Anda di halaman 1dari 1

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Nama : Muhammad Rusydi Aziz


NIM : 166020310111022

Bertanya pada Sukarno

Kali ini, saya mencoba untuk melakukan olah batin dengan menanyai
Sukarno apakah kode etik akuntan yang cocok bagi bangsa Indonesia. Awal saya
melakukan olah batin untuk bertanya kepada Sukarno, saya hanya mendapatkan
pemandangan yang gelap gulita. Berkali kali saya mendapatkan hasil yang nihil.
Kemudian saya mencoba waktu yang tepat yaitu pada malam hari dimana semua
orang sedang tidur. Lalu saya mendapatkan suatu gambaran dalam olah batin saya
dalam bertemu Sukarno.
Pertama kali saya melihat lambang Bangsa Indonesia. Kemudian saat saya
tanya kembali, saya terlintas dalam pandangan saya terdapat seperti simbol dua
manusia yang saling bersalaman lalu manusia itu kemudian merundingkan
sesuatu. Sepemahaman saya dari olah batin tersebut, lambang Bangsa Indonesia
berarti seorang akuntan harus menjunjung tinggi bangsa Indonesia. Sedangkan
dua orang yang bersalaman kemudian terlihat merundingkan sesuatu tersebut
mungkin memiliki makna seorang akuntan bekerja sama dengan pihak lain untuk
mencapai tujuannya, sedangkan merundingkan sesuatu mungkin berarti akuntan
harus menjunjung tinggi musyawarah antar para akuntan.
Di lain waktu, saya mencoba kembali olah batin dengan bertanya kepada
Sukarno dan mendapatkan gambaran rumah-rumah yang terlihat bagus dengan
tempat ibadah ditengah-tengah. Ini mungkin berarti seorang akuntan harus
memerhatikan kesejahteraan bersama serta tidak melupakan untuk ibadah.
Sehingga, yang dapat saya simpulkan disini, ada beberapa kode etik akuntan yang
perlu dimiliki yaitu Cinta terhadap tanah air, bekerja sama, musyawarah,
kesejahteraan bersama, dan Agama.