Anda di halaman 1dari 7

Bakteri

Definisi: kelompok mikroorganisme uniseluler berukuran mikroskopis dengan konfigurasi sel


prokariotik mempunyai informasi genetic berpa DNA tetapi tidak terlokalisasi dalam tempat
khusus.

Ukuran bakteri bervariasi, 0,12 mikorn ratusan micron.

Struktur dan fungsi

- Nucleoid.
Molekul sirkuler tunggal dengan BM 3x10^9. Sebagai pengatur sifat dan sebagai
materi genetic bakteri.
- Plasmid.
Materi genetic sirkuler di luar kromosom.
- Sitoplasma.
Terdapat granula berfungsi sebagai cadangan makanan. Kadang terdapat pigmen
fotosintetik.
- Ribosom.
Fungsi sintesis protein.
- Membrane sel.
Tersusun adas fosfolipid dan protein. Tebal 5-10 mm. fungsi: transport bahan larut
dan permeabilitas selektif. Transport electron dan fosforrilasi oksidatif ekskresi
ensim hidrolitik dan protein pathogen.
- Dinding sel.
Lapisan selubung antara membrane dan kapsul. Terdiri atas peptidoglikan.
- Flagel.
Tonjolan mirip benang untuk alat pergerakkan.
o Monotrik: flagel di salah satu sisi tubuh, jumlahnya satu.
o Lofotrik: flagel di salah satu sisi tubuh tapi banyak.
o Amfitrik: flagel di kedua sisi/kutub tubuh, berjumlah banyak.
o Peritrik: flagel di seluruh sisi tubuh, ada banyak.
o
- Pili.
Tonjolan permukaan yang pendek dan keras. Ada 2 macam:
o Pili biasa, untuk penempelan bakteri terhadap sel inang.
o Pili seks, untuk reproduksi.
- Kapsul.
Lapisan luar, melindungi bakteri dari sel fagosit sel hospes.

Reproduksi

- Aseksual.
o Biner: bakteri membelah secara langsung dengan anakan kelipatan dua.
o Tunas: tunas tumbuh dari bakteri, bercabang, kemudian lepas menjadi
bentuk baru.
o Filament: sel mengeluarkan serabut panjang, kromosom masuk ke dalam
filament, filament terputus dan membentuk bakteri baru.
- Seksual.
o Transduksi: DNA dai plasmid masuk ke dalam bakteriofage, kemudian
plasmid ditransfer ke bakteri lain yang ditempeli fage tersebut.
o Transformasi: fragmen DNA bebas melewati dinding sel lalu bersatu dalam
genom sel tersebut hingga mengubah genotipnya.
o Konjugasi: pemindahan materi genetic melalui pili seks.

Fase pertumbuhan.

- Log phase
o Bakteri berkembang biak lambat
o Aktivitas metabolic tinggi
o Berlangsung +- 2 jam.
- Fase pembelahan.
o Jumlah bakteri meningkat pesat.
o Berlangsung 18-20 jam (selama makanan cukup)
- Fase stasioner
o Bakteri mulai ada yang mati karena zat makanan kurang (280 jam)
o Jumlah mati setara jumlah pertumbuhan sehingga disebut stasioner.
- Fase kemunduran
o Bakteri banyak yang mati karena tidak da lagi nutrient/ lingkungan tidak
mendukung.

Factor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri: suhu, tekanan osmotic, pH, bahan kimia
dan nutrient.

Taksonomi

Berdasarkan Bergeys Manual of Determinative Bacteriology:

Bakteri dan bakteri hijau dimasukkan dalam golongan primitif karena memilii dinding
sel, beberapa jenis bakteri dan semua bakteri hijau memiliki klorofil.

Diamsukkan ke dalam golongna sendiri yang disebut porkariota karena memiliki inti
terdiri dari DNA terbuka dan tidak terbungkus dalam membrane inti.

Tingkatan taksonomi:

- Kingdom
- Filum
- Kelas
- Ordo, berakhiran ales
- Famili, berakhiran aceae
- Tribus, berakhiran alae
- Genus
- Spesies

Nama genus dimulai dengan huruf besar, spesies dengan huruf kecil, semua digaris bawah
kalau ditulis seperti Treponema pallidum.

Klasifikasi.

Berdasarkan taksonomi

1. Archaebacteria
- Hidup di lingkungan yang ekstrem
- Tidak memiliki dinding sel peptidoglikan.
- Membrane selnya mengandung lipid, berikatan dengan eter.
- Ada 3 kelompok: metanogen menghasilkan gas metana,, halofil hidup di kadar
garam tinggi, dan termofil.--> tahan terhadap suhu dan kadar asam yang tinggi.
2. Eubacteria
- Dinding sel dari peptidoglikan
- Membrane sel mengandung lipid yang berikatan dengan ester

Berdasarkan bentuk

- Kokus
o Berantai. Contoh Streptococcus.
o Berpasangan. Contoh: Nesseria sp.
o Pneumococcus: diplococcus berbentuk lancet.
o Tetrad: 4 kokus.
o Bergerombol seperti buah anggur. Contoh: Staphylococcus sp.
o Bergerombol 8 buah / sarcina. Contoh: Thiosarcina sp.
- Batang/basil.
o Tunggal. Contoh: Mycobacterium tuberculosa.
o Menyerupai basil / kokobasil. Contoh: E.coli.
o Diplobasil. Contoh: Salmonella typhosa.
o Berantai. Contoh: Baccilus anthraxis.
- Spiral
o Spirillum. Spiral kasar, kaku. Contoh: Spirillum.
o Spirochaeta. Spiral halus, memutar di sekeliling sumbu contoh: Triponema
pallidum.

Berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen:

- Fakultatif anaerob: bisa hidup di daerah beroksigen juga di tidak ada oksigen
- Anaerob obligat: harus hidup di daerah tidak ada oksigen.
- Aerob obligat: harus di daerah beroksigen.

Berdasarkan struktur dinding sel:

- Bakteri Gram positif. Peptidoglikan tebal. Lipoprotein dan LPS tipis.


- Bakteri Gram negative. Peptidoglikan tipis. Lipoprotein dan LPS tebal.

Berdasarkan cara mendapatkan makanan

- Autotrof
- Heterotroph

Teknik isolasi dan identifikasi.

Macam-macam pewarnaan:
- Pewarnaan sederhana. Hanya memakai satu macam pewarna, missal metilen blue,
air fukhsin, gentian violet.
- Pewarnaan negative. Bakteri tidak dapat menyerap warna sehingga yang diwarnai
latar belakangnya. Contoh bakteri: Treponema, Borrelia.
- Pewaranaan diferensial: menggunakan 2 atau lebih zat warna.
o Pewarnaan Gram
Djiwarnai dengan gentian violet
Fiksasi dengan lugol-iodn
Cuci dengan alkohol 96%
Warnai dengan zat sekunder, safranin/fuksin
Bakteri Gram + akan mengikat zat primer di peptidoglikannya
sehingga warna tetap ungu.
Bakteri Gram peptidoglikan tipis sehingga kurang dapat mengikat
zat warna. Zat warna pertama hanyut oleh alkohol. Zat warna kedua
diikat, sehingga berrwarna merah.
o Pewarnaan tahan asam

Metode Ziehl Neelsen, Kinyoun-Gabett, Tan Thiam Hok

Untuk bakteri Mycobacterium tuberculosa.

- Pewarnaan khusus.
o Pewarnaan spora dengan metode Klein
o Pewarnaan flagel dengan metode Novel, Zettnow
o Pewarnaan kapsul dengan metode Muir, Hiss, Gins Burry

Identifikasi.

Yang diidentifikasi adalah bentuk, susunan, warna, sifat, dan metode yang digunakan
(BESWASIM)

Dapat menggunakan uji kultur.

Resistensi

Adalah berbagai mekanisme pertahanan yang menyebabkan suatu populasi bakteri menjadi
kebal terhadap antibiotik.

Mekanisme:

- Mikroorganisme memproduksi enzim yang merusak daya kerja obat.


- Mikroorganisme mengubah permeabilitas terhadap obat.
- Mikroorganisme menyebabkan perubahan target structural obat.
- Mikroorganisme mengubah jalur metabolic.
- Mikroorganisme menyebabkan perubahan enzimatik
Sebab terjadinya resistensi:

- Nongenetik
o Antibiotic bekerja optimal pada masa aktif pembelahan
o Mikroorganisme dapat kehilangan struktur target spesifik
o Mikroorganisme dapat menginfeksi tubuh di tempat yang mana obat tidak
aktif.
- Genetic
o Resistensi kromosom: akibat mutasi spontan gen yang mengontrol
kerentanan terhadap obat tertentu.
o Resistensi ekstrakromosomal: beberapa plasmid membawa gen untuk
resistensi terhadap obat-obatan.

Resistensi silang: mikroorganisme yang resistensi terhadap suatu obat dapat pula resisten
terhadap obat lain yang memiiki efek yang sama.

Pengendalian bakteri

Dapat dilakukan dengnan cara mematikan mikroorganisme, mengahambat pertumbuhan,


dan menghambat metabolism.

- Secara fisik:
o Dengan pemanasan.
Pemanasan basah: menggunakan otoklaf, merebus, dan pasteurisasi.
Pemanasan kering: dengan pembakaran dan sterilisasi dengan udara
panas.
o Sinar radiasi (sinar UV, sinar matahari)
o Tegangan permukaan
o Penyaringan.
- Secara kimia
o Antibiotic. Suatu substansi kimia yang dibentuk oleh berbagai spesies mikro
yang dalam konsentrasi rendah dapat menghambat pertumbuhan mikroba.
Contoh, antibiotic dari Penicilium notatum (Penisilin), Bacillus, Streptomyces
(streptomisin)
o Antiseptik: untuk membersihkan jaringan hidup dari bakteri sampai batas
aman
o Desinfektan: untuk membersihkan bahan / benda mati. Bahan desinfektan
contohnya: halogen, yodium, klorin, alkohol, dan fenol.