Anda di halaman 1dari 8

PEMHASANAN

A. Judul
Ipmoea Batatas And Agarics Balzei Ameliorate Diabetic Disorders With Therapeutic
Antioxidant Potential In Spretozotocin-Imnduced Diabetict Rats

B. Bidang
Farmakologi dan Ilmu Penyakit Dalam

C. Analisis ARRIVE
ARRIVE Animal research reporting in Vivo Experiments. Sebuah guideline yang
dapat digunakan untuk analisis sebuah artikel ilmiah untuk lihat design analisis serta
hasil dari penelitian yang gunakan hewan coba. Bisa dilihat juga informasi bila ada
informasi yang tidak sesuai atau tidak etis.

Topik No Telaah
Title 1 Judul belum baik sebab pembaca masi bingung mengidentifikasi
desain penelitian yang digunakan pada judul. Karena judul dengan
perlakuan ada sedikit perbedaan.
Abstract 2 a. Terdiri dari Latar Belakang, Tujuan (objective), ciri-ciri hewan
coba, metode yang digunakan, temuan-temuan yang dihasilkan,
dan kesimpulan dari penelitian.
b. Abstrak belum menyajikan informasi penting yang
memudahkan pembaca untuk mengerti tentang penelitian.
Metode penelitian tidak dijelaskan, belukm menjelaskan hasil
penelitian dalam bentuk angka dan tidak menyertakan fungsi
smallanthus dalam penelitian
Background 3 Diabetes di negara berkembang semakin meningkat dan menyebar
ke generasi muda, dan jumlah mencapai 300 juta kasusnya dan akan
meningkat pada tahun 2025. Saat ini dibutuhkan studi farmokologis
lanjut tentang obat alternatif terhadap DM itu sendiri. Obat
alternatif ini dfilaporkan dapat memperbaiki keseimbangan glukosa
dan insulin dengan program yg lebih aman dan efektif. Pada
penelitian ini yg diteliti adalah Ipmoea Batatas And Agarics Balzei,
dimana ditemukan ternyata berkhasiat pada produksi insulin. Dan
terdapat banyak manfaat imunologi dari bahan-bahan tersebut. Pada
penelitan ini, dimaksudnkan untuk memberikan diet 2 bulan kepada
tikus dengan induksi STZZ pada tikus dengan DM2 dicari
efikasi dan perubahan patofisiologi diabetes terkait obat tersebut.
Objectives 4 Menjelaskan tujuan utama dan tujuan sekunder dari artikel.
Hasil telaah : mengetahui efektifitas obat tradisional Ipmoea
Batatas And Agarics Balzei terhadap penyakit DM
Tujuan sekunder pada penelitian ini untuk melihat perubahan
patofisiologi diabetes terkait kedua obat tersebut.
Ethical 5 Menjamin pada penelitian ini, binatang coba terlindung oleh etik
statement atau lampiran etik. Pada Hal. 195 tikus sudah diperlakukan
sesuai dengan etik yang berlaku.
All ingredients were measured by Japan Food Research
Laboratories (Tokyo, Japan) using the standard protocols
recommended by the Resources Council, the Science and
Technology Agency of Japan.
Study design 6 Studi desain experimental secara random, dibagi menjadi 4
kelompok: normal diet, Ipomoea batatas diet, Agarics blazei diet,
Samallanthus sonchifolius, masing masing 5 tikus (3 perlakuan, 1
normal), kelompok kontrol menggunakan 5 tikus (1 kelompok).
Experimental 7 a. Pembuatan ekstrak Ipomoea batatas dan Agarics blazei
procedurees menggunakan ektrak kulit dan daging. Pembuatan ini diukur
berdasarkan Japan Food Research Laboratories (Tokyo,
Japan).
b. Agarics blazei, buahnya dikeringkan dengan menggunakan
ventilator suhu rendah 60C.
c. Smallanthus sonchifolius, dikupas, diiris dan dikeringkan
dengan suhu 40C dengan menggunakan uap oven.
d. Semuanya dicampurkan, lalu dibuat bubuk dengan standar diet
5gr/kgBB/hari untuk Ipomoea batatas, 1gr/kgBB/hari untuk
Agarics blazei, dan 5gr/kgBB/hari untuk Smallanthus
sonchifolius.
e. untuk pemberian ke hewan, ditentukan dulu kadar gula darah
puasa tikus pada usia 7 minggu dan di IV STZ 45mg/kgBB dan
dipantau pada hari ke lima. Hewan yang kadar gula darahnya
>250mg, pada hari ke-5 dipilih sebagai hewan coba penelitian
dan dibagi menjadi 4 kelompok. Kemudian dicek pada minggu
ke-1,-3,-5, dan 7 setelah pemberian bubuk. Kemudian hewan
diterminasi dengan anestesi fenobarbital, pada minggu ke 8
diambil organ pancreas, hati dan aorta.
Experimental 8 Hewan coba dipelihara di animal house Fakultas Kedokteran
animal Universitas Kinki. Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini
adalah tikus putih jantan strain wistar, dengan berat 130-150 gram,
usia 6 minggu. Hewan ditempatkan pada ruangan dengan suhu
222C, kelembaban 605%, dan siklus gelap terang 12jam.
Housing and 9 Housing and husbandry memiliki pengertian yaitu dalam penelitian
husbandry harus dipaparkan hal-hal berikut secara detail:
a. Tempat tinggal/kandang (fasilitas tertentu yang ada seperti SPF
(specific pathogen free); jenis kandang atau tempat tinggal;
bahan material untuk tempat tidur; hewan lain yang berada pada
kandang yang sama; bentuk, bahan, untuk tangki ikan).
b. Kondisi kandang (rencana melahirkan anak, skulkus
gelap/terang, suhu, kualitas air untuk ikan, jenis makanan, akses
menuju makanan dan minum, kondisi lingkungan).
c. Intervensi terkait-kesejahteraan hewan coba yang dilakukan
sebelum, selama atau setelah percobaan.
Hasil telaah : Pada artikel penelitian ini, housing and husbandry
yaitu hewan coba ditempatkan pada ruangan yang memiliki air
conditioner dengan suhu ruangan 222C dengan kelembapan
605%. Hewan coba tersebut berada pada kondisi siklus
gelap/terang selama 12 jam.
Makanan yang diberikan berupa bubuk percobaan dan
bubuk makanan standar (peternakan Funabashi) dan diberikan
minum secara ad libium. Detail bubuk percobaan yaitu Ipomoea
batatas, Agarics blazei, dan Smallanthus sonchifolius yaitu dijaga
sebesar 5g/Kg berat badan, 1 g/Kg berat badan, dan 4 g/Kg berat
badan.
Hewan coba pada artikel penelitian tersebut diperlakukan
sesuai dengan etika hewan coba dalam penelitian (ethical
guideline). Tempat tinggal hewan coba ini terdapat di Kampus
Kedokteran Universitas Kinki.
Sample size 10 a. Menentukan jumlah hewan yang digunakan dalam setiap
percobaan dan jumlah hewan di setiap kelompok eksperimen.
b. Menjelaskan bagaimana cara mendapatkan jumlah hewan.
Memberikan rincian dari setiap perhitungan ukuran sampel
yang digunakan.
c. Menunjukkan jumlah ulangan independen setiap percobaan, jika
relevan
Hasil telaah : Artikel ini sudah menuliskan sample size dengan
lengkap yaitu sampel dibagi ke dalam 4 kelompok: (i) normal diet
(n = 5), (ii) Ipomoea batatas diet (n = 5), (iii) Agarics blazei diet (n
= 5), (iv) Smallanthus sonchifolius diet (n = 5). Perlakuan dengan
Ipomoea batatas, Agarics blazei atau Smallanthus sonchifolius
dilakukan selama 8 minggu selama 8 sampai 15 minggu dari
umurnya. Untuk referensi normal, kontrol non-diabetes (n = 5) juga
diperiksa. Sehingga total sampel berjumlah 25 ekor tikus.
Allocating 11 a. Memberikan rincian lengkap tentang bagaimana hewan
animal to dialokasikan untuk kelompok eksperimen, termasuk
experimental randomisasi atau matching jika dilakukan.
groups b. Menjelaskan urutan di mana binatang dalam kelompok
eksperimen yang berbeda diperlakukan dan dinilai.
Hasil telaah : Artikel ini sudah menjelaskan cara randomisasi yaitu
dengan membagi hewan coba menjadi 5 kelompok dengan total
sampel sebanyak 25 orang.
Experimental 12 Menjelaskan hasil yang nantinya akan diteliti, pada penelitian ini.
outcomes Hasil telaah : patofisiologi, stres oksitadtif, produksi sitokin. Pada
pemeriksaan nanti akan dibuktikan dengan SOD leukosit perifer,
luesigein, serum 8OHDG, dll.diharapkan ada efek dari tamanan
tersebut terhadap hal-hal tadi
Statistical 13 Nilai akan dinyatakan dalam Mean, memakai uji analisis anova,
methods diikuti dengan post hoc , perbedaan akan dianggap signifikan
p<0,05
Baseline data 14 For each experimental group, report relevant characteristics and
health status of animals (e.g. weight, microbiological status, and
drug or test nave) prior to treatment or testing (this information
can often be tabulated)
a. Informasi yang dikumpulkan pada layanan sebelum program
dimulai
b. informasi mengenai berat badan tiap-tiap kelompok setelah
aklimatisasi (menjadikan tikus menjadi diabetes, untuk inklusi
bukan perlakuan uji coba) :
1) caiapo group 221.5 11.2 g
2) Agaricus group 208.8 16.6 g
3) DC 142.5 6.1 g
4) Yacon group, tidak memperlihatkan perbaikan berat badan
Numbers 15 a. Report the number of animals in each group included in each
analyzed analysis. Report absolute numbers (e.g. 10/20, not 50%).
Hasil telaah : melaporkan jumlah hewan per kelompok per
analisis, pada artikel tidak disebutkan, namun dapat dilihat
dalah tabel yang menunjukan jumlah hewan per kelompok
percobaan yang dianalisis menunjukan:
1) Normal control : 5/5
2) Ipomoea : 5/5
3) Agarics : 5/5
4) Smallanthus : 5/5
5) Untreated diabetic control : 5/5
b. If any animals or data were not included in the analysis, explain
why
Hasil telaah : Menunjukan bahwa tidak ada hewan yang mati
semasa percobaan berlangsung.
Outcomes and 16 Pada studi ini dilakukan analisis pada beberapa variabel, yaitu:
estimation a. Berat Badan (BB)
- Dua minggu setelah pengobatan, BB tikus yang diberi
Ipomoea batatas (Caiapo) dan Agarics blazei (Agarics)
meningkat secara signifikan dibandingkan dengan grup
kontrol diabetes yang tidak diobati (DC)
- Tikus yang diberi Smallanthus sonchofolius (Yacon) tidak
menunjukkan pemulihan BB yang signifikan
- Grup kontrol normal menunjukkan peningkatan intake
makanan per hari 3 minggu setelah pengobatan sehingga
tidak ada perbedaan yang signifikan antara semua grup (data
tidak ditampilkan)
b. Kadar glukosa plasma dan HbA1c
- Tikus dengan Caiapo dan Agaricus menunjukkan supresi
kadar glukosa darah yang signifikan 3 minggu setelah
pengobatan
- Tikus dengan Yacon tidak menunjukkan efek hipoglikemik
selama eksperimen
- Kadar HbA1c pada grup Caiapo tersupresi hingga 4.10.2%,
yang merupakan kadar sama dengan grup kontrol normal
- Supresi HbA1c dapat diamati pada tikus dengan Agaricus
- Tikus dengan Yacon menunjukkan kadar HbA1c yang sama
dengan tikus DC
c. Serum insulin setelah pemberian glukosa
- Tikus dengan Caiapo dan Agaricus menunjukkan
peningkatan kadar insulin 5 minggu setelah pengobatan
- Tikus dengan Yacon menunjukkan kadar insulin yang sama
dengan grup DC
d. Stres oksidatif
- Tikus dengan Caiapo dan Agaricus menunjukkan penurunan
kadar 8-OHdG yang merupakan penanda stres oksidatif
- Tikus dengan Caiapo menunjukkan penurunan kadar
produksi superoksida jaringan yang signifikan
e. Urinari TNF-
- Kadar urinari TNF- pada tikus dengan Caiapo dan Agaric
lebih rendah secara signifikan deibandingkan dengan DC
- Tikus dengan Yacon tidak menunjukkan perubahan dan
kadarnya tetap sama dengan DC
f. Aktivasi p38 mitogen-activated protein kinase
- Tikus dengan Caiapo menunjukkan penurunan kadar p38
mitogen-activated protein kinase yang signifikan
- Tikus dengan Agaricus dan Yacon tidak menunjukkan
keefektifan dalam menurunkan kadar p38 mitogen-activated
protein kinase
g. Sel oankreas
- Tikus dengan Caiapo dan Agarics menunjukkan peningkatan
volume sel pankreas
- Tikus dengan Yacon tidak menunjukkan efek terhadap
pemulihan volume sel pankreas
Adverse events 17 penelitian ini tidak terjadi kematian maupun kerusakan anatomis.
Apabila terjadi suatu kejadian tertentu, peneliti harus melakukan
modifikasi pada protokol
Interpretation 18 Menghubungakn dengan hipotesis, keterbatasan dari penelitian,
implikasi kepada penelitian eksperimental lainnya.
Hasil telaah : treatment dengan ipomoea dan agarics menurunkan
diabetes melitus dan mengembalikan releasenya insulin,
mengurangi stres oksidatif, mengembalikan berat badan.
Pada penelitan ini smallanthus tidak ditemukan efek antidiabetic,
karena ada perbedaan pemberian dosis smallanthus. Pada studi ini
diberikan dalam bentuk bubuk bukan dalam bentuk rebus-an seperti
penelitan sebelum-sebelumnya.
Generalisability 19 Menjelaskan apakah hasil dari penelitian ini dapat diimplikasikan
untuk spesies lain, termasuk relevansi terhadap manusia.
Hasil telaah :
a. Ipomoea batatas L. (Caiapo), Agaricus blazei Murill
(Agaricus) efektif sebagai antidiabetes karena dapat
menurunkan stress oksidatif dan produksi TNF- pada tikus
model diabetes yang diinduksi Streptozotocin serta dapat efektif
untuk pemulihan sel pankreas.
b. Ipomoea batatas L. (Caiapo), Agaricus blazei Murill (Agaricus)
dapat menghambat produksi TNF-. Produksi TNF- dapat
meningkatkan produksi nitrit oksida (NO) yang disintesis oleh
NO sintase pada adiposit dan otot skelet pada subjek manusia
yang obesitas ataupun hewan model diabetes. Sehingga pada
penelitian ini dapat menghambat pembentukan NO.
Funding 20 a. Menuliskan sumber pendanaan dan peran dari donatur dalam
penelitian ataupun peran dari pihak lain dalam penelitian
b. Pada penelitian ini tidak dituliskan mendapat bantuan dana,
namun penulis berterimakasih kepada Toei Pharmaceutical Co
yang telah memberikan bubuk Agaricus blazei dan Smallanthus
sonchifolius, serta penulis juga berterimakasih kepada Kana
Ooshima, Chihiro Matsufusa, Misa Satoh dan Yasumitsu
Akahoshi atas bantuan teknis dalam penelitiannya.