Anda di halaman 1dari 10

POTENSI SUMBER DAYA TAMBANG INDONESIA

Indonesia dari segi sumberdaya alam merupakan negara yang berpengaruh dan
memiliki peran penting demi ketersediaan sumberdaya dunia. Khususnya sumberdaya
yang menyangkut ke dunia tambang yang meliputi logam mulia, logam beharga, energy,
dan energy alternative. Indonesia dikenal dengan Negara yang kaya akan sumber daya
tambangnya dan saat ini Indonesia memproduksi berbagai macam bahan tambang yang
berguna bagi kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. Dunia pertambangan Indonesia
telah menyumbang banyak kemajuan perekonomian Indonesia. Karena dunia
pertambangan mampu menambah devisa Negara dengan investor-investor yang
menanamkan modalnya untuk mengolah sumberdaya Indonesia. Pertambangan pada
dasarnya adalah usaha Pemanfaatan sumber daya alam berupa barang-barang galian yang
terkandung di dalam dan dipermukaan bumi. Ada banyak jenis-jenis benda yang disebut
barang tambang, dihasilkan dari pertambangan di tanah air kita antara lain :

1. Minyak Bumi

Minyak bumi didapatkan dengan cara mengebor permukaan bumi di darat atau
di laut. Minyak kemudian di pompa keluar dan dialirkan melalui pipa-pipa panjang ke
kilang penyulingan. Minyak mentah yang bentuknya seperti lumpur cair harus
disuling lebih dahulu sebelum dapat digunakan.
Pengeboran minyak di laut dilakukan di daerah landasan benua dan disebut
pengeboran lepas pantai. Anjungan pengeboran harus dibangun di atas permukaan
laut. Di atas anjungan ini pompa-pompa berkerja siang malam. Minyak mentah
ditampung di tangki-tangki terapung, kemudian diangkut dengan kapal tangki
kekilang penyulingan. Pengeboran minyak di laut lebih sukar dari pada di darat.
Penyelam-penyelam yang ahli diperlukan untuk memasang pipa-pipa dan alat-alat
pengeboran di dasar laut.
Potensi minyak bumi terdapat di daerah-daerah sebagai berikut:

a. Sumatera, terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumatra Utara


(Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); Sumatra Selatan (Plaju, Sungai
Gerong, Muara Enim)
b. Jawa, terdapat di Wonokromo, Delta (Jawa Timur); Cepu, Cilacap (Jawa
Tengah); Majalengka, Jatibarang (Jawa Barat).
c. Kalimantan, terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Sungai
Mahakam (Kalimantan Timur) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (Kalimantan
Selatan)
d. Maluku (Pulau Seram dan Tenggara)
e. Irian Jaya (Klamono, Sorong, Babo)

Minyak bumi diambil dalam bentuk minyak mentah, sebelum dapat


digunakan, minyak mentah tersebut harus diolah. Pengolahan minyak bumi
menghasilkan avgas, avtur, premium, minyak tanah, solar dll. Manfaat dari produk-
produk tersebut adalah sebagai berikut:

Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;


Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;
Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;
Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;
LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;
Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;
Vaselin ialah salep untuk bahan obat;
Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan
Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton)

2. Gas Alam

Di Indonesia terdapat banyak sumber gas alam. Gas alam dapat digunakan
sebagai bahan bakar. Ada 2 macam gas alam cair yang diperdagangkan, yaitu LNG
dan LPG. Perbedaannya LNG (Liquified Natural Gas) atau Gas alam cair dibuat dari
gas alam yang terbentuk secara alami. LNG terdiri atas gas metan dan gas etan. LNG
membutuhkan suhu sangat dingin supaya dapat disimpan sebagai cairan. Gas alam
cair diproduksi di Arun dan Badak, selanjutnya diekspor antara lain di Jepang.
Sedangkan LPG (Liquified Petrolium Gas) atau gas hasil olahan minyak bumi yang
dicairkan. Elpiji inilah yang digunakan sebagai bahan bakar kompor gas di rumah.
Daerah Penghasil Gas Alam yaitu :
1. Nangroe Aceh Darussalam
2. Bontan kalimantan Timur
3. Tangguh Papua
4. Natuna Kepulauan Riau

3. Batu Bara

Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah
batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah
sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur
utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.

Estimasi 2008 World Coal Institute, cadangan batubara Indonesia hanya 0,5 %
dari cadangan dunia namun dari segi produksi Indonesia menempati posisi ke enam
dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton, peringkat pertama ditempati China
dengan jumlah produksi 2.761 juta ton, disusul USA 1007 juta ton, dan India 490 juta
ton, Australia 325 juta ton, Rusia 247 juta ton.

Keterdapatan batubara di Indonesia tersebar di seluruh wilayah Indonesia


berikut ini daera-daerah penghasil batubara Indonesia:

a. Bukitasam : Pusatnya di Tanjungenim, Sumatra Selatan.


b. Kotabaru : Pulau Laut, Kalimantan Selatan.
c. Sungai Berau : Pusatnya di Samarinda, Kalimantan Timur.
d. Umbilin : Pusatnya di Sawahlunto, Sumatra Barat.

Selain itu, tambang batubara terdapat juga di Bengkulu, Jawa Barat, Papua dan
Sulawesi Selatan. Tambang batubara dusahakan oleh PN Batubura. Batu bara
memiliki berbagai penggunaan yang penting di seluruh dunia. Penggunan yang paling
penting adalah untuk
a. bahan bakar pembangkit listrik
b. produksi besi dan baja
c. bahan bakar pembuatan semen
d. bahan bakar cair.

4. Bauksit

Bauksit adalah bijih alumunium. Logam alumunium sangat banyak


kegunaannya karena ringan dan tidak mudah berkarat. Alumunium dipakai untuk
membuat badan pesawat terbang, kapal laut, alat-alat dapur, perkakas rumah tangga,
uang logam dan sebagainya.
Bauksit diperoleh dalam bentuk lumpur basah. Lumpur ini dikeruk dengan
alat-alat modern, kemudian dicuci. Untuk melebur bauksit menjadi logam alumunium
diperlukan tenaga listrik yang sangat besar.
Daerah penambangan bauksit adalah Pulau Bintan dan Pulau Koyang di
Kepulauan Riau, singkawang di Kalimantan Barat juga terdapat bauksit, tetapi
penambangannya belum diusahakan. Pabrik peleburan bauksit pertama di Indonesia
telah dibangun di Sumatra Utara, dengan mendapat tenaga listrik dari PLTA
(Pembangkit Listrik Tenaga Air) Asahan. Sebelum pabrik ini berfungsi, semua bauksit
diekspor untuk dilebur di luar negeri.
Ekspor bauksit terutama ditujukan ke Jepang. Dengan adanya pabrik
peleburan bauksit di Sumatra Utara, bauksit dapat diolah di dalam negeri dan diekspor
dalam bentuk almunium.

5. Pasir Besi
Pasir Besi adalah batuan pasir yang banyak mengandung zat besinya. Pasir
besi banyak terdapat di Pantai Cilacap, Jawa Tengah. Pasir besi selain digunakan
untuk industri logam besi, juga telah banyak dimanfaatkan pada industri semen dan
bahan dasar tinta kering (toner) pada mesin fotokopi dan tinta laser, bahan utama
untuk pita kaset, pewarna serta campuran (filter) untuk cat, bahan dasar untuk industri
magnet permanent.

6. Emas

Berdasarkan data USGS cadangan emas Indonesia berkisar 2,3% dari


cadangan emas dunia. Dengan cadangan sebesar ini Indonesia menduduki peringkat
ke-7 yang memiliki potensi emas terbesar didunia. Sedangkan peroduksi emas
Indonesia sekitar 6,7% produksi emas dunia dan menduduki peringkat ke-6 di dunia.
Daerah-daerah penghasil emas Indonesia diantaranya:
* Bengkalis : Sumatra
* Bolaang Mangondow : Sulawesi Utara.
* Cikotok : Jawa Barat.
* Logas : Riau
* Meuleboh : DI Aceh
* Rejang Lebong : Bengkulu
Selain itu terdapat juga di Lampung, Jambi, Kalimantan Barat. Papua,
Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Pabrik pengolahan emas terdapat di
Cikotok, Jawa Barat.
7. Timah

Potensi timah Indonesia tidak kalah seru dibandingkan dengan potensi emas.
Indonesia menduduki peringkat ke-5 untuk cadangan timah terbesar di dunia dimana
candangan timah Indonesia sebesar 8,1% dari cadangan timah dunia. Sedangkan dari
segi produksi timah Indonesia menduduki peringkat ke-2 dengan besar produksi 26%
dari julah produksi dunia.
Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan
bersifat flesibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika
didinginkan. Logam timah banyak dipergunakan untuk solder(52%), industri plating
(16%), untuk bahan dasar kimia (13%), kuningan & perunggu (5,5%), industri gelas
(2%), dan berbagai macam aplikasi lain (11%).
Daerah-daerah yang timah di Indonesia diantaranya :
* Bangkinang : Riau
* Dabo : Pulau Singkep
* Manggar : Pulau Belitung
* Sungai Liat : Pulau Bangka
Pabrik pelabuhan bijih timah terdapat di Muntok (Pulau Belitung)

8. Tembaga

Tembaga sangat diperlukan terutama untuk peralatan listrik karena dapat


menghantarkan listrik yang baik. Tembaga juga dipakai untuk membuat kuningan dan
serta berbagai keperluan lainnya.

Di Indonesia, penambangan tembaga secara besar-besaran baru dilaksanakan


di Irian Jaya. Penambangan modern ini didirikan oleh perusahaan Freeport dari
Amerika Serika pada tahun 1972. Mereka juga membangun kota Tembagapura pada
ketinggian 2500 m di atas permukaan laut. Tempat pembuangannya terletak pada
ketinggian 3500 m di lereng Pegunungan Sudirman. Bijih tembaga di Irian Jaya juga
mengandung bijih emas dan perak.

Tambang tembaga banyak terdapat di Cikotok Jawa Barat, Kompara


Papua, Sangkarapi Sulawesi Selatan, Tirtamaya Jawa Tengah. Selain itu, terdapat
juga di daerah Jambi dan Sulawesi Tengah.

9. Nikel

Logam nikel berwarna putih dan kelabu, keras seperti besi dan tidak mudah
berkarat. Penggunaan utama nikel adalah sebagai bahan pembuat logam paduan.
Logam paduan nikel memiliki karakteristik kuat, tahan panas, serta tahan karat.
Sekitar 65 % nikel digunakan untuk membuat stainless steel, yang umumnya memiliki
komposisi sebagian besar besi, 18 % kromium, dan 8 % nikel.

Cadangan nikel Indonesia sekitar 2,9% dari cadangan nikel dunia, dan
merupakan peringkat ke-8 sedangkan dari sisi produksi adalah 8,6% dan merupakan
peringkat ke-4 dunia. Daerah-daerah penghasil nikel Indonesia diantaranya:

a. Bengkalis : Sumatra
b. Bolaang Mangondow : Sulawesi Utara.
c. Cikotok : Jawa Barat.
d. Logas : Riau
e. Meuleboh : DI Aceh
f. Rejang Lebong : Bengkulu
10. Aspal
Aspal adalah material berwarna hitam atau coklat tua, pada temperatur ruang
berbentuk padat sampai agak padat, yang terbuat dari komposisi Carbon, Hidrogen,
Oksigen dan Nitrogen. Aspal dapat digunakan di dalam bermacam produk produk,
termasuk:
a. Jalan aspal,
b. Dasar pondasi dan subdasar,
c. Dinding untuk lubang di jalanan, trotoar kakilima, jalan untuk mobil, lereng-lereng,
jembatan-jembatan, dan bidang parkir,
d. Tambalan lubang di jalanan,
Satu-satunya penghasil aspal alam di Indonesia adalah Pulau Buton di
Sulawesi Tenggara. Penambangan oleh perusahaan Buton Aspla, yang di bawahi
Departemen Pekerjaan Umum. Produksi aspal alam Pulau Buton terus meningkat dari
tahun ke tahun.

11. Mangan

Logam Mangan berwarna hitam dan berat. Mangan diperlukan untuk membuat
batu baterai dan untuk campuran besa dalam pembuatan baja. Penambangan mangan
dilakukan di Karangnunggal, dekat Tasikmalaya, dan KUlonprogo. Yogyakarta. Batu
gunung yang banyak mengandung mangan diambil, lalu diolah di pabrik untuk
diambil manganya. Pabrik pengolahan ini masih memakai cara kerja sederhana.
Sebagai hasil mangan dipakai dalam industri baterai dan selebihnya di ekspor
ke Jepang dan Belanda.Ditambang dari daerah Yogyakarta (Kliripan), Jawa Barat
(Tasikmalaya), dan Kalimantan Selatan (Martapura).

12. Belerang

Belerang merupakan mineral Vulkanis yang banyak dihasilkan di kawah-


kawah gunung berapi. Bahan ini banyak digunakan dalam industri- industri bahan
kimia, pupuk, korek api, bahan peledak dan obat obatan. Tambang belerang terdapat
di Gunung Welirang (Jawa Timur). Selain itu terdapat juga di Jambi, Jawa Tengah,
dan Sulawesi Utara.

13. Marmer

Batu pualam atau marmer berasal dari batu kapur yang telah berubah bentuk,
karena mendapat panas tinggi dan tekanan besar. Batu pualam digunakan untuk lantai
dan lapisan tembok bangunan. Batu pualam juga dapat diukir menjadi patung.

Batu Pualam diperoleh dengan cara mengambil bungkah-bungkah batu pualam


dari bukit-bukit, lalu bungkah ini digergaji menjadi lempengan sesuai dengan bentuk
yang dikehendaki. Kemudian diasah sehingga menjadi mengkilap. Tambang marmer
terdapat di Besok, daerah Wajak, Tulungagung (Jawa Timur). Tambang marmer juga
terdapat di DI Yogyakarta, Lampung, Papua, dan Sumatra Barat.
14. Yodium

Yodium digunakan sebagai bahan baku utama untuk larutan obat dalam
alkohol, kesehatan, herbisida, industri desinfektan, serta digunakan dalam garam agar
lebih sehat. Yodium sebagai potensi sumber daya tambang di Indonesia ditambang di
Semarang (Jawa Tengah) dan Mojokerto (Jawa Timur).