerja organisasi industri kuliner di Kota
Bandung. Selain pola pikir yang fleksibel, kreatif dan inovatif,
Dari sekian kategori Kota Kreatif yang disyaratkan UNESCO, sumber daya insani yang mendukung terciptanya
industri kuliner menjadi salah satu industri unggulan di Kota kesejahteraan kinerja organisasi adalah sumber daya insani
Bandung. Industri kuliner di Kota Bandung belakangan ini yang memiliki jiwa kepemimpinan kewirausahan. Para pelaku
menjadi industri yang sangat menarik untuk dibahas. Industri industri kuliner yang memiliki kepemimpinan kewirausahaan
kuliner yang berkembang di Kota Bandung berkembang dari akan memiliki beberapa ciriciri seperti memiliki keterbukaan
cemilan sampai makanan berat. Ideide kreatif yang muncul informasi dengan anggota organisasi untuk mendeskripsikan
dalam industri kuliner contohnya adalah paduan kue kering inovasi yang kemungkinan dapat terlepas, kemampuan untuk
dengan aneka rasa buah, keripik singkong yang pedas luar mengkomunikasikan nilainilai unggulan dari sebuah peluang
biasa, hingga serta kepemimpinan yang memahami kondisi pasar sehingga
usaha kuliner kaki memungkinkan organisasi dapat bersaing.
l i m a y a n g
namanya cukup Di samping sumber daya insani yang unggul, iklim bisnis
d i ke n a l d i kuliner di Kota Bandung kini mulai memunculkan budaya
Indonesia. Ideide kewirausahaan yang unik. Budaya kewirausahaan yang
para pelaku terbentuk pun kini telah menjadi sebuah budaya yang
industri kuliner ini mengakar pada kehidupan berwirausaha. Contohcontoh
sangat menarik budaya wirausaha yang telah kuat pada setiap jiwa para
untuk dipelajari, wirausahawan adalah maraknya teknologi baru, maraknya
karena selalu baru (BS)
ajangajang kompetisi kreativitas (seperti Braga Culinary
dan memberikan Night, Bandung Creative Food Expo 2014, Bandung
terobosan yang I n t e r n a t i o n a l C a ke Fe s t i v a l ) , p e rs a i n ga n d a l a m
diluar dugaan kita. mengemukakan inovasi, serta perubahanperubahan yang
terus menerus pada pelaku industri kuliner di Kota Bandung.
I d e i d e p e l a ku Jadi, dapat dipahami bahwa pertumbuhan industri kuliner
kuliner di Kota yang sangat pesat dan menarik di Kota Bandung ini terjadi
Bandung bahkan

28 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


karena sumber daya insani yang dimilikinya, dan didukung Penutup
oleh budaya kewirausahaan, akan melahirkan serangkaian Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
proses yang berkesinambungan yang menjadi kekuatan pengaruh positif antara strategic entrepreneurship dan
industri kuliner di Kota Bandung dalam mencapai kreativitas terhadap inovasi serta dampaknya terhadap
kesejahteraannya. kinerja organisasi. Strategic entrepreneurship yang dimiliki
pelaku kuliner di Kota Bandung memiliki dampak yang sangat
Beberapa pengamat kuliner mengemukakan bahwa
besar terhadap terjadinya proses inovasi. Kondisi ini sejalan
meskipun jumlah pelaku industri kuliner terus meningkat,
dengan model yang telah dikembangkan oleh Ireland.
namun keberadaan restoresto tersebut silih berganti. Data
Sebelumnya, bahwa strategic entrepreneurship yang
dari YoungEntrepreneur.com menjelaskan bahwa sekitar 75%
dikategorikan ke dalam empat bagian utama yaitu pola pikir
dari resto dan kafe yang berdiri ratarata tidak dapat bertahan
kewirausahaan (entrepreneurial mindset), budaya
di atas lima tahun. Ketua Bidang Kafe dan Restoran Persatuan
kewirausahaan (entrepreneurial culture), kepemimpinan
Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Dedie Soekartin
kewirausahaan (entrepreneurial leadership) merupakan aksi
mengungkapkan bahwa hingga bulan Maret 2014, jumlah
aksi kewirausahaan dengan perspektif strategis.
kafe dan restoran yang tercatat di PHRI dan Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung hanya sekitar 630. D e n ga n p e rs p e k t i f t e rs e b u t , p e m i m p i n m a m p u
Sedangkan lebih dari 1.000 kafe dan restoran belum tercatat mengidentifikasi peluangpeluang yang ada. Pemimpin yang
dan memiliki ijin . Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak tidak memiliki kemampuan atau perspektif tersebut tidak
usaha kuliner yang belum dapat bertahan dan terus menerus akan dapat melakukan inovasiinovasi dan pada akhirnya
silih berganti. dapat menurunkan kinerja organisasinya. Selain strategic
entrepreneurship, pelaku kuliner di Kota Bandung juga
Uraian sebelumnya menunjukkan bahwa inovasi, baik inovasi
memiliki kreativitas yang berdampak signifikan pada
produk, inovasi proses serta inovasi pasar, memiliki peran
terjadinya inovasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa inovasi
penting dalam menentukan kinerja organisasi. Sedangkan
yang dilakukan oleh pelaku kuliner di Kota Bandung juga
proses inovasi baik inovasi produk, proses maupun inovasi
dipengaruhi oleh kreativitas yang dimilikinya.
pasar dapat muncul saat wirausahawan memiliki
kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi Semakin besar kreativitas yang dimiliki oleh pelaku kuliner di
peluang yang ada. Kota Bandung, menunjukkan adanya peningkatan inovasi
pada pelaku kuliner di Kota Bandung. Temuan ini sejalan
Di samping itu, proses inovasi juga harus didukung oleh
dengan konsep yang telah dikemukakan sebelumnya yang
beberapa anteseden lainnya seperti budaya kewirausahaan
mengemukakan bahwa kreativitas merupakan salah satu
ya n g m e m fa s i l i ta s i d a n m e m b e r i ka n r u a n g b a g i
anteseden dari inovasi. Kreativitas menjadi sebuah
wirausahawan untuk menciptakan inovasiinovasi serta
tantangan bagi para pengambil keputusan pada organisasi
adanya kepemimpinan kewirausahaan yang merupakan
saat dihadapkan pada keterbatasan sumber daya seperti
kepemimpinan secara stategis untuk mendorong diri sendiri
sumber daya keuangan. Kreativitas merupakan sebuah
serta anggota organisasi untuk dapat menciptakan inovasi.
respon atau tingkat sensitivitas dalam menghadapi sebuah
Variabel penting lainnya yang menjadi anteseden dari inovasi
persoalan , atau membentuk sebuah pola yang tidak umum
adalah kreativitas, yang menjadi salah satu variabel yang
sehingga tercipta ide yang pada akhirnya menciptakan
memiliki hubungan yang sangat kuat dengan inovasi.
inovasi.
Dengan alasan tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk Dr. Laura Lahindah, S.E., M.M., mengenyam pendidikan
menjawab pertanyaan utama apakah karakteristik strategic Sarjana di Jurusan Manajemen, Universitas Kristen
entrepreneurship memengaruhi kinerja organisasi (melalui Maranatha dan melanjutkan program Magister Manajemen di
inovasi produk, inovasi proses, dan inovasi pasar). Unpad, dan program Doktor Ilmu Ekonomi, Konsentrasi Ilmu
Manajemen di Universitas Katolik Parahyangan. Saat ini
berprofesi sebagai Dosen Tetap Jurusan Manajemen Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Bangsa.

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 29


where young leaders
learn and share

Students Consultative Assembly of Unpar Students Union.

Diploma III (D3) Program Corporate Management


Bachelor (S1) Program Development Economics Accounting Management
Business Administration Public Administration International Relation Law
Philosophy Mathematics Physics Informatics Architecture
Civil Engineering Industrial Engineering Chemical Engineering
Electrical Engineering (concentration: Mechatronics)

www.unpar.ac.id
Humanum

Waktu Senggang
dan Pendidikan Humaniora
oleh: Rudi Setiawan

S uatu hari, saya iseng bertanya kepada mahasiswa saya,


Untuk apa kamu kuliah? Spontan mahasiswa itu
menjawab, Supaya saya kelak bisa mendapat
pekerjaan. Saya pun teringat akan katakata Aristoteles, sang
filsuf besar Yunani, bahwa manusia bekerja untuk pada
karya Pastor Elis Handoko, saya
terusik dengan tulisan bertema
makna hari Minggu sebagai
hari keluarga. Bersamaan
dengan meningkatnya budaya
akhirnya menikmati waktu senggangnya. Lantas saya kerja, harus ada juga budaya
berefleksi dalam hati, Manakah yang lebih utama bagi saya, rekreasi.., tutur sang pastor
bekerja atau menikmati waktu senggang? Jika pertanyaan ini yang membahasakan inspirasi
ditujukan pada Anda, silakan Anda menjawab dengan jujur hidup Paus Fransiskus dalam
mana yang saat ini akan Anda pilih: kehilangan pekerjaan atau bukunya itu. Ia menambahkan,
kehilangan waktu senggang? Ketika pekerjaan tidak lagi
memberi waktu untuk
Jawaban mahasiswa tadi didukung oleh fakta bahwa
berekreasi dan waktu istirahat
kurikulum pendidikan tinggi kita saat ini dikaitkan dengan soal
untuk pemulihan, maka pekerjaan memperbudak Anda.
kompetensi yang dicapai lulusan untuk siap bekerja. Kualitas
Anda tidak lagi bekerja demi suatu martabat, melainkan
dosen atau tenaga kependidikan dinilai dari produktivitas
untuk kompetisi. Inilah yang merendahkan nilai kerja
kerjanya. Dunia akademik lantas menjadi dunia yang begitu
sesungguhnya. (Handoko: 182183).
diabdikan bagi kerja manusia. Kita memang hidup di zaman
yang amat mengagungkan nilai pekerjaan. Meskipun Mungkin kita sering mendengar istilah budaya kerja. Istilah
demikian, mudahmudahan kita tidak menjadi lupa, bahwa ini mengandaikan bahwa ada hubungan antara kerja dengan
ada nilai lain untuk menghidupi hidup yang indah ini selain budaya. Manusia bekerja dalam rangka membangun
bekerja, dan lebih jauh lagi, ada nilai lain dalam pendidikan kebudayaannya, merealisasikan dirinya sebagai manusia,
selain untuk memproduksi ahliahli yang siap bekerja. maupun berproduksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,
Ada kerinduan orang zaman ini akan waktu senggang yang seperti kata Hegel maupun Marx. Kerja itu bernilai karena
makin hilang ditelan kesibukan kerja. Kerinduan akan waktu tidak hanya dilakukan dalam rangka membuat manusia
senggang sangat kentara dalam dunia para pekerja pasca makin beradab, tetapi juga dilakukan dengan caracara yang
revolusi industri di Eropa. George Eastman, sang pendiri beradab.
Kodak, bukan hanya fenomenal karena memproduksi kamera Sementara, istilah budaya rekreasi mengandaikan bahwa
dan film, tetapi juga dikenang berkat Kodak Culturenya. pemanfaatan waktu senggang adalah juga cara untuk
Kemunculan kamera dan film rol Kodak mewarnai akhir era memperadabkan manusia. Peradaban manusia tidak hanya
revolusi industri abad ke19 di Eropa. dibentuk dari kemampuan manusia untuk berkreasi, tetapi
Saat itu, masyarakat begitu sibuk bekerja di bidang industri juga berrekreasi. Adanya waktu senggang menentukan
untuk memproduksi barangbarang material. Setelah adanya suatu budaya, kata Pieper (Pieper: 17). Tingkat suatu
seminggu bekerja keras, para pekerja ini membutuhkan peradaban barangkali bisa dinilai tidak hanya dari tingginya
relaksasi. Kodak mengembangkan strategi pemasaran produktivitas kinerja, tetapi juga dari kemampuan
kamera dan rol film mereka dengan memadukan aspek masyarakatnya untuk menikmati waktu senggangnya. Waktu
fotografi, keluarga, dan hasrat berwisata. Alhasil, Kodak luang memberi bentuk pada kemanusiaan kita, disamping
bukan hanya sukses menjual kamera dan film, tetapi juga kerja. Di zaman Rousseau, filsuf modern Perancis, banyak
mengubah secara besarbesaran pola perilaku masyarakat: pemikiran filosofis lahir dari obrolanobrolan saat menikmati
seminggu bekerja keras, lalu di akhir pekan pergi berwisata minum kopi di cafe. Tidak bisa disangkal, banyaknya waktu
bersama keluarga dan mengabadikan momen berharga itu senggang dalam budaya bercocok tanam berperan besar
dalam fotofoto yang dipajang atau dipamerkan kepada orang melahirkan kesenian, aturan, permainan, atau masakan.
lain. Akhir pekan adalah momen penting membangun Masyarakat Aztec misalnya, mengapresiasi waktu senggang
kebersamaan dalam keluarga. Kamera bukan lagi sekadar alat mereka dengan berolah raga dengan bergembira dengan cara
untuk memotret, tetapi ikon untuk mempopulerkan caracara bermain tlachtli, sejenis permainan bola kuno di Amerika
baru dalam mensiasati hidup. Kamera menjadi sarana efektif tengah (Carrasco: 180).
manusia dalam waktu luangnya untuk menikmati hasil jerih Manusia bekerja untuk hidup, bukan sebaliknya hidup untuk
payahnya, keluar dari rutinitas kerja, dan menimba kekuatan bekerja. Kerja itu idealnya membutuhkan juga istirahat. Keliru
hidupnya kembali. jika menyatakan bahwa jantung kita tidak pernah berhenti
Ketika membaca buku 99 Cara Belajar Hidup Ala Pope Francis bekerja. Adalah lebih tepat kita mengatakan bahwa jantung

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 31


terpilahpilah dalam kategorikategori (clara et distincta).
Sayangnya, pengetahuan ini tidak menyinggung aspek relasi
manusia: dengan dirinya, orang lain dan lingkungan, atau
sang pencipta. Manusia lantas sibuk dengan urusan
produktivitas, tetapi kehilangan intimitas, moralitas,
solidaritas, dan spiritualitas. Ketika yang sistemik dan
prosedural menjadi segalagalanya, tidak ada waktu lagi bagi
cinta, bela rasa bagi sesama, maupun kekaguman pada yang
Kuasa.
Di sini, bolehlah kita mengatakan bahwa pendidikan
humaniora di universitas, yang dikenal dengan artes liberales
atau studium generalis itu, tetaplah relevan. Pendidikan
Permainan tlachtli/lavitaminat.com humaniora berikhtiar memberi visi kemanusiaan pada sains
dan teknologi. Ia tidak bertujuan menentang atau mengganti
tidak pernah lupa untuk berhenti bekerja karena selalu ada peran ilmuilmu eksakta, melainkan melengkapinya. Jika
jeda dalam kerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh sains dan teknologi menyiapkan orang untuk menjadi ahli
manusia. Kerja lalu mendapatkan maknanya ketika dilakukan dengan nalarnya, humaniora memberikan sentuhan
demi hidup manusia. Manusia yang bermartabat tidak kemanusiaan lewat apresiasi pada waktu senggangnya:
menghabiskan seluruh hidupnya sematamata hanya untuk membuat batin yang peka merasa, rela bertanggung jawab
bekerja, tetapi juga mampu memanfaatkan waktu luang pada diri sendiri, orang lain, dan alam, berkesadaran religius,
untuk menikmati hasil kerjanya. Tidak seperti mesin, manusia dan sebagainya. Pendidikan humaniora idealnya menjadi
bisa menentukan diri untuk tidak menjadi budak atas pedagogi yang penuh cinta, di mana di dalamnya orang bisa
pekerjaannya sendiri. Bekerja melampaui batas berarti menjadi rileks, hening, gembira, penuh syukur, sehingga
melawan hakekat dan tujuan kerja itu sendiri. karenanya ia mendapatkan kesempatan dan kekuatan untuk
memulihkan kembali berbagai hubungan yang ada.
Lantas, mengapa manusia bisa menjadi begitu sibuk bekerja?
Bagaimana kerja menguasai waktu senggang manusia?
Sumber:
Pieper mengatakan bahwa manusia telah kehilangan waktu
Carrasco, David; Sessions, Scott, Daily Life of The Aztecs,
senggangnya, dan ironisnya itu diakibatkan oleh peran
(London: Greenwood Press, 1998).
pendidikan sains dan teknologi eksakta. Padahal, menurut
Handoko, Elis, 99 Cara Belajar Hidup Ala Pope Francis,
Pieper, sekolah hakekatnya adalah institusi untuk mengisi
(Jakarta: Grasindo, 2016).
waktu senggang, sebagaimana istilah scola (Latin) berasal dari
Pieper, Josef, Leisure, The Basis of Culture, transl. from
kata Yunani yaitu waktu senggang. (Pieper: 26, bdk. Subianto:
Musse und Kult by Gerlad Malsbary (Indiana: St.
195).
Augustine's Press, Inc., 1998).
Pendidikan yang terlalu menekankan aspek saintifik dan Subianto, Anton, Humanisme: Agama Alternatif ,
teknologis cenderung melihat manusia secara praktis, Humanisme dan Humaniora, ed. Bambang Sugiharto,
mekanis, prosedural, dan instrumental, sehingga kurang (Bandung: Matahari, 2008).
memberi perhatian pada aspekaspek kemanusiaan. Di sini,
manusia disiapkan untuk menjadi tenaga ahli yang siap Rudi Setiawan, S.Ag., M.M, Wakil Ketua Lembaga
bekerja: tajam dalam mengobservasi, menganalisa, dan Pengembangan Humaniora Universitas Katolik Parahyangan
memecahkan masalah. Semuanya mesti serba jelas dan

Unpar Kid Outbond

2 | |MAJALAH
32 MAJALAHPARAHYANGAN
PARAHYANGAN| |Vol.
Vol.IIIIIINo.
No.22 MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 3
Alumnus

Romantisme
dalam berbisnis kuliner

G itha Nafeeza merupakan mantan host Metro TV yang


terkenal dengan acara andalannya, Public Corner.
Githa lahir di Bogor pada tanggal 19 Oktober 1980
dan memiliki nama lengkap Githa Asterita. Bersekolah di SD
Priangan, SMP S.I.I.P, dan SMA 5 Bandung, ia lalu
menjadi reporter, ia juga membawakan beberapa program
berita di stasiun TV tersebut.
Mulai Februari 2008 ia pindah ke stasiun khusus berita
pertama di Indonesia yaitu Metro TV. Di Metro TV, ia menjadi
menamatkan jenjang S1nya di jurusan Hubungan pembawa acara beberapa acara talk show seperti Public
Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Corner, The Interview, dan Special Dialogue. Selain itu ia juga
Kemudian ia meneruskan pendidikan di jurusan Magister menjadi reporter acaraacara khusus di Metro TV seperti We
Manajemen Bisnis Eksekutif, Prasetiya Mulya Business Do Green Concert. Kemudian pernah juga ia membawakan
School, Jakarta. program sport news khusus golf bulanan yaitu Metro Golf. Ia
memilih terjun serius dalam dunia broadcast karena
Ia memulai terjun ke dunia broadcast pada tahun 2001 saat menurutnya memang di situlah jiwanya.
menjadi penyiar di Radio Ardan, Bandung, hingga tahun 2003.
Kemudian ia melanjutkan karier broadcastingnya di MQTV Dalam perjalanan kariernya cukup banyak tantangan yang
pada kurun waktu 20042005 sebagai pembawa acara. Baru harus dihadapi. Namun menurutnya semua tantangan
pada tahun 2006 ia masuk ke stasiun TV nasional yaitu Trans tersebut justru menjadi pemicu untuk membuktikan bahwa ia
TV. Di stasiun Trans TV, ia merasakan pengalaman yang luar mampu mengalahkan semua permasalahan yang ada. Sikap
biasa dengan menjadi reporter yang harus keliling Indonesia pantang menyerah atas segala tantangan yang dihadapinya
untuk meliput keunikan yang ada di bumi Nusantara. Selain tercermin pada moto hidupnya yaitu "Never give up to any
condition... live to
the fullest".
Semenjak kuliah di
jurusan Hubungan
Internasional Unpar,
ia telah menekuni
dunia broadcasting
dan sudah mulai
siaran juga. Dari radio
berkembang ke dunia
jurnalistik. Dalam
Saat menjadi news anchor di Trans TV (kiri) dan Metro TV (kanan) dunia jurnalistik, kita
menyampaikan

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 33


sebuah berita Sejak saat itu, ia dipercaya untuk menjadi direktur sebuah
yang seharusnya perusahaan elektronik. Namun, ternyata menduduki posisi
m a m p u puncak di sebuah perusahaan belum bisa membuatnya puas.
m e n g e d u k a s i , Ia berusaha mencari ladang lain yang bisa menjawab gairah
ujar Githa. Ia berbisnisnya. Githa memberanikan diri untuk membuat
mengaku senang steakhouse bernama Nafeeza Steak di kawasan Ampera,
m e m b a g i Jakarta Selatan. Keberanian Githa memulai usaha tersebut
pengetahuan karena hobinya mencicipi kuliner. Meski tidak sejalan dengan
terhadap orang pendidikan di jurusan Hubungan Internasional, Githa merasa
lain. Untuk bisa bahwa kuliner memiliki daya pikat tersendiri. Padahal
maju kita harus kesibukan membuka bisnis restoran melebihi padatnya
bisa mengenal dan jadwal siaran radio, reporter televisi, bahkan direktur
mempelajari perusahaan elektronik sekalipun, ungkapnya.
kesuksesan orang
Githa menceritakan alasan mengapa ia memilih bisnis
l a i n d e m i
kuliner. Awalnya, ia dan suami sedang makan malam di
kesuksesan diri
sebuah restotan outdoor di bilangan Sudirman, Jakarta.
sendiri.
Hongkong Business Trip 2011 Suami Githa tercengang ketika melihat city view dari resto ini.
Hal paling menarik Dia membayangkan betapa senang punya restoran sebagus
yang dirasakannya selama menekuni dunia jurnalistik adalah itu. Bila Taj Mahal dibuat untuk menunjukkan rasa cinta
ketika bertemu dengan banyak politikus Indonesia, ia merasa seorang suami pada istrinya, maka suaminya pun ingin
banyak hal yang bisa diperbaiki negara Indonesia dari membuatkan sesuatu untuk Githa. Berawal dari membuka
pandanganpandangan yang mereka berikan. Di antara sebuah warung kaki lima, nantinya pasti akan menjelma jadi
banyaknya beritaberita negatif yang bermunculan terhadap restoran. Sangat susah untuk menemukan tempat makan
beberapa politikus kita, ternyata masih ada orangorang murah yang enak dengan harga terjangkau di Jakarta. Githa
muda yang ingin membersihkan politik di Indonesia. Disinilah ingin nantinya kalau makan di kaki lima lebih layak.
muncul sebuah dinamika dimana para senior yang sudah lama
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya untuk terjun
berkuasa harus melawan orangorang muda yang baru
dalam bidang politik seperti beberapa rekannya, dengan
berkecimpung dalam ranah politik.
tegas Githa mengatakan dirinya tidak tertarik masuk ke dalam
Jauh sebelum dikenal orang sebagai pembawa acara berita, bidang politik karena ia lebih senang menjadi orang bisnis.
Githa pernah menekuni dunia modelling. Hal itu dimulai saat Meskipun sudah ada beberapa partai yang mengajaknya
ia terpilih menjadi salah satu finalis Wajah Femina tahun untuk bergabung, namun ia merasa itu bukanlah passionnya.
2001. Kemudian ia bekerja sebagai model profesional di grup Githa lebih senang membangun negara dari sisi yang lain.
majalah yang menyelenggarakan kontes Wajah Femina Misalnya ketika membuka bisnis kuliner ini, ia mengaku
tersebut. Selain menjadi finalis Wajah Femina, Githa juga
pernah menjadi juara 2 Ramli Model Indonesia (Jawa Barat)
tahun 2004. Kemudian ia juga menjadi runner up Putri
Indonesia Provinsi Jawa Barat pada tahun yang sama. Tidak
hanya suka menjadi objek bidikan kamera, Githa juga sangat
menyukai fotografi. Menurut pendapatnya fotografi itu
tentang sensitivitas dan kepekaan hati dalam melihat sesuatu
dan mengcapturenya dalam sebuah bingkai foto. Foto yang
bagus adalah foto yang bisa membuat mata kita tertegun
lama, dan hati serta jantung kita tersentuh, terbangkitkan
baik emosi maupun spiritual kita, ungkapnya.
Berbagai profesi telah dicobanya sejak dulu awal kuliah. Mulai
dari menjadi pegawai bank, penyiar radio, model, serta
pembaca berita. Namun semua itu telah berlalu. Kini wanita
cantik ini telah melirik hal baru yang menurutnya lebih
menantang. Selama beberapa tahun menjadi pembaca
berita, ia bertemu dengan banyak CEO muda. Perbincangan
penuh inspirasi yang ia pandu ternyata berhasil memotivasi
dirinya untuk membangun mimpi sebagai entrepreneur.
Mimpi Githa yang menyukai tantangan ini pun satu persatu
terangkai menjadi kenyataan. Langkah pertama ia mulai saat
mendapat beasiswa program Master Bisnis di Sekolah Bisnis
Ketika menjalani hobi fotografi
Prasetiya Mulya.

34 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Restoran Shabu Hachi (kanan) dan tampilan Yakitori (kiri)

senang bisa merekrut banyak karyawan untuk bekerja di makanan sehat. Makanan sehat itu identik dengan sayur
tempatnya. Itu artinya ia bisa membuka banyak lowongan sayuran dan rebusrebusan. Itu sebabnya terpikirkan oleh
pekerjaan bagi mereka. Githa untuk membuat restoran Shabu Hachi ini. Dengan
kesadaran bahwa udara kota Jakarta yang sudah kotor dan
Terkait mengenai tantangan dalam bisnis kuliner, ia
penuh polusi, ia ingin memberikan sesuatu yang positif bagi
mengatakan bahwa tantangan di dunia Food & Beverage
kehidupan masyarakatnya. Dengan banyaknya polusi, maka
(F&B) berbeda dengan menjadi newscaster. Bergelut di dunia
kita harus menjaga stamina tubuh dari dalam. Dari dalam itu
bisnis itu jauh lebih kompleks, mulai dari mengatur keuangan
bisa berasal dari makanan dan olah raga. Ada bisnis katering
sampai strategi. Itu semua ada di dalam kepalanya. Githa
di Jakarta yang mengenakan biaya Rp 3.500.000 Rp
sendiri yang harus turun langsung mengatur di lapangan.
5.000.000 setiap bulannya untuk makanan sehat yang
Tentu saja tantangannya menjadi lebih tinggi. Sedangkan di
mereka buat, namun tetap laris diserbu.
dunia broadcast, menjadi reporter dan newscaster lelahnya
luar biasa. Berpanaspanasan ke daerah bencana, menunggu Ilmu/mata kuliah yang dirasakan Githa sangat bermanfaat
narasumber berjamjam demi mengejar berita. Masing ketika terjun dalam dunia kerja adalah dasardasar ekonomi,
masing pekerjaan punya tantangan dan pelajaran tersendiri. baik makro maupun ekonomi. Lalu juga logika berpikir yang
Tetapi lebih banyak pelajaran yang didapatnya pada bisnis ini. diajarkan dalam mata kuliah politik internasional. Di antara
Bila mengambil pelajaran dari Ilmu Hubungan Internasional semua profesi yang pernah ditekuni, ia merasa bisnislah yang
yang didapat semasa kuliah, untuk melihat sesuatu harus dari paling menantang. Tanpa mengecilkan bidang pekerjaan lain
berbagai sisi, misalkan dari sisi human, jam kerja, hingga yang pernah dijalaninya, Githa mengatakan bahwa ketika
logika, ungkap Githa. menjalankan sebuah bisnis, maka pikiran seseorang sudah
berpindah kuadran dari seorang karyawan menjadi seorang
Meskipun Nafeeza Steak bisa dibilang sukses dan mampu
pemilik bisnis.
menarik perhatian para pencinta kuliner, namun Githa tidak
segansegan untuk mengubah konsep bisnisnya tersebut. Dengan menjadi seorang pemilik bisnis, maka beban
Alhasil sejak lebih kurang 1 tahun yang lalu Githa mengubah tanggung jawabnya bisa jadi lebih banyak berkalikali lipat
konsep restonya yang tadinya menjual steak dengan konsep dibandingkan seorang karyawan. Oleh karena itu, pola
Western food, Chinese food, dan Indonesian food, menjadi pikirnya haruslah berubah. Kita harus berkenalan dengan
restoran yang menjual makanan Jepang (shabushabu) banyak pihak seperti supplier, vendor, serta harus paham
dengan nama Shabu Hachi. Restoran Shabu Hachi saat ini dengan lingkup industri yang dijalani, teknologinya, serta
sudah memiliki 5 cabang, yaitu 4 cabang berada di Jakarta dan siapa target konsumen akhirnya. Andaikan kita salah
1 cabang yang sebentar lagi akan beroperasi di Bandung. mengartikan pasar kita sendiri atau mendapat supplier yang
Rencananya Githa juga akan membuka cabang Shabu Hachi di salah, habislah bisnis kita, ujarnya.
Surabaya dan Denpasar. Meskipun belum ada 1 tahun
Terkait dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Githa
beroperasi, namun beberapa website telah menobatkan
memberikan pengandaian bahwa jika dirinya adalah orang
restoran Shabu Hachi ini sebagai the best restaurant di Jakarta
Singapura, maka ia akan tenangtenang saja menghadapi
dalam hal all you can eat.
situasi ini. Namun sebagai orang Indonesia, MEA akan
Ketika ditanya mengenai alasannya mengubah konsep membuat dirinya menjadi sangat khawatir. Dari segi apapun,
restonya, Githa mengungkapkan bahwa menjalankan bisnis kondisi SDM orang Indonesia belumlah kuat. Jika SDM kita
restoran tidaklah semudah ketika memberikan menu atau merupakan tipe pekerja yang giat seperti orang Singapura,
menyajikan makanan. Di belakangnya banyak hal yang rumit. mampu melakukan multitasking seperti orang China,
Ia ingin mensimplifikasi restorannya dan memberikan hal maupun agresif dan ambisius seperti orang India, maka kita
yang paling diminati oleh masyarakat sekarang. Di Jakarta tidak perlu takut. Namun masyarakat Indonesia belumlah
saat ini, masyarakatnya sudah sangat memperhatikan seperti mereka. Sehingga bisa dibilang tantangan Indonesia

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 35


menghadapi MEA sangatlah luar biasa. juga ketika berada di Singapura, ketika kita banyak bertanya,
orang di sana tidak akan terlalu menanggapi dan malah
Githa merasa Indonesia belumlah siap, namun mau tidak mau
menyuruh kita untuk membaca peraturan yang tertulis.
harus siap. Ia mencontohkan dalam bisnis kuliner seperti yang
Berbeda dengan di Indonesia, saat kita bertanya, kita akan
digelutinya sekarang ini adalah pada pelayan restoran. Saat
diberikan penjelasan dengan detail, kenang Githa.
mendidik pelayan untuk mengikuti standar pelayanan yang
telah ditetapkan bukanlah perkara mudah. Perlu beberapa Membicarakan mengenai mahasiswa Unpar, Githa
kali penjelasan agar mereka terbiasa. Berbeda dengan orang mengatakan banyak sekali lulusan Unpar yang sukses di
Filipina, yang relatif lebih cepat belajar, jelasnya. bidang yang mereka jalani. Contohnya saja anakanak
arsitektur. Arsitek Unpar sudah diakui banyak orang sangat
Dari sisi bisnis kuliner juga, pastinya makin banyak restoran
berkualitas. Lalu juga temanteman seangkatan dirinya yang
luar yang masuk ke Indonesia. Dengan modal mereka yang
banyak sekali terjun ke bidang yang berbeda dari jurusan yang
besar, untuk bisa mendirikan banyak restoran mungkin hanya
mereka ambil saat kuliah dulu. Meskipun begitu, mereka bisa
memerlukan waktu yang sebentar. Namun ada satu faktor
terkenal dan diakui di bidangnya masingmasing.
ya n g m e m b u at I n d o n e s i a u n g g u l , ya i t u d a r i s i s i
keramahannya. Misalnya saat dirinya berkunjung ke Ia berpesan bagi mahasiswa Unpar sekarang ini untuk
Australia dan hendak meminta makanan yang dipesan untuk meneruskan nama besar Unpar yang sudah diharumkan oleh
dibawa pulang, pelayan di sana hanya memberikan kita para alumninya. Saat masih kuliah di Unpar dulu, ia
tempatnya dan kita harus membungkusnya sendiri. Itu merasakan bahwa yang paling berkesan itu adalah
dikenakan biaya. Berbeda dengan di Indonesia, di mana persahabatannya yang solid. Kita bisa menjadi besar karena
pelayan langsung membungkus makanan tersebut lengkap pertemanan yang dimiliki, pungkasnya.
dengan plastiknya dan lalu memberikannya pada kita. Begitu

Karier di dunia broadcast:


Radio Ardan, Bandung, announcer (2001-2003)
MQTV, Bandung, pembawa acara (2004-2005)
Trans TV, Jakarta, pembawa acara, Reporter (2006-2008)
Metro TV, Jakarta, pembawa acara & Host Talkshows (2008-2011)

Bersama teman-teman Magister Manajemen

Prestasi
Finalis Wajah Femina 2001
Juara 2 Putri Indonesia (Jawa Barat) 2004
Juara Favorit Putri Indonesia (Jawa Barat) 2004
Juara 2 Ramli Model Indonesia (Jawa Barat) 2004
(Dihimpun dari berbagai sumber dan
wawancara dengan Githa/HG)

Salad dan US Premium di Shabu Hachi

36 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Kemahasiswaan

TOSAYA Memaknai Kepedulian


Melalui Pengabdian
2016
L embaga Kepresiden Mahasiswa
kembali menyelenggarakan
Tosaya. Tahun ini, kegiatan
dipusatkan di Desa Tanimulya,
Kecamatan Ngamprah, Kabupaten
masyarakat melalui aksi nyata, namun
juga turut mendorong masyarakat
berdaya, mampu mengaktualisasikan
dirinya dan kemampuan yang dimiliki
untuk dapat memberikan pengaruh
membantu dan mengembangkan baik
masyarakat maupun infrastruktur desa.
Di hari Minggu, 14 Februari 2016,
TOSAYA 2016 berisi kegiatan sosialisasi
tentang tanaman hidroponik kepada
Bandung Barat. Berbagai kegiatan positif bagi sekitarnya.
ibuibu PKK Desa Tanimulya. Hal ini
pengabdian masyarakat dirancang dan
Tanggal 13 Februari 2016, bertujuan supaya dengan pemanfaatan
dilaksanakan oleh mahasiswa Unpar
diselenggarakan sosialisasi kepada hasil dari rumah sendiri, dapat
dan berkolaborasi dengan berbagai
warga RW 09 dan RW 11 Desa menekan pengeluaran rumah tangga.
elemen yang ada, baik dosen Unpar,
Tanimulya. Sosialiasi ini sebagai langkah Selain itu, dilaksanakan juga pengajaran
dosen nonUnpar, dan masyarakat lain.
awal sekaligus ramah tamah dengan Bahasa Inggris yang dibantu oleh
Tosaya berupaya untuk tidak hanya masyarakat sehingga ada sinergi antara Himpunan Mahasiswa Program Studi
memberikan keceriaan pada panitia dengan masyarakat, untuk Ilmu Hubungan Internasional dan

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 37


pengajaran seni tari yang dibantu Unit
Kegiatan Mahasiswa Listra, yang
diperuntukkan bagi anakanak RW 09
dan RW 11 Desa Tanimulya.
Memasuki minggu kedua, TOSAYA
2016 sedang melaksanakan kegiatan
sosialisasi tentang DBD disertai dengan
pembagian abate oleh Bapak Prof. Dr.
Andreanus A. Soemardji dan sosialisasi
tentang gizi oleh Ibu Siti Farah R., M.Si
yang kedua nya merupakan pengajar
dari Sekolah Farmasi ITB. Kegiatan
minggu ini kemudian di lanjutkan
dengan praktek memasak masakan
sehat oleh ibuibu PKK Desa Tanimulya,
yang diharapkan dapat memberi
dampak baik untuk kesehatan di desa

TOSAYA berasal dari kata Ngabantos Sadaya dalam bahasa Sunda berarti
Membantu Sesama, merupakan salah satu kegiatan pengabdian
mahasiswa Unpar. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata
pengimplementasian Sesanti Unpar yang berbunyi Bakuning Hyang Mrih
Guna Santyaya Bakti . Kegiatan ini mau mewadahi cita-cita luhur
mahasiswa Unpar untuk mengabdikan hasil dinamika bangku kuliah dalam
bentuk yang lebih nyata dan signifikan. Melalui kegiatan ini, pihak yang
terlibat diajak untuk makin mampu mewujudnyatakan nilai humanis secara
nyata.
ini serta mencegah terjadinya kasus
Demam Berdarah yang sedang marak.
Selain itu, di minggu ini juga
dilaksanakan pengajaran matematika
yang dibantu oleh HMPSMAT dan
pengajaran tari yang dibantu oleh UKM
Listra kepada anakanak RW 9 dan RW
11 Desa Tanimulya.
Memasuki minggu ketiga, 28 Februari
2016, TOSAYA 2016 diisi kegiatan
sosialisasi pemilahan sampah yang
dilanjutkan dengan praktek pemilahan
sampah organik dan anorganik kepada
ibuibu PKK Desa Tanimulya, yang
diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan,
juga mendukung keberadaan Bank
Sampah di daerah tersebut.
Selain itu, dilaksanakan juga pengajaran
Bahasa Inggris dan seni tari. Di samping
itu, dibangun juga pos ronda di RW 11.
Pada tanggal 6 Maret 2016, atau
minggu keempat TOSAYA 2016,
kegiatan diisi dengan senam jantung
sehat bersama ibuibu PKK Desa
Tanimulya, yang dilanjutkan dengan
klinik karier untuk warga yang belum

38 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


memiliki pekerjaan dan buruh
serabutan. Kegiatan ini dibantu oleh
Pusat Pengembangan Karier.
Selain itu, diselenggarakan juga
pengajaran matematika yang dibantu
mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa
Program Studi Matematika dan seni tari
oleh UKM Listra. Kegiatan ini juga
ditambah dengan pembangunan
instalasi tanaman hidroponik.

(BS)

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 39


Denyut

Sustainable Rural Development:


Moving towards Inclusive Growth for All
Kemajuan teknologi informasi dan transportasi membuat
dunia seolah tak lagi terbatas oleh sekat antarnegara. Oleh
karena itu, lembaga pendidikan, dalam hal ini pendidikan
tinggi, perlu merancang program maupun kegiatan yang
bisa mempersiapkan mahasiswa menjadi global citizen.

H al itu tercermin dalam


International Student
Conference (ISC) on Global
Citizenship, kegiatan
internasionalization at home yang
tema besar dalam penyelenggaraan ISC
kali ini adalah Global Citizenship.
Pemahaman atas konsep global
citizenship ini sangat penting untuk
diterapkan oleh generasi muda, demi
pengajar dari Amerika Serikat,
Argentina dan 3 orang dari Unpar.
Pembangunan pedesaan dikaji dari
diselenggarakan setiap tahun oleh menciptakan rasa tanggung jawab berbagai pendekatan seperti:
Universitas Katolik Parahyangan bahwa mereka bukan hanya warga pendekatan lingkungan, ekonomi,
(Unpar) sejak 2013. negara, melainkan juga warga dunia. sosial, pembangunan berkelanjutan
Kegiatan bertaraf internasional ini Kegiatan ini telah meningkatkan dan tata ruang. Selanjutnya, 2
dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa kesadaran dari kaum muda dunia untuk workshop diberikan kepada para
Unpar untuk meningkatkan memikirkan masalahmasalah dunia peserta, untuk membekali mereka
kemampuan berargumentasi dan dan memberikan usulan solusi dari kemampuan untuk menemukan
berinteraksi dalam Bahasa Inggris, masalah tersebut. masalah, mengetahui kebutuhan dan
memiliki pengalaman internasional, menentukan cara untuk memenuhi
Pada 2016, topik utama ISC adalah
memperkenalkan Unpar sebagai kebutuhan, serta menentukan program
Sustainable Rural Development:
lembaga pendidikan tinggi kepada yang sesuai dan strategi pelaksanaan
Moving towards Inclusive Growth for
masyarakat dunia, dan memberi program tersebut.
All, dengan pertimbangan pedesaan
crossed culture experiences kepada
seringkali menjadi daerah yang Materi workshop membekali peserta
para peserta.
terabaikan. Dengan peningkatan untuk membuat proposal program
Acara yang diikuti 83 mahasiswa dari urbanisasi dan lambatnya kerja yang harus dipresentasikan dan
24 negara yang digelar pada 1725 pertumbuhan wilayah pedesaan, dinegosiasikan peserta dengan
Januari 2016 tersebut adalah salah satu pembangunan di wilayah tersebut pemangku kepentingan lain di dalam
wujud tanggung jawab Unpar dalam menjadi sangat penting. sebuah roleplay. Pada akhir konferensi,
meningkatkan kesadaran mahasiswa peserta melakukan roleplay untuk
Kegiatan berupa kuliah umum dengan
sebagai global citizen. Oleh karena itu, menegosiasikan usulan program dan
pendanaan proposal, yang
menghasilkan 3 proposal terbaik dalam
bidang perlindungan anak dan
pemberdayaan perempuan; agrikultur;
serta koperasi dan usaha kecil dan
menengah.
ISC juga ditujukan untuk promosi
budaya Indonesia. Hal itu dilakukan
dengan menyelenggarakan kegiatan
pertandingan permainan tradisional
anakanak, menonton pertunjukan tari
tarian tradisional yang dilakukan oleh
Lingkung Seni Tradisional (Listra Unpar),
bermain angklung interaktif bersama
Saung Angklung Udjo, berlatih menatah
wayang kulit, menggambar wayang di
atas kaca, dan bermain gamelan serta
menyinden. Selain itu, para peserta
diajak mengunjungi Candi Borobudur
sebagai salah satu ikon budaya
Indonesia.
(Panitia ISC/BS)
40 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 1
Denyut

International Student Conference 2016


on Global Citizenship
Sustainable Rural Development: oleh: Isabella Revina Wibowo
Moving towards inclusive growth for all yang dirasakan; adrenalin yang

B ersentuhan dan terlibat dengan komunitas berpacu akibat antusiasme


internasional sebenarnya sudah saya patrikan sebagai melihat wajahwajah baru di
sebuah angan belaka, sesuatu yang sulit diwujudkan sekeliling, lidah yang terasa kelu
dengan kemampuan ekonomi paspasan. Semenjak saya karena tidak terbiasa berbicara
duduk di bangku SMP, saya memiliki hasrat yang kuat untuk dalam Bahasa Inggris seintens
bertemu, berbincang, dan bertukar pikiran dengan individu itu, tawa kecil canggung di
percakapan awal perkenalan,
serta dahi yang senantiasa
berkerut entah karena
berusaha mengingatingat
nama atau karena sedang
mencoba memahami apa yang
dikatakan lawan bicara. Di tengah huruhara suasana hari
pertama konferensi, hati saya tersenyum puas: inilah momen
yang saya nantikan.
ISC berlangsung selama sepuluh hari, dan selama 240 jam
itulah kami berproses bersama. Tidak hanya sebagai ajang
temutawacanda, ISC juga membawa kami menuju
kesadaran akan masalah yang tengah dialami dunia:
individu dari belahan dunia nun jauh di sana. Hal itu masih terhambatnya perkembangan aspekaspek kehidupan di
terbawa hingga saya sekarang telah menjadi seorang daerah pelosok. Kami disadarkan bahwa kami adalah bagian
mahasiswa. Mungkin dulu saya hanya sebatas penasaran dan dari dunia, dan sebenarnya ada yang bisa kami lakukan untuk
ingin tahu tentang dunia di luar sana, namun sekarang ada memperbaikinya. Bahwa kami sebagai bagian dari berbagai
makna tersendiri yang saya temukan dari keinginan tersebut. tempat di dunia, dapat bergabung dan menemukan formula
Tahun ini ISC mencanangkan tema Sustainable Rural solusi terbaik dibandingkan dengan bekerja secara
Development: Moving Towards Inclusive Growth for All. individual tanpa hasil yang komprehensif. Setidaknya, itu
Setelah melewati proses seleksi yang cukup menegangkan, yang saya rasakan seiring berjalannya ISC. Masingmasing
saya diterima menjadi salah satu delegasi Unversitas Katolik teman dari berbagai negara membawa masuk banyak ide,
Parahyangan dalam ISC 2016. Saya tidak menyangka bahwa pemahaman, sudut pandang, dan pengalaman nyata yang
proses persiapannya membutuhkan cukup banyak waktu dan mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya sepanjang
tenaga. Materi bacaan paper yang hidup saya. Seperti Mahmoud asal Madagascar, yang sangat
p e r l u d i b a ca s e t i a p s e b e l u m
pertemuan, diskusi dan debat
selama pertemuan, proses kreatif
merangkai proyek yang cukup
melelahkan, dan banyak hal lainnya.
ISC baru benar terasa nyata ketika
saya pertama berkenalan dengan
teman dari Malaysia. Kemudian
teman dari Australia, Bangladesh,
Jepang, Korea Selatan, Swedia,
Amerika Serikat, Ukraina, Kenya,
Zimbabwe, Guinea, Singapura,
Thailand, Madagascar, Argentina,
dan bahkan Kyrgyzstan (peserta ISC
83 orang berasal dari 24 negara).
Dihadapkan dengan situasi tersebut,
hari pertama membuat saya merasa
kewalahan dengan segala sensasi

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 41


memahami penderitaan dan perjuangan hidup di tempat Di momen tersebut, dunia tidak lagi terasa begitu asing dan
yang minim sumber daya, karena situasi konflik antar suku menakutkan. Merekalah wajahwajah familiar yang akan
senantiasa terjadi di kampung halamannya. Atau seperti selalu saya ingat bila suatu saat nanti saya berkunjung ke
Yuuki yang membawa ide proyek One Village One Product lokasi lain di dunia ini.
sebuah konsep yang berhasil mengembangkan dan
memaksimalkan potensi desa, serta menyejahterakan
masyarakat prefektur Oita di Jepang. Proses pertukaran
pikiran dan informasi ini terasa sangat nyata dan bermakna,
bukanlah sesuatu yang dapat ditemukan dalam mesin pencari
Google. Pada akhirnya, kami semua mampu
memformulasikan konsep proyek realistis yang membawa
detail unik dari pencampuran ide individu dengan berbagai
latar belakang.
Dalam berbagai proses itu pula, kami membangun relasi satu
sama lain. Saling bertukar cerita, budaya, nilainilai yang Isabella Revina Wibowo, mahasiswa program studi Ilmu
Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan,
dianut, atau hanya sekedar berbagi tawa bersama. Mereka
angkatan 2015. Saat ini menjadi pengurus Himpunan
tak hanya individuindividu yang hanya bisa saya lihat melalui Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional.
layar komputer dengan koneksi internet, yang saya pelajari menjadi staf MUN Division in International Relations English
melalui artikelartikel hasil tulis entah siapa, yang saya Club.
pahami melalui generalisasi singkat sosiolog atau antropolog Menjadi anggota delegasi Unpar dalam Pertemuan
tertentu mereka nyata ada di hadapan saya, dan saya Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia ke-27 dan
berkesempatan untuk membangun koneksi dengan mereka. menjadi The Best Delegation.

42 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


where
science & engineering
meet humanity

Science and engineering play critical roles in enhancing social progress and
improving quality of life. Unpars programs in science and e ngineering educate future
leaders with the technical background necessary to develop and critically evaluate
the waves of innovations, to apply these innovations to important local and global
problems, and to make informed decisions about them in a societal context.

Because programs in science and engineering exists within Unpars promotion of life
and human dignity, the programs provide students with both the breadth and depth
of study necessary to excel in integrative areas of science and engineering.

Denyut

Di Sumba, saya menarik minat baca anak


dengan mengajaknya bermain di taman
bacaan ini. Sebelum bermain, anak-anak wajib
membaca terlebih dahulu, begitulah cara
suster Mathilda biarawati dari kongregrasi
Amal Kasih Darah Mulia (ADM) memancing
minat baca anak-anak setelah mereka pulang
sekolah. Namun ketersediaan bahan bacaan
menjadi salah satu tantangan dalam
menggalakkan kampanye gemar membaca
blj.co.id bagi anak-anak di Sumba.
kita bisa pergi ke toko buku yang dekat dengan tempat tinggal
Berharap
pada Generasi Muda
dengan harga yang terjangkau atau langsung memesan
melalui media online. Namun lain cerita jika kita tinggal di
daerah Sumba, selain sulit didapatkan, biaya untuk mengirim
Program 1.000 Buku untuk Anak Sumba
buku sangatlah mahal. Hal ini yang menjadi alasan mengapa

B erawal dari kegiatan Workshop Digital Learning yang


diselenggarakan pada tanggal 11 November 2015 di
Taman Bacaan Seraphine, Weetebula, Tambolaka,
Sumba Barat Daya, NTT. Workshop tersebut di fasilitasi oleh
Unpar melalui Pusat Inovasi Pembelajaran, Gugus Tugas
buku merupakan barang yang berharga di Sumba. Selain
karena harga, buku menjadi berharga karena ilmu di
dalamnya yang bisa dibagikan kepada orang banyak. Buku
memberi mimpi dan warna bagi anak. Dengan buku, seorang
anak bisa memiliki harapan akan masa depan.
Digital Learning APTIK, dan STKIP Weetebula yang diikuti
oleh mahasiswa dan dosen STKIP Weetabula serta guru dari Pusat Inovasi Pembelajaran ingin memberi mimpi yang lebih
berbagai sekolah di bawah Yayasan Pendidikan Nusa tinggi dan harapan yang lebih besar pada anakanak di
Cendana. Kemudian timbul gagasan untuk mengumpulkan Sumba. Lewat buku ini diharapkan anakanak di Sumba mau
bukubuku bagi anakanak di Sumba. Gagasan ini timbul belajar lebih giat dan berusaha lebih keras bagi keluarga dan
setelah melihat sedikitnya jumlah dan kurang beragamannya daerahnya. Bukankah hal ini seperti yang diutarakan Malala
buku yang ada di taman bacaan tersebut. Yousafzai dalam quotesnya, Let us remember, a one book,
one pen, one child, and one teacher can change the world.
Agus Sukmana, Kepala Pusat Inovasi Pembelajaran Semoga dengan kesadaran penuh, kita memaknainya
merupakan salah seorang yang selalu mengkampanyekan sehingga sesanti Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti
pentingnya buku bagi anakanak di Sumba, khususnya Sumba menjadi semakin hidup.
Barat Daya. Bagi orang yang tinggal di Pulau Jawa, buku bukan
merupakan barang yang sulit didapat. Untuk mencari buku (Doni Driza-Pusat Inovasi Pembelajaran/BS)

30 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


44 1
Universitaria

Masih Adakah
Due Process of Law di Indonesia?
Constitutional guarantee that no person will be deprived of life, liberty, or property for
reasons that are arbitrary protect the citizen against arbitrary actions of the
government Magna Charta
oleh Henrique Armando

S etiap warga negara di muka bumi ini memiliki hak yang


sama atas persamaan di hadapan hukum. Begitulah
seharusnya cerminan dari penegakan hukum yang
berlaku di suatu negara, termasuk di Indonesia. Keadilan
merupakan salah satu dari begitu banyaknya versi mengenai
m e m b e r i k a n ke t i d a k a d i l a n ,
melainkan untuk menyelesaikan
pelbagai konflik yang timbul secara
kontinu dalam masyarakat dan
m e m b e r i ka n ke a d i l a n b a g i
cita hukum. Salah satu bentuk keadilan yang diamanatkan masyarakat. Untuk itu negara
UndangUndang Dasar 1945 sebagai Konstitusi Negara hukum seharusnya terus
Re p u b l i k I n d o n e s i a ke p a d a Pe m e r i n ta h s e b a ga i m e n g u p ay a ka n a ga r h u k u m
penyelenggara negara adalah keharusan untuk mendapat diberlakukan secara konsisten dan
perlakuan yang sama di hadapan hukum. Konstitusi Indonesia persisten sehingga tidak timbul
memberikan jaminan yang mutlak kepada setiap warga kekacauan yang berdampak masif
negara untuk diperlakukan secara adil di hadapan hukum. terhadap kelangsungan negara ini.
Terhadap pernyataan tersebut muncullah sebuah pertanyaan
besar, apakah pernyataan itu masih relevan dengan kondisi Menyoal kembali mengenai perlindungan hukum, khususnya
sekarang? terhadap fakir miskin dan anak terlantar, perlu ditinjau
kembali mengenai tanggung jawab negara terhadap
Tidak ada satu orang pun yang dapat menampik bahwa kelompok minoritas tersebut. Merujuk pada Pasal 34 ayat (1)
sedang terjadi kekacauan di negeri kita ini. Konstitusi seakan UUD 1945, dinyatakan bahwa negaralah yang bertanggung
akan tidak lagi dihayati secara tulus dan sungguhsungguh, jawab untuk memelihara fakir miskin dan anakanak yang
akan tetapi cenderung dianggap sekedar naskah tertulis terlantar. Ketentuan ini secara jelas dan tegas membebankan
belaka. Hal tersebut dibuktikan dengan munculnya kesejahteraan mereka kepada negara yang tentu saja dapat
permasalahan di berbagai bidang kehidupan. Salah satu dikorelasikan pula dengan perlindungan hukum yang
masalah yang masih terus berlangsung hingga saat ini adalah selayaknya mereka peroleh.
mengenai perlindungan hukum terhadap rakyat kecil yang
melakukan tindak pidana. Bukan sekali atau dua kali kita melihat fakir miskin dan anak
anak yang terlantar berlalulalang di berbagai ruas jalan raya,
Pertanyaan demi pertanyaan akan terus bermunculan di berbagai daerah. Bukan sekali atau dua kali pula kita
mengenai masalah perlindungan hukum terhadap kaum menyaksikan aksi kejahatan yang dilakukan oleh mereka dan
marginal, terutama mengenai
posisi negara hukum. Sebagai
negara hukum yang telah enam
puluh tujuh tahun merdeka,
h u k u m t a m p a k nya m a s i h
menjadi salah satu
permasalahan utama dan
ko m p l e k s y a n g a c a p k a l i
menimbulkan keadaan yang
penuh dilema. Sebagaimana
yang dikemukakan oleh Prof. Dr.
Satjipto Rahardjo, S.H., hukum
merupakan institusi sosial yang
tujuannya adalah untuk
menyelenggarakan keadilan
dalam masyarakat. Terhadap
pendapat tersebut dapatlah
disimpulkan bahwa hukum
bukan diciptakan untuk
menciptakan masalah baru dan kompasiana.com

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 45


balairungpress.com

atas perbuatannya itu, dijatuhi hukuman yang dirasa tidak nasional bangsa Indonesia. Citacita dan tujuan nasional
sesuai dengan perbuatan mereka. Bahkan lebih ekstrem lagi bangsa Indonesia tertuang di dalam Alinea Keempat
dapat dikatakan bahwa penjatuhan hukuman terhadapnya Pembukaan UUD 1945. Beberapa diantaranya adalah
seringkali dianggap bertentangan dengan rasa keadilan dalam melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
masyarakat. Plato mengatakan bahwa keadilan menghendaki darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum
perilaku bagi manusia yang sedemikian rupa, sehingga dalam rangka mewujudkan keadilan sosial. Dengan demikian,
mencerminkan kebaikan yang transsedental, yang tidak cita hukum dan tujuan bangsa Indonesia yang menjadi
mungkin dicapai melalui pengetahuan rasional. Sehingga dambaan sebenarnya telah ada sejak lama dan menjadi
akan sulit untuk merumuskan keadilan yang dapat berlaku pemikiran para founding fathers kita.
secara universal.
Kedua, perlu ditelusuri apakah pemerintah telah
melaksanakan amanat Konstitusi melalui pembentukan
Beberapa persoalan mengenai masih ada atau tidaknya
peraturan perundangundangan. UndangUndang Nomor 11
keadilan di negara Indonesia mungkin dapat tergambar dari
Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (selanjutnya
beberapa kasus berikut.
disebut UU Kesejahteraan Sosial) merupakan wujud upaya
Masih lekat di benak kita berbagai kasus yang menimpa rakyat pelaksanaan Pasal 34 ayat (4) UUD 1945. Butir b Bagian
kecil di tanah air. Kasus yang menyeret Nenek Minah yang Menimbang UU Kesejahteraan Sosial menyatakan, bahwa
dituduh telah mencuri tiga buah kakao seharga kurang lebih negara menyelenggarakan pelayanan dan pengembangan
Rp2.000,00 merupakan salah satu kasus yang membuat kesejahteraan sosial secara terencana, terarah, dan
publik tercengang. Bagaimana bisa seorang nenek tersangkut berkelanjutan. Ketentuan ini memberikan amanat kepada
masalah hukum hanya karena mengambil barang yang negara selaku penyeleng gara utama dari proses
dianggap tidak seberapa harganya hingga akhirnya penyelenggaraan pelayanan sosial untuk memenuhi
dimejahijaukan, divonis 1 bulan 15 hari? kebutuhan fundamental setiap warga Negara Indonesia.
Salah satu bentuk pelayanan sosial yang diberikan negara
Tidak berhenti sampai di situ, sejak saat itu berbagai kasus
berdasarkan UU ini adalah dengan cara memberikan jaminan
yang menimpa rakyat kecil terus bergulir, sebut saja kasus
sosial yang dimaksudkan untuk menjamin fakir miskin dan
pencurian sandal oleh seorang pelajar di Palu, Sulawesi
anak terlantar agar kebutuhan dasarnya terpenuhi.
Tenggara, pencurian merica oleh seorang kakek berusia 66
tahun di Sulawesi Selatan, dan masih banyak lagi kasus yang Selanjutnya, UU Kesejahteraan Sosial juga telah mengatur
menyeret rakyat kecil sebagai tersangka. Fenomena mengenai advokasi sosial dan bantuan hukum yang diatur
fenomena yang terjadi tersebut tidak dapat terlepas dari dalam Pasal 16 dan Pasal 17. Artinya adalah bahwa tidaklah
peran negara sebagai pelindung warga negara, terutama hilang suatu hak untuk mendapatkan pendampingan oleh
kaum yang seringkali dimarginalkan oleh hukum. pemberi bantuan hukum, sekalipun orang yang berhak
memperoleh bantuan hukum secara finansial memiliki
Indonesia adalah negara hukum yang mengakui konstitusi
keterbatasan. Selanjutnya, upaya serius penanganan
sebagai sumber hukum tertinggi dalam hierarki peraturan
masalah pemberian bantuan dan advokasi hukum tidak
perundangundangan. Berdasarkan ketentuan tersebut,
terhenti sampai di situ. Demi mencapai due process of law,
negara mengakui adanya kedaulatan hukum di negara
Pemerintah telah membuat sejumlah UndangUndang lain
Indonesia. Pada tataran implementasi selalu saja terjadi
yang berkenaan dengan pemberian bantuan hukum kepada
berbagai masalah dan menghadapi hambatan. Kalau sudah
masyarakat. Sebut saja UU Advokasi dan UU Bantuan Hukum
begini akan cenderung sulit menentukan siapa yang benar
yang secara subtansi cukup baik.
benar bersalah.
Menyikapi apa yang dimaksud dengan due process of law
Pertama, perlu dilihat terlebih dahulu tujuan dan citacita
atau proses hukum yang adil, hal ini harus diartikan sebagai

46 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


perlindungan atas kemerdekaan seorang warga negara yang lembaga yang berada di bawah Persatuan Ikatan Advokat
dihadiahkan tersangka dan terdakwa, di mana status Indonesia (P E R A D I N) pada masa itu adalah untuk
hukumnya berubah ketika ia ditangkap atau ditahan, tetapi menegakkan keadilan di wilayah negara Republik Indonesia,
hakhaknya sebagai warga negara tidak hilang. Sehingga yang toh pada kenyataannya prinsip pemberian bantuan
proses hukum yang adil harus tetap memperhatikan dan secara cumacuma seringkali dikesampingkan oleh
menjamin hakhak seseorang tidak terlanggar. Fakir miskin pengemban profesi hukum itu sendiri. Tidak hanya persoalan
dan anak terlantar yang kemudian terseret kasus hukum finansial yang seringkali menjadi faktor penghambat akses
tentu juga berhak atas hal yang sama. Apabila menapak tilas untuk memperoleh keadilan. Hati nurani seseorang
kembali mengenai hak untuk didampingi advokat atau merupakan ranah yang sulit untuk dijangkau dengan nalar,
penasihat hukum (access to legal counsel) sebenarnya telah termasuk pengemban profesi hukum itu sendiri. Dalam kasus
ada sejak dahulu. ini, pemberi bantuan hukum tidak luput dari unsur tersebut.
UndangUndang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang Pada akhirnya, kesejahteraan sosial mautidakmau harus
Undang Hukum Acara Pidana telah mengatur hal tersebut, dikaitkan pula dengan upaya penyejahteraan dalam bidang
yang dinyatakan bahwa bantuan hukum diberikan pada hukum. Itulah yang kiranya menjadi esensi dari negara hukum
setiap tingkat pemeriksaan. Dalam hal ini pemberi bantuan yang menjunjung tinggi the rule of law. Maka dari itu, upaya
hukum memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan penyejahteraan sosial di bidang hukum tidak sertamerta
secara baik terhadap klien yang menghadap kepadanya membebankan tanggung jawab penegakan hukum kepada
untuk meminta bantuan hukum. Sudah sewajarnya pemberi advokat semata, tetapi diperlukan kerja sama dari aparat
bantuan hukum tidak mendiskriminasi masyarakat golongan penegak hukum seperti jaksa, hakim, polisi, dan masyarakat,
ekonomi lemah. Terlebih lagi bantuan hukum, khususnya serta institusi terkait lainnya. Kesemuanya ini untuk
kepada rakyat kecil haruslah dijiwai sebagai suatu upaya mewujudkan integrated criminal justice system yang juga
pemberian bantuan hukum yang nonprofit oriented dan memenuhi rasa keadilan masyarakat dengan tidak melakukan
didasarkan pada adanya suatu pemahaman bahwa pemberi tebang pilih hukum. Selain itu, muara dari segala
bantuan hukum sebagai officium nobile. Sehingga permasalahan hukum yang pelik ini akan tergantung pada
berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sejauh mana seseorang mampu mengolah dan
dalam ruang lingkup hukum materiil sebenarnya telah ada menempatkan kemampuan afektifnya dalam menghadapi
upaya lebih lanjut untuk menangani masalah serius yang dan menyelesaikan suatu perkara. Kiranya uraian di atas
timbul di kalangan masyarakat miskin. dapat dijadikan refleksi untuk lebih memahami bahwa setiap
warga negara memiliki hak yang sama terhadap access to
Ketiga, mengenai implementasi terhadap peraturan hukum
justice.
yang telah dikeluarkan Pemerintah ataupun lembaga yang
berwenang. Kasuskasus yang telah dijabarkan sebelumnya Secara lebih luas, negara tidak luput dari kesalahan sebagai
hanyalah sebagian kecil dari rentetan kasus yang pihak yang bertanggung jawab untuk memberikan
menimbulkan problematika dalam penegakan hukum di kesejahteraan sebagaimana yang diamanatkan Konstitusi
Indonesia. Pemberian bantuan hukum seharusnya mampu Negara Republik Indonesia. Kiranya uraian di atas dapat
menjadi salah satu cara untuk dapat mengentaskan dijadikan bahan renungan bagi kita semua bahwa Equum et
kemiskinan dalam rangka mewujudkan keadilan sosial dan bonum est lex legume (apa yang adil dan baik adalah
menjamin terpenuhinya persamaan di hadapan hukum. Akan hukumnya hukum).
tetapi, tidak jarang pemberi bantuan hukum sendiri
melanggar prinsipprinsip yang seharusnya diemban oleh Henrique Armando Asril Haznam, S.H.
seorang pemberi bantuan hukum selaku pengemban profesi Sarjana Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan
hukum. angkatan 2009. Memperoleh gelar Master dari International
Arbitration Law, University of Bucharest, Romania.
Sebagai contohnya adalah pemungutan biaya terhadap Pernah bekerja sebagai staf administrasi dan teknis Kedutaan
masyarakat miskin yang hendak mendapatkan bantuan Republik Indonesia di Bucharest (2014-2015).
hukum. Padahal, awal mula dibentuknya LBH adalah sebagai

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 47


Bandung
Kita
Penandatanganan naskah kesepahaman antara kota
Bandung dan Kawasaki Jepang, terkait kerjasama
lingkungan Low Carbon dan rencana pembangunan
Recycling Center skala besar di Bandung, sebagai
bagian dari rencana strategis penanggulangan sampah
kota Bandung.

Kota Bandung menerima


penghargaan Anugerah
Kebudayaan 2015 dari
PWI Pusat

Rapor Kinerja Pemerintah


Kota Bandung memperoleh
rangking 1 Nasional.
Satu-satunya pemerintah
yang memperoleh nilai A

Kota Bandung menggalakkan


perpustakaan di taman kota.
Microlibrary di Taman Lansia

48 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Dewi
Dee
Lestari
Alumnus Unpar 93

Unpar akan selalu


menjadi bagian utama
dan tak terlupakan
dari pertumbuhan saya
sebagai penulis, musisi,
dan manusia.
Tak terbilang
pengalaman dan kenangan
yang saya tuai dari kampus,
terutama dari masa skripsi.
If I could rewind the time,
I would love to visit my campus
days over and over again

Dewi Lestari
(Nama Pena: Dee Lestari),
lahir di Bandung, 20 Januari 1976,
alumnus Ilmu Hubungan
Internasional Unpar 93

Saat ini berdomisili di BSD City,


Tangerang Selatan.

Berprofesi sebagai penyanyi,


penulis lagu dan penulis buku
populer (Madre, Perahu Kertas,
Filosofi Kopi, Rectoverso,
dan Seri Supernova).

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 49


Denyut

Perguruan Tinggi di Tengah Dinamika Pembangunan Nasional


dan Desakan Integrasi Regional/Internasionalisasi untuk
mewujudkan The Great Unpar
Peran perguruan tinggi sebagai agen inovasi penting. Perguruan tinggi
diharapkan lebih responsif dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas riset

P ada tanggal 18 Januari 2016,


berlokasi di Aula Pascasarjana
Unpar, diselenggarakan Dies
Natalis ke61 Unpar. Rangkaian
perayaan terdiri atas misa syukur, orasi
pelayanan pendidikan tinggi, maka
Unpar sejak awal diakui statusnya yang
disamakan dengan perguruan tinggi
negeri. Dalam perkembangannya fokus
ada pada programprogram studi
dies, dan pemberian penghargaan sehingga program studi perlu
kepada dosen berprestasi. Misa diakreditasi sesuai dengan kebijakan
dipimpin langsung oleh Uskup pemerintah.
Bandung, Mgr. Antonius Subianto, OSC,
Mangadar mengatakan bahwa Unpar
Pst. B. Hendra Kimawan, OSC, dan Pst.
sudah menyiapkan tiga program
Fabianus H. Dalam kothbahnya, Mgr.
prioritas. Pertama, programprogram
Anton mengatakan bahwa hidup dan
yang terkait dengan penguatan
semangat baru untuk mewujudkan the
identitas. Kedua, peningkatan
great Unpar harus didukung dengan
akreditasi dan rekondisi, dan yang Intan Ahmad menyampaikan orasi
caracara baru pula. Keteladanan
ketiga, peningkatan implementasi tata
menjadi kekuatan moral dan spiritual
kelola universitas, pendidikan, dan demikian perguruan tinggi menjadi
yang mendasari revolusi mental dalam
penyelenggaraan pendidikan tinggi. engine of innovation (mesin
menggapai citacita besar, ungkapnya.
Pemberlakuan MEA banyak perubahan) bangsa, ujar Dirjen
Kekuatan teladan mengubah situasi
memunculkan komunitas tanpa batas. Pembelajaran dan Kemahasiswaan
apapun dan mewujudkan citacita
Penguatan identitas menjadi perlu Kementrian Riset, Teknologi, dan
setinggi apapun. Mgr. Anton mengutip
untuk menanggapi kondisi tersebut, Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti)
pesan yang pernah disampaikan oleh
ungkap Mangadar. tersebut.
Mgr. Laurentius Tarpin, OSC, mantan
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Intan Ahmad, dalam orasinya, Selain itu, Intan mengatakan bahwa
Unpar. Melak cabe moal jadi bonteng, menekankan pada pengembangan ilmu pada tahun 2015 sudah ada 5.600 hasil
melak hade moal jadi goreng. pengetahuan dan penelitian. Telah riset perguruan tinggi yang sudah
Menanamkan yang baik akan kita ketahui bersama bahwa di abad ke dipublikasi secara internasional. Angka
menghasilkan buah yang baik pula. 21 ini ditandai dengan terjadinya tersebut jauh dari yang dicapai
banyak perubahan di dunia yang saling Malaysia. Demikian pula dengan raihan
Setelah misa, acara dilanjutkan dengan
berkaitan. Di antaranya dalam bentuk paten yang hanya 771 paten. Malaysia
orasi dies yang didahului sambutan
globalisasi serta perkembangan science saat ini sudah 2.600 paten dan Thailand
sambutan. Pada kesempatan
dan teknologi. sebanyak 1.400 paten.
sambutan, Rektor Unpar, Mangadar
Situmorang, Ph.D. mengatakan bahwa Di millenium ini penciptaan dan Dari segi pendanaan penelitian,
Refleksi 61 tahun Unpar menunjukkan pemanfaatan ilmu pengetahuan, kontribusi dari pemerintah hanya 0,09
bahwa Unpar berbasis dan bertumpu science, dan teknologi secara kreatif dari pendapatan nasional. Angka ini
pada tujuan visionernya untuk dan inovatif yang kini menjadi dasar membuat Indonesia tertinggal dari
mendidik generasi muda bangsa terbentuknya suatu paradigma Uganda dan Ethiopia sekalipun. Intan
Indonesia untuk menjadi tenagatenaga ekonomi baru yang disebut sebagai mengatakan, beberapa negara Asia,
yang handal dalam pembangunan knowledge space economy. seperti Tiongkok, India, Jepang, Korsel,
masyarakat dan negara Indonesia. Perguruan tinggi harus lebih responsif Singapura, Malaysia, dan Thailand,
Sejak awal, dalam misi pendiriannya bagi pertumbuhan ekonomi melalui sudah menyadari pentingnya riset di
yang bertumpu pada semangat penelitian dan inovasinya. Dengan perguruan tinggi. Negaranegara itu
mengembangkan ekonomi berbasis
pengetahuan dengan mengintegrasikan
perguruan tinggi, industri, dan
pemerintah, pungkasnya.

(BS)

50 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Universitaria

Ketika Unpar Menyongsong


Dies Natalis Pertama, 1956
Segenap Komunitas Unpar bersyukur karena Unpar telah melewati usia 61 tahun. Kini
Unpar telah berkembang sebagai satu di antara perguruan-perguruan tinggi papan atas.
Semua ini tentu tidak lepas dari perjuangan para perintis di masa lalu. Nah,
bagaimanakah gambaran bayi Unpar, yang baru saja lahir, ketika menyongsong dies
natalis pertamanya?
oleh P. Krismastono Soediro

S esudah pengakuan kedaulatan atas Indonesia, pada


tahun 1950 dibentuk Provinsi Jawa Barat, dan
pemerintahan yang bersifat sementara (sampai dengan
September 1956). Sementara itu gerakan DI/TII yang
dipimpin oleh S.M. Kartosowirjo membuat negara Indonesia
belum cukup. Di ruang muka
terdapat sebuah meja dan
sebuah kursi tempat
mahasiswa mendaftarkan diri,
dan Pastor Duijnhovenlah
dan Provinsi Jawa Barat yang masih muda itu menyingsingkan yang mencatat nama saya
lengan baju. Pertempuran antara TNI dan TII berlangsung di waktu saya mendaftarkan
wilayahwilayah Jawa Barat. Antara tahun 1955 sampai tahun d i r i . P a s t o r J a n v a n
1962 jumlah pengungsi atau yang melarikan diri dari desa D u i j n h ove n , O S C a d a l a h
ratarata pertahun mencapai 200.000an orang. tangan kanan Mgr. Arntz dalam
banyak hal, termasuk dalam
Jalan Merdeka merintis Akademik Perniagaan
Bandung baheula jauh tidak sepadat sekarang. Jalan Merdeka Parahyangan hingga menjadi
belumlah seperti sekarang. Pada masa lalu jalan ini Universitas Katolik Parahyangan selama sekitar dasawarsa
dinamakan Schoolweg (Jalan Sekolah) karena di situ terdapat pertama.
Sekolah Santa Angela, meisjeschool Zusters Ursulinen. Jalan di
samping Kotapraja (dahulu dinamakan gemeentehuis, Menurut Hasan Sidik, para mahasiswa angkatan pertama
kemudian dinamakan Balai Kota) ini pada medio dasawarsa tersebut terdiri dari
1950an masih lengang. Jarang sekali kendaraan bermotor berbagai kalangan, ada
melintasinya; waktu itu orangorang lebih banyak lulusan SMA [Sekolah
mengendarai sepeda. Menengah Atas], lulusan
SGA [Sekolah Guru Atas],
Di Jalan Merdeka Nomor 32 terdapat sebuah rumah yang lulusan SMEA [Sekolah
dahulu merupakan kediaman seorang notaris, yang M e n e n g a h E ko n o m i
kemudian sempat dijadikan asrama mahasiswa. Di bangunan Atas], bahkan karyawan
itulah pada 17 Januari 1955 didirikan Akademi Perniagaan karyawan baik negeri
Parahyangan. Monsinyur P.M. Arntz, OSC dan Monsinyur maupun swasta dan juga
N.J.C. Geise, OFM mendirikannya dengan bekal VISI, TEKAD, beberapa anggota
dan KEBERANIAN, tanpa disertai modal finansial yang militer. Kuliahkuliah
memadai. dilakukan di tempat yang
sangat sederhana. Hasan
Setahun Pertama Sidik mengisahkan,
Ketika memulai Akademi Perniagaan, jumlah mahasiswa Kemudian setelah kuliah
angkatan pertama 38 orang. Almarhum Hasan Sidik, dahulu saya tahu bahwa satu
satu di antara yang mendaftarkan diri sebagai mahasiswa satunya ruang kuliah ialah sebuah ruangan samping gedung
pada bulan Januari 1955, mengisahkan, Kesan pertama itu, yang katanya bekas kamar tidur mahasiswa yang sudah
melihat Akademi Perniagaan yang baru didirikan itu, di mana dikosongkan. Kantor administrasinya ialah ruang muka
saya akan menjadi mahasiswanya, ialah sebuah lembaga gedung tersebut. Kedua buah ruangan inilah merupakan
pendidikan yang sangat sederhana, yang belum mempunyai tempat kegiatan akademi baru itu. Meskipun hanya
gedung perkuliahan khusus, bahkan juga tidak mempunyai menggunakan satu ruangan kuliah tetapi hal ini tidak menjadi
kantor administrasi. Tempat Akademi Perniagaan ini adalah masalah karena mahasiswanya baru satu angkatan sehingga
sebuah gedung asrama mahasiswa di Jalan Merdeka tidak ada kuliahkuliah yang bersamaan waktu.
Bandung.
Dalam perkembangan selanjutnya, ruanganruangan kuliah
Bagaimanakah saatsaat pertama pendaftaran? Hasan Sidik ditambah dengan beberapa ruangan di Gedung Biru di Jalan
mengisahkan, Pada saat saya mendaftarkan diri perkuliahan Kenari, yaitu gedung Sekolah Kesejahteraan Keluarga
sudah dimulai, tetapi penerimaan mahasiswa baru terus Pertama (SKKP) Mater Amabilis yang diselenggarakan oleh
berjalan, mungkin karena jumlah mahasiswanya dianggap para suster Ursulin (OSU) di Kompleks Santa Angela, Jalan

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 51


ditugaskan di Bandung/Cimahi, termasuk ditugaskan belajar
untuk belajar di Parahyangan. Beliau tamat dari PTSE
Parahyangan pada tahun 1957, dan kemudian ditugaskan ke
tempat lain.
Karir militer Hasnan Habib terus meningkat. Dari tahun 1973
hingga 1978, Habib menjadi anggota MPR. Beliau kemudian
bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat pada
tahun 19821985. Selain itu, beliau pernah menjadi Duta
Besar Keliling Gerakan NonBlok untuk Amerika Utara,
Karibia dan Amerika Latin dari tahun 1992 hingga 1995. Habib
kemudian menjabat sebagai penasihat Menteri Riset dan
Teknologi/Ketua Badan Pusat Pengembangan Teknologi
untuk Industriindustri Strategis. Beliau meninggal pada
tahun 2006, dan dimakamkan di TMP Kalibata.
Merdeka. Kuliahkuliah dilakukan pada sore hari,
sebagaimana dikisahkan Hasan Sidik, Sudah biasa kami para Walikota R. Enoch
mahasiswa datang di tempat kuliah sebelum dosen pengajar Pada bulan Agustus
datang. Kuliah dilakukan di sore hari. Banyak mahasiswa yang 1955 Akademi
sudah bekerja, dan biasanya mereka pergi kuliah langsung Perniagaan ditingkatkan
dari tempat kerjanya. Sebelum kuliah kami bergerombol di menjadi Perguruan
pinggir jalan ngobrol sambil bersenda gurau. Tinggi Sosio Ekonomi
Bagaimana dengan ujian? Hasan Sidik mengisahkan, (P T S E) Parahyangan,
Menurut ketentuan pada waktu itu ujianujian yang disebut yang terdiri dari dua
tentamen dapat ditempuh setelah selesai satu tahun bagian, yaitu Sosiologi
perkuliahan. Tentamen dilaksanakan secara lisan dan dan Pengetahuan
individual. Setelah satu tahun mengikuti kuliah setiap Dagang. Pada perayaan
mahasiswa yang merasa sudah siap dapat mengajukan dies natalis pertama
permohonan langsung kepada dosen pengajarnya untuk pada tanggal 17 Januari
menempuh tentamen. Waktu ujian ditetapkan oleh dosen. 1956 di Balai Pertemuan
Karena pada umumnya dosendosen tersebut bukan Sosial Katolik 'Panti
pengajar tetap dan mereka punya pekerjaan sendiri, maka Budaya', Mgr. Arntz
waktu yang tersedia untuk menguji sangat terbatas, biasanya menjelaskan tujuan perguruan tinggi. Dalam perayaan itu
setelah jam kerja sampai malam. Para mahasiswa menunggu Walikota Bandung, (almarhum) R. Enoch, menyampaikan
gilirannya yang sudah dijadwalkan. rasa gembiranya. Sambutan Walikota Bandung ini
mencerminkan dukungan pemerintah dan masyarakat
Hasan Sidik di kemudian hari turut mengabdi dalam kepada Akademi Perniagaan Parahyangan yang telah
pengelolaan Unpar pada masamasa awal, menjadi dosen, dikembangkan menjadi PTSE Parahyangan.
hingga menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Unpar. Istri beliau,
Jopi Suhartini, yang juga belajar di Parahyangan, adalah putri Kegembiraan Walikota Enoch bisa dimengerti karena pada
Sanusi Hardjadinata (Gubernur Jawa Barat 19521956, yang masa itu masih begitu sedikit jumlah perguruan tinggi di
kemudian menjadi Menteri Dalam Negeri 19571960). Indonesia. Di Bandung ada Universitas Indonesia (UI)
Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, serta Fakultas Teknik, yang
TNI Angkatan Darat pada tahun 1959 menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sejak 1955 sejumlah Universitas Padjadjaran baru dibentuk pada tahun 1957.
anggota TNI Angkatan Dengan demikian, Parahyangan termasuk relatif tua
Darat pun ditugaskan dibandingkan dengan banyak perguruan tinggi lain, kecuali
belajar di Parahyangan segelintir perguruan tinggi yang lebih dahulu didirikan.
untuk mengembangkan Enam puluh tahun telah berlalu sejak dies natalis pertama.
kapasitas intelektual Unpar terus memberikan persembahan kepada nusa pertiwi.
mereka. Satu di antara Dirgahayu, dirgahayu, dirgahayu. *
mereka adalah
(almarhum) Letjen. TNI
(Purn.) Hasnan Habib. P. Krismastono Soediro, S.T., M.A., Kepala Kantor Yayasan
Pria kelahiran Maninjau, Universitas Katolik Parahyangan.
Agam, Sumatera Barat
itu waktu itu anggota
TNI Angkatan Darat yang

52 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Universitaria

Arenst Andreas
Dari pengalaman sehari-hari, seorang Dosen Unpar terinspirasi mengubah limbah
Penyulap
Limbah
menjadi bahan produktif yang dapat dimanfaatkan.

N ama Arenst Andreas, S.T., S.Si., M.Sc., Ph.D. (40)


sebagai peneliti di bidang pemanfaatan biomassa
untuk baterai semakin diperhitungkan. Pasalnya, di
Indonesia kurang dari sepuluh orang yang menekuni bidang
tersebut. Namun, itu juga menyulitkan Arenst untuk meneliti
demikian, ia harus bersabar
untuk menemukan mitra yang
tepat dalam menyelesaikan
mimpinya itu. Karena
penelitian ini tidak berdiri
secara berkolaborasi. Penelitian Arenst terkait baterai itu sendiri, ujarnya. Peneliti di
awalnya merupakan bagian dari pencapaian gelar doktor bidang itu masih jarang. Oleh
yang ia tempuh di Korea Institute of Science and Technology karenanya, dalam perjalanan, ia
(KIST) di Seoul, Korea Selatan. Arenst berpendapat, mencari melirik material yang murah dan
inspirasi penelitian itu tidak sulit. Semua bisa dimulai dengan mudah didapat. Ia ingin
lingkungan sekitar. materialnya merupakan barang
tidak berharga. Ia pun mencoba
Saya memulainya dengan ide sederhana yang saya alami
menggunakan biomassa seperti
seharihari, ujar peraih penghargaan Dosen dengan Kinerja
kulit salak, kulit pisang, dan kayu.
Terbaik dalam Dies Natalis ke61 Universitas Katolik
Parahyangan ini. Arenst melihat kapasitas baterai lithium Material yang melimpah di Indonesia itu, menurutnya, dapat
yang terbatas, yang dalam pandangannya dapat diperbesar. menghasilkan kapasitas baterai yang besar. Tidak hanya
Dalam penelitian doktoralnya, ia menggunakan bahan untuk untuk ponsel dan komputer jinjing, bahkan dapat
material karbon nano seperti yang digunakan dalam dimanfaatkan untuk baterai mobil. Pokoknya ini bahan
permunian air. Kebetulan di KIST, instrument untuk murah yang tak berharga, bukan yang masih dapat dimakan,
penelitian Arenst tersedia. Oleh karena itu, ketika pengajuan sehingga jika produksi massal bahan bakunya tidak akan
penelitian dilakukan, langsung diterima oleh KIST. berebutan dengan pasar makanan, ujar alumnus Teknik
Sepulang dari Korea Selatan pada 2011, ia melanjutkan Kimia Unpar angkatan 1994 itu.
penelitiannya. Penelitiannya masih sebatas anoda dari Karena keterbatasan instrumen di Indonesia, Arenst terus
baterai, sedangkan untuk baterai mesti ada tiga elemen yang bekerja sama dengan KIST. Arenst mengaku penelitiannya
dipenuhi, yakni katoda, anoda, dan elektroda. Dengan masih jauh untuk dikomersialkan. Ia masih harus menjalani
proses penelitian, kemudian proyek percontohan, baru
masuk ke industri.
Selain menuntaskan penelitiannya, Arenst masih memiliki
mimpi lain. Ia ingin semakin banyak mahasiswa dan dosen
menjadi peneliti. Oleh karena itu, kini Arenst memposisikan
dirinya sebagai manajer bagi mahasiswanya. Ia mengarahkan
mahasiswa yang memiliki ketertarikan penelitiannya yang
sama dengannya. Saat ini sudah ada mahasiswanya yang juga
menyelesaikan pendidikan doktoral di KIST. Sepulang dari
sana, ia berharap anak didiknya itu berkolaborasi dengannya.
Meneliti dan memublikasikan karya, menurutnya, tidak sulit.
Ia menyarankan, mulai membiasakan mendokumentasikan
penelitian meskipun itu sederhana. Lalu, beranikan diri
mengirimkan karyanya ke jurnal nasional dan internasional.
Ide orisinal yang kemudian dipublikasikan di jurnal
internasional akan membuat peneliti diakui. Itu juga akan
membuka kesempatan bekerja sama dengan banyak orang,
kata peneliti yang lebih dari 30 karyanya dipublikasikan di
jurnal internasional itu.

Artikel ini pernah dimuat di Koran Pikiran Rakyat


edisi 22 Januari 2016
(HG)

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 53


Humanum

Membentuk
Pola Belajar
yang Unik
oleh Dewiyani Djayaprabha

D alam artikel kali ini, saya ingin mengajak teman


teman lebih mengenali bagaimana kalian menyerap
dan menangkap informasi. Tujuan dasarnya adalah
agar temanteman sekalian dapat lebih berprestasi terutama
karena kalian menemukan pola belajar yang unik dan tepat
ya n g l e b i h b e r ke m b a n g ,
mereka akan mudah
menangkap informasi melalu
pendengaran (tipe auditorik).
Ya n g t e r a k h i r b i l a y a n g
bagi masingmasing pribadi. Temanteman akan belajar berkembang adalah motorik
dengan cara masingmasing tersebut dan bukan dengan cara seseorang, mereka mudah
orang lain, karena setiap individu memiliki pola belajar yang belajar dan menangkap
berbeda, tergantung pada berbagai faktor. informasi melalui gerak dan
pengalaman yang dialaminya
Setiap manusia sudah belajar sejak mereka lahir, misalnya (tipe kinestetik).
belajar untuk mengekspresikan diri, belajar untuk
m e n g u n g ka p ka n s e s u at u , d a n b e l a j a r m e n ge n a l i Talenta atau bakat adalah
lingkungannya. Namun dalam perjalanannya, setiap manusia s u a t u ke m a m p u a n y a n g
membentuk pola belajarnya masingmasing, karena mereka memang dibawa individu sejak lahir dan itu dapat merupakan
dibentuk di lingkungan yang berbedabeda dan memiliki faktor genetis. Setiap orang memiliki talenta atau bakat
pengalaman berbedabeda dalam menghadapi tertentu, misalnya bakat dalam menghafal, menghitung, dan
lingkungannya. merangkai. Hal ini yang kemudian membantunya untuk
memahami dan mempelajari bidang tertentu dengan lebih
Yang pertama perlu kita perhatikan adalah, kekuatan
mudah.
pembelajaran seringkali tidak terletak sematamata pada
kemampuan intelektual seseorang (walaupun struktur Cara untuk mengoptimalkan diri agar dapat berprestasi
kemampuan intelektual seseorang seperti daya tangkap dan dalam studi dimulai dari mengenali sungguh siapakah dirimu
daya ingat, menentukan juga bagaimana seseorang dan apakah talenta atau bakatmu, barulah nanti teman
menangkap suatu informasi). Namun kekuatan dalam teman dapat menemukan cara paling baik bagi kalian untuk
menangkap informasi dan talenta (bakat) masingmasing mempelajari dan memahami sesuatu.
individu juga memiliki peranan penting dalam proses belajar.
Yang kedua, temukan pola belajar yang tepat yang
Kekuatan seseorang dalam menangkap dan menyerap merupakan gabungan dari kekuatan dan talentamu. Ini pola
informasi salah satunya dapat diperoleh dari alat indera serta khusus. Bahkan setiap individu bisa menciptakan sendiri pola
pengalaman yang dialami seseorang dalam yg baru. Pola itu biasanya sesuai dengan talenta atau bakatmu
perkembangannya. dan bagaimana otak kita biasa bekerja. Misalnya: belajar
Sebagai contoh, bila indera penglihatannya yang dengan menulis, dengan merekam suara sendiri lalu
berkembang, mereka akan mudah menangkap informasi mendengarkannya, dengan gambar atau sketsa.
melalui apa yang dilihat (tipe visual). Bila indera pendengaran Selain pola belajar yang unik tadi bagi masingmasing

54 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


akan membantu otak kita terlatih menyerap dan menangkap
informasi dengan teratur dan tidak ruwet, terutama ketika
menghadapi permasalahan yang tidak terduga.
Misalnya, setelah sekolah atau kuliah, malamnya, kalian bisa
mereview kembali apa yang sudah dipelajari sebelum
melupakannya. Buat catatan kata kunci, bagi yang memiliki
kekuatan belajar secara visual, membaca referensi dan
berdiskusi dengan teman bagi yang memiliki kekuatan belajar
secara auditorik dan kinestetik, membuat pertanyaan sendiri
baik pertanyaan informatif maupun pertanyaan kritis.
Pada jaman sekarang ini dimana masa hidup dibagi
berdasarkan generasi, pola belajar tetap harus dimulai dan
diawali dari kekuatan pribadi tadi, kalau tidak, maka akan
dengan mudah ada judgement orang ini pintar atau orang itu
bodoh, padahal setiap orang dapat memiliki kekuatan yang
individu, mengoptimalkan proses belajar perlu disertai tujuan unik. Kekuatan itu bila tidak diasah maka tidak akan
belajar itu apa. Tujuan belajar adalah sebenarnya untuk berkembang dan mati sehingga orang terlihat bodoh dan
memberi latihan berpikir menghadapi masalah dan masa tidak memiliki kekuatan apapun.
depan bukan sekedar untuk ujian. Karena itu bila kita memiliki
tujuan untuk melatih cara berpikir, hasil belajar hendaknya Akhir kata, kita semua adalah individu yang unik yang
berupa pemahaman yg maksimal. memiliki pola belajar masingmasing. Kita harus mampu
untuk mengenali kekuatan dan talenta (bakat) kita untuk
Sebagai contoh tentang belajar sebagai latihan berpikir dapat membentuk pola unik itu dan menggunakannya untuk
adalah belajar matematika. Ada berapa banyak orang yang dapat belajar, mengoptimalkan diri dan menghadapi
dulu belajar matematika tapi sekarang tidak ingat lagi dengan
rumusrumus matematika? Tapi dari cara berpikir orang
tersebut kita bisa tahu bahwa orang itu dulu pernah belajar Dewiyani Djayaprabha, S.Psi., Psikolog, Kepala Pusat
matematika dengan sungguhsungguh. Orangorang seperti Pengembangan Karier Universitas Katolik Parahyangan
itu biasanya akan berhasil dan memiliki kehidupan yang
memuaskan.
Belajar harus diatur atau lebih tepatnya teratur karena hal itu

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 55


Universitaria

Ketua Pertama Ikatan Arsitek Indonesia


telah Berpulang

U niversitas Katolik Parahyangan tengah berduka. Guru


Besar Jurusan Arsitektur Unpar, Prof. Dr. Sandi A.
Siregar Ir., MAE., IAI telah wafat pada pukul 06.00,
hari Jumat, 29 Januari 2016.
ketua pertama Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) dan juga
sebagai arsitek senior di PT Ciptapura Architects & Engineers.
Selain dedikasinya terhadap bidang pendidikan, almarhum
turut memegang jabatan penting di Yayasan Rumah Sakit
Islam (YRSI) KSWI Rumah Sakit Al Islam, Bandung.
Beliau lahir di Madiun, 24 Juni 1945 dengan riwayat
pendidikan lulus jenjang strata satu dari Jurusan Arsitektur Menurut Dr. Johannes Adhijoso Tjondro selaku Dekan FT
Unpar pada 10 Juni 1968 dan gelar Master dari Katholieke Unpar, berita duka ini tentu mengagetkan seluruh keluarga
Universiteit Leuven di Leuven, Belgia pada 15 Juni 1976. dan kerabat. Kini, almarhum telah tiada, tetapi dedikasi yang
Kemudian, beliau menyandang gelar Doktor di de Toegepaste telah almarhum abdikan selama lebih dari 40 tahun, telah
Wetenschappen (Doktor Terapan IlmuPh.D.) dari Katholieke membawa kejayaan, khususnya bagi Jurusan Arsitektur
Universiteit Leuven di Leuven, Belgia pada 12 Juni 1990. Unpar.

Semasa hidup, almarhum turut bekerja sebagai seorang Dari rumah duka di Jalan Panumbang Jaya No. 12,
praktisi dan akademisi, khususnya di Jurusan Arsitektur Unpar Ciumbuleuit Bandung, almarhum disholatkan di Masjid
dengan mengajar Architectural Design, Urban Design, serta Kolam dan disemayamkan di Lobby Rektorat Unpar pada
Morfologi Kota dan Tipologi Bangunan. Dengan ide dan pukul 11.30 waktu setempat. Kemudian, jasad dimakamkan
kapabilitasnya, almarhum turut serta dalam tim Masterplan di Sirnaraga.
Pembangunan
K a m p u s U n p a r, (HG)
t e r m a s u k
perancangan
Gedung 5 Fakultas
Teknik (FT) Unpar
yang masih berdiri
tegak di kawasan
Ciumbuleuit.

Dengan latar
b e l a k a n g
pendidikan serta
pengalaman, tidak
heran apabila
a l m a r h u m
dipercaya sebagai

56 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Kemahasiswaan

Rakornis Diklat Badiklat Kemhan


Tahun 2016
Pertahanan negara tak semata menjadi tanggung jawab tentara ataupun kepolisian.
Masyarakat, termasuk di dalamnya kaum muda dan mahasiswa, juga mengemban
tanggung jawab menjaga keutuhan negara ini.

L embaga Kepresidenan
Mahasiswa, yang diwakili
Presiden Mahasiswa dan
Direktorat Jenderal Kajian dan Aksi
Strategis memenuhi undangan dari
Kementerian Pertahanan Republik
Indonesia untuk hadir dalam Rakornis
(Rapat Koordinasi Teknis) Diklat
Badiklat Kemhan Tahun 2016, dengan
topik Bela Negara dan tema
Penguatan NilaiNilai Strategis Bela
Negara Guna Mewujudkan Pendidikan
dan Pelatihan Bela Negara secara
Nasional dalam Rangka Mendukung
Sistem Pertahanan Negara yang
Tangguh, 4 Maret 2016. TNI/Angkatan, Lembaga Non diundang dan hadir. Perlu adanya
Narasumber pada diklat tersebut Kementerian Pemprov Jawa Barat, pelibatan orang muda, mahasiswa, dan
adalah Mayjen TNI Hartind Asrin organisasi kepemudaan, dan unsur kalangan kreatif yang lebih intensif
(Kabadiklat Kemhan) dan Ir. Arief masyarakat lainnya yang berjumlah 40 supaya bela negara tidak sekadar
Sorboyo Moekiyat, M.T. (Deputi bidang orang. menjadi formalitas belaka namun
Koordinasi Kesatuan Bangsa benar masuk dan diterima masyarakat,
Dalam kegiatan ini, LKM Unpar ujar Ang, Presiden Mahasiswa Unpar.
Kemenkopolhukam). Hadir dalam merupakan satusatunya perwakilan
kegiatan ini Pejabat Kemhan badan eksekutif mahasiswa yang (BS)

58 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Denyut

Peluncuran Buku Karya Dosen Unpar


Diplomasi dalam Politik Global diperlukan untuk mendukung perdamaian dan mewujudkan eksistensi
negara. Kebanggaan nasional dibutuhkan untuk mengemban hukum yang nyata.

Diplomasi dalam Politik Global

B erlokasi di Ruang Pameran


Tetap, Gedung Merdeka
(Museum Konferensi Asia
Afrika), Bandung, diselenggarakan
peluncuran buku Diplomasi dalam
Politik Global karya Dr. Sukawarsini
Djelantik selaku editor. Acara
diselenggarakan pada hari Jumat, 26
Februari 2016 mulai pukul 09.00.
Acara ini dihadiri oleh Rektor Unpar,
Dekan FISIP, Duta Besar Esty Andayani
(Direktur Jenderal Informasi dan
Diplomatik Publik Kementerian Luar Suasana seminar dan peluncuran buku
Negeri Republik Indonesia), yang juga sambutan dan mengucapkan terima pemahamannya sebagai seorang
bertindak sebagai narasumber, Duta kasih kepada Museum Konferensi Asia akademisi. Latar belakang diplomasi,
Besar Ramli Saud yang menjadi Afrika, Kementerian Luar Negeri, dan pola dan prasyarat terjadinya
moderator, Thomas A. Siregar (Ketua seluruh pihak yang mendukung acara diplomasi, jenisjenis diplomasi, dan
Museum Konferensi Asia Afrika), media ini. Perguruan tinggi seperti Unpar beberapa contoh diplomasi menjadi
massa, para mahasiswa dan dosen dari juga menjalankan peran diplomasi bahasan beliau.
Unpar, Unpas, Unpad, IWU, AlGhifari, publik serta selalu membutuhkan
Kegiatan yang diikuti kurang lebih 200
dan Unjani, sekitar 200 orang arahan untuk menjalankan peran
orang ini dilanjutkan dengan
tersebut. Mangadar juga
Acara diawali dengan menyanyikan lagu pemaparan dari narasumber, Esti
menyampaikan kebanggaan atas
Indonesia Raya yang dilanjutkan Andayani. Esti menjabarkan diplomasi
peluncuran buku ini dan berharap hal
dengan sambutansambutan. Thomas dari sisi praktis. Beliau juga
ini menjadi contoh yang baik. Semoga,
A. Siregar mengawali sambutan dan memberikan cukup banyak data terkait
makin banyak dosen Unpar dan luar
mengapresiasi peluncuran buku yang bentukbentuk diplomasi yang terjadi.
Unpar yang menerbitkan buku dan
memilih lokasi bersejarah. Thomas juga Di samping itu, mantan Duta Besar RI
menularkan semangat belajar serta
sedikit bercerita mengenai perjuangan untuk Ethiopia ini mengatakan bahwa
transfer ilmu pengetahuan melalui
menjaga eksistensi Museum Konferensi dukungan pemerintah menjadi penting
tulisan.
Asia Afrika serta usahausaha yang dalam diplomasi global. KPop menjadi
dilakukan untuk menyebarkan Sesi selanjutnya diisi dengan seminar. sesukses sekarang bukan hanya karena
semangat perdamaian. Akibat Hadir pada sesi ini, Dr. Sukawarsini kualitas seni mereka. Dukungan
kemajuan teknologi informasi, Djelantik, selaku penulis dan editor pemerintah Korea Selatan dan peran
diplomasi dan museum berada di titik buku Diplomasi dalam Politik Global, media menjadi faktor lain yang
persimpangan yang sama, ujarnya. serta Esti Andayani. Sesi ini menyebabkan budaya KPop bisa
Thomas menjelaskan bahwa di era dimoderatori oleh Ramli Saud. Dalam sedemikian menjamur, ujarnya.
pasca modern, museum harus pemaparannya, Suke, demikian
Acara kemudian dilanjutkan dengan
memperhatikan masyarakat sebagai Sukawarsini Djelantik biasa disapa,
sesi diskusi dan tanya jawab, serta
target audiensinya. memberikan gambaran yang luas dan
peluncuran buku terbitan Unpar Press
mendalam mengenai berbagai hal
Setelah itu, Rektor Unpar, Mangadar tersebut.
terkait diplomasi. Suke berangkat dari
Situmorang, Ph.D. menyampaikan
Ilmu Hukum Indonesia

Hukum tak hanya untuk dipahami


dan diketahui. Hukum haruslah
diemban dan dihidupi dalam
tingkah laku seharihari. Hukum yang
dihidupi dapat memberi makna bagi
keberadaan manusia dan menjadi
Sukawarsini D., Ramli Saud, dan Esti Andayani sarana untuk mewujudkan masyarakat

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 59


yang beradab. Sepenggal pesan yang Malam Ariefian
muncul dalam acara peluncuran buku
Ilmu Hukum Indonesia (edisi revisi)
pada tanggal 2 Maret 2016 di Aula
Fakultas Hukum Unpar.
S elang beberapa hari sebelum
peluncuran buku Ilmu Hukum
Indonesia, tepatnya Jumat, 19
Februari 2016, diselenggarakan Malam
Ariefian. Malam Ariefian merupakan
Hadir pada acara ini, Pembina dan
kegiatan yang diselenggarakan oleh
Pengurus Yayasan Unpar, pimpinan
Himpunan Mahasiswa Program Studi
Universitas, pimpinan Fakultas Hukum
Ilmu Hukum dan bekerja sama dengan
dan kepala unit kerja lainnya, para
Kelompok Ariefian serta Lembaga
dosen dan mahasiswa Unpar, tamu
Pengembangan Humaniora Unpar.
undangan, dan kerabat serta keluarga
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai
Arief Sidharta. Peluncuran buku ini juga
upaya menjaga dan menyebarkan
bertepatan dengan peringatan 100 hari
semangat pembelajaran dan
wafatnya Prof. Dr. B. Arief Sidharta, Penyerahan simbolis dari Dekan FH
kepada Rektor pengembanan hukum yang selama ini
S.H., Guru Besar Ilmu Hukum Fakultas
dilakukan oleh Prof. Arief.
Hukum Unpar.
memiliki hukum sendiri yang juga harus
Acara dengan tema Bersama
Ada dua rangkaian kegiatan, yakni misa diemban, sambung Budi.
Melanjutkan Pengembanan Ilmu
peringatan dan peluncuran buku. Misa
Setelah pemaparan resensi dari Budi, Hukum Indonesia dan tagline
dipimpin oleh Pst. Fabianus H., Pr., yang
kegiatan dilanjutkan dengan Mengenal dan memperkenalkan
dalam kotbahnya mengajak semua
peluncuran buku oleh Dekan FH. Buku pemikiran dan sosok Arief Sidharta ini
orang, termasuk pengemban profesi
diantar oleh Ibu Arief Sidharta bersama berupa diskusi dan pertunjukan seni.
hukum untuk dapat mencontoh Arief
sang putri dan diserahkan kepada Dr. Diskusi bagi menjadi dua sesi. Sesi
Sidharta. Beliau adalah salah satu
Tristam P. Moeliono, S.H., M.H., LL.M., pertama menghadirkan Dr. Tristam P.
orang yang secara konsisten
Dekan Fakultas Hukum Unpar. Moeliono (FH Unpar) dan Dr. Shidarta
menghidupi hukum. Keyakinan dan
Kemudian Tristam memberikan (Universitas Binus). Sesi ini membahas
konsistensi atas upaya pengembanan
sambutan terkait buku dan secara sosok guru besar, Prof. Arief, selama
hukum membuat beliau berbeda dari
resmi meluncurkan buku tersebut berkarya di dunia hukum.
yang lain.
dengan membuka gulungan sampul
Sementara itu, Donny Danardono, M.A.
Setelah misa, acara dilanjutkan dengan buku berukuran besar.
(Fakultas Filsafat Universitas
peluncuran buku. Rangkaian
Setelah resmi diluncurkan, Dekan Soegijapranata) dan Dr. Herlambang P.
peluncuran buku dimulai dengan
berturutturut memberikan buku Ilmu Wiratraman (Fakultas Hukum
resensi yang disampaikan oleh Budi
Hukum Indonesia kepada Pengurus Universitas Airlangga), menjadi
Prastowo, S.H., M.H., yang juga Kepala
Yayasan, Rektor Unpar, Sunaryati narasumber untuk sesi kedua. Sesi ini
Program Studi Ilmu Hukum. Mengawali
Hartono, para undangan, di antaranya sendiri membicarakan karyakarya Prof.
paparannya, Budi bercerita tentang
perwakilan Direksi RS St. Borromeus, Arief semasa hidup, terutama tentang
proses penerbitan buku ini. Pak Arief
perguruan lain di mana Arief Sidharta Pancasila. Selain diisi dengan diskusi,
memberikan file buku revisi tersebut
mengajar, IKA FH, dan perwakilan ada pula pembacaan puisi dari
kepada Unpar Press. Saya dan tim dari
mahasiswa. mahasiswa FH Unpar dan penampilan
Fakultas (Fakultas Hukum Unpar, red.)
seni dari Pst. Fabianus Sebastian, Pr.,
lalu berkoordinasi untuk mewujudkan Acara berlanjut dengan pemutaran
Ketua Lembaga Pengembangan
harapan Pak Arief. Dua hari sebelum video kenangan atas Prof. Arief
Humaniora Unpar.
wafatnya, Saya sempat berdiskusi Sidharta, dan sambutan dari pihak
dengan beliau terkait buku itu. Tolong keluarga, yang ditutup dengan doa
diurus yah, Pak Budi bukunya, (BS)
bersama.
demikian pesan Pak Arief pada Saya,
kenang Budi.
Dalam sajian resensinya, Budi
menyampaikan bahwa buku ini
berupaya memberikan gambaran
tentang ilmu hukum (Indonesia). Budi
mengatakan bahwa buku ini baik
dibaca oleh seluruh kalangan, terutama
mahasiswa Fakultas Hukum tingkat
Sarjana, Magister, dan Doktor. Prof.
Arief memberikan gambaran bahwa
Indonesia memiliki hukumnya sendiri,
yakni Ilmu Hukum Indonesia. Kita telah Tristam P. sedang menyampaikan pendapatnya mengenai sosok Prof. Arief

60 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Mahasiswa Unpar
Menyabet Best of The Best dalam
Festival Geoteknik di Malaysia

Tahukah Anda bahwa Tim Mahasiswa Teknik Sipil FT Unpar


menyabet dua posisi terbaik dari empat kategori dalam International
Geotechnical Engineering Festival (GeoFest 2015) di Malaysia?
1955

Kompetisi diselenggarakan oleh Research Centre for Soft Soils


Malaysia (RECESS), Faculty of Civil and Environmental Engineering
(FKAAS) UTHM, dan Office of Research, Innovation,
Commercialization, and Consultancy Management (ORICC), di
Langkawi, Malaysia, pada 25-26 Oktober 2015.

Tim Unpar meraih dua posisi terbaik dari empat kategori


penghargaan. Kategori The Best Poster dengan tema Study on the
Dyke Failure and Its Countermeasure for Mud Protection in Sidoarjo,
East Java diberikan kepada Nisa Utami Rachmayanti, Andreas Erdian
Wijaya, Jeremy Gamaliel, dan Aflizal Arafianto.

Kategori tertinggi yaitu Best of the Best dengan tema Mitigation and
Risk Reduction of Mud Eruption Disaster in East Java Using Vacuum
Consolidation Method diberikan kepada Joshua Kurniawan Sindaka,
Evelyn, Angeline Dite Panca Kartika Ningtyas, dan Rahadiyan
Narendra.
Denyut

The Great Unpar: The Great Alumni


Berbekal pengetahuan, pengalaman, dan pengembangan diri selama studi di Unpar, sebanyak
1.167 wisudawan/wisudawati siap mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi dengan semangat
dan peran yang baru.

P ada hari Sabtu, tanggal 12 Maret


2016 Unpar menyelenggarakan
Upacara Wisuda I 2015/2016
dan melepas sejumlah lulusan baru
untuk diabdikan kepada masyarakat.
Unpar hendak menunjukkan bukti akan
kesetiaan dan komitmen pada tujuan
misionernya, yakni mendidik generasi
muda agar menjadi insan yang lebih
cerdas, lebih matang, dan lebih mampu
Pada kesempatan yang untuk menjalani kehidupan di
membahagiakan dan membanggakan masyarakat dan menjadi insan
ini, Unpar mewisuda 1.167 lulusan pembangunan bangsa dan negara.
baru, yang dinyatakan lulus pada Melalui proses belajarmengajar yang
periode 7 Juli 2015 1 Februari 2016. sedemikian rupa, para mahasiswa
Acara wisuda dimulai dengan didampingi, diarahkan, dan
menyanyikan lagu kebangsaan dimampukan untuk memaknai setiap
Indonesia Raya yang kemudian informasi dan pengetahuan demi
dilanjutkan dengan menyanyikan pengembangan diri yang selanjutnya
Hymne Unpar. Setelah itu dilanjutkan akan dibaktikan pada bangsa dan
dengan pembacaan Keputusan Rektor masyarakat. Itulah inti pendidikan
tentang lulusan fakultas/program studi Unpar yang transformatif dan berakar
yang disambung dengan sambutan pada sesanti Bakuning Hyang Mrih independen dalam perubahan dan
Pengurus Yayasan Unpar oleh Boedi Guna Santyaya Bhakti. kemajuan masyarakat dan bangsa.
Siswanto Basuki dan dilanjutkan Maka, bersamaan dengan rasa percaya
Mangadar juga mengingatkan kembali diri untuk melepas para
sambutan Rektor Unpar, Mangadar
The Great Alumni sebagai cerminan The wisudawan/wisudawati patut pula
Situmorang, Ph.D. serta pelantikan para
Great Unpar. Dalam kaitannya dengan disampaikan harapanharapan untuk
wisudawan.
peristiwa wisuda kali ini, kembali terus berjuang mengembangkan diri
Dalam sambutannya, Mangadar hendak ditegaskan bahwa salah satu dan membangun masyarakat, terus
menyampaikan syukur, bahagia, dan ukuran dari Unpar adalah the great memberikan yang terbaik dari diri anda
bangga kepada para wisudawan, alumni. Artinya, Unpar hanya akan untuk kemajuan lembaga/perusahaan
keluarga wisudawan, segenap civitas diakui kehebatannya jika, dan hanya tempat anda berkarya, berusaha selalu
academica, dan seluruh pihak karena jika, para alumninya hebat. Masyarakat menjadi anggota tim, anggota
bertambahnya jumlah alumni Unpar. akan menilai Unpar berdasarkan masyarakat, yang kontributif dan
Dengan tambahan ini, lulusan Unpar kinerja, karya, prestasi para alumni, konstruktif, serta memelihara dan
sejak didirikan tahun 1955 menjadi entah itu di kantor pemerintah atau menjaga nama baik Unpar. (HG)
55.227 alumni. Lewat prosesi wisuda ini swasta atau menjadi penggerak yang

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 63


Galeria

Tim Basket Putri Unpar


menjuarai Liga Basket
Mahasiswa 2015-2016
Wilayah Jawa Barat

Tim Basket Putra Unpar


memperoleh peringkat dua
Liga Basket Mahasiswa
2015-2016 Wilayah Jawa
Barat

Tim Reang Pajingkrak Listra


menjuarai Perbanas Dance
Competition, Perbanas Institute
Jakarta, 4-5 Maret 2016.

64 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


YAN
AH

GA
PAR

N
Gapura
Jln Ranca Bulan

an bah
en
ja
ng
Lem tu
s i
Ci
M
Jl. Cisitu Indah II
OBC Pintu Gerbang 2 Jl. C
isitu
Jl. Ciumbuleuit

Pasaga Inda
hI
UNPAR Pintu Gerbang 1
Parahyan gan
Reksa Raga
Jembatan Balai Diklat
Geologi
Sungai Cikapundung

Pasaga
u Lama
Jl. Ciumbuleuit

Jl.
Sa Mapolsek

ng
Jl. Cisit

ku
Jl. ria
Sili
wa
ngi
ng
Jl. Siliwangi
PARAHYANGAN REKSA RAGA
Jl. Siliwangi
CISITU INDAH VI | 082217004512
Galeria

Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional


tanggal 21 Februari, Himpunan D3 Manajemen
Perusahaan Unpar mengadakan acara Gerakan Pungut
Sampah (GPS) dan bekerjasama dengan Bandung
Clean Action serta PT Pos Indonesia dengan
disponsori oleh Buburia. Selain menyaring sampah-
sampah di Cikapundung, GPS kali ini juga
mengadakan gerakan 1000 tumblr untuk mengurangi
pemakaian botol plastik.

Alfonsius Adhityo Nugroho menjadi juara


ketiga pada Kejuaraan Nasional 5th Dekan Cup
Unsoed sebagai tim KKI Jabar.

Revian Wirabuana (Arsitektur 2012), Jeanne


Sanjaya (HI 2013), Devi Rifandiani
(Arsitektur 2015) yang telah berhasil meraih
peringkat 2 di perlombaan Climate Week
Debate Competition dan Revian berhasil
mendapatkan posisi ke-5 sebagai best speaker.

66 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. I No. 3 | 15
Resensi Buku

B uku yang merupakan kumpulan Melalui Peran Jacky Chan, Diplomasi Budaya
tulisan mahasiswa jurusan Hubungan Indonesia di Korea Selatan, Diplomasi Publik
Internasional serta Magister Ilmu Indonesia di Etiopia, dan Diplomasi Publik
Sosial Universitas Katolik Parahyangan ini Amerika Serikat melalui Facebook di
terdiri dari 3 bagian. Tiga bagian tersebut Indonesia.
adalah Diplomasi Multilateral, Diplomasi
Bilateral, dan Diplomasi Publik. Pada Buku ini dibuat karena adanya keprihatinan
Diplomasi Multilateral, pertama-tama akan terbatasnya bahan-bahan referensi baik
dibahas mengenai Diplomasi Multilateral untuk perkuliahan maupun penelitian, yang
secara umum, lalu dilanjutkan dengan saat ini dialami oleh mahasiswa maupun
Diplomasi Indonesia di Timur Tengah, peneliti bagi studi Hubungan Internasional.
Diplomasi RI Untuk Keamanan Internasional Editor berharap dengan adanya buku ini akan
dan Perlucutan Senjata, Diplomasi Indonesia memberikan sumbangan pemikiran-
untuk Reformasi Dewan Keamanan PBB, pemikiran bagi Diplomasi Indonesia dan juga
serta Diplomasi Konferensi Indonesia memperkenalkan diplomasi secara luas
terhadap Australia Terkait Skema REDD. kepada kalangan publik.

Pada bagian Diplomasi Bilateral berisikan


Diplomasi Indonesia terhadap Belanda dalam
Memperoleh Pengakuan Internasional (1945-
1949), Diplomasi Indonesia terhadap Timor
Leste Paska Jajak Pendapat, Diplomasi
Indonesia untuk Rekonsiliasi dengan Timor
Leste, Diplomasi Amerika Serikat
Menghadapi Krisis di Libya, dan Diplomasi
Indonesia dalam Membela Kepentingan TKI.
Pada bagian Diplomasi Publik dibahas
mengenai Diplomasi Publik Tiongkok

Judul : Diplomasi dalam Politik Global


Editor : Dr. Sukawarsini Djelantik
Penerbit : Unpar Press
Tahun : 2016
Halaman : 352 halaman

MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2 | 67


ILMU HUK
IN UM
DONESIA
B uku ini merupakan hasil pengolahan dan
pengembangan makalah berjudul
Paradigma Ilmu Hukum Indonesia
Dalam Perspektif Positivis, yang
dipresentasikan dalam Simposium Nasional
Upaya pengem
ba
terhadap peru ngan Ilmu Hukum Sistem
bahan masyara
kat
atik yang resp
onsif

Ilmu Hukum tentang Paradigma Dalam Ilmu


Hukum Indonesia, pada tanggal 10 Februari
1998, di Fakultas Hukum Universitas
Diponegoro, Semarang. Tulisan yang diberi
judul Ilmu Hukum Indonesia, dimaksudkan
sebagai bahan bacaan untuk mempelajari
tatanan hukum positif yang berlaku di
Indonesia, khususnya bagi para mahasiswa yang
sedang mempelajari hukum di perguruan tinggi Edisi Revisi
di Indonesia. Berkenaan dengan hal itu, Paul B.AriefS
idharta
Scholten dalam suatu makalah berjudul De
Structuur van De Rechtswetenschap
mengemukakan bahwa Ilmu dari hukum
positif pada akhirnya adalah ilmu tentang
hukum positif tertentu yang berlaku di suatu Scholten, hanya peneliti Belanda yang
negara tertentu. Hukum positif demikian sangat dapat menelaah hukum positif Belanda.
dipengaruhi sejarah dan berada pada lingkup Jika pendapat Scholten ini benar, maka
nasional. () Hanya mereka, yang menjadi pernyataan tadi berlaku bagi semua
bagian dari hukum yang demikian itu yang ilmu hukum, yang pada dasarnya
dapat bekerja di dalamnya. Karena itu bagi adalah selalu ilmu hukum positif suatu
negara tertentu, termasuk bagi Ilmu
Judul : Ilmu Hukum Indonesia (edisi revisi) Hukum Indonesia. Konsepsi dasar
Penulis : B. Arief Sidharta
Penerbit : Unpar Press tentang ilmu hukum yang tercantum
Tahun : 2016 dalam buku ini dalam intinya masih
Halaman : 187 halaman merupakan kelanjutan dari apa yang
tercantum di dalam makalah terdahulu
itu. Tentu saja pengolahan dan
pengembangan makalah yang lama itu
dilakukan juga dengan mengacu pada
perkembangan pemikiran tentang
hukum dan ilmu hukum dewasa ini,
baik yang terjadi di dalam maupun di
luar negeri, seperti munculnya gagasan
Hukum Progresif dari Satjipto
Rahardjo, polemik tentang keilmiahan
ilmu hukum di Belanda yang dipicu
oleh kasus Wrongful Birth (kasus
kelahiran bayi yang lahir cacat fisik dan
mental), pemikiran Ronald Dworkin
dan Jrgen Habermas, pemikiran
postmodernisme, munculnya berbagai
kebutuhan hukum baru, dan gejala-
gejala kemasyarakatan yang baru serta
perubahan ekologikal.
68 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2
PENGURUS
YAYASAN UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN

B.S. Kusbiantoro B. Hendra K., OSC Hendra Gunawan Bambang H. Alexander T. M. K.


Ketua Sekretaris Umum Sekretaris Bendahara Umum Bendahara

A. Gumawang Jati G. Widjonarko Herman S. Boedi Siswanto B. Antonius Tardia Iwan Supriadi
Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota

Pengurus Yayasan Unpar


mengucapkan
Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan
segenap masyarakat kepada
Universitas Katolik Parahyangan
UNPAR
GUEST HOUSE
Jl. Gunung Agung Dalam No. 4
Ciumbuleuit Bandung 40142
T : (022) 2032800 / F : (022) 2038854
M : 0857.2138.8585
ngg
Pe
alang Dan
UL
BADAN PENGGALANG U
a
AN RAN
L es
Badan

tari
DANA LESTARI AK U
BA NTU
Badan Penggalang Dana Lestari menghimpun dana sumbangan NG K
dari berbagai sumber, di antaranya orang tua mahasiswa, alumni, SA
perusahaan dan yayasan pemberi beasiswa yang peduli akan
pentingnya bantuan dana beasiswa bagi dunia pendidikan dan BEASISWA
masa depan bangsa.
LESTARI PRIMA
Prioritas penyaluran beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang
didasarkan pada potensi akademik, kondisi finansial, keaktifan di
BEASISWA
bidang kemahasiswaan di lingkungan kampus dan organisasi di LESTARI ULTIMA
lingkungan sosial kemasyarakatan.
BEASISWA
No. Rekening Badan Penggalang Dana Lestari Yayasan Unpar
LESTARI FLEKSIBEL

1. Yayasan Universitas Katolik Parahyangan


Bank BCA KCP Pasirkaliki Atas, Bandung
No. Rekening: 8480.444.443 Jl. Ciumbuleuit No 100 Bandung 40141
Telp 022-2035137
2. Yayasan Universitas Katolik Parahyangan Fax 022-2031021
Bank OCBC NISP Cabang Unpar, Bandung Email dlestari@unpar.ac.id
No. Rekening: 017.8100.2999.5 danalestariunpar@yahoo.com

Penerbit Unpar Press


Jl. Ciumbuleuit 100 Bandung 40141
Tlp (022) 2035137
Fax (022) 2031021
Warta Himahi meraih penghargaan Bronze Winner pada
kategori The Best of Java Magazine untuk edisi November
2015 - Food Diplomacy dalam The 5th Indonesian Student
Print Media Awards (ISPRIMA).

Malam Penghargaan InMA, IYRA, IPMA, dan ISPRIMA


2016 yang diadakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS)
Indonesia di Golden Palace Hotel, Mataram, NTB.

Senin, 18 Januari 2016

LKM Unpar melalui Dirjen Pengmas,


Kementerian Luar Negeri didukung oleh
Kakak Asuh FISIP berkunjung ke SD
Panorama 1, 2, dan 3 di Secapa untuk
melakukan sosialisasi mengenai gerakan
pilah sampah. Sosialisasi ini ditujukan
kepada murid-murid kelas 1 hingga 6 SD.
Mahasiswa juga memberikan bantuan tong
sampah organik dan anorganik.

Anita Irensya (2013910034) menjuarai


Taekwondo Senior Putri U-63 pada Festival
Kavaleri Cup 2016 di Bandung.

72 | MAJALAH PARAHYANGAN | Vol. III No. 2


Selasar Kampus
Gedung Pascasarjana Unpar
http://halboor.com/unpar
Beasiswa

Anthony Kesumah - 2010410038 / Program Studi Teknik Sipil

Saya merasa senang, bangga, serta terbantu dengan mendapatkan beasiswa.


Saya bisa membantu orang tua saya dalam meringankan pembayaran uang
kuliah yang cukup besar nilainya.

Beasiswa Dana Lestari memberikan saya pengalaman bagaimana menghadapi


psikotes dan juga wawancara, walaupun masih dalam lingkup yang kecil.
Kegiatan geladi yang disediakan bagi penerima beasiswa juga membantu saya
lebih mengenal mahasiswa jurusan lain.

Maria Adeline - 2010130067/Program Studi Akuntansi

Beasiswa Dana Lestari yang saya terima memberikan banyak manfaat


untuk diri saya. Pertama karena Dana Lestari membantu meringankan biaya
pendidikan saya sehingga saya bisa fokus kulliah tanpa memikirkan
kekurangan biaya. Kedua, dengan adanya beasiswa ini saya terdorong untuk
terus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi akademis saya agar
bisa mempertahankan beasiswa tersebut hingga saya lulus.

Ketiga, dengan kegiatan geladi kepribadian yang rutin diadakan saya dapat
terus meningkatkan kualitas diri dan mendisiplinkan diri karena geladi
tersebut sangat menantang saya untuk keluar dari comfort zone.

Fendri 2009610028 / Program Studi Teknik Industri

Kesan saya terhadap beasiswa yang saya terima adalah sungguh luar biasa.
Beasiswa sangat membantu saya untuk menyelesaikan studi saya di Unpar.

Pesan untuk penerima selanjutnya adalah jangan pernah menyia-nyiakan


segala sesuatu yang telah diberikan kepada kita. Manfaatkanlah beasiswa
yang diberikan sebaik mungkin.

Vendri - 2007730022/Program Studi Teknik Informatika

Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada BPDL selaku salah satu unsur
pendukung dan penyemangat yang mengantarkan saya untuk dapat lulus dari
Unpar, saya sedikit dapat bernapas lega bahwa secara tidak langsung saya ikut
membantu keluarga.

Selain itu, adanya geladi dari tim PKH membantu saya untuk mengenal teman-
teman baru yang kadang bernasib lebih buruk daripada saya. Hal ini
membenturkan saya dengan keadaan yang saya alami, bahwa seharusnya saya
tetap dapat bersyukur bagaimanapun kondisi yang sedang saya hadapi.
Terimakasih banyak atas segala bimbingan, masukan, dan kritik yang
membangun dari semua tim terkait yang bertujuan untuk membantu
perkembangan pribadi saya seutuhnya.
Preparing
ethical professionals
in the more globalized society

A training in leadership and innovation challenge in 21st century with Dr. Jol Stoffers, MBA (professor of
employability, Zuyd University, The Netherlands).

The Graduate School



Master Program
Management Social Science Law Theology
Architecture Civil Engineering Industrial Engineering Chemical Engineering
Doctoral Program
Economics Law Architecture Civil Engineering


www.pascasarjana.unpar.ac.id