Anda di halaman 1dari 2

1. Kemestian mewujudkan persatuan dan kesatuan umat, sebagaimana tertuang dalam al-Quran (Q.S.

al-Mukminun: 52)

Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah
Tuhanmu, Maka bertakwalah kepada-Ku.

2. Kemestian bermusyawarah dalam menyelesaiakan dan mneyelenggarakan masalah yang bersifat


ijtihadiah. Al-quan mengisyaratkan bahwa umat Islam terkait keharusan menyelesaikan persoalan. (Q.S.
asy-Syuro: 38)

Urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka

3. Kemestian menunaikan amanat dan menetapkan hukum secara adil, sebagaimana tertuang dalam
Q.S. an-Nisa: 58

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan
(menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.
Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah
Maha mendengar lagi Maha Melihat.

4. Kemestian menaati Allah dan Rasulullah, dan ulil amri (pemegang kekuasaan). (Q.S. an-Nisa:59)

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu.

5. Kemestian mendamaikan konflik antar kelompok dalam masyarakat Islam (Q.S. al-Hujurat:9)

Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara
keduanya!

6. Kemestian mempertahankan kedaulatan negara, dan larangan melakukan agresi dan infasi (Q.S. al-
Baqarah: 190)

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu

7. Kemestian mementigkan perdamaian dari pada permusuhan (Q.S al-Anfal: 61)

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah
kepada Allah.

8. Kemestian meningkatkan kewaspadaan dalam bidang pertahanan dan keamanan (Q.S. al-Anfal: 60)

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda
yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan
musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah
mengetahuinya.

9. Keharusan menepati janji (Q.S. an-Nahl:91)

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-
sumpah(mu)

10. Keharusan mengutamakan perdamaian bangsa-bangsa (Q.S. al-Hujurat: 13)

Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara
kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

11. Kemestian peredaran harta pada seluruh lapisan masyarakat (Q.S. al-Hasyr: 7)

Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu.