Anda di halaman 1dari 22

Skoring Visitasi Rumah S

NO

3
4

5
Skoring Visitasi Rumah Sakit Kelas B

Persyaratan tata bangunan Rumah Sakit :


a. Peruntukan lokasi dan intensitas bangunan sesuai ketentuan peraturan daerah setempat.
b. Desain bangunan Rumah Sakit, yang meliputi:
1) Bentuk denah bangunan Rumah Sakit simetris dan sederhana untuk mengantisipasi kerusakan apabila ter
2) Masa bangunan harus mempertimbangkan sirkulasi udara dan pencahayaan.
3) Tata letak bangunan-bangunan (siteplan) dan tata ruang dalam bangunan harus mempertimbangka
penularan penyakit, zonasi berdasarkan privasi, dan zonasi berdasarkan kedekatan hubungan fungsi antar rua
4) Tinggi rendah bangunan harus dibuat tetap menjaga keserasian lingkungan dan peil banjir.
5) Aksesibilitas di luar dan di dalam bangunan harus mempertimbangkan kemudahan bagi semua orang term
6) Bangunan Rumah Sakit harus menyediakan area parkir kendaraan dengan jumlah area yang propors
daerah setempat.
7) Perancangan pemanfaatan tata ruang dalam bangunan harus efektif sesuai dengan fungsi-fungsi pelayana
c. Pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Persyaratan keandalan bangunan dan prasarana Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi :
a. Persyaratan keselamatan struktur bangunan, kemampuan bangunan menanggulangi bahaya kebakara
persyaratan instalasi gas medik, instalasi uap dan instalasi bahan bakar gas.

b. Persyaratan sistem ventilasi, pencahayaan, instalasi air, instalasi pengolahan limbah, dan bahan bangunan.
c. Persyaratan kenyamanan ruang gerak dan hubungan antar ruang, kenyamanan termal, kenyamanan terhadap
d. Persyaratan tanda arah (signage), koridor, tangga, ram, lift, toilet dan sarana evakuasi yang aman bagi semu
dan lansia.

Pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum kelas B paling sedikit meliputi:
a. pelayanan medik, paling sedikit terdiri dari;
1) Pelayanan gawat darurat, harus diselenggarakan 24 (dua puluh empat) jam sehari secara terus menerus.
2) Pelayanan medik spesialis dasar, meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, dan obstetri
3) Pelayanan medik spesialis penunjang, meliputi pelayanan anestesiologi, radiologi, patologi klinik, patologi a
4) Pelayanan medik spesialis lain, paling sedikit berjumlah 8 (delapan) pelayanan dari 13 (tiga belas) pelay
telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orth
plastik, dan kedokteran forensik
5) Pelayanan medik subspesialis, paling sedikit berjumlah 2 (dua) pelayanan subspesialis dari 4 (emp
pelayanan subspesialis di bidang spesialisasi bedah, penyakit dalam, kesehatan anak, dan obstetri dan ginekologi.
6) Pelayanan medik spesialis gigi dan mulut, paling sedikit berjumlah 3 (tiga) pelayanan yang
konservasi/endodonsi, dan orthodonti.
b. Pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, d
c. Pelayanan keperawatan dan kebidanan meliputi asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan
d. Pelayanan penunjang klinik meliputi pelayanan bank darah, perawatan intensif untuk semua golongan umu
instrumen dan rekam medik
e. Pelayanan penunjang nonklinik meliputi pelayanan laundry/linen, jasa boga/dapur, teknik dan pemeliharaan fa
ambulans, sistem informasi dan komunikasi, pemulasaraan jenazah, sistem penanggulangan kebakaran, pengelo
bersih.
f. Pelayanan rawat inap harus dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:
1) jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari seluruh tempat tidur untu
2) jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari seluruh tempat tidur untu
3) jumlah tempat tidur perawatan intensif sebanyak 5% (lima persen) dari seluruh tempat tidur untuk Ruma
Sakit milik swasta

Sumber daya manusia Rumah Sakit Umum kelas B terdiri atas


a. Tenaga medis paling sedikit terdiri atas:
1) 12 (dua belas) dokter umum untuk pelayanan medik dasar;
2) 3 (tiga) dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi mulut;
3) 3 (tiga) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar;
4) 2 (dua) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis penunjang;
5) 1 (satu) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis lain;
6) 1 (satu) dokter subspesialis untuk setiap jenis pelayanan medik subspesialis; dan
7) 1 (satu) dokter gigi spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis gigi mulut.
b. Tenaga kefarmasian paling sedikit terdiri atas:
1) 1 (satu) orang apoteker sebagai kepala instalasi farmasi Rumah Sakit;
2) 4 (empat) orang apoteker yang bertugas di rawat jalan yang dibantu oleh paling sedikit 8 (delapan) orang t
3) 4 (empat) orang apoteker di rawat inap yang dibantu oleh paling sedikit 8 (delapan) orang tenaga teknis
4) 1 (satu) orang apoteker di instalasi gawat darurat yang dibantu oleh minimal 2 (dua) orang tenaga teknis k
5) 1 (satu) orang apoteker di ruang ICU yang dibantu oleh paling sedikit 2 (dua) orang tenaga teknis kefarma
6) 1 (satu) orang apoteker sebagai koordinator penerimaan dan distribusi yang dapat merangkap melakuk
inap atau rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban k
Sakit; dan
7) 1 (satu) orang apoteker sebagai koordinator produksi yang dapat merangkap melakukan pelayanan farmas
dan dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja pelayanan kefarmasia
c. Jumlah kebutuhan tenaga keperawatan sama dengan jumlah tempat tidur pada instalasi rawat inap.
keperawatan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.
d. Jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan lain dan tenaga nonkesehatan disesuaikan dengan kebutuhan pelaya

Peralatan Rumah Sakit Umum kelas B harus memenuhi standar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-un
a) PELAYANAN GAWAT DARURAT
b) PELAYANAN PENYAKIT DALAM
c) PELAYANAN BEDAH
d) PELAYANAN KESEHATAN ANAK
e) PELAYANAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
f) PELAYANAN ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF
g) PELAYANAN MIKROBIOLOGI
h) PELAYANAN PATOLOGI ANATOMI
i) PELAYANAN PATOLOGI KLINIK
j) PELAYANAN RADIOLOGI
k) PELAYANAN REHABILITASI MEDIK
l) PEMULASARAAN JENAZAH
m) INSTALASI GIZI

Catatan : ada lengkap (80 - 100 %) : skor 2


ada sebagian (20 - 79 %) : skor 1
Tidak ada (0 - 19 %) : skor 0
Kelengkapan peralatan sesuai daftar peralatan dalam lampiran PMK 56 tahun 2014

Skor maksimal : 362


Batas lolos : 290
BOBOT SKOR Bobot x
Skor

1
3
3

3
1
3

5
5

5
1
5

5
5
5
5

5
5
5

5
5
3

3
3
5
3
3
3
3

3
1
1
1
1
1

5
5
5
5
5
5
3
3
5
5
5
3
5
Skoring Visitasi Rumah Sakit Kelas A

NO BOBOT SKOR Bobot x Skor


1 Persyaratan tata bangunan Rumah Sakit :
a. Peruntukan lokasi dan intensitas bangunan sesuai ketentuan peraturan daerah setempat. 5
b. Desain bangunan Rumah Sakit, yang meliputi:
1) Bentuk denah bangunan Rumah Sakit simetris dan sederhana untuk mengantisipasi kerusakan apabila terjadi gempa. 1
2) Masa bangunan harus mempertimbangkan sirkulasi udara dan pencahayaan. 3
3) Tata letak bangunan-bangunan (siteplan) dan tata ruang dalam bangunan harus mempertimbangkan zonasi berdasarkan tingkat resiko penularan
penyakit, zonasi berdasarkan privasi, dan zonasi berdasarkan kedekatan hubungan fungsi antar ruang pelayanan. 3

4) Tinggi rendah bangunan harus dibuat tetap menjaga keserasian lingkungan dan peil banjir. 3
5) Aksesibilitas di luar dan di dalam bangunan harus mempertimbangkan kemudahan bagi semua orang termasuk penyandang cacat dan lansia. 1
6) Bangunan Rumah Sakit harus menyediakan area parkir kendaraan dengan jumlah area yang proporsional disesuaikan dengan peraturan daerah 3
setempat.
7) Perancangan pemanfaatan tata ruang dalam bangunan harus efektif sesuai dengan fungsi-fungsi pelayanan. 5
c. Pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 5

2 Persyaratan keandalan bangunan dan prasarana Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi :
5
a. Persyaratan keselamatan struktur bangunan, kemampuan bangunan menanggulangi bahaya kebakaran, bahaya petir, bahaya kelistrikan, persyaratan
instalasi gas medik, instalasi uap dan instalasi bahan bakar gas.
b. Persyaratan sistem ventilasi, pencahayaan, instalasi air, instalasi pengolahan limbah, dan bahan bangunan. 5
c. Persyaratan kenyamanan ruang gerak dan hubungan antar ruang, kenyamanan termal, kenyamanan terhadap tingkat getaran dan kebisingan. 1
d. Persyaratan tanda arah (signage), koridor, tangga, ram, lift, toilet dan sarana evakuasi yang aman bagi semua orang termasuk penyandang cacat dan 5
lansia.

3 Pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum Kelas A paling sedikit meliputi:
a. pelayanan medik, paling sedikit terdiri;
1) Pelayanan gawat darurat, harus diselenggarakan 24 (dua puluh empat) jam sehari secara terus menerus. 5
2) Pelayanan medik spesialis dasar, meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, dan obstetri dan ginekologi. 5
3) Pelayanan medik spesialis penunjang,meliputi pelayanan anestesiologi, radiologi, patologi klinik, patologi anatomi, dan rehabilitasi medik. 5
4) Pelayanan medik spesialis lain, meliputi pelayanan mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin,
kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi, bedah syaraf, bedah plastik, dan kedokteran forensik. 5
5) Pelayanan medik subspesialis, meliputi pelayanan subspesialis di bidang spesialisasi bedah, penyakit dalam, kesehatan anak, obstetri dan
ginekologi, mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedi, urologi, bedah
syaraf, bedah plastik, dan gigi mulut. 5
6) Pelayanan medik spesialis gigi dan mulut, meliputi pelayanan bedah mulut, konservasi/endodonsi, periodonti, orthodonti, prosthodonti, pedodonsi,
dan penyakit mulut. 5
b. Pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, dan pelayanan farmasi klinik. 5
c. Pelayanan keperawatan dan kebidanan meliputi asuhan keperawatan generalis dan spesialis serta asuhan kebidanan 5
d. Pelayanan penunjang klinik meliputi pelayanan bank darah, perawatan intensif untuk semua golongan umur dan jenis penyakit, gizi, sterilisasi
instrumen dan rekam medik 5
e. Pelayanan penunjang nonklinik meliputi pelayanan laundry/linen, jasa boga/dapur, teknik dan pemeliharaan fasilitas, pengelolaan limbah,
gudang,ambulans, sistem informasi dan komunikasi, pemulasaraan jenazah, sistem penanggulangan kebakaran, pengelolaan gas medik, dan pengelolaan air
bersih. 5
f. Pelayanan rawat inap harus dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:
1) jumlah tempat tidur perawatan Kelas III paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik Pemerintah;
2) jumlah tempat tidur perawatan Kelas III paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik swasta; 5
3) jumlah tempat tidur perawatan intensif sebanyak 5% (lima persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik Pemerintah dan Rumah Sakit
milik swasta. 3

4 Sumber daya manusia RS Umum Kelas A, terdiri atas:


a. Tenaga medis paling sedikit terdiri atas:
1) 18 (delapan belas) dokter umum untuk pelayanan medik dasar; 3
2) 4 (empat) dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi mulut; 3
3) 6 (enam) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar; 5
4) 3 (tiga) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis penunjang; 3
5) 3 (tiga) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis lain; 3
6) 2 (dua) dokter subspesialis untuk setiap jenis pelayanan medik subspesialis; dan 3
7) 1 (satu) dokter gigi spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis gigi mulut. 3
b. Tenaga kefarmasian paling sedikit terdiri atas:
1) 1 (satu) apoteker sebagai kepala instalasi farmasi Rumah Sakit; 3
2) 5 (lima)apoteker yang bertugas di rawat jalan yang dibantu oleh paling sedikit 10 (sepuluh) tenaga teknis kefarmasian; 1
3) 5 (lima) apoteker di rawat inap yang dibantu oleh paling sedikit 10 (sepuluh) tenaga teknis kefarmasian; 1
4) 1 (satu) apoteker di instalasi gawat darurat yang dibantu oleh minimal 2 (dua) tenaga teknis kefarmasian; 1
5) 1 (satu) apoteker di ruang ICU yang dibantu oleh paling sedikit 2 (dua) tenaga teknis kefarmasian; 1
6) 1 (satu) apoteker sebagai koordinator penerimaan dan distribusi yang dapat merangkap melakukan pelayanan farmasi klinik di rawat inap atau
rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja pelayanan kefarmasian Rumah Sakit; dan 1
7) 1 (satu) apoteker sebagai koordinator produksi yang dapat merangkap melakukan pelayanan farmasi klinik di rawat inap atau rawat jalan dan
dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja pelayanan kefarmasian Rumah Sakit. 1
Skoring Visitasi Rumah Sakit

NO
1

3
4

5
Skoring Visitasi Rumah Sakit Kelas C

Persyaratan tata bangunan Rumah Sakit :


a. Peruntukan lokasi dan intensitas bangunan sesuai ketentuan peraturan daerah setempat.
b. Desain bangunan Rumah Sakit, yang meliputi:
1) Bentuk denah bangunan Rumah Sakit simetris dan sederhana untuk mengantisipasi kerusakan apabila terjadi gempa.
2) Masa bangunan harus mempertimbangkan sirkulasi udara dan pencahayaan.
3) Tata letak bangunan-bangunan (siteplan) dan tata ruang dalam bangunan harus mempertimbangkan zonasi berdasarka
penyakit, zonasi berdasarkan privasi, dan zonasi berdasarkan kedekatan hubungan fungsi antar ruang pelayanan.

4) Tinggi rendah bangunan harus dibuat tetap menjaga keserasian lingkungan dan peil banjir.
5) Aksesibilitas di luar dan di dalam bangunan harus mempertimbangkan kemudahan bagi semua orang termasuk penyan
6) Bangunan Rumah Sakit harus menyediakan area parkir kendaraan dengan jumlah area yang proporsional disesuaikan
setempat.
7) Perancangan pemanfaatan tata ruang dalam bangunan harus efektif sesuai dengan fungsi-fungsi pelayanan.
c. Pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Persyaratan keandalan bangunan dan prasarana Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi :
a. Persyaratan keselamatan struktur bangunan, kemampuan bangunan menanggulangi bahaya kebakaran, bahaya
persyaratan instalasi gas medik, instalasi uap dan instalasi bahan bakar gas.
b. Persyaratan sistem ventilasi, pencahayaan, instalasi air, instalasi pengolahan limbah, dan bahan bangunan.
c. Persyaratan kenyamanan ruang gerak dan hubungan antar ruang, kenyamanan termal, kenyamanan terhadap tingkat getara
d. Persyaratan tanda arah (signage), koridor, tangga, ram, lift, toilet dan sarana evakuasi yang aman bagi semua orang terma
lansia.

Pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum kelas C paling sedikit meliputi:
a. Pelayanan medik paling sedikit terdiri dari;
1) Pelayanan gawat darurat, harus diselenggarakan 24 (dua puluh empat) jam sehari secara terus menerus.
2) Pelayanan medik umum, meliputi pelayanan medik dasar, medik gigi mulut, kesehatan ibu dan anak, dan keluarga ber
3) Pelayanan medik spesialis dasar, meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, dan obstetri dan ginekolo
4) Pelayanan medik spesialis penunjang, meliputi pelayanan anestesiologi, radiologi, dan patologi klinik
5) Pelayanan medik spesialis gigi dan mulut, paling sedikit berjumlah 1 (satu) pelayanan
b. Pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, dan pelayanan
c. Pelayanan keperawatan dan kebidanan meliputi asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan.
d. Pelayanan penunjang klinik meliputi pelayanan bank darah, perawatan intensif untuk semua golongan umur dan jenis
instrumen dan rekam medik
e. Pelayanan penunjang nonklinik meliputi pelayanan laundry/linen, jasa boga/dapur, teknik dan pemeliharaan fasilitas, pen
ambulans, sistem informasi dan komunikasi, pemulasaraan jenazah, sistem penanggulangan kebakaran, pengelolaan gas m
bersih.
f. Pelayanan rawat inap harus dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:
1) jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah
2) jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah
3) jumlah tempat tidur perawatan intensif sebanyak 5% (lima persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit mil
Sakit milik swasta.
Sumber daya manusia Rumah Sakit Umum kelas C terdiri atas:
a. Tenaga medis paling sedikit terdiri atas:
1) 9 (sembilan) dokter umum untuk pelayanan medik dasar;
2) 2 (dua) dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi mulut;
3) 2 (dua) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar;
4) 1 (satu) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis penunjang; dan
5) 1 (satu) dokter gigi spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis gigi mulut.
b. Tenaga kefarmasian paling sedikit terdiri atas:
1) 1 (satu) orang apoteker sebagai kepala instalasi farmasi Rumah Sakit;
2) 2 (dua) apoteker yang bertugas di rawat inap yang dibantu oleh paling sedikit 4 (empat) orang tenaga teknis kefarmasi
3) 4 (empat) orang apoteker di rawat inap yang dibantu oleh paling sedikit 8 (delapan) orang tenaga teknis kefarmasian
4) 1 (satu) orang apoteker sebagai koordinator penerimaan, distribusi dan produksi yang dapat merangkap melakukan p
rawat inap atau rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja pelay
Sakit.
c. Jumlah kebutuhan tenaga keperawatan dihitung dengan perbandingan 2 (dua) perawat untuk 3 (tiga) tempat tidur.K
tenaga keperawatan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.
d. Jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan lain dan tenaga nonkesehatan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan Rumah S

Peralatan Rumah Sakit Umum kelas C harus memenuhi standar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
a) PELAYANAN GAWAT DARURAT
b) PELAYANAN PENYAKIT DALAM
c) PELAYANAN BEDAH
d) PELAYANAN KESEHATAN ANAK
e) PELAYANAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
f) PELAYANAN ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF
g) PELAYANAN MIKROBIOLOGI
h) PELAYANAN PATOLOGI ANATOMI
i) PELAYANAN PATOLOGI KLINIK
j) PELAYANAN RADIOLOGI
k) PELAYANAN REHABILITASI MEDIK
l) PEMULASARAAN JENAZAH
m) INSTALASI GIZI

Catatan : ada lengkap (80 - 100 %) : skor 2


ada sebagian (20 - 79 %) : skor 1
Tidak ada (0 - 19 %) : skor 0

Kelengkapan peralatan sesuai daftar peralatan dalam lampiran PMK 56 tahun 2014

Skor maksimal : 362


Batas lolos : 290
BOBOT SKOR Bobot x Skor

1
3

3
1
3
5
5

5
1
5

5
5
5
5
5
5
5
5

5
3
3
3
5
3
3

3
1
1
1

5
5
5
5
5
5
3
3
5
5
5
3
5
Skoring Visitasi Rumah Sakit K

NO
1

3
4

5
Skoring Visitasi Rumah Sakit Kelas D

Persyaratan tata bangunan Rumah Sakit :


a. Peruntukan lokasi dan intensitas bangunan sesuai ketentuan peraturan daerah setempat.
b. Desain bangunan Rumah Sakit, yang meliputi:
1) Bentuk denah bangunan Rumah Sakit simetris dan sederhana untuk mengantisipasi kerusakan apabila terjadi gempa.
2) Masa bangunan harus mempertimbangkan sirkulasi udara dan pencahayaan.
3) Tata letak bangunan-bangunan (siteplan) dan tata ruang dalam bangunan harus mempertimbangkan zonasi be
penularan penyakit, zonasi berdasarkan privasi, dan zonasi berdasarkan kedekatan hubungan fungsi antar ruang pelayanan.

4) Tinggi rendah bangunan harus dibuat tetap menjaga keserasian lingkungan dan peil banjir.
5) Aksesibilitas di luar dan di dalam bangunan harus mempertimbangkan kemudahan bagi semua orang termasuk penyan
6) Bangunan Rumah Sakit harus menyediakan area parkir kendaraan dengan jumlah area yang proporsional disesuaikan
setempat.
7) Perancangan pemanfaatan tata ruang dalam bangunan harus efektif sesuai dengan fungsi-fungsi pelayanan.
c. Pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Persyaratan keandalan bangunan dan prasarana Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi :
a. Persyaratan keselamatan struktur bangunan, kemampuan bangunan menanggulangi bahaya kebakaran, bahaya p
persyaratan instalasi
b. Persyaratan gas ventilasi,
sistem medik, instalasi uap daninstalasi
pencahayaan, instalasiair,
bahan bakarpengolahan
instalasi gas. limbah, dan bahan bangunan.
c. Persyaratan kenyamanan ruang gerak dan hubungan antar ruang, kenyamanan termal, kenyamanan terhadap tingkat getara
d. Persyaratan tanda arah (signage), koridor, tangga, ram, lift, toilet dan sarana evakuasi yang aman bagi semua orang term
dan lansia.
Pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum Kelas D paling sedikit meliputi:
a. Pelayanan Medik paling sedikit terdiri dari;
1) Pelayanan gawat darurat, harus diselenggarakan 24 (dua puluh empat) jam sehari secara terus menerus;
2) Pelayanan medik umum, meliputi pelayanan medik dasar, medik gigi mulut, kesehatan ibu dan anak, dan keluarga ber
3) Pelayanan medik spesialis dasar, paling sedikit 2 (dua) dari 4 (empat) pelayanan medik spesialis dasar yang meli
dalam, kesehatan anak, bedah, dan/atau obstetri dan ginekologi; dan
4) Pelayanan medik spesialis penunjang, meliputi pelayanan radiologi dan laboratorium.
b. Pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, dan pelayanan
c. Pelayanan keperawatan dan kebidanan meliputi asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan.
d. Pelayanan penunjang klinik meliputi pelayanan darah, perawatan high care unit untuk semua golongan umur dan jenis
instrumen dan rekam medic.
e. Pelayanan penunjang nonklinik meliputi pelayanan laundry/linen, jasa boga/dapur, teknik dan pemeliharaan fasilit
gudang, ambulans, sistem informasi dan komunikasi, pemulasaraan jenazah, sistem penanggulangan kebakaran, penge
pengelolaan air bersih.
f. Pelayanan rawat inap harus dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:
1) jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah

2) jumlah tempat tidur perawatan kelas III paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah
3) jumlah tempat tidur perawatan intensif sebanyak 5% (lima persen) dari seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit milik
Sakit milik swasta.
Sumber daya manusia rumah sakit umum kelas D terdiri atas:
a. Tenaga medis paling sedikit terdiri atas:
1) 4 (empat) dokter umum untuk pelayanan medik dasar;
2) 1 (satu) dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi mulut;
3) 1 (satu) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar.
b. Tenaga kefarmasian paling sedikit terdiri atas:
1) 1 (satu) orang apoteker sebagai kepala instalasi farmasi Rumah Sakit;
2) 1 (satu) apoteker yang bertugas di rawat inap dan rawat jalan yang dibantu oleh paling sedikit 2 (dua) orang tenaga tek
3) 1 (satu) orang apoteker sebagai koordinator penerimaan, distribusi dan produksi yang dapat merangkap melakukan p
di rawat inap atau rawat jalan dan dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya disesuaikan dengan beban kerja
Rumah Sakit.
c. Jumlah kebutuhan tenaga keperawatan dihitung dengan perbandingan 2 (dua) perawat untuk 3 (tiga) tempat tidur.Kua
tenaga keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit.
d. Jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan lain dan tenaga nonkesehatan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan Rumah S

Peralatan Rumah Sakit Umum kelas D harus memenuhi standar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
a) PELAYANAN GAWAT DARURAT
b) PELAYANAN PENYAKIT DALAM
c) PELAYANAN BEDAH
d) PELAYANAN KESEHATAN ANAK
e) PELAYANAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
f) PELAYANAN ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF
g) PELAYANAN MIKROBIOLOGI
h) PELAYANAN PATOLOGI ANATOMI
i) PELAYANAN PATOLOGI KLINIK
j) PELAYANAN RADIOLOGI
k) PELAYANAN REHABILITASI MEDIK
l) PEMULASARAAN JENAZAH
m) INSTALASI GIZI

Catatan : ada lengkap (80 - 100 %) : skor 2


ada sebagian (20 - 79 %) : skor 1
Tidak ada (0 - 19 %) : skor 0

Kelengkapan peralatan sesuai daftar peralatan dalam lampiran PMK 56 tahun 2014

Skor maksimal : 362


Batas lolos : 290
BOBOT SKOR Bobot x Skor

1
3

3
1
3
5
5

5
1
5

5
5

5
5
5
5

3
3
3
5
3

3
1

1
5

5
5
5
5
5
5
3
3
5
5
5
3
5

Anda mungkin juga menyukai