Anda di halaman 1dari 15

ALAT PENAKAR HUJAN TIPE HELLMAN

Karya ilmiah disusun untuk melengkapi syarat kelulusan pada mata kuliah
bahasa indonesia

Oleh :

Kikis Yoro Putri (41.15.0071)


Riki Setyono (41.15.0079)
Roi Jujur Sihombing (41.15.0081)
Soni Miftah Pratama (41.15.0084)

PROGRAM STUDI INSTRUMENTASI MKG

SEKOLAH TINGGI METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

TANGERANG SELATAN

2017

iv
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah
memberikan kesehatan jasmani dan rohani kepada kami sehingga kami dapat
menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan baik dan sesuai waktu yang
ditentukan.
Dalam karya tulis ilmiah ini kami membahas tentang pengertian penakar
curah hujan tipe hellmann, perawatan alat, kalibrasi, dan keunggulan dari penakar
hujan tipe hellman.
Kami mengucapkan terima kasih khususnya kepada :

1. Ibu Nur Aini Puspitasari selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang
telah meluangkan waktu, tenaga dan pkiran dalam pelaksanaan bimbingan,
pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini

2. Rekan-rekan di kelas Instrumentasi 3C 2015.

3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah
memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.

Besar harapan kami tulisan ini bias bermanfaat sebagai bahan bacaan
maupun sebagai bahan referensi. Kritik dan saran yang membangun sangat kami
harapkan, sehingga penulisan karya ilmiah selanjutnya dapat lebih baik lagi.

Tangerang Selatan, Janurari 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Tujuan Penulisan 2

1.3 Metode Pengumpulan Data 2

1.4 Sistematika Penulisan 2


BAB II PEMBAHASAN 3

2.2Pengertian 3

2.2 Prinsip Kerja 3

2.3 Cara Perawatan 5

2.3.1 Cara perawatan dari penakar hujan tipe hellman 5


2.3.2 Kerusakan-kerusakan yang umum terjadi pada penakar hujan tipe
hellmann 5
2.3.3 Cara mengatasi kerusakan pada alat penakar hujan tipe hellmann

2.4 Kalibrasi 7

2.5 Kelebihan dan Kekurangan penakar hujan tipe hellmann 7

2.5.1 Kelebihan penakar hujan tipe hellmann 7


2.5.2 Kekurangan penakar hujan tipe hellmann 7
BAB III PENUTUP 9

3.1 Kesimpulan 9

3.2 Saran 9

DAFTAR PUSTAKA 10

3
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. Bagian-bagian pada alat penakar hujan tipe hellman............................3
Gambar 2.2 Prinsip kerja alat penakar hujan tipe hellman .................................... 4

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Saat ini Indonesia sedang mengalami cuaca yang tidak menentu, dimana
musim hujan terjadi seperti sepanjang tahun. Fenomena ini tak lepas dari la nina
yang mulai memasuki Indonesia dan mempengaruhi curah hujan. La nina adalah
peristiwa turunnya suhu permukaan Samudera Pasifik dari wilayah sekitarnya,
sehingga wilayah Indonesia dan Australia akan mengalami hujan lebat.
Curah hujan sebagai salah satu unsur cuaca memegang peran penting dalam
dunia penerbangan. Hujan merupakan peristiwa jatuhnya cairan dari atmosfer ke
permukaan bumi. Banyaknya hujan yang terjadi selama satu waktu tertentu diukur
menggunakan alat penakar hujan. Alat penakar hujan terdiri dari dua jenis, yaitu
manual dan otomatis. Alat penakar hujan manual memanfaatkan gelas ukur untuk
menentukan jumlah curah hujan, seperti pada penakar hujan tipe observatorium. Pada
alat penakar hujan otomatis, prinsip kerja alat menggunakan bantuan komponen
tambahan untuk mengukur curah hujan yang terjadi.
Salah satu contoh alat penakar hujan otomatis adalah tipe hellmann. Alat ini
memanfaatkan pelampng dan sistem siphon dalam cara kerjanya sehingga curah hujan
dapat terukur. Penakar hujan tipe hellmann merupakan alat yang istimewa karena alat
ini bekerja secara otomatis tanpa membutuhkan sumber listrik. Dengan cara kerja
yang sederhana tanpa menggunakan sensor, maka penulis tertarik untuk membahas
alat penakar hujan tipe hellmann sebagai bahan diskusi makalah ini.

1.2 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah Penakar Hujan
Tipe Hellmann ini adalah :

1. Mengetahui pengertian alat penakar curah hujan tipe hellman


2. Untuk mengetahui prinsip kerja dari alat penakar hujan tipe hellmann.

2
3. Untuk mengetahui dan memahami cara perawatan dan kalibrasi alat penakar hujan
tipe hellmann.
4.
5.
1.3 Metode Pengumpulan Data
6. Dalam menyusun dan menyelesaikan laporan ini penulis menggunakan
beberapa metode pengumpulan data, antara lain:
1. Penelitian Kepustakaan
7. Yaitu mengumpulkan data melalui buku-buku ilmiah, petunjuk
standard operasional prosedur alat, media elektronik, dan sumber tertulis
lainnya.
2. Penelitian Lapangan
8. Dalam metode ini, penulis melakukan peninjauan dan pengoperasian
alat ke lapangan.
9.
1.4 Sistematika Penulisan
10. Untuk memberikan gambaran penulisan karya tulis ilmiah ini, maka
penulis memberikan sistematika penulisan sebagai berikut :
11. BAB I PENDAHULUAN
12. Pada bagian pendahuluan ini menjelaskan latar belakang, tujuan
penyusunan makalah, metode penelitian,dan sistematika penulisan.
13. BAB II PEMBAHASAN
14. Pada bagian pembahasan berisi mengenai prinsip kerja, cara
perawatan, dan kalibrasi dari alat penakar hujan tipe hellmann, serta
mengetahui keunggulan pengukuran curah hujan menggunakan alat penakar
hujan tipe hellmann dibanding dengan pengukur curah hujan lainnya.
15. BAB III PENUTUP
16. Pada bagian ini berisi kesimpulan berdasarkan hasil pembahasan
mengenai alat penakar hujan tipe hellman serta saran saat pengoperasian.
2
17. BAB II

18. PEMBAHASAN

19.

2.1 Pengertian
20. Penakar hujan Otomatis type Hellman adalah penakar hujan yang dapat mencatat
sendiri secara otomatis. Badan alat berbentuk silinder dengan tinggi 115 cm dan berat
kurang lebih 14 kg. Luas permukaan corong penakarnya sebesar 200 cm 2.. Penakar
hujan tipe hellman menurut Nugroho (2012) adalah sebagai berikut.
21. Pada penakar hujan tipe hellman, air hujan diukur menggunakan sistem
mekanik otomatis. Air hujan yang ditampung akan mendorong pelampung
yang terhubung dengan pena. Pena tersebut akan menggores kertas pias yang
dipasang pada jam berputar.
22. Pada umumnya, penakar hujan tipe hellman yang dipakai BMKG diimpor dari Jerman
degngan merk R. FUESS. Jika pintu penakar hujan dalam keadaan terbuka, maka
bagian dalamnya akan terlihat seperti gambar terlampir.
23.

24. 25. Keterangan:


1. Mulut penakar dengan garis tengah = 16 cm dan
luas penampang 200 cm2
2. Pipa penyalur air dari mulut menuju kolektor
3. Silinder kolektor
4. Pelampung
5. Pena pencatat
6. Silinder pias
7. Pipa pembuangan
8. Ember penadah.

26. (Djakiman, 2008)


27.
2.2 Prinsip Kerja
28. Pada penakar hujan tipe hellman prinsip kerjanya seperti penakar hujan
tipe observasi tetapi pada penakar hujan ini dapat merekam berapa lama terjadinya

3
hujan pada hari tersebut, penghitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan jam
bekker
29. yang diberi pena dan memutar kertas pias. Adapun prinsip kerja penakar hujan
tipe hellman menurut Djakiman (2008) adalah sebagai berikut.

30. Air hujan yang jatuh pada mulut penakar hujan akan terkumpul
didalam tabung silinder kolektor tempat pelampung. Air yang
masuk/tertampung didalam tabung menyebabkan pelampung serta tangkainya
terangkat naik. Pada tagkai pelampung terdapat pena pencatat yang
gerakannya selalu mengikuti tangkai pelampung. Gerakan pena tercatat pada
pias yang digulung pada silinder jam yang berputar. Tabung silinder kolektor
memiliki daya tampung maksimal senilai dengan curah hujan 10 milimeter.
Tepat pada saat kolektor penuh, maka air senilai 10 milimeter tersebut tercurah
habis keluar melalui pipa pembuangan untuk keudian masuk kedalam ember
penadah. Bersamaan dengan peristiwa ini mka pelampung turun ke dasar dan
pena kembali ke titik nol pada kertas pias. Jika hujan masih berlanjut,
selanjutnya tabung kolektor akan terisi kembali, diikuti naiknya pena pencatat.
Proses pengisian dan pengosongan ini akan terus berlangsung sampai hujan
berhenti.

31.

32. Dari prinsip kerja penakar hujan tipe hellman di atas, terlihat bahwa penakar
hujan tipe hellman dapat merekam curah hujan yang terjadi melalui pembacaan kertas
pias.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40. (Bunganaen et al. , 2013)

41.
5

42.

2.3 Cara Perawatan


43.
2.3.1 Cara perawatan dari penakar hujan tipe hellman
44. Menurut Rojali (1997) cara perawatan dari penakar hujan tipe hellman
dijelaskan dalam poin-poin berikut.
1. Corong penakar hujan harus selalu dibersihkan dari benda-benda,
sehingga tidak tersumbat.
2. Pena harus dijaga tetap bersih. Kalau kelihatan sudah agak kotor
supaya dicuci secara hati-hati dengan air hangat dicampur dengan
deterjen setelah dilepas dari tangkainya.
3. Pena yang sudah kurang baik, karena sudah lama dipakai harus diganti
dengan yang baru.
4. Pemasangan kembali pena tidak boleh terlalu keras menekan piasnya.
Hal ini disebabkan karena dapat mengganggu kepekaan dan ketelitian
instumen.
5. Kadang-kadang pada pias terdapat pembacaan dimana pada angka
sepuluh, pena sukar/tidak kembali ke angka nol. Hal ini kemungkinan
disebabkan oleh tersumbat ataumenyempitnya lengkungan selang gelas
oleh kotora-kotoran atau lumut. Jika hal ini terjadi, selang gelas
ditarik/diangkat keluar dan dibersihkan dengan kapas dan lidi/kawat
kecil, sehingga selang bersih kembali. Kemudian pasang kembali
selang tersebut dengan cara seperti di atas.
45.
2.3.2 Kerusakan-kerusakan yang umum terjadi pada penakar hujan tipe hellmann
46. Pada penakar hujan tipe hellman terdapat kerusakan-kerusakan yang
umum terjadi yaitu sebagai berikut :
1. As pelampung serat.
2. Pelampung bocor sehingga air masuk.
3. As pelampung dan tiang pemegang tidak sejajar sehingga as pelampung
serat.
4. Pipa level kotor, sehingga menghambat keluarnya air.
5. Pipa level terlalu rendah atau telalu tinggi.
6. Paking karet di dalammur pipa level rusak.
7. Pena tidak di angka nol.
8. Pena kotor.
9. Jam macet. Hal ini disebabkan :
a. Memutarnya terlalu keras.
b. Per putus.
c. Per ujung luar/dalam lepas pegangannya.
d. As-as dari roda penggerak kotor
10. Bejana air kurang tegak lurus
47.
2.3.3 Cara mengatasi kerusakan pada alat penakar hujan tipe hellmann
48. Adapaun cara untuk mengatasi kerusakan pada alat penakar hujan tipe
hellmann adalah sebagai berikut :
1. As pelampung ditarik keatas lalu dibersihkan dengan ampelas yang dibuat
dari kertas putih HVS diolesi dengan pensil hitam HB sampai tebal, lalu
dibuat menggosok sampai licin (as pelampung tidak boleh diminyaki.
2. Pelampung dipanaskan supaya air menguap, setelah kering baru disolder
kuningan, atau dilapisi dengan lilin bagian yang bocor.
3. Biasanya pegangan as pelampung bisa bergerak sehingga serat, harus
disejajarkan lagi.
4. Pipa dilepas dan dimasukkan sabun didalamnya dikocok-kocok hingga
bersih.
5. Pipa level harus distel dengan mengendorkan mur, lalu ditarik kalau terlalu
tinggi dan dimasukkan terlalu rendah dengan menuangkan air 10 mm,
berulang-ulang sampai pena pas angka 10 pena baru turun, karena kalau
pipa terlalu tinggi, pena akan lebih dari angka 10, dan kalau pipa terlalu
rendah pena belum sampai angka 10 air sudah turun.
6. Kalau paking karet rusak, mungkin air akan keluar dari situ dan udara akan
masuk sehingga keluarnya air tidak sempurna, karet harus diganti.
7. Kalau pena terlalu tinggi harus diturunkan, kalau pena terlalu rendah harus
dinaikkan dengan mengendorkan skrup tangkai pena yang memegang as
pelampung. Lalu dicoba memasukkan air 10 mm sampai angka 10 harus
turun diangka nol, dan harus diulang-ulang.
8. Pena kotor harus dibersihkan dengan alkohol 90% sampai bersih dan ujung
pena tidak boleh dipegang tangan, karena tangan kita berminyak, sehingga
tinta tidak akan mencatat pada pias.
9. Pemutaran yang terlalu keras menyebabkan macet.
10. Per putus bisa disambung dengan membakar per lalu dilubangi dan
disambungkan.
11. Apabila ujung per bagian luar lepas, maka harus dibongkar dan digulung
kembali, serta lubang disangkutkan pada dinding tempat per tersebut.
Namun apabila ujung dalam yang lepas, maka pakailah tang ujung yang
runcing sehingga menyangkut pada pemutar.
12. Apabila as-as rodanya kotor atau karatan, maka harus dikasih minyak. Aat
sebelumnya as angkernya dilepas terlebih dahulu, baru diputar berulang-
ulang sampau kotoran bersih. Kemudian minyak digosok dengan lap
sampai bersih.
7

13. Apabila bejana air kurang tegak lurus dan menyebabkan peralatan pada
pias miring, maka sekrup harus diputar di bawah bejana (terdapat tiga
sekrup), sehingga bejana menjadi datar atau tegak lurus.
49.
2.4 Kalibrasi

50. Mengkalibrasi penakar hujan tipe hellmann dapat juga diartikan


penyetelan pertama atau penyetelan ulang kedudukan posisi pena dan posisi pipa
gelas siphon sebelum alat dioperasikan. Penyetelan yang dilakukan adalah
penyetelan untuk menentukan kedudukan atau posisi pena di pias pada posisi awal 0
mm dan posisi puncak angka 10 mm. Cara yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Ambil silinder jam, putar per secukupnya (jangan terlalu pol), pasang pias pada
silinder tersebut dengan menggunakan penjepitnya, kemudian letakkan silinder jam
pada sumbunya dengan hati-hati.
2. Tuangkan air ke dalam corong secukupnya, sampai air keluar melalui pipa gelas
siphon. Setelah air berhenti mengalir, berarti permukaan air berada tepat pada ujung
bawah saluran gelas siphon yang berada pada tabung.
3. Pada kedudukan demikian, pena harus menunjuk posisi awal yaitu angka 0 pada pias.
Jika pena menunjuk lebih atau kurang dari 0, maka kedudukannya dapat diatur
dengan jalan mengendurkan sekrup yang menyekrup tangkai pena dengan tangkai
pelampung. Setelah sekrup kendur, kedudukan pena dapat disetel (dinaikkan atau
diturunkan) sehingga pena menunjuk pada angka 0, kemudian sekrup tadi
dikencangkan kembali.
4. Setelah memperoleh posisi pena pada angka 0, tindakan selanjutnya ialah menentukan
posisi puncak pena yaitu pada angka 10. Caranya tuangkan air sebanyak 10 mm.
sesuai takaran pada gelas hujan Hellmann atau sebanyak 200 cc (200 ml) kedalam
corong penakar hujan secara perlahan-lahan, sambil memperhatikan gerakan pena
dan kedudukan air dalam gelas siphon. Bila air telah tertuang semua dan pena tepat
menunjukkan angka 10 pada pias, namun air belum tertumpah keluar melalui pipa
gelas siphon berarti kedudukan gelas siphon terlalu tinggi. Untuk itu kedudukan pipa
gelas siphon harus diturunkan yaitu dengan cara mengedurkan klem/sekrup yang
terdapat pada gelas siphon. Kemudian secara perlahan-lahan masukkan (turunkan
gelas siphon) dengan arah kedalam tabung, sambil memperhatikan permukaaan air
yang terdapat pada lengkungan gelas siphon. Jika permukaan air telah mencapai
pertengahan lengkungan gelas siphon, hentikan penurunan gelas siphon dan
sekerupnya kencangkan kembali. Tambahkan air sedikit pada penakar hujan, maka air
dalam tabung akan tumpah keluar melalui gelas siphon, dan bersamaan dengan itu.
Pena akan bergerak turun secara vertikal sampai menunjuk angka 0 ketika air berhenti
mengalir.
5. Jika keadaan terjadi sebaliknya, yaitu air sudah tumpah keluar sebelum pena
menunjukkan angka 10, berarti kedudukan pipa gelas siphon terlalo rendah. Untuk
mengatasinya kendurkan sekrup dan tarik keatas pipa gelas siphon secukupnya,
kemudian ulangi lagi perlakuan seperti diatas, sehingga apabila dituangkan air
sebanyak 200ml. Pena akan turun tepat pada posisi angka 10mm pada pias.
6. Setelah penyetelan posisi pena pada angka 0 dan 10, kemudian lakukan beberapa kali
menuangkan air sebanyak 200 cc dan apabila hasilnya baik, maka alat siap
dioperasikan.

51.

2.5 Kelebihan dan Kekurangan penakar hujan tipe hellmann


2.5.1 Kelebihan Penakar Hujan Tipe Hellmann
52. Penakar hujan tipe hellman memiliki keunggulan dibandingkan dengan
tipe penakar hujan lainnya, sebagai berikut :

1. grafik yang dihasilkan oleh alat ini lebih halus dibandingkan alat penakar
hujan yang lain karena menggunakan sistem pelampung.
2. kita dapat mengetahui kapan terjadinya hujan karena alat ini bersifat
recording.
53.
2.5.2 Kekurangan penakar hujan tipe hellmann
54.
55. Penakar hujan tipe hellmann memiliki kekurangan sebagai berikut :
1. Alat ini sangat mudah mengalami kerusakan.
2. Sering mengalami kerusakan-kerusakan teknis seperti terlalu kencang
memutar per ataupun terlalu sedikit memutar per sehingga jam
berhenti sebelum berputar selama 24 jam.
56.

57.

58.

59.
60. BAB III

61. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Penakar hujan Otomatis tip hellman adalah penakar hujan yang dapat mencatat
sendiri data secara otomatis.
2. Ciri-ciri penakar hujan tipe hellman adalah berbentuk silinder dengan tinggi
115 cm, berat kurang lebih 14 kg, luas permukaan corong sebesar 200 cm2..
3. Penakar hujan tipe hellman dapat merekam berapa lama terjadinya hujan pada
hari tersebut, penghitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan jam
bekker yang diberi pena dan memutar kertas pias.
4. Pias Hellmann dibuka dan dipasang setiap jam 07.00 WIB, maka data yang
terekam mulai dari pukul 00.00 WIB tercatat dalam pias tanggal sebelumnya.
5. Dalam perawatan alat penakar hujan tipe hellman, perlu diperhatikan
kerusakan-kerusakan yang terjadi dan cara mengatasinya.
6. Kalibrasi alat penakar hujan tipe hellman dilakukan dengan menentukan
kedudukan atau posisi pena di pias pada posisi awal 0 mm dan posisi puncak
angka 10 mm.

62.

3.2 Saran
63. Dalam penggunaan alat penakar hujan tipe hellman ini, terdapat
beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kerbersihan komponen-komponen pada alat
merupakan poin penting dalam perawatan, karena akan berdampak pada performa alat
tersebut. Kerusakan akan rentan terjadi pada komponen alat yang kotor, sehingga cara
mengatasinya juga membutuhkan perhatian. Kalibrasi alat penakar hujan tipe hellman
harus dilakukan secara teliti, sehingga tidak akan mempengaruhi hasil pengukuran
saat digunakan.
64.
65.

66.

67.

68.
69. DAFTAR PUSTAKA

9
70. Bunganaen, Wilhelmus, Denik S. Krisnayanti, Yacobus A. Klau. 2013. Analisis
Hubungan Tebal Hujan pada Stasiun Klimatologi Lasiana Kota Kupang. Jurnal Teknik
Sipil 2, 181 190.

71. Djakiman. 2008. Praktek Observasi/Pengamatan Meteorologi Permukaan I.


Tangerang : Akademi Meteorologi dan Geofisika.

72. Nugroho, Wahyu. 2012. Pengembangan Sistem Peralatan Pengamnbil Sampel Air
Hujan Otomatisi. Tesis pada Jurusan Fisika Universitas Indonesia Depok : tidak
diterbitkan.

73. Rojali. 1997. Alat Alat Meteorologi (Jilid A). Jakarta : Departemen Perhubungan.

74. http://stamettanjungpandan.blogspot.nl/2013/05/penakar-hujan.html, diakses tanggal


11 Januari 2017.

75.

76.

77.