Anda di halaman 1dari 2

3.

2 AKUISISI MIKROSEISMIK

Mikroseismik merupakan metode geofisika yang banyak digunakan dalam bidang seperti
eksplorasi minyak bumi dan gas bumi. Eksplorasi panas bumi,studi kegunung
merapian,pembelajaran struktur dalam bumi serta kegempaan.alat mikroseismik harus dapat
mengidentifikasi peluruhan getaran yang terdapat dalam medium ,bersama dengan boardband
seismometer mengukur secara real time pergerakan tanah kemudian dapat direkam sebagai
fungsi waktu.mikroseismik merupakan aktivitas gelombang seismic yang berukuran kecil ,sama
seperti dalam proses gempa bumi hanya saja belum tentu dirasakan oleh manusia.gelombang
seismic adalah gelombang yang dapat dibagi menjadi dua tipe utama yaitu gelombang badan
(body wave),yang terdiri dari gelombang longitudinal(Gelombang P) dan gelombang
transversal(gelombang S).gelombang P juga disebut gelombang kompresi yang mempunyai
gerak partikel sejajafr dengan arah penjalaran gelombang.gelombang P dapat menjalar melalui
medium padat,cair dan gas.Gelombang S mempunyai gerak partikel tegak lurus dengan arah
penjalaran gelomabang.berbeda dengan gelombang S hanya dapat menjalar di medium padat saja
dam mempunyai kecepatan yang lebih lambat dibandingkan gelombang P.Kedua jenis
gelombang inilah yang berperan penting dalam eksplorasi minyak dan gas bumi.

Untuk akuisisi data dalam mikroseismik terdapat Ketentuan pengukuran.ini disebabkan


untuk memeperoleh data yang baik ada beberapa hal yang harus diperhatikan.berikut merupakan
hal hal yang perlu diperhatikan dalam pengukuran mikroseismik Parameter rekaman yang terdiri
dari Penentuan gain(pembesaran) semaksimal mungkin tanpa terjadi sartunasi.penentuan gain
yang terlalu besar akan mengakibatkan sinyal tersartunasi.Pastikan pula semua komponen di
setting dalam gain yang sama besar,selanjutnya Penentuan frekuensi pencuplikan yang terlalu
kecil akan mengakibatkan efek aliasing,dengan menggunakan frekuensi pencuplikan minimal
empat kali lebih besar dari frekuensi maksimal yang terkanding dalam sinyal seismik spasi antar
titik disesuakian dengan luas area yang akan diukur.untuk daerah yang luas bias digunakan spasi
500m.Agar data yang diperoleh lebih rapat dapat digunakan spasi 250 m tetapi akan berakibat
jumlah titik yang akan diukur kan semakin banyak sehingga harus disesuakan dengan waktu
yang dimiliki untuk pengukuran.minimal dapat digunakan tiga titik pengukuran.selai faktor diata
yang dapat mempengaruhi hasil rekaman adalah gangguan local,misalnya langkah
kaki,kendaraanyang lewat,derau mesin.walaupun gangguan local ini bisa dihindari saat
melakukan prossesing data tetapi dianjurkan untuk menghindari hal-hal tersebut dengan
menentukan titik ukur di tempag yang bebas nosie.

Prosedur yang dilakukan untuk akuisisi data mikroseismik pertama dilakukan peninjauan
terhadap kondisi lingkuangan apakah bebas dari noise atau tidak kemudian apabila lokasi titik
ukur berada pada daerah yang dominan noise,lokasi pengukuran digeser hingga noise yang
terukur seminimal mungkin,setelah itu dibuat lubang pada permukaan tanah untuk menatakan
paving block dan memastikan paving blok yang dipasang telah baik kemudian meletakan sensor
kearah utara geografis kemudian leveling buble pada sensor diputar skrup di bagian bawah
sensor selanjutnya kabel konektor dipasang (sensor-data logger,data logger-laptop) kemudian
sensor ditutup menggunakan ember.Parameter pengukuran diatur sesuai keperluan
(gain,frekuensi,pencuplikan,durasi rekaman) dan pastikan respon sensor siap untuk pengukuran
dengan dilakukan uji getaran dan dilihat pada layar lalu mulai rekaman dan menjauh dari sensor
dan jangan membuat getaran.