Anda di halaman 1dari 89

TUGAS JIWA 2

ISOLASI SOSIAL
Dosen Pembimbing : Lilik Marifatul A. M.Kes

Disusun Oleh Kelompok 2:


1. Sri Wahyuni L.S. (05201211024)
2. Novi Rosyida (05201211014)
3. Novianis A.S. (05201211027)
4. Andri Rizky A. (05201211039)
5. Nurlailiyati (05201211011)
6. Eka Maulida (05201211050)
7. Catur Agus (05201211036)
8. M. Khilmi (05201211002)

PRODI S1 KEPERAWATAN
STIKES BINA SEHA PPNI MOJOKERTO
2014

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayahNya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Jiwa 2
ISOLASI SOSIAL dengan tepat waktu. Salawat berserta salam kami sanjungkan
kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam
kebodohan ke alam berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan sekarang.

Terima kasih kepada dosen pembimbing jiwa 2 Bu Lilik Marifatul A.


M.kes serta semua pihak yang telah memberikan bantuan, baik secara langsung
maupun tidak langsung .

Kami juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan baik dari
segi isi, maupun dari segi penulisan, untuk itu kami mengharapkan kritikan dan
saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan tugas ini.

Mojokerto, 07 Oktober 2014

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .......................................................................................... ii


Daftar Isi.................................................................................................... iii
Pengertian Isolasi Sosial ........................................................................... 1
Proses Terjadinya Isolasi Sosial ................................................................ 2
Pohon Maslah Isolasi Sosial ..................................................................... 8
Tanda dan Gejala Isolasi Sosial ................................................................ 8
Masalah Keperawatan ............................................................................... 10
Tindakan Keperawatan.............................................................................. 10
Terapi Modalitas ....................................................................................... 20
Pengkajian ................................................................................................. 22
Contoh Kasus ............................................................................................ 25
SPTK ......................................................................................................... 26
TAK .......................................................................................................... 50
Daftar Pustaka ........................................................................................... 90

iii
LAPORAN PENDAHULUAN
ISOLASI SOSIAL

A. Pengertian Isolasi Sosial

Isolasi sosial terdiri dari kata isolasi yang artinya pemisahan suatu hal dari
hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dr manusia lain; pengasingan;
pemencilan; pengucilan. Sedangkan sosial adalah berkenaan dengan masyarakat
(interaksi).
Menurut para ahli Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seorang
individu mengalami penurunan atau bahkan tidak mampu melakukan interaksi
dengan orang lain disekitarnya. Sedangkan menurut Depkes RI tahun 2000, isolasi
sosial merupakan suatu gangguan hubungan interpersonal yang terjadi akibat
adanya kepribadian yang tidak fleksibel sehingga menimbulkan perilaku
maladaptif dan menganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosial. Atau lebih
mudahnya Keliat tahun 1998 mendefinisikan isolasi sosial sebagai upaya untuk
menghindari interaksi dengan orang lain atau menghindari hubungan dengan
orang lain bahkan juga menghindari untuk berkomunikasi dengan orang lain. (
Yosep, Iyus, 2011 ).
Namun menurut Townsend tahun 1998 isolasi sosial juga dapat
didefinisikan sebagai suatu keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena
orang lain dianggap menyatakan sikap negatif dan mengancam bagi dirinya. Hal
tersebut dapat dikarenakan klien merasa dirinya ditolak atau tidak diterima,
kesepian, dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain.
Bahkan klien juga merasa kehilangan hubungan akrab dan tidak mempunyai
kesempatan untuk berbagi rasa, pikiran, dan kegagalan, yang kemudian
mengakibatkan klien mengalami kesulitan dalam berhubungan secara spontan
dengan orang lain, sehingga mengisolasi diri, tidak ada perhatian, dan tidak
sanggup berbagi pengalaman. (Mary, Towsend C,1998 ).

1
Jadi menurut kelompok kami isolasi sosial adalah usaha pemisahan diri
dari masyarakat (interaksi).

B. Proses Terjadinya

1. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi


Berikut ini merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
terjadinya isolasi sosial, yakni meliputi sebagai berikut :
a. Faktor Predisposisi
Faktor - faktor yang mendukung terjadinya masalah isolasi sosial,
yakni meliputi :
1) Faktor Tumbuh Kembang
Pada setiap tahapan tumbuh kembang individu terdapat
tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar tidak terjadi gangguan
pada hubungan sosial. Dan jika tugas-tugas dalam perkembangan ini
tidak terpenuhi maka akan menghambat fase perkembangan sosial
yang nantinya akan dapat menimbulkan masalah. Dimana tugas
perkembangan tersebut berhubungan dengan pertumbuhan
interpersonal.
2) Faktor Komunikasi Dalam Keluarga
Gangguan komunikasi dalam keluarga merupakan faktor
pendukung terjadinya gangguan dalam interaksi sosial. Dalam teori ini
masalah dalam berkomunikasi dapat menimbulkan ketidakjelasan
(doublebind) yaitu keadaan dimana seseorang anggota keluarga
menerima pesan yang saling bertentangan dalam waktu bersamaan
atau ekspresi emosi ysng tinggi dalam keluarga yang menghambat
untuk berhunbungan dengan lingkungan diluar keluarga.
3) Faktor Sosial Budaya
Isolasi sosial atau mengasingkan diri dari lingkungan sosial
merupakan suatu faktor pendukung terjadinya gangguan dalam
hubungan sosial. Hal ini disebabkan oleh norma - norma yang salah

2
dianut oleh keluarga, dimana disetiap anggota keluarga yang tidak
produktif sepertia usia lanjut, berpenyakit kronis dan penyandang
diasingkan dari lingkungan sosialmya.
4) Faktor Biologis
Faktor biologis merupakan salah satu faktor pendukung
terjadinya gangguan dalam hubungasn sosial, organ tubuh yang
mempengaruhi terjadinya gangguan hubungan sosial adalah otak
keterlibatan neurotransmitter dalam perkembangan gangguan ini,
namun tetap diperlukan penelitian lebih lanjut.
b. Faktor Presipitasi
Terjadinya gangguan hubungan sosial juga dapat ditimbulkan oleh
faktor internal dan eksternal seseorang. Faktor stresor presipitasi dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
1) Faktor Eksternal (sosiokultural)
Merupakan faktor atau stressor yang berasal dari luar individu.
Contohnya adalah stresor sosial budaya, yaitu stress yang ditimbulkan
oleh faktor sosial budaya seperti keluarg atau berpisah dengan orang
yang berarti, misalnya karena dirawat di rumah sakit.
2) Faktor Internal (Psikologis)
Merupakan faktor atau stressor yang berasal dari dalam
individu itu sendiri. Contohnya adalah stressor psikologis yaitu stress
terjadi akibat ansietas yang berkepanjangan dan terjadi bersamaan
dengan keterbatasan kemampuan individu untuk mengatasinya.
Ansietas ini dapat terjadi akibat tuntutan untuk berpisah dengan orang
terdekat atau tidak terpenuhinya kebutuhan individu.( Mary, Towsend
C,1998 ).

3
2. Rentang Respons

Respons Adaptif Respons Maladaptif

Menyendiri Merasa sendiri Menarik diri


Dependensi Ketergantungan
Otonomi
curiga Manipulasi
Bekerja sama curiga
Interdependen

Terdapat dua respon yang dapat terjadi pada isolasi sosial, yakni
meliputi sebagai berikut :

a. Respons Adaptif
Merupakan suatu respons yang masih dapat diterima oleh norma -
norma sosial dan kebudayaan secara umum yang berlaku dengan kata lain
individu tersebut masih dalam batas normal ketika menyelesaikan
masalah. Berikut ini adalah sikap yang termasuk dalam respons adaptif,
yakni meliputi :
1) Menyendiri (solitude)
Merupakan respons yang dibutuh seseorang untuk
merenungkan apa yang telah terjadi di lingkungan sosialnya
(instropeksi).
2) Otonomi
Merupakan kemampuan individu untuk menentukan dan
menyampaikan ide, pikiran, dan perasaan dalam hubungan sosial.
3) Bekerja sama
Merupakan kemampuan individu yang saling membutuhkan
satu sama lain.

4
4) Interdependen
Merupakan saling ketergantungan antara individu dengan
orang lain dalam membina hubungan interpersonal.

b. Respon Maladaptif
Merupakan suatu respons yang menyimpang dari norma sosial dan
kehidupan disuatu tempat, dan berikut adalah perilaku yang termasuk
dalam respons maladaptif, yakni meliputi :
1) Menarik diri
Merupakan keadaan dimana seseorang yang mengalami
kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain.
2) Ketergantungan
Merupakan keadaan dimana seseorang gagal mengembangkan
rasa percaya dirinya sehingga tergantung dengan orang lain.
3) Manipulasi
Merupakan keadaan dimana seseorang yang mengganggu
orang lain sebagai objek individu sehingga tidak dapat membina
hubungan sosial secara mendalam.
4) Curiga
Merupakan keadaan dimana seseorang gagal mengembangkan
rasa percaya diri terhadap orang lain.
( Mary, Towsend C, 1998 ).

5
3. Patofisiologi
Ketidak percayaan Penolakan dari orang
kepada orang lain. lain.

Ketidak percayaan diri.

Kecemasan dan ketakutan.

Putus asa terhadap hubungan


dengan orang lain.

Merasa tidak berarti atau tidak


berharga.

Sulit dalam mengembangkan


berhubungan dengan orang lain.

Menarik diri dari lingkungan (regresi).

Tidak mampu berinteraksi dengan


orang lain.

ISOLASI SOSIAL.

6
C. Pohon Masalah

D. Tanda dan Gejala Isolasi Sosial


Tanda dan gejala pada pasien dengan masalah isolasi sosial dapat dibagi
menjadi dua bagian, yakni sebagai berikut :
1. Gejala Subyektif
a. Klien menceritakan perasaan kesepian atau ditolak oleh orang lain.
b. Klien merasa tidak aman berada dengan orang lain.
c. Respons verbal kurang dan sangat singkat,
d. Klien mengatakan hubungan tidak berarti dengan orang lain.

7
e. Klien merasa bosan dan lambat menghabiskan waktu.
f. Klien tidak mampu berkonsentrasi dan membuat keputusan.
g. Klien merasa tidak berguna.
h. Klien tidak yakin dapat melangsungkan hidup.
i. Klien merasa ditolak.
2. Gejala Obyektif
a. Klien lebih banyak diam dan tidak mau bicara.
b. Tidak mengikuti kegiatan.
c. Banyak berdiam diri di kamar.
d. Klien menyendiri dan tidak mau berinteraksi dengan orang yang terdekat.
e. Klien tampak sedih, ekspresi datar, dan dangkal.
f. Kontak mata kurang.
g. Kurang spontan.
h. Apatis ( acuh terhadap lingkungan ).
i. Ekspresi wajah kurang berseri.
j. Tidak merawat diri dan tidak memperhatikan kebersihan diri.
k. Mengisolasi diri.
l. Tidak atau kurang sadar terhadap lingkungan sekitarnya.
m. Asupan makanan dan minuman terganggu.
n. Retensi urine dan feses.
o. Aktivitas menurun.
p. Kurang energi atau tenaga.
q. Rendah diri.
r. Postur tubuh berubah.
( Yosep, Iyus, 2011 ).
Perilaku seperti diatas tersebut biasanya terjadi karena disebabkan oleh
seseorang yang menilai dirinya rendah, sehingga timbul perasaan malu untuk
berinteraksi dengan orang lain. Bila terjadi perubahan persepsi sensori dapat
menimbulkan halusinasi dan resiko tinggi mencederai diri serta orang lain, bahkan
lingkungan. Perilaku yang tertutup dengan orang lain juga bisa menyebabkan
intoleransi aktivitas yang akhirnya dapat berpengaruh terhadap ketidakmampuan

8
untuk melakukan perawatan secara mandiri. Seseorang yang mempunyai harga
diri rendah awanlnya disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menyelesaikan
masalah dalam hidupnya, sehingga orang tersebut berperilaku tidak normal atau
koping individu tidak efektif. Peranan keluarga cukup besar dalam mendorong
klien agar mampu menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, bila sistem
pendukungnya tidak baik atau koping keluarga tidak efektif, maka akan
mendukung seseorang memiliki harga diri rendah dan akhirnya mengisolasi
dirinya ( Fitria, Nita, 2009 ).

E. Masalah Keperawatan
Masalah keperawatan yang dapat muncul pada klien dengan isolasi sosial
yakni meliputi sebagai berikut :
1. Isolasi sosial.
2. Harga diri rendah kronis.
3. Perubahan presepsi sensori seperti halusinasi.
4. Koping individu tidak efektif.
5. Koping keluarga tidak efektif.
6. Intoleransi aktivitas.
7. Resiki tinggi mencederai diri, orang lain, dan lingkungan.
( Fitria, Nita, 2009 ).

9
F. Tindakan Keperawatan

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN KLIEN DENGAN


KERUSAKAN INTERAKSI SOSIAL : MENARIK DIRI
T Diagnos perencanaan Intervensi
gl a Tujuan Kriteria hasil
keperaw
atan
Resiko TUM: Klien Setelah 2x pertemuan klien
perubaha dapat dapat menerima kehadiran
n sensori berinteraksi perawat.
persepsi dengan
: orang lain
halusinas sehingga
i tidak terjadi
pendeng halusinasi
aran b/d
menarik
diri
TUK 1: 1. Klien dapat 1.1.Bina hubungan
klien dapat mengungkapkan saling poercaya
membina perasaan dan dengan
hubungan keberadaannya menggunakan
saling secara verbal. prinsip komunikasi
percaya - Klien mau terapeutik.
menjawab salam a. Sapa klien
- Klien mau dengan ramah,
berjabat tangan baik verbal
- Mau menjawab maupun
pertanyaan nonverbal

10
- Ada kontak mata b. Perkenalkan diri
- Klien mau dengan sopan
duduk c. Tanyakan nama
berdampingan lengkap dengan
dengan perawat. nama panggilan
yang disukai
klien
d. Jelaskan tujuan
pertemuan
e. Jujur dan tepati
janji
f. Tunjukan sikap
emopati dan
menerima klien
dengan apa
adnya
g. Beri
perhatianpada
klien dan
perhatikan
kebutuhan klien

TUK 2: Klien dapat menyebutkan 1.1 . kaji pengetahuan klien


klien dapat penyebab menarik diri yang tentang perilaku menarik
menyebutka berasal dari : a. Diri sendiri diri dan tanda tandanya
n penyebab b.orang lain 1.2. berikan kesempatan
dari c. orang lain pad klien untuk
menarik mengungkapkan perasaan
diri. penyebab menarik diri atau
tidak mau bergaul.

11
1.3. diskusikan bersama
klien tentang perilaku
menari diri, tanda dan
gejala.
1.4. Berikan pujian terhadap
kemampuan klien
mengungkapkan
perasaannya.

TUK3: Klien dapat menyebutkan 1. Kaji pengetahuan


klien dapat keuntungan berhubungan klien tentang
menyebutka dengan orang lain misal keuntungan dan
n banyak teman , tidak manfaat bergaul
keuntungan sendiri, bisa diskusi dengan orang lain
b/d orang 2. Beri kesempatan
lain dan pada klien untuk
kerugian mengungkapkan
tidak perasaanya tentang
berhubunga keuntungan
n dengan berhubungan dengan
orang lain. orang lain
3. Diskusikan bersma
klien tentang
manfaat
berhubungan dengan
orang lain
4. Kaji pengetahuan
klien tantang
kerugian

TUK4: Klien dapat menyebutkan 4.1 kaji kemampuan klien


klien dapat kerugian tidak berhubungan membina hubungan

12
melaksanak dengan orang lain misalnya dengan oranng lain
an : sendiri tidak mempunyai 4.2 dorong dan bantu klien
hubungan teman, dan sepi. untuk berhubungan
sosial dengan orang lain
secara melalui :
bertahap. klien-perawat
klien-perawat-
perawat lain
klien-perawat-
perawat lain-
klien lain
klien-kelompok
kecil
klien-
keluarga/kelomp
ok/masyarakat
4.3 beri reinforcement
terhadap keberhasilan
yang telah di capai di
rumah nanti
4.4 bantu klien
mengevaluasi manfaat
berhubungan dengan
orang lain
4.5 diskusikan jadwal
harian yang dapat di
lakukan bersama klien
dalam mengisi waktu
4.6 motivasi klien untuk
mengikuti kegiatan
terapi aktivitas

13
kelompok sosialisasi
4.7 beri reinforcement atas
kegiatan klien dalam
kegiatan ruangan

TUK 5: Klien dapat 5.1 dorong klien untuk


klien dapat mendemonstrasikan mengungkapkan perasaanya
mengungka hubungan sosial secara bila berhubungan dengan
pkan bertahap: orang lain.
perasaannya - Klien perawat 5.2 diskusikan dengan klien
setelah - Klien perawat manfaat berhubungan
berhubunga perawat lain dengan orang lain
n dengan - Klien perawat 5.3. beri reinfotcement
orang lain perawat lai positif atas kemampuan
klien lain klien mengungkapkan
- Klien perasaan manfaat
kelompok kecil berhubungan dengan orang
- Klien keluarga lain.
/ kelompok/
masyarakat
TUK6: Klien dapat 6.1 BHSP dengan keluarga
klien dapat mengungkapkan perasaan 6.2 Diskusikan dengan
memperday setelah berhubungan dengan anggota keluarga tentang :
akan sistem orang lain umtuk : a. Perilakun menarik
pendukung - Diri sendiri diri
atau - Orang lain b. Penyebab menarik
keluarga diri
atau c. Cara keluarga
keluarga menhadapi klien
mampu yang sedang

14
mengemban menarik diri
gkan
6.3 dorong anggota
kemampuan
keluarga untuk memberikan
klien untuk
dukungan kepada kjlien
berhubunga
berkomunikasi dengan
n dengan
orang lain.
orang lain
6.4 anjurkan anggota
keluarga untuk secara rutin
dan bergantian
mengunjungi nklien 1x
seminggu.

6.5 beri reinforcement atas


hal- hal yang telah di capai.

Keluarga dapat :
- Menjelaskan
perasaannya
- Menjelaskan
cara merawat
klien dan
menarik diri
- Mendemonstrasi
kan cara
perawatan klien
menarik diri
- Berpartisipasi
dalamperawatan
klien menarik
diri.

15
STRATEGI KOMUNIKASI BERDASARKAN PERTEMUAN

Diagnose Pasien Keluarga


Keperawatan
Isolasi Sosial SP 1 SP 1
berhubungan a. Identifikasi penyebab: a. Identifikasi masalah
dengan Harga Diri Siapa yang satu rumah yang dihadapi keluarga
Rendah dengan Tn.B? dalam merawat pasien.
Siapa yang dekat dengan b. Penjelasan Isolasi
Tn.B? Apa sebabnya? social
Siapa yang tidak dekat c. Cara merawat Isolasi
dengan Tn.B? Apa social.
sebabnya? d. Latih (stimulasi).
b. Keuntungan dan kerugian e. RTL keluarga/ jadwal
berinteraksi dengan keluarga untuk
oranglain. merawat Tn.B
c. Latih berkenalan
d. Masukkan jadwal kegiatan
pasien.

SP 2 SP 2
a. Evaluasi SP 1. a. Evaluasi SP 1.
b. Latihan berhubungan social b. Latih (langsung ke
secara bertahap (pasien dan Tn.B)
keluarga). c. RTL keluarga/ jadwal
c. Masukkan jadwal kegiatan keluarga untuk
Tn.B. merawat Tn.B.
SP 3 SP 3
a. Evaluasi kegiatan SP 1,2. a. Evaluasi SP 1 dan 2.
b. Latih ADL (kegiatan sehari- b. Latih (langsung ke

16
hari), cara bicara. Tn.B)
c. Masukkan jadwal kegiatan c. RTL keluarga/ jadwal
Tn.B. keluarga untuk
merawat Tn.B.
SP 4 SP 4
a. Evaluasi SP 1, 2, 3. a. Evaluasi kemampuan
b. Latihan ADL (kegiatan keluarga
sehari-hari), cara bicara. b. Evaluasi kemampuan
c. Masukkan jadwal kegiatan Tn.B
Tn.B. c. Rencana tindak lanjut
keluarga:
Follow up
Rujukan

17
G. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Isolasi
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN ISOLASI
SOSIAL PERTEMUAN 1

Masalah : isolasi sosial: hubungan sosial


Pertemuan : Ke 1 (satu)
Haari/tgl : 03 maret 2014
Jam : 08.00 WIB

A. Pra Interaksi
1. Kondisi klien :
Tn.B sering mengurung dirinya di kamar, setiap kali diajak bicara
klien tidak mau melihat lawan bicaranya, jawabannya datar dan
singkat, sering diam, ekspresi wajahnya datar seperti mengantuk. Tn.B
juga sering menarik diri dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain.
2. Diagnosa: isolasi social: menarik diri
3. Tujuan Keperawatan
Tujuan umum : klien dapat berinteraksi dengan orang lain.
Tujuan kusus : 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
2. Klien dapat menyebutkan penyebab menarik
diri.
3. Klien dapat menyebutkan keuntungan
berhubungan dengan orang lain dan kerugian
tidak berhubungan dengan orang lain.
4. Klien dapat melaksanakan hubungan sosial
secara bertahap.

18
4. Rencana Tidakan Keperawatan : Sp 1 pada pasien
Bina hubungan saling percaya
Mengidentifikasi penyebab menarik diri
Keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan orang lain.
Latih berkenalan
Masukan jadwal kegiatan pasien
B. Strategi Komunikasi
1. Fase Orientasi
a. Salam terapeutik
Assalamuallaikum, Selamat pagi pak ! perkenalkan nama saya Catur
Agus, bapak bisa panggil saya Catur. Saya mahasiswa dari Stikes bina
sehat PPNI Mojokerto. Saya praktik di ruang melati ini selama satu
minggu, saya yang akan merawat bapak selama 1 minggu ke depan.
Nama bapak siapa ? Senang dipanggil apa ?
b. Evaluasi/ Validasi
Bagaimana perasaan bapak pagi ini? Atau ada apa di rumah kok
sampai bapak dibawa kemari ? apakah babak bersedia
menceritakan ?
c. Kontrak
Topik: Bapak, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang
perasaan yang sudah dialami bapak selama ini, apa yang sudah
menyebabkan bapak menjadi seperti ini ?
Waktu : mau berapa lama bapak ?? apakah 15 menit cukup ?
Tempat :Mau dimana bapak ingin bercakap-cakap dengan saya ?
bagaimana kalau di teras depan ?
2. Kerja
permisi pak... bagaimana perasaan bapak pagi ini ??
bapak kenapa kok lebih suka menyendiri dari pada berinteraksi dengan
orang lain ? bisakah bapak menceritakan apa penyebabnya ? apakah bapak
memliki suatu masalah khusus? Misalnya masalah dengan keluarga anda
mungkin ? sehingga bapak enggan berinteraksi dengan orang lain

19
3. Terminasi
a) Evaluasi Subjektif
Bagaimana perasaan bapak sekarang, setelah bapak menceritakan
kejadian bapak kepada saya, dan berbincang-bincang dengan saya ?
b) Evaluasi Objektif
Jadi apa saja tadi yang membuat bapak tidak senang bercakap-cakap
dengan orang lain ?
c) Rencana Tindak Lanjut
bapak besok kita bisa bercakap-cakap lagi ? nanti kita bahas yang
lainnya mengenai keuntungan berhubungan dengan orang lain dan
kerugiannya jika tidak mau berhubungan dengan orang lain,?
d) Kontrak
Topik : bapak besok kita akan berbincang-bincang mengenai
keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugiannya jika tidak
mau berhubungan dengan orang lain.
Waktu : besok kita ketemu lagi jam 08.00 WIB setelah selesai sarapan
pagi, bagaimana pak ?
Tempat : bapak besok ingin bercakap-cakap dengan dimana ? apakah
tetap disini atau bagaimana ?
Baiklah kalau begitu kita sudahi perbincangan kita saat ini, terima
kasih sampai jumpa dengan teman saya besok ya pak !!
assalamualaikum....!!!

20
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN ISOLASI
SOSIAL PERTEMUAN 2

Masalah : Isolasi sosial


Pertemuan :2
Hari/tgl : 04 Maret 2014
Jam : 08.00 WIB
Proses keperawatan
A. Pra Interaksi
Kondisi klien
Klien suka menyendiri ditempat tidurnya, tidak mau kontak dengan yang
lain, lebih banyak diam, kontak mata singkat.
Diagnosa keperawatan
Isolasi sosial
Tujuan keperawatan
Tujuan umum : klien dapat berinteraksi dengan orang lain.
Tujuan khusus :
- TUK 3 : Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan
orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.
- TUK 4 : Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap.
Rencana Tindakan Keperawatan : SP 1 pada pasien.
1. Keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan orang lain.
2. Latih berkenalan
3. Masukkan jadwal kegiatan pasien.
B. Strategi komunikasi
Fase Orientasi
a. Salam terapeutik :
Assalamualaikum, selamat pagi !! apakah bapak masih ingat
dengan saya yang membuat janji dengan bapak kemarin ?

21
b. Evaluasi validasi
Bagaimana perasaan bapak pagi ini, kemarin malam tidurnya
nyenyak?? Apakah ada yang sedang bapak fikirkan ?
c. Kontrak
Topik : Bapak, seperti janji teman saya kemarin bagaimana kalau
kita bercakap-cakap tentang keuntungan berhubungan dengan orang
lain dan kerugiannya jika tidak mau berhubungan dengan orang lain
? serta kita berlatih berkenalan ya pak ? bapak mau kan ??
Tempat : mau dimana bapak ingin bercakap-cakap dengan saya ?
bagaimana kalau di teras depan ?
Waktu : mau berapa lama bapak?? apakah 10 menit cukup ?
Fase kerja
permisi pak... bagaimana perasaanya pagi ini pak ??
bapak, selama ini katanya bapak sering tertutup, tidak mau
berinteraksi dengan orang lain, lebih suka menyendiri, apa bapak
mengetahui akibat jika bapak tidak mau berhubungan dengan orang
lain seperti ini ? apa bapak tidak tau banyak keuntungan jika bisa
berhubungan baik dengan orang lain ? misalnya bisa banyak teman,
tidak sendirian, bisa diajak diskusi, sehingga bapak tidak merasa
kesepian sedangkan kalau bapak tidak suka berhubungan dengan
orang lain, maka bapak akan merasa kesepian, tidak punya teman dll
bapak, sekarang coba bapak perkenalkan siapa diri bapak, tidak usah
takut ya pak !
Fase terminasi
a. Evaluasi klien ( subjektif ) : bagaimana perasaan bapak sekarang,
setelah bapak mengetahui keuntungan dan kerugian berinteraksi
dengan orang lain?
b. Evaluasi perawat ( obyektif ) : bapak coba sebutkan lagi manfaat
berhubungan dengan orang lain dan kerugian jika tidak
melakukannya
c. Rencana tindak lanjut

22
Bapak besok kita bisa bercakap-cakap lagi ? nanti kita bahas yang
lainnya mengenai latihan berhubungan sosial secara bertahap ya
pak,?
d. Kontrak
Topik : bapak bagaimana kalau besok kita lakukan latihan
berhubungan sosial secara bertahap yaa pak?
Waktu : besok ketemu lagi jam 08.00 WIB pak ?
Tempat : bapak besok berckap-cakap di ruangan aja yaa?
Baiklah kalau begitu kita sudahi perbincangan kita saat ini, terima
kasih sampai jumpa dengan teman saya besok ya pak !!
assalamualaikum....!!!

23
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN ISOLASI
SOSIAL PERTEMUAN 3

1. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan


Masalah : Isolasi sosial
Pertemuan :3
Hari/tgl : 5 Maret 2014
Jam : 08.00 WIB
Proses keperawatan
A. Pra Interaksi
Kondisi klien
Klien suka menyendiri ditempat tidurnya, tidak mau kontak dengan yang
lain, lebih banyak diam, kontak mata singkat.
Diagnosa keperawatan
Isolasi sosial
Tujuan keperawatan
Tujuan umum : klien dapat berinteraksi dengan orang lain.
Tujuan khusus : TUK 4
- Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara
bertahap.
Rencana Tindakan Keperawatan : SP 2 pada pasien.
1. Evaluasi SP 1
2. Latihan berhubungan sosial secara bertahap ( pasien dan keluarga )
3. Masukkan jadwal kegiatan pasien.
B. Strategi komunikasi
Fase orientasi
a. Salam terapeutik
Assalamualaikum, selamat pagi !! apakah bapak masih ingat
dengan saya yang membuat janji dengan bapak kemarin ?

24
b. Validasi data
Bagaimana perasaan bapak pagi ini, kemarin malam tidurnya
nyenyak?
c. Kontrak

Topik : bapak sesui dengan janji kita kemarin, nanti saya akan
mengajarkan bapak bagaimana cara berhubungan dengan orang
lain secara bertahap, misalnya berkenalan dengan perawat-perawat
di ruang ini ?

Tempat : mau dimana bapak ingin bercakap-cakap dengan saya ?


bagaimana kalau di teras depan ?

Waktu : mau berapa lama pak ?? apakah 15 menit cukup ?

Fase kerja
pertama-tama untuk berkenalan dengan orang lain bapak sebutkan
dulu nama bapak dan nama panggilan yang bapak sukai, contohnya
nama saya Catur Agus saya senang di panggil Catur,
Selanjutnya bapak menanyakan nama orang yang diajak berkenalan,
contohnya begini nama mbak/mas siapa? Senang di panggil apa ?
bapak coba sekarang latihan mencoba yang sudah saya contohkan
tadi, misalkan bapak belum kenal dengan saya, coba bapak berkenalan
dengan saya.
Setelah bapak berkenalan dengan orang lain tersebut, bapak bisa
melanjutkan pembicaraan tentang hal-hal lain misalnya tentang hobi,
pekerjaan orang lain tersebut
Ayoo pak sekarang kita coba bapak berkenalan dengan perawat yang
ada di teras itu.
(bersama-sama mendekati perawat X)
Selamat pagi perawat X, ada yang ingin berkenalan dengan anda, ini
pasien saya yang ingin berkenalan. Silahkan pak......!!!!

25
( pasien memperkenalkan diri)
apa tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, kalau tidak ada kita
sudahi perkenalan ini, saya dan Tn.B akan kembali ke ruangan,
selamat pagiii sustt...!!!
Fase terminasi
a. Evaluasi klien ( subjektif )
Bapak, Bagaimana perasaan bapak setelah berkenalan dengan
perawat tadi ?

b. Evaluasi perawat ( objektif )


Bapak tadi saat berkenalan sudah lumayan bagus, terus belajar
lagi yaa pak,,, jangan lupa selain berkenalan coba tanyakan
topik lain supaya perkenalan berjalan lebih lancar, misalnya
menanyakan keluarga, hobi, dll
c. Rencana Tindak lanjut klien
Bagaimana, bapak mau mencoba dengan perawat lain? Ya
bagus sekali pak, gimana kalau kita masukkan ke dalam jadwal.
Mau berapa kali dalam sehari? Bagaimana kalau 2 kali. Baik nanti
bapak coba sendiri ya pak selanjutnya kita bahas perasaanya bapak
setelah bercakap-cakap dengan orang lain
d. Kontrak
Topik : bapak bagaimana kalau besok kita membahas mengenai
bagaimana perasaan bapak setelah bercakap-cakap dengan orang
lain ?
Waktu : besok kita ketemu lagi jam 10.00 WIB.
Tempat : bapak besok ingin bercakap-cakap dengan saya dimana ?
apakah tetap disini atau bagaimana ?
Baiklah kalau begitu kita sudahi perbincangan kita saat ini, terima
kasih sampai jumpa dengan teman saya besok ya pak !!
assalamualaikum....!!!

26
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN ISOLASI
SOSIAL PERTEMUAN 4

1. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan


Masalah : Isolasi sosial
Pertemuan :4
Hari/tgl : 6 Maret 2014
Jam : 10.00 WIB
Proses keperawatan
A. Pra Interaksi
Kondisi klien
lebih banyak diam, kontak mata singkat.
Diagnosa keperawatan
Isolasi sosial
Tujuan keperawatan
Tujuan umum : klien dapat berinteraksi dengan orang lain.
Tujuan khusus : TUK 5
- Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah
berhubungan dengan orang lain.
Rencana Tindakan Keperawatan : SP 3 pada pasien.
1. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya setelah
berhubungan dengan orng lain.
2. Beri reinforcement positif atas kemampuan klien mengungkapkan
perasaan berhubungan dengan orang lain.
B. Strategi komunikasi
Fase orientasi
a. Salam terapeutik
Assalamualaikum, selamat pagi !! apakah bapak masih ingat
dengan saya ?

27
b. Validasi data
Bagaimana perasaan bapak pagi ini, kemarin malam tidurnya
nyenyak?
c. Kontrak

Topik : bisakah bapak nanti menceritakan perasaan bapak


setelah berinteraksi dengan orang lain ?

Tempat : mau dimana pak ingin bercakap-cakap dengan saya ?


bagaimana kalau di teras depan ?

Waktu : mau berapa lama pak ?? apakah 15 menit cukup ?


Fase kerja
Bapak.... apakah bapak kemarin sudah mulai bercakap-cakap dengan
orang lain, misalnya dengan perawat-perawat disini .??
( jika jawaban pasien YA.. )
Coba bapak ceritakan kepada saya bagaimana perasaan bapak setelah
bercakap-cakap dengan perawat tersebut ?
Apakah bapak takut/malah senang??
Bagus sekali pak, bapak sudah bisa berinteraksi dengan perawat-
perawat disini, dengan begitu bapak akan lebih banyak teman lagi.
Fase terminasi
a. Evaluasi klien ( subjektif ) : bagaimana perasaan bapak sekarang,
setelah bapak bercerita tadi ?
b. Evaluasi perawat ( obyektif ) : Bapak sudah mampu sedikit
melakukan hubungan sosial dengan baik
c. Rencana tindak lanjut
Nah, bapak sudah mulai bisa berhubungan dengan orang lain, bapak
nanti bisa melakukan sendiri kegiatan seperti perkenalan yang sudah
kita pelajari bersama seperti kemarin ibu lakukan dengan perawat
disini. Kita masukkan jadwal kegiatan harian ya pak untuk
pertemuan hari ini.

28
d. Kontrak
Topik : untuk pertemuan selanjutnya saya akan menjelaskan
pada keluarga bapak bagaimana cara merawat bapak secara
langsung dan besoknya lagi keluarga bapak akan bertemu dengan
bapak dan mencoba merawat bapak seperti apa yang sudah saya
jelaskan
Waktu : Bagaimana kalau besok lusa jam 09:00 bertemu lagi
dengan saya dan keluarga bapak, selamat pagi pak,,,
assalamualaikum..
Tempat : Tempatnya mau dimana? Bagaimana kalau di tempat
biasanya aja ya pak.

29
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN ISOLASI
SOSIAL PADA KELUARGA PERTEMUAN 5

1. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan


Masalah : Isolasi sosial
Pertemuan :5
Hari/tgl : 7 Maret 2013
Jam : 09.00 WIB
Proses keperawatan
A. Pra Interaksi
Kondisi klien
Klien terkadang masih suka menyendiri ditempat tidurnya, tidak mau
kontak dengan yang lain, lebih banyak diam, kontak mata singkat.
Diagnosa keperawatan
Isolasi sosial
Tujuan keperawatan
Tujuan khusus : TUK 6
- Klien dapat memberdayakan sistem pendukung
keluarga atau keluarga mampu mengembangkan
kemampuan klien untuk berhubungan dengan orang
lain.
Rencana Tindakan Keperawatan : SP 1 pada keluarga.
1. BHSP
2. Identifikasi masalah yang dihadapi pasien.
3. Penjelasan isolasi sosial.
4. Cara merawat isolasi sosial.
5. RTL keluarga/jadwal keluarga untuk merawat pasien.

30
B. Strategi komunikasi
Fase orientasi
a. Salam terapiutik
Selamat pagi mbak, apa benar mbak keluarga dari Tn.B? Kalau
boleh tau mbak apanya Tn.B ? Perkenalkan nama Catur Agus.
Mbak bisa panggil saya Catur. Saya mahasiswa dari Stikes Bina
Sehat PPNI Mojokerto, Saya praktik di ruang melati ini dan
Saya yang merawat Tn.B selama seminggu ini. Maaf mbaknya
namanya siapa ? Dan suka dipanggil apa ?
b. Evaluasi/validasi
Bagaimana kondisi Tn.B hari ini mbak? Apakah sudah ada
perkembangan ?
c. Kontrak
Topik : Baiklah mbak, bagimana kalau kita
membicarakan tentang masalah keluarga dalam merawat Tn B,
penjelasan apa itu isolasi sosial, serta cara merawat Tn.B
Tempat : Mau berbincang-bincang dimana kita mbak?
Bagaimana kalau diruangan ini saja.?
Waktu : Mbak mau berapa lama? Bagaimana kalau 25 menit?

Fase kerja
Mbak.... menurut cerita Tn.B,,, ia bercerita sering dicacimaki oleh
istrinya karena pendapatnya yang tidak sesuai dengan keinginan
istrinya.Dia merasa tidak berguna lagi sebagai laki-laki. Dia merasa
tidak pantas lagi sebagai suami karena tidak bisa memberikan
keinginan istrinya. Setiap kali diajak bicara klien tidak mau melihat
lawan bicaranya, jawabannya datar dan singkat, Tn.B sering diam,
ekspresi wajahnya datar seperti mengantuk dan tidak mau
berinteraksi dengan oranglain
mbak Disini Tn.B mengalami isolasi sosial atau ketidakmampuan
berhubungan dengan orang lain. Apabila masalah isolasi ini tidak

31
diatasi, maka seseorang bisa mengalami halusinasi, yaitu
mendengar suara atau melihat bayangan yang sebetulnya tidak ada.

Untuk menghadapi keadaan yang demikian,, mbak dan anggota


keluarga lainnya harus sabar menghadapi Tn B. Untuk merawat Tn
B ini, keluarga perlu melakukan beberapa hal. Pertama, keluarga
harus membina hubungan saling percaya dengan Tn B yang
caranya adalah bersikap peduli dengan Tn B dan jangan ingkar
janji. Kedua, keluarga perlu memberikan semangat dan dorongan
kepada Tn B untuk bisa melakukan kegiatan bersama-sama dengan
orang lain. Berilah pujian yang wajar dan jangan mencela kondisi
pasien.

Selanjutnya jangan biarkan Tn B sendiri. Buat rencana atau jadwal


bercakap-cakap dengan Tn B, misalnya, beribadah bersama, makan
bersama, rekreasi bersama, melakukan kegiatan rumah tangga
bersama.

Nah bagaimana kalau sekarang kita latihan untuk melakukan


semua cara itu? Begini contoh komunikasinya ya mbak : Pak
lihat sekarang bapak sudah bisa bercakap-cakap dengan orang lain.
Perbincangannya juga lumayan lama. Adek senang sekali melihat
perkembangan bapak. Coba bapak berbincang-bincang dengan
saudara yang lain. Lalu bagaimana kalau mulai sekarang bapak
sholat berjamaah? Kalau di rumah sakit ini bapak sholat dimana,
pak? Kalau nanti di 'rumah, bapak sholat bersama-sama keluarga
atau di mushola kampong pak?

Gimana mbak sudah mengerti? Ya bagus sekali. Nanti kalau


bertemu dengan Tn B, jangan lupa mbak juga melakukan hal itu
ya

32
Terminasi
a. Evaluasi klien ( subjektif ) : Bagaimana, apa mbak mengerti
dengan yang saya jelaskan ? coba mbak ulangi lagi apa yang
dimaksud dengan isolasi sosial dan tanda-tanda orang mengalami
isolasi sosial ?
Selanjutnya mbak, bisakah menyebutkan kembali cara-cara
merawat Tn B yang mengalami masalah dalam berhunbungan
dengan orang lain ?
b. Evaluasi perawat (objektif) : Bagus sekali mbak, mbak bisa
memberikan contoh cara merawat Tn B seperti yang sudah saya
contohkan tadi ?
c. Rencana tindak lanjut
Mbak bisa melakukan kegiatan yang kita pelajari hari ini pada
Tn.B, mbak juga bisa mengajari anggota keluarga yang lain untuk
menerapkan hal ini saat dirumah agar lebih mudah menyelesaikan
kasus ini
d. Kontrak
Topik : Baik mbak, saya kira pertemuan hari ini cukup
sampai disini, kapan kita bisa bertemu lagi mbak untuk
melakukan secara langsung kepada Tn B ? Apakah mbak
bersedia?
Waktu : Bagaimana kalau jam 09:00 besok kita bertemu
lagi dengan saya.
Tempat : Tempatnya mau dimana? Bagaimana kalau di
tempat ini saja mbak ?

33
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN ISOLASI
SOSIAL PADA KELUARGA PERTEMUAN 6

1. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan


Masalah : Isolasi sosial
Pertemuan :6
Hari/tgl : 8 Maret 2014
Jam : 09.00 WIB
Proses keperawatan
A. Pra Interaksi
Kondisi klien
Klien terkadang masih suka menyendiri ditempat tidurnya, lebih banyak
diam, kontak mata singkat.
Diagnosa keperawatan
Isolasi sosial
Tujuan keperawatan
Tujuan khusus : TUK 6
- Klien dapat memberdayakan sistem pendukung
keluarga atau keluarga mampu mengembangkan
kemampuan klien untuk berhubungan dengan orang
lain.
Rencana Tindakan Keperawatan : SP 2 pada keluarga.
1. Evaluasi SP 5
2. Melatih langsung ke pasien
3. Evaluasi kemampuan pasien
4. Rencana tindak lanjut keluarga :
- Followup
- Rujukan

34
B. Strategi komunikasi
Fase orientasi
a. Salam terapiutik
Selamat pagi bapak dan mbak, keluarganya dari Tn.B ? masih
ingat dengan saya kan yang membuat kontrak dengan mbak
kemarin ?.
b. Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan mbak dan bapak pagi ini ?
Bagaimana latihannya yang kemarin untuk mengajak
berinteraksi Tn.B, sudah diperaktikkan belum mbak di rumah
dengan keluarga yang lain ? Masih ingat kan mbak dengan apa
yang sudah dicontohkan kemarin ?
c. Kontrak
Topik : Baiklah mbak, saya disini akan melihat
bagaimana cara mbak berinteraksi dengan Tn B seperti yang
saya ajarkan kemarin. Bagaimana kalau sekarang kita mulai
praktikkan langsung kepada Tn B ! Apakah mbak bersedia??
Waktu : mbak mau berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit?
Tempat : dimana mbak ? di ruang ini saja ?
d. Fase kerja
Mbak.... bagaimana sudah melakukan yang kita perbincangkan
kemarin pada Tn.B,, ???
Bagaimana respon Tn B??
Coba sekarang mbak mencoba mengajak klien berinteraksi
..!!!
Mungkin bapak juga bisa mencoba mengajak Tn.B berbincang
pakk...!!!
bapak dan mbak,,,, sudah banyak kita lihat perubahan yang ada
pada Tn.B.... Tn.B sudah lumayan mampu saat kita ajak
berinteraksi, dan sudah lebih bisa berhubungan dengan orang
lain, tidak seperti sebelumnya .

35
Terminasi
1. Evaluasi Subjektif
Bagaimana, apa mbak dan bapak sekarang mulai bisa
mengawasi perkembangan Tn.B dengan baik ?

2. Evaluasi objektif
Apa mbak bisa melakukan yang kita pelajari bersama tadi
saat dirumah ?
3. Rencana tindak lanjut
Mbak dan bapak juga bisa mengajari anggota keluarga yang
lain, sehingga nanti bisa mempermudah dan dapat membantu
klien untuk berhubungan sosial, baik dalam keluarga maupun
dalam lingkungan sekitar. Jangan lupa selalu lakukan hal ini ya
khususnya untuk keluarga klien, agar tidak terjadi hal seperti
kemarin lagi.
4. Kontrak yang akan datang
Topik : Bagaimana kalau kita bertemu besok untuk latihan
langsung dengan Tn.B apakah mbak/bapak bersedia?
Waktu : mbak/bapak mau berapa lama ?? Bagaimana kalau jam
09:00 besok kita bertemu lagi, apakah mbak/bapak bersedia?
Tempat : Kita ketemu disini saja ya, mbak/pak?

36
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN ISOLASI
SOSIAL PERTEMUAN 7

1. Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan


Masalah : Isolasi sosial
Pertemuan :7
Hari/tgl : 9 Maret 2014
Jam : 09.00 WIB
Proses keperawatan
A. PraInteraksi
a. Kondisi pasien : klien Sudah mulai berkomunikasi dengan orang
lain, sudah mulai berinteraksi dengan keluarga, namun masih banyak
diam dan terkadang menyendiri di kamar.
b. Diagnosa : isolasi social
c. Tujuan : TUK 6
- Klien dapat memberdayakan sistem pendukung
atau keluarga mampu mengembangkan
kemampuan klien untuk berhubungan dengan
orang lain.
d. Rencana Tindakan : SP 3 Keluarga
1) Dorong anggota keluarga untuk memberikan dukungan kepada
klien berkomunikasi dengan orang lain.
2) Anjurkan anggota keluarga untuk secara rutin dan bergantian
mengunjungi klien minimal 1x seminggu.
3) Beri reinforcement atas hal-hal yang telah di capai oleh keluarga
2. Orientasi
a. Salam terapeutik :
Selamat pagi bapak dan mbak ?

37
b. Evaluasi validasi :
" Bagaimana perasaan bapak/mbak hari ini?"
"Bapak/mbak masih ingat latihan merawat Tn. B seperti yang kita pelajari
beberapa hari lalu?"
c. Kontrak :
" mari kita praktikkan langsung kepada Tn B ! Berapa lama waktu
bapak/mbak?"
"Baik kita akan coba dalm 30 menit ke depan. Sekarang mari kita temui
Tn B!
3. Kerja
"Selamat pagi Tn B , bagaimana perasaan Tn B hari ini ?"
"Anak dan saudara Tn B datang membesuk. Beri salam! Bagus. Tolong Tn.
B tunjukkan jadwal kegiatannya!"
"Nah pak/mbak sekarang bapak sama mbak bisa mempraktikkan apa yang
sudah kita latihkan beberapa hari lalu."
"Bagaimana perasaan Tn B setelah berbincang-bincang dengan anak dan
saudara Tn B?"
"Baiklah, sekarang saya dan orang tua Tn B ke ruang perawat dulu."
4. Terminasi
a. Evaluasi klien (subjektif)
"Bagaimana perasaan bapak/mbak setelah kita latihan tadi?"
b. Evaluasi perawat (objektif)
"Bapak/mbak tadi sudah melakukannya dengan bagus."
c. Tindakan lanjut klien
"Mulai sekarang bapak/mbak sudah bisa melakukan cara merawat tadi
pada Tn B."
d. Kontrak
"Tiga hari lagi kita akan bertemu untuk mendiskusikan pengalaman
bapak/mbak melakukan cara merawat yag sudah kita pelajari. Waktu
dan tempatnya sama deperti sekarang ya pak/mbak. Terimakasih,
sampai jumpa."

38
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN ISOLASI
SOSIAL PADA KELUARGA PERTEMUAN 8

Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan

Masalah : Isolasi social

Pertemuan :8

Hari/ tanggal : 9 Maret 2014

Jam : 09.00 WIB

1. Proses keperawatan pra interaksi


a. Kondisi pasien: klien sudah mulai berkomunikasi dengan orang
lain, sudah mulai berinteraksi dengan keluarga.
b. Diagnose: isolasi sosial
c. Tujuan: TUK 6
d. Rencana tindakan: SP 4 keluarga
1) Evaluasi tindakan yang dilakukan keluarga
2) Dorong anggota keluarga untuk memberikan dukungan
kepada klien berkomunikasi dengan orang lain.
3) Anjurkan anggota keluarga untuk secara rutin dan
bergantian mengunjungi klien minimal 1x seminggu.
4) Beri reinforcement atas hal-hal yang telah dicapai oleh
keluarga.
5) Rencana tindak lanjut keluarga:
a) Follow up
b) Rujukan
2. Orientasi
a. Salam teraupetik:
Selamat pagi pak/mbak

39
b. Evaluasi validasi
Bagaimana perasaan bapak/ mbak hari ini setelah mengerti bahwa
Tn. B sudah boleh pulang?.
c. Kontrak
Karena besok Tn. B sudah boleh pulang maka perlu kita
bicarakan tentang perawatan di rumah.
Bagaimana kalau kita membicarakan jadwal Tn. B tersebut di sini
saja?
Berapa lama kita bisa bicara? Bagaimana kalau 30 menit?
3. Kerja
Bapak/mbak, ini jadwal Tn. B selama di rumah sakit. Coba bisa dilihat,
mungkinkah bisa dilanjut di rumah? Nanti di rumah, bapak dan mbak yang
menggantikan perawat. Lanjutkan jadwal hari ini, baik jadwal kegiatan
maupun jadwal minum obatnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang


ditampilkan oleh Tn B selama di rumah. Misalnya kalau Tn. B terus-
menerus tidak mau bergaul dengan orang lain, menolak minum obat atau
memperlihatkan perilaku yang bisa membahayakan orang lain. Jika hal ini
terjadi segera hubungi saya lagi ya pak, ini nomer telponnya .
Selanjutnya perawat lain yang akan memantau perkembangan Tn. B
selama di rumah.
4. Terminasi
a. Evaluasi klien (subjektif)
Bagaimana pak/ mbak? Ada yang belum jelas?
b. Evaluasi perawat (objektif)
Saya lihat bapak/ mbak senang dengan kepulangan Tn B hari ini
dan juga bapak/ mbak sudah berhasil melakukan apa yang sudah
kita latih beberapa hari ini.

40
c. Tindak lanjut klien
Ini jadwal kegiatan harian Tn. B untuk dibawa pulang dan
silahkan mulai dipraktikkan di rumah nanti.
d. Kontrak
Jangan lupa control kesini sesuai waktu yang telah disepakati atau
sebelum obat habis atau bila ada gejala yang tampak. Terimakasih.
Semoga Tn. B cepat sembuh ya pak.

41
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

SOSIALISASI

Latar Belakang

Terapi aktivitas kelompok (TAK) adalah terapi modalitas yang dil;akukan


perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalh keperawatan yang
sama. Salah satu gangguan hubungan sosialp pada pasien gangguan jiwa adalah
isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan
pada pasien gangguan jiwa. Isolasi sosial dalah keadaan di mana seseorang
individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu membina
hubungan yang berarti dengan orang lain. Salah satu penanganannya yaitu dengan
melakukan Terapi Aktivitas Kelompok yang bertujuan agar pasien mampu/ dapat
berinteraksi dengan orang lain sekitarnya

Landasan Teori

Manusia sebagai mahluk sosial hidup berkelompok dan saling


berhubungan untuk memenuhi kebutuhan sosial. Secara alami individu selalu
berada dalam kelompok. Dengan demikian pula dasarnya individu selalu berada
dalam kelompok. Dengan demikian pula pada dasarnya individu memerlukan
hubungan timbal balik yang didapatkan melalui kelompok. Isolasi sosial adalah
keadaan di mana individu atau kelompok menmgalami atau merasakan kebutuhan
atau keinginan untuk meningkatkan keterlibatanya dengan orang lain tetapi tidak
mampu untuk membuat kontak ( Carpenito, 1998 ).

Penggunaan kelompok dalam praktek keperawatan jiwa memberikan


dampak positif dalam upaya pencegahan. Pengobatan atau terapi serta pemulihan
kesehatan jiwa seseoramg. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh individu
atau klien melalui Terapi Aktivitas Kelompok melalui dukungan pendidikan,
meningkatkan hubungan interpersonal. ( Barkhead, 1989 ).

42
Kepuasan hubungan dapat dicapai jika iondividu dapat terlibat secara aktif
dalam proses huibungan. Peran serta yang tinggi dalam hubungan disertai respon
lingkungan yang positif akan meningkatkan rasa memiliki, kerjasama, hubungan
timbal balik yang sinkron ( stuart dan sudeen, 1995 ).

Fokus Terapi Ktivitas Kelompok ini adalah mengajarkan klien untuk


bekerjasama dengan klien lain dalam melakukan permainan, yang bertujuan untuk
meningkatkan hubungan sosialisasi dengan orang lain.

Kriteria dan Indikasi

Terapi Aktivitas Kelompok ( TAK ): sosialisasi ( TAKS ) adalah upaya


memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan
sosial.

43
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN ISOLASI DIRI

Tujuan :

1. Tujuan umum
Klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara
bertahap.
2. Tujuan khusus
a. Klien mampu memperkenalkan diri
b. Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
c. Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
d. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan
e. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi
pada orang lain
f. Klien mamnpu bekerjasama dalam permaoinan sosilalisasi
kelompok
g. Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan
TAKS yang telah dilakukan
Sesi yang digunakan

Dalam Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi ( TAKS ) dibagi dalam 7 sesi,


yaitu:

a. Sesi 1: kemampuan memperkenalkan diri


b. Sesi 2: kemampuan berkenalan
c. Sesi 3: kemampuan bercakap-cakap
d. Sesi 4: kemampuan bercakap-cakap topik tertentu
e. Sesi 5: kemampuanm bercakap-cakap masalah pribadi
f. Sesi 6: kemampuan bekerjasama

44
Klien

Kriteria klien

a. Klien menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi


interpersonal
b. Klien kerusakan komunikasi verbal yang telah berespon sesuai
dengan stimulus.
Proses seleksi

a. Mengobserasi klien masuk kriteria


b. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
c. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
d. Membuat kontrak klien yang setuju ikut TAKS, meliputi:
menjelaskan tujuan TAKS pada klien, rencana kegiatan kelompok
dan aturan main dalam kelompok
Kriteria hasil

Evaluasi struktur:

a. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan ditenmpat tertutup dan


memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan.
b. Klien dan terapis duduk bersama membentuk lingkaran.
c. Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan.
d. Alat yang digunakan dalam kondisi baik.
e. Leader, co-leader, fasilitatore, obse3rver berperan sebagai mana
mestinya.
Evaluasi proses

a. Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga


akhir.
b. Leader mampu memimpin acara.
c. Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
d. Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.

45
e. Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung
jawab dalam antisipasi masalah.
f. Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada
kelompok yang berfungsi sebagai evaluator kelompok.
g. Peserta mengiukuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir.
Evaluasi hasil

Diharapkan 75% dari kelompok mampu:

a. Memperkenalkan diri
b. Berkenalan
c. Bercakap-cakap
d. Bercakap-cakap topik tertentu
e. Bercakap-cakap masalah pribadi
f. Bekerjasama
g. Mengevaluasi kemampuan sosialisasi
Antisipasi masalah

Penanganan terhadap klien yang aktif dalam aktivitas

a. Memanggil klien
b. Memberi kesempatan pada klien untuk menjawab sapaan perawat
atau klien lain

Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izin

a. Panggil nama klien


b. Tanyakan alasan klien meninggalkan kegiatan
Bila klien ingin ikut

a. Berikan penjelasan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada klien yang


telah dipilih.
b. Katakan pada klien bahwa ada kegiatan lain yang mungkin diikuti
oleh klien tersebut

46
Struktur Kegiatan :

a. Tempat Pertemuan : Aula


b. Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal : sabtu, 06 Maret 2014

Waktu : 07.30 WIB s.d selesai (10 menit )


Alokasi Waktu : - Perkenalan dan Pengarahan (10 menit)
- Terapi Kelompok (25 menit)
c. Jumlah Klien : 5 orang
d. Tim Terapis :

Setting : peserta dan terapis duduk bersamaan di kursi meligkar


Ruangan nyaman dan tenang.

Keterangan :

: Co Leader

: Leader

47
: Fasilitator

: Observer

: Klien

Pembagian Tugas

TAK Sesi 1

Leader : Catur Agus

Co-Leader : Sri wahyuni L. S.

Fasilitator : 1. Andri Rszky A.

2. Nofianis Andi S.

3. Eka Maulidia

4. M.Khilmi

5. Nurlailiyati

Observer : Novi Rosyda

48
TAK Sesi 2

Leader : Andri Rszky A

Co-Leader : Nofianis Andi S.

Fasilitator : 1. Catur Agus

2. Sri wahyuni L. S.

3. Novi Rosyda

4. M.Khilmi

5. Nurlailiyati

Observer : Eka Maulidia

TAK Sesi 3

Leader : M.Khilmi

Co-Leader : Eka Maulidia

Fasilitator : 1. Catur Agus

2. Sri wahyuni L. S.

3. Novi Rosyda

4. Andri Rszky A

5. Nurlailiyati

Observer : Nofianis Andi S.

TAK Sesi 4

Leader : Novi Rosyda

Co-Leader : Eka Maulidia

49
Fasilitator : 1. Catur Agus

2. Nofianis Andi S.

3. Andri Rszky A

4. M.Khilmi

5. Nurlailiyati

Observer : Sri wahyuni L. S.

TAK Sesi 5

Leader : Nurlailiyati

Co-Leader : M.Khilmi

Fasilitator : 1. Catur Agus

2. Sri wahyuni L. S.

3. Novi Rosyda

4. Nofianis Andi S.

5. Eka Maulidia

Observer : Andri Rszky A

TAK Sesi 6

Leader : Sri wahyuni L. S.

Co-Leader : Nofianis Andi S.

Fasilitator : 1. Catur Agus

2. Nurlailiyati

3. Novi Rosyda

50
4. Andri Rszky A

5. Eka Maulidia

Observer : M.Khilmi

Uraian Tugas

a. Leader :
Mengkoordinasi seluruh kegiatan
Memimpin jalanya terapi kelompok
Memimpin diskusi
b. Co-leader :
Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan
Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang
Membantu memimpin jalanya kegiatan
Menggantikan leader jika terhalang tugas

c. Observer :
Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan waktu,
tempat dan jalanya acara
Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua anggota
kelompok dengan evaluasi kelompok
d. Fasilitator :
Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan
kegiatan
Membimbing kelompopk selama permainan diskusi
Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah

51
SESI 1 : TAKS

Tujuan

Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap, nama


panggilan, asal dan hobi.

Setting

1. Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran


2. Ruangan nyaman dan tenang
Alat

1. Pemutar musik
2. Balon
3. Buku catatn dan pulpen
4. Jadwal kegiatan klien
Metode

1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Bermain peran/simulasi
Langkah kegiatan

1. Persiapan
a) Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial
b) Membantu kontrak dengan klien
c) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan:
a) Memberi salam terapeutik : salam dari terapis
b) Evaluasi/validasi : menanyakan prasaan klien saat ini
c) Kontrak :

52
1) Menjelasakan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri
2) Menjelaskan aturan main/terapi
Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus
minta izin terlebih dahulu ke terapis
Lama kegiatan 35 menit
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal hingga
akhir
3. Tahap kerja
a) Jelaskan kegiatan, yaitu pemutar musik akan dihidupkan serta
balon diedarkan berlawanan dengan arah jarum jam ( yaitu kearah
kiri ) dan pada saat pemutar musik dimatikan maka anggota
kelompok yang memegang balon memperkenalkan dirinya.
b) Hidupkan pemutar musik dan edarkan balon berlawanan dengan
arah jarum jam.
c) Pada saat pemutar musik dimatikan, anggota kelompok yaang
memegang bola dapt giliran untuk menyebutkan : salam, nama
lengkap, nama panggilan, hobi, dan asal, dimulai oleh terapis
sebagai contoh :
Tulis nama panggilan pada kertas/ papan nama dan tempel/
pakai.
Ulangi b, c dan d sampai semua anggota kelompok
mendapat giliran.
Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok
dengan memberi tepuk tangan.
4. Tahap terminasi
a) Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.
b) Rencana tindakan lanjut

53
1) Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih
memperkenalkan diri pada orang lain di kehidupan sehari-
hari.
2) Memasukan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal
kegiatan harian klien.
c) Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu berkenalan dengan
anggota kelompok.
2) Menyepakati waktu dan temapat

Evaluasi dan dokumentasi

Evaluasi

Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khusunya pada tahap
kerja untuk menilai kemampuan untuk melakukan TAK. Aspek yang dievaluasi
adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK 1, dievaluasi
kemampuan klien memperkenalkan diri secara verbal dan non verbal dengan
menggunakan formulir evaluasi berikut

54
Sesi 1 TAKS

Kemampuan memperkenalkan diri

a. Kemampuan verbal

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Menyebutkan nama lengkap

2 Menyebutkan nama panggiklan

3 Menyebutkan tempat asal

4 Menyebutkan hobi

Jumlah

b. Kemampuan non verbal

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Kontak mata

2 Duduk tegak

3 Menggunakan bahasa tubuh

4 Mengikuti kegiatan sampai selelsai

Jumlah

55
Petujuk
1. Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan yang ikut TAKS.
2. Untuk klien, semua aspek di mulai dengan memberi tanda () jika
ditemukan pada klien atau tanda ( X ) jika tidak ditemukan
3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan, jika nilai 3 atau 4 klien mampu,
dan jika nilai0.1 atau 2 klien belum mampu.

Dokumentasi

Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK pada catatn proses
keperawatan tiap klien. Misalnya, klien mengikuti sesi 1 TAKS, klien mampu
memperkenalkan diri secara verbal dan non verbal, dianjurkan klien
memperkenalkan diri pada klien lain di ruang rawat6 ( buat jadwal )

56
SESI 2 TAKS

Tujuan

Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok :

a. Memperkenalkan diri sendiri : nama lengkap, nama panggilan, asal dan


hobi.
b. Menanyakan diri anggota kelompok lain : nama lengkap, nama panggilan,
asal dan hobi.

Setting

1. Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran.


2. Ruang nyaman dan tenang.

Alat

1. Pemutar musik
2. Balon
3. Buku catatan dan pulpen
4. Jadwal kegiatan klien

Metode

1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Bermain peran/simulasi

Langkah kegiatan

1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok sesi 1 TAKS
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

57
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan:
a. Memberi slam terapeutik
1) Salam dari terapis
2) Peserta dan terapis memakai papan nama
b. Evaluasi/validasi
1) Menanyakan perasaan klien saat ini.
2) Menanyakan apakah telah mencoba memperkenalkan diri pada
orang lain.
c. Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu berkenalan dengan anggota
kelompok.
2) Menjelaskan aturan main berikut :
Jika adaklien yang meninggalkan kelompok harus minta izin
kepada terapis.
Lama kegiatan 45 menit.
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
3. Tahap kerja
a. Hidupkan pemutar musik dan edarkan balon berlawanan dengan arah
jarum jam
b. Pada saat pemutar musik dimatikan, anggota kelompok yang
memegang bola mendapat giliran untuk berkenalan dengan anggota
kelompok yang ada disebelah kanan dengan cara :
1) Memberi salam.
2) Menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi.
3) Menanyakan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi lawan
bicara.
4) Dimulai oleh terapis sebagai contoh.
c. Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
d. Hidupkan kembali kaset pada pemutar musik dan edarkan balon.
Pada saat pemutar musik dimatikan, minta pada anggota kelompok

58
yang disebelah kanannya pada kelompok,yaitu : nama lengkap, nama
panggilan, asal dan hobi. Dimulai oleh terapis sebagai contoh.
e. Ulangi d sampai semua anggota mendapat giliran.
f. Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1) Menganjurkan tiap anggota kelompok latihan berkenalan
2) Memasukkan kegiatan berkenalan pada jadwal kegiatan harian
klien
c. Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu bercakap-cakap tentang
kehidupan pribadi
2) Menyepakati waktu dan tempat

Evaluasi dan dokumentasi

Evaluasi

Evaluasi dilakukan pada saat proses tak berlangsung, khususnya pada tahap
kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan
TAK. Untuk TAK sesi 2, dievaluasi kemampuan klien dalam berkenalan
secara verbal dan nonverbal dengan menggunakan formulir evaluasi berikut.

59
SESI 2 TAKS

Kemampuan Berkenalan

a. Kemampuan verbal

Nama klien

No Aspek yang dinilai

1 Menyebutkan nama lengkap

2 Menyebutkan nama panggilan

3 Menyebutkan asal

4 Menyebutkan hobi

5 Menanyakan nama lengkap

6 Menanyakan nama panggilan

7 Menanyakan asal

8 Menanyakan hobi

Jumlah

b. Kemampuan nonverbal

Nama Klien

No Aspek yang dinilai

1 Kontak mata

2 Duduk tegak

60
3 Menggunakan bahasa tubuh
yang sesuai

4 Mengikuti kegiatan dari awal


sampai akhir

Jumlah

Petunjuk

1. Dibawah judul nama klien,tulis nama panggilan klien yang ikut TAKS.
2. Untuk tiapklien, semua aspek dimulai dengan memberi tanda [] jika
ditemukan pada klien atau tanda [X] jika tidakditemukan.
3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan :
Kemampuan verbal, disebut mampu jika mendapat nilai 6, disebut
belum mampu jika mendapat nilai 5.
Kemampuan nonverbal disebut mampu jika mendapat nilai 3 dan 4,
disebutbelum mampu jika mendapat nilai 2.

Dokumentasi

Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien katika TAK pada catatan


proses keperawatan tiap klien. Misalnya, jika nilai klien 7 untuk verbal dan 3
untuk nonverbal, catatan keperawatan adalah : klien mengikuti TAKS sesi 2,
klien mampu berkenalan secara verbal dan nonverbal, anjurkan klien untuk
berkenalan dengan klien lain, buat jadwal.

61
SESI 3 TAKS

Tujuan

Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok :

a. Menanyakan kehidupan pribadi kepada 1 orang anggota kelompok


b. Menjawab pertanyaan tentang kehidupan pribadi

Setting

1. Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran


2. Ruangan nyaman dan tenang

Alat

1. Pemutar musik
2. Balon
3. Buku catatan dan pulpen
4. Jadwal kegiatan klien

Metode

1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Bermain peran/stimulasi

Langkah kegiatan

1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrakdengan anggota kelompok sesi 2 TAKS
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan:
a. Memberi slam terapeutik

62
1) Salam dari terapis
2) Peserta dan terapis memakai papan nama
b. Evaluasi/validasi
1) Menanyakan perasaan klien saat ini.
2) Menanyakan apakah telah mencoba memperkenalkan diri pada
orang lain.
c. Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu berkenalan dengan anggota
kelompok.
2) Menjelaskan aturan main berikut :
Jika adaklien yang meninggalkan kelompok harus minta izin
kepada terapis.
Lama kegiatan 45 menit.
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
3. Tahap kerja
a. Hidupkan pemutar musik dan edarkan balon berlawanan dengan arah
jarum jam

b. Pada saat pemutar musik dimatikan, anggota kelompok yang


memegang balon mendapat giliran untuk berkenalan dengan anggota
kelompok yang ada disebelah kanan dengan cara :

1) Memberi salam.
2) Memanggil panggilan
3) Menanyakan kehidupan pribadi:
orang terdekat/dipercayai/ disegani,pekerjaan.
4) Dimulai oleh terapis sebagai contoh.
c. Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
d. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan
4. Tahap Terminasi
a. Evaluasi

63
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1) Menganjurkan tiap anggota kelompok bercakap-cakap tentang
kehidupan pribadi dengan orang lain pada kehidupan sehari-hari.
2) Memasukkan kegiatan bercakap-cakap pada jadwal kegiatan
harian klien.
c. Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu menyampaikan dan
membicarakan topik tertentu.
2) Menyepakati waktu dan tempat

Evaluasi dan dokumentasi

Evaluasi

Evaluasi dilakukan pada saat proses tak berlangsung, khususnya pada tahap
kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan
TAK. Untuk TAK sesi 3, dievaluasi kemampuan klien dalam berkenalan
secara verbal dan nonverbal dengan menggunakan formulir evaluasi berikut.

64
SESI 3 TAKS

Kemampuan Bercakap cakap

a. Kemampuan verbal : bertanya

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Mengajukan pertanyaan yang jelas

2 Mengajukan pertanyaan yang ringkas

3 Mengajukan pertanyaan yang relevan

4 Mengajukan pertanyaan secara spontan

Jumlah

b. Kemampuan verbal : menjawab

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Menjawab dengan jelas

2 Menjawab dengan ringkas

3 Menjawab dengan relevan

4 Menjawab dengan jelas

Jumlah

65
c. Kemampuan nonverbal

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Kontak mata

2 Duduk tegak

3 Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai

4 Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

Jumlah

Petunjuk

1. Dibawah judul nama klien,tulis nama panggilan klien yang ikut TAKS.
2. Untuk tiap klien, semua aspek dimulai dengan memberi tanda [] jika
ditemukan klien atau tanda [X] jika tidak ditemukan.
3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan, jika nilai 3 atau 4 klien mampu,
dan jika nilai 2 klien dianggap belum mampu.

Dokumentasi

Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK pada catatan


proses keperawatan tiap klien. Misalnya, nilai kemampuan verbal bertanya 2,
kemampuan verbal menjawab 2, dan kemampuan nonverbal 2 maka catatan
keperawatan adalah : klien mengikuti TAKS sesi 3, klien belum mampu
bercakap-cakap secara verbaldan nonverbal. dianjurkan latihan diulang di
ruangan (buat jadwal).

66
SESI 4 TAKS

TUJUAN

Klien mampu menyampaikan topic pembicaraan tertentu dengan anggota


kelompok :

a. menyampaikan topic yang ingin dibicarakan


b. memilih topic yang ingin dibicarakan
c. member pendapat tentang topic yang dipilih

Setting

1. klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran


2. ruangan nyaman dan tenang

Alat

1. pemutar musik
2. balon
3. buku catatan dan pulpen
4. jadwal kegiatan klien
5. flipchart/white board dan spidol

Metode

1. dinamika kelompok
2. diskusi dan tanya jawab
3. bermain peran.simulasi

67
Langkah kegiatan

1. persiapan
a) mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 3
TAKS
b) mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a) salam terupetik
1) memberi salam teraupetik
2) peserta dan terapis memakai papan nama

b) evaluasi/validasi
1) menanyakan perasaan klien saat ini
2) menanyakan apakah telah latihan bercakap-cakap dengan
orang lain
c) kontrak
1) menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menyampaikan ,
memilih, dan member pendapat tentang topik percakapan
2) menjelaskan aturan main berikut :
Jika ada kix yang meninggalkan kelompok harus
minta izin kepada terapis
Lama kegiatan 45 menit
Setiap kx mengikuti dari awal sampai selesai
3. Tahap kerja
a) hidupkan pemutar musik dan edarkan balon berlawanan dengan
arah jarum jam
b) pada saat pemutar musik dimatikan, anggota kelompok yang
memegang balon mendapat giliran untuk menyampaikan satu topic
yang ingin dibicarakan . dimulai oleh terapis sebagai contoh.
Misalnya cara bicara yang baik atau cara mencari teman

68
c) tuliskan pada flipchart atau white board topic yang disampaikan
secara berurutan
d) ulangi a,b, dan c sampai semua anggota kelompok menyampaikan
topic yg ingin dibicarakan.
e) hidupkan kembali pemutar musik dan edarkan balon. Pada saat
pemutar musik dimatikan minta pada anggota kelompok yang
memegang balon untuk memilih topic yang disukai untuk
dibicarakan dari daftar yang ada.
f) ulangi sampai semua anggota kelompok memilih topic
g) terapis membantu menetapkan topic yang paling banyak dipilih
h) hidupakan kembali kaset pada tape recorder dan edarkan bola.
Pada saat pemutar musik di matikan , minta pada anggota
kelompok yg memegang bola untuk menyampaikan pendapat
tentang topic yg dipilih
i) ulangi h sampai semua anggota kelompok menyampaikan pendapat
j) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan
4. Tahap Terminasi
a) Evaluasi
1) menanyakan perasaan kx setelah mengikuti TAK
2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b) Rencanakan tindak lanjut
1) menganjurkan setiap anggota kelompok latihan bertanya,
meminta, menjawab, dan member pada kehidupan sehari-
hari (kerja sama)
2) memasukan kegiatan berkerja sama pada jadwal kegiatan
harian kx
c) Kontrak yang akan dating
1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu mengevaluasi kegiatan
TAKS
2) Menyepakati waktu dan tempat

69
Evaluasi dan dokumentasi

Evaluasi

Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap
kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan kx sesuai dengan tujuan TAK.
Untuk TAK sesi 4 dievaluasi kemampuan verbal menyamapaikan, memilih, dan
member pendapat tentang topic percakapan serta kemampuan non verbal dengan
menggunakan formulir evaluasi berikut.

70
Sesi 4 TAKS

Kemampuan Bercakap-cakap topik tertentu

a. Kemampuan verbal : menyampaikan topik

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Menyampaikan topik dengan jelas

2 Menyampaikan topik secara ringkas

3 Menyampaikan topik yang relevan

4 Menyampaikan topik secara spontan

Jumlah

b. Kemampuan verbal : memilih topik

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Memilih topik dengan jelas

2 Memilih topik secara ringkas

3 Memilih topik yang relevan

4 Memilih topik secara spontan

Jumlah

71
c. Kemampuan verbal : memberi pendapat

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Memberi topik dengan jelas

2 Memberi topik secara ringkas

3 Memberi topik yang relevan

4 Memberi topik secara spontan

Jumlah

d. Kemampuan nonverbal

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Kontak mata

2 Duduk tegak

3 Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai

4 Mengikuti kegiatan dari awal sampai


akhir

Jumlah

72
Petunjuk

1. Di bawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAKS
2. Untuk tiap klien, semua aspek dimulai dengan memberi tanda [] jika
ditemukan pada klien atau tanda [x] jika tidak ditemukan
3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan. Jika mendapat nilai 3 atau 4 klien
mampu dan jika nilai 2 klien dianggap belum mampu

Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAKS. Misalnya,
kemampuan verbal menyampaikan dan memilih topik percakapan 3, kemampuan
memberipendapat 2, dan kemampuan non verbal 2. Oleh karena itu, catatan
keperawatan adalah klien mengikuti TAKS sesi 4, klien mampu menyampaikan
dan memilih topic percakapan, tetapi belum mampu member pendapat. Secara
non verbal juga belum mampu. Dianjurkan untuk pelatihan klien bercakap
cakap dengan topik tertentu di ruang rawat (buat jadwal).

73
SESI 5 TASK

Tujuan

Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi dengan orang


lain:

a. menyampaikan masalah pribadi


b. Memilih satu masalah untuk di bicarakan
c. Memberi pendapat tentang masalah pribadi yang di pilih

Setting

1. Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran


2. Ruangan nyaman dan tenang

Alat

1. Pemutar musik
2. Balon
3. Buku catatan dan Pulpen
4. Jadwal kegiatan klien
5. Flipchart/white board dan spidol

Metode

1. Dinamika Kelompok
2. Diskusi dan Tanya jawab
3. Bermain peran/simulasi

74
Langkah kegiatan

1. Persiapan
a) Megingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada ssi 4 TASK
b) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan:
a) Memberi salam terapeutik
1) Salam terpeutik dari terapis
2) Peserta dan terapis memakai papan nama
b) Evaluasi/Validasi
1) Menanyakan perasaan klien saat ini
2) Menanyakan apakah telah latihan bercakap-cakap tentang
topic atau hal tertentu dengan orang lain
c) Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menyampaikan,
memilih, dan memberi pendapat tentang masalah pribadi.
2) Menjelaskan aturan main berikut:
Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus
minta izin kepada terapis
Lama kegiatan 45 menit
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai
akhir
3. Tahap kerja
a) Hidupkan pemutar musik dan edarkan balon berlawanan dengan
arah jarum jam.
b) pada saat pemutar musik di matikan,anggota kelompok yang
memegang balon mendapat giliran untuk menyampaikan satu
masalah pribadi yang ingin di bicarakan. Dimulai oleh terapis
sebagai contoh. Misalnyan,sulit Berceritaatau Tidak
Diperhatikan ayah/ibu/kakak/teman.

75
c) Tuliskan pada flipchart atau white board masalah yang di
sampaikan.
d) Ulangi a,b,dan c sampai semua anggota kelompok menyampaikan
masalah yang ingin di bicarakan.
e) Hidupkan kembali pemutar musik dan edarkan balon. Pada saat
pemutar musik di matikan,anggota yang memegang bola memilih
masalah yang ingin di bicarakan.
f) Ulangi e sampai anggota kelompok memilih masalah yang ingin di
bicarakan.
g) Terapus membantu menetapkan masalah yang paling banyak di
pilih.
h) Hidupkan kembali pemutar musik dan edarkan balon .Pada saat
pemutar musik dimatikan,anggota kelopmok yang memegang
balon menyampaikan pedapat tentang masalah yang di pilih.
i) Ulangi h sampai semua anggota kelompok menyampaikan
pendapat.
j) Beri pujian tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi
tepuk tangan.
4. Tahap Terminasi
a) Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.
b) Rencana tindak lanjut
1) Menganjurkan setiap anggota kelompok bercakap-cakap
tentang masalah pribadi dengan orang lain pada kehidupan
sehari-hari.
2) Memasukan kegiatan bercakap-cakap tentang masalah
pribadi pada jadwal kegiatan harian klien.

76
c) Kontrak yang akan dating
1) Menyepakati kegiatan berikutnya , yaitu bekerja sama
dalam kelompok.
2) Menyepakati waktu dan tempat

Evaluasi dan dokumentasi

Evaluasi

Evaluasi dilakukan menggunakan formulir di bawah ini pada saat proses TAK
berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah
kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAKS sesi 5, dievaluasi
kemampuan verbal klien menyampaikan, memilih, dan member pendapat tentang
percakapan mengenai masalah pribadi, serta kemampuan nonverbal.

77
SESI 5 TAKS

Kemampuan Bercakap-cakap Masalah Pribadi

a. Kemampuan verbal: menyampaikan topik

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Menympaikan topik dengan jelas

2 Menyampaikan topik secara ringkas.

3 Menyampaikan topik yang relevan.

4 Menyampaikan topik secara spontan

Jumlah

b. Kemampuan verbal : memilih topic

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Menympaikan topik dengan jelas

2 Menyampaikan topik secara ringkas.

3 Menyampaikan topickyang relevan.

4 Menyampaikan topik secara spontan

Jumlah

78
c. Kemampuan verbal : member pendapat tentang masalah

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Menympaikan pendapat dengan jelas

2 Menyampaikan pendapat secara ringkas

3 Menyampaikan pendapat yang relevan

4 Menyampaikan pendapat secara spontan

Jumlah

d. Kemampuan non verbal

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Kontak mata

2 Duduk tegak

3 Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai

4 Mengikuti kegiatan dari awal

Jumlah

Petunjuk
1. Dibawah judul nama klien , tulis nama panggilan klien yang ikut TAKS.
2. Umur tiap klien, semua aspek dimulai dengan memberi tanda () jika
ditemukan pada klien atau tanda (X) jika tidak ditemukan.

79
3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan. Jika mendapat nilai 3 atau 4
klien mampu dan jika nilai 2 klien dianggap belum mampu.

Dokumentasi

Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAKS pada


catatan proses keperawatan tiap klien. Misalnya , kemampuan
menyampaikan topik maslah pribadi yang akan dipercakapkan 3, memilih
dan memberi pendapat 2 dan kemampuan nonverbal 4. Untuk itu, catatan
keperawatannya adalah klien mengikuti TAKS sesi 5, klien mampu
menyampaikan masalah pribadi yang ingin dibicarakan, belum mampu
memilih dan member pendapat, tapi nonverbal baik. Anjurkan/ latih klien
untuk bercakap-cakap tentang masalah pribadi dengan perawat dank lien
lain di ruang rawat ( buat jadawal ).

80
SESI 6 TAKS

Tujuan

klien mampu bekerjasama dalam permainan sosialisasi kelompok :

a. Bertanya dan meminta sesuai dengan kebutuhan pada orang lain.


b. Menjawab dan member pada orang lain sesuai dengan permintaan.

Setting

1. Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran.


2. Ruangan nyaman dan tenang.

Alat

1. Pemutar musik
2. Balon
3. Buku catatan dan pulpen.
4. Jadwal kegiatan klien.
5. Kartu kwartet.

Metode

1. Dinamika kelompok.
2. Diskusi dan Tanya jawab.
3. Bermain peran/simulasi.

Langkah kegiatan

1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 5 TAKS.
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
2. Orientasi.
Pada tahap ini terapis melakukan :

81
a. Salam terapeutik
1) Salam terapeutik dari terapis.
2) Peserta dan terapis memakai papan nama.
b. Evaluasi/ validasi
1) Menanyakan perasaan klien pada saat ini.
2) Menanyakan apakah telah latihan bercakap-cakap tentang masalah
pribadi dengan orang lain.
c. Kontrak
1) Menjalaskan tujuan kegiatan, yaitu dengan bertanya dan meminta
kartu yang diperlukan serta menjawab dan memberi kartu pada
anggota kelompok.
2) Menjelaskan aturan main berikut:
Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus minta izin
kepada terapis.
Lama kegiatan 45 menit.
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
3. Tahap kerja.
a. Terapis membagi 44 buah kartu kwartet untuk setiap anggota
kelompok. Sisanya diletakkan diatas meja.
b. Terapis meminta tiap anggota kelompok menyusun kartu sesuai
dengana seri ( 1 seri memiliki 4 kartu).
c. Hidupkan pemutar musik dan edarkana balon berlawanan dengan arah
jarum jam.
d. Pada saat pemutar musik dimatikan, anggota kelompok yang
memegang balon memulai permainan berikut :
1) Meminta kartu yang dibutuhkan ( seri yang belum lengkap ) kepada
anggota kelompok di sebelah kanannya.
2) Jika kartu yang dipegang serinya lengkap, diumumkan pada
kelompok dengan membaca judul dan subjudul.
3) Jika kartu yang dipegang serinya tidak lengkap, diperkenankan
mengambil 1 kartu dari tumpukan kartu diatas meja.

82
4) Jika anggota kelompok memberikan kartu yang dipegang pada
yang meminta, dia berhak mengambil 1 kartu dari tumpukan kartu
di atas meja.
5) Setiap menerima kartu, diminta mengucapkan terima kasih.
e. Ulangi c dan d jika d2 atau d3 terjadi.
f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan member
tepuk tangan.
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.
b. Rencana tindak lanjut
1) Menganjurkan setiap anggota kelompoklatihan bertanya,
meminta menjawab, dan member pada kehidupan sehari-hari
(kerjasama ).
2) Memasukkan kegiatan bekerjasama pada jadwal kegiatan
harian kalian.
c. Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati kegiatan berikutnya, yaitu mengevaluasi kegiatan
TAKS.
2) Menyepakati waktu dan tempat.

Evaluasi dan Dokumentasi

Evaluasi

Evaluasi dilakukan menggunakan formulir dibawah ini pada saat proses


berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah
kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAKS sesi 6, dievaluasi
kemampuan verbal klien dalam bertanya, meminta, menjawab, dan member serta
kemampuan nonverbal.

83
SESI 6 TAKS

Kemampuan bekerjasama

a. Kemampuan verbal : bertanya dan meminta

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Bertanya dan meminta dengan jelas

2 Bertanya dan meminta dengan ringkas.

3 Bertanya dan meminta dengan relevan.

4 Bertanya dan meminta dengan spontan

Jumlah

b. Kemampuan verbal : menjawab dan member

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Menjawab dan memberi dengan jelas

2 Menjawab dan memberi secara ringkas.

3 Menjawab dan memberi yang relevan.

4 Menjawab dan memberi secara spontan

Jumlah

84
c. Kemampuan nonverbal

No Aspek yang dinilai Nama Klien

1 Kontak mata

2 Duduk tegak

3 Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai.

4 Mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Jumlah

Petunjuk
1. Dibawah judul nama klien , tulis nama panggilan klien yang ikut TAKS.
2. Umur tiap klien, semua aspek dimulai dengan memberi tanda () jika
ditemukan pada klien atau tanda (X) jika tidak ditemukan.
3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan. Jika mendapat nilai 3 atau 4
klien mampu dan jika nilai 2 klien dianggap belum mampu.

Dokumentasi

Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAKS pada


catatan proses keperawatan tiap klien. Misalnya , kemampuan verbal
bertanya, meminta,menjawab, dan member 4, serta kemampuan nonverbal
4. Maka, catatan keperawatannya adalah klien mengikuti TAKS sesi 6,
klien mampu secara verbal dan nonverbal dalam bertanya,meminta,
mnjawab,dan memberi . Anjurkan klien melakukannya di ruang rawat
(buat jadawal ).

85
DAFTAR PUSTAKA

Anna Keliat & Akemat, dkk. 2009. Model Praktik Keperawatan Profesional
Jiwa. Jakarta : EGC.
Anna Keliat, Budi, dkk. 1998. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta :

EGC.

Azizah, Lilik Malifatul.2011.Keperawatan Jiwa Aplikasi Praktik


Klinik.Jogjakarta:Graha Ilmu.

Carpenito, Lynda Juall. 2009. Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktik


Klinik edisi 9. Jakarta: EGC.
Dalami dkk, Ermawati. 2009.Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan
Jiwa. Jakarta: Trans Info Media.
Fitria, Nita, 2009. Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan
dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan. Jakarta : Salemba
Medika.

Fitri, Nita. 2009. Laporan Pendahuluan dan Strategi Selaksanaan.Jakarta :

Salemba Medika.

Towsend C. Mary, 1998. Diagnosa keperawatan Psikiatri Edisi 3. Jakarta : EGC.

Yosep, Iyus. 2011.Keperawatan Jiwa Edisi Revisi. Bandung: Refika Aditama.

86