Anda di halaman 1dari 8

Bad Mood Hacks: Atasi dengan Cara Menyenangkan Ini!

BY RUANGGURU APRIL 20, 2016

Siapa sih yang tidak pernah mengalami bad mood? Pasti ada saja yang
membuat mood kita jadi drop. Bahkan, kadang bad mood ini sering kita
jadikan sebagai alasan untuk semua hal yang tidak terselesaikan. Padahal
sebenarnya kita bisa mengontrol kondisi mood kita lho.

Find-out-why
Tekanan, perubahan, dan hormon

Usia remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju lebih
dewasa. Di fase ini, kamu akan menghadapi banyak perubahan dan tanggung
jawab baru. Dianggap terlalu kecil untuk melakukan hal X, namun sudah
cukup dewasa untuk melakukan hal Z. Hal-hal inilah yang membuat remaja
labil.

Foto: kintakun-collection.co.id
Usia remaja juga banyak berurusan dengan tekanan dari rumah serta
lingkungan. Baik lingkungan pertemanan di sekolah/kampus, maupun
sekitarnya. Selain itu, perubahan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi
perasaan. Remaja cenderung menuntut diri sendiri agar dapat diterima di
lingkungan mana pun. Nah, tuntutan dari dalam diri dan lingkungan ini bisa
menjadi faktor pendukung perubahan mood.

How to banish bad mood?


Coba mulai bangun lebih pagi, deh. Tidak usah langsung terburu-buru mandi
dan lakuin hal lain dulu ya. Ask yourself! Kira-kira hal apa saja yang akan
bikin kamu senang hari ini? Misalnya, ketemu sahabat di sekolah/kampus
atau buku terbaru karangan author favoritmu launching? Hmm.. Atau justru
ada hal yang hari ini bakal kurang menyenangkan buatmu? Ketahui dulu apa
yang akan bikin mood kamu naik atau turun supaya tahu gimana handle-nya
nanti.

Set your mindset

Foto: vectormarketing.com
Hal lain yang juga dapat membuat mood berubah-ubah adalah overthinking.
Sebenarnya, kunci utama berasal dari pikiran kamu. Cara berpikirmu
terhadap sesuatu dapat memengaruhi segalanya. Misalnya, kalau berpikir
bahwa kamu bisa melakukan suatu hal sulit, mood otomatis akan membaik.
Semangat untuk mengerjakan hal tersebut pun muncul. Jadi, sebenarnya
kamu bisa mengontrol mood kamu melalui mindset-mu.

Just stop

Rasa takut, cemas, dan nervous bisa mengarah ke penurunan kondisi mood
kamu. Misalnya, kamu jadi perwakilan lomba debat di kampus atau mau
menghadiri wawancara kerja. Nah, di kondisi demikianlah keadaan mood
perlu dikontrol. Coba hilangkan segala prasangka buruk, insecure, dan rasa
takut yang menyebabkan badan jadi shaking tidak karuan.

Cara klasik, tarik nafas dalam-dalam melalui hidung, biarkan perutmu terisi
udara baru. Tahan 7-10 detik dan hempaskan dari mulut. Berilah jeda untuk
otak agar dapat berpikir jernih dan memilih mood yang tepat untuk
dikeluarkan saat itu. Jadi, kurangi berpikir berlebihan ya, teman-teman.

Kalau sudah terbayang emosi yang cocok untuk meng-handle bad mood
kamu, carilah cara supaya bisa merasakan emosi positif yang menghasilkan
mood baik. Banyak hal yang bisa kamu lakukan, di antaranya:

Mencoba hal baru


Foto: stuff.co.nz

Melakukan hal baru tentu akan memancing rasa ingin tahumu. Bicara dengan
orang baru, melakukan aktivitas positif yang tidak pernah kamu bayangkan,
dan banyak lagi yang bisa kamu coba.

Menikmati matahari dan udara segar

Istirahatlah sejenak dari rutinitas dan duduk di dekat jendela. Nikmati sinar
matahari ditemani secangkir kopi/teh/coklat dapat membuat harimu lebih baik.
Bersyukurlah, kamu masih bisa menghirup udara segar dan menikmati
hangatnya sinar matahari.

Senyum!

Menurut penelitian, senyum itu bisa bantu melepaskan senyawa endorfin


dalam otak yang membuat manusia merasa gembira. When you are in a good
mood, melakukan hal ini tentu mudah. Tapi, bagaimana kalau kondisi mood-
mu sedang berantakan? Meskipun susah, tapi wajib dicoba, lho.
Foto: youngandraw.com

Tidak masalah kalau awalnya kamu harus memberikan senyuman palsu.


Dengan memaksakan senyum (pada awalnya), otot wajahmu yang awalnya
tegang akan jadi rileks. Magically, mood perlahan akan berangsur membaik.
Atau kamu bisa coba cara lainnya, seperti pikirkan suatu hal/cerita lucu di
kepalamu dan. voila! Senyummu akan muncul.

Musik
Foto: scdm2014.org

Music heals the soul. Dengarkan musik yang buat kamu bahagia. Sambil
ditemani musik dan sinar mentari, cobalah bermeditasi selama 10-20 menit
sehari agar pikiranmu jauh lebih rileks. Misalnya kamu stuck di rumah karena
hujan, coba putar lagu berirama cepat dan dancing with the rain!

Lets get some sweat


Foto: APimages.com

Selain senyum, olah raga juga dapat nge-boost mood, lho, terutama di ruang
terbuka. Kalau tidak sempat, lakukan stretching juga sudah cukup. Biasanya,
mood juga bisa menurun karena otot menegang dan tubuh kurang fit.

Daydreaming
Foto: thedailybeast.com

Kalau kamu terlanjur bete dalam satu kondisi, melakukan daydreaming boleh
dicoba. Kamu bisa membayangkan akan jadi apa kamu lima tahun ke depan,
memikirkan ide surprise untuk orang tua, dan banyak hal lain. Otak akan
terstimulasi hal-hal indah dan membuatmu bisa melewati hal buruk yang
sedang dihadapi.

Faktor lingkungan

Berada di lingkungan orang-orang inspiratif dan menyenangkan turut


memengaruhi mood. Jika ingin menyelesaikan tugas, carilah tempat yang
mendukung. Perpustakaan atau kafe dengan suasana homey di sudut kota
dapat jadi tempat yang dituju. Jangan malah datang ke tempat makan yang
lagi hits ya, terlalu ramai akan membuat malah akan tugasmu tidak
terselesaikan.