Anda di halaman 1dari 5

Interface Electronic Circuit

Signal yang berasal dari sensor terlebih dahulu harus dikondisikan agar signal tersebut
dapat diproses. Untuk mengkondisikan signal tersebut digunakan rangkaian interface.
Dengan kata lain, rangkaian interface merupakan jembatan penghubung antara sensor dan
processing device. Oleh karena itu, sebuah rangkaian interface harus memiliki masukan
(input) yang bersesuaian dengan sensor dan hasil keluarannya (output) dapat diproses oleh
processing device.

Gambar 1. Rangkaian Interface sebagai penghubung yang mencocokan antara keluaran dari sensor dan input
pada rangkaian prosesing (load device).

1. Karakteristik Input dari Rangkaian Interface

Untuk mengetahui keakurasian rangkaian interface dalam memproses signal yang


berasal dari sensor dan error yang dihasilkan, terdapat beberapa besaran yang merupakan
karakteristik input dari rangkaian interface. Berikut merupakan beberapa karakteristik
tersebut

Input Impedance

Input Impedance adalah besaran yang menunjukkan berapa besar rangkaian interface
membebani sensor. Impedance biasa dituliskan dalam persamaan matematika sebagai
berikut,

Dimana V dan I merupakan tegangan dan arus (keduanya dalam kompleks) pada input
impedance.

Gambar 2. Kompleks input Impedance pada rangkaian interface (A) dan rangkaian ekivalen untuk
sebuah voltage-generating sensor (B). E merupakan signal keluaran dari sensor.

1
Offset Voltage dan Input Bias Current

Kedua besaran ini dihasilkan oleh rangkaian interface sendiri. Tegangan offset dan
arus bias biasanya sangat bergantung pada besaran temperatur.

Gambar 3. Rangkaian ekivalen yang menunjukan sumber noise pada bagian input.

Diagram rangkaian ekivalen di atas menunjukkan tegangan offset (e0) terhubung seri
dengan input dan menghasilkan noise yang tidak bergantuk pada impedansi output dari
sensor.
Input bias current (i0) biasanya sangat menimbulkan masalah ketika komponen dari
rangkaian atau sensor menghasilkan impedansi yang tinggi.

Leakage Current

Arus ini bisa menjadi sumber error ketika bekerja pada rangkaian dengan nilai
impedansi yang tinggi. Biasanya arus ini bersumber dari hambatan yang rendah pada
permukaan PCB.

2. Penguat (Amplifier)
Sebagian besar sensor biasanya menghasilkan sinyal keluaran yang rendah. Oleh karena
itu diperlukan adanya penguat pada rangkaian interface. Selain berfungsi untuk memperkuat
sinyal keluaran dari sensor, rangkaian amplifier juga berfungsi sebagai penyesuai impedansi,
filter, dan isolator antara input dan output.
Berikut merupakan beberapa contoh penguat (amplifier) :

Operational Amplifier

Sebuah Op-Amp yang baik harus memiliki beberapa karakteristik berikut :


1. Memiliki dua masukan inverting(-) dan noninverting(-).
2. Hambatan masukannya sangat tinggi (orde ratusan MOhm sampai dengan
GOhm).
3. Hambatan keluarannya rendah.
4. Nilai CMRR nya tinggi.
5. Tegangan input offset rendah.
6. Arus input bias rendah.

2
7. Penguatan Open-Loop tinggi.

Berikut merupakan symbol dari rangkaian Op-Amp dan Respon terhadap frekuensi :

Gambar 4. a) Simbol Op-Amp, b) Karakteristik penguatannya terhadap frekuensi.

Penguat Instrumentasi (Instrumentation Amplifier)

Rangkaian penguat instrumentasi memiliki dua input dan satu output. Fungsi utama
dari rangkaian ini adalah menghasilkan sinyal keluaran yang sebanding dengan
perbedaan nilai antara kedua tegangan inputnya.
Vout A(V V ) AV ,
Dimana A adalah besarnya penguatan dari rangakaian penguat instrumentasi.

Gambar 5. Rangkaian penguat instrumentasi.

Total penguatan dari rangkaian ini adalah :


R R6 R2
A 1 5
R7 R1

3
Selain besar penguatannya, karakteristik lain yang penting dari rangkaian ini adalah
nilai CMRR. Sebuah rangkaian penguat instrumentasi harus memiliki nilai CMRR yang
sangat tinggi. CMRR adalah kemampuan untuk menolak ketika tegangan masukannya
bernilai sama. Nilai CMRR dari rangkaian ini sangat bergantung pada kepresisian dari
komponen hambatan yang menyusun rangkaian tersebut.

Charge Amplifier

Rangkaian charge amplifier ada sebuah rangkaian penguat khusus yang mengkonversi
sinyal tegangan yang berasal dari sensor capacitive, detektor kuantum, sensor
piroelektrik, ataupun alat lain yang menghasilkan muatan ataupun arus yang sangat
kecil.

Gambar 6. (A) Konverter muatan-tegangan, (B) Konverter arus-tegangan.


Fungsi transfer dari rangkaian ini yaitu
Q
Vo untuk konverter muatan-tegangan dan
C
Vo iR untuk konverter arus-tegangan

3. Excitation Circuit
Rangkaian eksitasi ini dibutuhkan oleh sensor aktif. Rangkaian ini bertujuan untuk
menghasilkan daya bagi sensor aktif. Berikut merupakan beberapa contoh rangkaian yang
dapat menghasilkan sinyal yang dibutuhkan oleh sensor.

Current Generators

Generator arus ini biasanya digunakan pada sensor yang membutuhkan arus pada nilai
tertentu, nilainya tidak bergantung dari karakteristik sensor ataupun keadaan
lingkungannya. Kegunaan dari generator arus ini adalah untuk menghasilkan arus
pada rangkaian interface yang dapat dikontrol, baik besar ataupun ketajamannya
dengan akurasi yang sangat baik.

4
Gambar 7. Rangkaian dari pembangkit arus dengan menggunakan op-amp.

Adapun karakteristik dari rangkaian ini yaitu hambatan keluarannya yang tinggi dan
penyesuai tengangannya (voltage compliance) merupakan tegangan tertinggi yang
dapat melampaui beban tetapi tidak mempengaruhi hasil keluaran arusnya.

Voltage Reference

Voltage reference merupakan sebuah alat yang menghasilkan tegangan keluaran yang
hanya sedikit terpengaruh oleh perubahan perubahan pada power supply, temperatur,
waktu, dan faktor faktor lainnya. Contoh paling sederhana dan paling banyak
digunakan sebagai voltage reference adalah dioda zener.
Berikut merupakan karakteristik dan rangkaian dari dioda zener sebagai voltage
reference.

Gambar 8 .(A) Karakteristik volt-amper dioda zener. (B) rangakaian voltage reference menggunakan
dioda zener.

Oscillators

Osilator menghasilkan signal listrik yang berubah ubah.

Referensi :
1. Fraden, J. Handbook of Modern Sensor Physics, Design and Application, Springer,
New York, 1994.
2. http://freecircuitdiagram.com/2010/03/06/single-supply-instrumentation-amplifier/
(diakses tanggal 25 Juli 2011)