Anda di halaman 1dari 28

BAGAN I

Sakit Perut - Diet Lunak, tidak


merangsang dan sering
- Antasida
Gastritis
Saluran Tambahkan:
Cerna Nyeri Epigastrum
Tanpa Kecemasan - obat anti
Bertambah bila: cemas
- Lambung - pengatur motilitas
Dengan Kecemasan lambung
Kosong
- Lambung diisi - antagonis H2
- Makan
makanan iritatif - Terapi gastritis dengan
- Malam Hari kecemasan
Diduga:
- Membaik bila
Ulkus Peptik
diisi makanan

5 hari belum membaik,


Demam dan Keringat Dingin konsultasi atau rujuk ke
Diduga: RS*
- Sangat nyeri Pankreatitis akut
- Pasien gelisah
Konsultasi atau rujuk ke
- Defans
RS*
muskulair(+) Diduga:
- Disertai nyeri rujuk Kolelitiasis / sistitis
interskapular Kolelitiasis + ruptur

Catatan:
* Siapkan pasien secara medis, jelaskan prosedur medis yang akan dijalani, hubungi Dokter atau RS ybs.
BAGAN II

Sakit Perut

Saluran Cerna Nyeri di daerah Mc.Burney


Konsultasi atau rujuk ke Rumah Sakit*
Nyeri sentuh daerah Diduga :
apendiks pada tusye rektal Apendisitis Akut Banyak minum
Demam diuretika
Pemeriksaan radiologi / USG
Saluran Kemih Keringat dingin tanpa demam Kolik ureter, batu ureter distal kanan
Nyeri ketok lumbal kanan
Konservatif
Hematuria
Diduga batu dapat lewat
Konsultasi atau rujuk ke RS*
Diduga batu sulit lewat
Nyeri sentuh daerah adneksa kanan pada tusye rectal / vagina
Organ Reproduksi
Demam Wanita Terapi antibiotika**
Adneksitis
Analgetika-antipiretik***

Catatan:
* Siapkan pasien secara medis, jelaskan prosedur medis yang akan dijalani, hubungi Dokter atau RS ybs.
** Golongan penilissin, jika alergi gunakan golongan kloramfenikol atau linkomisin
*** Golongan asam mefenamat atau ibuprofen
BAGAN III

Nilai tanda Vital: Tensi, nadi,suhu, hidrasi, kesadaran Tanda kegawatan (+)
Diare Akut

Mual, mules, kembung, tinja encer, berbusa, tidak terlalu bau, darah (+/-), ada sisa makanan utuhSpasmolitik sebaiknya dihindari atau berikan dalam 1
Habis makan pedas atau makanan iritatif yang lain Kompres hangat abdomen
Perubahan menu Preparat kaolin dan pektin
Malacerna (indigestion)
Garam diare sampai urin banyak

Dengan dehidrasi yang sulit diatasi


Rujuk ke RS dengan persiapan cukup

Panas, demam
Muntah, kembung, mual, mules Spamolotik sebaiknya dihindari atau berikan dalam
Tinja Encer, berbusa, berlendir, kadang berdarah sedikit, tidak terlalu bau Antipiretik
Viral (rotavirus)
Kompres hangat abdomen
Preparat Kaolin dan pektin
Garam diare sampai urin banyak
Istirahat

Catatan:
Jangan memberikan spasmolitik kepada anak-anak pengidap diare.
BAGAN IV

Lab tinja rutin


Spasmolitik sebaiknya dihindari atau berikan dalam 1 2 dosis
Diare Akut Kompres hangat abdomen
Mual, melilit, mual, kadang muntah Preparat kaolin dan pektin
Diduga Bakterial Preparat kloramfenikol
Tinja encer, kadang berdarah, bau busuk
Sudah beberapa hari Garam diare

Dengan dehidrasi yang sulit diatasi


Rujuk ke RS dengan persiapan cukup
Muntah, mual
Tinja seperti air, banyak, tidak atau sedikit mules
Antiemetik
Lemah Diduga Koleriform Tetrasiklin
/ Kolera Preparat kaolin dan pektin
Garam diare
Lab tinja rutin
Mules, melilit, kembung Kompres hangat abdomen
Tinja Encer, sedikit berlendir, berdarah darah tercampur tinja, bau busuk
Diduga amebiasis Lab tinja rutin sebelum terapi
Spamolotik sebaiknya dihindari
atau berikan dalam 1-2 dosis
Kompres hangat abdomen
Preparat Kaolin dan pektin
Metronidazole 3x sehari, 5 hari
Garam diare
BAGAN V

Diare Kronik

Mules (+/-)
Orang dewasa Pemeriksaan Radiologi
Hati-hati Ca kolon
Diselingi konstipasi
Lemah, BB turun

Mules (+/-)
Orang dewasa
Diduga Kolitis Ulseratif
Makin parh jika makan pedas
Kadang-kadang berdarah

Mules (+/-) Rencanakan konsultasi dan rujukan yang sesuai


Orang dewasa
Makin parah jika makan pedas Diduga sumbatan saluran empedu
Makin parah jika makan berlemak
Tinja berlemak
Kurang berhasil

Pada anak Analisa tinja


Cengeng, makin kurus Didugafood intolerance
Diet lunak
Berkaitan dgn makanan Preparat kaolin/pektin
Ubah menu
BAGAN VI

Nyeri Dada
02
Retrosternal
Rasa tertekan di dada IVFD
Jantung Menjalar ke lengan dan leher Infark
Timbul pada istirahat atau aktif Miokard
Menetap sampai 30 menit
Berkurang dengan 1-2 tab.nitrogliserin Rujuk ke rumah sakit

Mual, keringkat dingin, sesak napas, palpitasi

Berulang

< 20 menit EKG


Hilang dengan nitrogliserin Iskemia Observasi
Muncul pada istirahat/giat Miokard Pola hidup sehat
Membaik
Periksa kadar lipid

Pendidikan pola hidup sehat


Pemeriksaan kadar lipid berkala
BAGAN VII
Sinkope

Mendadak jatuh Baringkan


Ketika berdiri atau terkejut Hipoglikemia Aerasi
Pucat, frekuensi nadi dan napas cepat Hipotensi ortostatik Setelah sadar berikan teh manis hangat
Kelelahan
Psikogenik

Remaja
Pernah terjadi sebelumnya
Tekanan darah rendah Lebih dari 5 menit belum sadar atau tetap gelisah

Usia dewasa muda atau lansia


Belum pernah terjadi
Tekanan darah N atau tinggi Diduga iskemia 1) atau
Rujuk ke Rumah sakit
Bunyi dan irama jantung berubah Infark miokard 2)
Ketika jatuh memegang dada

Usia lansia
Belum pernah terjadi sebelumnya Diduga TIA 3) atau strok 4)
Tekanan darah normal atau tinggi

Penyandang DM Diduga hipoglikemia 5)

Catatan:
Perhatikan benar tanda vital, tensi, nadi, pernapasan
1,2,3,4,5, dalam keadaan tidak menguntungkan atau ragu lebih baik langsung rujuk ke RS
BAGAN VIII

Sakit Kepala

Kambuhan Analgetik
Usia perkembangan Periksa refraksi mata (konsul dokter ahli mata)
Kelainan refraksi
Pulang sekolah
Panas terik
Nilai rapor menurun

Kambuhan
Belum lama Diet salah Analgetik (parasetamol)
Gemeteran dan keringat dingin Diet seimbang
Ingin langsing Olah raga (aerobik)

Kambuhan
Sebelah, berdenyut, berat Analgetik+pelemas otot
Migren Anti cemas jika perlu
Mual, muntah
Bisa beberapa hari Olah raga (aerobik)
Didahului aura Analisis keluarga
Sering terjadi pada wanita

Sering berulang Konsul atau rujuk ke spesialis saraf


BAGAN IX

Sakit Kepala
Analgetik +pelemas otot
Anti cemas jika perlu
Muncul kadang-kadang Olah raga (aerobik)
tension headache
Berdenyut Analisis keluarga
Kurang tidur
Kadang disertai tengeng
Analgetik + pelemas otot
Ada masalah keluarga atau kantor Anti cemas jika perlu
Olah raga (aerobik)
Turunkan BB
Evaluasi lipid darah dan fungsi ginjal
Analisis keluarga

Obat antihipertensi sebaiknya dikombinasi dengan diuretika HCT


Sering kambuh
Berdenyut Perhatikan kemungkinan kerusakan organ misalnya ginjal, mata dan system kardiovaskular
Hipertensi
Usia produktif
Sering pada eksekutif
Daerah belakang kepala
Sering muncul saat bangun tidur
Tensi > 140/90 dalam 3 kunjungan

Obat antihipertensi tahap awal


diuretika (HCT)
Beta-bloker
Alfa-bloker
Antagonis Ca
Inhibitor ACE
BAGAN X

Sakit Kepala
Analgetik
Antiemetik
Kambuhan Hati-hati tumor otak Anticemas
Tidak pernah sembuh sempurna Analisis keluarga
Semakin berat
Pada daerah yang sama
Kadang mual atau muntah deras Ronsen kepala , Rujuk ke dokter
SOL (+) Ahli saraf

Baru kali ini


Tiba tiba Diduga perdarahan otak Rujuk ke RS dengan persiapan infus
Berat sekali
Riwayat trauma kepala (+/_)
Tekanan darah Naik/N
Kesehatan menurun

Catatan:
SOL = Space Occupying Lession
BAGAN XI

Batuk
Antipiretik/analgetik/antiradang
Antibiotika
Tanda randang saluran napas akut (+) Anthistamin
ISNA
Batuk iritatif Banyak minum air hangat

Tanda radang saluran napas subkronik (+) Anti radang


Batuk iritatif/produktif ISNSK Antibiotika
Anthistamin
Bronkodilator/Antitussif/ekspektoran1)
Banyak minum air hangat
Tanda radang saluran napas akut (+)
Batuk sesak/napas cepat dan dangkal Bronkopneumonia /
Pneumonia 1-2 hari Rujuk ke RS
tidak mereda

Tanda radang saluran napas akut (+/-)


Batuk asmatis Asma bronkial Antiradang/analgetik bila perlu
Batuk malam/pagi Bronkitis asmatik Antibiotika bila perlu
Steroid 1-2 hari secara bijaksana2)
Antihistamin
Bronkodilator
Catatan: Mukolitik jam sesudah bronkodilator
Antitusif ataupun ekspektoran diberikan jika amat perlu Banyak minum air hangat
Steroid (golongan metil prednisolon) diberikan jika tampak sangat sesak (Lihat skema terapi asma bronkial)
ISNA = Infeksi Saluran Nafas Atas
ISNSK = Infeksi Saluran Nafas Subkronik
BAGAN XII

Batuk
Ronsen paru :
infiltrat apeks
Lebih dari 2 pekan LED , limfositosis
Tanda radang SNA BTA sputum (+/-)
(+/-)
Suhu tubuh normal
sedikit TBC Paru Lihat skema
Keringat dingin terapi TBC Paru

Batuk produktif berdarah


(+/-)

Pada usia dewasa atau lansia

Hipertensi+ACE Efek samping obat Stop dan sulih obat ybs


Inhibitor atau -bloker

Asmatis, baru kali ini, Waspadai kanker Segera ronsen toraks


Tanpa tanda ISN paru

Lingkungan polutif
Anamnesis mendukung Ganti lingkungan
Ganti pekerjaan

Catatan:
SNA = Saluran Nafas Atas
LED = Laju Endap Darah
BTA = Basil Tahan Asam
ISN = Infeksi Saluran Nafas
BAGAN XIII

Batuk
Tes PPD (+) > 2 cm
Parut BCG (+)
Pada anak LED
Limpositosis
Berat badan turun atau tetap Anak rewel, murung, inaktif, Perkembangan terhambat, Prestasi menurun
Nafsu makan berkurang
Lihat skema terapi
TBC Paru* TBC paru untuk anak

Tes PPD (+) < 2 cm


Parut BCG (+)
Telur askaris (+)

Sindroma Loeffler Antihelmintik


Pendidikan pola
Hidup sehat
Catatan:
TBC = Tuberkulosis
TBC paru pada anak umumnya tidak disertai batuk, biasanya berat badan tak kunjung naik atau nilai rapor yang menurun, tampak murung
PPD = Purifled protein derivate
LED = Laju Endap Darah BAGAN XIV
Panduan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Jangka Pendek Rekomendasi WHO dan Peruntukannya.
Paduan OAT Klasifikasi dan Jenis Pengidap TB Fase Awal Fase Lanjut
Kategori 1 TBC Paru Baru BTA (+) 2 HRZE 4 H3R3
TBC Baru BTA (-) RO (+) yang 4 HR
sakit berat (baik gambaran Ro 6 HE
ataupun keadaan klinisnya buruk)
TBC extra paru sakit berat
Kategori 2 TBC Paru Baru BTA (+), 2 HRZES + 1 HRZE 5 H3R3E3
kambuh 5 HRE
TBC Paru BTA (+), gagal
TBC Paru BTA (+),
pengobatan ulang karena lalai
berobat
Kategori 3 TBC Paru BTA (-) Ro (+) sakit 2 HRZ 4 H3R3
ringan 4 HR
TBC extra paru, ringan 6 HE

Catatan :
Angka di depan menunjukan lama pengobatan dalam bulan (2HRZE = 2 bulan INH, Rifampisin, Pirazinamid, Etambutol)
Angka di belakang menunjukan berapa kali obat di makan dalam sepekan ( 4 H3R3 = 4 bulan INH dan Rifampisin, 3 kali sepekan)
S = stremptomisin
Untuk pasien yang sulit dimotivasi, sebaiknya digunakan metode DOTS (Directly Observe Treatment, short-course chemotherapy) artinya, pasien datang
setiap hari ke klinik untuk minum obat atau petugas setiap hari ke rumah pasien untuk memberikan obat dan langsung mengawasi sendiri pasien minum
obat.
Penderita Baru adalah penderita yang belum pernah mendapat pengobatan OAT atau sudah pernah mendapat OAT tapi kurang dari 1 bulan
Penderita kambuh adalah penderita yang sebelumnya telah dinyatakan sembuh dan datang lagi berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif
Pengobatan setelah lalai (default/D.O) adalah penderita yang kembali berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA (+) setelah lalai berobat 2 bulan atau
lebih
Gagal :
o Penderita BTA positif yang tetap BTA (+) atau kembali BTA (+) pada akhir bulan ke-5 atau lebih
o Penderita BTA negatif Ro (+) yang menjadi BTA (+) pada akhir bulan ke-2 pengobatan
Kronis adalah penderita dengan hasil pemeriksaan masih BTA (+) setelah selesai pengobatan ulang dengan kategori 2
Penderita BTA (+)
o Penderita yang hasil pemeriksaan dahak sewaktu-pagi sewaktu (SPS) sekurang-kurangnya 2 dari 3 spesimen ternyata BTA positif
o Penderita yang hasil pemeriksaan dahak sewaktu-pagi sewaktu (SPS) 1 dari 3 spesimen ternyata BTA positif dan hasil foto rontgen dada
mendukung TBC.
Penderita BTA (-) adalah penderita dengan pemeriksaan dahak SPS semua hasil negatif dan pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran tuberkulosis
aktif.
Penderita tersebut didiagnosis sebagai tuberkulosis paru BTA (-), rontgen (+)

BAGAN XV

Strategi deteksi dini dan diagnosis TB anak

Kontak dengan pengidap TB


terbuka, BTA (+)
Reaksi cepat BCG (3-7 hari)
Disertai
KMS menyimpang (kenaikan
Kejang Rujuk ke RS
BB tidak adekuat), demam lama,
Kesadaran
anak murung, dan rewel
menurun
Kaku kuduk
Tanda vital
Curiga TBC

Kontak dengan pengidap TB


terbuka, BTA (+)
Ada gejala klinik umum
Ada gejala klinis spesifik
Uji tuberculin positif
Ronsen paru menunjang (bila
perlu)

Bila > 2 positif OAT Membaik OAT


Bukan TB
Memburuk/tetap Multiple Drug
Catatan:
BAGAN XVI Resistant (MDR)
Skema terapi asma jangkapanjang,
OATancangan
= Obatberjenjang
Anti TB,
dosis sesuai dengan BB
Tujuan terapi :
1. Gejala kronik minimal (idealnya hilang), termasuk gejala noctural (malam) 5. Tidak ada keterbtasan kegiatan, termasuk olah raga
2. Lama serangan minimal atau jarang 6. Variasi sirkadian PEF < 20%
3. Tidak ada kunjungan kedaruratan 7. PEF mendekati normal atau normal
4. Kebutuhan B-2 agonis minimal 8. Efek samping obat tidak ada atau minimal

Keparahan Gejala dan tanda Penyelamat Pereda Rumatan Tempat


Pertolongan
Intermiten Aktivitas hampir normal Prednisolon oral Bronkodiator kerja singkat, B-2 agonis, inhalasi Tidak perlu Di rumah
Serangan singkat Atau (MDI) 2 isap boleh diulang setelah 1 jam
Kurang dari 2 kali sepekan Metil prednisolon oral kemudian atau setiap 20 menit dalam 1 jam
Bicara kalimat penuh Salbutamol tablet 2 mg, 3 x 1 tab.
Denyut nadi < 100/menit Diberikan sehari Teofilin 75-150 mg
APE > 60% Biasanya sudah memadai Lama terapi sesuai dengan kebutuhan
Sedang Mampu berjalan jarak dekat Kortison 100-200 mg lm B-2 agonis kabut 2,5 mg dapat diulang 3 kali Streroid Di klinik DK
Bicara putus-putus Atau deksametason 5 mg dalam 1 jam pertama, dan dilanjutkan tiap 1 4 Inhalasi Puskesmas
Lebih dari 2 kali sepekan IV atau lm jam kemudian Teofilin 3R Unit gawat darurat
Denyut nadi 100-120/men Agonis B-2 l.m atau adrenalin sk B-2 agonis Rawat di RS jika
Ape 40-60% Sekali biasanya sudah Teofilin iv 5 mg/kg BB/perlahan Inhalasi tidak ada respons
memadai Oksigen 4 liter/men dalam 2-4 jam
Berat Makan obat tiap hari Kortison 100-200 mg lm B-2 agonis kabut 2,5 5 mg, dapat diulang 3 x Streroid Unit gawat darurat
Sesak dalam istirahat Atau deksametason 5 mg dlm, 1 jam pertama, & dilanjutkan tiap 1-4 jam Inhalasi rawat di RS jika
Bicara terputus-putus IV atau lm Agonis B-2 sk/iv tiap 6 jam Teofilin SR tidak ada respons
Nadi > 120/men, APE < 40% Teofilin iv 5 mg/kg BB/perlahan B-2 agonis dalam 2 jam
Serangan 2 x sepekan harus Diberikan sekali biasanya Steroid iv dapat diulang dalam 8-12 jam Inhalasi
diwaspadai sudah memadai Oksigen 4 liter/men.
Gawat Darurat Kesadaran menurun Lanjutkan terapi sebelumnya ICU
Kelelahan Pertimbangkan intubasi dan ventilasi mekanis
Sianosis Pertimbangan anestesi umum untuk terapi pernapasan intensif
Henti Napas Bila perlu dilakukan kurasan bronkoalveolar (BAL)

Catatan :
BAGAN XVII
Berikan terapi awal pada tingkat keparahan yang sesuai dan kortikosteroid dosis penyelamat dapat diberikan kapan saja, pada setiap tingkat keparahan.

Panas
Antiflu 2-3 hari
< 37,5 Influensa Istirahat
Dengan/tanpa pilek Banyak minum air hangat dan atau sari buah
Mialgia, sefalgia
Normal kembali dengan parasetamol atau asetosal
> 37,5
2 hari
Tanda radang SNA Tambahkan anti biotik

> 37,5 Parasetamol


Mengigil Saribuah dan atau cairan bermineral (oralit)
Diduga DHF
Tanpa pilek Periksa trombosit pagi dan sore, lab, lapor langsung
Nyeri kepala Antibiotika profilaksis
(Nyeri perut pada anak) Trombosit >100.000
Sudah beberapa hari Kesadaran baik
Dengan parasetamol turun dan segara naik lagi Tanda perdarahan(-)
Tes R/L (+/ragu) Kesadaran menurun atau sangat gelisah

Trombosit <100.000
Kesadaran baik Rujuk ke RS dengan persiapan infus
Catatan: Tanda perdarahan(-)
DHF = Dengue Haemorrhagic Fever (Demam Berdarah Dengue)
BAGAN XVIII

Antipiretik, antiinflamasi, anti alergi, dekongestan


Panas Antiematik,
Antibiotika kombinasi untuk gram (+) dan gram (-)
Cairan bermineral
> 37,5 OMA
Roboransia jika perlu
Pada anak
Didahului batu pilek
Mengigil
Sangat rewel
Kadang muntah
Antipiretik, antiinflamasi, anti alergi, dekongestan
Tampak vesikel di oroforing Antiematik, antistomatitis
Hipersalivasi Herpangina
Antibiotika profilaksis
Cairan bermineral
Roboransia jika perlu

> 37,5
Pada anak
Tanpa didahului batu pilek
Meningitis Rujuk ke RS dengan persiapan infus
Mengigil
Kesadaran menurun
Kaku kuduk

Catatan:
OMA = Otitis Media Akut
BAGAN XIX

Diet lunak, banyak cairan bermineral dan vitamin


Parasetamol
Panas Antibiotika golongan kloramfenikol, sulfa atau kuinolon
Lab. Widal
> 37,5 Demam Tifus/Paratifus Istiahat
Tanpa batuk pilek Pendidikan pola hidup sehat
Perut berasa kembung
> 4 hari
Dengan parasetamol turun, tidak pernah normal.
Diare atau beberapa hari tidak bab
Tanda abdomen
Akut membakat, diduga perforasi Konsul atau rujuk ke RS, bagian interna

> 37,5
Mengigil Diduga ISK
Antibiotika golongan penisilin, kloramfenikol, atau kinolon
Sakit pinggang
ulang urinalisis
Kemih keruh

< 37,5
Berulang
Tidak ada ISN/ISK/ISC
Makin lemah Diduga Leukemia Konsul atau rujuk ke ahli hematologi
Tampak anemis
Kelainan hitung jenis
BAGAN XX

Anemia
Menometroragia Anemia Analisis penyebab
Hematemesis Darah lesap Hilangkan penyebab
Melena Akut dan kronik Preparat hematinik
Tinja berdarah berulang
Hemautria kronik

Telur cacing tambang (+)


Telur oksiuris (+)
Malaria kronik

Intake kurang Vitamin hematinik


Penyakit kronik Anemia defisiensi Pendidikan pola makan
Riwayat talasemia BAGAN XXI
Anemia hemolitik Konsultasi hematologi
Konseling

Menometroragia
Konseling
Kontrasepsi Progestogen Efek samping obat Preparat estrogen dengan
Kepatuhan kurang Dosis menirus (tapering off)

Konseling
Vit. K
IUD Efek samping IUD Cabut IUD

Konseling
DUB Konsevatif
Gangguan Hormonal Preparat progestogen
Preparat estrogen
Haid terlambat
Diduga abortus Konseling
Konsul ke spesialis O dan G

HRT
Efek samping obat Konseling
Kepatuhan kurang Stop obat
Rujuk ke spesialis O& G
Catatan: Kuretase
IUD = Intra Uterine Device (alat kontrasepsi dalam rahim)
DUB = Dysfunctional Uterine Bleeding
HRT = Hormon Replacement Therapy
BAGAN XXII

Pruritus
Kortikosteroid 1-2 hari
Alergi obat
Seluruh tubuh Anti histamin
Urtikaria
Atau makanan Konseling
1-2 jam setelah makan, makanan obat-obatan, dsb Catat dalam RM

Anti histamin jangka lama


Seluruh tubuh Urtikaria
Konseling
Urtikaria idiopatik Analisis penyebab secara bertahap
Kambuhan
> 6 pekan
Penyebab tidak jelas

Seluruh tubuh
Urtikaria (+/-)
Kambuhan
Diduga uremia Rujuk ke Internis yang sesuai dengan konseling
Kelainan fungsi ginjal

Kelainan fungsi hati Diduga bilirubinemia


BAGAN XXIII

Pruritus
Kerikan lesi ditemukan tungau atau telurnya
Daerah interdigital, makin gatal jika udara panas atau malam hari
Eritema dan papula
Dapat juga dilipat kulit lain dan puting susu atau penis Krim atau salf perimetrin 5%
(usia > 2 bulan) sekujur tubuh (kecuali muka) 24 jam
Bersihkan dan ulangi sekali lagi
Skabies Seluruh anggota keluarga
Bersihkan alas tidur
Daerah terbatas
Skuama, eritema, vesikel
Bekas garukan
Efloresensi lama dan baru
Kambuhan di tempat yang sama
Kadang-kadang terinfeksi Eksema akut
Kortikosteroid topikal; untuk yang kronik, jika perlu dengan balut sekap
Baru kontak dengan alergen Antibiotika antistafilokokus
Eksema subakut
Kontak dengan alergen tidak jeas Dan kronik

Daerah krural, korporal, aksila


Gambar peta makin lebar Antijamur, topikal, sesudah mandi, 2 pekan berturut-turut
Tinea krusis, korporis, aksilaris Pendidikan kebersihan
Makin gatal jika berkeringat
BAGAN XXIV

Edema Legok
Gagal jantung Digitalisasi
Ekstremitas bawah Diuretika
Sesak napas, Diet lunak rendah garam
Bertambah saa t giat Roboransia
Masih dapat berjalan
Tampak komplikasi Istirahat
Keluarga mendukung

Dalam dua hari denyut


Nadi istirahat > 96/menit Rujuk ke RS
Ekstremitas bawah
Dan kelopak mata
Diduga gagal ginjal
Sesak napas (-)

Ureuma > 40
Kreatinin > 2

Ekstremitas bawah Dengan hematemesis & melena


Asites
Istirahat
Jondis (+/-)
Diduga sirosis hari Die lunak tinggi kalori
Riwayat hepatitis
Kaliuretika
Tanpa komplikasi Preparat kurkuma
Roboransia
Konseling
BAGAN XXV

Scaling
Sakit Gigi Tanpa rangsang Poket periodontal
Root Planning
Spooling H202 3%
DHE

Odontektomi
Nyeri hilang timbul Antibiotik*
Impacted
Analgetik**

Open bor/trepanasi atau insisi dan medikamentosa


Antibiotik*
Abses
Analgetik

Nyeri terus-menerus
Operkulitis Antibiotik* Operkulektomi
Analgetik**
Jika sembuh

Disertai nyeri malam

PSA
Pulpitis akut Analgetik**

Catatan:
* Golongan penisilin (amoksisilin), jika tidak berhasil atau alergi gunakan licomisin atau klindamisin 3-5 hari
** Golongan metampiron atau asam mefenamat atau golongan ibuprofen, maksimal 3 hari
PSA = Perawatan Saluran Akar untuk mengurangi sakit
DHE = Dental Helalth Education
AF = Amalgam filling
Tercerak miring : konsultasi /rujukan
BAGAN XXVI

Berdarah
:Scaling
Root planning
Spooling H202 3%
Dengan rangsang
Tekanan akibat : Grinding tambalan
Karang gigi Perbaikan GTS
Gingivitis akut Perbaikan tambalan atau / ganti jembatan
Overhanging filling
Periodontitis akut DHE
Gigi tiruan posisi tidak baik
Periodontitis kronik Obat kumur
Tambalan/jembatan yang tidak baik letaknya
Analgetik

Tanpa kelainan sistemtikTerlokalisasi Gingivitis kronik Scaling


Halitosis Root planning
Gusi mudah berdarah Spooling H202 3%
Tanpa nyeri DHE
Tanpa Obat kumur
Rangsang Analgesik

Disertai kelainan sistemtik


Menyeluruh
:Scaling
Halitosis
Gingivitis kronik Root planning
Gusi mudah berdarah
Spooling H202 3%
Tanya nyeri DHE
Gigi goyang Obat kumur
Analgesik

Lab. Menunjukan DM
Rujuk ke Internis
BAGAN XXVII

Sakit Gigi Dengan rangsang

Langsung tambal tetap dengan AF/C


Ngilu langsung hilang Iritasi Pulpa (IP)

Pulp capping + tambal sementara


Dingin Ngilu tak langsung hilang Hiperemia pulpa (HP) Tambal tetap setelah 2 pekan

Ngilu terus terutama menjelangPulpitis


tidur akut PSA 3 x kunjungan
Pulpitis kronik eksaserbasi akut Analgetik minimal 1 hari

Panas
Periodontitis
Scalling
Root planning
Tekan Spooling H202 3%
Peridontitis
DHE
Overhanging filling PSA baru maupun ulang

Gangren gigi
Scalling
Root planning
Calcultaed Spooling H202 3%
DHE
Gangrenn akar
Antibiotik*
Analgetik**
Ekstraksi