Anda di halaman 1dari 10

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP MATA

KULIAH KEPERAWATAN ANAK


DOSEN : Aries Chandra Anandita, M.Kep, S.Kep.An,

Oleh :
IRMA VICTORISTA
NIM: 20161660154

PROGRAM PENDIDIKAN S1 KEPERAWATAN FAKULTAS


ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURABAYA TA 2016-2017
1. DESKRIPSI KASUS

IMA BERUSIA 6 TAHUN. SAAT INI DIA DUDUK DIKELAS TK B. ORANG TUANYA
SERING MENDAPAT LAPORAN DARI WALI KELASNYA KALAU IMA SERING TIDAK
FOCUS DALAM BELAJAR DISEKOLAH. HANYA MONDAR MANDIR DAN
BERLARIAN SAJA. ORANG TUANYA PUN MENGAKUI BAHWA IMA KALAU
DIRUMAH SERING BERGONTA GANTI AKTIVITAS DAN TIDAK PERNAH BERHENTI
BERLARI KESANA KEMARI, PADA SAAT SAYA DATANG KERUMAHNYA IMA
SELALU ADA SAJA YANG DIA KERJAKAN. NAIK TURUN TANGGA RUMAH DAN
MEMAINKAN KIPAS ANGIN DAN TELEVISI. SAAT DUDUK DIKURSI PUN ANAKNYA
TIDAK BISA DIAM, KADANG MENGGOYANG GOYANGKAN KURSINYA
ATAUPUN SERING MEMUTAR MUTAR BADAN DAN MENGELIAT GELIAT. IMA
SERING BOSAN DENGAN PERMAINAN YANG DIA MAINKAN SEPERTI SAAT IMA
ASYIK MAIN ROBOT ROBOTAN LEGO TIDAK LAMA KEMUDIAN DIA BERGANTI
BERMAIN SEPEDA PANCAL LALU TIDAK LAMA KEMUDIAN IMA BERLARI-LARI
TANPA TUJUAN YANG JELAS. KONDISI SEPERTI INI HAMPIR TERJADI SETIAP HARI
DAN MEMBUAT LELAH KEDUA ORANG TUANYA. IMA SERING SULIT DIKONTROL.
DIRUMAH IMA SERING MENGABAIKAN PERKATAAN ATAU PERINTAH ORANG
TUANYA. YANG SUDAH MENCOBA BERBAGAI USAHA UNTUK MENDISIPLINKAN
IMA DAN MENGUBAH PERILAKU IMA, TAPI TERKADANG IMA MALAH MARAH
MARAH SAAT ORANG TUANYA BERUSAHA UNTUK MENGARAHKAN PADA
KEGIATAN YANG DIA KERJAKAN.

2. ASUHAN KEPERAWATAN HIPERAKTIVITAS


A. PENGKAJIAN
1. Biodata
1. Pengkajian
a. Pengumpulan Data
1) Data Biografi
a) Identitas Klien
Nama : An. I
Umur : 5 Tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : TK B
Suku / bangsa : Jawa / Indonesia
Tanggal Pengkajian : 17 Juni 2017 Jam 09.59
Alamat : Jl. Siwalankerto Tengah Surabaya
b) Identitas Ibu
Nama : Ny. U
Umur : 44 Th
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah tangga
Pendidikan : SMA
Hubungan dengan Klien : Ibu Kandung
Alamat : Jl. Siwalankerto Tengah

Pengkajian anak yang mengalami Attention Deficyt Hiperactivity Disorder (ADHD) antara lain:
1. Pengkajian riwayat penyakit
a) Orang tua ima sering mendapat laporan dari wali kelasnya bahwa ima sering mondar mandir
saat didalam kelas dan tidak focus dalam belajar. Orang tuanya pun mengaku bahwa ima
dirumah sering bergonta ganti aktifitas.
2. Penampilan umum dan perilaku motorik
a) Anak ima tidak dapat duduk tenang bergoyang-goyang saat mencoba melakukannya.
b) Anak ima sering lari mengelilingi ruang dari satu benda ke benda lain dengan seimat tujuan atau
tanpa tujuan yang jelas.
c) Kemampuan anak ima untuk berbicara terganggu, tetapi ia tidak dapat melakukan suatu
percakapan, ia menyela, menjawab pertanyaan sebelum pertanyaan berakhir dan gagal
memberikan perhatian pada apa yang telah dikatakan.
d) Percakapan anak melompat-lompat secara tiba-tiba dari satu topik ke topik yang lain. Anak
dapat tampak imatur atau terlambat tingkat perkembangannya
3. Mood dan afek
a) Mood anak labil, bahkan sampai marah-marah atau tempertantrum.
b) Anak tampak terdorong untuk terus bergerak atau berbicara dan tampak memiliki seimat kontrol
terhadap perilaku tersebut.

4. Proses dan isi pikir


Secara umum tidak ada gangguan

5. Sensori dan proses intelektual


a) Anak waspada dan terorientasi, dan tidak ada perubahan sensori atau persepsi seperti halusinasi.
Kemampuan anak untuk memberikan perhatian atau berkonsentrasi tergangguan secara nyata.
b) Rentang perhatian anak adalah 2 atau 3 detik .
c) Sulit untik mengkaji memori anak, ia sering kali menjawab, saya tidak tahu, karena ia tidak
dapat memberi perhatian pada pertanyaan atau tidak dapat berhenti memikirkan sesuati.
d) Anak sangat mudah terdistraksi dan jarang yang mampu menyelesaikan tugas.

6. Penilaian dan daya tilik diri


a) Anak menunjukkan penilaian yang buruk dan sering kali tidak berpikir sebelum bertindak
b) Anak merasakan bahaya dan melakukan tindakan impulsif, seperti berlari ke jalan atau
melompat dari tempat yang tinggi.
c) Meskipun sulit untuk mempelajari penilaian dan daya tilik pada anak kecil.
d) Anak kurang mampu menilai jika dibandingkan dengan anak seusianya.
e) Anak tidak menyadari sama sekali bahwa perilaku mereka berbeda dari perilaku orang lain.

7. Konsep diri
a) Anak ima tidak dapat memiliki banyak teman, dan mengalami masalah dalam mengerjakan
tugas di rumah.
b) Reaksi negatif orang lain yang muncul karena perilaku sebagai orang yang buruk dan bodoh

8. Peran dan hubungan


a) Anak tidak berhasil disekolah, baik secara akademis maupun sosial.
b) Anak sering kali mengganggu dan mengacau di rumah.
c) Tindakan untuk mendisiplinkan anak memiliki keberhasilan yang terbatas, bahkan anak menjadi
tidak terkontrol secara fisik, bahkan memukul orang tua atau merusak barang-barang miliki
keluarga.
d) Orang tua merasa letih yang kronis baik secara mental maupun secara fisik.
e) Wali kelas sering jengkel.

9. Pertimbangan fisiologis dan perawatan diri


Anak kurus karena tidak meluangkan waktu untuk makan secara tepat atau anak tidak dapat
duduk selama makan. Tidak pernah tidur siang.

b. Pemeriksaan Fisik
Tidak ada kelainan bentuk fisik

c. Pemeriksaan Penunjang
Tidak ada pemeriksaan penunjang pada ima karena orang tua belum pernah membawa
konsultasi ke dokter yang berhubungan dengan hal ini

d. Diagnosa
1. Kerusakan interaksi sosial berhubungan dengan disabilitas perkembangan (hiperaktivitas).
2. Perubahan proses pikir berhubungan dengan gangguan kepribadian.
3. Resiko perubahan peran menjadi orang tua berhubungan dengan anak dengan gangguan
pemusatan perhatian hiperaktivitas.
4. Resiko cedera berhubungan dengan psikologis (orientasi tidak efektif)
5. Resiko keterlambatan perkembangan berhubungan dengan penyakit mental (hiperaktivitas),
kurang konsentrasi.

e. Intervensi
1. Kerusakan interaksi sosial berhubungan dengan disabilitas perkembangan (hiperaktivitas).
NOC : Ketrampilan interaksi social
Tujuan : Pasien mampu menunjukan interaksi social yang baik.
Kriteria Hasil :
1) Menunjukan perilaku yang dapat meningkatkan atau memperbaiki interaksi social
2) Mendapatakan atau meningkatkan ketrampilan interaksi social (misalnya: kedekatan, kerja
sama, sensitivitas dan sebagainya).
3) Mengungkapkan keinginan untuk berhubungan dengan orang lain.
4) Indicator skala :
1. Tidak ada
2. Terbatas
3. Sedang
4. Banyak
NIC : Peningkatan sosialisasi, aktivitas keperawatan :
1. Kaji pola interaksi antara pasien dan orang lain
2. Anjurkan pasien untuk bersikap jujur dalam berinteraksi dengan orang lain dan menghargai hak
orang lain.
3. Identifikasi perubahan perilaku yang spesifik.
4. Bantu pasien meningkatkan kesadaran akan kekuatan dan keterbatasan dalam berkomunikasi
dengan orang lain.
5. Berikan umpan balik yang positif jika pasien dapat berinteraksi dengan orang lain.
2. Perubahan proses pikir berhubungan dengan gangguan kepribadian.
NOC : Konsentrasi
Tujuan : Pasien dapat berkonsentrasi secara penuh terhadap obyek atau benda- benda
disekitarnya
Kriteria Hasil :
1) Menunjukan proses pikir yang logis, terorganisasi.
2) Tidak mudah terganggu / focus terhadap sesuatu
3) Berespon dengan baik terhadap stimulus.
4) Indikator skala :
1. Tidak pernah
2. Jarang
3. Kadang-kadang
4. Sering
5. Konsisten
NIC : Pengelolaan Konsentrasi, aktivitas keperawatan :
1. Berikan pada anak yang membutuhkan ketrampilan dan perhatian
2. Kurangi stimulus yang berlebihan terhadap orang-orang dan lingkungan dan orang/bebda-benda
disekitarnya.
3. Berikan umpan balik yang positif dan perilaku yang sesuai.
4. Bantu anak untuk mengidentifikasikan benda-benda disekitarnya seperti, memberikan
permainan-permainan yang dapat merangsang pusat konsentrasi.
5. Kolaborasi medis dalam pemberian terapi obat stimulan untuk anak dengan gangguan pusat
konsentrasi.
3. Resiko perubahan peran menjadi orang tua berhubungan dengan anak dengan gangguan
pemusatan perhatian hiperaktivitas.
NOC : Menjadi orang tua
Tujuan : Orang tua mampu menghadapi kemungkinan resiko yang terjadi terhadap anak dengan
hiperaktivitas.
Kriteria Hasil :
1) Mempunyai harapan peran orang tua yang realistis
2) Mengidentifikasi factor-faktor resiko dirinya yang dapat mengarah menjadi orang tua yang tidak
efektif.
3) Mengungkapkan dengan kata-kata sifat positif dari anak.
4) Indikator skala :
1. Tidak sama sekali
2. Seimat
3. Sedang
4. Kuat
5. Adekuat total
NIC : Peningkatan Perkembangan, aktivitas keperawatan :
1. Berikan informasi kepada orang tua tentang bagaimana cara mengatasi perilaku anak yang
hiperaktif
2. Ajarkan pada orang tua tentang tahapan penting perkembangan normal dan perilaku anak.
3. Bantu orang tua dalam mengimplementasikan program perilaku anak yang positif.
4. Bantu keluarga dalam membuat perubahan dalam lingkungan rumah yang dapat menurunkan
perilaku negative anak.
4. Resiko cedera berhubungan dengan psikologis (orientasi tidak efektif)
NOC : Pengendalian Resiko
Tujuan : Klien dapat terhindar dari resiko cedera
Kriteria Hasil :
1) Mengubah gaya hidup untuk mengurangii resiko.
2) Pasien/keluarga akan mengidentifikasikan resiko yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap
cedera.
3) Orang tua akan memilih permainan, memberi perawatan dan kontak social lingkungannya
dengan baik.
4) Indikator skala :
1. Tidak pernah
2. Jarang
3. Kadang-kadang
4. Sering
5. Konsisten
NIC : Mencegah Jatuh, aktivitas keperawatan :
1. Identifikasikan factor yang mempengaruhi kebutuhan keamanan, misalnya: perubahan status
mental, keletihan setelah beraktivitas, dll.
2. Berikan materi pendidikan yang berhubungan dengan strategi dan tindakan untuk mencegah
cedera.
3. Berikan informasi mengenai bahaya lingkungan dan karakteristiknya (misalnya : naik tangga,
kolam renang jalan raya, dll )
4. Hindarkan benda-benda disekitar pasien yang dapat membahayakan dan menyebabkan cidera.
5. Ajarkan kepada pasien untuk berhati-hati dengan alat permainannya dan intruksikan kepada
keluarga untuk memilih permainan yang sesuai dan tidak menimbulkan cedera.
5. Resiko keterlambatan perkembangan berhubungan dengan. penyakit mental (hiperaktivitas),
kurang konsentrasi.
NOC: Child Development
Tujuan: Pasien tidak mengalami keterlambatan perkembangan
Kriteria Hasil:
1) Anak akan mencapai tahapan dalam perkembangan yaitu tidak mengalami keterlambatan 25 %
atau lebih area sosial/perilaku pengaturan diri atau kognitif , bahasa, keterampilan motorik halus
dan motorik kasar.
2) Indikator skala :
1. Tidak pernah menunjukkan
2. Jarang
3. Kadang-kadang
4. Sering
5. Konsisten
NIC: Meningkatan Perkembangan
1. Lakukan pengkajian kesehatan yang seksama (misalnya, riwayat anak, temperamen, budaya,
lingkungan keluarga, skrining perkembangan) untuk menentukan tingkat fungsional.
2. Berikan aktivitas bermain yang sesuai, dukung beraktivitas dengan anak lain.
3. Kaji adanya faktor resiko pada saat prenatal dan pasca natal.
4. Berkomunikasi dengan pasien sesuai dengan tingkat kognitif pada perkembangannya.
5. Berikan penguatan yang positif/umpan balik terhadap usaha-usaha mengekspresikan diri.
6. Ajarkan kepada orang tua tentang hal-hal penting dalam perkembangan anak.
f. Evaluasi
1. Kemampuan interaksi sosial
2. Proses pikir
3. Fokus terhadap sesuatu
4. Respon terhadap stimulus
5. Harapan peran orang tua
6. Mengungkapkan dengan kata sifat positif
7. Gaya hidup untuk mengurangi resiko
3. PERAN PERAWAT DENGAN ANAK ADHD
1. Memberikan umpan balik yang positif jika pasien dapat berinteraksi dengan orang lain.
2. Membantu anak untuk mengidentifikasikan benda-benda disekitarnya seperti,
memberikan permainan-permainan yang dapat merangsang pusat konsentrasi.
3. Memberikan informasi kepada orang tua tentang bagaimana cara mengatasi perilaku anak
yang hiperaktif
4. Membantu keluarga dalam membuat perubahan dalam lingkungan rumah yang dapat
menurunkan perilaku negative anak.
5. Memberikan materi pendidikan yang berhubungan dengan strategi dan tindakan untuk
mencegah cedera.