Anda di halaman 1dari 115

Laporan Tugas Akhir

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Jagung manis (zea mays Saccharata Sturt) atau yang lebih dikenal dengan

nama Sweet corn mulai dikembangkan di Indonesia pada awal tahun 1980,

diusahakan secara komersil dalam skala kecil untuk memenuhi kebutuhan hotel

dan restoran (Tim karya tani mandiri, 2010). Jagung manis semakin populer dan

dikonsumsi karena memiliki rasa yang lebih manis, aroma lebih harum, dan

kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jagung manis biasa, serta

aman dikonsumsi bagi penderita diabetes karena mengandung gula sukrosa dan

rendah lemak. Keistimewaan lain yang dimiliki jagung manis adalah biji, dari

butiran jagung manis lebih khas, tidak lembek dan memiliki serat yang tidak

terlalu liat. Hal ini menyebabkan jagung manis banyak digemari kalangan

menengah ke atas dan masyarakat perkotaan sehingga banyak ditemukan di pasar

swalayan (Anonim, 2013).

Jagung manis merupakan komoditi hasil pertanian kelompok serealia. Pada

umumnya komoditi hasil pertanian memiliki karakteristik yang berbeda dengan

komoditi lainnya, diantaranya produk yang dihasilkan bersifat musiman, mudah

rusak (tidak tahan lama), fluktuatif harga relatif tajam, dan pemasaran produk

melalui rantai pemasaran yang panjang untuk sampai ketangan konsumen

(Anonim, 2010). Pada umumnya karakteristik tersebut merupakan sebuah

kelemahan dari komoditi hasil pertanian. Kelemahan tersebut jika tidak ditanggapi

dengan bijak dapat menjadi masalah yang dapat merugikan bagi petani. Untuk

menanggapi hal tersebut salah satu cara yang dapat dilakukan oleh petani yaitu

Program Studi Agribisnis 1


Laporan Tugas Akhir

dengan menggunakan strategi pemasaran yang baik untuk memutuskan rantai

pemasaran yang terlalu panjang.

Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis

yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan

mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada

pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Sedangkan strategi pemasaran

merupakan cara atau metode suatu organisasi atau instansi untuk memasarkan

suatu produk yang dihasilkan oleh organisasi atau instansi tersebut sehingga

mencapai tujuan suatu organisasi atau instansi (Anonim, 2004). Salah satu strategi

pemasaran yang cocok untuk komoditi jagung manis yaitu dengan menggunakan

sistem kemitraan pola inti-plasma.

Kemitraan adalah suatu kerja sama formal antara individu-individu,

kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi untuk mencapai suatu tugas atau

tujuan tertentu. Kemitraan juga dapat diartikan sebagai suatu kesepakatan dimana

seseorang, kelompok atau organisasi untuk bekerjasama mencapai tujuan,

mengambil dan melaksanakan serta membagi tugas, menanggung bersama baik

yang berupa resiko maupun keuntungan, meninjau ulang hubungan masing

masing secara teratur dan memperbaiki kembali kesepakatan bila diperlukan

(Anonim, 2010). Kemitraan juga memperkuat mekanisme pasar dan persaingan

usaha yang efisien dan produktif. Bagi usaha kecil kemitraan jelas

menguntungkan karena dapat turut mengambil manfaat dari pasar, modal,

teknologi, manajemen, dan kewirausahaan yang dikuasai oleh usaha besar. Usaha

besar juga dapat mengambil keuntungan dari keluwesan dan kelincahan usaha

kecil. Kemitraan hanya dapat berlangsung secara efektif dan berkesinambungan

Program Studi Agribisnis 2


Laporan Tugas Akhir

jika kemitraan dijalankan dalam kerangka berfikir pembangunan ekonomi, dan

bukan semata mata konsep sosial yang dilandasi motif belas kasihan atau

kedermawanan (Anonim, 2010).

Secara umum kemitraan memiliki pola-pola tertentu sesuai dengan

kebutuhan dan kondisi yang dihadapi. Dalam hal ini sistem kemitraan yang

dilakukan yaitu mengadopsi pola pola inti-plasma dengan perusahaan F1 Aina

yang dilakukan secara formal yaitu secara tertulis dengan penanda tanganan

kontrak surat perjanjian jual beli yang memiliki badan hukum yang jelas.

Perusahaan F1 aina merupakan perusahaan olahan bahan pertanian

khususnya jagung manis dengan kebutuhan jagung manis rata-rata perharinya 2

ton yang memiliki 17 kantor cabang yang tersebar di Sumbar dan pekan baru,

diantaranya Payakumbuh, Padang, Batang agam, sicincin pariaman, solok,

Pekanbaru, dan Dumai. Selain itu, perjanjian kontrak kerjasama pada perusahaan

F1 aina berbeda dengan perusahaan pengolahan jagung manis lainnya, walaupun

sama-sama diberikan bantuan awal yaitu berupa pinjaman benih jagung manis

Bonanza yang nantinya akan dibayarkan pada saat panen, namun pada perusahaan

F1 aina selain mendapatkan bantuan pinjaman awal petani mitranya juga

mendapatkan kepastian harga jual saat panen yang ditetapkan diawal pada saat

perjanjian kerja sama berlangsung, sehingga petani mitranya tidak perlu khawatir

apabila terjadinya panen raya yang menyebabkan harga jagung manis turun,

karena hasil panennya sudah pasti dibeli seluruhnya dengan harga jual yang telah

ditetapkan.

Inti-plasma adalah hubungan kemitraan antara usaha kecil dengan usaha

menengah atau usaha besar sebagai inti membina dan mengembangkan usaha

Program Studi Agribisnis 3


Laporan Tugas Akhir

kecil yang menjadi plasma dalam penyediaan lahan, penyediaan sarana produksi,

pemberian bimbingan teknis manajemen usaha, produksi, perolehan, penguasaan

dan peningkatan teknologi yang diperlukan bagi peningkatan efisiensi dan

produktifitas usaha. Program inti-plasma ini, diperlukan keseriusan dan kesiapan,

baik pihak usaha kecil sebagai pihak yang mendapat bantuan untuk dapat

mengembangkan usahanya, maupun pihak uasaha besar yang mempunyai

tanggung jawab sosial untuk mengembangkan usaha kecil sebagai mitra usaha

dalam jangka panjang (Anonim, 2010).

Berdasarkan uraian diatas penulis menyelesaikan laporan tugas akhir dengan

judul Sistem kemitraan pola inti-plasma dengan perusahaan F1 aina untuk

meningkatkan keuntungan pada usaha budidaya jagung manis.

1.2. Tujuan

Adapun tujuan penulisan laporan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Mahasiswa mengetahui pemasaran jagung manis dengan menggunakan

sistem kemitraan pola inti-plasma dengan perusahaan F1 Aina.

2. Menghitung produksi dan pendapatan dengan menggunakan sistem

kemitraan pola inti-plasma pada komoditi jagung manis.

Program Studi Agribisnis 4


Laporan Tugas Akhir

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Jagung manis (Zea Mays Saccharata Sturt)

Jagung manis merupakan salah satu jagung manis yang digolongkan

berdasarkan sifat endospermanya, dima na endosperma jagung manis memiliki

kandungan gula yang lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan patinya serta

transparan dan keriput saat kering. Secara fisik dan fisiologi tanaman jagung

manis sulit dibedakan dengan tanaman jagung manis biasa. Perbedaan kedua

tanaman ini umumnya terlihat pada warna bunga jantan (malai) dan bunga betina

(rambut). Malai jagung manis berwarna putih, sedangkan pada jagung manis biasa

berwarna kuning kecoklatan. Rambut jagung manis berwarna putih sampai kuning

keemasan, sedangkan pada jagung manis biasa berwarna kemerahan (Anonim,

2013).

Tinggi tanaman jagung manis tidak banyak berbeda dengan jagung manis

biasa. Batangnya berbentuk bulat agak pipih, beruas-ruas pada umumnya tidak

bercabang. Tanaman ini memiliki jenis bunga yang bersifat monoceous (berumah

satu) dengan bunga jantan berwarna putih keabuan dan mengandung banyak

bunga kecil pada ujung batangnya yang disebut tassel. Tiap tassel tersebut terdapat

3 buah benang sari dan pistil rudimeter. Bunga betina juga mengandung banyak

bunga kecil yang ujungnya pendek dan datar, yang pada saat masak disebut

tongkol. Setiap bunga betina mempunyai satu putik dan stamen rudimeter. Sistem

perakaran jagung manis adalah akar serabut (Anonim, 2013).

Biji jagung manis kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada

endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80 % seluruh bahan

kuning biji. Karbohidrat dalam bentuk pati pada umumnya berupa campuran

Program Studi Agribisnis 5


Laporan Tugas Akhir

amilosa dan amilopektin. Pada jagung manis, ketan sebagian besar atau seluruh

patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada

kandungan gizi tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan.

Jagung manis tidak mampu memproduksi pati sehingga bijinya terasa manis

ketika masih muda (Anonim, 2013). Untuk lebih jelasnya kandungan gizi jagung

manis dapat dijelaskan pada tabel 1.

Table 1. Kandungan Zat Gizi Jagung manis


Komponen Satuan Jumlah
Air (g) Gr 24
Kalori (kal) Kal 307
Protein (g) Gr 7,9
Lemak (g) Gr 3,4
Karbohidrat (g) Gr 63,6
P (mg) Mg 148
Fe (mg) Mg 2,1
Vitamin A (SI) Standart internasional ( SI ) 440
VitaminB1(mg) Mg 0,33
Vitamin C (mg) Mg 0
Ca (mg) Mg 9
Sumber : Anonim, (2013).

Jagung manis (sweet corn) tidak mampu memproduksi pati sehingga bijinya

terasa lebih manis ketika masih muda. Adapun kandungan jagung manis dan

jagung manis biasa disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Perbandingan kandungan Zat gizi Jagung Biasa dan Jagung manis
dalam 100 g
Komponen Satuan Jagung Biasa Jagung manis
Energi Cal 129 96.0
Protein Gr 4,1 3,5
Lemak Gr 1.3 1.0
Karbohidrat Gr 30.3 22.8
Kalsium Mg 5.0 3.0
Fosfor Mg 108.0 111
Besi Mg 1.1 0.7
Vitamin A SI 117.0 400
Vitamin B Mg 0.18 0.15
Vitamin C Mg 9.0 12.0
Air Gr 63.5 72.7
Sumber: Anonim, (2013).

Program Studi Agribisnis 6


Laporan Tugas Akhir

2.1.1. Prospek pasar Jagung manis.

Di Indonesia pertanaman jagung manis pengembanganannya masih sangat

terbatas pada petani-petani bermodal kuat yang mampu menerapkan teknik

budidaya secara intensif. Keterbatasan ini disebabkan oleh harga benih yang

relatif mahal, kebutuhan pengairan dan pemeliharaan yang intensif, ketahanan

terhadap hama dan penyakit yang masih rendah dan kebutuhan pupuk yang cukup

tinggi. Disamping itu juga kurangnya informasi dan pengetahuan petani mengenai

budidaya jagung manis serta sulitnya pemasaran (Tim Karya Tani Mandiri, 2010).

Hasil panen jagung manis di Indonesia per hektarnya masih rendah, rata-rata

2,89 ton tongkol basah per hektar, sedangkan hasil panen jagung manis di lembah

Lockyer Australia dapat mencapai 7-10 ton per hektar. Dengan masih rendahnya

hasil jagung manis maka perlu adanya usaha untuk meningkatkan produksi

dengan pengaturan jarak tanam serta pemakaian pupuk kandang sebagai unsur

hara (Tim Karya Tani Mandiri, 2010).

2.1.2. Taksonomi dan Morfologi

Dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan, kedudukan tanaman jagung

manis diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Subdivisio : Monocotyledoneae

Ordo : Poales

Famili :Poaceae (Graminae)

Genus : Zea

Spesies : Zea Mays L.

Program Studi Agribisnis 7


Laporan Tugas Akhir

Varietas : Zea Mays Saccharata

Tanaman jagung manis termasuk jenis tumbuhan semusim (annual).

Susunan tubuh (morfologi) tanaman jagung manis terdiri atas akar, batang, daun,

bunga dan buah.

Sistem perakaran tanaman jagung manis terdiri atas akar-akar seminal,

koronal, dan akar udara. Akar seminal merupakan akar-akar radikal atau akar

primer ditambah dengan jumlah akar-akar lateral yang muncul sebagai adventif

pada dasar dari ruas pertama diatas pangkal batang. Akar-akar seminal ini tubuh

pada saat biji berkecambah. Pertumbuhan akar seminal pada umumnya menuju

arah bawah, berjumlah 3-5 akar atau bervariasi 1-13 akar.

Akar koronal merupakan akar yang tumbuh dari bagian dasar pangkal

batang. Akar-akar ini tumbuh kearah keatas jaringan batang setelah plumula

muncul. Akar udara merupakan akar yang tumbuh dari buku-buku diatas

permukaan tanah, tetapi dapat masuk kedalam tanah. Akar udara berfungsi sebagai

akar pendukung untuk memperkokoh batang terhadap kerebahan dan juga

berfungsi pada proses asimilasi.

Batang tanaman jagung manis beruas-ruas (berbuku-buku) dengan jumlah

ruas bervariasi antara 10 - 40 ruas. Panjang batang berkisar antara 60 cm 300

cm, tergantung pada tipe jagung manis. Tunas batang yang telah berkembang

menghasilkan tajuk bunga betina.

Daun jagung manis tumbuh melekat pada buku-buku batang. Struktur daun

jagung manis terdiri atas tiga bagian, yaitu kelompok daun, lidah daun, dan

helaian daun. Bagian permukaan daun berbulu sedangkan bagian bawah daun

Program Studi Agribisnis 8


Laporan Tugas Akhir

umumnya tidak berbulu. Jumlah daun tiap tanaman umumnya 8-48 helai. Letak

daun pada batang temasuk daun bersilang.

Buah jagung manis terdiri atas tongkol, biji, rambut pembungkus, dan daun

pembungkus. Biji jagung manis mirip dengan kaca (glassy) dan mengandung pati

yang rasanya manis. Pada umumnya biji jagung manis tersusun dalam barisan

yang melekat secara lurus atau berkelok-kelok dan berjumlah antara 8-20 baris

biji.

2.1.3. Syarat Tumbuh

Tanaman jagung manis berasal daerah Tropis yang dapat menyesuaikan diri

dengan lingkungan diluar daerah tersebut. Jagung manis tidak menuntut

persyaratan lingkungan yang terlalu ketat, dapat tumbuh pada berbagai macam

tanah bahkan pada kondisi tanah yang agak kering, tetapi untuk pertumbuhan

optimalnya, jagung manis menghendaki beberapa persyaratan (Tim Karya Tani

Mandiri, 2010).

Iklim

Indonesia termasuk negara Tropik basah, tetapi keadaan iklim diwilayah

nusantara amat bervariasi. Jumlah curah hujan di Indonesia berkisar antara 500

mm 5.000 mm per tahun. Distribusi curah hujan di Indonesia sebagian besar

wilayah Indonesia mempunyai bulan kering kurang dari 3 bulan, seperti dari

daerah jawa tengah ke timur sampai nusa tenggara timur (Rukmana, 2006).

Pertumbuhan tanaman jagung manis sangat membutuhkan sinar matahari.

Tanaman jagung manis yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan

memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah.

Sedangkan suhu yang dikehendaki tanaman jagung manis antara 21-34C, akan

Program Studi Agribisnis 9


Laporan Tugas Akhir

tetapi bagi pertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara

23-27C. Pada proses perkecambahan benih jagung manis memerlukan suhu yang

cocok sekitar 30C (Tim Karya Tani Mandiri, 2010).

Keadaan tanah

Tanah berdebu dan kaya akan unsur hara dan humus amat cocok untuk

tanaman jagung manis. Di samping itu, tanaman jagung manis toleran terhadap

berbagai jenis tanah. Jenis tanah yang dapat ditanami jagung manis antara lain:

andosol ( berasal dari gunung berapi), latosol, grumosol, tanah berpasir. Demikian

pula, tanahtanah berat, misalnya tanah grumosol, dapat ditanami jagung manis

dengan pertumbuhan yang normal bila draenase tanah diatur cukup baik.

Sedangkan untuk tanah lempung/liat (latosol) adalah tanah yang terbaik untuk

pertumbuhannya.

Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara

tanaman. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung manis

adalah pH antara 5,67-7,5. Tingkat keasaman tanah yang paling baik untuk

tanaman jagung manis adalah pada pH 6,8. Bila lahan kering ber-pH masam (pH

kurang dari 5,5) dialokasikan untuk penanaman jagung manis, perlu dilakukan

pengapuran lebih dahulu.

Pengapuran bertujuan untuk menaikkan pH tanah, menambah hara-hara

tanaman, seperti Kalsium(Ca) dan fospor (P). Kalsium merupakan komponen

utama dinding sel dan berpengaruh baik terhadap kemampuan akar untuk

menyerap zat-zat hara. Tanaman jagung manis yang kekurangan kalsium

menunjukkan titik-titik tumbuh dan daun pucuk salah bentuk, mudah patah, dan

akhirnya tanaman mati.

Program Studi Agribisnis


10
Laporan Tugas Akhir

Ketinggian tempat

Jagung manis dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai

di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1.000-1.800 m dpl. Daerah

dengan ketinggian antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang optimum bagi

pertumbuhan tanaman jagung manis.

2.2.Teknis Budidaya Jagung manis (Zea Mays Saccharata Sturt)

2.2.1 Persiapan benih.

Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi, baik mutu generik,

Fisik, maupun fisiologisnya.berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, tidak

tercampur benih/varietas lain, tidak mengandung kotoran, dan tidak tercemar

hama dan penyakit). Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan

benih bersertifikat. Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada

kesehatan benih, kemurnian benih dan daya tumbuh benih. Penggunaan benih

jagung manis hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi.

Tetapi jagung manis hibrida mempunyai beberapa kelemahan dibandingkan

varietas bersari bebas yaitu harga benihnya yang lebih mahal dan hanya

dapatdigunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas (Tim

Karya Tani Mandiri, 2010).

Benih jagung manis hibrida yang banyak dicari petani jagung manis adalah

jenis Bonanza F1. Keunggulan jagung manis jenis ini adalah tongkol besar dengan

berat kurang lebih 480 gr pertongkol. Potensi panen jagung manis jenis ini juga

menggiurkan yakni 12- 16 ton/ha. Bonanza F1 juga merupakan jenis jagung manis

yang banyak dicari konsumen untuk dikonsumsi dikarenakan rasa manisnya yang

awet dan tentunya juga karena tongkol yang besar (Anonim, 2014).

Program Studi Agribisnis


11
Laporan Tugas Akhir

2.2.2. Persiapan lahan

Menurut Rukmana (2006), Penyiapan lahan untuk tanaman jagung manis

dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu tanpa olah tanah (TOT) atau disebut zerro

tillage, pengolahan tanah minimum (Iminimum tillage), dan pengolahan tanah

maksimum (maksimum tillage).

Sistem TOT dapat dipraktekan pada bekas lahan tebang, cara penyiapan

lahan sistem TOT adalah melakukan pendongkelan sisa-sisa pangkal batang

tanaman sebelimnya, kemudian langsung ditanam benih jagung manis.

Keuntungan dari sistem TOT ini adalah menekan biaya pengolahan tanah dan

memperpendek waktu tanam.

Pengolahan tanah minimum (minimum tillage) dapat dipraktekkan pada

tanah-tanah berpasir atau tanah ringan. Hasil penelitian para pakar pertanian

menunjukkan bahwa pengolahan tanah minimum pada tanah latosol dan andosol

memberikan hasil jagung manis yang tidak berbeda nyata dengan pengerjaan

tanah cara petani. Cara pengolahan tanah minimum adalah mencangkul tanah

pada bidang yang akan dijadikan barisan tanaman jagung manis sedalam 15 cm

25 cm atau sedalam mata cangkul hingga tanah menjadi gembur. Pengolahan

tanah minimum biasanya dilakukan karena waktu tanam mendesak. Cara ini pun

mempunyai keuntungan, antara lain dapat menekan biaya pengolahan tanah dan

mempercepat waktu penanaman, terutama menjelang musim kemarau tiba.

Pada tanah tanah berat, lakukan pengolahan tanah secara maksimal

(maksimum tillage), pengolahan tanah dilakukan dua kali atau lebih. Mula-mula

tanah dicangkul atau dibajak hingga strukturnya gembur. Tahap berikutnya tanah
Program Studi Agribisnis

12
Laporan Tugas Akhir

diolah ulang sambil membentuk petakan atau guludan. Adapun tujuan dari

pengolahan tanah secara sempurna adalah sebagai berikut:

1. Memperbaiki tekstur dan struktur tanah.

2. Memberantas gulma dan hama dalam tanah

3. Memperbaiki aerase dan drainase tanah

4. Mendorong aktifitas mikroorganisme tanah

5. Membuang gas-gas beracun didalam tanah

Berdasarkan ilustrasi tersebut, penyiapan lahan untuk kebun jagung manis

dapat dilakukan dengan sistem TOT, pengolahan tanah minimum, dan pengolahan

tanah sempurna yang disesuaikan dengan keadaan tanah ataupun musim. Tata cara

pengolahan tanah amat tergantung pada jenis atau keadaan tanah amat tergantung

pada jenis atau keadaan tanah. Pengolahan tanah berat meliputi tahap-tahap

sebagai berikut:

1.Bersihkan pepohonan yang tidak berguna dan rumput-rumput liar dari areal

lahan.

2. Olah tanah dengan cara dicangkul atau dibajak dua kali sedalam 15 cm-

30cm hingga tanah menjadi gembur.

3. Buat petakan petakan atau guludan-guludan yang dilengkapi dengan

saluran parit keliling. Petakan berukuran lebar 2 m x 3 m, tinggi 20 cm, dan

panjangnya tergantung keadaan lahan. Bila lahan dipersiapkan dalam bentuk

guludan- guludan, ukuran lebarnya antara 40cm - 60cm dan diantara

guludan dibuat saluran (parit) selebar 30 cm.


Program Studi Agribisnis

13
Laporan Tugas Akhir

2.2.3. Penanaman

Penanaman jagung manis merupakan kegiatan pembenaman benih kedalam

tanah, dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan alat, dan mesin

pertanian (Tim Karya Tani Mandiri, 2010). Menurut Rukmana (2006), Penanaman

jagung manis pada umumnya dilakukan pada Musim kering (kemarau), meskipun

demikian penanaman jagung manis kadang-kadang dilakukan pada musim hujan.

Jagung manis yang ditanam pada musim hujan mengalami banyak hambatan,

diantaranya terlalu jenuh air, resiko serangan hama dan penyakit cukup tinggi,

proses pengolahan pasca panen terganggu, dan produksinya cenderung turun.

Menurut Rukmana (2006), tata cara penanaman benih jagung manis secara

monokultur (satu jenis tanaman jagung manis), meliputi tahap-tahap sebagai

berikut:

1. Buat lubang tanam dengan menggunakan alat bantu tugal sedalam 2 cm

5 cm.

2. Atur lubang tanam yang lain dengan jarak tanam 100 cm x 40 cm atau 100

cm x 25 cm.

3. Tanam (masukkan) benih jagung manis sebanyak 2 butir/ lubang tanam

untuk jarak tanam 100 x 40 cm atau 1 butir/lubang tanam bila jarak

tanamnya 100 cm x 25 cm.

4. Tutup lubang tanam tipis dengan pupuk kandang tanpa dipadatkan.

Bersamaan dengan penanaman benih jagung manis dilakukan pemupukan

dasar. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan pada saat tanam adalah ZA 100 kg,

Program Studi Agribisnis

14
Laporan Tugas Akhir

TSP 100 Kg, dan KCL 50 Kg - 100kg per hektar, atau sekitar 5 6 gr campuran

pupuk per tanaman.

Cara pemberian pupuk dasar meliputi tahap-tahap sebagai berikut:

1. Buat lubang pupuk disebelah kiri dan kanan lubang tanam dengan alat

bantu tugal sedalam 5 cm 10 cm pada jarak sekitar 7 cm dari lubang

tanam.

2. Masukkan (isikan) campuran 2 gr pupuk TSP dan 1 2 gr pupuk KCL

kedalam lubang pupuk sebelah kiri lubang tanam.

3. Masukkan (isikan) pula 2 gr pupuk ZA kelubang pupuk sebelah kanan

lubang tanam.

4. Tutup lubang tanam dengan tanah tipis. Untuk lebih jelasnya disajikan

pada gambar 1.

0 0 0 0 0 lubang tanam pupuk TSP dan KCL


X X X X X Lubang tanam benih jagung manis

# # # # # Lubang tanam pupuk ZA

Gambar 1. Tata letak penempatan pupuk dasar.

Bersamaan dengan penanaman benih dilahan, benih jagung manis juga

disemaikan didalam polibag atau tempat persemaian lainnya. Tujuan dilakukan

persemaian didalam polibag atau tempat persemaian lainnya yaitu untuk

mengganti tanaman yang tidak tumbuh/ mati.


Program Studi Agribisnis

15
Laporan Tugas Akhir

2.2.4. Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman jagung manis meliputi kegiatan dilapangan (lahan)

meliputi kegiatan pokok sebagai berikut.

2.2.4.1.Penyulaman

Penyulaman dilakukan satu minggu setelah penanaman dengan cara

mengganti benih yang tidak tumbuh (mati) atau tumbuh secara abnormal dengan

benih jagung manis yang disemaikan dipolibag atau tempat persemaian. Tujuan

dilakukannya penanaman yaitu agar jumlah tanaman persatuan luas tetap optimum

sehingga target produksi tercapai. Penyulaman dengan benih pasti tidak mungkin

dilakukan, apalagi ingin memindahkan tanaman jagung manis dari lahan lain

dengan mencabutnya, tentu saja itu merupakan usaha yang sia-sia. Untuk itulah

pemindahan tanaman jagung manis yang umurnya sama dari tempat lain (media

persemaian) dapat menjadi solusi (Tim Karya Tani Mandiri, 2010).

Sepertinya tanaman lain, jagung manispun dapat dipindah-tanamkan

(transplanting) kelahan tanam. Bila cara pemindahan tempat, maka

pertumbuhannya akan sama dengan yang sudah ditanam sebelumnya. Proses

transplanting dari media sulam sangat berguna terutama untuk penyulaman

langsung. Tata laksana penyulaman adalah mula-mula membuat lubang tugal pada

bekas tempat lubang tugal yang benihnya tidak tumbuh (mati), ambil kemudian

buka polibag dan pindahkan (transplanting) tanaman jagung manis dari media

semai kelubang tugal, tutup dengan menggunakan tanah permukaan lubang tugal

(Tim Karya Tani Mandiri, 2010).

Program Studi Agribisnis


16
Laporan Tugas Akhir

2.2.4.2.Penjarangan tanaman

Pada waktu tanam, setiap lubang tanam diisi dengan 1-2 butir benih jagung

manis, bahan kadang-kadang 3 butir benih. Bila menginginkan tanaman jagung

manis tumbuh prima, perlu dilakukan penjarangan tanaman ( Rukmana, 2006).

Penjarangan tanaman dilakukan 2-3 pekan setelah penanaman atau

bersamaan dengan kegiatan penyiangan dengan cara memotong batang tanaman

yang tumbuhnya kurang baik dan mempertahankan tanaman yang sehat kokoh.

Tujuan dilakukannya penjarangan agar tanaman tumbuh secara optimal dan tidak

terjadi persaingan Unsur hara tanaman (Tim Karya Tani Mandiri, 2010).

2.2.4.3.Penyiangan dan Pembumbunan

Menurut Rukmana (2006), Rumput liar (Gulma) yang tumbuh diareal lahan

jagung manis merupakan pesaing dalam hal kebutuhan sinar matahari, air, unsur

hara (pupuk), dan lain-lain. Di samping itu rumput liar juga merupakan tempat

bersarangnya hama dan penyakit. Rumput liar harus segera disiangi (dibersihkan).

Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 15 hari setelah penanaman

atau pertumbuhan tanaman setinggi lutut. Alat bantu penyiangan dapat

menggunakan tangan, cored, Cangkul, atau alat lainnya. Cara penyiangan adalah

dengan membersihkan atau mencabut seluruh gulma secara hati-hati agar tidak

merusak akar tanaman.

Rumput liar dikumpulkan pada suatu tempat pembuangan limbah pertanian

atau ditimbun dalam lubang untuk dijadikan kompos. Tanah disekitar tajuk

tanaman jagung manis digemburkan, kemudian ditimbunkan (dibumbun) pada

bidang pangkal batang tanaman sehingga membentuk guludan kecil. Tujuan

dilakukannya pembumbunan adalah untuk memperkokoh batang tanaman jagung

Program Studi Agribisnis


17
Laporan Tugas Akhir

manis agar tidak mudah rebah dan merangsang pembentukan dan pertumbuhan

akar secara leluasa (Rukmana, 2006).

Penyiangan dan pembumbunan berikutnya dilakukan pada waktu tanaman

berumur 40 HST. Cara penyiangan dan pembumbunan kedua sama dengan pada

kegiatan penyiangan kedua. Penyiangan gulma, selain secara manual atau

mekanis, dapat dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan herbisida

(Rukmana, 2006).

2.2.4.4.Pemupukan susulan

Menurut Rukmana (2006), Selama pertumbuhan, tanaman jagung manis di

lahan membutuhkan ketersediaan unsur hara yang memadai. Untuk memenuhinya

dilakukan pemupukan. Jenis dan dosis pupuk yang tepat untuk tanaman jagung

manis harus mengacu kepada hasil analisis tanah ataupun tanaman dilaboratorium.

Oleh karena itu, dosis pupuk tanaman jagung manis dapat berbeda antara satu

daerah dengan daerah lain.

Dosis pemupukan yang digunakan untuk tanaman jagung manis adalah N

180kg/ha (ZA 400kg/ha), P = 36kg/ha (SP-36 100kg/ha) dan K sebayak 116Kg/ha

( KCL 200kg/Ha). Jumlah pupuk tersebut diberikan sebanyak 3 kali (Anonim,

2014). Untuk lebih jelasnya seperti disajikan pada tabel 3.


Program Studi Agribisnis

18
Laporan Tugas Akhir

Tabel 3. Pedoman Umum Pemupukan pada Tanaman Jagung manis


Kegiatan Jenis dan dosis pupuk Waktu
No pemupukan ZA SP-36 KCL pemupukan Cara pemupukan
(Kg) (Kg) (Kg) (HST)
1. Pupuk dasar 100 100 100 Saat tanam Dimasukkan kedalam
kg lubang tugal di kiri dan
kanan lubang tanam
sedalam 10 cm dan
sejauh 7 cm dari
tanaman.
2. Susulan 1 100 - 50 30 HST Dimasukkan kedalam
lubang tugal di kiri dan
kanan lubang tanam
sedalam 20 cm dan
sejauh 15 cm dari
tanaman.
3. Susulan 2 100 - 50 45 HST Dimasukkan kedalam
lubang tugal di kiri dan
kanan lubang tanam
sedalam 20 cm dan
sejauh 15 cm dari
tanaman.
Jumlah 300 100 200

2.2.4.5.Pengendalian Hama dan penyakit

Hama adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman karena

aktivitas hidupnya, terutama aktivitas untuk memperoleh makanan. Hama

tanaman memiliki kemampuan merusak yang sangat hebat. Akibatnya tanaman

dapat rusak atau bahkan tidak menghasilkan sama sekali. Sedangkan penyakit

tanaman adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh Mikroorganisme.

Mikroorganisme tersebut adalah virus, bakteri, protozoa, jamur, dan cacing

nematoda. Mikroorganisme ini dapat menyerang organ tumbuhan seperti pada

akar, batang, daun dan buah (Tim Karya Tani Mandiri, 2010).

Menurut Rukmana (2006), Perlindungan tanaman yang dianjurkan adalah

pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu. Komponen


Program Studi Agribisnis

19
Laporan Tugas Akhir

pengendalian hama dan penyakit terpadu meliputi pengendalian fisik, dan

mekanis, kultur teknis, biologis, dan kimiawi.

Pengendalian secara fisik dan mekanis dilakukan dengan cara cara sebagai

berikut:

1. Mengumpulkan dan memusnakan Organisme hama atau penyakit secara

langsung.

2. Mencabut atau memangkas bagian tanaman yang terserang hama dan

penyakit.

3. Penjemuran atau pengeringan benih jagung manis sebelum ditanam.

Pengendalian secara kultur teknis dilakukan dengan mengatur penanaman

secara serempak, penggiliran (rotasi) tanam, pengelolaan tanah yang sempurna,

penyiangan gulma, pemupukan berimbang, dan perbaikan aerase dan drainase

tanah, pengendalian secar biologisdilakukan dengan cara memanfaatkan musuh-

musuh alami dari hama dan penyakit. Pengendalian secara kimiawi dilakukan

dengan menggunakan pestisida selektif.

Prinsip pengendalian hama dan penyakit terpadu adalah penggabungan

beberapa cara pengendalian secara serasi dalam waktu bersamaan ataupun tidak

bersamaan untuk menekan populasi atau tingkat kerusakan hama dan penyakit

dibawah ambang ekonomi.

Beberapa jenis hama yang dilaporkan sering menimbulkan kerusakan

ekonomis, yaitu lalat bibit (Atherigona sp.), ulat grayak (Spodoptera sp.),

kumbang bubuk (Sithopillus sp.), kutu daun (Rhopalosiphum maydis), penggerek

batang (Ostrinia furmacalis), penggerek tongkol (Helicoverva armigera), dan

kumbang bubuk (Sitophillus sp.) (Tim Karya Tani Mandiri, 2010).

Program Studi Agribisnis


20
Laporan Tugas Akhir

Hama lalat bibit (Atherigona sp.)

Daerah sebaran : Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan NTT. Tanaman inang:

Jagung manis, Padi gogo, dan Sorgum.

Ciri - ciri hama :

- Lalat berukuran kecil, panjangnya 3 mm 3,5 mm, dan bewarna kelabu .

- Lalat meletakkan telur pada permukaan daun, kemudian telur menetas setelah

2-3 hari.

- Larva bewarna cream bening berukuran 1,8 mm -2,2 mm.

Gejala serangan :

- Stadium hama yang menyerang adalah larva.

- Bagian yang diserang yaitu pangkal daun, pangkal batang, dan titik tumbuh.

- Gejalah serangan ditandai dengan adanya lubang-lubang kecil pada daun,

kemudian daun menguning, titik tumbuh layu, dan jika bagian yang layu

dicabut akan mudah lepas serta tampak busuk.

Pengendalian :

- Pergiliran tanaman dengan bukan tanaman ingan.

- Tanam serentak dengan selisih waktu kurang dari 10 hari.

- Penggunaan mulsa jerami 5 ton/ha untuk mengurangi jumlah peletakan telur

lalat.

- Perlakuan benih dengan insektisida Karbosulfan dosis 2,5 g/ kg benih.


Program Studi Agribisnis

21
Laporan Tugas Akhir

Gambar 2. Lalat buah

Hama ulat grayak (Spodoptera sp.)

Daerah sebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian

jaya. Tanaman inang : Jagung manis, teki, kedelai, dan kacang-kacangan.

Ciri - ciri hama :

- Spodoptera sp. Ngengat bewarna coklat, Aktif dimalan hari.

- Telurnya bewarna putih sampai kekuning-kuningan, berkelompok.

- Tiap ekor bisa bertelur sampai 400 butir, periode telur 5 hari.

- Larva aktif dimalam hari, umur larva 31 hari, stadium kepompong 8 hari.

Gejala serangan :

- Daun berlubang lubang sampai tinggal tulang daunnya.

Pengendaliannya :

- Pergiliran tanam

- Tanam serempak

- Sanitasi inang liar

- Penyemprotan dengan insektisida.

Program Studi Agribisnis


22
Laporan Tugas Akhir

Gambar 3. Spodoptera sp

Hama Kumbang bubuk (Sithopillus sp.)

Daerah sebaran : tersebar luas diseluruh dunia. Tanaman inangnya : padi, jagung

manis, sorgum, dan kacang-kacangan.

Ciri ciri hama :

- Kumbang Sitophillus sp. Merupakan jenis serangga

- Betina mampu bertelir hingga 300 500 butir, periode telur 3 7 hari

- Siklus hidupnya sekitar 30 - 45 hari, serangga dewasa dapat bertahan hidup

selama 36 hari tanpa diberi makan.

Gejala serangan :

- Biji jagung manis berlubang lubang dan bercampur kotoran serangga serta

banyak kumbang bubuk.

- Kumbang bubuk menyerang dari lahan sampai kegudang penyimpanan.

Pengendalian:

- Pengeringan biji/benih kadar air 10 %

- Sanitasi tempat penyimpanan biji

- Pengasapan

Program Studi Agribisnis


23
Laporan Tugas Akhir

- Bahan nabati untuk dicampur biji sebelum disimpan : serbuk daun putri malu,

daun mendi, daun nimba, akar tuba, biji mahoni, dan rimpong dringo dengan

takaran 10-20 g/ kg biji.

- Perlakuan benih dengan insektisida Karbosulfan dosis 2,5 g/ kg benih.

Gambar 4. Hama Kumbang bubuk (Sithopillus sp.)

Hama Kutu daun ( Aphis sp)

Daerah sebaran :diseluruh drah beriklim tropis. Tanaman inanngnya: jagung

manis, sorgum, jewawut, tebu, dll.

Ciri ciri hama:

- Aphis (Rhopalosiphum maydisFitch) merupakan jenis serangga yang bewarna

hijau menyerupai warna daun tanaman.

- Serangga ini ada yang memiliki sayap dan ada juga yang tidak memiliki

sayap.

- Pada bagian belakang ruas abodeman kelima terdapat sepasang tabung

sifunkulus.

Gejala serangan :

- Gejalah langsung yang disebabkan yaitu apabila populasinya terlalu tinggi,

dapat menyebabkan helaian daun menguning dan mengering.

Program Studi Agribisnis


24
Laporan Tugas Akhir

- Gejalah tidak langsung yang disebabkan yaitu sebagai vektor virus

menimbulkan mezaik atau atpun garis-gais klorose sejajar yulang daun.

Pengendalian :

- Rotasi tanaman

- Penyemprotan insektisida sistemik Confidor 200 SL, Buldok 25 EC

Gambar 5. Hama Kutu daun (Aphis sp)

Hama penggerek batang (Ostrinia furmacalis)

Daerah sebaran : Asia, Eropa, dan Amerika. Tanaman inang : jagung manis

sorgum, terong, Amaranthus sp., Panicium sp.

Ciri ciri hama :

- Ngengat bewarna coklat pucat sampai coklat gelap, berukuran panjang

13,5mm dengan rentang sayap25 mm 29 mm.

- Telur diletakkan secara berkelompok, antara 6 130 butir pada permukaan

bawah daun muda, dekat tulang daun.

- Telur berbentuk oval dan bewarna kuning pucat.

- Larva (ulat) yang baru keluar dari telur bewarna ungu, kemudian setelah

tumbuh sempurna berubah menjadi cream atau putih kotor.

Program Studi Agribisnis


25
Laporan Tugas Akhir

Gejalah serangan :

- Hama ini menyerang bagian daun, batang dan tongkol. Akibatnya

menimbulkan gejala bekas gerekan melintang dan kadang-kadang

memanjang.

- Gejalah serangan yang khas adalah terdapatnya kotoran larva berupa serbuk

gergaji bewarna putih.

Pengendalian :

- Penanaman serempak

- Pergiliran (rotasi) tanaman yang bukan inang hama

- Sanitasi gulma / rumput liar

- Aplikasi insektisida.

Gambar 6. hama penggerek batang (Ostrinia furmacalis).

Hama penggerek tongkol (Helicoverva armigera)

Daerah sebaran: diseluruh dunia termasuk indonesia.Tanaman inang :

jagung manis sorgum, terong, Amaranthus sp., Panicium sp.

Ciri ciri hama :

- Imago (ngengat) berwarna sawo kekuning kuningandengan berbintik

bintik dan bergaris bewarna hitam.

- Imago meletakkan telur pada rambut jagung manis, pucuk tanaman muda,

atau pucuk bunga jantan.

Program Studi Agribisnis


26
Laporan Tugas Akhir

- larva berbentuk silindris, panjangnya mencapai 3,5 cm, newarna hijau, ungu,

kuning atau coklat.

- Ulat berkepompong dalam tanah.

- Daur siklus hidup berlangsung selama 52 58 hari.

Gejala serangan :

- Tongkol biji rusak atau bolong bolong.

- Serangan berat menyebabkan tongkol dan biji yang terserang busuk berulat,

serta penurunan hasil hingga 20 %.

Pengendalian :

- Menanam varietas jagung manis yang kelobotnya menutup tongkol rapat.

- Menggunakan musuh alami hama dengan parasit telur Trichogrammanana

- Penyemprotan insektisida.

Gambar 7. Hama penggerek tongkol (Helicoverva armigera).

Selain hama, ada juga penyakit yang sering menyerang tanaman jagung

manis. jenis penyakit yang sering menyerang tanaman jagung manis diantaranya:

penyakit bulai, bercak daun, karat daun, virus kerdil, busuk pelepah, busuk

batang, dll.

Penyakit bulai (Peronoscleropora sp.)

Penyebab penyakit bulai adalah jamur atau cendawan Peronoscleropora sp.

Daerah sebaran penyakit ini diseluruh provinsi di Indonesia, tanaman inang

Program Studi Agribisnis


27
Laporan Tugas Akhir

penyakit ini adalah jagung manis, sorgum, tebu, dan beberapa jenis rumput -

rumputan.

Gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit ini adalah:

- Terjadinya garis garis kuning pada daun jagung manis. Garis garis kuning

tersebut berukuran lebar dan tertutup oleh tepung putih. Daun jagung manis

yang terserang penyakit ini bewarna kuning kehijau- hijauan, dan batangnya

memendek.

- Bila tanaman jagung manis masih kecil (umur 1 bulan) terserang penyakit

ini pertumbuhannya terhambat (kerdil) dan daun daunya bewarna bulai

(bule, kuning keputih-putihan). Bila tanaman jagung manis dewasa yang

terserang penyakit ini, pembentukan tongkol terhambat, atau tidak sempurna.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sbb:

- Menanam varietas jagung manis yang tahan terhadap varietas bulai, misalnya

varietas arjuna, wiyasa, kalingga, dan hibrida CP-1.

- Perlakuan benih (seed treatment) sebelum tanam dengan fungisida Ridomil

35 SD sebanyak 5 g 7 g per kg benih.

- Mencabut dan memusnahkan tanaman jagung manis yang sakit keras.

- Melakukan perbaikan aerase dan draenase tanah agar keadaan kebun tidak

lembab.

Gambar 8. Tanaman jagung manis yang terserang Penyakit bulai


(Peronoscleropora sp.).

Program Studi Agribisnis


28
Laporan Tugas Akhir

Penyakit bercak daun

Penyebabpenyakitbercakdaunadalahcendawan(jamur)

Helminthosporium maydis Nissik. Daerah sebaran penyakit ini tersebar luas

diseluruh dunia. Tanaman inang penyakit ini adalah tanaman jagung manis,

sorgum, dan beberapa jenis rumput rumputan.

Gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit ini yaitu:

- Pada daun jagung manis yang terserang penyakit ini timbul bercak bercak

berukuran kecil, berbentuk bulat seperti lonjung, dan bewarna kuning

ditengahnya dikelilingi warna coklat.

- Bagian tanaman jagung manis yang sakit bewarna cokelat muda sampai

cokelat tua seperi jerami dan kebasah basahan.

- Serangan berat dapat menyebabkan penurunan hasil hingga 50%.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sbb:

- Menanam varietas jagung manis yang tahan terhadap penyakit bercak daun,

misalnya : varietas parikesit, wiyasa, dan bromo.

- Mencabut tanaman jagung manis yang sakit berat.

- Disemprot dengan fungisida yang mangkus misalnya Benlate dan Delsen 200

MX.

Gambar 9. Tanaman jagung manis yang terserang penyakit bercak daun.

Program Studi Agribisnis


29
Laporan Tugas Akhir

Penyakit karat daun

Penyebab penyakit karat daun adalah cendawan (jamur) Puccinia polysora

Undrew atau P.shorgi. Daerah sebaran penyakit ini tersebar luas diseluruh dunia

termasuk di Indonesia. Tanaman inang penyakit ini yaitu tanaman jagung manis

itu sendiri.

Gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit ini yaitu:

- Pada permukaan daun jagung manis yang terserang penyakit ini timbul noda

noda kecil bewarna merah karat dan terdapat tepung bewarna cokelat

kekuning kuningan.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menanam varietas

jagung manis yang tahan terhadap puccinia misalnya : parikesit dan wiyasa.

Gambar 10. Tanaman jagung manis yang terserang penyakit karat.

Penyakit virus kerdil

Penyebab penyakit kerdil adalah virus Maize Dwarf Mosaic (VMDM) yang

belum ditemukan menyerang tanaman jagung manis. Daerah sebaran penyakit ini

tersebar luas diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Tanaman inang penyakit ini

yaitu tanaman jagung manis itu sendiri.

Gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit ini yaitu:

- Pada daun jagung manis yang terserang virus initerdapat garis kuning mudah

terputus putus diseluruh pemukaannya.

Program Studi Agribisnis


30
Laporan Tugas Akhir

- Pertumbuhan tanaman yang terserang virus ini terhambat (kerdil) dan

tongkolnya kecil kecil.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sbb:

- Menanam benih yang bebas penyakit, khususnya virus.

- Mencabut tanaman jagung manis yang terserang virus.

- Pergiliran (rotasi) tanam yang bukan jagung manis sefamili.

Gambar 11. Tanaman jagung manis yang terserang virus kerdil

Penyakit busuk pelepah

Penyebab penyakit ini adalah cendawan Rhizoctonia solani. Daerah sebaran

penyakit ini tersebar luas diseluruh dunia. Tanaman inang penyakit ini banayk

jenis tanaman Cynodon dactylon, sorgum, dan beberapa jenis rumput rumputan.

Gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit ini yaitu:

- Mula mula pada pelepah timbul bercak- bercak bewarna salmon.

- Kemudian bercak meluas dan berupa warna menjadi abu abu atau putih.

- Di lapangan, intensitas serangan berkisar antar 10 % - 100%. Tanaman tidak

memberikan hasil bila penyakit telah menyerang tongkol.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sbb:

- Membersihkan sisa sisa tanaman (sanitasi).

- Menanam pada awal musim kemarau.

- Membuang atau mencabut tanaman yang sakit berat.

Program Studi Agribisnis


31
Laporan Tugas Akhir

- Aplikasi fungisida yang mangkus dan sangkil, seperti Delsene MX 200 atau

Dithane M-45 dengan konsentrasi yang dianjurkan.

Gambar 12. Tanaman jagung manis yang terserang penyakit busuk pelepah.

Penyakit busuk batang

Penyebab penyakit busuk batang ini adalah cendawan (jamur) phytium sp.

Daerah sebaran penyakit ini tersebar luas diseluruh dunia. Tanaman inang

penyakit ini yaitu tanaman jagung manis, sorgum, gandum, oats, barley, kapas,

kedelai, dan lain lain.

Gejala yang sering ditimbulkan pada penyakit ini yaitu:

- Buku batang paling bawah busuk basah atau busuk lunak, bewarna cokelat

sampai hitam.

- Akibatnya batang patah dan mati.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sbb:

- Membersihkan lingkungan kebun.

- Perbaikan drainase tanah.

- Mencabut tanaman yang sakit berat.

- Pergiliran (rotasi) tanaman yang bukan jagung manis sefamili.

Program Studi Agribisnis


32
Laporan Tugas Akhir

Gambar 13. Tanaman jagung manis yang terserang penyakit busuk batang.

2.2.5. Panen Jagung manis

Waktu panen tanaman jagung manis yaitu 75 80 HST dengan ciri ciri biji

masak lunak atau masak susu akhir. Keadaan biji mulai agak keras sebab telah

terisi zat pati atau zat tepung sehingga sering disebut masak tepung. Kondisi

seperti ini biji mudah dipecahkan dan isinya berupa tepung basah. Ciri-ciri lainnya

adalah ujung daun bagian bawah mulai nampak kering, pembentukan zat makanan

dipusatkan kearah tongkol sehingga tongkol semakin berkembang dan beratnya

makin bertambah (Anonim, 2013).

Cara panen jagung manis dilakukan dengan cara manual, yaitu memutar

tongkol beserta kelobotnya atau dapat dilakukan dengan cara mematahkan tangkai

buah jagung manis.pada lahan yang luas dan rata sangat cocok bila menggunakan

mesin pemetikan (Tim Karya Tani Mandiri, 2010).

Program Studi Agribisnis


33
Laporan Tugas Akhir

2.3 Sistem Kemitraan

Pengertian Kemitraan

Kemitraan adalah suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau

lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan

prinsip saling membutuhkan dan membesarkan. Keberhasilan, kemitraan sangat

ditentukan oleh adanya kepatuhan di antara yang bermitra dalam menjalankan

etika bisnis (Anonim, 2006).

Kemitraan juga memperkuat mekanisme pasar dan persaingan usaha yang

efisien dan produktif. Bagi usaha kecil kemitraan jelas menguntungkan karena

dapat turut mengambil manfaat dari pasar, modal, teknologi, manajemen, dan

kewirausahaan yang dikuasai oleh usaha besar. Usaha besar juga dapat mengambil

keuntungan dari keluwesan dan kelincahan usaha kecil. Kemitraan hanya dapat

berlangsung secara efektif dan berkesinambungan jika kemitraan dijalankan dalam

kerangka berfikir pembangunan ekonomi, dan bukan semata-mata konsep sosial

yang dilandasi motif belas kasihan atau kedermawanan (Anonim, 2010).

Manfaat Kemitraan

Menurut Anonim (2014), kemitraan memiliki manfaat bagi masing-masing

pihak yang melakukan kerjasama, diantaranya yaitu:

1. Efisiensi dan efektifitas, yaitu memproduksi barang dalam jumlah yang

diharapkan dengan mengurangi faktor input dan meningkatkan produksi

(output) dengan menggunakan sumber daya dalam jumlah dan kualitas yang

besar.

2. Jaminan mutu, jumlah dan keberlanjutan mulai dari penyedia input, proses

hingga output yang dihasilkan.

Program Studi Agribisnis


34
Laporan Tugas Akhir

3. Mengurangi risiko dan meningkatkan keuntungan

4. Memberi manfaat sosial

5. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan

6. Mendukung keberlangsungan program

Selain itu dalam melakukan hubungan Kemitraan, ada beberapa etika bisnis

yang harus dibangun yaitu: Karakter, integritas dan kejujuran, Kepercayaan,

Komunikasi yang terbuka, Adil, Keseimbangan antara insentif dan risiko.

Sehingga terbentuk hubungan bisnis yang harmonis dan berkelanjutan.

Alasan perlunya kemitraan

Menurut Anonim (2012), Kemitraan usaha haruslah berdasarkan asas

sukarela dan suka sama suka. Dalam kemitraan harus dijauhkan kawin paksa.

Oleh karena itu, pihak-pihak yang bermitra harus sudah siap untuk bermitra, baik

kesiapan budaya maupun kesiapan ekonomi. Jika tidak, maka kemitraan akan

berakhir sebagai penguasaan yang besar terhadap yang kecil atau gagal karena

tidak bisa jalan. Artinya, harapan yang satu terhadap yang lain tidak terpenuhi,

maka beberapa alasan terjadi kemitraan dikemukakan sebagai berikut:

a. Meningkatkan profit atau sales pihak-pihak yang bermitra

b. Memperbaiki pengetahuan situasi pasar

c. Memperoleh tambahan pelanggan atau para pemasok baru

d. Meningkatkan pengembangan produk

e. Memperbaiki proses produksi

f. Memperbaiki kualitas

g. Meningkatkan akses terhadap teknologi.

Program Studi Agribisnis


35
Laporan Tugas Akhir

Pola kemitraan

Berdasar pada konsep kemitraan dan keuntungan serta keunggulan

kemitraan ada beberapa strategi dan pola yang ditawarkan. Banyak program

pemerintah dan pola-pola kemitraan yang dibuat demi usaha kecil. Hal ini

bertujuan untuk mendorong dan menumbuhkan usaha kecil tangguh dan modern.

Usaha kecil sebagai kekuatan ekonomi rakyat dan berakar pada masyarakat dan

usaha kecil yang mampu memperkokoh struktur perekonomian nasional yang

lebih efisien (Anonim 2010).

Pola inti-plasma

Pola inti plasma adalah pola hubungan kemitraan antara kelompok mitra

dengan perusahaan mitra di mana kelompok mitra bertindak sebagai plasma inti.

penyediaan sarana produksi, pemberian bimbingan teknis manajemen usaha dan

produksi, perolehan, penguasaan dan peningkatan teknologi yang diperlukan bagi

peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha. Dalam hal ini, Usaha Besar

mempunyai tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) untuk

membina dan mengembangkan UKM sebagai mitra usaha untuk jangka panjang.

Subkontrak

Pola subkontrak adalah hubungan kemitraan antara Usaha Kecil dengan Usaha

Menengah atau Usaha Besar, yang di dalamnya Usaha Kecil memproduksi

komponen yang diperlukan oleh Usaha Menengah atau Usaha Besar sebagai

bagian dari produksinya. Bisa juga dikatakan, subkontrak sebagai suatu sistem

yang menggambarkan hubungan antara Usaha Besar dan Usaha Kecil Menegah,

dimana Usaha Besar sebagai perusahaan induk (parent firma) meminta kepada

UKM selaku subkontraktor untuk mengerjakan seluruh atau sebagian pekerjaan


Program Studi Agribisnis

36
Laporan Tugas Akhir

(komponen) dengan tanggung jawab penuh pada perusahaan induk. Selain itu,

dalam pola ini Usaha Besar memberikan bantuan berupa kesempatan perolehan

Bahan, bimbingan dan kemampuan teknis produksi, penguasaan teknologi, dan

pembiayaan. Model kemitraan ini menyerupai pola kemitraan contract farming

tetapi pada pola ini kelompok tidak melakukan kontrak secara langsung dengan

perusahaan pengolah (processor) tetapi melalui agen atau pedagang.

Dagang umum

Pola Dagang Umum adalah hubungan kemitraan antara Usaha Kecil

dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar, yang didalamnya Usaha Menengah

atau Usaha Besar memasarkan hasil produksi Usaha Kecil atau Usaha Kecil

memasok kebutuhan yang diperlukan oleh Usaha Menengah atau Usaha Besar

mitranya. Dengan demikian maka dalam pola dagang umum, usaha menengah

atau usaha besar memasarkan produk atau menerima pasokan dari usaha kecil

mitra usahanya untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh usaha menengah

atau usaha besar mitranya. Bisa juga dikatakan bahwa pola dagang umum

mengandung pengertian hubungan kemitraan antara kelompok mitra dengan

perusahaan mitra, dimana perusahaan mitra memasarkan hasil produksi kelompok

mitra memasok kebutuhan perusahaan mitra.

Kerjasama Operasional Agribisnis (KOA)

Pola kemitraan kerjasama operasional Agribisnis (KOA) adalah pola

hubungan bisnis yang dijalankan oleh kelompok mitra dengan perusahaan mitra.

Kelompok mitra adalah kelompok yang menyediakan lahan, sarana dan tenaga

kerja. Sedangkan perusahaan mitra menyediakan biaya, modal, manajemen dan

pengadaaan sarana produksi lainnya. Perusahaan mitra juga sebagai penjamin

Program Studi Agribisnis


37
Laporan Tugas Akhir

pasar dengan meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan dan

pengemasan. Pola ini sering diterapkan pada usaha perkebunan tebu, tembakau,

sayuran dan pertambakan. Dalam pola ini telah diatur tentang kesepakan

pembagian hasil dan resiko.

Program Studi Agribisnis


38
Laporan Tugas Akhir

BAB. III METODE PELAKSANAAN

3.1. Waktu dan Tempat

Laporan Tugas Akhir ini disusun berdasarkan hasil pelaksanaan Pengalaman

Kerja Praktek Mahasiswa di Lahan PMW terletak di Jl. Raya negara Km.6 padang

rajo, Tanjung pati Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan PKPM ini dimulai pada

bulan 16 Maret 01 Juni 2015.

3.2. Ruang Lingkup

Penulisan Laporan Tugas Akhir ini mencangkup seluruh kegiatan yang ada

dilapangan, dari kegiatan budi daya sampai kepada kegiatan pemasarannya.

3.3. Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penyusunan laporan PKPM ini adalah data

primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari pelaksanaan kegiatan dilapangan,

diskusi, dan dokumentasi foto sebagai pelengkap data primer. Sedangkan data

sekunder berasal dari literatur yang diberikan oleh Instansi dan buku-buku

penunjang, serta data-data dari internet yang berhubungan dengan judul laporan.

3.4. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah

sebagai berikut :

a. Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan/informasi dengan cara

tanya jawab langsung antara penanya atau pewawancara dengan responden.

b. Observasi

Observasi yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara

langsung kepada obyek yang diteliti.

Program Studi Agribisnis


39
Laporan Tugas Akhir

c. Studi pustaka

Studi pustaka adalah pengumpulan data dengan cara memanfaatkan data

yang tersedia yang berhubungan dengan kegiatan dilapangan. Data tersebut dapat

berupa buku, arsip, jurnal, leaflet dan lain-lain yang bersifat informatif dan

berhubungan dengan kegiatan dilapangan.

Program Studi Agribisnis


40
Laporan Tugas Akhir

BAB. IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum

Usaha yang dijalankan ialah jenis usaha perorangan yang dijalankan dan

dikelola oleh satu orang yang seluruh kegiatannya dibiayai oleh dana pinjaman

melalui kegiatan PMW (Program Mahasiswa Kewirausahaan) yang nantinya dana

pinjaman tersebut akan dikembalikan seluruhnya tanpa adanya bunga pinjaman.

Awalnya usaha tersebut bergerak dibidang pengolahan yakni pengolahan tempe,

dan selanjutnya melakukan perluasan atau pertukaran usaha yang bergerak

dibidang budidaya yakni budidaya jagung manis.

Usaha ini dalam kegiatan pemasaran hasilnya juga bekerja sama dengan

perusahaan pengolahan jagung manis yakni perusahaan F1 aina dengan sistem

kemitraan dimana kita berkewajiban menyediakan bahan baku berupa jagung

manis dengan cara budidaya sendiri dilahan yang disewa, selanjutnya perusahaan

F1 aina berkewajiban membeli seluruh hasil produksi dengan harga yang telah

ditetapkan sebelumnya diawal perjanjian.

4.1.2 Organisasi dan manajemen

Profil Pengusaha

Nama : Angger purnama

Tempat/Tanggal Lahir : Kisaran, 14 Oktober 1993

Alamat : Perumnas pulutan permai

Agama : Islam

Umur : 21 Tahun

Pekerjaan : Mahasiswa

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Program Studi Agribisnis


41
Laporan Tugas Akhir

Pendikan Terakhir : SMA Muhamadiyah 8 Kisaran, Kab. Asahan

No. Telp : 082386530187

4.1.3 Sumber daya manusia perusahaan.

Sumber daya manusia di dalam suatu perusahaan memiliki perananan

penting. Pada usaha ini tidak memperkerjakan tenaga kerja dari luar, dikarenakan

skala usahanya yang tidak terlalu besar dan masih mampu dikerjakan sendiri,

sehingga usaha ini dikerjakan oleh perorangan yaitu pemilik usaha yang bertindak

sebagai pemilik juga sebagai pekerja. Hitungan upah tenaga kerja dihitung

berdasarkan HKO-nya, yaitu berdasarkan waktu efektif dalam bekerja. Dalam satu

HKO yaitu selama 7 jam dengan upah sebesar Rp. 75.000,-.

4.1.4 Kondisi keuangan secara keseluruhan

Kondisi keuangan pada usaha ini cukup baik karena dari periode awal

sampai dengan periode saat ini usaha yang dijalanan perusahaan belum

mengalami kerugian. Awalnya usaham ini memperoleh pinjaman modal awal dari

pihak Dikti sebesar Rp.8.000.000,- melalui kegiatan Program Mahasiswa

Wirausaha (PMW) yang dilaksanakan pihak kampus yang nantinya dana tersebut

dikembalikan seluruhnya tanpa adanya bunga pinjaman.

Awalnya dana tersebut digunakan untuk usaha pengolahan tempe sehingga

dana tersebut sudah digunakan untuk membiayai kegiatan usaha pengolahan

tempe tersebut yaitu digunakan untuk membeli Mesin pemecah kedelai, kompor

gas dan perlatan lainnya seperti ember besar, tikar dll. Sehingga peralatan tersebut

menjadi aset bagi perusahaan yang dapat diuangkan kembali. Pada periode ini

perusahaaan memperoleh laba sebesar Rp.1.719.700,- selama tiga bulan.

Program Studi Agribisnis


42
Laporan Tugas Akhir

Kemudian pada periode selanjutnya perusahaan menjalankan usaha

budidaya jagung manis sehingga dana tersebut digunakan untuk membiayai usaha

budidaya jagug manis. Pada usaha ini perusahaan tidak ada melakukan pembelian

peralatan, karenaperalatan yang dibutuhkan seperti cangkul, cored, ember dan

lainnya dapat dipinjam kepada pihak kampus. Pada usaha ini perusahaann

memperoleh laba sebesar Rp.644.800,- selama 2,5 bulan. Sehingga total laba

secara keseluruhan sampai saat ini adalah Rp. 2.364.500.

Selain itu juga perusahaan memiliki asset yang dapat diuangkan kembali.

Berikut ini merupakan asset yang dimiliki perusahaan :

Tabel 4. Asset yang dimiliki perusahaan


No Nama Jumlah Satuan
1. Mesin pemecah kedelai 1 Buah
2. Ember besar 2 Buah
3. Kompor gas 1 Buah
4. Tabung LPG 3 Kg. 1 Buah

4.1.5 Deskripsi kegitan bisnis

a. Deskripsi produksi

Usaha ini awalnya bergerak dibidang pengolahan yaitu mengolah tempe dan

selanjutnya melakukan perluasan atau pertukaran usaha yang bergerak dibidang

budidaya yakni budidaya jagung manis. Kegiatan mengolah tempe dimulai dari

proses produksi sampai pemasaran langsung kepada pembeli. Dan untuk usaha

budidaya jagung manis kegiatannya dimulai dari proses budidaya sampai kepada

pemasarannya.

Untuk usaha pengolahan tempe yang pernah dilakukan sudah


menggunakan mesin pemecah kedelai . Adapun teknik untuk kegiatan

pengolahan tempe adalah :

Program Studi Agribisnis


43
Laporan Tugas Akhir

Penimbangan, ambil biji kedelai yang akan ditimbang dengan menggunakan

mangkuk, kemudian letakkan kedalam ember kecil dan kemudian timbang

dengan menggunakan timbangan.

Penyortiran / Pencucian 1, pada proses penyortiran ini alat yang digunakan

yaitu ember kecil, caranya biji-biji kedelai dimasukkan kedalam ember kecil

berisi air, dan akan lebih baik bila dicuci pada air yang mengalir dengan

pencucian ini, kotoran-kotoran yang melekat maupun tercampur diantara biji

dapat hilang, kemudian pisahkan kotoran yang terangkat keatas permukaan

air.

Perebusan 1, pada proses perebusan pertama ini alat dan bahan yang

digunakan yaitu: kompor gas dan dandang. perebusan pertama ini hanya

berlangsung 30 menit. Caranya, biji kedelai dimasukkan kedalam dandang,

lalu direbus di atas tungku kompor gas sampai biji kedelai tersebut mendekati

setengah matang.

Perendaman, pada proses perendaman ini alat yang digunakan yaitu ember

besar, Setelah perebusan awal cukup indikatornya yaitu apabila dimakan

terasa setengah matang, kedelai rebusan tersebut diangkat dari dandang

perebusan dan dituangkan kedalam ember besar yang berisi air bersih,

kemudian dibiarkan terendam kedalam ember besar selama semalam hingga

menghasilkan kondisi asam. Tujuannya, disamping melunakkan kedelai,

adalah untuk mencegah pertumbuhan bakteri pembusuk selama fermentasi.

Pemecahan dan Pengupasan kulit ari, pada proses pemecahan dan

pengupasan kulit ari alat yang digunakan yaitu mesin pemecah kedelai, ember

besar, saringan plastik, ember kecil, dan wadah anyaman bambu, caranya
Program Studi Agribisnis

44
Laporan Tugas Akhir

yaitu Pemecahan dan pengupasan kulit ari ini menggunakan mesin pemecah

kedelai, biji kedelai dipecah menjadi dua bagian. bisa juga dengan

menggunakan cara manual yaitu dengan cara kedelai diremas-remas dalam

air, kemudian dikuliti / dibuang kulit arinya dan terjadilah kepingan -

kepingan kedelai.

Pemisahan kulit ari dan Pencucian 2, pada proses pemisahan kulit ari biji

kedelai dan pencucian 2 alat yang digunakan yaitu wadah anyaman bambu,

ember besar, dan saringan plastik. caranya biji kedelai yang sudah dipecah

dimasukkan kedalam saringan plastik kemudian direndam kedalam ember

besar, aduk hingga kulit ari memisah keatas, kemudian pisahkan kulit arinya,

kemudian cuci dengan air besih.

Perebusan 2, pada proses perebusan 2 ini alat yang digunakan yaitu dandang,

dan kompor gas, perebusan tahap kedua ini lebih cepat, hingga keping kedelai

menjadi matang selama 20 menit. Tujuannya adalah untuk membunuh bakteri

yang kemungkinan ada saat perendaman.

Penirisan dan pendinginan, pada proses penirisan dan pendinginan alat yang

digunakan yaitu saringan plastik, tikar, dan perataan kayu. Caranya kedelai

diambil dari dandang kemudian tuang kedalam saringan plastik tunggu

sampai air rebusannya menetes habis, kemudian biji kedelai disebar diatas

tikar dan diratakan tipis-tipis dengan menggunakan perataan kayu, lakukan

secara berulang sampai biji kedelai kering.

Peragian, tahap peragian ini memegang kunci keberhasilan atau tidaknya

membuat tempe kedelai. Sebab, tempe ini dihasilkan dari kedelai yang diolah

secara fermentasi dengan menggunakan ragi jenis Rhizhopus sp. Pada proses

Program Studi Agribisnis

45
Laporan Tugas Akhir

peragian alat yang digunakan yaitu wadah anyaman bambu. Cara peragian,

biji kedelai yang telah dikeringkan dimasukkan kedalam wadah anyaman

bambu kemudian taburi dengan ragi tempe secara merata, Sebagai

perbandingan untuk 1 kg kedelai dibutuhkan 1 gr ragi tempe,

Pencetakan dan pemeraman ( fermentasi ) kedelai yang sudah tercampur

merata dengan ragi tempe kemudian dicetak, sebelumnya siapkan terlebih

dahulu alat-alat yang digunakan untuk melakukan pencetakan tempe yaitu:

wadah anyaman bambu, cetakan kayu, alas cetakan, perataan cetakan, dan

mangkuk takaran. Selain itu juga menggunakan kertas nasi yang diletakkan

diatas alas cetakan. Caranya yaitu siapkan alas cetakan kemudian alasi

dengan kertas nasi, satu alas cetakan itu menggunakan kertas nasi sebanyak

13 buah, terdiri dari 9 buah untuk bagian alas cetakan dan 4 buah untuk

bagian atasnya, setelah itu letakkan cetakan tepat berada dibagian tengah alas

cetakan tujuannya agar tempe tidak miring. Kemudian ambil kedelai yang

telah tercampur merata dengan ragi dengan menggunakan mangkuk takaran

kemudian letakkan kedalam cetakan , satu cetakan berisi 6 mangkuk takaran

kedelai atau setara dengan 7 kg kedelai basah. kemudian ratakan, kemudian

angkat cetakan kayu secara perlahan jangan sampai kedelainya berserakan,

kemudian bentuk dengan menggunakan tangan sampai terbentuk segi tiga

memanjang, kemudian ratakan dengan menggunakan perataan cetakan

sampai rapi, tujuannya agar tempe yang dihasilkan padat, setelah itu setelah

terbentuk segitiga memanjang tutup bagian atasnya dengan menggunakan

kertas nasi sebanyak 4 buah. Kemudian setelah kedelai siap dicetak lakukan

pemeraman selama 2 hari 2 malam atau selama 48jam. Pemeraman

Program Studi Agribisnis


46
Laporan Tugas Akhir

dilakukan diruangan yang terpisah dari tempat produksi, karena pada

pemeraman ini dibutuhkan tempat yang kering, pemeraman dilakukan dengan

kemiringan 45 (derajat) tujuannya agar air penguapan dapat menetes

kebawah, kemudian dialasi dengan karung bisa juga dengan menggunakan

plastik dibagian atasnya.

Pemotongan dan pengemasan tempe. Setelah dilakukan pencetakan dan

pemeraman proses selanjutnya ialah pemotongan dan pengemasan tempe.

Adapun alat yang digunakan untuk melakukan pemotongan tempe yaitu pisau

dan penggaris, pemotongan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam

tujuannya agar tempe terpotong rapi, potong tempe dan ukur dengan

menggunakan penggaris sepanjang 28 cm. kemudian lakukan proses

selanjutnya yaitu pengemasan, pengemasan ini menggunakan kertas nasi dan

karet.

Pemasaran, pemasaran dilakukan dengan kerjasama/ mitra dengan sistem

dagang umum secara non formal dengan rumah makan dan penjual gorengan,

yaitu hanya sebatas menjual tempe secara kontiniu setiap harinya tanpa

adanya perjanjian secara tertulis hanya lebih mengutamakan kepercayaan .

Kegiatan untuk budidaya jagung mnis yang dilakukan di lapangan secara

keseluruhannya meliputi kegiatan persiapan bahan baku (benih), pengolahan

tanah, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen serta pemasaran langsung

kepada perusahaan F1 aina.

b. Deskripsi produk

Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan kepada pasar untuk

mendapatkan perhatian, dimiliki, dikonsumsi/digunakan konsumen dan

Program Studi Agribisnis


47
Laporan Tugas Akhir

mendapatkan keuntungan, sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan.

Produk yang dihasilkan pada usaha ini awalnya yaitu tempe dan saat ini yaitu

jagung manis varietas Bonanza F1.

c. Deskripsi pelanggan

Pelanggan dari produk yang dihasilkan awalnya untuk tempe yaitu warung

nasi, dan penjual gorengan. Sedangkan untuk budidaya jagung manis ini sendiri

yaitu langsung dipasarkan kepada perusahaan pengolahan jagung manis yaitu

perusahaan F1 aina.

d. Deskripsi pemasok bahan baku

Pemasok bahan baku untuk kegiatan pengolahan tempe yaitu untuk kedelai

sendiri dibeli pada distributor kedelai yang ada dipasar ibuh yaitu toko berlian

timur yang beralamat dijalan jambu belakang pasar Ibuh timur sedangkan untuk

kemasan dan lain sebagainya dibeli ditoko plastik yang berada dipasar Ibuh timur

dan barat. Sedangkan untuk pemasok bahan baku untuk kegiatan budidaya jagung

manis yaitu untuk bibit sendiri berasal dari pinjaman perusahaan F1 aina yang

nantinya akan diganti pda saat panen, sedangkan untuk pupuk, insektisida dibeli di

kios tani yang beralamat dipasar sarilamak.

e. Deskripsi kegiatan pemasaran

Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh

perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk

mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Kegiatan pemasaran perusahaan

harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen bila ingin mendapatkan

tanggapan yang baik dari konsumen. Jika konsumen telah terpenuhi keinginannya

dan telah memberikan tanggapan positif terhadap suatu produk tentunya juga akan

Program Studi Agribisnis


48
Laporan Tugas Akhir

memberikan dampak positif terhadap perusahaan dengan tercapainya tujuan

perusahaan yaitu memperoleh laba dari usaha yang dijalankan.

Kegiatan pemasaran yang dilakukan pada usaha ini awalnya untuk

pengolahan tempe yaitu dilakukan dengan kerjasama/ mitra dengan sistem dagang

umum secara non formal dengan rumah makan dan penjual gorengan, yaitu hanya

sebatas menjual tempe secara kontiniu setiap harinya tanpa adanya perjanjian

secara tertulis hanya lebih mengutamakan kepercayaan. keuntumgan yang

diperoleh dari kerjasama/mitra tersebut yaitu pemasarannya sudah pasti, sehingga

tidak ada produk yang tidak terjual karena produksinya dapat diprediksi untuk

setiap harinya. Sedangkan bagi rumah makan dan penjual gorengan keuntungan

yang diproleh dari dari kerjasama/mitra tersebut yaitu dapat memenuhi kebutuhan

tempe setiap harinya dengan harga yang sama tanpa harus membeli kepasar

karena pesanan langsung diantar kepada pembeli.

Sedangkan untuk kegiatan budidaya jagung manis kegiatan pemasarannya

dilakukan dengan cara bekerjasama dengan perusahaan F1 aina. Perusahaan F1

aina merupakan perusahaan olahan bahan pertanian khususnya jagung manis

dengan kebutuhan jagung manis rata-rata perharinya 2 ton yang memiliki 17

kantor cabang yang tersebar di Sumbar dan pekan baru, diantaranya Payakumbuh,

Padang, Batang agam, sicincin pariaman, solok, Pekanbaru, dan Dumai. Kegiatan

kerja sama dengan perusahaan F1 aina dilakukan dengan cara sistem kemitraan

pola inti-Plasma yaitu perusahaan F1 aina ikut serta berperan dalam penyediaan

Saprodi yaitu benih jagung manis Bonanza yang dipinjamkan dan akan diganti

pada saat panen. Selanjutnya perusahaan F1 aina bertanggung jawab untuk

membeli seluruh hasil panen dengan harga jual yang telah ditetapkan dari awal

Program Studi Agribisnis


49
Laporan Tugas Akhir

perjanjian pada saat penanda tanganan surat perjanjian kontrak yang ditanda

tangani diatas materai 6000 yang berarti surat tersebut memiliki badan hukum

yang jelas yang sewaktu- waktu dapat dituntut apabila kesepakatan yang telah

disetujui tidak dilaksanakan oleh kedua belah pihak.

Harga jual yang ditetapkan oleh perusahaan F1 aina yaitu Rp 2.700 untuk

kualitas Super dengan kriteria berat pertongkolnya 3ons dengan tongkol berisi

biji jagung secara keseluruhan. Sedangkan untuk kualitas BS dibeli dengan harga

Rp.1.000 dengan kriteria berat < 3 Ons pertongkolnya dan biji tidak terisi secara

keseluruhan.

Dengan sistem kerjasama seperti ini sama-sama menguntungkan oleh kedua

belah pihak, baik pihak perusahaan dapat memenuhan bahan baku berupa jagung

manis, sedangkan bagi petani mitranya mendapat kepastian untuk menjual seluruh

hasil panennya dengan harga yang pasti, sehingga tidak perlu khawatir terjadinya

panen raya yang mengakibatkan harga jagung turun.

4.2 Sistem Kemitraan Pola Inti-Plasma dengan Perusahaan F1 aina pada

Budidaya Jagung Manis

Pola inti plasma adalah pola hubungan kemitraan antara kelompok mitra

dengan perusahaan mitra di mana kelompok mitra bertindak sebagai plasma inti.

penyediaan sarana produksi, pemberian bimbingan teknis manajemen usaha dan

produksi, perolehan, penguasaan dan peningkatan teknologi yang diperlukan bagi

peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha. Begitu juga sama halnya dalam

Menjalin kerjasama dengan perusahaan F1 aina, dimana selain perusahaan

bertanggung jawab dalam pembelian seluruh hasil panen, pihak perusahaan juga

Program Studi Agribisnis


50
Laporan Tugas Akhir

berperan dalam peminjaman modal berupa benih yang akan dibayar pada saat

panen.

Menurut Anonim (2006), kemitraan memiliki manfaat bagi masing-masing

pihak yang melakukan kerjasama, diantaranya mengurangi resiko dan

meningkatkan keuntungan dan kesejahteraan. Hal ini selaras dengan dialami

dilapangan dimana dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan F1 aina

dapat mengurangi terjadinya resiko, diantaranya resiko terjadinya panen raya,.

karena walaupun terjadinya panen raya yang menyebabkan harga pasar rendah,

perusahaan tetap berkewajiban membeli seluruh hasil panen dengan harga yang

telah ditetapkan sesuai kesepakatan, bagi perusaaan F1 aina sendiri dengan

dilakukannya kerjasama ini persediaan bahan baku dapat terjaga sehingga

produksi perusahaan dapat berjalan dengan lancar, serta resiko-resiko lain yang

mungkin terjadi karena kesepakatan ini memiliki badan hukum yang jelas dan

dapat dituntut apabila terjadinya pelanggaran dalam pelaksanaannya.

Selanjutnya dapat meningkatkan keuntungan, ini terbukkti pada saat panen

pasaran harga jagung manis sekitar Rp.2.500/ kg. Sedangkan pihak perusahaan F1

aina membelinya dengan harga Rp.2.700/kg. Sehingga dengan melakukan kerja

sama dapat meningkatkan keuntungan sebesar Rp.200/kg.

Selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan, dimana dengan melakukan

kerjasama dengan perusahaan F1 aina, pihak perusahaan F1 aina memberikan

bantuan berupa pinjaman benih yang akan dikembalikan pada saat panen

raya.sehingga bagi petani yang memilki modal yang tidak terlalu banyak dapat

terbantu dengan adanya kerja sama tersebut, karena pasa umumnya harga benih

jagung manis relatif tinggi

Program Studi Agribisnis


51
Laporan Tugas Akhir

a. Persiapan sebelum budidaya

Kerja sama denga sama perusahaan F1 aina dimulai dari penanda tanganan

surat perjanjian kontrak kerjasama, dimana sebelum dilakukannya penanda

tanganan surat perjanjian kontrak kerjasama ditentukan beberapa kesepakatan

yang disepakati secara bersama. Surat perjanjian tersebut ditanda tangani diatas

materai 6000 yang artinya surat perjanjian tersebut memiliki badan hukum yang

jelas, hal ini dilakukan untuk melindungi hak bersama agar kerja sama berjalan

dengan lancar. Adapun point-point yang disepakati bersama dalam perjanjian

kontrak kerja sama yaitu:

1. Perusahaan F1 aina menetapkan harga bibit sebesar Rp. 120.000.

Maksudnya disini yaitu apabila perusahaan F1 aina memberikan pinjaman

berupa benih jagung bonanza, benih tersebut dibayar seharga Rp.120.000

2. Seluruh Hutang berupa bibit dan biaya lainnya yang bersangkutan dalam

usaha penanaman Jagung Manis F1 aina harus dilunasi pada saat panen.

3. Pengusaha jagung manis tidak dibenarkan menjual hasil panen Jagung

Manis kepada Pihak manapun selain dari perusahaan F1 aina.

4. Perusahaan F1 aina bertanggung Jawab penuh untuk membeli seluruh hasil

panen Jagung Manis yang diusahakan oleh pengusaha jagung manis dengan

Syarat Jagung tersebut harus memenuhi standart jual beli (Barang

Berkualitas), dengan ketentuan harga sebagai berikut:

Grade A : Rp. 2.700,- / Kg

BS : Rp. 1.000,-/ Kg

Dalam hal ini Grade A memliki kriteria berat 3 ons pertongkolnya dengan

tongkol terisi biji secara penuh, sedangkan untuk BS sebaliknya.

Program Studi Agribisnis


52
Laporan Tugas Akhir

5. Perusahaan F1 aina tidak akan membeli Jagung Manis yang dicampur

dengan bibit lain selain bibit yang telah direkomendasikan Oleh perusahaan

F1 aina. Adapun bibit yang direkomendasikan yaitu Bonanza F1.

6. Waktu Panen ditentukan oleh perusahaan F1 aina, dan apabila pengusaha

jagung manis berhalangan datang kelokasi penanaman maka harus

dicarikan orang lain untuk panen dan melansir hasil panen kelokasi yang

bisa dijangkau kendaraan roda empat, sekaligus saksi waktu menghitung

dan penyortiran, apabila hal itu tidak bisa disanggupi oleh pengusaha, maka

Perusahaan f1 aina berhak untuk mengambil jagung dengan pemberitahuan

terlebih dahulu lewat HP atau langsung ke alamat pengusaha jagung

manis.dalam hal ini tanggal tanam dan waktu panen ditentukan oleh

perusahaan dikarenakan untuk menjaga persediaan bahan baku berupa

jagung manis.

b. Budidaya jagung manis

Kegiatan budidaya jagung manis dimulai dari pengolahan tanah,

penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Pengolahan tanah dilakukan

secara manual yaitu dengan menggunakan cangkul dilakukan dengan cara

membolak-balikkan tanah sedalam mata cangkul. Membolak balikkan tanah

bertujuan agar tanah menjadi gembur. Menurut Basri Hasan, Dasar- dasar

agronomi, 2002 membalikkan lapisan tanah bagian bawah ke permukaan tanah

agar terjadi pertukaran aerase udara, peresapan air dan memudahkan masuknya

sinar matahari. Dari proses ini tanah akan berubah menjadi gembur. Tanah yang

gembur akan memudahkan akar tanaman masuk ke dalam tanah dan menyerap

unsur hara.

Program Studi Agribisnis


53
Laporan Tugas Akhir

Selanjutnya untuk menambah unsur hara dilakukan pemupukan dasar yaitu

dengan menggunakan pupuk kandang berupa kotoran sapi. Pemupukan awal

dengan menggunakan kotoran sapi bertujuan untuk menambah kegemburan dan

kesuburan tanah serta memperbaiki struktur tanah. Menurut Basri Hasan, Dasar-

dasar Agronomi, 2002 penggunaan pupuk kandang dapat memperbaiki kesuburan

fisik tanah melalui perubahan struktur danpermeabilitas tanah serta dapat

meningkatkan kegiatan mikroorganisme tanah yang berarti meningkatkan

kesuburan biologis. Kotoran sapi yang digunakan yaitu sebanyak 20 gerobak

dimana dalam satu gerobak terdapat 30 kg, atau sebanyak 600 kg untuk luasan

lahan 600 m. Menurut Tim Karya Tani, 2010. Dosis penggunaan pupuk kandang

sebanyak 5- 10 ton perhektarnya. Pemberian pupuk dasar dilakukan dengan cara

menebarkan kotoran sapi diatas lahan dengan menggunakan cangkul sampai

merata dari awal hingga ujung lahan yang akan ditanami.

Selanjutnya yaitu kegiatan penanaman benih, kegiatan penanaman benih

dilakukan dengan cara membuat lubang tanam terlebih dahulu dengan

menggunakan batang ubi yang telah diruncingkan dengan cara menancapkan

batang ubi sedalam 5 cm dengan jarak tanam 100cmx45cm. Kemudian isikan

benih Jagung Manis Bonanza F1 kedalam lubang tanam sebanyak 2 biji per

lubang tanam. Kemudian tutup lubang tanam yang telah diisi benih jagung Manis

Bonanza F1 dengan menggunakan tanah kemudian padatkan dengan dengan

menggunakan tangan. Selanjutnya untuk membuat kondisi tanah agar berada

dalam keadaan lembab dilakukan penyiraman benih yang baru ditanam dengan

menggunkan Gembor.

Program Studi Agribisnis


54
Laporan Tugas Akhir

Pembuatan lubang tanam usahakan tidak terlalu dalam dan juga tidak terlalu

dangkal, jika terlalu dalam maka benih akan susah menerobos lapisan tanah

hingga tumbuh diatas permukaan tanah, sedangkan jika terlalu dangkal maka akan

mudah hama seperti ayam dan burung memakan benih jagung tersebut dan juga

mudah terbawa keluar permukaan tanah oleh air pada saat hari hujan. Kedalaman

lubang tanam yang dianjurkan yaitu sedalam 2,5 - 5cm (Tim Karya Tani Mandiri,

Pedoman bertanam jagung, 2010).

Penentuan jarak tanam tergantung dari lama panen dan jumlah benih per

lubang tanam, jika waktu panen cepat yaitu antara 70-80 hari maka jarak tanam

yang dipakai semakin rapat yaitu 25cmx75cm, selain itu juga tergantung dari

jumlah benih yang ditanam per lubang tanam. Jarak tanam jagung yang umum

digunakan yaitu 75cm x 25cm, 80cm x 25cm, 75cm x 40cm, dan 100cm x 45cm

dengan jumlah benih yang ditanam yaitu 2 buah per lubang tanam (Tim Karya

Tani Mandiri, 2010). Jumlah benih yang ditanam perlubang tanam yaitu 2 buah,

sehingga jarak tanam yang dipakai yaitu 100 cmx 45cm sesuai dengan yang

dianjurkan.

Selanjutnya yaitu setelah benih berumur 7 HST, dilakukan pemupukan awal

dengan menggunakan pupuk Kimia. Adapun pupuk kimia yang digunakan yaitu

pupuk ZA, SP-36, dan KCL . Pemberian pupuk dilakukan dengan cara tugal yaitu

dengan membuat lubang terlebih dahulu dengan menggunakan batang ubi sedalam

10 cm dengan jarak 7 cm dari lubang tanam. Selanjutnya pupuk SP-36 dan KCL

dicampurkan. Kemudian masukkan (isikan) pupuk SP-36 dan KCL yang telah

dicampurkan kedalam lubang sebelah kiri dari tanaman sebanyak 2-3 gr perlubang

pupuk atau sekitar satu genggaman tangan untuk 3 tanaman. Selanjutnya

Program Studi Agribisnis


55
Laporan Tugas Akhir

Masukkan (isikan) pula pupuk ZA kedalam lubang pupuk sebelah kanan dari

tanaman dengan menggunakan takar dengan dosis 2-3 gr per lubang pupuk atau

setara dengan satu genggam pupuk untuk 3 lubang tanaman. Kemudian tutup

lubang pupuk dengan mengguakan tanah tipis.

Pemberian pupuk dengan cara tugal lebih baik dilakukan dibandingkan

dengan cara larikan. Pemberian pupuk dengan cara membenamkan kedalam tanah

memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding apabila pupuk diletakkan diatas

tanah, karena sebagian besar pupuk yang diberikan dapat menguap dan tidak dapat

diserap oleh tanaman (Tim karya tani mandiri, 2010).

Pemupukan awal dilakukan setelah tanaman berumur 7 hari setelah

tanam(HST). Menurut Anonim 2014, Dosis pemupupukan yang digunakan pada

budidaya Jagung Manis Hibrida Varietas Bonanza F1adalah N 180kg/ha (ZA

400kg/ha), P = 36kg/ha (sp-36 100kg/ha) dan K sebayak 116Kg/ha (KCL

200kg/Ha) dibagi tiga kali aplikasi,

7 HST : 200kg ZA, 100kg SP-36, 100kg KCL.

30 HST : 100kg ZA, 50kg KCL.


45 HST : 100kg ZA, 50kg KCL.

Sedangkan untuk luasan lahan 600 m, dosis pupuk yang digunakan adalah

sebanyak ZA = (600/10.000) x200kg ZA = 12 kg, SP-36 sebanyak = (600/10.000)

x100kg SP-36 = 6 kg, dan KCL sebanyak =(600/10.000) x 100kg KCL = 6 kg.

Setelah tanaman berumur 30 HST, dilakukan pemupukan kedua. caranya

sama dengan pemupukan pertama, dan pupuk yang digunakan yaitu ZA dan KCL

dengan dosis ZA=(600/10.000) x100kg ZA = 6 kg, dan KCL sebanyak

=(600/10.000) x 50kg KCL = 3 kg. Kemudian setelah tanaman berumur 45 HST,

Program Studi Agribisnis

56
Laporan Tugas Akhir

dilakukan pemupukan ketiga. Caranya sama dengan pemupukan pertama dan

kedua. Pupuk yang digunakan yaitu ZA dan KCL dengan dosis ZA =(600/10.000)

x100kg ZA = 6 kg, dan KCL sebanyak =(600/10.000) x 50kg KCL = 3 kg.

Selanjutnya kegiatan budidaya yang dilakukan yaitu penyulaman dan

penjarangan. Kegiatan penyulaman dan penjarangan dilakukan pada saat tanaman

berumur 7 HST. Menurut Tim karya tani mandiri, 2010 penyulaman dilakukan

pada tanaman berumur 1-2 minggu setelah penanaman sedangkan penjarangan

dilakukan pada tanaman berumur 1- 3 minggu setelah penanaman. Sedangkan

Menurut Rukmana, 2006 penyulaman yang terlambat (lebih dari 15 hari setelah

penanaman) mengakibatkan pertumbuhan tanaman jagung tidak merata dan

menyulitkan kegiatan pemeliharaan tanaman berikutnya.

Tujuan dilakukannya penyulaman adalah mengganti tanaman yang tidak

tumbuh atau tumbuh secara abnormal. Menurut Tim karya tani mandiri, 2010

tujuan dilakukannya penyulaman agar jumlah tanaman persatuan luas tetap

optimumsehingga target produksi dapat tercapai. Penyiraman tanaman dilakukan

bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah sehingga tanaman yang baru

dilakukan penyulaman dan penjarangan tidak layu dan dapat tumbuh dengan

normal kembali.adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

Penyulaman dilakukan dengan cara menanam kembali tanaman yang tidak

tumbuh. Sedangkan penjarangan dilakukan dengan cara memindahkan

tanaman yang telah tumbuh karena terlalu rapat.

Buat lubang tanam dengan menggunakan batang ubi yang telah

diruncingkan ujungnya pada tanaman yang tidak tumbuh.

Program Studi Agribisnis


57
Laporan Tugas Akhir

Lakukan penanaman ulang pada tanaman yang tidak tumbuh dengan cara

memasukkan benih jagung manis hibrida Varietas bonanza F1 kedalam

lubang tanam sebanyak 2 benih per lubang tanam.

Lakukan secara merata pada tanaman yang tidak tumbuh.

Untuk penjarangan, perhatikan tanaman yang tumbuh tidak beraturan.

Pisahkan tanaman yang tumbuh tidak beraturan dengan cara menggali

tanah dengan menggunakan coret, kemudian cabut bersamaan dengan

tanah dengan menggunakan tangan.

Usahakan menggali dan mencabut tanaman tidak merusak akar tanaman,

kemudian gali tanah dengan menggunakan coret untuk membuat lubang

tanam baru.

kemudian pindahkan tanaman yang telah dicabut kedalam lubang tanam

baru sesuai dengan jarak tanam. Padatkan tanah dengan menggunakan

tangan.

Lakukan secara merata.

Lakukan penyiraman dengan menggunakan gembor pada tanaman yang

dilakukan penyulaman dan penjarangan.

Kegiatan selanjutnya yaitu penyiangan dan pembumbunan. Penyiangan dan

pembumbunan bertujuan untuk membersihkan gulma dari tanaman agar

pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Menurut Rukmana, 1997 rumput liar

(gulma) yang tumbuh diareal tanaman jagung merupakan pesaing dalam hal

kebutuhan sinar matahari, air, unsur hara(pupuk), dan lain-lain. Disamping itu

rumput liar merupakan tempat bersarangnya hama dan penyakit.

Program Studi Agribisnis

58
Laporan Tugas Akhir

Tujuan dilakukannya pembumbunan yaitu untuk memperkuat berdirinya

tanaman. Menurut Rukmana 2006, tujuan pembumbunan adalah untuk

memperkokoh batang tanaman jagung agar tidak mudah rebah dan merangsang

pembentukan atau pertumbuhan akar secara leluasa. Penyiangan dan

pembumbunan dilakukan secara bersamaan karena kegiatan tersebut merupakan

kegiatan yang sejalan dan saling berkaitan.

Kegiatan penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur seminggu sekali,

sedangkan kegiatan pembumbunan dilakuka sekali saja yaitu pada saat tanaman

berumur 30 HST. Kegiatan penyiangan dan pembumbunan dilakukan dengan cara:

Bersihkan rumput liar (gulma) yang tumbuh disekitar tanaman dengan

menggunakan kored atau dicabut langsung dengan menggunakan tangan,

usahakan tidak melukai akar tanaman.

Untuk gulma yang berada disekitar pagar bersihkan dengan menggunakan

Cangkul dan parang atau dicabut langsung dengan menggunakan tangan.

Kemudian bumbun tanaman dengan cara menaikkan tanah yang berada

disekitar tanaman dengan menggunakan cangkul sampai tanaman berdiri

tegak sehingga membentuk guludan kecil.

Lakukan secara merata pada seluruh tanaman.

Kegiatan selanjutnya yaitu pengendalian hama dan penyakit dengan

menggunakan Insektisida Regent. Insektisida tersebut berbentuk cairan bewarna

putih kental dengan aroma yang menyengat. Adapun cara penggunaannya

dilapangan yaitu:

Gunakan Masker agar insektisida yang disemprotkan tidak terhirup.

Program Studi Agribisnis

59
Laporan Tugas Akhir

Buka tutup Sprayer dan masukan air sampai terisi sepertiga bagian dari

tabung Sprayer, kemudian masukkan insektisida Regent sebanyak 1 ml

atau setengah tutup botol insektisida kedalam tabung Sprayer yang telah

terisi air, kemudian masukkan kembali air kedalam Sprayer hingga tabung

terisi penuh.

Sandang Sprayer dibahu secara perlahan agar tidak tumpah ke pakaian,

kemudian gerakkan tuas Sprayer secara vertikal kearah atas dan bawah,

kemudian tekan tombol pengunci agar pesitida keluar secara merata.

Penyemprotan insektisida dilakukan searah dengan arah angin agar

insektisida tidak terhirup oleh hidung.

Semprotkan insektisida secara merata dari awal hingga akhir tanaman.

Penyemprotan insektisida sebaiknya dilakukan pada sore hari, karena pada


sore hari hama mulai menempel pada tanaman jagung.
Cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun untuk menghindari
terjadinya keracunan.
Kegiatan selanjutnya dilapangan yaitu pemanenan, kegiatan pemanenan

dilakukan pada saat tanaman berumur 75-78 HST. Seminggu sebelum kegiatan

pemanenan dilakukan pihak perusahaan harus sudah menentukan kapan waktu

yang cocok untuk dilakukannya pemanenan agar pihak perusahaan dapat menjaga

ketersediaan bahan baku. Pemanenan dilakukan dengan cara manual yaitu dengan

cara memetik tongkol dengan tangan hingga terlepas dari batangnya.

Kemudian Pisahkan tongkol jagung antara yang kualitas Super dengan yang

kualitas BS dengan kriteria kualitas Super berat 3 Ons per tongkolnya, dan

tongkol jagung terisi penuh dengan biji jagung.sedangkan kriteria kualitas BS

kebalikan dari kualitas Super. Kumpulkan tongkol jagung yang telah dipisahkan

Program Studi Agribisnis

60
Laporan Tugas Akhir

kedalam karung sampai terisi penuh kemudian ikat dengan menggunakan tali

rafia.Timbang tongkol jagung yang telah dikemas dengan menggunakan karung

yang diikat dengan tali rafia dengan menggunakan timbangan 100 kg. Catat berat

tongkol jagung per karungnya dengan menggunakan Spidol kemudian tulis jumlah

beratnya langsung dikarung.

c. Finansial

Setelah jagung ditimbang dan dicatat hasilnya, pihak perusahaan membayar

langsung seluruh hasil penjualan jagung tersebut. Adapun hasil dari seluruh

penjualan jagung sebagai berikut:

Penerimaan

Adapun jumlah penerimaan dari usaha budidaya jagung manis dengan

luasan lahan 600 M dapat dilihat dari tabel 5.

Tabel 5. Jumlah penerimaan dari usaha budidaya jagung manis dengan luasan
600 M.
No Jenis Hasil(Kg) Harga ( Rp) Jumlah
produksi
1 Super 624 2.700 1.684.800
2 BS 56 1.000 56.000
Total penerimaan 1.740.800

Biaya Saprodi

Adapun biaya Saprodi pada usaha Budidaya jagung manis untuk luasan

lahan 600 M dapat dilihat pada tabel 6.


Program Studi Agribisnis

61
Laporan Tugas Akhir

Tabel 6. Biaya Saprodi yang dikeluarkan pada usaha Budidaya Jagung Manis pada
luasan lahan 600 M.
No Saprodi Satuan Jumlah Harga Total
1 Pupuk :
ZA kg 24 3.000 72.000
Sp-36 kg 6 3.000 18.000
KCL kg 12 6.000 72.000
Kandang Gerobak 20 6.000 120.000
2 Benih Bungkus 2 115.000 230.000
3 Insektisida " Regent" Botol 100 ml 1 50.000 50.000
Total biaya Saprodi 562.000

Biaya Tenaga Kerja.

Adapun Biaya tenaga kerja yang dikeluarkan dalam Budi daya jagung

manis untuk luasan lahan 600 M dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Biaya tenaga kerja yang dikeluarkan pada usaha budidaya jagung manis
untuk luasan lahan 600 M.
No Kegiatan Waktu Jumlah Upah / Total
(Jam) HKO HKO ( Rp)
1 Pembukaan lahan 1 0,142 75.000 10.714,29
2 Pengolahan lahan 8 1,142 75.000 85.714,29
3 Pemupukan dasar 0,5 0,071 75.000 5.357,14
4 Perbaikan pagar 1 0,142 75.000 10.714,29
5 Penanaman 5 0,714 75.000 53.571,43
6 Pemupukan pertama 5 0,714 75.000 53.571,43
Penyulaman dan
7 penjarangan 1,5 0,214 75.000 16.071,43
penyiangan dan
8 Pembumbunan 5 0,714 75.000 53.571,43
9 Penyiangan kedua 5 0,714 75.000 53.571,43
10 Pemupukan kedua 3 0,428 75.000 32.142,86
Penyemprotan
11 Insektisida 0,5 0,071 75.000 5.357,143
12 Pemupukan ketiga 3 0,428 75.000 32.142,86
13 Panen 2 0,285 75.000 21.428,57
Jumlah biaya tenaga kerja 433.928,6
Biaya lain-lain

Adapun biaya lain- lain yang dikeluarkan dalam usaha Budidaya jagung

manis untuk luasan lahan 600 M dapat dilihat pada tabel 8.

Program Studi Agribisnis


62
Laporan Tugas Akhir

Tabel 8. biaya lain- lain yang dikeluarkan dalam usaha Budidaya jagung manis
No. Biaya Jumlah
1. Sewa 100.000
Total 100.000
Rekapitulasi biaya

Adapun Rekapitulasi seluruh biaya yang dikeluarkan dalam usaha budidaya

jagung manis dengan luasan lahan 600 M dapat dilihat pada tabel 9.

Tabel 9. Rekapitulsi seluruh biaya yang dikeluarkan pada usaha budidaya jagung
manis dengan luasan lahan 600 M.
No Jenis Biaya Jumlah
1 Saprodi 56.2000
2 Tenaga kerja 433.928,57
3. Lain-lain 100.000
Total seluruh biaya 1.095.928,57

Laporan laba rugi

Adapun laporan laba rugi dari usaha budidaya jagung manis dengan luasan

lahan 600 M dapat dilihat dari tabel 8.

Tabel 8. Laporan laba rugi usaha budidaya jagung manis dengan luasan lahan
600 M.
No Keterangan Jumlah Total
1. Pendapatan
Super 1.684.800
BS 56.000
Total pendapatan 17.40.800
2. Biaya
Saprodi 562.000
Tenaga kerja 434.000
Lain-lain 100.000
Total biaya 1.096.000
3. Laba 644.800
4. R/C ratio 1,588

Program Studi Agribisnis


63
Laporan Tugas Akhir

BAB. V KESIMPULAN

Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan dilapangan serta penyusunan

laporan tugas akhir yang telah tersaji dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Kemitraan dapat dijadikan sebagai salah satu strategi pemasaran komoditi

pertanian khususnya jagung manis yang dapat meningkatkan keuntungan.

2. Dengan menggunakan sistem kemitraan pada proses pemasarannya dapat

meningkatkan harga jual jagung manis sebesar Rp.200/kg nya. Jika

dibandingkan dengan dipasarkan langsung kepada pedagang pengumpul harga

pasar jagung yang berlaku pada saat itu seharga Rp.2.500/kg nya, sedangkan

jika dipasarkan melalui sistem kemitraan dijual seharga Rp.2.700/kgnya.

Program Studi Agribisnis


64
Laporan Tugas Akhir

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2014. Menanam Jagung Manis Hibrida Vrietas Bonanza F1. http://budi
dayahebat.blogspot.com/2014/03/menanam-jagung-manis-hibrida-vrietas.
html. ( Diakses sabtu 21 maret 2015).

Anonim, 2014. http://www.ciputraentrepreneurship. com/pemikiran -


ciputra/kemitraan -sangat-penting-bagi-entrepreneur. (Diakses 16 April
2015).

Anonim. 2013. Biologi jagung Manis. http://eprints.ung.ac.id/510/6/2013-2-


54211-613409045-bab2-10012014070816.pdf. (Diakses 18 april 2015).

Anonim. 2012. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/122823-S-5461-Gambaran%20


kemitraan-Tinjauan%20literatur.pdf.( diakses 18 April 2015).

Anonim. 2010. Karakteristik Produk pertanian. http://agribisnis.blogspot.com/


2010/06karakteristik-produk-pertanian.html. 2010. ( Diakses 16 April
2015).

Anonim, 2010. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/industri/article/view File /


1874/2010 umm_scientific_journal.pdf ( Diakses 16 April 2015).
Rukmana. 2006. Usaha tani jagung. Jakarta. Kanisius rev.II.
Tim Karya Tani Mandiri. 2010. Pedoman bertanam jagung. Bandung. CV.
NUANSA AULIA

Program Studi Agribisnis


65