Anda di halaman 1dari 233
pe PERJANJIAN LAMA 4 se ital} hl ill WI SRI enn eee 9211 ma. Tentu saja Pengantar Perjanjian Lama 2: Indiri, melainkan Suci secara lebih Walaupun penulis membahas Perjanjian Lama dari sudut pandang umat Israel, namun mereka juga memper- hatikan hubungan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, serta pengakuan iman Kristen mula-mula dan konfesi-konfesi reformasi. Buku Old Testament Survey telah digunakan di berbagai penjuru dunia sebagai buku pegangan mahasiswa teologi dan pendidikan agama Kristen. Kini buku itu disajikan kepada para pembaca di Indonesia, dengan harapan akan menambah pengenalan kita akan berita Perjanjian Lama sehingga lebih bermakna bagi kehidupan kini. ISBN 979—415—043—6 eno tees “0 $RERA: tome W. S. LaSo: Hubbard & F. W. Bush PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 2 Sastra dan Nubuat terjemahan oleh Lisda T. Gamadhi dan Lily W. Tjiputra 9211 PT BPK GUNUNG MULIA 3 evrraNG 2223, JAKMITA 10428, WD, 29OL0E Hn) F 211301828 1994 Katalog dalam terbitan (KDT) LaSor, W.S., [et.al.] Pengantar Perjanjian Lama 2 : sastra dan nubuat / oleh W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush ; diterjemahkan oleh Lisda T. Gamadhi Lily W. Tjiputra. — Cet. 1 — Jakarta : Gunung Mulia, 1994 464 him.; 21 cm. Judul asli: Old Testament Survey Edisi Indonesia diterbitkan dua jilid. 1. Alkitab — Perjanjian Lama. I. Hubbard, D.A. Il. Bush, F.W. III. Gamadhi, Lisda T. IV. Tjiputra, Lily W. V. Judul. ISBN 979—415—043—6 PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 2 Sastra dan Nubuat Judul asli: Old Testament Survey Published by Wm.B. Eerdmans Publishing Company, 255 Jefferson Ave. S.E., Grand Rapids, Michigan 49503 Hak Cipta terjemahan Indonesia PT BPK Gunung Mulia Ji. Kwitang 22, Jakarta 10420 ‘Anggota IKAPI Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang Rancangan sampul: F.B. Indradi Cetakan pertama 1994 Dicetak oleh Percetakan PT BPK Gunung Mulia BPK/3554/92/94—B 221 Daftar isi Kata pengantar Tim penerjemah untuk jilid 2 Daftar singkatan Transliterasi D. SASTRA 26, Puisi Ibrani 26.1 Ciri-ciri puisi Ibrani a. Kesejajaran b. Rima, irama dan matra c. Pasangan kata dan cara-cara lain 26.2. Manfaat penelitian puisi untuk penafsiran a. Analisis b. Mengenal gaya bahasa puisi c. Aliterasi, asonansi, paronomasia, onSfnatope d, Berusaha memelihara keindahan pengungkapan 26.3 Kesimpulan 27. Kitab Mazmur 27.1 Nama 27.2 Struktur 27.3 Jenis sastra a. Nyanyian pujian b. Keluhan umat c. Keluhan pribadi d. Nyanyian syukur pribadi e, Mazmur kerajaan f. Mazmur hikmat 17 18 19 RBRABERRD 37 37 41 41 42 42 49 51 55 58 27.4 Kitab Mazmur dan ibadat di Israel 27.5 Judul-judul dan istilah-istilah teknis a, Kumpulan, penyusun, atau pengarang b. Jenis-jenis mazmur c. Tujuan dan penggunaan dalam ibadat d. Catatan teknis musik e, Catatan sejarah 27.6 Sumbangsih pada teologi Alkitab 28. Sastra hikmat 28.1 Jenis-jenis sastra hikmat a. Hikmat dalam bentuk amsal b. Hikmat spekulatif 28.2 Ruang lingkup sastra hikmat dalam Alkitab a. Peranan orang bijak b. Sifat hikmat Alkitab c. Tulisan-tulisan hikmat dalam Alkitab 29. Kitab Amsal 29.1 Tujuan 29,2 Isi a. Pentingnya hikmat b. Amsal-amsal Salomo c. Amsal-amsal orang bijak d. Perkataan-perkataan tambahan e. Amsal-amsal Salomo kumpulan Hizkia f, Perkataan-perkataan Agur g. Perkataan-perkataan Lemuel h. Gambaran tentang istri yang cakap i, Batas-batas hikmat 29.3 Waktu penyusunan 29.4 Kitab Amsal dan Perjanjian Baru SRRAWIS 7 g SSSVEvr sss RRBBANNB 30. Kitab Ayub 30.1 Nama dan tempat kitab ini dalam kanon 30.2 Latar belakang a. Waktu penulisan b. Kesejajaran dalam sastra Timur Tengah Kuno c. Pengarang 30.3 Struktur a. Alur b. Kesatuan 30.4 Kajian sastra a, Jenis sastra b. Ciri-ciri sastra c. Bentuk 30.5 Sumbangsih teologis a. Kebebasan Allah b, Pencobaan oleh Iblis c. Kekuatan untuk menderita 31. Kitab Pengkhotbah 31.1 Tempat kitab ini dalam kanon 31.2 Penulisan 31.3 Tema dan isi a, Tema b, Struktur c. Kesatuan 314 Ciri-ciri sastra a. Renungan b. Amsal c. Pertanyaan retoris d. Alegori 31.5 Sumbangsih bagi teologi Alkitab a. Kebebasan Allah dan batas-batas hikmat b. Menghadapi kenyataan hidup c. Persiapan untuk Injil 7 107 107 108 108 110 110 111 111 121 125 125 B88 139 140 141 145 145 146 148 149 150 153 154 154 155 157 157 158 158 161 163 32. Kidung Agung 32.1 Kanonisitas 32.2 Penulisan 32.3 Sifat-sifat sastra 32.4 Penafsiram yang pernah diusulkan a. Tafsir alegoris b. Tafsir tipologis c. Tafsir dramatis d. Kidung pernikahan e. Upacara-upacara liturgis f. Kidung cinta-kasih 32.5 Tujuan E,. NUBUAT 33. Nabi dan nubuat 33.1 Istilah-istilah a. Nabi b. ’Pelihat” dan istilah-istilah lain 33.2. Ciri-ciri nabi a, Ekstase b. Panggilan c. Kekudusan 333 Klasifikasi para nabi a. Sebelum Samuel b. Abad kesepuluh dan kesembilan c. Abad kedelapari dan ketujuh d, Masa pembuangan dan sesudah pembuangan e. Daftar nabi-nabi 33.4 Nubuat a. Pesan Allah pada keadaan saat itu b. Pesan Allah mengenai masa depan 8 166 166 167 168 172 173 174 174 175 175 176 177 183 183 183 184 184 184 185 186 186 186 187 188 189 190 191 191 192 34, Kitab Amos 34.1 Nabi Amos a. Pribadinya b. Zamannya c. Pemberitaannya 34,2 Nubuat Amos a. Sifat b. Isi c. Monoteisme etis d. Penghukuman dan pengharapan e. Apakah Amos menentang ibadat? 34.3 Pandangan teologis a. Allah yang Maha Tinggi b. Allah Israel c. Tanggung jawab dan pemilihan 35. Kitab Hosea 35.1 Nabi Hosea a. Pribadinya b. Zamannnya 35.2 Perkawinan Hosea a. Masalah-masalah penafsiran b. Sifat dan arti perkawinan itu 35.3 Pemberitaan Hosea a. Pengenalan akan Allah b. Kebodohan sikap tak berterima kasih c. Kesia-siaan keagamaan tanpa kesalehan d. Belas kasihan Allah yang tak berubah 36. Kitab Yunus- 36.1 Kisah Yunus a. Perintah Allah dan akibatnya b. Perintah kedua dan hasilnya 9 195 195 195 197 198 198 198 199 200 203 205 209 209 210 213 213 216 221 223 225 BEB 231 c. Akhir cerita 36.2 Penafsiran kisah ini a. Penafsiran secara historis b. Penafsiran secara non-historis c. Penafsiran mana yang benar? 36.3. Sumbangsih teologis a. Konsep Allah b. Rencana penyelamatan yang universal 37. Kitab Mikha 37.1 Nabi Mikha 37.2 Penulisan a. Waktu b. Kesatuan 37.3 Pemberitaan a. Struktur b. Pemberitaan pertama tentang hukuman c. Petunjuk pertama tentang pengharapan d. Pemberitaan kedua tentang hukuman e. Pemberitaan kedua tentang pengharapan f. Pemberitaan ketiga tentang hukuman g. Pemberitaan ketiga tentang pengharapan 38. Kitab Yesaya I: Latar belakang 38.1 Nabi Yesaya 38.2 Keadaan zaman itu 38.3 Struktur dan isi 38.4 Masalah penulisan a. Alasan-alasan untuk lebih dari satu pengarang b. Ulasan tentang alasan-alasan tersebut 38.5 Otoritas 10 232 233 233 236 237 238 238 239 242 242 243 243 244 246 247 248 249 250 254 254 256 258 261 262. 263 270 39. Kitab Yesaya II: Pemberitaan 39.1 Penglihatan seorang nabi a. Penglihatan b. Misi 39.2 Ajaran tentang Allah a. Allah yang Mahakudus b. Allah sebagai Penyelamat c. Allah sebagai Penebus d. Allah sebagai Bapa e. Allah sebagai Penguasa Tertinggi f. Roh Allah 39.3 Hubungan manusia dengan Allah a. Kebenaran b. Keadilan c. Hamba Tuhan 40. Nubuat mesianik 40.1 Nubuat mesianik dan nubuat secara unum a. Kata ”Mesias” b. Nubuat mesianik tanpa Mesias? 40.2 Pribadi dan jabatan Mesias a. Anak Daud b. Keturunan Daud c. Mazmur-mazmur kerajaan d. Kerajaan mesianik 41. Kitab Yeremia 41.1 Nabi Yeremia a. Latar belakang b. Panggilan c. Wataknya 41.2 Penulisan 1 273 273 273 214 275 275 278 2719 BL 281 283 285 BR 296 296 296 297 288 301 302 305 305 305 306 308 311 413 Konteks sejarah a. Pemerintahan Yosia b. Pemerintahan Yoahas c. Pemerintahan Yoyakim d. Pemerintahan Yoyakhin . Pemerintahan Zedekia f. Gubernur Gedalya 41.4 Nilai-nilai sastra a. Prosa b. Puisi c. Gaya sastra 41.5 Sumbangsih teologis a. Kekuasaan Tuhan Allah dalam sejarah b. Taurat lama dan baru c. Iman pribadi yang kuat 42. Kitab Ratapan 42,1 Penulisan 42.2 Gaya puisi a. Bentuk akrostik b. Nyanyian ratapan c. Keluhan-keluhan pribadi dan umat 42.3 Sumbangsih teologis 43. Kitab Zefanya dan Yoél 43.1 Kitab Zefanya a. Nabi Zefanya b. Latar belakang sejarah dan agama c. Pemberitaan d. Pengertian teologis 12 314 314 317 318 321 322 324 325 325 326 328 331 331 333 335 £228 341 342 343 347 347 347 349, 350 352, 43,2 Kitab Yoél a. Penulisan b. Masalah penafsiran c, Pemberitaan d. Pentingnya secara teologis 44, Kitab Nahum dan Habakuk 44.1 Kitab Nahum a. Latar belakang b. Nilai-nilai sastra c. Makna teologis 44.2 Kitab Habakuk a. Latar belakang b. Pemberitaan c. Pemahaman teologis 45. Kitab Obaja 45.1 Nabi dan nubuatnya 45.2 Pemberitaan a. Edom b. Hari Tuhan c. Relevansi \\ 46. Kitab Yehezkiel 46.1 Nabi Yehezkiel a. Pribadinya b. Zamannya 46.2 Penulisan a. Kanonisitas b. Kritik 46.3 Bentuk kanonis a. Analisis b, Alegori dan tindakan profetik 13 354 354 355 357 359 363 363 363 367 369 369 370 375 377 377 379 380 381 383 383 383 ERSRRS 389 c. Kronologi Yehezkiel d. Anak manusia e. *Tujukanlah mukamu kepada” f."Akulah TUHAN” 46.4 Teologi a. Penglihatan akan Allah b. Penyembahan berhala c. Tanggung jawab pribadi d. Hari Sabat e. Tirus f. Mesir 46.5 Eskatologi a. Gembala sejati b. Hati dan roh yang baru c. Lembah tulang-tulang kering d. Pembuangan kedua? . Apakah ibadat akan dipulihkan? f. Kitab Yehezkiel dan Kitab Wahyu 47. Kitab Daniel 47.1 Daniel sebagai nubuat apokaliptik a. Nubuat b. Nubuat apokaliptik 47.2 Daniel dan kitabnya a. Pribadinya b. Isi ¢. Daniel dan raja-raja d. Mimpi-mimpi Daniel 473 Penulisan a, Bahasa b. Pengarang 47.4 Penafsiran a. Kerajaan-kerajaan dan kerajaan Allah 14 390 390 391 392 393, 393, 304 395 396 397 399 399 401 402 403 405 BES 410 411 411 412 413 414 415 416 417 418 418 b. Binatang keempat c. Domba jantan, kambing jantan dan tanduk d. Doa Daniel bagi bangsanya e. "Kekejian yang membinasakan” f. "Seorang seperti anak manusia” 48. Kitab Hagai 48.1 Latar belakang a. Kembali dari pembuangan b. "Keluaran” baru? c. Pembangunan kembali Rumah Allah 48.2 Nabi Hagai a. Pribadinya b. Pemberitaannya c. Peristiwa-peristiwa dari 539-515 sM 48.3 Relevansi untuk zaman lain 48.4 Masa sesudah pembuangan a. Pembentukan kanon b. Jemaat Yahudi dalam perantauan c. Situasi politik d. Sekte-sekte dalam agama Yahudi e. Ringkasan masa ini 49, Kitab Zakharia 49.1 Zakharia dan nubuatnya a. Nabi Zakharia b. Nubuatnya 49.2 Penulisan 49.3 Penafsiran a. Apokaliptik b. Zakharia 1-8 c. Zakharia 9-14 d, Zakharia dalam Perjanjian Baru e. Relevansi 15 420 421 422 423, 425 429 429 429 430 430 431 431 431 433, 434 435 435 435 436 437 437 439 439 439 441 EE 447 449 451 451 50. Kitab Maleakhi 50.1 Nabi dan zamannya a. Nabi yang tak bernama b. Zamannya 50.2 Struktur dan isi 50.3 Teologi a. Tuhan Semesta Alam b. Teodisi c. Perintis jalan Kepustakaan umum 16 454 454 454 455 456 457 457 458 459 462 Kata pengantar Buku ini bermaksud memberi suatu pengantar kepada latar belakang, isi, sifat sastra dan berita Perjanjian Lama secara keseluruhan dengan masing-masing kitabnya yang beraneka ragam. Untuk mencapai maksud ini kita tidak mengikuti suatu kerangka acuan yang kaku bagi masing- masing kitab, melainkan membiarkan isi dan coraknya mengarahkan kita sedapat mungkin dalam mempelajarinya. Urutan kitab-kitab "Nabi-nabi Kemudian” telah disesuaikan dengan pemahaman kita tentang susunan kronologisnya. Tentu saja buku ini tidak bermaksud menggantikan Alkitab sendiri, sebab tidak ada buku yang dapat berbuat demikian. Kiranya buku ini akan dibaca sebagai suatu penuntun dan pelengkap teks Alkitab, yang akan menolong para pembaca agar semakin memahami, merenungkan dan menaati Kitab Suci. Perlu ditegaskan di sini bahwa kami percaya sepenuhnya akan peng- ilhaman dan otoritas Alkitab, termasuk setiap bagian Perjanjian Lama. Dan kami berupaya menjunjung tinggi Alkitab sebagai Kitab Suci dalam seluruh uraian kami. Lagi pula, kami membahas Perjanjian Lama sebagai kitab yang digenapi dalam Perjanjian Baru, secara khusus dalam pribadi Yesus dari Nazaret, yang kami percayai sebagai Mesias dan sebagai Allah yang menjadi manusia. Walaupun kami selalu berupaya mengerti teks Perjanjian Lama dari sudut pandang umat Israel, namun kami tidak berhenti sampai di situ. Kami selalu memperhatikan hubungan antara ajaran Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru, dengan pengakuan iman jemaat Kristen mula-mula dan dengan konfesi-konfesi Reformasi, yang menentukan dan mengungkapkan apa-apa yang kami percayai dan ajarkan. Berdasarkan keyakinan akan realitas dan otoritas penyataan Allah itu, kami tergerak untuk memperhatikan latar belakang sejarah, budaya dan kemasyarakatan Kitab Suci, berikut dengan sarana-sarana sastra dan bahasa yang dipergunakan untuk menulisnya. Untuk itu sarana-sarana seperti kritik naskah, sastra dan bentuk harus digunakan dengan cara yang pantas untuk mendengarkan berita, beserta nuansa-nuansanya, yang Allah sampaikan kepada para pendengar-Nya semula. Jika kita benar- benar menjunjung tinggi Alkitab, tentu kita akan berusaha sedapat.. mungkin memahaminya dengan memakai setiap sarana ilmu pengetahuan yang tersedia. Sebagai umat Allah, tujuan kita yang terutama ialah taat dan beribadat kepada-Nya. Ketaatan dan ibadat ini akan kita pahami sepenuhnya bila kita mengerti tentang bagaimana, bilamana, di mana, mengapa dan oleh siapa penyataan-Nya disampaikan. Bagi orang yang 17 sungguh-sungguh mengikut Kristus, baik ilmu maupun kesalehan sama sekali bersifat hakiki. Itulah yang hendak kami capai dalam pelayanan kami dan juga dalam buku ini. William Sanford LaSor David Allan Hubbard Frederic Wm, Bush September 1981 Catatan tentang edisi Indonesia Dalam terjemahan ke dalam bahasa Indonesia, buku yang besar ini dibagi menjadi dua jilid sebagai berikut: Jilid 1 A. Pendabuluan B. Taurat C. Sejarah Jilid 2 D. Sastra E. Nubuat Tim penerjemah untuk jilid 2 Penerjemah: Dra. Lisda T. Gamadhi Dra, Lily W. Tjiputra Penyunting pengelola: Dr. David L. Baker Penyunting peneliti: Pdt. Martin B. Dainton, M.A. Anwar Tjen, S.Th. Laksmi Hutapea 18 Daftar singkatan AASOR - Annual of the American Schools of Oriental Research AIA - American Journal of Archaeology AISL - The American Journal of Semitic Languages and Literature ANEP - J.B. Pritchard, The Ancient Near East in Pictures, Princeton 1969 (edisi ke-3) ANET — - Ancient Near Easter Texts (disunting oleh J. B. Pritchard), Princeton 1969 (edisi ke-3) ARAB - Ancient Records of Assyria and Babylonia (disunting oleh D. D. Luckenbill), Chicago 1926-27 (2 jilid) ay - ayat BA - Biblical Archaeologist BANE - The Bible and the Ancient Near East (disunting olch G. E. Wright), 1961 (cetakan ulang, Winona Lake 1979) BASOR_ - Bulletin of the American Schools of Oriental Research BDB - F. Brown, S. R. Driver & C. A. Briggs, A Hebrew and English Lexicon of the Old Testament, Oxford 1907. BDPT _ - Baker's Dictionary of Practical Theology (disunting oleh R. G. Turnbull), Grand Rapids 1967 BIS - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Schari-hari (= Alkitab Kabar Baik, 1985) BJRL _ - Bulletin of the John Rylands Library BKAT _ - Biblischer Kommentar Altes Testament bnd. - bandingkanlah BWANT - Beitrage zur Wissenschaft von Alten und Neuen Testament BZAW - Beihefte zur Zcitschrift fiir dic alttestamentliche Wissenschaft CAH - Cambridge Ancient History (disunting oleh I. E. S. Edwards dkk.), Cambridge 1970- (edisi ke-3, 2 jilid dalam 4 bagian) cBQ - The Catholic Biblical Quarterly CCHS -A Catholic Commentary on Holy Scripture (disunting oleh B. Orchard dkk.), New York 1953 CTM _ - Concordia Theological Monthly DID - Discoveries in the Judaean Desert of Jordan, Oxford 1955- dkk. - dan kawan-kawan (et al.) all. ~ dan lain-lain (etc.) DOTT — - Documents from Old Testament Times (disunting oleh D. W. Thomas), Edinburgh/London 1958 dst. - dan seterusnya (ff) har. + terjemahan harfiah 19 HAT - Handbuch zum Alten Testament, Tibingen HDB - Dictionary of the Bible (disunting oleh J. Hastings), New York 1898-1902 (4 jilid); 1904 Gjilid tambahan) dan 1963 (edisi yang direvisi, 18 jilid) KAT - Handkommentar zum Alten Testament, Gottingen him. - halaman HSAT - Die heilige Schrift des Alten Testament (disunting oleh E. Kautzsch & A. Bertholet), Tiibingen 1922-23 (edisi ke-4) HSM _ - Harvard Semitic Monographs HTR - Harvard Theological Review HUCA _ - Hebrew Union College Annual IB - The Interpreter’s Bible (disunting oleh G. A. Buttrick), Nashville 1952-57 (12 jilid) IBD __- The Illustrated Bible Dictionary (disunting oleh N. Hillyer), Leicester 1980 (terjemahan: Ensiklopedi Alkitab Masa Kini) Tbr. - bahasa Ibrani Icc - The International Critical Commentary IDB - The Interpreter’s Dictionary of the Bible (disunting oleh G. A. Buttrick), Nashville 1962 (4 jilid) IDBS - IDB, Supplement (disunting oleh K. Crim), Nashville 1976 JES - Israel Exploration Journal Ing. - bahasa Inggris Int - Interpretation: A Journal of Bible and Theology ISBE - The International Standard Bible Encyclopaedia (disunting oleh J. Orr), Grand Rapids 1939 (lima jilid); 1979- (edisi yang direvisi, 4 jilid, disunting oleh G. W. Bromiley) JAOS - Journal of the American Oriental Society JBL - Journal of Biblical Literature IIS ~- Journal of Jewish Studies JNES _— - Joumal of Near Eastern Studies JPOS - Journal of the Palestine Oriental Society JQR - Jewish Quarterly Review JSOT - Journal for the Study of the Old Testament JSOTS = - Journal for the Study of the Old Testament, Supplement Series JSS - Journal of Semitic Studies KAT - Kommentar zum Alten Testament LXx - Septuaginta M - tarikh Masehi NCB - The New Century Bible Commentary NICOT - The New International Commentary on the Old Testament 20 OBS - Oriental and Biblical Studies (disunting oleh J. J. Finkelstein & M. Greenberg), Philadelphia 1967 OTL - Old Testament Library OTMS — - The Old Testament and Modem Study (disunting oleh H. H. Rowley), Oxford 1951 OTS - Oudtestamentische Studién PEQ - Palestine Exploration Quarterly ps - pasal SBT - Studies in Biblical Theology sM - tarikh sebelum Masehi SIT - Scottish Journal of Theology SOTS — - The Society for Old Testament Study TAMK - Tafsiran Alkitab Masa Kini (disunting oleh D. Guthrie & J. A. Motyer), Jakarta 1981-85 (3 jilid, terjemahan, aslinya 1976) TB - Alkitab dalam Terjemahan Baru (1974; edisi ke-2, 1993) TCERK - Twentieth-Century Encyclopaedia of Religious Knowledge (disunting oleh L. Loetscher), Grand Rapids 1949 (2 jilid) TDNT - Theological Dictionary of the New Testament (disunting oleh G. Kittel & G. Friedrich), Grand Rapids 1964—76 (10 jilid, terjemahan, aslinya 1933-73) USQR _ - Union Seminary Quarterly Review UUA - Uppsala Universitets Arsskrift VT - Vetus Testamentum VIS - Vetus Testamentum, Supplements WMANT - Wissenschaftliche Monographien zum Alten und Neuen Testament Wwiy - Westminster Theological Journal Yun, - bahasa Yunani ZAW - Zeitschrift fiir die Alttestamentliche Wissenschaft ZNW _ - Zeitschrift fiir die Neutestamentliche Wissenschaft ZPBD_ - The Zondervan Pictorial Bible Dictionary (disunting oleh M. C. Tenney), Grand Rapids 1963 ZPEB _ - The Zondervan Pictorial Encyclopaedia of the Bible (disunting oleh M. C. Tenney), Grand Rapids 1975 Nama-nama kitab dari Alkitab disingkatkan sesuai dengan apa yang ter- dapat dalam TB, misalnya "1 Raj” menyebut Kitab 1 Raja-raja. Buku dan artikel lain disebut dengan nama penulis serta tahun terbit, dan keterangan lengkap dapat ditemukan dalam kepustakaan pada akhir setiap pasal dan setiap jilid. 21 Transliterasi a. Daftar padanan huruf Ibrani/Latin D. SASTRA ee ress x oOo Re © oon ho noun wou u na a B £€£ Bn HSH DF Xe x S9 €<* 3 3 AQ+s F, ¥ Mw rey b. Daftar padanan huruf Yunani/Latin 6 Qa >0 YUN DF om@ - = ngkh YX 26. PUISI IBRANI Dalam Perjanjian Lama terdapat banyak sekali puisi. Beberapa ter- jemahan menunjukkan hal ini dengan mengatur baris-barisnya (TB). Untuk menafsirkan beberapa perikop dalam bentuk puisi, prinsip-prinsip dasar puisi Ibrani sangat penting untuk dipahami. Dalam tiap bahasa, puisi memakai ungkapan yang padat isi, biasanya dengan menggunakan kata-kata kiasan untuk menyampaikan makna yang lebih luas, berisi emosi bukan logika.’ Karena itu, dalam batas-batas tertentu pesan puisi ditentukan oleh bentuknya. Memang, sering ada usul untuk memperbaiki atau menghapus suatu nats ”demi irama syair”;? tetapi kita harus sadar akan nilai dan keterbatasan cara seperti itu. Kadang-kadang, bentuk puisi dapat menolong untuk menentukan teks yang asli atau untuk memahami teks yang sulit.’ Karena itu, sekurang-kurangnya kita harus mengenal puisi Ibrani dan ciri-cirinya. 1. Misalnya Hosea 4:17 - Efraim bersekutu dengan berhala-berhala; Hosea 7:8 - Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik; Hosea 7:11 - Efraim telah menjadi merpati tolol, tidak berakal; Hosea 10:11 - Efraim dahulu seekor anak lembu yang terlatih, yang suka mengirik; Hosea 11:3 - Akulah yang mengajar Efraim berjalan; Hosea 12:2 - Efraim mengejar angin timur schari suntuk. 2. Lihat Yo8l 1:4 dalam Biblia Hebraica dan perubahan yang disarankan, serta pembahasan dibawah, 3, Misalnya Amos 6:12 berbunyi, "Berlarikah kuda-kuda di atas bukit batu, atau dibajak orangkah dengan lembu?” Agaknya baris kedua harus mengenai sesuatu yang tidak biasa, sama seperti yang pertama, Karena itu teks sering diubah menjadi "atau dibajak orangkah laut dengan lembu?” 25 6 PUISI IBRANI 26.1 Ciri-ciri puisi Ibrani a. Kesejajaran Ciri-ciri khusus puisi Tbrani (dan puisi Semit lainnya dari masa yang sama) ialah adanya kesejajaran pemikiran.* Kadang-kadang hal ini tidak jelas dalam terjemahan, karena untuk mempertahankan keindahannya, kata-kata dalam puisi sering disusun kembali. Agar susunan dasarnya menjadi jelas, kita akan menggunakan terjemahan harfiah dan meng- gunakan tanda hubung untuk memperlihatkan bahwa dalam teks Ibrani hanya digunakan satu kata, dan kita mencoba meniru bentuk aslinya sedekat mungkin® Kesejajaran persamaan Bentuk kesejajaran ini merupakan bentuk yang paling sederhana, terdiri dari dua baris yang menyatakan hal-hal yang kurang lebih sama. Misal- nya: Anggur pencemooh a b Minuman-keras _peribut ab’ (Ams 20:1) Pernyataan ini terdiri dari dua baris, masing-masing terdiri dari dua kata. Kata pertama dalam baris pertama (anggur) sejajar dengan kata pertama dalam baris kedua (minuman-keras). Kata-kata kedua juga sejajar. Baris pertama susunannya a b, dan baris kedua a’ b’. Karena berbagai alasan, terutama yang berhubungan dengan gaya bahasa, kesejajaran persamaan jarang dipergunakan dalam bentuk yang paling sederhana ini tetapi mempunyai beberapa variasi. Apabila sebuah baris memiliki tiga bagian atau lebih, salah satu bagian sering dihilangkan dalam baris yang sejajar, dan bagian yang lain diperpanjang untuk meng- 4, Untuk ini lihatlah Lowth (1753). Lihat juga Sievers (1901 - 19); Gray (1970); Robinson (0947). Walaupun dalam beberapa segi didabului oleh fbn Ezra (1093-1168 sM) karya Lowth bessifat mendasar. 5. Puisi Ibrani dapat membantu menjelaskan cara berpikir Ibrani, Orang barat suka mem- bangun argumen logis dengan banyak pokok yang berbeda, dan mencoba meyakinkan pen- dengar dengan pernyataan-pernyataan yang saling melengkapi. Tetapi orang Ibrani suka mengatakan suatu hal dengan beberapa cara. Karena itu pengulangan cerita dan gejala- gejala lain dalam sastra Ibrani yang kadang-kadang dianggap sebagai bukti adanya beberapa sumber yang dipadukan, boleh jadi hanyalah cara orang Ibrani menyatakan sesuatu, yakni dengan mengulangi beberapa cerita yang isinya sama atau berlawanan atau saling melengkapi. PUISI IBRANI 27 imbangi. Hal ini kadang-kadang disebut kesejajaran yang tidak lengkap” (incomplete parallelism). Contohnya: Aku-akan-mengubah perayaan-perayaanmu menjadi-perkabungan b c a dan-segala-nyanyianmu menjadi-ratapan B’ c (Am 8:10) Kata kerjanya tidak diulang, namun tersirat dalam baris kedua. Bagian kedua dalam baris kedua lebih panjang daripada bagian yang sejajar dalam baris pertama, karena itu diberi tanda B’. Ja-akan-menambatkan —_ pada-pohon-anggur keledainya a b c : dan-pada-pohon-anggur-pilihan anak-keledainya B’ Cc Ja-akan-mencuci dengan-anggur, pakaiannya da e : dan-dengan-darah-buah-anggur _bajunya EB Pr (Kej 49:11) "Kesejajaran kiasan”® menggambarkan kescjajaran persamaan di mana satu baris mengungkapkan sesuatu secata harfiah dan baris yang sejajar dengannya mengungkapkan hal yang sama secara kiasan. Perhatikan contoh berikut ini: Seperti-bapa sayang kepada-anak-anaknya a b c : Demikian-TUHAN sayang kepada-orang-orang-yang-takut-akan-Dia a’ bo ¢ (Mzm 103:13) Namun tidak semua ahli menganggap perlu untuk membedakan antara baris harfiah dan baris kiasan. 6. Bruce (1970: him. 35) mengusulkan istilah "paralelisme emblematis”. 28 PUISI IBRANI Kesejajaran Ppertentangan Baris kedua mengungkapkan gagasan yang sama tetapi dalam bentuk yang menyangkal atau yang bertentangan. Hal ini sering terdapat dalam Kitab Amsal dan Mazmur tetapi jarang terdapat dalam kitab para nabi: Anak-bijak —mendatangkaa-sukacita kepada-ayahnya (a +b) c a Anak-bebal kedukaan bagi-ibunya -(@+b) -c @ (Ams 10:1) Dalam contoh ini, bagian pertama adalah kata benda dan kata sifat (a+b), sedangkan baris sejajarnya bertentangan (ditandai dengan -). Kata kerjanya juga berlawanan. ”Bapa” dan "ibu” dapat diterjemahkan sebagai “orang tua”. Bentuk prosa yang mungkin, tetapi yang kurang menarik, adalah "Anak yang bijak membuat orang tuanya bahagia, sedangkan anak yang bebal membuat mereka sedih”. ; Gambaran berikut dari Kitab Yesaya dimulai dengan kesejajaran per- tentangan, tetapi keseluruhan ayat agak lebih rumit, dengan pesan penulis yang berkembang dari suatu prinsip dasar menuju Penerapan praktis: Berhentilah berbuat-jahat -a@ -b Belajarlah berbuat-baik ab Usahakanlah keadilan c od Kendalikanlah orang-kejam c -d Belalah-hak anak-anak-yatim e f Perjuangkanlah perkara-janda-janda e Lf (Yes 1:16b-17) Kesejajaran perlengkapan Dalam kesejajaran perlengkapan, baris kedua mengembangkan pemikir- an dalam baris pertama dan bukan mengulanginya: Aku-akan-melepas api ke tembok Gaza a b c schingga-dimakan-habis _purinya de : (Am 1:7) Kata kerja *dimakan habis” tidak betul-betul sejajar dengan “api”, tetapi lebih merupakan akibat dari api itu. ”Tembok Gaza” dan *purinya” merupakan pernyataan yang saling melengkapi, yang menyatakan keseluruhan kota. Bagian lain dari perikop ini menggambarkan kesejajaran persamaan: PUISI IBRANI - Aku-akan-mefenyapkan penduduk dari-Asdod 7 dan-pemegang Longa kerja dari-Askelon Aku-akan-mengacungkan tangan-Ku a melavan-Ekron AF ale HA ss sia orang Flistin 7 firman Tuhan Rene (Am 1:8) ”Sehingga-binasalah” merupakan akibat dari ”Aku-akan-melenyapkan”, yang memperlihatkan kesejajaran persamaan. Kota Filistin (Gaza, ‘Askelon, Ekron) sejajar dengan "sisa-sisa-orang-Filistin”. Jadi, keseluruhan perikop memiliki tiga bait (ayat yang masing-masing terdiri dari dua baris), yang membentuk satu pesan yang ditujukan kepada orang-orang Filistin. Kata-kata "firman Tuhan ALLAH” merupakan suatu ungkapan tersendiri dalam bentuk prosa dan baris yang seperti itu selalu ditempatkan di luar pola struktur puisi (yang dengan jelas diper- lihatkan oleh puisi Ugarit; lihat di bawah). Karena itu tidak ada alasan untuk menghilangkan pernyataan-pernyataan seperti itu. Bentuk-bentuk yang lain »Bentuk berantai” merupakan sejenis kesejajaran persamaan. Contohnya: Apa-yang-ditinggalkan belalang-pengerip a+ bd telah-dimakan belalang-pindahan c d Apa-yang-ditinggalkan belalang-pindahan ao+d telah-dimakan belalang-pelompat c e Dan-apa-yang-ditinggalkan belalang-pelompat a+e telah-dimakan belalang-pelahap c (¥1 1:4) ”Kesejajaran eksternal dan internal” adalah istilah yang digunakan Gottwald untuk menggambarkan kesejajaran antara dua bait sebagai pe- lengkap pada kesejajaran dalam masing-masing bait: 30 PUISI IBRANI intemal — eksternal Dengarlah firman-TUHAN ab A Hai-pemimpin-pemimpin manusia-Sodom cd B Perhatikanlah pengajaran-Allah-kita a’ b’ A’ Hai-rakyat manusia-Gomorac’ @’ B’ (Yes 1:10) Jelaslah, bagian-bagian dari baris pertama sejajar dengan baris ketiga, demikian juga dengan baris kedua dan keempat. Huruf-huruf besar dalam gambaran ini mewakili baris-baris, ’A” terdiri dari a b, dan seterusnya. Nats ini dapat juga dianalisis sebagai satu bait, terdiri dari dua baris masing-masing dengan kata kerja, objek dan subjek: a b c- a’b’c’. Tetapi dalam contoh berikut, pengurangan seperti itu tidak mungkin terjadi: Mengenal = lembu pemiliknya @ boc dan-keledai —_ palungan tuannya v0 Israel tidak mengenalnya aq -A Umat-Ku tidak memahaminya @ - A (Yes 1:3) Bait pertama jelas merupakan kesejajaran persamaan, demikian juga yang kedua, dengan pola yang ditunjukkan dengan a bc: b’ C’ dan d - A:d’ - A’. Tetapi bait pertama merupakan kesejajaran pertentang- an dengan bait kedua, karena itu —A dan —A’ merupakan kebalikan dari “mengenal” yang terdapat dalam baris pertama. Variasi dalam puisi Ibrani hampir tidak habis-habisnya; kita dapat menemukan pola-pola yang baru dalam seluruh Perjanjian Lama. Tidak perlu mengenali dan meneliti setiap macamnya, tetapi ada gunanya meneliti beberapa contoh supaya kita dapat mulai merasakan irama puisi Ibrani dan melihat pesan pokok dalam ayat itu: Perbantahan TUHAN-mempunyai dengan-Yehuda a b c Ja-akan-menghukum ; Yakub sesuai-dengan- tingkah-lakunya a’ c d Dan-sesuai-dengan- Ia-akan-memberi- _kepadanya perbuatannya balasan ad ” °” (Hos 12:3) PUISI IBRANI 31 Dalam bahasa Ibrani tidak ada kata kerja "mempunyai”, karena itu »perbantahan TUHAN?” artinya "TUHAN mempunyai perbantahan’ dan karena itu sejajar dengan ”hukuman”. ”Yakub” sejajar dengan ” Yehuda”. *Sesuai dengan tingkah lakunya” jelas sejajar dengan ”sesuai dengan perbuatan-perbuatannya”. ”Akan memberi balasan” merupakan akibat dari perbantahan TUHAN dengan Yehuda. Karena itu ayat ini tampak- nya merupakan bait yang mempunyai tiga baris. Perhatikan ”bentuk silang” (khiasmus) dalam baris ketiga (lihat di bawah), d’ ditempatkan di depan. Urutan bagian-bagian dalam satu baris sering terbalik dibandingkan dengan baris sejajar. Jika dihubungkan dengan baris-baris, bagian-bagian yang sejajar membentuk X (bentuk silang), sama dengan bentuk huruf dalam bahasa Yunani khi, karena itu struktur ini discbut ”khiasmus”. Contohnya: Engkau-akan-meremukkan-mereka dengan-gada-besi AB seperti-tembikar-tukang-periuk memecahkan-mercka BB’ A’ (Mzm 2:9) Di-padang-gurun _persiapkanlah jalan-untuk TUHAN, a & c d Luruskanlah di padang-belantara jalan-raya _bagi-Allah-kita ie a’ c qd (Yes 40:3) Dalam kedua contoh ini, pertukaran unsur-unsurnya tampak jelas. Khiasmus merupakan unsur yang umum sekali dalam puisi Ibrani, secara internal maupun eksternal, walaupun tidak selalu jelas kelihatan, b. Rima, irama dan matra Para ahli puisi Ibrani telah lama meneliti masalah-masalah matra dan irama. Umumnya diakui bahwa rima sangat jarang ditemukan dalam puisi Alkitab, dan jika ditemukan tampaknya hanya kebetulan saja. Tetapi kebanyakan ahli pada masa lalu sependapat tentang adanya matra dan irama. Mungkin hal ini disebabkan oleh pengetahuan tentang ilmu per- sajakan kuno yang kebanyakan berasal dari para penyair Yunani dan Latin kuno, Karena itu peneliti-peneliti terdahulu berusaha mengenali matra sajak Tbrani dan memakai istilah seperti matra ”2+2” atau "3+2”, yang menun- 32 PUISI IBRANI jukkan bahwa sebuah bait memiliki dua tekanan kuat dalam setiap baris, atau tiga tekanan diikuti dengan dua tekanan. Jika sebuah baris tidak dapat disesuaikan dengan matra yang dianggap ada, baris itu sering diubah oleh para abli kritik naskah. Tetapi teori ini dikembangkan sebelum ditemukan puisi-puisi Ugarit. Sejak 1929 banyak lembaran tertulis ditemukan di Ras Syamra (Ugarit kuno) di Siria. Beberapa di antaranya berisi teks yang bersifat agama, ter- masuk sejumlah puisi yang sangat mirip dengan puisi Perjanjian Lama. Lembaran-lembaran itu belum pernah disentuh sejak terkubur oleh karena hancurnya perpustakaan Ugarit pada abad ke-14 sM, sehingga tidak mungkin ada peredaksian sclanjutnya atau pengubahan karena penyalinan. Karena itu lembaran-lembaran tersebut merupakan fakta- fakta mentah yang dapat dipakai untuk mengembangkan suatu teori ten- tang puisi Semit. Bukti-bukti Ugarit itu tidak mendukung adanya pola- pola irama atau matra yang teratur (lihat Lasor 1979; 1980). Contoh- contoh berikut, yang diterjemahkan secara harfiah, menunjukkan bahwa bahan-bahan Ugarit tersebut sangat mirip dengan puisi Perjanjian Lama.’ Dan-berangkatlah _hai-raja dari-rumahku abe Jauhilah hai-Keret istanaku a bc’ (Keret 131-132) Berangkatlah Kotar dari-kemahnya abe Hayum berangkat dari-kemah-sucinya baie (2 Aght V.31) Sesungguhnya musuh-musuhmu hai-Baal abe Sesungguhnya musuh-musuhmu akan-kaupukula bd Sesungguhnya engkau-akan-mengalahkan seterumu ad b’ (68:9; bnd. Mzm 92:10) Aku-akan-memberikan _ladangnya untuk-kebun-anggura bc ladang-kasih-nya untuk-kebun-buah Be’ (77:22) Mercka-berteriak, © Athirat dan-putra-putranya abe Dewi itu dan-segenap-kaum-keluarganya b’ C’ (Anat V.44) 7. Banyak contoh lain dapat disajikan (lihat Gordon 1947). PUISI IBRANI 33 Dia-mencuci tangannya, sang-perawan-Anat abc jari-jarinya saudari-ipar bangsa-bangsa vc Dia-mencuci tangannya dalam-darah prajurit ab d jari-jarinya dalam-genangan-darah tentara b’ di’ (Anat 11.32) Berdasarkan penelitian-penelitian terhadap naskah-naskah Ugarit, kita tidak dapat menganggap bahwa puisi Ibrani mengandung pola irama yang sudah berkembang sepenuhnya. Namun, pasti ada suatu pola tekanan yang berkembang secara wajar dari kata-kata dan kelompok kata-kata dalam baris-baris. Tetapi pola ini tidak harus lebih teratur daripada pola-pola dalam puisi Ugarit. c. Pasangan kata dan cara-cara lain Ginsberg (1936: hlm. 172) menunjukkan bahwa penyair-penyair Siria dan Palestina memiliki kumpulan pasangan kata-kata searti yang baku, yang timbul berulang-ulang, biasanya dalam susunan yang sama. Cassuto (1953: him. 24-28) mendaftarkan 26 pasangan seperti itu, termasuk: r-’-sykepala’ ~— q-d-q-d ’tempurung kepala’ *-r-ts tanah, negeri? — “p-r —’debu, tanah’ y-d ’tangan’ - y-m-n ’tangan kanan’ *-y-b ’musuh’ —ts-r — *seteru, lawan’ “Lp ’ribu’ ~rb-b ’sepuluh ribu’ Pasangan-pasangan ini dan unsur-unsur lainnya digunakan juga dalam puisi Ibrani. Gevirtz (1963: hlm. 7-10) telah memberikan banyak contoh, yang menggunakan kutipan teks-teks Ugarit dan Alkitab. Berikut ini beberapa contoh di antaranya: Kiranya Khoron menghancurkan kepalamu (r-”-sy) Attart-syem-Baal tempurung kepalamu (q-d-q-d) (127:56-57) Sesungguhnya, Allah meremukkan kepala (r-’-sy) musuh-Nya Tempurung kepala (q-d-q-d) yang berambut dari orang ‘ yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya (Mzm 68:22)’ 8, Lihat juga Kej 49:26; Ul 33:16; Mzm 7:17. 4 PUISI IBRANI Kami telah mengubur musuh-musuhmu dalam tanah (’-r-ts) Dalam debu (“p-r) mereka yang bangkit melawan saudaramu (76 11.24-25) Seluruh negerinya (’-r-ts) diresapi oleh darah Dan tanah (“p-r) mereka penuh dengan lemak (Yes 34:7b; juga ay 9) [Biarlah ia menempatkan] cawan dalam tanganku (y-d) Sebuah piala dalam tangan kananku (y-m-n) (1 Aght 215-216) Tangan-Mu (y-d) akan menjangkau semua musuh-Mu Tangan kanan-Mu (y-m-n) akan menjangkau orang-orang yang membenci Engkau (Mzm 21:9; juga 26:10) Musuh (’-y-b) mana yang telah bangkit melawan Baal Atau seteru (ts-r) mana yang melawan Penunggang awan-awan? (Anat IV.48) Seketika itu juga musuh (’-y-b) mereka Aku tundukkan Dan terhadap para lawan (ts-r) mereka Aku balikkan tangan-Ku (Mzm 81:15; juga 89:43) Ja membentuk perak beribu-ribu (’-/-p), Emas ia bentuk berpuluh-puluh ribu (r-b-b) (51 1.28-29) Walau seribu (’-/-p) orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu (7-b-b) di sebelah kananmu . . . (Mzm 91:7) Ada banyak pasangan seperti itu dan mungkin beberapa di antaranya belum dikenal. Pasangan berikut ini perlu diperhatikan: dengar - pethatikan Yakub - Israel perak - emas emas - emas murni suara - ucapan karunia = pemberian manusia - anak manusia (atau bentuk jamaknya) anggur - minuman keras 9, Lihat juga Ul 32:30; Mi 6:7; Dan 7:10 (bahasa Aram). PUISI IBRANI 35 melayani 7 menyembah membentuk — menciptakan — membuat orang-orang — bangsa menetap - tinggal menghitung — membilang. Kita harus juga memperhatikan pasangan-pasangan lainnya. Pasangan- pasangan seperti itu sering digunakan dalam prosa untuk memberikan tekanan. Ciri lain yang perlu diperhatikan ialah penggunaan ”peningkatan jumlah” atau pola "x, x + 7”: Satu kali Allah berfirman dua hal yang aku dengar (Mum 62:12) Karena tiga perbuatan jahat Damsyik bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku (Am 1:3) Enam perkara ini yang dibenci TUHAN bahkan tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya (Ams 6:16) Kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala bahkan delapan pemimpin manusia (Mi 5:4). Pola-pola yang sama sering terdapat dalam puisi Ugarit. Selain pola 4x + Iada pola 10x + x, 10 (x + 1) + (x + 1) (seperti 66 ~ 77; 77 - 88) dan pola 10x, 10 (x + 1) (seperti 80 ~ 90). Pola-pola yang biasa dalam puisi Ugarit ini tidak terdapat dalam Alkitab Ibrani. 26.2 Manfaat penelitian puisi untuk penafsiran Sebagaimana dikemukakan di atas, bagian-bagian kesejajaran dalam suatu perikop merupakan bagian dari pemberitaannya. Kita harus mem- perhatikan seluruh perikop dan meneliti peranan bagian-bagian itu pada keseluruhan pemberitaannya. 36 PUISI IBRANI a. Analisis Langkah pertama ialah menganalisis perikop menurut unsur-unsurnya, sebagaimana telah digambarkan di atas. Tidak menjadi masalah apakah hal ini dilakukan dengan penyusunan skematik, seperti abc : a’b’c’ atau tidak. Namun, kemampuan untuk mengenal bagian-bagian itu sangatlah penting. Misalnya, Amos 1:8 berbicara tentang orang-orang Filistin. Karena itu, bagian-bagiannya pasti akan memperjelas isi pemberitaannya kepada orang-orang Filistin. Demikian juga dengan Amsal 10:1 yang ber- bicara tentang pengaruh kelakuan seorang anak terhadap orang tuanya. Namun, analisis tidak berarti suatu teks dapat dimengerti sepenuhnya secara terpisah-pisah. Keseluruhan pemberitaannya harus diperhatikan. Misalnya saja, karena seorang anak yang bijak memberi sukacita kepada ayahnya, sedangkan seorang anak yang bebal membuat ibunya sedih, lalu kita menyimpulkan, ibu itu tidak memiliki sukacita karena anaknya yang bijak atau ayah itu tidak bersedih karena anaknya yang bebal. Andaikata demikian halnya, kita kchilangan artinya secara keseluruhan. Demikian juga, jika kita menyimpulkan bahwa Tuhan akan melenyapkan penduduk Asdod tetapi tidak melakukannya pada kota-kota lain di Filistin, atau mengambil raja dari Askelon saja tetapi tidak dari kota-kota lain, maka kita menyalahartikan sifat puisi Ibrani. Bagian-bagian itu sering meng- ajarkan sesuatu yang penting. Yesaya 1:16b-17 yang dikutip di atas mem- beri gambaran yang betul-betul lengkap mengenai "melakukan hal yang baik”, terutama terhadap mereka yang tidak mempunyai pelindung, seperti anak-anak yatim dan para janda. b. Mengenal gaya bahasa puisi Dalam bahasa mana pun, puisi harus dibedakan dengan prosa. Ungkapan-ungkapan seperti ’pohon-pohon bertepuk tangan” atau bukit-bukit kecil melompat seperti anak-anak domba” harus dimengerti sebagai bahasa puisi, bukan sebagai gambaran menurut ilmu tumbuh- tumbuhan atau geologi. Alkitab harus dipelajari dengan memakai norma sastra yang umumnya diterima. Pada waktu Yesaya berbicara kepada ”pemimpin-pemimpin, manusia Sodom” dan ”rakyat, manusia Gomora” (Yes 1:10; lihat di atas), kita tidak boleh hanya melihat arti harfiahnya saja, karena Sodom dan Gomora sudah lama lenyap. Yesaya sedang membandingkan orang Israel dengan orang-orang yang paling berdosa yang pernah ada di negeri itu. Pada waktu Amos berbicara mengenai ’padang-padang penggembalaan” dan ’puncak gunung Karmel” PUISI IBRANI 37 (Am 1:2), agaknya ia menggunakan kiasan yang dalam hal ini berarti seluruh negeri. Banyak gaya bahasa digunakan dalam Alkitab, terutama dalam perikop-perikop yang puitis. Kita harus berusaha mengenali dan menafsirkannya sebagaimana dimaksudkan oleh penulisnya. c, Aliterasi, asonansi, paronomasia, onomatope Dalam semua kesusastraan, para penulis boleh menggunakan berbagai gaya bahasa untuk menarik perhatian atau membuat para pendengarnya/pembacanya terkesan dengan berita yang disampaikan. Dalam puisi, sangat biasa terdapat cara-cara yang bermain dengan suara- suara bahasa itu. Dengan aliterasi, kata-kata atau suku kata mulai dengan suara-suara yang sama atau mirip. Asonansi menggunakan suara-suara yang sama atau mirip (biasanya bentuk vokal/huruf hidup) dalam kata- kata. Paronomasia merupakan permainan kata-kata dengan suara yang sama atau mirip tetapi berbeda artinya. Onomatope adalah penggunaan kata-kata yang suaranya mirip dengan atau yang membcrikan konsep yang digambarkannya. Namun sayang, cara-cara ini jarang dapat dialih- kan dalam terjemahan ke dalam bahasa lain. Misalnya, pada waktu Allah bertanya kepada Amos, ’Apakah yang kaulihat?” dan Amos menjawab, »§ebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau” (Am 8:1,2), kata Ibrani yang artinya "buah-buahan musim kemarav’ kedengaran hampir seperti kata yang artinya *kesudahan/akhir’, Kemiripan kata-kata ini mempersiapkan Amos untuk pernyataan Allah, ’Kesudahan telah datang bagi umat-Ku Israel”. Tetapi permainan kata hilang dalam terjemahan.” d. Berusaha memelihara keindahan pengungkapan Walaupun tidak semua orang adalah penyair atau bahkan pengagum puisi, namun keindahan ungkapan puisi umumnya diakui. Pada waktu memahami sabda Allah, penting bagi kita untuk berusaha memper- tahankan setiap sifat yang menarik, termasuk bentuk puisinya. Banyak ajaran Yesus terdapat dalam bentuk puisi dan dalam Perjanjian Baru mengandung beberapa syair pujian (Flp 2:6-11), bagian-bagian pengakuan iman (1 Tim 3:16), dan kidung puji-pujian (Why 4:11; 5:9 dst.). Karena itu kepekaan pada puisi dalam Perjanjian Lama akan lebih memampukan kita mengerti Perjanjian Baru. Ahli-ahli berusaha keras mempelajari 10. Untuk contoh yang lain, lihat Gottwald (1962: him. 835). 38 PUISI IBRANI sebuah ayat, mencoba untuk menemukan kata-kata dan ungkapan- ungkapan yang menyampaikan arti dengan keindahan yang sama dengan aslinya, Pada waktu kita mempelajari perikop yang bernada puitis, kita harus memahaminya dalam bahasa aslinya, atau sckurang-kurangnya mempelajari beberapa terjemahan dan menguji keindahan serta ketepatannya. Allah adalah pencipta keindahan. Berusaha memperlihat- kan keindahan firman-Nya berarti menghormati dan memuliakan Dia. 26.3 Kesimpulan Dalam usaha kita berbicara mengenai Allah, ada dua cara yang dapat digunakan, yaitu penyangkalan dan perbandingan. Cara penyangkalan memakai bentuk negatif. Karena Allah tidak ter- batas, maka tidak mungkin membatasi Dia, sehingga kita hanya dapat berkata-kata tentang apa yang bukan Dia. Dia tidak berwujud, tidak berubah, kekal (tidak dikuasai oleh ruang dan waktu) dan lain-lain. Cara ini berasal dari cara berpikir barat yang banyak dipengaruhi oleh cara- cara filsafat Yunani. Pendekatan yang kedua membandingkan Allah dengan sesuatu yang diketahui dalam ruang dan waktu. Inilah cara yang dipakai dalam kiasan dan lambang Alkitab. Dalam seluruh Alkitab, hal itu paling menonjol dalam bentuk puisi. ”Yang tak terlihat” dapat dikenal dengan memban- dingkan atau membuat analogi dengan apa yang kita lihat. Akhirnya Allah dikenal secara jelas sekali dalam inkarnasi, yaitu dalam diri Anak-Nya. Dalam beberapa hal, pendekatan Alkitab lebih unggul daripada pen- dekatan secara filsafat - walaupun pendekatan secara filsafat ada nilainya — karena orang lebih banyak dan lebih baik belajar melalui in- deranya daripada melalui spekulasi. Puisi Alkitab memiliki daya tarik universal. Susunannya dan kiasannya tidak hilang dalam terjemahan dan berbicara pada ”tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa” (Why 5:9). Demikian pula tidak ada cara yang lebih memadai untuk meng- ungkapkan iman dan penyerahan diri kepada Allah daripada melalui nyanyian, Banyak puisi Perjanjian Lama semula merupakan nyanyian. Puisi itu bukanlah sumber ajaran-ajaran teologi, tetapi merupakan ung- kapan iman para penyanyi, secara pribadi atau kelompok. Daya tariknya tahan berabad-abad karena persekutuan orang percaya bersatu dalam nyanyian itu, yamg mengungkapkan iman dan penyerahan diri mereka, Bahkan puisi Perjanjian Lama bukan hanya sebagai cara mengenal Allah, tetapi lebih-lebih merupakan cara memyji Dia yang patut dipuji. PUISI IBRANI 39 Kepustakaan (26) Albright, W. F. 1968 "Verse and Prose in Early Israelite Tradition”, Yahweh and the Gods of ‘Canaan, Winona Lake (cetakan ulang 1978): him. 1-52. Bruce, F. F. 1976 "Puisi Perjanjian Lama” dalam TAME 2: him. 34-39. Cassuto, U. 1953 _ha-Elah ‘Anat, Yerusalem (bahasa Ibrani).. Cross, F. M., Jr., & Freedman, D. N. 1975 ‘Studies in Ancient Yahwistic Poetry, Missoula (Society of Biblical Literature Dissertation 21). (Analisis ortografik dan linguistik tentang Kel 15; Kej 49; UL 33; dan 2 Sam 22 = Mzm 18.) Culley, R. C. 1970 "Metrical Analysis of Classical Hebrew: Poctry” dalam Essays on the Ancient Semitic World (disunting oleh J. W. Wevers & D. B. Redford), Toronto: him. 12-28, Dahood, M. 1976 "Hebrew Poetry”, JDBS: him. 669-672. (Rangkuman teknik-teknik sastra yang diperhatikan melalui perbandingan dengan puisi Ugarit.) Blliger, K. & Rudolph, W. (penyunting) 1967-77 Biblia Hebraica Stungartensia, Stuttgart. Freedman, D. N. 1977 "Pottery, Poetry, and Prophecy: An Essay on Biblical Poetry”, JBL 96: him. 5-26. (Sifat dan fungsi puisi Ibrani dalam terang penetitian akhit-akhir ini.) Gevirtz, S. 1963 Pawerns in the Early Poetry of Israel, Chicago. Ginsberg, H. L. 1936 "The Rebellion and Death of Ba’lu”, Oriemtatia 5: him. 172. Gordon, C. H. 1947 Ugaritic Literature, Ventnor, New Jerscy. Gottwald, N. K. 1962 "Hebrew Poetry”, IDB 3: him. 829-838. Gray, G. B. 19 The Forms of Hebrew Poetry, New York (edisi yang direvisi). Kugel, J. L. 1981 The Idea of Biblical Poery: Parallelism and its History, New Haven. (Pendekatan baru terhadap makna kesejararan.) LaSor, W. S. 1979 "An Approach to Hebrew Poctry through the Masoretic Accents”, Essays on ‘the Occasion of the Seventieth Anniversary of the Dropsie University (disunting oleh A. I. Katsh & L. Nemoy). Philadelphia. 1980 "Samples of Early Semitic Poetry” dalam The Bible World (disunting oleh S. Rendsburg dkk.), New York (buku kenangan untuk C. H. Gordon): him. -121. Lowth, R. 1753 De sacra poesi Hebraeorum, London. Muilenburg, J. 1953 "A Study in Hebrew Rhetoric: Repetition an ” 1. 97 Gee pet id Style”, VIS 1: him. 97-111, 1980 Hebrew Verse Structure, Winona Lake. (Pertimbangan baru berdasarkan per- bandingan puisi, linguistik, dan kritik sastra.)