Anda di halaman 1dari 3

Perkembangan teknologi saat ini menuntut setiap orang untuk mengetahui informasi

yang lebih banyak dan lebih cepat dalam mengakses informasi tersebut. Namun, jarak dan
keadaan menjadi penghambat di masing-masing daerah yang berbeda di berbagai wilayah.
Sehingga, sering kali membuat masyarakat harus ketinggalan informasi karena tidak
memungkinkan untuk mendapatkan informasi.
Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi
publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan
rakyat. Maka dari itu, informasi sebaiknya dibagikan secara merata dan dapat diakses oleh
semua masyarakat. Dalam mengakses suatu informasi dibutuhkan adanya keterbukaan
informasi dari pihak pemerintah desa maupun masyarakat, pemerintah desa sendiri perlu
adanya upaya untuk menyiapkan secara matang, pusat informasi, bagaimana pengolahannya
serta media apa yang akan digunakan dalam menyampaikan informasi tersebut. Selain itu,
masyarakat juga berhak mendapatkan pelayanan yang cepat, biaya murah, dan semaksimal
mungkin dalam hal mengurus surat menyurat yang dibutuhkan dan perlu didapat dari desa.
Web saat ini menjadi salah satu layanan internet yang banyak digunakan untuk mencari
maupun menyampaikan informasi. Pengembangan saat ini web dimanfaatkan untuk media
image branding produk atau orang, portofolio, media e-learning, e-commerce, hingga
penggunaan website Kelurahan.
Website Kelurahan menjadi rumah bagi Kelurahan di dunia internet, beragam konten
bisa ditampilkan di website Kelurahan tersebut mulai dari tulisan, foto, dokumen public, hingga
video. Dokumen laporan Kelurahan juga dapat diunggah di website Kelurahan, mulai dari
laporan keuangan, pembangunan Kelurahan, RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Kelurahan), hingga RKP Kelurahan (Rencana Kerja Pemerintah Kelurahan).
Konten yang dipublikasikan di website Kelurahan menjadi catatan sejarah Kelurahan sekaligus
etalase yang dapat dilihat oleh siapapun dari belahan dunia manapun. Tak sedikit Kelurahan
yang sudah membuktikan dampak dari menuliskan potensi dan kegiatan di Kelurahan, baik
berupa tanggapan, apresiasi maupun transaksi. Bahkan, website Kelurahan menjadi media
warga di perantauan untuk dapat mengetahui perkembangan terkini dari Kelurahannya.
Setiap Kelurahan dapat menyebarluaskan informasi yang ada di Kelurahan ke ranah
publik. Suatu Kelurahan bisa dikatakan telah menerapkan konsep Kelurahan bersuara bila dia
mampu mengelola informasi yang ada di Kelurahannya (mengumpulkan, mendokumentasikan,
mengemas, dan menyebarluaskan) sehingga informasi itu diketahui oleh publik. Selain itu,
Kelurahan juga memerlukan suatu terobosan baru untuk menunjang kinerja perangkat
Kelurahan dalam melayani masyarakat Kelurahan yang nantinya akan menjadi salah satu
program kami dengan mengenalkan Sistem Administrasi Informasi Desa (SAID).
Kelurahan tamansari pada awalnya sudah memiliki web kelurahan yang berdomain
mandiri yakni .com namun pihak Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) meninstruksikan untuk
website yang dikelola pemerintah harus berdomain.go.idsehingga PEMKAB bekerja sama
dengan pihak Universitas Jember membuat satu server untuk website seluruh Kelurahan di
kabupaten Bondowoso, sehingga web kelurahan tamansari yang berdomain .com harus di
nonaktifkan dan membuat website baru yang berdomain .go,id yang dibuatkan oleh mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata dan didikelola oleh masyarakat kelurahan tamansari hingga saat ini.
Kelurahan juga seharusnya memiliki potensi yang bisa dimunculkan dan kemudian
dikembangkan sehingga mampu bersaing dalam dalam hal memperkenalkan Kelurahan
sekaligus mempromosikan Kelurahan melalui salah satunya yaitu web Kelurahan.
Dari program yang akan kita jalankan ini nantinya akan menggerakkan semua
masyarakat khususnya Kepala Kelurahan, Perangkat Kelurahan, PKK untuk lebih memahami
tentang pentingnya sebuah informasi. Selan itu, kami juga Akhirnya dari kegiatan ini
diharapkan terciptanya masyarakat yang mampu diajak untuk menanggapi, mempergunakan,
dan menindaklanjuti informasi yang nantinya dapat memberikan empati atau mendukung
Kelurahan dalam menyelesaikan masalahnya.
Beberapa hal yang bisa digali untuk mengisi web Kelurahan:
1. Data potensi Kelurahan (pangan dan non pangan)
Pangan : Di Tamansari banyak potensi ikan lele
Non pangan : Di Tamansari ditemukan adanya potensi kerajinan tangan berbahan dasar
kain vlanel
2. Terdapat data mengenai:
Data penduduk Kelurahan : (data kemiskinan, berdasarkan umur dan jenis kelamin, dll)
Data penduduk yang belum mempunyai KIS (Kartu Indonesia Sehat), KIP (Kartu
Indonesia Pintar), dll.
Data infrastruktur Kelurahan
Informasi mengenai potensi Kelurahan yang bisa dipublikasikan di web Kelurahan
Adapun keluaran atau output dari kegiatan KKN Universitas Membangun Kelurahan
(UMD), antara lain:
1. Terbentuknya Tim pemutakhiran data
2. Penyediaan Infrastruktur Pendukung Pelayanan dan Informasi Desa (PPI Desa),
diantaranya:
Website Kelurahan (Profil Kelurahan, Berita Kelurahan, Produk/Potensi Kelurahan,
dan Informasi Serta Pelayanan Kelurahan
Web Data Kelurahan Pendukung Pelayanan atau SAID (Sistem Administrasi dan
Informasi Kelurahan)
Memunculkan potensi Kelurahan dan mengupayakan potensi Kelurahan tersebut
ditindaklanjut secara mandiri oleh warga Kelurahan