Anda di halaman 1dari 18

Tugas kelompok DosenPengampu

Ekonomi Islam II Heri Sunandar, Dr.M.CI

PROBLEMA KOPERASI INDONESIA


PASCA KRISIS MONETER

Oleh: Ei C/3

NOVITA PUTRI
11525204202

JURUSAN EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM
RIAU PEKANBARU
2016/2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan


karunia serta petnjuk-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
mandiri Ekonomi Islam II. Keberhasilan dalam pembuatan makalah ini, tidak
luput dari peran serta dosen pembimbing Bapak Heri Sunandar, Dr.M.CI
selaku dosen mata kulia Ekonomi Islam II.
Makalah ini bertema DINAMIKA KRISIS MONETER
INDONESIA TERHADAP KOPERASI saya berharap semoga tugas ini bisa
memenuhi kriteria penilaian yang baik serta bisa memberikan manfaat bagi
yang membacanya.
Apa yang kita pelajari semoga mendapatkan keridhan Allah dan
bisa kita terapkan dalam kehidupan kita nanti, dan kita sebagai bangsa
Indonesia yang baik kita harus bangga dan menjunjung tinggi lembaga atau
instansi yang kita punya. Demikian harapan penulis atas pembuatan makalah
ini. Kritik dan saran yang membangun selalu kami nantikan demi perbaikan
dalam pembuatan makalah untuk kedepannya.

Pekanbaru, Mai 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

Kata pengantar ..

i
Daftar isi ..

ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .

4
B. Rumusan Masalah

BAB II PEMBAHASAN
A. Koperasi suatu System .

6
B. Sejarah perkembangan koperasi dunia .

7
C. Perkembangan Koperasi di Indonesia ..

7
D. Dinamika Kopersi Indonesia

9
1. Zaman Belanda ...

9
2. Zaman Jepang .

3
10
3. Periode 1945-1967 .

10
4. Periode 1967-1992 .

11
5. Periode 1992-2005 .

12
6. Periode 2005-sekarang .......

12
E. Sejarah perkembangan koperasi dunia .

13
F. Fungsi dan Peran Koperasi ...

14

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan

Daftar Pustaka

4
BAB II
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Koperasi mulai tumbuh dan berkembang di Inggris pada
pertengahan Abad XIX yaitu sekitar tahun 1844 yang dipelopori oleh Charles
Howard di kampung Rochdale. Namun sebelum itu sebenarnya inspirasi
gerakan koperasi sudah lama Abad XVIII setelah terjadi revolusi industry dan
penerapan system ekonomi kapitalis. Gerakan ini digunakan oleh masyarakat
golongan ekonomi lemah, terutama buruh yang penghasilannya sangan kecil.
Gerakan ini bertujuan untuk memecahkan persoalan ekonominya akibat
tekanan pemilik perusahaan yang menyebabkan ekonominya makin melemah.
Setelah berkembang di Inggris koperasi menyebar ke berbagai
Negara baik di Eropa daratan, Amerika, dan Asia termasuk Indonesia. Pada
dasarnya di Negara-negara tersebut koperasi digunakan sebagai salah satu
alternative untuk memecahkan persoalan ekonomi dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Koperasi sebenarnya masuk ke Indonesia sejak akhir Abad XIX
yaitu sekitar tahun 1896 yang dipelopori oleh R.A. Wiriadmaja. Namun secara
resmi gerakan koperasi Indonesia baru lahir pada tanggal 12 juli 1947 pada
kongres I di Tasikmalaya yang diperingati sebagai hari koperasi Indonesia .
Dalam perkembangannya koperasi menjadi suatu system sendiri
dalam kehidupan ekonomi masyarakat sebagai upaya untuk memenuhi
kebutuhan hidup dan memecahkan permasalahan ekonomi yang dihadapinya.
Di Indonesia koperasi dijadikan soko guru perekonomian
Indonesia untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur. Untuk itu usaha
koperasi harus terus dibina dan dikembangkan agar dapat terus tumbuh dan
berkembang baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Untuk dapat membina

5
koperasi dengan baik dan benar maka kita harus mengetahui terlebih dahulu
sejarah perkembangan koperasi.1

B. Rumusan masalah
Ada beberapa hal pokok yang akan di bahas antaranya adalah:
1. Bagaimana system suatu koperasi?
2. Bagaimana sejarah kopersi di Dunia?
3. Bagaimana perkembangan koperasi di Indonesia?
4. Penyebaran Organisasi koperasi Modren?
5. Fungsi dan Peran Koperasi?

1 Subandi, Ekonomi Koperasi, (Bandung, Alfabeta, 2015), hlm: 2

6
BAB II
PEMBAHASAN

A. Koperasi suatu system


Persoalan yang dihadapi oleh manusia adalah bagaimana
memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak terbatas, sedangkan sumber-
sumber ekonomi terbatas. Berbagai cara telah digunakan untuk memecahkan
persoalan ekonomi yang mereka hadapi. Pada awalnya dalam pemecahan
kebutuhan hidupnya dilakukan secara individu, kemudian dalam
perkembangnnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut manusia
beusaha melakukannya secara bersama-sama.
Menurut R.L. Heilbroner ada tiga cara bagi masyarakat untuk
memecahkan permaslahan ekonomiyang mereka hadapi yaitu: dengan cara
mengorganisir masyarakat menurut tradisi, menurut komandp, dan menurut
pasar.
Meskipun cara-cara yang digunakan oleh masyarakat dalam
rangka usaha memenuhi kebutuhan, pemunculannya terjadi pada waktu yang
berbeda-beda, sejalan dengan perkembangan zaman, namun dalam
kenyataannya ketiga system ekonomi tersebut masih bisa ditemukan secara
bersamaan dalam masyarakat saat ini.
Pada era system kapitalis, inspirasi koperasi berseta gerakannya
dilahirkan dan merupakan cara yang digunakan masyarakat golongan ekonomi
lemah, khususnya kaum buruh, untuk memecahkan permasalahan ekonomi
yang dihadapinya dan dalam perkembangannya kemudian menjadi suatu
system sendiri dalam kehidupan ekonomi masyarakat.2

2 Ibid, hlm: 3-4

7
B. Sejarah perkembangan koperasi dunia
Koperasi pertama kali muncul pada awal abad ke 19, pada masa itu
di Negara-negara Eropa yang menerapkan system perekonomian kapitalis,
kaum buruh berada pada puncak penderitaannya.3
Dengan latar belakang seperti itu maka tidak mengherankan bila
keberadaan koperasi sangat erat kaitannya dengan perjuangan untuk
mewujudkan keadilan social. Pada mulanya pertumbuhan koperasi memang
tidak dapat dipisahkan dari ide-ide tentang pembaharuan masyarakat yang
dipelopori oleh gerakan sosialis. Ada beberapa penyebab kuatnya pengaruh
pemikiran sosialis dalam perkembangan koperasi.
1. Terdapat kesamaan motif antara gerakan koperasi dengan
gerakan sosialis.
2. Sebabagi suatu bentuk organisasi yang berbeda dengan
organisasi ekonomi kapitalis, koperasi menawarkan suatu
bentuk dasardari tatanan social yang berbrda dengan tatanan
social masyarakat kapitalis.

C. Sejarah perkembangan koperasi Indonesia


System ekonomi liberal mulai dilaksanaakan di Hindia Belanda,
Setelah pemerintha kolonia Belanda menghentikan pelaksanaan. Sejak saat ini
para penanam modal Belanda berlomba menginvestasikan dananta ke Hindia
Belanda. Bidang-bidang yang menarik bagi mereka untuk dikembangkan
seperti perkebunan, perdagangan dan transportasi, dan lain-lainnya.4
Beberapa tahun kemudian investasi besar-besaran yang di lakukan
innestor Belanda itu membawa keuntungan yang melimpah bagi mereka.
Antara tahun 1867 hingga tahun 1877 mereka berhasil membawa pulang ke

3 Ibid, hlm:6
4 Ibid, hlm: 12

8
negri Kincir Angin itu sebanyak kurang lebih 15 juta Gulden.Akan tetapi apa
yang diperoleh bangsa Hindi Belanda adalah tidak lain kemelaratan ayang
meraja lela atas kehidupan rakyat dimana-mana.
Pada tahun 1890 mulai didirikannya Bank Penolong dan
penyimpan. Prakarsa sang patih ditunjukkannya untuk membebaskan para
pegawai di daerahnya dari cengkraman kaum pengijon, dan inilah rintisan
yang mengawali gerakan perkoperasian di tanah air.
Sementara itu pergerakan nasional untuk mengusir penjajah
tumbuh dimana-mana. Kaum pergerakan pun dalam memperjuangkan mereka
memanfaatkan sector perkopersian. Titik awal perkembangan perkoperasian di
Bumi Nusantara ini bertepatan dengan berdirinya prkumpulan Budi Utomo
pada tahun 1908.
Namun pemerintah Belanda untuk memecahbela persatuan dan
kesatuan Rakyat Indonesi ternyata tidak terbatas pada politik saja, tapi
kesemua bidang termasuk perkoperasian. Hal ini di buktikan dengan terbitnya
Undang-undang Koperasi tahun 1933 No 108, tanpa menyatakan pencabutan
terhada undang-undang sejenis, yaitu Undang-undang Koperasi tahun 1927.
Akibatnya terjadi dualism dalam bidang pembinaan perkoperasian di Tanah
Air.
Akan tetapi pergerakan dan upaya penduduk untuk melepaskan
dirinya dari kesulitan Ekonomi tidak pula perna berhenti. Bahkan kemudian
tahun 1936 koperasi-koperasi yang mereka bentuk mengadakan
penggabungan yang diberi nama Moerder Central yang selanjutnya diubah
menjadi Gabungan Pusat Koperasi Indonesia (GAPKI). Pembentukan koperasi
baru-baru berkembang sampai awal tahun 1940 terdapat 656 buah Koperasi,
sebagian besar di antaranya yakni sebanyak 574 buah merupakan Koperasi
Kredit, baik yang bergerak di pedesaan dan perkotaan.5

5 Sudarsono, Koperasi, (Jakarta, Rineka Cipta, 2010, hlm; 36-42

9
D. Dinamika Koperasi Indonesia
Sejarah perkembangan koperasi di Indonesai tidak dapat
dipisahkan dari kehadiran pedagang-pedagang bangsa Eropa yang datang ke
Indonesia. Namun dengan keserakahan pedagang- pedagang Eropa untuk
meraih keuntungan yang sebesar-besarnya, maka padagang Eropa ingin
menguasai mata rantai perdagangan. Akibantnya terjadi penindasan
(menjajah) oleh pedagang-pedagang Eropa terhadap bangsa Indonesia. Dari
penderitaan inilah yang menggugah pemuda-puda bangsa Indonesia berjuang
untuk memperbaiki kehidupan masyarakat, salah satunya ialah dengan
mendirikan Koperasi.6
1. Zaman Belanda
R. Ari Wiraatmaja (seorang patih di Purwokerto) yang
memelopori berdirinya sebuah bank yang bertujuan menolong para
pegawai agar tidak terjerat oleh lintah darat. Usaha ini mendapat dukungan
residen Purwokerto E. Sieburg. Badan usaha yang dipilih untuk bank yang
diberi nama bank penolong dan tabungan ialah koperasi.
Pada tahun 1898, atas bantuan De Wolf van Westerrode,
jangkauan pelayanan bank diperluas kesektor pertanian, yaitu meniru pola
koperasi pertanian yang dikembangkan di Jerman. Karena masayarakat
tidak boleh berkembang terlalu jauh, maka upaya yang ditempuh
pemerintahan kolonia belanda ialah merintangi perkembangan yang
dirintis R. Ari Wiraatmaja.
Pada tahun 1908 Raden Soetomo melalui Budi Utomo berusaha
mengembangkan koperasi rumah tangga tetapi kurang berhasil karena
dukungan dari masyarakat sangat rendah. Hal ini disebabkan kesadaran
masyarakat akan manfaat koperasi masuh sangat rendah.

6 Ibid, hlm:12-16

10
Tahun 1913, serikat dagang Islam yang kemudian menjadi
Serekat Islam, memelopori berdirinya beberapa jenis koperasi Industri
Kecil dan kerajinan, namun tidak bertahan lama, yang disebabkan
lemahnya tingkat pendidikan, kurang penyuluhan, dan miskinnya
pemimpin koperasi.
Setelah itu perkembangan koperasi Di Indonesia menunjukkan
tanda-tanda yang mengembirakan, Study Club 1928 sebagai kelompok
intektual indonesia sangat menyadari peranan koperasi sebagai salah satu
alat perjuangan indonesia.

2. Zaman Jepang
Pada masa ini usaha-usaha koperasi di Indonesia disesuikan
dengan asas-asas kemiliteran. Usaha koperasi di Indonesia dibatasi hanya
pada kepentingan perang Asia Timur Raya yang di korbankan oleh Jepang.
Akibatnya perkumpulan koperasi yang berdiri berdasarkan peraturan
belanda harus mendapat persetujian ulang dari Suchokan.
Pada zaman ini, model koperasi yang terkenal dengan sebutan
kumiai, denga propaganda untuk meningkatkan kesehjahteraan mereka,
sehingga mendapat simpati yang luas dari masyarakat.
Dalam perkembangan selanjutnya, pemerintahan Jepang
menetapkan suatu kebijakan pemisahan urusan koperasi dengan urusan
perekonomian. Fungsi koperasi dalam periode ini benar-benar hanya
sebagai alat untuk mendistribusikan bahan-bahan kebutuhan pokok untuk
kepentingan Jepang dan bukan untuk kepentingan rakyat Indonesia.

3. Periode 1945-1967
Perjuangan kemerdekaan yang dilakukan oleh Bngsa Indonesia
berujung pada saat diproklamasikannya. Kemerdekaan Indonesia tanggal
17 Agustus 1945. Kemerdekaan secara politis ini membawa dampak
positif di segala bidang kehidupan bangsa Indonesia, termasuk kehidupan
perkoperasian. Bahkan sejak diberlakukannya UU dasar 1945 pada tanggal

11
18 Agustus 1945, maka peranan perkoperasian di Indoensia sangatlah di
utamakan.
Keinginan dan semangat untuk berkoperasi yang semula
hancur akibat politik Device et Impera (pecah belah) pada masa kolonia
Belanda dan dilanjutkan oleh system kumiai pada zaman penjajahan
Jepang, lambat laun kembali menghangat.
Agar perkembangan koperasi benar-benar sejalan dengan
semangat pasal 33 UUD 1945. Bekat kerja keras jawatan koperasi maka
perkembangan koperasi mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
Namun, perkembangan yang mengembirakan ini tidak berlangsung lama,
sebab akibat diterapkannya system demokrasi Liberal, perkembangan
koparasi kemudian menjadi terombang-ambing. Hal ini sejalan dengan
menggeloranya semangat dan nilai-nilai perjuang 45 antara rakyat dan
pemerintah saling membahu berusaha mengatasi persoalan-persoalan di
semua sector kehidupan, termasuk peranan koperasi di sector Ekonomi.7
Seiring perkembangan situasi politik dalam negri yang tidak
begitu mengembirakan, yang antara lain yang ditandai dengan
dikeluarkannya Dekrit Presiden pada tanggal 5 juli 1959. Keberadaan
koperasi disesuikan dengan perkembangan kebijaksanaan politik. UU
Koperasi No.79/1958 disahkan berdasarkan ketentuan UUDS 1950.
Pemerintah kemudian memberlakukan PP. No. 60/1969, sebagai
pengganti, UU No. 79.1958.
Pada tahun 1965 pemerintah mancabut PP No. 60/1969, dan
memberlakukan UU koperasi No. 14/1965. Pengganti UU ini
menyebabkan memburuknya perkembangan koperasi. Hal ini yang sangat
menonjol adalah sulitnya bagi seseorang untuk menjadi anggota koperasi
tanpa menggabungkan diri sebagai anaggota kelompok partai tertentu.

4. Periode 1967-1992

7 Sudarsono, Op.Cit, hlm: 43

12
Pemerintah orde baru memberlakukan UU No. 12/1967 sebagai
pengganti UU No.14/1965, disusul dengan melakukan rehabilitas koperasi
yang tidak dapatt menyesuikan diri dengan UU No. 12/1967 terpaksa
membukarkan diri.
Anggota koperasi pada pelita 1 berjumlah 2,5 juta dan pada
pelita V meningkat menjadi 19 juta, dengan volume usaha meningkat dari
Rp.88,5 Miliar menjadi Rp. 4,9 Triliun. Sehubungan dengen tantangan
yang dihadapi pada PJP II, dimana terjadi globalisasi Ekonomi yang mana
pada tahun 2003 ada AFTA, dan tahun 2020 ada AFEC.
Dalam menghadapi hal-hal tersebut pemerintah mengambil
langkah-langkah yang dengan strategis yang dengan memacu
perkembangan koperasi secara kualitatif dengan mengganti UU No.
12/1967 dengan UU No 25/1992 tentang koperasi.

5. Periode 1992-2005
Dengan diberlakukannya UU nomor 25/1992 tentang
perkoperasian maka terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam
pergerakan koperasi di Indonesia. Di mana pada undang-undang yang aru
tidak disebutkan secara eksplisit adanya unsur social, walaupun secara
implisit tersirat dalam prinsip-prinsip koperasi dan asas koperasi.
Dalam menghadapi persoalan-persoalan, pemerintah
mengambil langkah-langkah stategis yang diharapkan dapat memacu
perkembangan koperasi secara kualitatif amupun kuantitatif, yaitu dengan
mencabut inpres No 4 tahun 1984 dan mengganti dengan Inpers No 18
tahun 1998 tentang pengembangan koperasi. Dengan diberlakukannya
Inpers tersebut maka KUD sebagai satu-satunya koperasi di pedesaan
menjadi gugur. Dengan demikian pemerintah telah membuka kesempatan
seluas-luasnta kepada masyarakat untuk membentuk dan mengelola
koperasi tanpa batasan wilayah kerja, dan koperasi diberi kesempatan
untuk lebih mendiri dan bebas melakukan aktivitasnya, lebih-lebih dengan

13
berkembangnya iklim demokrasi di kalangan msyarakat, maka tidak perlu
ada campur tangan pemerintah.

6. Periode Sekarang
Setelah delapan tahun sejak krisi keungan dunia yang dimulai
di Amerika Serikat, koperasi dianggap sebagai titik terang dalam
mengatasi kondisi ekonomi yang stagnan, penurunan upah riil,
meningkatnya kedidaksetaraan, penghematan public yang berlebih-lebihan
dan kerusakan social dan lingkungan.
Pada awal Indonesia Merdeka, kontribusi koperasi terhadap
perekonomian kita hanya 1,5 %. Hingga sampai akhir tahun 2014,
kontribusi koperasi kita hanya 1,7 % atau sekitar Rp. 187 Triliun dari
Produk Domestik Bruto sebesar Rp. 10.377.
Bersumber data dari koperasi dan usaha kecil menengah
(Kemenkop UKM), tercatat jumlah total koperasi di Indonesia per
desember 2015 sebanyak 212.135. jumlah ini mencacatatkan Indonesia
sebagai Negara dengan jumlah koperasi terbesar di Dunia.

Rekapitulasi Data Koperasi Tahun 2010-2015

Tidak
Tahun Jumlah Aktif Aggota Unit
Aktif
2010 177.482 124.855 52.627 30.461.121 55.818
2011 188.181 133.366 54.927 30.849.913 58.004
2012 194.295 139.321 54.974 33.869.439 65.986
2013 203.701 143.117 60.584 35.258.126 67.672
2014 209.488 147.149 62.239 36.443.953 80.008
2015 212.135 2.723 209.412

D. Penyebaran Organisasi koperasi Modren

14
Koperasi sebagai organisasi ekonmi yang berwatak social dapat
dijumpai hampir di semua Negara, baik Negara maju maupun Negara sedang
berkembang. Pada mulanya organisasi tersebut tumbuh di Negara Industri di
Eropa Barat, namun setelah muncul kolonisme di beberapa Negara-negara
berkembang atau Negara-negara miskin yang menjadi daerah jajahan. Setelah
Negara-negara jajahan mengalami kemerdekaan, banyak Negara yang
memanfaatkan koperasi sebagai salah satu alat pembangunan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.8
Koperasi Modren didirikan pada akhir Abad ke18 terutama sebagai
jawaban atas masalah-masalah social yang timbul selama awal Revolusi
Industri. Perubahan-perubahan yang berlangsung saat itu, yang disebabkan oleh
perkembangan ekonomi pasar dan penciptaan berbagai persyaratan pokok
untuk berlangsungnya proses industrialisasi serta modrenisasi perdagangan dan
pertanian yan cepat, membawa dampak yang menguntungkan dan merugikan
bagi berbagai kalangan masyarakat.
Ada beberapa prinsip-rinsip koperasi yang dijadikan dasar kegiatan
oleh berbagai koperasi di dunia:
1. keanggotaan yang bersifat terbuka
2. pengawasan secara demokratis
3. Bungan yang terbatas atas modal
4. Pembagian SHU yang sesuai dengan jasa anggota
5. Penjualan dilakukan sesuai dengan harga pasar yang berlaku
dan secara tunai.
6. Tidak ada diskriminasi berdasarkan ras, suku, agama dan
politik
7. Barang-barang yang dijual harus merupakan barang-barang
yang asli, tidak rusak atau palsu
8. Pendidikan terhadap anggota secara berkesinambungan.

8 Hendra, Manajemen perusahan Koperasi ( Semarang, Erlangga, 2010), hlm: 3-5

15
E. Fungsi dan peran Koperasi
Adaun fungsi koperasi antara lain yaitu:9
1. Memenuhi kebutuhan anggota untuk memajukan kesejahteraannya.
2. Membangun sumber daya anggota dan masyarakat
3. Mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota.
4. Mengembangkan aspirasi ekonomi anggota dan masyarakat di lingkungan
kegiatan koperasi.
Membuka peluang kepada anggotanya untuk mengaktualisasikan diri
dalam bidang ekonomi secara optimal.

Sedangkan peranan koperasi antara lain:


1. Wadah peningkatan taraf hidup dan ketangguhan berdaya saing para
anggota dan masyarakat dari system ekonomi Nasional.
2. Bagian integra dari system ekonomi nasional
3. Pelaku strategis dalam system ekonomi rakyat
4. Wadah pencerdasan anggota dan masyarakat di lingkungannya.

9 Ansharullah, Ekonomi Koperasi, (Mutiara Pesisir Sumatra, 2013) hlm: 32-33

16
BAB III
Penutup

Koperasi sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan


perjuangan ekonomi rakyat yang dibangun menghalangi system ekonomi
kapitalisme yang individual dan komunis yang kepemilikan oleh negra sehingga
mencekik rakyat kecil yang sangat miskin, dimana system tersebut juga
mengabaikan kreativitas dan inovasi seseorang.
Dari data yang di dapat dari rekapitulasi koperasi Badan Pusat
Statistik bahwa dari tahun ke tahun jumlah koperasi dari tahun ke tahun
meningkat, tapi jumlah koperasi juga semakin meningkat. Itu adalah tugas kita
bersama-sama dengan pemerintah untuk membangun koperasi Indonesia yang
membangun masyarakat yang membutuhkan. Hal yang terpenting adalah
membangun koperasi yang berkualitas bukan untuk menembah tenaga kerja yang
tidak mempunyai keahlian dalam mengembangkan koperasi.

17
Daftar Pustaka

Ansharullah,2013, Ekonomi Koperasi, Pekanbaru: Mutiara Pesisir Sumatra

Hendra, 2010, Manajemen perusahan Koperasi, Semarang: Erlangga

Subandi, 2015, Ekonomi Koperasi, Bandung :Alfabeta

Sudarsono, 2010, Koperasi, Jakarta: Rineka Cipta

18