Anda di halaman 1dari 10

Jurnal PPKM UNSIQ I (2014) 21-30 ISSN: 2354-869X

RANCANG BANGUN REAKTOR BIOGAS


UNTUK PEMANFAATAN LIMBAH KOTORAN TERNAK SAPI
DI DESA LIMBANGAN KABUPATEN BANJARNEGARA
Sunaryoa
a
Program Studi Teknik Mesin Universitas Sains Al Quran (UNSIQ) Wonosobo
a
E-mail: dosauto2000@yahoo.co.id

INFO ARTIKEL ABSTRAK


Riwayat Artikel: Usaha peternakan cukup memberikan manfaat yang besar dilihat dari
Diterima : 27 Desember 2013 perannya sebagai penyedia protein hewani. Namun di sisi lain,
Disetujui : 20 Januari 2014 keberadaan hewan ternak ini juga menjadi penyebab timbulnya
pencemaran. Kotoran yang dihasilkan menimbulkan masalah bagi
Kata Kunci: lingkungan. Selain baunya yang tidak sedap, keberadaan kotoran juga
Kotoran Ternak, Energi Alternatif,
Biogas, Pupuk Organik
mencemari tanah, mengganggu pemandangan, dan bisa menjadi
faktor penyakit. Jika pengelolaan kotoran sapi tidak dilakukan secara
baik akan berakibat buruk bagi kesehatan warga sekitar kandang.
Tidak terkecuali hal ini terjadi di Desa Limbangan Kecamatan
Madukara kabpaten Banjarnegara.
Dalam rangka pengelolaan kotoran sapi tersebut, maka tim pelaksana
IbM UNSIQ membuat kegiatan penyuluhan lingkungan, pemanfaatan
limbah kotoran sapi menjadi energi alternatif (biogas), pelatihan
pembuatan instalasi biogas serta pemanfaatan slurry digester sebagai
sumber pupuk organik.
Hasil Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat IbM dapat
berjalan dengan baik dengan terciptanya instalasi biogas yang dapat
dimanfaatkan warga untuk kegiatan memasak dan tersedianya pupuk
organik cair dari limbah slurry digester biogas sebagai sarana
pemupukan tanaman pertanian khususnya salak. Selain itu biogas
juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar motor pengganti bensin.

ARTICLE INFO ABSTRACT


Article History Farm business quite great benefit seen from its role as a provider of
Received : December 27, 2013 animal protein. But on the other hand, the presence of livestock is
Accepted : January 20, 2014 also a cause of pollution. Manure produced poses a problem for the
environment. In addition to the unpleasant smell, the presence of
Key Words :
impurities also pollute the soil, disrupt the scenery, and the disease
Cattle dung, Alternative Energy,
Biogas, Organic Fertilizer
could be a factor. If the manure management is not done properly
would be bad for the health of people around the cage. No exception
to this occurs in the Village District of Madukara kabpaten
Limbangan Banjarnegara.
In order to manage the cow dung, the IBM implementation team
UNSIQ make environmental education activities, the use of cow
manure waste into alternative energy ( biogas ), making training
installation and utilization of biogas digester slurry as organic
fertilizer sources.
Results IBM Implementation of Community Service Program can
work well with the creation of biogas installations that can be used by
residents for cooking activities and the availability of liquid organic
fertilizer from waste biogas digester slurry as a means of fertilizing
agricultural crops, especially bark. Besides biogas can also be used
as a motor fuel substitute for gasoline.

21
Jurnal PPKM UNSIQ I (2014) 21-30 ISSN: 2354-869X
1. PENDAHULUAN ditangani secara baik telah menyebabkan
Beberapa tahun terakhir ini energi pencemaran lingkungan di sekitar desa, baik
merupakan persoalan yang krusial didunia. air, tanah dan udara (bau). Kotoran hewan
Peningkatan permintaan energi yang yang berupa cairan dengan sengaja dialirkan
disebabkan oleh pertumbuhan populasi ke sungai sedangkan kotoran padat dibiarkan
penduduk dan menipisnya sumber cadangan tertumpuk di sekitar kandang. Timbulnya bau
minyak dunia serta permasalahan emisi dari dan pencemaran ini yang kadang memicu
bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada konflik sosial, dengan adanya komplain dari
setiap Negara untuk segera memproduksi dan masyarakat setempat. Dengan populasi 35
menggunakan energi terbaharukan. Selain itu, ekor sapi untuk satu kelompok tani, dengan
peningkatan harga minyak dunia hingga asumsi rata-rata per ekor sapi menghasilkan
mencapai 100 U$ per barel juga menjadi 15 kg kotoran padat, limbah yang dihasilkan
alasan yang serius yang menimpa banyak dapat mencapai kurang lebih 525 kg per hari.
negara didunia terutama Indonesia. Dalam Minimnya pengetahuan dan latar
situasi seperti ini pencarian, pengembangan, belakang pendidikan yang rendah dari para
dan penyebaran teknologi energi non BBM peternak sapi di Desa Limbangan menjadikan
yang ramah lingkungan menjadi penting, kesadaran akan lingkungan menjadi kurang,
terutama ditujukan pada keluarga miskin terkait juga dengan adanya teknologi
sebagai golongan yang banyak terkena pengolahan limbah kotoran hewan dan
dampak kenaikan BBM. Salah satu teknologi manfaat yang ada. Teknologi instalasi biogas
energi yang sesuai dengan persyaratan dari kotoran hewan, meskipun sudah mereka
tersebut adalah teknologi biogas (Darsin, dengar akan tetapi kurang tahunya
2006). pengetahuan cara membuat instalasi biogas
Desa Limbangan yang berada di dan anggapan besarnya anggaran menjadikan,
wilayah Kecamatan Madukara Kabupaten menjadikan mereka memilih solusi negatif
Banjarnegara yang berbatasan dengan dalam penanganan limbah kotoran hewan
Kabupaten Wonosobo sebagian besar agar kelangsungan usaha ternak dapat
penduduknya ber-mata pencaharian sebagai berkelanjutan.
petani dan sebagian sebagai peternak. Keberadaan limbah kotoran sapi yang
Penduduk di Desa Limbangan awalnya hanya melimpah tersebut tentunya merupakan
memelihara ternak 1 atau 2 ekor per rumah, potensi energi yang sangat bermanfaat bagi
kemudian pada tahun 2005 dibentuklah masyarakat di Desa Limbangan. Berdasarkan
kelompok tani ternak untuk memudahkan penelitian dari Arinal Hamni (2009), setiap 2
komunikasi dan peningkatan produktifitas ekor ternak sapi/kerbau atau 30 kg kotoran
para peternak. Dua diantara kelompok tani di padat dapat dihasilkan 1 m3 biogas. Dengan
Desa Limbangan antara lain Kelompok Tani rata-rata 525 kg/hari kotoran sapi maka
Unggul Mandiri dan Kelompok Tani Subur potensi energi yang dihasilkan bisa mencapai
Rahayu yang pada saat ini masing-masing 17,5 m3 per hari. Kesetaraan 1m3 biogas sama
memelihara ternak sapi mencapai 35 ekor. dengan 0,46 kg elpiji, 3,50 kg kayu bakar,
Pesatnya pertumbuhan sapi di Desa 0,62 liter minyak tanah maka potensi energi
Limbangan terjadi pada tahun 2008 dengan di Desa Limbangan untuk satu kelompok tani
mendapat titipan ternak dari pemerintah 5 sama dengan 8 kg elpiji, 61 kg kayu bakar
ekor untuk penggemukan dan menjadi 12 dan 11 liter minyak tanah atau cukup untuk
pada tahun 2009 dan terus berkembang digunakan 8-10 rumah tangga per hari.
hingga saat ini mencapai 35 ekor. Dengan Dengan melihat potensi yang ada, tentunya
keberadaan kelompok tani tersebut memang kalau dikelola dengan baik, Desa Limbangan
telah bisa menaikkan taraf hidup dan bisa menjadi desa mandiri energi dan
pendapatan ekonomi anggota kelompok. merupakan peluang usaha baru, untuk produk
Peningkatan populasi ternak sapi di biogas maupun residu dari instalasi biogas
Desa Limbangan tersebut telah meningkatkan yang berupa pupuk organik.
limbah yang dihasilkan. Pembuangan Sehubungan dengan permasalahan yang
kotoran ternak sembarangan yang tidak dihadapi oleh Kelompok Tani Ternak di Desa

22
Jurnal PPKM UNSIQ I (2014) 21-30 ISSN: 2354-869X
Limbangan Kecamatan Madukara Kabupaten Komponen biogas yang dihasilkan dari
Banjarnegara tersebut, pengusul dari proses fermentasi berupa gas Methan (CH4)
Universitas Sains Alquran Jawa Tengah di sekitar 54-70%, gas karbondioksida (C02)
Wonosobo akan membantu mencarikan solusi sekitar 27-45%, nitrogen (N2) 3% - 5%,
yaitu memberi penyuluhan dan pelatihan hidrogen (H2) sebesar 1%, 0,1%
pemanfaatan limbah kotoran sapi, membuat karbonmonoksida (CO), 0,1% oksigen (O2),
instalasi pengolahan biogas dari kotoran sapi dan sedikit hidrogen sulfida (H2S). Gas
dan pemanfaatan produk sampingannya methan (CH4) yang merupakan komponen
berupa pupuk organik. Untuk itu, program utama biogas merupakan bahan bakar yang
pengabdian ini dilakukan untuk membuat berguna karena mempunyai nilai kalor yang
rancang bangun terkait instalasi peng0lahan cukup tinggi, yaitu sekitar 4800 sampai 6700
biogas dari kotoran sapi dan bagaimana kkal/m3, sedangkan gas metana murni
mensosialisasikan produk biogas tersebut mengandung energi 8900 Kcal/m3. Karena
kepada masyarakat sehingga dapat dijadikan nilai kalor yang cukup tinggi itulah biogas
sebagai rintisan wirausaha baru. dapat dipergunakan untuk keperluan
Keberadaan mitra nantinya akan sangat penerangan, memasak, menggerakan mesin
berpengaruh terhadap keberlangsungan model dan sebagainya.
dan teknologi yang akan diterapkan di Jenis bahan organik yang diproses
masyarakat. Disamping itu mitra juga dalam digester sangat mempengaruhi
memandang kemanfaatan teknologi ini akan produktifitas sistem biogas disamping
benar-benar bermanfaat terutama untuk parameter-parameter lain seperti temperatur
meningkatkan kualitas hidup peternak dan digester, pH, tekanan dan kelembaban udara.
ternaknya serta menghilangkan konflik sosial Salah satu cara menentukan bahan organik
yang ada. Hal lain yang mendukung yang sesuai untuk menjadi bahan masukan
pemanfaatan teknologi ini adalah, bahwa sistem biogas adalah dengan mengetahui
melalui mitra dapat menyampaikan perlunya perbandingan Karbon (C) dan Nitrogen (N)
pernanganan limbah secara terpadu guna atau disebut rasio C/N. Beberapa percobaan
menghilangkan pencemaran lingkungan. yang telah dilakukan oleh ISAT menunjukkan
bahwa aktifitas metabolisme dari bakteri
2. TINJAUAN PUSTAKA methanogenik akan optimal pada nilai rasio
2.1. Biogas C/N sekitar 8-20.
Biogas merupakan gas yang mudah Sistim produksi biogas juga mempunyai
terbakar dan dihasilkan melalui proses beberapa keuntungan seperti (a) mengurangi
anaerob atau fermentasi dari bahan- pengaruh gas rumah kaca, (b) mengurangi
bahan organik diantaranya; polusi bau yang tidak sedap, (c) sebagai
kotoran manusia dan hewan, limbah domestik pupuk dan (d) produksi daya dan panas
(rumah tangga), sampah atau limbah organik (Widodo, dkk, 2006). Kesetaraan biogas
yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. dengan sumber energi lain, yaitu 1 m3 biogas
Biogas juga dikenal sebagai gas rawa atau setara dengan; elpiji 0,46 kg, 0,62 liter
lumpur dan bisa digunakan sebagai bahan minyak tanah, 0,52 liter minyak solar, 0,80
bakar. Pada umumnya semua jenis bahan liter minyak bensin, 1,50 m3 gas kota dan
organik bisa diproses untuk menghasilkan 3,50 kg kayu bakar.
biogas (Anonim, 2005).

Tabel 1. Produksi biogas dari berbagai bahan organik


No. Bahan Organik Jumlah (kg) Biogas (Lt)
1 Kotoran sapi 1 40
2 Kotoran Kerbau 1 30
3 Kotoran Babi 1 60
4 Kotoran Ayam 1 70
Sumber: Buku saku peternakan, Dit. BIna Program Dirjen Peternakan

23
Jurnal PPKM UNSIQ I (2014) 21-30 ISSN: 2354-869X
Seekor sapi dewasa rata-rata pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk
menghasilkan kurang lebih 10 kg kotoran sapi usaha pertanian maupun perkebunan.
setiap hari. Untuk menghasilkan 1 m3 gas Digester biogas memiliki tiga (3)
bio, diperlukan kira-kira 20 kg kotoran sapi. macam tipe dengan keunggulan dan
Jadi dalam sehari 1 ekor sapi menghasilkan kelemahannya masing-masing. Ketiga tipe
0,45 m3 gas bio atau 1 kg kotoran sapi biogas tersebut adalah :
menghasilkan kurang lebih 0,05 m3 gas bio. a. Tipe fixed domed plant
Dalam penggunaan sehari-hari, untuk Terdiri dari digester yang memiliki
memasak air 1 liter, dibutuhkan 40 lt (0,04 penampung gas dibagian atas digester. Ketika
m3) gas bio, dalam waktu 10 menit. Untuk gas mulai timbul, gas tersebut menekan
menanak 1/2 kg beras, dibutuhkan rata-rata lumpur sisa fermentasi (slurry) ke bak slurry.
0,15 m3 gas bio, dalam 30 menit. Penggunaan Jika pemasukan kotoran ternak dilakukan
sehari-hari dalam rumah tangga dibutuhkan terus menerus, gas yang timbul akan terus
rata-rata 3m3 gas (GTZ, 1997). menekan slurry sampai keluar dari bak slurry.
Pembuatan biogas dimulai dengan Gas yang timbul akan tertampung diatas
memasukkan bahan organik ke dalam kotoran yang mengalami fermentasi dan akan
digester, sehingga bakteri anaerob akan digunakan/dikeluarkan lewat pipa gas yang
membusukkan bahan organik tersebut dan berada diatas digester menuju tempat
menghasilkan gas yang disebut biogas. penampungan.
Biogas dapat dihasilkan pada hari ke 4-5 Keunggulan : tidak ada bagian yang
sesudah iodigester terisi penuh, dan mencapai bergerak, awet (berumur panjang), dibuat di
puncaknya pada hari ke 20-25. Biogas yang dalam tanah sehingga terlindung dari berbagai
telah terkumpul di dalam digester dialirkan cuaca atau gangguan lain dan tidak
melalui pipa penyalur gas menuju tangki membutuhkan ruangan (diatas tanah).
penyimpan gas atau langsung ke lokasi Kelemahan : rawan terjadi kertakan di bagian
penggunaannya, misalnya kompor. Biogas penampung gas, tekanan gas tidak stabil
dapat dipergunakan dengan cara yang sama karena tidak ada katup gas.
seperti cara penggunaan gas lainnya yang b. Tipe floating drum plant
mudah terbakar. Pembakaran biogas Terdiri dari satu digester dan
dilakukan dengan mencampurnya dengan penampung gas yang bisa bergerak.
oksigen (O2). Untuk mendapatkan hasil Penampung gas ini akan bergerak keatas
pembakaran yang optimal perlu dilakukan ketika gas bertambah dan turun lagi ketika gas
proses pemurnian/penyaringan karena biogas berkurang, seiring dengan penggunaan dan
mengandung beberapa gas lain yang tidak produksi gasnya. Kelebihan : konstruksi alat
menguntungkan. Keuntungan lain yang sederhana dan mudah dioperasikan. Tekanan
diperoleh adalah dihasilkannya lumpur yang gas konstan karena penampung gas yang
dapat digunakan sebagai pupuk. bergerak mengikuti jumlah gas. Jumlah gas
(Anonim,2005). bisa dengan mudah diketahui dengan melihat
naik turunya drum. Sedangkan kelemahannya
2.2. Reaktor Biogas (Biodigester) yaitu digester rawan korosi sehingga waktu
Proses menghasilkan biogas dari bahan pakai menjadi pendek.
organik, diperlukan alat yaitu Digester Biogas c. Tipe baloon plant
/Biodigester, yang bekerja dengan prinsip Konstruksi sederhana, terbuat dari
menciptakan suatu tempat penampungan plastik yang pada ujung-ujungnya dipasang
bahan organik pada kondisi anaerob (bebas pipa masuk untuk kotoran ternak dan pipa
oksigen) sehingga bahan organik tersebut keluar peluapan slurry. Sedangkan pada
dapat difermentasi oleh bakteri metanogen bagian atas dipasang pipa keluar gas.
untuk menghasilkan biogas. Biogas yang Kelebihan : biaya pembuatan murah, mudah
timbul kemudian dialirkan ketempat dibersihkan, mudah dipindahkan.
penampungan biogas sedangkan lumpur sisa Kelemahannya waktu pakai relatif singkat dan
aktifitas fermentasi dikeluarkan lalu dijadikan mudah mengalami kerusakan.

24
Jurnal PPKM UNSIQ I (2014) 21-30 ISSN: 2354-869X
Dalam pelaksanaan kegiatan program sumber air. Tempat terbaik sekurang-
Iptek Bagi Masyarakat (IbM) di Desa kurangnya 10 meter dari rumah, sehingga
Limbangan Kabupaten Banjarnegara ini, ketika memasukkan kotoran ternak dan
digester yang digunkan menggunkan type limbah organik ke unit biogas, tidak sampai
fixed dome plant. Unit produksi biogas sangat mencemari kehidupan keluarga dan tempat
penting diletakkan di tempat yang aman, pengolahan pangan dan tidak banyak
terpisah dari rumah, tempat memasak dan membutuhkan pipa gas.

Gambar 1. Tipe biodigester: (a) Floating drum plant, (b) fixed dome plant, (c) fixed dome plant
with gas holder terpisah, (d) baloon plant, (e) chanel-typed digester with pelindung matahari dan
lapisan plastik

Biodigester biogas model fixed dome limbah organic yang tersedia. Tabel dibawah
plant ini memiliki ukuran 4, 6, 8, 10, 12 ini menunjukkan parameter dalam
m3. Besarnya biodigester yang dibuat harus menentukan ukuran biodigester.
disesuaikan dengan ketersedian bahan baku

Tabel 2. Dasar ukuran biodigester & kuantitas bahan baku


Kapasitas Produksi Gas Kotoran hewan Air yg Jumlah ternak yg
Pengolahan perhari (m3) yg dibutuhkan dibutuhkan dibutuhkan (ekor)
(m3) perhari (kg) perhari (Lt)
4 0,8 1,6 20 40 20 40 34
6 1,6 2,4 40 60 40 60 56
8 2,4 3,2 60 80 60 80 7 -8
10 3,2 -4,2 80 100 80 100 9 10
12 4,2 4,8 100 - 120 100 - 120 11 - 12
Sumber: Model instalasi biogas Indonesia, panduan kontruksi Hivos

Ukuran dan dimensi biodigester telah sesuai dengan kebutuhan, produksi gas akan
diputuskan berdasarkan jangka waktu kurang dan efeknya gas yang dikumpulkan
penyimpanan 50 hari dari 60% penyimpanan dalam penampung tidak akan memiliki
gas. Bahan baku segar yang diisikan kedalam tekanan yang cukup untuk mendorong slury
digester harus berada didalam digester yang telah mengalami proses anaerob ke
setidaknya 50 hari sebelum dikeluarkan. dalam saluran outlet.
Tmpat pengolahan harus dapat menampung
60% gas yang diproduksi dalam waktu 24
jam. Ukuran digester biogas diputuskan
berdasarkan jumlah bahan baku harian yang
tersedia. Tempat pengolahan yang tidak

25
Jurnal PPKM UNSIQ I (2014) 21-30 ISSN: 2354-869X
3. HASIL DAN PEMBAHASAN kelompok tani ternak di Desa Limbangan
3.1. Metode Pelaksanaan Kecamatan Madukara Kabupaten
Pelaksanaan pengabdian masyarakat Banjarnegara ini dilakukan dengan metode ini
berupa penerapan IPTEK bagi masyarakat sebagai berikut:

Penyuluhan kepada kelompok peternak sapi untuk mensosialisasikan


pencemaran Linkungan, pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas dan pupuk
organik

Koordinasi dengan kelompok peternak sapi untuk pembangunan


instalasi biogas dari kotoran sapi

Penataan kandang dan persiapan alat dan bahan


untuk pembangunan instalasi biogas

Pembangunan instalasi sistem biogas

Penyuluhan

Pemanfaatan Manajemen perawatan Pembuatan & pemasaran pupuk


instalasi biogas sistem instalasi biogas organik

Gambar 3. Peta-Konsep Program Pengabdian

Pelaksanaan Program IbM pemanfaatan biogas. Langkah kelima dari program


kotoran sapi di atas, hal pertama yang pengabdian ini adalah penyuluhan
dilakukan adalah penyuluhan kepada penyuluhan. Ada tiga macam penyuluhan
kelompok peternak sapi untuk terkait dengan biogas yang akan diberikan
mensosialisasikan bahaya pencemaran kepada warga dan khususnya peternak sapi
lingkungan, pemanfaatan kotoran sapi, teknis yaitu :
pembuatan instalasi biogas dan pembuatan a. penyuluhan tentang teknis penggunaan
pupuk organik baik padat maupun cair. dan pemanfaatan biogas untuk memasak.
Langkah kedua adalah koordinasi dengan b. penyuluhan tentang manajemen perawatan
kelompok peternak sapi untuk penataan sistem instalasi biogas.
kandang dan pembangunan instalasi biogas c. penyuluhan tentang pembuatan dan
dari kotoran sapi. Sebagai kelanjutannya, pemasaran pupuk organik.
langkah ketiga adalah menyiapkan alat dan
bahan untuk pembangunan instalasi biogas Metode pemanfaatan kotoran sapi
yang langsung diikuti dengan langkah dalam program IbM ini dapat dijelaskan
keempat yaitu pembangunan sistem instalasi dengan gambar sebagai berikut:

26
Jurnal PPKM UNSIQ I (2014) 21-30 ISSN: 2354-869X
Kotoran Sapi kotoran BIOGAS
SAPI
padat

kotoran cair sisa kotoran gas

Memasak
Pengerak Motor
pupuk Obat pembasmi
organik cair serangga cair padat

pupuk
organik cair

TANAMAN

Gambar 4. Road-Map Pemanfaatan Kotoran Sapi

3.2. Model Instalasi Digester Biogas

Pemanfaatan:
a. Kompor gas
b. Bahan bakar motor
c. Lampu Petromax

Gambar 5. Desain Instalasi Biogas dari Kotoran Ternak Sapi

Tahapan dalam pembuatan instalasi a. Tahap persiapan pembuatan biogas


biogas dengan memanfaatkan limbah kotoran meliputi penyiapan kotoran ternak,
ternak sapi ini dapat dijelaskan sebagai menentukan lokasi lahan pembuatan
berikut: digester biogas dan pembelian bahan dan
27
Jurnal PPKM UNSIQ I (2014) 21-30 ISSN: 2354-869X
peralatan. dalam program IbM di Desa Limbangan
b. Tahap pelaksanaan pembangunan digester Kabupaten Banjarnegara ini
biogas, meliputi; dimanfaatkan kompor gas dan penggerak
1) Membuat lay-out reaktor biogas, hal ini motor bakar.
dimulai dengan menggambar desain a. Kompor biogas dapat dibuat khusus
dan penentuan lokasi bangunan di atau di modifikasi dari kompor gas
tanah sebelum memulai proses LPG. Untuk kompor biogas hasil
penggalian. Ratakan tanah dan modifikasi kompor gas LPG
tentukan lokasi digester, outlet dan dilakukan dengan cara memodifikasi
inlet (lurus). bagian burner atau saluran gas
2) Pengalian lubang. Penggalian tinggal kompor tersebut. Pada bagian Injector
mengikuti desain dan metode yang Jet atau Spuyer gas, Lakukan
digunakan harus digali secara vertical pengeboran dengan menggunakan bor
dengan ketinggian sesuai dengan besi dengan diameter 1,5 mm sampai
desain. Apabila kedalamn telah dengan 2 mm. dengan ini akan selesai
tercapai, ratakan dan perkeras bagian proses modifikasi kompor LPG, dan
dasarnya. kompor tersebut tinggal dipasang
3) Konstruksi digester. Hal berupa kembali komponen yang dimodifikasi
pengerjaan dinding digester. Agar kuat tersebut dan telah siap digunakan
dan tidak bocor lakukan dengan dua untuk kompor biogas.
lapisan pemasangan batu bata dan
pengecoran.
4) Kontruksi kubah penampung gas.
Buatlah kubah yang berfungsi sebagai
penampung gas pada bagian atas dai
lubang digester dan pada bagian tengah
diberi pipa keluaran gas.
5) Memplester digester dan kubah
penampung gas serta pembuatan turret.
Hal ini untuk menghindari kebocoran
gas dari dalam kubah digester. Gambar 5. Kompor Berbahan bakar
6) Pembangunan manhole dan Outlet. Biogas
Pembangunan outlet ditinggikan dari
ketinggian tanah semula untuk b. Biogas untuk bahan bakar motor
mencegah air masuk ke outlet terutama bensin
musim hujan dan ditutp dengan cor Biogas sangat potensial sebagai
yang bisa dibuka tutup. bahan bakar karena kandungan
7) Pembangunan inlet. Inlet dibangun metana yang tinggi. Tetapi biogas
untuk mencampur kotoran sapi dengan mengandung H2S yang tinggi pula
air dengan sistem pengaduk putar. yang berpotensi mencemari
8) Kontruksi lubang kompos. lingkungan. Dengan demikian biogas
Pembuatannya sebagai penampung perlu dimurnikan dulu sebelum
slury dan letaknya dekat dengan outlet. digunakan sebagai bahan bakar.
9) Pemipaan. Pemasangan saluran gas Biogas dapat dimurnikan dengan
dari kubah menuju penampung gas menggunakan bahan zeolit ataupun
sementara. Peralatan pelengkap untuk menggunakan Fe-EDTA (Iron
pemipaan berupa stop kran, katup Chelated Solution). Dalam program
pengaman, penampung gas dari plastik IbM ini pemurnian gas sebagai bahan
rol, pengukur tekanan dan selang gas. bakar menggunakan limbah besi dari
3.3. Pemanfaatan biogas industri mesin bubut yang kemudian
Biogas yang diperoleh dari hasil dimampatkan dan dimasukkan
fermentasi bahan organik di digester kedalam pipa PVC.

28
Jurnal PPKM UNSIQ I (2014) 21-30 ISSN: 2354-869X

Gambar 6. Biogas sebagai Bahan Bakar Motor Bensin

c. Pemanfaatan limbah slury sebagai


pupuk organik
Buangan dari sebuah instalasi biogas
yang biasa disebut sebagai slurry
dapat kita manfaatkan sebagai pupuk
organik. Slurry biogas mengandung
bahan organik makro dan mikro yang
sangat diperlukan oleh
tanaman. Limbah biogas, yaitu
kotoran ternak yang telah hilang Gambar 7. Contoh Pengemasan
gasnya (slurry) merupakan pupuk Pupuk Organik
organik yang sangat kaya akan unsur- 4. KESIMPULAN
unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Dari pelaksanaan kegiatan program
Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti pengabdian Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini
protein, selulose, lignin, dan lain-lain dapat disimpulkan:
tidak bisa digantikan oleh pupuk 1. Kotoran ternak sapi dapat dimanfaatkan
kimia. Bahan organik makro yang menjadi produk yang berdaya guna dan
terkandung ialah nitrogen (N), kalium mempunyai nilai ekonomi diantaranya
(K), fosfor (P) dan lainnya, sebagai biogas dan pupuk organik.
sedangkan bahan mikro yang 2. Pemanfaatan biogas dari kotoran ternak
terkandung adalah magnesium (Mg), sapi dapat digunakan untuk memasak,
kalsium (Ca), asam amino dan pengganti bahan bakar bensin untuk
lainnya. penggerak motor dan lampu petromax.
Pupuk yang didapat dari slurry biogas 3. Pembuatan biodigester biogas dari
dapat berupa pupuk organik cair dan kotoran ternak harus memperhatikan
pupuk kompos organik padat. ketersedian bahan baku dan kebutuhan
Pembuatan pupuk dari slurry biogas pemakaian gas perhari.
sangat mudah yaitu hanya dengan 4. Kegiatan pemeliharaan diperlukan untuk
memisahkan antara padatan dan menjaga keawetan instalasi biogas dan
cairan dari slurry biogas. Padatan selalu berhati-hati terhadap gas yang
slurry kemudian dijemur dan atau di dihasilkan karena mudah terbakar dan
angin-anginkan hingga kering untuk berbahaya apabila terhirup dalam jumlah
mendapatkan pupuk padat. banyak
Sedangkan untuk menghasilkan
pupuk cair, cairan slurry dikontakan 5. DAFTAR PUSTAKA
dengan udara menggunakan pompa Hambali, Erliza dkk. (2007), Teknologi
udara seperti yang digunakan dalam Bioenergi. Jakarta: Agro Media.
aquarium selama 24 jam untuk Hamni, Arinal. (2008). Rancang Bangun dan
menghilangkan gas dan menstabilkan Analisa Tekno Ekonomi Alat Biogas
cairan. dari Kotoran Ternak Skala Rumah

29
Jurnal PPKM UNSIQ I (2014) 21-30 ISSN: 2354-869X
Tangga, Jurusan Teknik Mesin Sudarno, Nano dkk. (2010). Biogas,
Universitas Lampung. Mengolah Limbah menjadi Berkah,
Junus, M (1987). Teknik Membuat dan Bandung: Yayasan Pendidikan
Memanfaatkan Unit Gas bio. Lingkungan Kesehatan dan
Fakultas Peternakan Universitas Kesejahteraan.
Brawijaya. Gadjah Mada University Wahyono, E.H. dkk (2009). Panduan
Press: Yogyakarta. Kegiatan Lapangan PNPM LMP.
Setiawan, Ade Iwan (1996), Memanfaatkan WCS-Indonesia Program, Bogor.
Kotoran Ternak, Jakarta: Penebar
Swadaya.

30