Anda di halaman 1dari 6

1.

Latar Belakang

Kebutuhan akan air baku di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun. kebutuhan
air baku nasional mencapai 175.179 juta m3per tahun. Kosumsi air untuk kebutuhan pertanian
menempati posisi pertama, yaitu sebesar .005 juta m3 per tahun sedangkan dunia industri
membutuhkan 27.741 juta3per tahun dan kebutuhan air baku domestik mencapai 6.431 juta m3per
tahun. Angka kebutuhan air baku nasional untuk keperluan domestik dan industri mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015, diperkirakan angka tersebut akan meningkat
menjadi 55.762 juta m3per tahun sedangkan pada tahun 2030 diperkirakan meningkat tajam
menjadi 276.125 juta m3per tahun. Ini berarti dalam kurun waktu 15 tahun ke depan kebutuhan air
baku untuk domestic industri akan meningkat lima kali lipat (Kementerian Pekerjaan Umum 2013).

Pemakaian air baku untuk konsumsi sehari-hari secara umum dibagi menjadi dua kategori, yaitu air
bersih dan air minum. Air bersih merupakan air yang telah memenuhi standar kesehatan dan dapat
diminum apabila telah diolah atau dimasak terlebih dahulu, sedangkan air minum adalah air yang
telah memenuhi standar kesehatan dan dapat langsung diminum. Perusahaan Air Minum (PAM),
merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) bagi
masyarakat yang dikelola oleh pemerintah. Perusahaan Air Minum (PAM) tersebar luas di setiap
provinsi, kabupaten dan kotamadya di seluruh Indonesia, dikelola oleh pemerintah daerah serta
diawasi secara langsung oleh aparat eksekutif maupun legislatif daerah. Perusahaan tersebut
dinamakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan unit kerja yang diberi tugas wewenang oleh pemerintah
Kota Bogor dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), yaitu satu kesatuan sistem
fisik atau teknik dan on fisik dari sarana dan prasarana air minum. Pengelolaan SPAM yang
dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, meliputi pengolahan air baku menjadi air minum
sesuai dengan standar kesehatan dan pemasaran air minum kepada masyarakat Kota Bogor.

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berkaitan erat dengan
pemberian layanan kepada pelanggan. Sampai dengan tahun 2013, cakupan pelayanan PDAM Tirta
Pakuan Kota Bogor baru mencapai 74,4 persen dengan target 11.000 sambungan langsung untuk
tahun 2014 dan 2015. Sampai saat ini pendistribusian air yang dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan
Kota Bogor belum merata. Pendistribusian air masih lebih fokus pada golongan pelanggan yang
mampu membayar, khususnya rumah tangga dengan ekonomi kelas menengah ke atas dan
golongan niaga. Sampai dengan Desember 2013, persentase golongan rumah tangga terlayani oleh
PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebesar 93,68% dari total layanan dan golongan niaga sebesar 4,41%.
Jumlah keluhan yang diterima oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor kualitas pelayanan
yang diberikan kepada pelanggan

Jenis Keluhan Jumlah (kasus)


Pipa distribusi (Pipa dinas) bocor 3.954
Bocor sekitar meter 451
Stop cock (gate valve) rusak 860
Pemakaian besar atau persil bocor 3.473
Bekas galian belum rapi 96
Air mengalir kecil 296
Air keruh 28
Air tidak mengalir 1.588
Meter buram 43
Pemindahan Letak Meter (PLM) 139
Meter air macet 518
Kaca meter air pecah 3
Meter hilang 27
Gangguan angka meter 106
Tidak ada segel 2
lainnya 50
: PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor (2015)

Berdasarkan Tabel , jumlah keluhan masih cukup besar berkaitan dengan PDAM Tirta Pakuan Kota
Bogor. Penyebab keluhan utama pelanggan tingkat kebocoran dengan jumlah 3.954 kasus sepanjang
tahun 2014. Hal ini masih kurangnya kapasitas PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam pelayanan
prima terhadap pelanggannya.

Peningkatan dan pengembangan kualitas PDAM Tirta Pakuan, baik dalam pelayanan, kualitas
produk, keefisienan serta keefektifitasan merupakan untuk melakukan penyesuaian terhadap
perkembangan lingkungan yang dinamis sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja
yang kepada pencapaian hasil (Suminnar 2007). Perbaikan kualitas perlu dilakukan oleh PDAM
Tirta Pakuan Kota Bogor untuk kepuasan pelanggan serta kepercayaan masyarakat atas kinerja
PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Strategi pemasaran yang tepat diharapkan meningkatkan pelayanan
baik dari segi kualitas dan kuantitas sehingga dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus
meningkatkan jumlah
Struktur Organisasi PDAM KOTA BOGOR

2. Rumusan Masalah

Saat ini, cakupan pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor baru kisaran 70 persen
dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Bogor, PDAM Tirta Pakuan masih perlu
melakukan upaya pemasaran untuk mencapai target cakupan layanan 80 persen. Jumlah
keluhan yang terbilang masih cukup tinggi serta akses pelayanan yang belum menjangkau ke
semua golongan pelanggan menjadi kendala dalam pencapaian target pemasaran PDAM Tirta
Pakuan Kota Bogor. Perlunya strategi pemasaran yang tepat agar dapat meningkatkan
kepercayaan masyarakat serta mencapai target pelayanan yang telah ditentukan.
3. Tinjauan Pustaka

Definisi Air Minum

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 adalah air
minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau proses pengolahan yang
memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung

Perusahaan Daerah Air Minum

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2007, ahaan Daerah Air
Minum yang selanjutnya disingkat PDAM adalah Badan Milik Daerah yang bergerak di
bidang pelayanan air minum. Perusahaan Air Minum Tirta Pakuan adalah BUMD
yang bererak di bidang air minum untuk wilayah Kota Bogor.

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan seperangkat tindakan yang terintegrasi upaya


memberikan nilai bagi konsumen dan keunggulan bersaing bagi (Kotler 1997).

Bauran Pemasaran

Terdapat delapan variabel bauran pemasaran menurut Lovelock and Wright yaitu :

Element komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi pelanggan.
Cyberspace and Time

Keputusan manajemen mengenai kapan, dimana dan bagaimana menyajikan yang baik
kepada pelanggan.
4. Analisis ( Menggunakan Analisis SWOT)

Setelah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta


mengetahui posisi usaha PDAM Tirta Pakuan, langkah berikutnya adalah melakukan
perumusan alternatif strategi yang dapat dilakuakan Adapun perumusan alternatif
strategi dapat dilihat pada Gambar
Kekuatan / Strength (S) Kelemahan/Weakness
Faktor 1. Kualitas air sesuai (W)
Internal dengan standar 1.Distribusi yang belum
kesehatan efisien
2. Persediaan yang cukup 2. Promosi kurang
3. Kualitas SDM yang intensif
baik
Faktor
eksternal
Peluang / Opportunities Perluasan jaringan Meningkatkan intensitas
(O) distribusi promosi melalui media
. Peraturan pajak air tanah (S2, O4, O5) cetak, media elektronik
. Kemajuan IPTEK dan media sosial
. Tidak adanya pesaing (W2, O2, O4)
. Peluang pasar yang masih
cukup luas
.Dukungan Pemerintah
Ancaman / Threats(T) Menyediakan sistem Menurunkan tingkat
. Curah hujan yang tinggi pembayaran pemasangan kehilangan air serta
. Kurangnya kesadaran secara kredit khusus sosialisasi kepada
masyarakat dalam penggunaan warga dengan kelas masyarakat terkait
air ekonomi menengah ke penggunaan air bersih
. Banyaknya warga kurang bawah (S2,T3, T4) secara efisien (W1, T2)
mampu
. Kenaikan BBM dan inflasi yang
mempengaruhi harga
. Terjangkaunya akses air tanah
Hasil matriks SWOT

Berdasarkan analisis matriks SWOT, didapat 4 alternatif strategi pemasaran, yaitu meningkatkan
intensitas promosi melalui media cetak, media elektronik dan media sosial, menurunkan tingkat
kehilangan air melalui pipa distribusi yang telah lama serta sosialisasi penghematan air menjamin
kemerataan dalam distribusi air, bekerjasama dengan pemerintah enyediakan sistem pembayaran
pemasangan secara kredit khusus warga kelas ekonomi menengah ke bawah, dan perluasan jaringan
distribusi.

1. Jaringan
Perluasan jaringan betujuan agar masyarakat Kota Bogor yang belum menjadi dapat dilayani.
Strategi ini dapat dilakukan oleh PDAM Tirta Kota Bogor dikarenakan adanya dukungan penuh
dari pemerintah Kota bagi pengembangan PDAM Tirta Pakuan, khususnya bagi peningkatan
layanan agar PDAM Tirta Pakuan dapat menjangkau seluruh wilayah Bogor dan melakukan
distribusi secara merata. Perluasan jaringan juga bentuk memanfaatkan peluang pasar di wilayah
Kota Bogor yang belum
2. Meningkatkan intensitas promosi melalui media cetak, media elektronik dan social
Promosi merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh PDAM Pakuan Kota Bogor
dalam meningkatkan permintaan pemasangan Kemajuan teknologi, seperti berkembangnya
media elektronik dan media sosial menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan PDAM
Tirta Pakuan dalam mempromosikan pelayanan kepada masyarakat. juga dapat dilakukan
melalui media cetak lokal, seperti koran dan yang beredar di sekitar Kota Bogor.

3. Menyediakan sistem pembayaran pemasangan secara kredit bagi warga kelas menengah ke bawah
PDAM Tirta Pakuan dituntut untuk memberikan pelayanan secara merata Kota Bogor kepada
seluruh golongan pelanggan. Saat ini PDAM Tirta Kota Bogor hanya menggunakan strategi harga
dalam usaha pemerataan ke setiap golongan pelanggan. Penyediaan sistem pembayaran kredit
alternatif strategi pengembangan pasar yang dapat dilakukan oleh Tirta Pakuan Kota Bogor
dalam mengarah golongan warga miskin. penyediaan sistem pembayaran kredit diharapkan
dapat meringankan miskin dalam menyediakan kebutuhan airnya dari PDAM Tirta Pakuan Bogor.

4. Menurunkan tingkat kehilangan air serta sosialisasi penggunaan air bersih


Kendala dari kemerataan distribusi adalah tingkat kehilangan air yang serta pemakaian air yang
besar oleh masyarakat. Penyebab utama air adalah penggunaan pipa yang telah berusia tua. Pipa
yang telah tua lebih mudah bocor akibat tekanan air yang tinggi. Kebocoran dapat kerugian serta
sulitnya PDAM dalam memperluas cakupan Hal ini dikarenakan air yang seharusnya terpakai
untuk memenuhi pelanggan menjadi terbuang. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemakaian
air merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam air kepada masyarakat. Selama tahun
2014 tercatat 3.473 kasus yang dengan pemakaian besar maupun persil bocor. Pentingnya
sosialisasi penggunaan air bersih menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan meningkatkan
kesadaran dalam efisiensi pemakaian air.

5. Kesimpulan
strategi yang sudah dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ini, antara lain (1) promosi
yang meliputi pelaksanaan open table, pembagian hadian serta diskon; (2) Strategi harga;
(3) Perluasan jaringan dan retikulasi pada wilayah yang belum terlayani.