Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK YPM 1 Taman


Mata Pelajaran : Fisika
Komp. Keahlian : Teknik Pemesinan
Kelas/Semester : X/ Gasal
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Alokasi Waktu : 6 JP ( 2 3 JP)

A. Kompetensi Inti

KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,


konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup Simulasi dan
Komuniksasi Digital, dan Dasar Bidang Teknologi dan Rekayasa pada tingkat teknis, spesifik,
detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah,
dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI 4: a. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan lingkup Simulasi dan
Komuniksasi Digital, dan Dasar Bidang Teknologi dan Rekayasa.
b. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standar kompetensi kerja.
c. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
d. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

B. Kompetensi Dasar

3.7. Menganalisis kekuatan bahan dari sifat elastisitasnya.


4.7. Menyelesaikan masalah teknis dalam bidang teknologi terkait dengan lastisitas bahan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

3.7.1. Menjelaskan karakteristik benda elastis dan tidak elastis


3.7.2. Menentukan tegangan, regangan, dan modulus elastisitas pada bahan elastis.
3.7.3. Menentukan konstanta pegas susunan seri dan susunan paralel.
3.7.4. Menganalisis kekuatan bahan dari sifat elastisitasnya.
4.7.1. Menyimpulkan hasil percobaan hukum Hooke.
4.7.2. Menggunakan sifat elastisitas bahan untuk menyelesaikan permasalahan teknis dalam
teknologi.

D. Tujuan Pembelajaran

Melalui diskusi, menggali informasi dan melakukan eksperimen, peserta didik dapat:
1. Menjelaskan karakteristik benda elastis dan tidak elastis
2. Menentukan tegangan, regangan, dan modulus elastisitas pada bahan elastis.
3. Menentukan konstanta pegas susunan seri dan susunan paralel.
4. Menganalisis kekuatan bahan dari sifat elastisitasnya.
5. Menyimpulkan hasil percobaan hukum Hooke.
6. Menggunakan sifat elastisitas bahan untuk menyelesaikan permasalahan teknis dalam
teknologi.
E. Materi Pembelajaran

Hukum Hooke dan elastisitas merupakan dua istilah yang saling berkaitan. Untuk memahami arti
kata elastisitas, banyak orang menganalogikan istilah tersebut dengan benda-benda yang terbuat
dari karet, meskipun pada dasarnya tidak semua benda dengan bahan dasar karet bersifat elastis.
Kita ambil dua contoh karet gelang dan peren karet. Jika karet gelang tersebut ditarik, maka
panjangnya akan terus bertambah sampai batas tertentu. Kemudian, apabila tarikan dilepaskan
panjang karet gelang akan kembali seperti semula. Berbeda halnya dengan permen karet, Jika
ditarik panjangnya akan terus bertambah sampai batas tertentu tapi apabila tarikan dilepaskan
panjang permen karet tidak akan kembali seperti semula. Hal ini dapat terjadi karena karet
gelang bersifat elastis sedangkan permen karet bersifat plastis. Namun, apabila karet gelang ditarik
terus menerus adakalanya bentuk kareng gelang tidak kembali seperti semula yang artinya sifat
elastisnya telah hilang. Sehingga diperlu tingkat kejelian yang tinggi untuk menggolongkan mana
benda yang bersifat elastis dan plastis.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke
bentuk awal setelah gaya pada benda tersebut dihilangkan. Keadaan dimana suatu benda tidak
dapat lagi kembali ke bentuk semula akibat gaya yang diberikan terhadap benda terlalu besar
disebut sebagai batas elastis. Sedangkan hukum Hooke merupakan gagasan yang diperkenalkan
oleh Robert Hooke yang menyelidiki hubungan antar gaya yang bekerja pada sebuah pegas/benda
elastis lainnya agar benda tersebut bisa kembali ke bentuk semua atau tidak melampaui batas
elastisitasnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Hukum Hooke mengkaji jumlah gaya maksimum yang
dapat diberikan pada sebuah benda yang sifatnya elastis (seringnya pegas) agar tidak melwati batas
elastisnya dan menghilangkan sifat elastis benda tersebut.

KONSEP HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS


Bunyi Hukum Hooke ialah Jika gaya tarik yang diberikan pada sebuah pegas tidak melampaui
batas elastis bahan maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus/sebanding dengan gaya
tariknya.
Jika gaya yang diberikan melampaui batas elastisitas, maka benda tidak dapat kembali ke bentuk
semula dan apabila gaya yang diberikan jumlahnya terus bertambah maka benda dapat rusak.
Dengan kata lain, hukum Hooke hanya berlaku hingga batas elastisitas.
Dari gagasan tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep hukum Hooke ini menjelaskan mengenai
hubungan antara gaya yang diberikan pada sebuah pegas ditinjau dari pertambahan panjang yang
dialami oleh pegas tersebut. Besarnya perbandingan antara gaya dengan pertambahan panjang
pegas adalah konstan. Fenomena ini dapat lebih mudah dipahami dengan memperhatikan gambar
grafik berikut ini.
Gambar 1, menjelaskan bahwasanya
jika pegas ditarik ke kanan maka pegas akan meregang dan bertambah panjang.
Jika gaya tarik yang diberikan pada pegas tidak terlalu besar, maka pertambahan panjang pegas
sebanding dengan besarnya gaya tarik. Dengan kata lain, semakin besar gaya tarik, semakin besar
pertambahan panjang pegas.
Pada Gambar 2, digambarkan bahwa kemiringan grafik sama besar yang menunjukkan
perbandingan besar gaya tarik terhadap pertambahan panjang pegas bernilai konstan. Hal ini
menggambarkan sifat kekakuan dari sebuah pegas yang dikenal sebagai ketetapan
pegas. Secara matematis hukum Hooke dapat dituliskan sebagai berikut.

Keterangan:
F = Gaya luar yang diberikan (N)
k = Konstanta pegas (N/m)
x = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)

BESARAN DAN RUMUS DALAM HUKUM HOOKE DAN ELASTISITAS


1. Tegangan
Tegangan merupakan keadaan dimana sebuah benda mengalami pertambahan panjang ketika
sebuah benda diberi gaya pada salah satu ujungnya sedangkan ujung lainnya ditahan.
Contohnya, misal seutas kawat dengan luas penampang x m2, dengan panjang mula-mula x
meter ditarik dengan gaya sebesar N pada salah satu ujungnya sedangkan pada ujung yang lain
ditahan maka kawat akan mengalami pertambahan panjang sebesar x meter. Fenomena ini
mengambarkan suatu tegangan yang mana dalam fisika disimbolkan dengan dan secara
matematis dapat ditulis seperti berikut ini.

Keterangan:
F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m2)
= Tegangan (N/ m2 atau Pa)

2. Regangan
Regangan merupakan perbandingan antara pertambahan panjang kawat dalam x meter
dengan panjang awal kawat dalam x meter. Regangan dapat terjadi dikarenakan gaya yang
diberikan pada benda ataupun kawat tersebut dihilangkan, sehingga kawat kembali ke bentuk
awal.
Hubungan ini secara matematis dapat dituliskan seperti dibawah ini.

Keterangan:
e = Regangan
L = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)

Sesuai dengan persamaan di atas, regangan (e) tidak memiliki satuan dikarenakan
pertambahan panjang (L) dan panjang awal (Lo) adalah besaran dengan satuan yang sama

3. Modulus Elastisitas (Modulus Young)


Dalam fisika, modulus elastisitas disimbolkan dengan E. Modulus elastisitas menggambarkan
perbandingan antara tegangan dengan regangan yang dialami bahan. Dengan kata lain, modulus
elastis sebanding dengan tegangan dan berbanding terbalik regangan.

Keterangan:
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
= Tegangan (N/ m2 atau Pa)

4. Mampatan
Mampatan merupakan suatu keadaan yang hampir serupa dengan regangan. Perbedaannya
terletak pada arah perpindahan molekul benda setelah diberi gaya. Berbeda halnya pada
regangan dimana molekul benda akan terdorong keluar setelah diberi gaya. Pada mampatan,
setelah diberi gaya, molekul benda akan terdorong ke dalam (memampat).

5. Hubungan Antara Gaya Tarik dan Modulus Elastisitas


Jika ditulis secara matematis, hubungan antara gaya tarik dan modulus elastisitas meliputi:

Keterangan:
F = Gaya (N)
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
= Tegangan (N/ m2 atau Pa)
A = Luas penampang (m2)
E = Modulus elastisitas (N/m)
L = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)

6. Hukum Hooke
Hukum Hooke menyatakan bahwa jika gaya tari tidak melampaui batas elastis pegas, maka
pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya. Secara matematis ditulis
sebagai berikut.

Keterangan:
F = Gaya luar yang diberikan (N)
k = Konstanta pegas (N/m)
x = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)

Hukum Hooke untuk Susuna Pegas


a. Susunan Seri
Apabila dua buah pegas yang memiliki tetapan pegas yang sama dirangkaikan secara seri, maka
panjang pegas menjadi 2x. Oleh karena itu, persamaan pegasnya yaitu:

Keterangan:
Ks = Persamaan pegas
k = Konstanta pegas (N/m)

Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya dan disusun seri ditulis seperti berikut
ini.
1 1 1 1 1
...
k s k1 k 2 k 3 kn
Keterangan:
n = Jumlah pegas
b. Susunan Paralel
Apabila pegas disusun secara paralel, panjang pegas akan tetap seperti semula, sedangkan luas
penampangnya menjadi lebih 2x dari semula jika pegas disusun 2 buah. Adapun persamaan
pegas untuk dua pegas yang disusun secara paralel, yaitu:

Keterangan:
Kp = Persamaan pegas susunan paralel
k = Konstanta pegas (N/m)

Sedangkan persamaan untuk n pegas yang tetapannya sama dan disusun secara paralel, akan
dihasilkan pegas yang lebih kuat karena tetapan pegasnya menjadi lebih besar. Persamaan
pegasnya dapat ditulis sebagai berikut.

Keterangan:
n = Jumlah pegas

APLIKASI HUKUM HOOKE


Dalam pengaplikasian hukum Hooke sangat berkaitan
erat dengan benda benda yang prinsip kerjanya menggunakan pegas dan yang bersifat
elastis. Prinsip hukum Hooke telah diterapkan pada beberapa benda-benda berikut ini.
1. Jam yang menggunakan peer sebagaipengatur waktu.
2. Suspensi kendaraan.
3. Jam kasa atau kronometer yang dimanfaatkan untuk menentukan garis atau kedudukan
kapal yang berada di laut.
4. Sambungan tongkat-tongkat persneling kendaraan baik sepeda motor maupun mobil
5. Ayunan pegas.

F. Model dan Metode

1. Pendekatan berfikir : Sientific


2. Model Pembelajaran : Discovery learning
3. Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab.

G. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama

Rincian Kegiatan Waktu


Pendahuluan
Melakukan pengondiasian kelas.
Memberikan motivasi belajar kepada Peserta didik.
20 menit
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Menyampaikan kegiatan dan tugas yang akan dilakukan selama pembelajaran.
Kegiatan Inti
A. Pemberian rangsangan Peserta didik menyimak peragaan menarik
(Stimulation) pegas, karet, dan plastisin serta menjawab
100 menit
pertanyaan sifat elastis dan sifat plastis.
(Mengamati)
B. Pernyataan/identifikasi Dari kegiatan pengamatan, Peserta didik
masalah (problem dapat merumuskan pertanyaan : Mengapa
statement) karet jika ditarik dan dilepaskan akan
kembali ke bentuk semula sedangkan
plastisin tidak?. (Menanya)
Rincian Kegiatan Waktu
Peserta didik dapat merumuskan hipotesis
karena karet benda elastis dan tisu bukan.

C. Pengumpulan data (Data Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil,


Collection) masing-masing terdiri atas 4 orang
Peserta didik dalam kelompok diminta
untuk menarik dua karet berbeda jenis,
kemudian membandingkan kekuatannya,
mana yang lebih kuat
Peserta didik mencermati demonstrasi
percobaan.
Perwakilan kelompok mencatat hasil bacaan
panjang pegas/karet awal, pertambahan
panjang, dan massa beban. (mencoba).
Kelompok diminta untuk mencoba menarik
satu karet, kemudian menarik tiga karet
yang disusun seri,dan tiga karet yang
disusun paralel. (mencoba).
Peserta didik mendiskusikan sifat benda
elastis, batas elastisitas, pengaruh gaya
terhadap benda benda elastis.
D. Pembuktian (verification) Setiap kelompok menganalisis data yang
diperoleh dari hasil percobaan yang telah
dilakukan. (Menalar)
Setiap kelompok mempresentasikan hasil
dari percobaan yang telah mereka lakukan.
(Mengkomunikasikan)
Peserta didik memberi tanggapan kepada
kelompok yang melakukan presentasi.
E. Menarik kesimpulan Peserta didik menyimpulkan hubungan
(generalization) antara perubahan panjang dengan besar
gaya dan elastisitas.
Penutup
Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi elastisitas yang
belum mereka pahami kepada guru.
Guru memberi umpan balik terhadap motivasi awal.
Guru memberikan penilaian pada Peserta didik dari hasil berikut:
a. Guru menilai kinerja Peserta didik dari hasil percobaan dan presentasi. 15 menit
b. Guru menilai Peserta didik dari lembar evaluasi yang telah mereka kerjakan.
c. Guru menilai sikap Peserta didik melalui percobaan (saat melakukan
percobaan).
Melaksanakan postes.

Pertemuan kedua

Rincian Kegiatan Waktu

Pendahuluan

Melakukan pengondiasian kelas.


Memberikan motivasi belajar kepada Peserta didik. 20 menit
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Rincian Kegiatan Waktu

Menyampaikan kegiatan dan tugas yang akan dilakukan selama pembelajaran.

Kegiaatan Inti

A. Pemberian rangsangan Guru menampilkan video tentang uji tarik pada


(Stimulation)
besi atau logam lainnya atau melenkungkan
besi dengan alat. Sumber video:
https://www.youtube.com/watch?v=f17h87eU 100 menit
CrA atau
https://www.youtube.com/watch?v=MEdnUm
QHCo0

B. Pernyataan/identifikasi Dari video yang ditampilkan diharapkan


masalah (problem
muncul pertanyaan dari Peserta didik:
statement)
Apakah besi termasuk benda elastis?.
Apakah yang terjadi pada besi ketika
ditekan oleh gaya?. (Menanya)
Hipotesis Peserta didik: Besi terasuk benda
elastis. Ketebelan besi berkuran.

C. Pengumpulan data (Data Peserta didik menggelompokkan Peserta


Collection)
didik. Setiap kelompok terdiri dari empat
Peserta didik.
Setiap kelompok mencari informasi tentang
tegangan, regangan dan modulus elastisitas
dari buku, modul, internet atau sumber
belajar lainnya. (Pengumpulan Data).

D. Pembuktian (verification) Kelompok mendiskusikan pemecahan


masalah modulus elastisitas yang diberikan
dalam LK (Pembuktian).
Perwakilan kelompok memaparkan hasil
diskusi pemecahan masalah.
(Mengomunikasikan).

E. Menarik kesimpulan Peserta didik diminta guru untuk


(generalization) menyimpulkan pembelajaran tentang
elastisitas.
Penutup

Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya tentang modulus


elastisitas.yang belum mereka pahami kepada guru.
Guru memberi umpan balik terhadap motivasi awal. 15 Menit
Guru memberikan penilaian pada Peserta didik dari hasil berikut:
a. Guru menilai kinerja Peserta didik dari hasil percobaan dan presentasi.
b. Guru menilai Peserta didik dari lembar evaluasi yang telah mereka kerjakan.
Rincian Kegiatan Waktu

c. Guru menilai sikap Peserta didik melalui percobaan (saat melakukan


percobaan).
Melaksanakan postes.

H. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar

1. Media a. Power Point tentang elastisitas.


b. Simulasi Phet (https://phet.colorado.edu/in/)
c. https://www.youtube.com/watch?v=MEdnUmQHCo0
d. https://www.youtube.com/watch?v=f17h87eUCrA
2. Alat a. Pegas
b. Penggaris
c. Statif
d. Penjepit
e. Beban
3. Bahan Tidak ada bahan habis pakai
4. Sumber Belajar a. Sudirman. 2013. Fisika Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa
untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta : Erlangga
b. Endarko dkk.2008. Fisika SMK Teknologi, Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta.

I. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan

1. Teknik Penilaian
a. Teknik : Test
b. Bentuk :
Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
Penilaian keterampilan : Praktikum dan Pembuatan Laporan Praktikum
2. Instrumen Penilain
a. Pertemuan pertama (Terlampir)
b. Pertemuan kedua (Terlampir)

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


Sidoarjo, 17 Juli 2017
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah

Achmad Farich, S.T., M.Pd. Amir Ruddinnillah, S.Si.