Anda di halaman 1dari 12

2.

METODE NON MATRIK

Observasi Dan Analogi

Masalah-masalah lingkungan yang timbul sebagai akibat adanya


kegiatan/ proyek sejenis di daerah lain, dikaji cermat guna dijadikan basis
atau bahan pertimbangan untuk memprakirakan dampak yang akan
timbul di wilayah studi. Perlu ketelitian dan kecermatan dalam memilih
kegiatan/proyek sejenis yang akan digunakan sebagai analogi, mengingat
adanya perbedaan dalam dimensi ruang dan waktu.

Kajian Pustaka

Metode telaah pustaka digunakan untuk keperluan identifikasi dan


evaluasi dampak potensial. Identifikasi dan evaluasi dampak potensial
dapat dilakukan, lebih cepat berkat adanya data dan informasi dari studi-
studi yang sejenis. Pustaka yang ditelaah antara lain:
Buku-buku teks atau journal tentang dampak lingkungan suatu
rencana kegiatan/proyek.
Dokumen amdal/semdal dan proyek-proyek sejenis atau dari proyek
disekitar wilayah studi.
Laporan resmi tentang masalah lingkungan disekitar wilayah studi
yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, departemen sektoral,
atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Laporan-laporan penelitian tentang masalah lingkungan disekitar
wilayah studi.
Professional Judgement

Dengan cara ini prakiraan dan evaluasi dampak lingkungan


dilakukan berdasarkan atas penilaian para pakar yang memiliki keahlian
dan pengalaman panjang di bidangnya, dan memiliki reputasi tingkat
regional, nasional maupun internasional.
Adhock/ Delphi

Metode Ad Hoc adalah metode yang sedikit sekali memberikan


pedoman kepada tim. Metode ini tidak membagi lingkungan ke dalam
komponen lingkungan yang mendetail namun hanya membagi bidang
dampak yang lebih luas. Metode Ad Hoc sangat sederhana dan tidak
mempunyai acuan tertentu sehingga hasilnya tidak konsisten antara satu
penelitian dengan penelitian lainnya.

Metode ini tidak memberikan petunjuk yang terinci tentang


penilaian dampak yang disarankan adalah hal-hal umum tentang
kemungkinan dampak seperti dampak pada tumbuhan, binatang, danau,
hutan dan lain-lain. Metode ini tidak menganjurkan suatu pengkajian
terhadap parameter khusus.

Prosedur Ad Hoc melibatkan suatu tim ahli yang pendugaannya


mengenai suatu dampak menurut keahliannya masing-masing
digabungkan. Misalnya untuk suatu rencana pembuatan jalan raya, maka
kemungkinan dampak yang perlu diperhatikan dan ahli yang mengkajinya.

Tabel 1. Matriks Ad Hoc Dari Suatu Kegiatan Terhadap Lingkungan


Kegunaan

Berlawanan

Masalah
DampakTidak Ada

PositifDampak
NegatifDampak

PendekJangka

PanjangJangka

BerbalikDapat

BerbalikTidak

Dampak
Lingkung
an

Komponen
Satwa Liar x x x
Spesies yang Akan x
Punah
Vegetasi Alam x x x
Sifat Tanah x
Drainase Tanah x
Air Tanah x x
Kualitas Air x x x x
Kesehatan x
Nilai Ekonomi x x x
Pelayanan Masyarakat x
Bagan Alir

Metode Bagan Alir, adalah merupakan metode yang mengupayakan


model hubungan sebab akibat melalui identifikasi keterkaitan antara
kegiatan proyek yang berpotensi menimbulkan dampak, dengan
komponen lingkungan yang akan terkena dampak. Dipelopori oleh
Sorenson pada tahun 1971 yang menyajikan dampak kegiatan proyek
terhadap lingkungan dalam bentuk jaringan kerja (net working), yang
sering disebut juga sebagai skema aliran (flow chart) atau aliran dampak
(impact flow). Metode Bagan Alir sebenarnya memudahkan untuk
memahami interaksi yang akan terjadi antara kegiatan proyek dengan
komponen lingkungan yang terkena dampak. Metode ini tergolong
komunikatif untuk materi diskusi dan konsultasi dengan para pejabat
instansi pemerintah atau masyarakat awam yang ingin mengetahui
dampak lingkungan suatu kegiatan/proyek. Dengan bagan alir
memungkinkan seseorang mengikuti logika berfikir yang runtut
(kronologis), dari sejak terjadinya dampak primer (orde 1) hingga
beberapa orde selanjutnya. Dapat pula diprediksi dampak negatif yang
mungkin timbul sejak tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, tahap
operasi, bahkan sampai tahap pasca operasi, walaupun pada tahap awal
proyek dampak tersebut tidak terlihat atau masih berdampak positif.
Kelemahannya setiap orang akan menyusun bentuk alir yang berbeda-
beda, kesalahan atau ketidak tepatan dalam menyusun bentuk aliran
dampak sangat mungkin terjadi, dan tidak sederhana, ruwet, sehingga
bagi pemula menganggap dampak rencana kegiatan menjadi sangat
banyak.

Gambar 1. Contoh Penggunaan Metode Bagan Alir Dalam Identifikasi


Dampak (Bagan Alir Dampak Penting Hipotetik Kegiatan Revitalisasi Pantai
Losari pada Tahap Konstruksi).
Tumpang Tindih / Overlay

Metode Overlays merupakan pendekatan yang sering

digunakan dalam tata


guna lahan/ landscape.
Metode ini dibentuk
melalui pengunaan
secara tumpang tindih (seri) suatu peta yang masing-masing mewakili
faktor penting lingkungan atau lahan. Pendekatan teknik overlays efektif
digunakan untuk seleksi dan identifikasi dari berbagai jenis dampak yang
muncul. Kekurangan dari teknik ini adalah ketidak mampuan
dalamkuantifikasi serta identifikasi dampak (relasi) pada tigkat sekunder
dan tersier.
Overlays dibentuk oleh satu set peta transparan yang masing-
masing mempresentasikan distribusi spasial suatu karakteristik
lingkungan (contoh: kepekaan erosi). Informasi untuk variable acak harus
dikumpulkan terlebih dahulu sebgai standar unit geografis di dalan suatu
area studi, dan dicatat pada satu rangkaian peta (satu untuk masing-
masing variable). Peta ini kemudian di overlay untuk menghasilkan suatu
peta gabungan. Hasil peta gabungan memperlihatkan karakter fisik area,
social, ekologis, tata guna lahan dan karakteristik lain yang berkaitan
dengan lokasi yang diusulkan. Untuk menyelidiki derajat/ tingkatam dari
dampak, alternative proyek yang lain dapat ditempatkan pada peta akhir.

Metode Overlays membagi area studi ke dalam unit geografis


berdasarkan pada keseragaman titik-titik grid dalam ruang, bentuk
topografis berdasarkan pada keseragaman titik grid dalam ruang, bentuk
topografis atau perbedaan penggunan lahan, pemotretan udara dan lain-
lain, digunakan untuk merangkai informasi yang dihubungkan dengan
faktor lingkungan dan manusia di dalam unit yang geografis. Melalui
penggunaan teknik overlay, berbagai kemungkian penggunaan lahan dan
kelayakan teknik dapat ditentukan secara visual.
Menggunakan sejumlah peta di tempat proyek yang akan dibangun
dan daerah sekitarnya yang akan dibangun dan daerah sekitarnya yang
tiap peta menggambarkan komponen-komponen lingkungan yang lengkap
meliputi: aspek fisik-kimia, biologi, social-ekonomi dan social budaya.
Penggabungan dalam bentuk penampalan akan menunjukan kumpulan
atau susunan keadaan lingkungan daerah tersebut.
Overlays merupakan suatu system informasi dalam bentuk grafis
yang dibentuk dari penggabungan berbagai peta individu. Agregat dari
kumpulan peta individu ini (peta komposit) mapu memberikan informasi
yang lebih luasdan bervariasi. Masing-masing peta transparasi
memberikan informasi tentang komponen lingkungan dan social. Peta
komposit yang terbentuk memberikan gambaran tentang konflik antara
proyek dan faktor lingkungan. Metode ini tidak menjamin akan
mengakomodir aemua dampak potensial. Contoh. Peta suato reservoir
dalam proyek DAM akan memperlihatkan potensi terhadap terjadinya
banjir yang kemudian dapat di-overlay dengan peta habitat hewan,
aktifitas manusia dan sebaagainya.

Langkah-langkah yang harus dikumpulkan :

1. Mengumpulkan peta tematik yang relevan di rencana proyek

2. Mencetak dalam transparency sheet agar mudah di-overlay-kan

3. Menginterprestasikan peta baik tentang kesuburan tanah, vegetasi,


curah hujan dan zona iklim dan lain-lain sehingga diperoleh informasi
yang cukup dalam mengenai rona awal lingkungan yang selanjutnya
dapat dilakukan pendugaan dampak yang akan terjadi jika proyek
dilaksanakan.

Kelemahan :

1. Perlu peta tamatik yang banyak padahal di Indonesia peta jenis


tersebut sulit diperoleh

2. Perlu keahlian khusus dalam menginterprestasikan peta hasil overlay


3. Evaluasi dampak sulit dikuantifikasi

4. Perlu biaya yang mahal

Gambar 1. Contoh Overlay

Daftar Uji/ Checklist

Metode Checklists merupakan metode dasar untuk


mengembangkan metode lain, metode ini sangat sederhana, berbentuk
daftar komponen lingkungan yang digunakan untuk menentukan
komponen mana yang akan terkena dampak. Metode Checklists
merupakan metode yang lebih baik dibandingkan dengan metode Ad Hoc
karena telah ada susunan aktivitas kegiatan proyek dan komponen
lingkungan. Metode ini telah berkembang dari yang paling sederhana
hingga yang kompleks. Pertama dibuat terlebih dahulu daftar dari
berbagai macam dampak yang mungkin terjadi berkaitan yang
direncanakan dan rencana alternatifnya.

Prosedur umum untuk membuat checklists adalah:

a. Tentukan sasaran dari checklist. Apa tujuan, dimana akan


digunakan, dan bagaimana hasila akhir yang diharapkan. Kemudian
hal pa saja yang tidak dapat dicapai dengan hanya menggunakan
metode ini.
b. Mengidentifikasi cakupan wilayah keahlian yang diperlukan dalam
checklist, dan memilih orang yang berkompeten dalam masing-
masing bidang.
c. Mulailah mengembangkan checklist. Kemudian membagi project
tersebut ke dalam beberapa subsistem untuk memudahkan analisis.
d. Mengambil penilaian independen dari manajer atau project engineer
berpengalaman.
e. Memperbaharui checklists jika diperlukan, ketika informasi-
ingormasi tambahan tentang project tersebut diperoleh.

Secara garis besar metode checklist dibagi menjadi:

1. Checklist sederhana (simple checklist)

Checklist sederhana merupakan suatu bentuk metode checklist


yang paling sederhana. Pada dasarnya berbentuk sebagai daftar dari
komponen lingkungan yang akan diduga dampaknya baik yang
menguntungkan maupun merugikan terhadap tiga tingkat atau fase
pembangunan yaitu;

1) Tingkat perencanaan atau desain proyek


2) Tingkat konstruksi proyek
3) Tingkat proyek berjalan

Metode ini menjadi sederhana karena dalam mengidentifikasi berbagai


potensi dampak tidak disajikan informasi dalam bentuk ukuran dan
interpretasi.

Tabel 2. Contoh Daftar Uji Sederhana Suatu Rencana Proyek Pembuatan


Jalan

Tahap Kegiatan
Proyek Prakonstruk Konstruksi Operasiona
si l
Komponen Lingkungan
I. Dampak Kebisingan
A. Kesm x x
as
B. Tata
Guna Lahan
II. Dampak Kualitas Udara
A. Kesmas x x
B. Tata Guna Lahan
III. Dampak Kualitas Air
A. Air Tanah x x
B. Air Permukaan
C. Aspek-Aspek
Kualitas
IV. Dampak Erosi Tanah
A. Ekonomi dan Tata x x
Guna Lahan
B. Pencemaran dan
Pengendapan
V. Dampak Ekologi
A. Flora x x
B. Fauna
VI. Dampak Ekonomi
A. Tata Guna Lahan x x x
B.
Keterangan: x = Ada dampak (positif atau negatif).

2. Checklist berskala (Scaling checklist)

Metode ini dikembangkan oleh Adkins dan burke untuk melakukan


pendugaan dampak lingkungan dari beberapa alternative proyek. Metode
ini merupakan teknik pendugaan dampak lingkungan denganskala yang
dibuat mulai dari minus lima sampai positif lima. Komponen dampak dari
proyek yang digunakan oleh Adkins dan burke dikelompokan menjadi:
transportasi, lingkungan, sosiologi dan ekonomi.

3. Checklist berskala dengan pembobotan (Scaling Wighlig Checklinst)

Metode ini berisi uraian mengenai komponen-komponen lingkungan


yang tersusun dalam checklist seperti cara penyusunan checklist berskala
yang memberipenilaian dari tiap parameterdan kepentingan yang telah
ditetapkan.

4. Daftar uji kuisioner (quetioner checklist)

Daftar uji jenis ini adalah daftar uji dengan kuisioner. Daftar uji
kuisioner ini akan memberi manfaat bila dalam mengidentifikasi dampak
potensial didukung dengan pengamatan ke wilayah sekitar rencana
kegiatan.
Tabel 3. Daftar Uji Kuesioner untuk Rencana Proyek Pariwisata
Kelompok A Lingkungan/Kaitan dengan Sumberdaya
1 Konsekuensi lingkungan apakah yang diprakiraan akan
terjadi karena perubahan pola tata guna lahan dan
perpindahan penduduk sebagai akibat adanya atau/dan
operasi proyek ?
2 Apakah proyek akan menyebabkan kedatangan banyak
orang untuk mencari pekerjaan ? Jika ya, masalah
lingkungan sosial apa yang diprakirakan terjadi ?
3 Dst
Kelompok B Rancangan Proyek dan Konstruksi
1 Apakah rancang bangun proyek cocok dengan
lingkungan alamiah ?
2 Apakah sifat khas daerah tersebut diperhatikan dalam
rancang bangun proyek ?
3 Dst
Kelompok C Operasi
1 Apakah ada kegiatan operasi yang akan menyebabkan
kerusakan lingkungan fisik atau sosial ?
2 Apakah rancang bangun pasokan air dan pengelolaan
limbah mencukupi persyaratan ?
3 Dst
Kelompok D Faktor Sosial Budaya
1 Sudahkah dampak proyek dan kegiatan lain yang
berkaitan dengan proyek terhadap kebudayaan dan pola
hidup lokal dievaluasi ?
2 Apakah dengan adanya operasi proyek akan
menimbulkan kendala pada penduduk lokal dan
disharmoni ?
3 Dst
Kelompok E Aspek Kesehatan
1 Apakah sarana dan tenaga pelayanan kesehatan yang
ada cukup untuk melayani kebutuhan yang meningkat ?
2 Apakah sarana dan tenaga tersebut memenuhi standar
untuk melayani para wisatawan ?
3 Dst
Kelompok F Pertimbangan Jangka Panjang
1 Proyek lain apakah yang direncanakan dikemudian hari
dan bagaimana interaksi proyek tersebut dengan yang
diusulkan ?
2 Apakah nilai pariwisata akan tetap penting di daerah
tersebut ataukah ada keraguan nilai tersebut akan
hilang atau dikorbankan untuk keperluan lain ?
3 Dst

5. Daftar uji diskriptif (descriptive checklist)

Daftar uji diskriptif menguraikan tentang hal-hal yang patut diteliti oleh
penyusun AMDAL/SEL seperti data dan informasi yang diperlukan untuk
analisis parameter yang diduga sebagai dampak penting, sumber data
dan bahkan metoda prakiraan dampak yang direkomendasikan untuk
diterapkan. Umumnya daftar uji deskriptif ini di awali dengan parameter
yang relevan untuk diteliti dan selanjutnya diikuti dengan petunjuk
pencarian data. Kekuatan metode daftar uji terletak pada
kesederhanaanya, namun demikian apabila daftar uji ini tidak
diversifikasikan dengan kondisi lingkungan dan proyek yang diteliti, maka
kemungkinan besar butir-butir yang dipanadang relevan untuk ditelaah
tidak termuat dalam daftar, dan sebaliknya hal-hal yang tidak relevan
tercantum dalam daftar. Mengingat dampak suatu proyek bersifat unik
dan khas maka relative tidak ada daftar uji yang berlaku sama untuk
semua jenis proyek di semua lokasi/ruang. Dengan demikian isi atau
materi daftar uji yang relevan dengan karakteristik proyek dan kondisi
wilayah sekitar proyek harus dikembangkan sendiri oleh penyusun
AMDAL/SEL. Satu kelemahan lain dari daftar uji adalah tidak diketahuinya
secara jelas sumber penyebab dampak. Komponen lingkungan yang
diamati ekologi, kesehatan, kualitas udara, air permukaan, air bumi,
sosiologi, ekonomi, kebisingan dan transportasi. Tanda tiap dampak
interaksi dapat digolongkan kedalam empat kategori yaitu:

1) Kategori menunjukan bahwa potensi dampak harus dinilai atau


diperkirakan setiap kali aktivitas dilakuakan
2) Dampak yang biasa timbulmtetpi mungkin samja tidak ada, hal ini
tergantung pada keadaan masing-masing.
3) Dampaknya kecil tetapi dapat diduga masalahnya dan timbulnya
akan ditetapkan berdasarkan keadaan masing-masing.
4) Tidak ada indikasi mengenai potensi dampak, sehingga aktivitas
tertentu dapat ditetapkan sebgai aktifitas yang tidak menimbulkan
dampak lingkungan.

Tabel 3. Daftar Uji Deskriptif untuk Analisis Lahan, Zonasi atau Rezonasi
(Sebagian)
Bidang dan Sub Bidang Sumber Informasi/
Ukuran Yang Alternatif Ukuran Teknik Prakiraan
Disarankan
I. Ekonomi Lokal
Neraca Fiskal:
1. Perubahan netto Pendapatan:
dalam arus fiskal pendapatan
(pendapatan keluarga yang
dikurangi diprakirakan
pengeluaran) menurut jenis
perumahan; nilai
tambah pemilikan.
Pengeluaran:
analisis permintaan
pelayanan baru;
biaya yang
dikeluarkan;
kapasitas yang ada
menurut jenis
pelayanan.
Lapangan Pekerjaan:
2. Perubahan dalam 1.a. Jumlah bersih Langsung dari
persen dan jumlah lapangan pekerjaan perusahaan baru:
orang yang bekerja, baru jangka pendek atau diprakirakan
menganggur, tidak dan jangka panjang dari luas bangunan,
bekerja penuh, yang tersedia untuk pola penduduk lokal,
menurut tingkat daerah setempat imigrasi yang
keterampilan diprakirakan, profil
pengangguran yang
ada.
Kekayaan:
3. Perubahan nilai Pemasokan dan
lahan permintaan lahan
dengan zone serupa,
perubahan
lingkungan dekat
permukiman
II. Lingkungan Alam
Kualitas
Udara/Kesehatan: 4.a. Perubahan dalam Kadar ambien yang
4. Perubahan dalam kadar zat pencemar ada, emisi yang ada
kadar zat pencemar relatif terhadap baku dan diprakirakan di
menurut frekuensi mutu kemudian hari,
kejadian dan jumlah 4.b. Perubahan dalam model dispersi, peta
orang yang terkena emisi zat pencemar populasi
resiko. relatif terhadap
neraca emisi atau
sasaran
Gangguan:
5. Perubahan dalam 5.a. Perubahan dalam Garis dasar bagi
kejadian gangguan kementakan penduduk, proses
visual (asap, kabut) terjadinya atau industri yang
atau gangguan perubahan dalam diprakirakan akan
alfaktoris (bau) dan intensitas gangguan terjadi, volume lalu
jumlah orang yang kualitas udara lintas.
terkena (penilaian kualitatif)

Keuntungan Metode Checklist:


Metode ini sederhana untuk dilakukan, adanyan pencatatan pada diskripsi
memung kinkan observer mengetahui konteks perilaku secara lengkap.
Kekurangan Metode Checklist:
1) Karena tidak memiliki standart khusus, item-item dalam pada
pengetahuan dan pengalaman para penyusun checklist.
2) Checklist hanya merupakan yes or no questionyang tidak dapat
menggambarkan secara rinci efisiensi dai suatu subsitem dalam
projet yang dilaksanakan.
3) Checklist tidak dapat mengurutkan skala prioritas suatu hazard.