Anda di halaman 1dari 21

See

discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/313376811

Analisis Hubungan Bauran Pemasaran terhadap


Keputusan Pembelian Smartphone Blackberry
dan Samsung Android

Article October 2014


DOI: 10.25077/josi.v13.n2.p687-706.2014

CITATIONS READS

0 175

4 authors, including:

Yumi Meuthia Berry Yuliandra


University of Tsukuba Universitas Andalas
2 PUBLICATIONS 0 CITATIONS 18 PUBLICATIONS 6 CITATIONS

SEE PROFILE SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Berry Yuliandra on 06 February 2017.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

ANALISIS HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN


TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
SMARTPHONE BLACKBERRY
DAN SAMSUNG ANDROID
Alizar Hasan1, Yumi Meuthia1, Berry Yuliandra1, Indah Desfita2
1
Dosen Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Andalas
2
Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Andalas

Email: indsa.always@gmail.com

Abstract
Technological developments lead to the entire company continues to enhance innovation in
creating products derived from it, including the telephone industry.In a few years, the
telephone industry introduced a variety of smartphone, including smartphones based on
operating system RIM (Research in Motion) which produces branded Blackberry and
smartphone based Android operating system with one of the companies that have joined
with the operating system is Samsung Android. The research was conducted by measuring
the consumer based marketing mix and should be able to explain what factors areas sociated
with the sale of the two smartphones.
Marketing mixis a set ofmarketing toolsused by companies to continuously achieve their
marketing goals. The marketing tools are classified into four groups namely known 4Ps:
product, price, place, and promotion.
This research was conducted by distributing questionnaires to the respondents as many as
160 pieces and 160 pieces of Blackberry smartphones to the Samsung Android smartphone
respondents. Tests performed with Kendall Tau correlation test using SPSS 15 software. The
results showed that the variables of product, price and promotion has a significant
correlation to the consumer buying decision on Blackberry smartphones. However, variable
rates become very dominant variables related to consumer purchasing decisions for
Blackberry smartphones. Meanwhile the Kendall Tau correlation test on the Samsung Android
smartphones, only products have a price and a significant correlation on consumer
purchasing decisions against Samsung's Android smartphones, and variable products become
a dominant variables related to consumer purchasing decisions. Thus it can be done by both
companies marketing strategies in order to achieve sales targets and products in accordance
with marketing objectives.
Keywords: Phones, smartphones, Blackberry, Samsung Android, marketing mix, purchasing
decisions

Abstrak
Perkembangan teknologi menyebabkan seluruh perusahaan terus meningkatkan inovasi-
inovasi dalam menciptakan produk yang dihasilkannya, termasuk pada industri telepon. Pada
beberapa tahun belakangan ini industri telepon memperkenalkan teleponsmartphone yang
beragam, diantaranya smartphone yang berbasis sistem operasi RIM (Research in Motion)
yang memproduksi telepon bermerek Blackberry dan smartphone yang berbasis sistem
operasi Android dengan salah satu perusahaan yang telah bergabung dengan sistem operasi
tersebut adalah Samsung Android. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengukuran
kepada konsumen berdasarkan bauran pemasaran dan diharapkan mampu menjelaskan
faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan penjualan di antara kedua smartphone ini.
Bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan
perusahaan secara terus menerus untuk mencapai tujuan pemasarannya. Alat pemasaran
tersebut di klasifikasikan menjadi empat kelompok yang dikenal 4P yaitu: produk, harga,
tempat, dan promosi. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 160
buah kepada responden smartphone Blackberry dan 160 buah kepada responden
smartphone Samsung Android. Pengujian dilakukan dengan uji korelasi Kendall Tau

Analisis Hubungan Bauran....(A. Hasan et al.) 687


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

menggunakan software SPSS 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel produk,
harga dan promosi mempunyai korelasi yang signifikan terhadap keputusan pembelian
konsumen terhadap smartphone Blackberry. Namun variabel harga menjadi variabel yang
sangat dominan berhubungan dengan keputusan pembelian konsumen terhadap
smartphone Blackberry. Sementara itu pada pengujian uji korelasi Kendall Tau pada
smartphone Samsung Android, hanya variabel produk dan harga yang mempunyai korelasi
yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen terhadap smartphone Samsung
Android, dan variabel produk menjadi variabel yang sangat dominan berhubungan dengan
keputusan pembelian konsumen. Dengan demikian dapat dilakukan strategi pemasaran oleh
kedua perusahaan agar target penjualan produk tercapai dan sesuai dengan tujuan
pemasaran.
Kata kunci: Telepon, smartphone, Blackberry, Samsung Android, bauran pemasaran,
keputusan pembelian

yang dapat diunduh secara gratis


1. PENDAHULUAN
dibandingkan dengan aplikasi Blackberry
Meningkatnya era teknologi pada saat ini yang terbatas untuk diunduh.
tidak dapat dihindari lagi oleh para produsen Berdasarkan hasil riset yang dilakukan
industri seluler. Berkembang pesatnya ComScore selama tiga bulan, Februari Mei
industri seluler dalam beberapa tahun 2012, Google Android meraih pangsa pasar
belakangan ini membuat para produsen paling banyak, sekitar 50,9 persen. Posisi
seluler berlomba-lomba dalam menciptakan tersebut naik 0,8 persen dibanding bulan
inovasi-inovasi pada produksi telepon Februari 2012. Melihat adanya kemungkinan
genggam. meningkatnya penjualan kedua smartphone
Hasil survey dari Nielsen Company ini maka perlu dilakukan analisis hubungan
Indonesia mengenai jumlah pelanggan bauran pemasaran antara kedua
telepon seluler di Indonesia menjelaskan smartphone Blackberry dan Samsung
dalam periode tahun 2005 hingga 2010 telah Android dalam pengambilan keputusan yang
terjadi kenaikan pengguna telepon seluler berguna untuk mengenali kebutuhan
hampir 3 kali lipat. Sementara itu Asosiasi konsumen guna menyusun strategi
Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) pemasaran terhadap vendor handphone.
mengatakan jumlah pelanggan seluler di Penelitian ini dilaksanakan dengan
Indonesia mencapai lebih dari 240 juta melakukan pengukuran kepada konsumen
pelanggan pada akhir tahun 2011 lalu. berdasarkan bauran pemasaran diharapkan
Blackberry merupakan salah satu mampu menjelaskan faktor-faktor apa saja
smartphone yang pada beberapa tahun yang berhubungan dengan penjualan di
terakhir mempunyai pengaruh yang besar antara kedua smartphone ini.
dalam penjualannya di Indonesia. Adapun tujuan yang ingin dicapai pada
Smartphone merupakan mobile phone yang penelitian tugas akhir ini adalah
berfungsi seperti sistem komputer, menganalisis hubungan bauran pemasaran
pengiriman pesan (email), mengakses dalam pengambilan keputusan pembelian
internet dan memiliki berbagai aplikasi dan mengetahui dan menganalisis variabel
sebagai tempat untuk mencari informasi dominan yang dimiliki smartphone
(Brusco, 2010). Blackberry dan Samsung Android.
Pada tahun 2010 salah satu vendor Batasan masalah dalam tugas akhir ini
handphone Samsung merilis handphone adalah Smartphone yang diteliti hanya
berbasis Android dengan harga yang relatif Blackberry dan Samsung Android serta
murah dibanding dengan vendor handphone kuesioner diisi oleh konsumen yang pernah
yang menjualnya dengan harga relatif menggunakan smartphone Blackberry dan
tinggi. Namun pada pertengahan tahun Samsung Android.
2010 vendor lokal maupun vendor
handphone luar negeri ikut memproduksi
handphone yang berbasiskan Android
2. TINJAUAN PUSTAKA
dengan harga yang cukup bersaing dengan
vendor-vendor handphone lainnya. Android 2.1. Konsep Pemasaran
memiliki keunggulan yang ditawarkan
Pemasaran adalah suatu fungsi organisasi
kepada konsumen, yakni banyaknya aplikasi
dan satu set proses untuk membuat,

688 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:687-706


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

berkomunikasi, dan memberikan nilai Menurut Swastha dan Handoko (1997)


kepada pelanggan dan untuk mengelola terdapat 3 unsur pokok pada konsep
suatu hubungan dengan cara yang pemasaran, yaitu:
menguntungkan organisasi dan stakeholder- 1. Orientasi pada konsumen
nya (Kotler, 2012). Di mana perusahaan yang benar-benar
Konsep pemasaran merupakan kunci ingin memperhatikan keinginan dan
untuk mencapai tujuan organisasi yang kemauan konsumen, haruslah
terdiri dari penentuan kebutuhan dan melakukan hal-hal sebagai berikut:
keinginan pasar sasaran serta memberikan a. Menentukan kebutuhan pokok (basic
kepuasan yang diharapkan secara lebih needs) dari pembeli yang akan
efektif dan efisien. Selanjutnya Kotler dilayani dan dipenuhi.
memaparkan konsep pemasaran tersebut b. Menentukan kelompok kelompok
berpijak pada empat pilar utama: pembeli yang akan dijadikan sasaran
1. Profitabilitas penjualan perusahaan.
Tujuan dari konsep pemasaran adalah c. Menentukan produk serta program
membantu organisasi/perusahaan untuk strategi pemasarannya.
mencapai tujuan mereka. Pada d. Mengadakan penelitian terhadap
perusahaan pribadi tujuan utama konsumen untuk mengukur, menilai,
adalah keuntungan untuk bertahan dan menafsirkan keinginan, sikap,
hidup dan menarik dana yang memadai serta perilaku mereka.
untuk melaksanakan tugasnya. Dengan e. Menentukan dan melaksanakan
efisiensi produksi, peningkatan mutu strategi yang paling baik, apakah
produk dan manajemen penjualan yang menitikberatkan pada mutu yang
handal, perusahaan akan dapat tinggi, harga yang murah atau model
meningkatkan pendapatan mereka dari yang menarik.
penjualan produk yang bermutu tinggi 2. Penyusunan kegiatan pemasaran secara
dengan harga yang dapat dijangkau integral (Integrated Marketing).
oleh konsumen. Hal ini berarti setiap orang dan setiap
2. Orientasi Pelanggan bagian dalam perusahaan turut
Dalam usaha peningkatan pendapatan, berkecimpung dalam suatu usaha yang
perusahaan mengutamakan kepuasan terkoordinir untuk memberikan
konsumen dengan cara memenuhi kepuasan terhadap konsumen, sehingga
keinginan konsumen dalam kegiatan tujuan dari perusahaan dapat terealisir.
pemasaran yang terkoordinasi dan 3. Kepuasan konsumen (Customer
terintegrasi. Pemikiran yang Satisfaction)
berorientasi terhadap pelanggan Faktor yang menentukan apakah
mengharuskan perusahaan untuk perusahaan dalam jangka panjang akan
mendefinisikan kebutuhan pelanggan mendapatkan laba adalah banyak
dari sudut pandang pelanggan bukan sedikitnya kepuasan konsumen yang
dari sudut pandangnya sendiri. dapat dipenuhi oleh perusahaan.
3. Fokus Pasar
Perusahaan sebagai sebuah organisasi
2.2. Segmentasi Pasar
diasumsikan mempunyai tugas untuk
menentukan kebutuhan, keinginan dan Segmentasi pasar merupakan sebuah
minat pasar sasaran serta memberikan pemetaan (mapping) suatu pasar menjadi
kepuasan yang diharapkan dengan cara beberapa bagian dengan mengumpulkan
lebih efektif dan efisien dari pada para perilaku yang serupa dari pelanggan ke
pesaing sedemikian rupa sehingga dalam sebuah segmen (Kartajaya, 2002).
dapat menjamin dan mendorong Dari setiap kelompok konsumen dapat
kesejahteraan konsumen dan dipilih sebagai suatu pasar sasaran yang
masyarakat. akan dicapai dengan menggunakan strategi
4. Pemasaran yang Terkoordinir bauran pemasaran yang tepat.
Pemasaran yang terkoordinir berarti Adapun dasar-dasar untuk membuat
dua hal, pertama, berbagai fungsi segmentasi pasar konsumen menurut Kotler
pemasaran, tenaga penjualan, iklan, (2002) adalah sebagai berikut:
manajemen produk, penelitian pasar, 1. Segmentasi geografi
dll, harus dikoordinasikan diantara Segmentasi geografi ini mengharuskan
mereka sendiri. Kedua, pemasaran pembagian pasar menjadi unit-unit
harus dikoordinasikan dengan baik geografis yang berbeda seperti negara,
dengan departemen perusahaan lain. negara bagian, wilayah, provinsi, kota
atau lingkungan rumah tangga.

Analisis Hubungan Bauran....(A. Hasan et al.) 689


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Perusahaan dapat beroperasi di semua dikenal dan akhirnya dibeli. Dalam


wilayah geografis, tetapi lebih mengkomunikasikan produk tersebut
memperhatikan perbedaan kebutuhan perlu disusun suatu strategi yang sering
dan keinginan yang ada dalam segmen disebut bauran promosi (promotion
tersebut. mix) yang terdiri dari periklanan,
2. Segmentasi Demografis promosi penjualan, humas dan
Segmentasi demografis dilakukan penjualan perseorangan.
dengan cara pasar dibagi menjadi 4. Harga (price)
kelompok-kelompok berdasarkan Harga merupakan nilai yang ditukarkan
variabel-variabel demografis seperti, oleh konsumen dengan manfaat
usia, ukuran keluarga, jenis kelamin, memiliki atau menggunakan produk
penghasilan, agama, ras, generasi, yang nilainya diterapkan oleh pembeli
kewarganegaraan, dan kelas sosial. dan penjual melalui tawar menawar,
Variabel demografis ini merupakan atau diterapkan penjual untuk satu
dasar yang paling banyak digunakan harga yang sama terhadap semua
dalam membuat kelompok pelanggan, pembeli. Penetapan harga dan
karena variabel ini sangat berhubungan persaingan harga telah dinilai sebagai
dengan preferensi dan tingkat masalah utama yang dihadapi
pemakaian. perusahaan.
3. Segmentasi Psikografis
Segmentasi ini dilakukan dengan
2.4. Keputusan Pembelian
mengelompokkan pembeli yang
berbeda berdasarkan gaya hidup atau Menurut Peter dan Olson (2000)
kepribadian akan nilai. mengemukakan pengambilan keputusan
4. Segmentasi perilaku konsumen merupakan sebuah proses
Pada segmentasi perilaku, pembeli pengintegrasian yang mengkombinasikan
dibagi menjadi kelompok- kelompok pengetahuan untuk mengevaluasi berbagai
berdasarkan pengetahuan, sikap, perilaku alternatif, dan memilih salah satu
pemakaian, atau tanggapan mereka diantaranya.
terhadap suatu produk. Kotler (2012) membagi proses
pengambilan keputusan pembelian yang
akan dilakukan oleh konsumen menjadi 5
2.3. Bauran Pemasaran
tahap:
Bauran pemasaran (marketing mix) 1. Pengenalan Kebutuhan
adalah seperangkat alat pemasaran yang Proses pembelian dimulai dari seorang
digunakan perusahaan secara terus menerus pembeli mulai membutuhkan suatu
untuk mencapai tujuan pemasarannya. kebutuhan. Pembeli merasakan
Bauran pemasaran terdiri dari 4 yaitu: adanya perbedaan antara keadaan dia
1. Produk (product) yang nyata dengan keadaan yang
Produk adalah sesuatu yang ditawarkan diinginkan. Kebutuhan ini dipicu oleh
ke pasar untuk dapat diperhatikan, rangsangan internal dari seorang
dimiliki, dikonsumsi sehingga pembeli. Pada tahap ini pemasar harus
memuaskan keinginan dan kebutuhan. menyadari apa saja yang menjadi
Pengembangan suatu produk kebutuhan konsumen apa yang
mengharuskan perusahaan menerapkan menyebabkan semua masalah itu
manfaat-manfaat apa yang akan muncul dan bagaimana kebutuhan atau
diberikan oleh produk itu. Manfaat itu masalah itu dapat menyebabkan
dikonsumsi dan hendaknya dipenuhi seseorang akan mencari produk
oleh atribut produk. tersebut.
2. Tempat (place) 2. Pencarian Informasi
Tempat sering dikaitkan dengan Tahap proses pengambilan keputusan
distribusi terhadap produk yang pembeli dimana konsumen tertarik
bersangkutan. Distribusi adalah untuk mencari informasi lebih lanjut.
perantara pemasaran untuk Jumlah informasi yang ingin diketahui
memasarkan produk yang seseorang konsumen tergantung pada
memungkinkan suatu produk tersedia kekuatan dorongan kebutuhannya,
bagi pengguna atau dikonsumsi oleh banyaknya informasi yang telah
konsumen atau pengguna industrial. dimilikinya, kemudahan memperoleh
3. Promosi (promotion) informasi tambahan, penilaiannya
Promosi adalah pengkomunikasian terhadap informasi tambahan dan
suatu produk agar produk tersebut kepuasan apa yang diperolehnya dari

690 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:687-706


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

kegiatan mencari informasi tersebut. 5. Perilaku Pasca Pembelian


3. Alternatif Evaluasi Pada tahap ini konsumen akan
Pada tahap ini konsumen menggunakan mengambil tindakan lebih lanjut setelah
informasi untuk mengevaluasi merek membeli berdasarkan kepuasan mereka
alternatif dalam pilihan yang telah atau ketidakpuasan dengan pembelian.
ditetapkan. Kepuasan atau ketidakpuasan
4. Pengambilan Keputusan konsumen dengan suatu produk akan
Pada tahap ini terdapat 2 faktor yang mempengaruhi perilaku selanjutnya.
mempengaruhi dalam proses Jika konsumen merasa puas, dia akan
pengambilan keputusan, yaitu: menunjukkan kepuasan yang lebih
a. Persepsi konsumen tinggi untuk membeli produk itu lagi.
Seorang konsumen cenderung akan Sedangkan konsumen yang tidak puas
menjatuhkan pilihan terhadap merek akan cenderung membuang atau
atau produk yang paling disukainya. mengembalikan produk tersebut.
b. Situasi yang tak terduga

Gambar 1. Skema Pengambilan Keputusan Pembelian

Kotler (2012) menyebutkan bahwa mempengaruhi keputusan konsumen


keputusan untuk membeli yang diambil oleh dalam menentukan waktu pembelian.
pembeli sebenarnya merupakan kumpulan 7. Keputusan tentang cara pembayaran
dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan Konsumen harus mengambil keputusan
untuk membeli tersebut mempunyai suatu tentang metode atau cara pembayaran
struktur sebanyak 7 komponen, yaitu produk yang dibeli, apakah secara tunai
meliputi: atau kredit. Keputusan tersebut akan
1. Keputusan tentang jenis produk mempengaruhi keputusan tentang
Dalam hal ini konsumen dapat penjualan dan jumlah pembeliannya.
mengambil keputusan tentang produk
apa yang akan dibelinya untuk
2.5. Uji Validitas
memenuhi dan memuaskan kebutuhan.
2. Keputusan tentang bentuk produk Uji validitas digunakan untuk mengukur
Konsumen dapat mengambil keputusan sah atau valid tidaknya suatu instrumen
untuk membeli suatu produk dengan dalam hal ini adalah kuesioner. Suatu
bentuk tertentu sesuai dengan kuesioner juga dikatakan valid jika
seleranya. pertanyaan dan kuesioner mampu untuk
3. Keputusan tentang merek mengungkap sesuatu yang akan diukur oleh
Konsumen harus mengambil keputusan kuesioner tersebut (Ghozali, 2005).
tentang merek mana yang akan dibeli Langkah-langkah dalam menguji validitas
karena setiap merek mempunyai kuesioner, yaitu (Singarimbun & Efendi,
perbedaan-perbedaan tersendiri. 1989):
4. Keputusan tentang penjualnya 1. Mendefinisikan secara operasional
Konsumen dapat mengambil keputusan konsep yang akan diukur.
dimana produk yang dibutuhkan Cara yang digunakan untuk mencari
tersebut akan dibeli. definisi dan rumusan tentang konsep
5. Keputusan tentang jumlah produk yang akan diukur adalah menggunakan
Konsumen dapat mengambil keputusan pendapat para ahli yang terdapat
tentang seberapa banyak produk yang didalam literatur. Seandainya tidak
akan dibeli. terdapat dalam literatur, maka peneliti
6. Keputusan tentang waktu pembelian dapat membuat definisi dan rumusan
Konsumen dapat mengambil keputusan konsep tersebut. Cara lainnya adalah
tentang kapan dia harus melakukan dengan menanyakan langsung kepada
pembelian. Oleh karena itu perusahaan responden mengenai aspek-aspek yang
atau pemasar pada khususnya terus akan diukur. Melakukan uji coba skala
mengetahui faktor-faktor yang pengukuran tersebut pada sejumlah

Analisis Hubungan Bauran....(A. Hasan et al.) 691


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

responden. Sangat disarankan agar Keterangan:


jumlah responden uji coba minimal 30 r = = Koefisien keandalan
orang supaya distribusi skor akan lebih
= Varians butir pertanyaan
mendekati sebaran normal.
2. Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban. = Varians total
3. Menghitung total skor untuk setiap = Nilai rata-rata jawaban pertanyaan
jawaban responden.
ke-j ; j = 1, 2, 3, ..., dan k

Menurut Triton (2005), jika skala nilai


(1) alpha Cronbach dikelompok ke dalam lima
Dimana: i = 1, 2, 3, ..., dan n kelas dengan rang yang sama, maka ukuran
4. Menghitung kuadrat skor jawaban dan kemantapan alpha dapat diinterprestasikan
kuadrat total skor jawaban responden sebagai berikut:
untuk masing-masing pertanyaan. 1. Nilai alpha Cronbach 0,0 - 0,20, berarti
5. Menghitung hasil kali skor jawaban dan kurang reliabel
total skor untuk setiap responden (Xij 2. Nilai alpha Cronbach 0,21 - 0,40,
.Yi.). berarti agak reliabel
6. Menghitung korelasi product moment 3. Nilai alpha Cronbach 0,42 - 0,60,
(r) untuk tiap pertanyaan. berarti cukup reliabel
4. Nilai alpha Cronbach 0,61 - 0,80,
berarti reliabel
5. Nilai alpha Cronbach 0,81 - 1,00,
(2) berarti sangat reliabel
Dimana : j = 1, 2, 3, , dan k
7. Membandingkan nilai r hitung dengan r
2.7. Uji Korelasi Kendall Tau
tabel untuk n dan taraf kesalahan 5%.
Jika r hitung > r tabel , maka pertanyaan Salah satu metode pengukuran koefisien
tersebut dapat dinyatakan valid, korelasi nonparametrik adalah koefisien
begitupun sebaliknya. korelasi rank kendall. Koefisien korelasi rank
Kendall pertama sekali dikemukakan oleh
Maurice G. kendall pada tahun 1938.
2.6. Uji Reliabilitas
Koefisien korelasi rank kendall dinotasikan
Reliabilitas adalah alat yang digunakan dengan (tau). Koefisien korelasi rank Kendall
untuk mengukur suatu kuesioner yang digunakan untuk mencari hubungan dan
merupakan indikator dari suatu variabel. menguji hipotesis antara dua variabel atau
Menurut Ferdinand (2006) sebuah instrumen lebih, bila datanya berbentuk ordinal atau
dan data yang dihasilkan disebut reliable ranking.
atau terpercaya apabila instrumen tersebut Derajat keeratan antara dua peubah
secara konsisten memunculkan hasil yang dapat ditunjukkan oleh rasio (perbandingan)
sama setiap kali dilakukan pengukuran. antara score +1 dan -1 yang sebenarnya
Adapun cara yang digunakan untuk (score actual) dengan maximum score yang
menguji reliabiltas kuesioner dalam dapat dicapai. +1 diberikan untuk pasangan
penelitian adalah menggunakan rumus yang tersusun secara natural dan -1
koefisien Alpha Cronbach, yaitu: diberikan untuk pasangan yang tidak
tersusun secara natural.
Koefisien korelasi rank Kendall ()
mempunyai kelebihan bila dibandingkan
dengan koefisien korelasi rank spearman
(3) (rs). Korelasi Kendall Tau bersifat lebih
umum karena dapat dihitung seperti sebaran
normal dan dapat dicari koefisien korelasi
parsilnya.
(4)

3. METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian akan menjelaskan
(5) tahapan-tahapan yang akan dilakukan dalam
penelitian ini. Berikut ini adalah langkah-
langkah dalam penelitian:

692 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:687-706


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

3.1 Survey Pendahuluan berbeda dalam pengambilan sebuah


keputusan.
Survey pendahuluan dilakukan untuk
mendapatkan informasi-informasi yang bisa
dijadikan sebagai landasan dan masukan 3.4 Perumusan Masalah
terhadap penelitian ini. Pada survey
Berdasarkan identifikasi masalah, maka
pendahuluan ini didapatkan data berupa
dirumuskan masalah adalah bagaimana
data primer yang menunjukkan grafik
hubungan bauran pemasaran dalam
pembelian antara smartphone Android dan
keputusan pembelian antara dua
Blackberry mempunyai perbedaan pada
smartphone Blackberry dan Samsung
pembelian dunia dengan tingkat pembelian
Android.
di Indonesia. Oleh karena itu, dalam tahap
ini dilakukan identifikasi dan pengumpulan
informasi mengenai atribut-atribut yang 3.5 Tujuan Penelitian
berhubungan keputusan pembelian
smartphone dikalangan mahasiswa di Kota Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian
Padang. ini adalah:
1. Menganalisis hubungan bauran
pemasaran dalam pengambilan
3.2 Studi Literatur keputusan pembelian.
2. Mengetahui dan menganalisis variabel
Studi literatur diperoleh dari berbagai
yang mendominasi yang dimiliki
literatur dan penelitian-penelitian sejenis
smartphone Blackberry dan Samsung
yang telah dilakukan sebelumnya. Teori dan
Android.
konsep yang dipelajari berhubungan dengan
bauran pemasaran yang meliputi product
(produk), price (harga), place (tempat), dan 3.6 Penentuan Hipotesis dan Metode
promotion (promosi) serta keputusan Penelitian
pembelian konsumen.
Berdasarkan teori yang telah dibahas
pada bab sebelumnya, variabel-variabel
3.3 Identifikasi Masalah yang terdapat pada bauran pemasaran
memiliki hubungan terhadap keputusan
Berdasarkan studi literatur, maka
pembelian. Variabel ini meliputi produk,
diketahui terdapat 4 faktor yang terdapat
harga, tempat, dan promosi. hubungan
pada bauran pemasaran yakni produk,
bauran pemasaran terhadap keputusan
harga, tempat dan promosi yang masing-
pembelian dapat dilihat pada Gambar 2.
masingnya mempunyai hubungan yang

Gambar 2. Model Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian

Analisis Hubungan Bauran....(A. Hasan et al.) 693


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Berdasarkan variabel-variabel yang terdapat dan kebutuhan konsumen.


pada bauran pemasaran tersebut maka pada Memiliki indikator sebagai berikut:
penelitian ini hipotesis yang diteliti terdiri a. Desain
atas 4 bagian: b. Kualitas
Hipotesis 1: c. Kemudahan dalam menggunakan
Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan d. Fitur
dari produk terhadap keputusan 2. Harga adalah sejumlah uang yang
pembelian dikeluarkan konsumen untuk
H1 : Ada pengaruh yang signifikan dari mendapatkan produk dan
produk terhadap keputusan pembelian pelayanannya.
Memiliki indikator sebagai berikut:
Hipotesis 2: a. Harga terjangkau
Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan b. Harga jual kembali
dari harga terhadap keputusan c. Harga sesuai kualitas produk
pembelian 3. Tempat yaitu termasuk berbagai
H1 : Ada pengaruh yang signifikan dari kegiatan yang dilakukan perusahaan
harga terhadap keputusan pembelian agar produk dapat diperoleh dan
tersedia bagi pelanggan sasaran.
Hipotesis 3: Indikatornya sebagai berikut:
Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan a. Ketersediaan poduk
dari tempat terhadap keputusan b. Kemudahan menemukan produk
pembelian c. Kemudahan menemukan tempat
H1 : Ada pengaruh yang signifikan dari reparasi produk
tempat terhadap keputusan pembelian 4. Promosi adalah suatu kegiatan
perusahaan yang dilakukan untuk
Hipotesis 4: memperkenalkan produknya kepada
Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan khalayak umum.
dari promosi terhadap keputusan Indikatornya sebagai berikut:
pembelian a. Iklan media cetak
H1 : Ada pengaruh yang signifikan dari b. Iklan media elektronik
promosi terhadap keputusan c. Pengaruh orang lain
pembelian
Variabel Dependen dalam penelitian ini
Setelah dilakukan perumusan masalah, adalah keputusan pembelian, dimana
maka langkah selanjutnya yaitu menentukan maksud keputusan pembelian ini adalah
metode penelitian. Pada penelitian ini, keputusan konsumen yang telah memiliki
instrumen pengumpulan data yang smartphone Blackberry atau Android.
digunakan adalah kuesioner. Kuesioner ini Indikatornya meliputi:
dibagi atas beberapa bagian, antara lain : 1. Kualitas Produk
Bagian 1 : Data umum responden 2. Harga Produk
Bagian 2 : Bauran Pemasaran terhadap 3. Mengajak orang lain ikut membeli
Keputusan Pembelian
Dalam penelitian ini daftar pertanyaan
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau diajukan kepada pengguna smartphone
sifat atau nilai dari orang, objek, atau Blackberry dan Android dengan
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu menggunakan skala likert. Skala ini
yang ditetapkan oleh peneliti untuk menggunakan 5 kategori (Sugiyono, 2004),
dipelajari dan ditarik kesimpulannya yaitu:
(Sugiyono, 2007). Variabel penelitian terdiri 1. Kategori sangat setuju diberi skor 5
atas 2 bagian yaitu variabel independen dan 2. Kategori setuju diberi skor 4
variabel dependen. 3. Kategori kurang setuju diberi skor 3
Variabel Independen pada bauran 4. Kategori tidak setuju diberi skor 2
pemasaran penelitian ini terdiri atas: 5. Kategori sangat tidak setuju diberi
1. Produk adalah suatu barang yang skor1
ditawarkan untuk memenuhi keinginan

694 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:687-706


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Tabel 1. Rekapitulasi Variabel dan Indikator pada Bauran Pemasaran

pemasaran terhadap penyebaran kuesioner


3.7 Pengumpulan Data
dilakukan dengan menggunakan software
Pengumpulan data dilakukan dengan SPSS. Pengujian ini meliputi:
menyebarkan kuesioner terhadap para a. Uji Validitas
pengguna smartphone yang menggunakan Uji validitas dilakukan untuk
smartphone Blackberry dan Samsung mengetahui apakah data yang terdapat
Android. pada kuesioner valid atau tidak.
Populasi merupakan suatu wilayah b. Uji Reliabilitas
generalisasi yang terdiri atas obyek atau Uji reliabilitas dilakukan untuk
subyek yang mempunyai kualitas dan mengetahui apakah data pada
karakteristik tertentu dan ditetapkan peneliti kuesioner reliabel atau tidak.
untuk dipelajari dan kemudian ditarik c. Uji Korelasi Kendall Tau
kesimpulannya (Sugiyono, 2004). Dalam hal Uji Korelasi Kendall Tau dilakukan untuk
ini populasi penelitian adalah para pengguna mengetahui hubungan dua atau lebih
smartphone Blackberry dan Samsung variabel dengan data ordinal.
Android.
Sampel merupakan bagian dari jumlah 3.9 Analisis
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi Analisis pada penelitian ini meliputi:
tersebut (Sugiyono.2004). Pada penelitian 1. Analisis hubungan produk, harga,
ini populasi yang diambil berukuran besar. tempat dan promosi terhadap
Menurut Roscoe (1992) apabila penelitian keputusan pembelian smartphone
melakukan analisis korelasi maka penentuan Blackberry dan Samsung Android.
sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel 2. Analisis variabel yang mendominasi
yang diteliti. Pada penelitian terdapat 4 yang dimiliki smartphone Blackberry
variabel independen dengan 13 butir dan Samsung Android.
pertanyaan dan 1 variabel dependen dengan
3 butir pertanyaan, maka jumlah sampel 3.10 Penutup
minimal adalah 160. Penutup menjelaskan kesimpulan hasil
evaluasi penelitian yang telah dilakukan
serta saran yang berguna untuk penelitian
3.8 Pengolahan Data selanjutnya.
Pengolahan data dalam penelitian ini
meliputi pengujian statistik bauran

Analisis Hubungan Bauran....(A. Hasan et al.) 695


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Gambar 3. Skema Metodologi Penelitian

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2. Gambar


4.1. Pengumpulan Data Pengolahan data dilakukan dengan
penyebaran kuesioner sebanyak 160
Data yang dikumpulkan dalam penelitian
pengguna smartphone Blackberry dan 160
ini merupakan data primer. Pengumpulan
kuesioner pengguna smartphone Samsung
data dilakukan dengan cara menyebarkan
Android. Selanjutnya kuesioner tersebut
160 kuesioner kepada mahasiswa pengguna
diolah dengan dengan menggunakan uji
smartphone Blackberry dan 160 kuesioner
validitas, uji reliabilitas dan uji korelasi
pengguna smartphone Samsung Android di
Kendall Tau dengan software SPSS 15.
Kota Padang.
Karakteristik responden pengguna
smartphone Blackberry dan Samsung
Android dapat dilihat pada Tabel 2.

696 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:687-706


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Tabel 2. Data Umum Responden Smartphone Blackberry dan Samsung Android

(a) (b)

(c) (d)

Gambar 4. Persentase Data Umum Responden: (a) Jenis Kelamin, (b) Usia, (c) Sumber
Penghasilan, (d) Pengeluaran per Bulan

Analisis Hubungan Bauran....(A. Hasan et al.) 697


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Setelah melakukan perekapan data umum


kuesioner dilakukan uji validitas untuk
masing-masing smartphone yang hasilnya
dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 3. Hasil Uji Validitas Smartphone Blacberry

698 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:687-706


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Tabel 4. Item Statistics Uji Validitas Responden Smartphone Blackberry

Tabel 5. Scale Statistics Uji Validitas Responden Smartphone Blackberry

Pada uji validitas dengan responden Total Correlation bernilai negatif dan lebih
smartphone Blackberry berjumlah 160, kecil dari r tabel (0,154) maka dinyatakan
dengan level signifikan 0,05 dan r tabel = pernyataan tersebut tidak valid. Dari uji
0,154 menggunakan software SPSS maka validitas pertanyaan ke-1 didapatkan nilai
suatu instrumen penelitian dinyatakan valid rhitung adalah 0.319. Hal ini berarti
apabila Corrected Item Total Correlation rhitung>rtabel (0.319 > 0.154), maka
bernilai positif dan lebih besar dari r tabel pertanyaan ke-1 valid.
(0,154). Sebaliknya, jika Corrected Item

Analisis Hubungan Bauran....(A. Hasan et al.) 699


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Tabel 6. Uji Validitas Smartphone Samsung Android

Tabel 7. Item Statistics Uji Validitas Responden Smartphone Samsung Android

700 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:687-706


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Tabel 8. Scale Statistics Uji Validitas Responden Smartphone Samsung Android

Pada uji validitas dengan responden untuk menguji keandalan instrumen yang
smartphone Samsung Android berjumlah menggunakan skala Likert (1 sampai 5).
160, dengan level signifikan 0,05 dan r tabel Nilai koefisien keandalan berkisar antara 0
= 0,154 menggunakan software SPSS maka sampai 1. Jika skala nilai Alfa Cronbach
suatu instrumen penelitian dinyatakan valid dikelompok ke dalam lima kelas dengan rang
apabila Corrected Item Total Correlation yang sama, maka ukuran kemantapan alpha
bernilai positif dan lebih besar dari r tabel dapat diinterprestasikan sebagai berikut :
(0,154). Sebaliknya, jika Corrected Item 1. Nilai Alfa Cronbach 0,0 - 0,20, berarti
Total Correlation bernilai negatif dan lebih kurang reliabel
kecil dari r tabel (0,154) maka dinyatakan 2. Nilai Alfa Cronbach 0,21 - 0,40, berarti
pernyataan tersebut tidak valid. Dari uji agak reliabel
validitas pertanyaan ke-1 didapatkan nilai 3. Nilai Alfa Cronbach 0,42 - 0,60, berarti
rhitung adalah 0,241. Hal ini berarti rhitung > cukup reliabel
rtabel (0,241 > 0,154), maka pertanyaan ke-1 4. Nilai Alfa Cronbach 0,61 - 0,80, berarti
valid. reliabel
5. Nilai Alfa Cronbach 0,81 - 1,00, berarti
Selanjutnya dilakukan pengolahan dengan sangat reliabel.
uji reliabilitas dengan metode Alfa Cronbach.
Metode Alfa Cronbach dapat digunakan

Tabel 9. Uji Reliabilitas Smartphone Blackberry

Berdasarkan pengolahan uji reliabilitas


terhadap smartphone Blackberry diperoleh r
Alpha adalah sebesar 0,583 yang berarti
cukup reliable untuk mengukur gejala yang
ingin diukur.

Analisis Hubungan Bauran....(A. Hasan et al.) 701


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Tabel 10. Uji Reliabilitas smartphone Samsung Android

Sementara pada smartphone Samsung Hipotesis 3:


Android diperoleh r Alpha adalah sebesar Ho : Tidak terdapat hubungan yang
0,591 yang berarti cukup reliable untuk signifikan antara tempat dengan
mengukur gejala yang ingin diukur. keputusan pembelian smartphone
Pada uji korelasi Kendall untuk Blackberry
smartphone Blackberry dilakukan penarikan H1 : Terdapat hubungan yang signifikan
hipotesis 4 variabel bebas bauran antara tempat dengan keputusan
pemasaran terhadap variabel terikat pembelian smartphone Blackberry
keputusan pembelian. Hipotesis tersebut
adalah sebagai berikut: Hipotesis 4 :
Ho: Tidak terdapat hubungan yang
Hipotesis 1: signifikan antara promosi dengan
Ho : Tidak terdapat hubungan yang keputusan pembelian smartphone
signifikan antara produk dengan Blackberry
keputusan pembelian smartphone H1 : Terdapat hubungan yang signifikan
Blackberry antara promosi dengan keputusan
H1 : Terdapat hubungan yang signifikan pembelian smartphone Blackberry
antara produk dengan keputusan
pembelian smartphone Blackberry Pada uji korelasi kendall digunakan level
signifikansi 0,05. Apabila Sig. (2-tailed) yang
Hipotesis 2: didapatkan lebih kecil dari level signifikansi
Ho : Tidak terdapat hubungan yang 0,05, maka Ho ditolak dan H 1 diterima.
signifikan antara harga dengan Sebaliknya apabila Sig. (2-tailed) lebih besar
keputusan pembelian smartphone dari level signifikansi 0,05 maka Ho
Blackberry diterima.
H1 : Terdapat hubungan yang signifikan
antara harga dengan keputusan Hasil uji korelasi Kendall tau pada
pembelian smartphone Blackberry smartphone Blackberry dengan
menggunakan software SPSS dapat dilihat
pada tabel dibawah ini.

702 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:687-706


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Tabel 11. Uji Kendall Tau Smartphone Blackberry

Berdasarkan pengolahan yang dilakukan keputusan pembelian, menunjukkan Sig.(2-


terhadap responden smartphone Blackberry, tailed) 0,214 > 0,05 maka Ho diterima dan
korelasi Kendall tau antara produk dengan disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan
keputusan pembelian menunjukkan Sig.(2- yang signifikan antara tempat dengan
tailed) sebesar 0,014. Hal ini menunjukkan keputusan pembelian smartphone
bahwa Sig.(2-tailed) < signifikan 0,05, maka Blackberry. Tidak terdapatnya korelasi
Ho ditolak dan disimpulkan bahwa terdapat antara tempat dengan keputusan pembelian
hubungan yang signifikan antara produk disebabkan oleh banyaknya responden yang
dengan keputusan pembelian konsumen tidak menjadikan variabel tempat sebagai
smartphone Blackberry. Dengan demikian salah satu keputusan pembelian.Pada
desain smartphone Blackberry , kemudahan korelasi Kendall tau antara promosi dengan
dalam menggunakan smartphone Blackberry keputusan pembelian menunjukkan Sig.(2-
serta fitur yang bervariasi menjadi faktor tailed) 0,009 < 0,005 sehingga Ho ditolak
yang sangat penting dalam keputusan dan terdapat hubungan yang signifikan
pembelian konsumen dalam memilih antara promosi dengan keputusan
smartphone ini. Pada korelasi Kendall tau pembelian smartphone Blackberry.
antara harga dengan keputusan pembelian
menunjukkan Sig.(2-tailed) 0,001 < 0,05, Hasil uji korelasi Kendall tau pada
maka Ho ditolak dan disimpulkan terdapat smartphone Samsung Android dengan
hubungan yang signifikan antara harga menggunakan software SPSS dapat dilihat
dengan keputusan pembelian konsumen pada tabel dibawah ini.
smartphone Blackberry. Sementara itu pada
korelasi Kendall tau antara tempat dengan

Analisis Hubungan Bauran....(A. Hasan et al.) 703


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

Tabel 12. Uji Korelasi Kendall Tau Smartphone Samsung Android

Berdasarkan pengolahan yang dilakukan terdapatnya korelasi antara tempat dengan


terhadap responden smartphone Samsung keputusan pembelian disebabkan oleh
Android, korelasi Kendall tau antara produk banyaknya responden yang tidak
dengan keputusan pembelian menunjukkan menjadikan variabel tempat sebagai salah
Sig.(2-tailed) sebesar 0,005 < signifikan satu keputusan pembelian diantaranya
0,05, maka Ho ditolak dan disimpulkan lokasi service centre, kemudahan
bahwa terdapat hubungan yang signifikan menemukan smartphone, dan tersedianya
antara produk dengan keputusan pembelian galeri smartphone. Konsumen tidak terlalu
konsumen smartphone Samsung Android. memprioritaskan tempat sebagai salah satu
Dengan demikian faktor desain yang alasan dalam keputusan pembelian
menarik, kualitas, kemudahan menggunakan smartphone Samsung Android dikarenakan
dan fitur yang bervariasi pada smartphone oleh telah banyaknya counter-counter yang
Samsung Android menjadi hal yang perlu menjual smartphone ini sehingga konsumen
dikembangkan agar target pemasaran dari tidak perlu kesulitan dalam membeli
smartphone Samsung Android tercapai. Pada smartphone Samsung Android.
korelasi Kendall tau antara harga dengan Pada korelasi Kendall tau antara promosi
keputusan pembelian menunjukkan Sig.(2- dengan keputusan pembelian menunjukkan
tailed) 0,033 < 0,05, maka Ho ditolak dan Sig.(2-tailed) 0,126 > 0,005 sehingga Ho
disimpulkan terdapat hubungan yang diterima dan tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara harga dengan keputusan signifikan antara promosi dengan keputusan
pembelian konsumen smartphone Samsung pembelian smartphone Samsung Android.
Android. Tidak terdapatnya hubungan antara promosi
Pada korelasi Kendall tau antara tempat dengan keputusan pembelian ini
dengan keputusan pembelian, menunjukkan dikarenakan terlalu banyaknya iklan dan
Sig.(2-tailed) 0,246 > 0,05 maka Ho promosi yang tersebar sehingga responden
diterima dan disimpulkan bahwa tidak mengabaikan iklan untuk memutuskan
terdapat hubungan yang signifikan antara membeli smartphone Samsung Android.
produk dengan keputusan pembelian Koefisien korelasi pada produk terhadap
smartphone Samsung Android. Tidak keputusan pembelian memberikan nilai

704 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:687-706


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

0,181. Nilai koefisien korelasi ini mendekati yang tepat untuk menaikkan tingkat
0 sehingga mengartikan bahwa lemahnya penjualan smartphone Blackberry agar
hubungan korelasi antara kedua variabel. target penjualan tercapai serta
Pada koefisien korelasi harga terhadap memberikan laba kepada perusahaan.
keputusan pembelian memberikan nilai Selain itu, pada variabel produk yakni
0,143 sehingga juga mengartikan bahwa desain, kemudahan menggunakan serta
hubungan antara kedua variabel ini lemah. fitur yang bervariasi menjadikan alasan
Hal ini disebabkan oleh data yang diolah konsumen membeli smartphone
merupakan data section yang mempunyai Blackberry, namun berdasarkan
mempunyai pengaruh berbeda dibandingkan wawancara langsung terhadap
dengan data history. Berbeda pada variabel responden smartphone Blackberry
tempat, nilai koefisien korelasi yang terdapat banyak keluhan mengenai
diberikan adalah 0,076 sehingga hipotesis kualitas produk Blackberry seperti daya
yang telah dirumuskan pada pengujian ini tahan baterai yang kecil, dan hang yang
menyimpulkan bahwa tidak terdapatnya sering dialami oleh responden-
hubungan korelasi antara kedua variabel. responden smartphone Blackberry. Oleh
Begitu juga dengan variabel promosi dengan sebab itu, sebaiknya daya tahan baterai
nilai koefisien korelasi yang didapat dari dan juga mengenai kualitas produk
ouput software SPSS diperoleh nilai 0,098 diperbaiki kembali agar responden
sehingga hipotesis yang telah dirumuskan nyaman menggunakan smartphone ini
pada pengujian ini menyimpulkan bahwa dan juga target penjualan smartphone
tidak terdapatnya hubungan korelasi antara Blackberry tercapai.
variabel promosi dengan keputusan 2. Rekomendasi Smartphone Samsung
pembelian. Android
Berdasarkan pengolahan yang dilakukan Berdasarkan hasil pengolahan yang
terdapat beberapa variabel bauran telah didapatkan, variabel produk (X1)
pemasaran yang tidak mempunyai menjadi variabel dominan yang
hubungan signifikan dalam keputusan mempunyai hubungan signifikan
pembelian smartphone Blackberry dan terhadap keputusan pembelian
Samsung Android, maka dapat dilakukan konsumen terhadap smartphone
beberapa rekomendasi terhadap perusahaan Samsung Andoid. Variabel ini perlu
produksi smartphone agar meningkatnya ditingkatkan agar pencapaian target
penjualan smartphone tersebut: pemasaran perusahaan tercapai.
1. Rekomendasi Smartphone Blackberry Perusahaan dapat mengembangkan
Berdasarkan hasil pengolahan yang kualitas smartphone Samsung Android
telah didapatkan, variabel harga (X2) melalui fitur produk yang lebih
menjadi variabel dominan yang bervariasi, desain yang lebih menarik,
mempunyai hubungan signifikan kualitas produk yang baik serta
terhadap keputusan pembelian kemudahan dalam menggunakan
konsumen.Terlihat bahwa kesesuaian smartphone Samsung Android. Kualitas
harga dengan manfaat produk yang produk pada smartphone Samsung
didapat menjadi faktor penting oleh Android sangatl penting dalam
konsumen dalam pembelian penjualan sebab dengan
smartphone Blackberry. memperhatikan kualitas dari sebuah
Langkah yang perlu dilakukan oleh produk maka konsumen akan
perusahaan agar tujuan pemasaran mempercayai produk tersebut dan tidak
smartphone Blackberry mencapai target akan merasa dikecewakan dengan
pemasaran adalah dengan memasang harga pembelian yang telah ditetapkan
harga kompetitif tetapi juga sesuai oleh perusahaan meskipun harga
dengan manfaat produk. Selanjutnya smartphone tersebut relatif tinggi.
variabel promosi menjadi variabel yang Harga yang sesuai dengan manfaat
kedua penting diperhatikan oleh yang didapatkan oleh smartphone
perusahaan, sebab dengan banyaknya Samsung Android tentunya menjadi
melakukan promosi melalui media cetak faktor utama dalam pengembangan
dan media elektronik semakin produksi dan dalam mempertahankan
menambah daya tarik konsumen dalam konsumen dalam mempercayai produk.
keputusan pembelian konsumen kepada
smartphone Blackberry. Oleh sebab itu
memvariasikan cara promosi dengan
pengiklanan melalui media cetak dan
media elektronik merupakan langkah

Analisis Hubungan Bauran....(A. Hasan et al.) 705


ISSN 2088-4842 OPTIMASI SISTEM INDUSTRI

5. KESIMPULAN DAN SARAN [6] B. Swastha dan H. Handoko,


Manajemen Pemasaran dan Analisa
5.1 Kesimpulan
Perilaku Konsumen, Yogyakarta:
1. Pada smartphone Blackberry, variabel Liberty, 1997.
produk (X1), harga (X2), dan promosi [7] F. Rangkuti, Riset Pemasaran, Jakarta:
(X4) terdapat hubungan yang signifikan Gramedia Pustaka Utama, 2003.
terhadap keputusan pembelian [8] J. P. Peter dan J. C. Olson, Consumen
smartphone Blackberry, namun pada Behaviour: Perilaku Konsumen dan
variabel tempat (X3) tidak terdapat Strategi Pemasaran, Terjemahan
hubungan yang signifikan terhadap Damos Sihombing, Jilid 1, Edisi 4,
keputusan pembelian. Sementara pada Jakarta: Erlangga, 2000.
smartphone Samsung Android, hanya [9] M. Singarimbun dan S. Effendi,
variabel produk (X1) dan harga (X2) Metode Penelitian Survey, Jakarta:
terdapat hubungan yang signifikan LP3ES, 1989.
terhadap keputusan pembelian [10] Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis.
smartphone Samsung Android, Bandung: Alfabeta, 2004.
sementara pada variabel tempat (X3) [11] A. T. Ferdinand, Metode Penelitian
dan promosi (X4) tidak terdapat Manajemen, Semarang: BP Undip.,
hubungan yang signifikan terhadap 2006.
keputusan pembelian. [12] H. Kartajaya, MarkPlus on Strategy.
2. Variabel independen yang mempunyai Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,
hubungan yang paling signifikan 2002.
terhadap keputusan pembelian [13] I. Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariat
smartphone Blackberry adalah variabel dengan Program SPSS Edisi Ketiga,
Harga (X2) yang memiliki nilai signifikan Semarang: Badan Penerbit Universitas
sebesar 0,001. Sementara pada Diponegoro, 2005.
smartphone Samsung Android, variabel [14] T. P. Budi, SPSS 13.0 Terapan, Riset
independen yang mempunyai hubungan Statistik Parametrik. Yogyakarta:
paling signifikan adalah variabel Produk Andi, 2005.
(X1) dengan nilai signifikan sebesar [15] F. Nugraha, Jumlah Pelanggan Seluler
0,005. di Indonesia Hampir Mendekati Jumlah
Penduduk Indonesia,
http://www.teknojurnal.com/2012/01/
5.2 Saran 18/jumlah-pelanggan-seluler-di-
Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya indonesia-hampir-mendekati-jumlah-
dilakukan perluasan sampel, tidak hanya penduduk-indonesia/ . Diakses tanggal
pada mahasiswa tetapi juga pada kalangan 9 September 2012, 2012
pelajar dan pegawai kantor atau pada [16] S. Saptoadi, Blackberry Masih
mahasiswa berusia 19 hingga 21 tahun agar Menguasai Pangsa Pasar Ponsel Di
hasil pengujian korelasi Kendall Tau ini Indonesia,
memiliki hubungan yang signifikan terhadap http://www.teknomedianews.com/bla
semua variabel. ackberry-masih-menguasai-pangsa-
pasar-ponsel-di-indonesia/ . Diakses
tanggal 9 September 2012, 2012
DAFTAR PUSTAKA
[1] P. Kotler and K. L. Keller, Marketing
Management 14th edition, New Jersey:
Prentice Hall, 2012.
[2] P. Kotler and G. Armstrong, Principles
of Marketing 14th edition, New Jersey:
Prentice Hall, 2012.
[3] F. Komalasari, Pengaruh Bauran
Pemasaran Terhadap Keputusan
Pembelian Produk Handphone Nokia E
series. Universitas Gunadarma.
[4] Schifman dan Kanuk, Perilaku
Konsumen. Jakarta: PT. Indeks, 2000.
[5] P. Anoraga, Manajemen Bisnis.
Cetakan Ketiga, Jakarta: Rineka Cipta,
2004.

706 Jurnal Optimasi Sistem Industri, Vol. 13 No. 2, Oktober 2014:687-706

View publication stats