Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH ANALISA MINERAL ALAM

MAGNESIUM

Di susun oleh :

Ahmad Wahid

4 kimia 2

SMK N 1 (STM Pembangunan) Temanggung

2016
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Segala Puji bagi ALLAH karena atas kekuasaan-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini sebagai salah satu prasyarat pemenuhan tugas dari mata
kuliah Analisis Logam Logam Renik. Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen
Pembimbing Mata Kuliah Analisis Logam Logam Renik, Bapak Dr. Muh. Nurdin, M.
Sc, yang telah memberikan kesempatan dan materi masukan selama proses perkuliahan
submateri Analisis Logam Dalam Sistem Periodik Serta terima kasih pula kepada rekan
rekan Kimia FMIPA UNHALU yang turut mengikuti mata kuliah ini atas segala saran,
kritikan dan bantuannya selama proses pembuatan makalah ini.

Penulis telah berusaha untuk menyempurnakan penulisan makalah ini namun sebagai
manusia penulis menyadari akan keterbatasan maupun
kehilafan dan kesalahan yang tanpa disadari. Oleh karena itu, saran dan kritik untuk
perbaikan makalah ini akan sangat dinantikan.Akhir dari pengantar ini penulis berharap
semoga dari makalah ini kita dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat. Amin.

Temanggung, 10 Oktober 2016

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kaitannya dengan berbagai perubahan materi, kajian kajian dalam


ilmu kimia membuahkan pengetahuan dasar mengenai unsur, senyawa, campuran,
atom, molekul, ion, ikatan kimia, rumus kimia dan pengetahuan dasar atau teori
teori kimia lainnya yang bermanfaat untuk menjelaskan hakekat perubahan materi dan
energi yang terlibat dalam lingkup perubahan materi tersebut. Salah satu pengetahuan
dasar yang penting untuk dikuasai dalam mempelajari ilmu kimia adalah pengetahuan
tentang unsur unsur logam. Mengetahui latar belakang dari penemuan dan
pembentukan berbagai unsur logam di alam merupakan sebuah pengetahuan dasar
yang tidak bisa dihindari dalam menggeluti ilmu kimia yang meliputi seluruh aspek
hayati dan non hayati dalam kehidupan yang kompleks dibumi ini.

Logam alkali tanah terdiri dari 6 unsur yang terdapat di golongan IIA. Yang
termasuk ke dalam golongan II A yaitu : Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium
(Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Di sebut logam karena
memiliki sifat sifat seperti logam. Disebut alkali karena mempunyai sifat alkalin atau
basa jika direaksikan dengan air. Dan istilah tanah karena oksidasinya sukar larut
dalam air, dan banyak ditemukan dalam bebatuan di kerk bumi. Oleh sebab itu, istilah
alkali tanah biasa digunakan untuk menggambarkan kelompok unsur golongan II A.

Tiap logam memiliki kofigurasi elektron sama seperti gas mulia atau golongan
VIII A, setelah di tambah 2 elektron pada lapisan kulit S paling luar. Contohnya
konfigurasi elektron pada Magnesium (Mg) yaitu : 1s22s22p63s2 atau (Ne) 3s2.
Ikatan yang dimiliki kebanyakan senyawa logam alkali tanah adalah ikatan ionik.
Karena, elektron paling luarnya telah siap untuk di lepaskan, agar mencapai
kestabilan.

Unsur alkali tanah memiliki reaktifitas tinggi, sehingga tidak ditemukan dalam
bentuk monoatomik , unsur ini mudah bereaksi dengan oksigen, dan logam murni
yang ada di udara, membentuk lapisan luar pada oksigen.

Nama ini berasal dari perkataan Yunani bagi sebuah daerah di Thessaly yang
bernama Magnesia. Joseph Black dari England mengenalpasti magnesium sebagai
sejenis unsur pada tahun 1755, Sir Humphry Davy mengasingkan logam magnesium
secara elektrolisis pada tahun 1808 daripada campuran magnesia dan HgO, sementara
A. A. B. Bussy pula telah menyediakannya dalam bentuk koheren pada tahun 1831.
Magnesium merupakan unsur kelapan paling berlimpah dalam kerak Bumi. Ia
merupakan logam Alkali Bumi, maka tidak wujud secara semula jadi dalam keadaan
tak bergabung dengan lain-lain unsur. Ia wujud dalam mendapan besar magnesit,
dolomit, dan mineral lain.

Magnesium adalah logam yang agak kuat, putih keperakan, ringan (satu
pertiga lebih ringan daripada aluminium) dan akan menjadi kusam sekiranya
didedahkan pada udara, walaupun berlainan daripada logam alkali, penyimpanan
dalam persekitaran yang bebas oksigen tidaklah diperlukan. Dalam bentuk serbuk,
logam ini terbakar apabila didedahkan kepada kelembapan dan terbakar dengan nyala
putih. Ia amat sukar untuk terbakar secara pukal, sebaliknya mudah untuk menyala
jika dipotong menjadi jalur nipis. Apabila ia terbakar, amatlah sukar untuk mematikan
pembakaran, kerana ia boleh terbakar bersama nitrogen {membentuk magnesium
nitrida), dan karbon dioksida (membentuk magnesium oksida, dan karbon). Apabila
pita logam magnesium dibakar dan seterusnya direndam dalam air, ia akan
meneruskan pembakaran sehingga pita magnesium habis terbakar. Magnesium, ketika
dibakar dalam udara, menghasilkan cahaya putih yang terang. Ini digunakan pada
zaman awal fotografi di mana serbuk magnesium digunakan sebagai sumber
pencahayaan (serbuk kilat). Kemudiannya, pita magnesium digunakan dalam mentol
denyar yang dinyala secara elektrik. Serbuk magnesium masih digunakan dalam
pembuatan mercun dan nyala marin apabila cahaya putih terang diperlukan.

Magnesium merupakan mineral yang terlibat dalam 300 lebih reaksi kimia
dalam tubuh. Magnesium juga merupakan bagian dari klorofil pectin dan fiftin.
Magnesium cenderung boros dipakai saat kondisi stres. Defisiensi magnesium kerap
dihubungkan dengan sindrom kelelahan. Magnesium merupakan relaxan otot alami,
merupakan pilihan bagus untuk mengurangi ketegangan otot, menurunkan tekanan
darah dan memperbaiki tidur. Magnesium merupakan trace mineral yang diketahui
diperlukan untuk beratus-ratus fungsi tubuh yang berbeda. Magnesium ditemukan di
dalam sel, di mana zat ini mengaktifkan enzim yang diperlukan untuk metabolisme
karbohidrat dan asam amino. Magnesium juga membantu mengatur keseimbangan
asam-alkalin di dalam tubuh. Magnesium membantu meningkatkan penyerapan dan
metabolisme mineral-mineral yang lain seperti kalsium, fosfor, natrium serta kalium.
Dan magnesium ini larut daalam cairan sel.

Dewasa ini penggunaan logam Magnesium sudah sangat banyak diantaranya


adalah sebagai bahan refraktori untuk menghasilkan besi, kaca, dan semen. Dalam
bentuk logam, kegunaan utama unsur ini adalah sebagai bahan tambah logam dalam
aluminium. Logam aluminium-magnesium ini biasanya digunakan dalam pembuatan
kaleng minuman, digunakan dalam beberapa komponen otomotif dan truk , serta
dapat melindungi struktur besi seperti pipa-pipa dan tangki air yang terpendam di
dalam tanah terhadap korosi.Magnesium memegang peranan amat penting dalam
proses kehidupan hewan dan tumbuhan. Magnesium terdapat dalam klorofil, yaitu
yang digunakan oleh tumbuhan untuk fotosintesis. Magnesium juga mengambil
peranan dalam replikasi DNA dan RNA yang mempunyai peranan amat penting
dalam proses keturunan semua organisme. Di samping itu magnesium mengaktifkan
berbagai enzim yang mempercepat reaksi kimia dalam tubuh manusia dan dijadikan
sebagai obat penetralisir asam lambung.

Oleh karena itu, berdasarkan hal yang dikemukakan diatas, terkait dengan
semakin maraknya penemuan dan pemanfaatan logam dalam kehidpan sehari hari,
baik dalam skala industry maupun sebagai bahan eksperiment dalam laboratorium,
dapat dikatakan bahwa pengetahuan mengenai suatu unsur logam merupakan salah
satu aspek yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Terutama yang terkait metode
analisis dan penanganan logam logam dengan tingkat toksitas yang perlu
diwaspadai.

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia dari logam magnesium
2. Untuk mengetahui keberadaan magnesium di alam.
3. Untuk mengatahui proses pembuatan logam magnesium
4. Untuk mengetahui peranan logam magnesium dalam kehidupan sehari-hari.
5. Untuk mengetahui pengaruh logam magnesium didalam tubuh.
6. Untuk mengetahui metode yang digunakan untuk analisis logam magnesium.
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sifat fisika dan kimia dari logam magnesium?
2. Bagaimana keberadaan logam magnesium di alam?
3. Bagaimana proses pembuatan logam magnesium?
4. Bagaimana peranan logam magnesium dalam kehidupan sehari-hari?
5. Bagaimana pengaruh logam magnesium di dalam tubuh?
6. Apa metode yang digunakan untuk analisis logam magnesium?
BAB II

PEMBAHASAN

A. Sifat-sifat logam magnesium

Magnesium adalah logam yang kuat, putih keperakan, ringan (satu pertiga lebih
ringan daripada aluminium) dan akan menjadi kusam jika dibiarkan pada udara.
Dalam bentuk serbuk, logam ini sangat reaktif dan bisa terbakar dengan nyala putih
apabila udaranya lembab. Apabila pita logam magnesium dibakar lalu direndam
dalam air, maka akan tetap terbakar hingga pita magnesiumnya habis. Magnesium,
ketika dibakar dalam udara, menghasilkan cahaya putih yang terang. Ini digunakan
pada zaman awal fotografi sebagai sumber pencahayaan (serbuk kilat). Rapat massa
magnesium adalah 1,738 gram/cm3. Massa atom relatimya adalah 24, dan nomor
atomnya 12. Magnesium meleleh pada suhu 111C.

1. Sifat fisika logam magnesium

Nama, Lambang, Nomor atom magnesium, Mg, 12


Deret kimia alkali tanah
Golongan, Periode, Blok 2, 3, s
Penampilan putih keperakan
Massa atom 24.3050(6) g/mol
Konfigurasi elektron [Ne] 3s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 2
Fase Padat
Massa jenis
1.738 g/cm
(sekitar suhu kamar)
Massa jenis cair (pada titik
1.584 g/cm
Ciri-ciri fisik lebur)
Titik lebur 923 K (650 C, 1202 F)
1363 K (1090 C, 1994
Titik didih
F)
Kalor peleburan 8.48 kJ/mol
Kalor penguapan 128 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 C) 24.869 J/(molK)
Struktur Kristal segi enam
2 (oksida dasar yang
Bilangan oksidasi
kuat)
Elektronegativitas 1.31 (skala Pauling)
Ke-1 737.7 kJ/mol
Ciri-ciri atom Energi ionisasi (detik) Ke-2 1450.7 kJ/mol
Ke-3 7732.7 kJ/mol
Jari-jari atom 150 pm
Jari-jari atom (terhitung) 145 pm
Jari-jari kovalen 130 pm
Jari-jari Van der Waals 173 pm

2. Sifat kimia dari logam magnesium


a. Reaksi dengan air
Magnesium bereaksi dengan air dapat berubah menjadi basa secara
perlahan dan gas hidrogen akan dibebaskan sesuai reaksi:
Mg(s) + 2H2O Mg(OH)2 +H2
b. Reaksi dengan udara
Logam magnesium terbakar di udara sesuai dengan reaksi:
2Mg(s) + O2 MgO(s)
3Mg(s) + N2 Mn3N2(s)
c. Reaksi dengan halogen
Magnesium bereaksi dengan halogen membentuk magnesium (II)
halida, reaksi:
Mg(s) + Cl2 MgCl2
Mg(s) + Br2 MgBr2
Mg(s) + I2 MgI2
Mg(s) + F2 MgF2
d. Reaksi dengan asam
Logam magnesium bereaksi dengan asam-asam encer secara cepat
menghasilkan gas hidrogen sesuai reaksi:
Mg(s) + H2SO4 Mg2+(aq) + SO42-(aq) + H2(g)

B. Keberadaan Logam Magnesium Di Alam


Magnesium tidak ditemukan di alam dalam unsure bebas tetapi dalam bentuk
senyawa. Senyawa-senyawa magnesium telah lama diketahui. Black telah mengenal
magnesium sebagai elemen di tahun 1755. Davy berhasil mengisolasikannya di tahun
1808 dan Busy mempersiapkannya dalam bentuk yang koheren di tahun 1831.
Magnesium merupakan elemen terbanyak kedelepan di kerak bumi. Ia tidak muncul
tersendiri, tapi selalu ditemukan dalam jumlah deposit yang banyak dalam bentuk
magnesite, dolomite dan mineral-mineral lainnya. Magnesium juga terdapat dalam air
laut sekitar 3,7 % dan dalam sayuran bayam.
1. Magnesit
Magnesium merupakan logam yang teringan, dengan berat jenisnya 1,74,
cukup kuat dan dalam bentuk alloy, tahan terhadap korosi di udara tetapi tidak
tahan terhadap air laut, serta mudah terbakar. Jumlah mineral yang mengandung
magnesium tercatat sebanyak 244 buah. Magnesit dapat ditemukan dalam mineral
sekunder dan biasanya berasosiasi dengan batuan sedimen atau batuan
metamorfik, berasal dari endapan marin, kecuali brukit. Magnesit ditemukan
didalam batuan serpentin. Mineral-mineral lain yang sering ditemukan bersama
magnesium adalah talk, limonit, opal, dan kalsit.
Magnesit umumnya jarang ditemukan dalam bentuk mineral, tetapi secara
utuh terdapat pada larutan padat siderit (FeCO3) bersama-sama Mn dan Ca yang
dapat menggantikan unsur Mg.
Magenesit sering digunakan untuk bahan refraktori, industri semen sorel,
bahan isolasi, pertanian, peternakan, industri karet, dll. Mineral magnesit
keterdapatannya berasosiasi dengan batuan ubahan, sehingga cadangan magnesit
akan mengikuti pola cadangan bahan ubahan tersebut. Batuan atau mineral yang
mengandung mangnesit adalah dolomit (Ca Mg(CO3)2, magnesit zedin (Mg
CO3), epsonil (Mg So4) 7 H2O, dan brukit (Mg (OH)2.
Batuan dan mineral tersebut dapat ditemukan di DI. Aceh, Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Jawa Tengah , Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Irian
Jaya.
2. Dolomit
Dolomit termasuk rumpun mineral karbonat, mineral dolomit murni secara
teoritis mengandung 45,6% MgCO3 atau 21,9% MgO dan 54,3% CaCO3 atau
30,4% CaO. Rumus kimia mineral dolomit dapat ditulis meliputi
CaCO3.MgCO3, CaMg(CO3)2 atau CaxMg1-xCO3, dengan nilai x lebih kecil
dari satu. Dolomit di alam jarang yang murni, karena umumnya mineral ini selalu
terdapat bersama-sama dengan batu gamping, kwarsa, rijang, pirit dan lempung.
Dalam mineral dolomit terdapat juga pengotor, terutama ion besi.
Dolomit berwarna putih keabu-abuan atau kebiru-biruan dengan kekerasan
lebih lunak dari batugamping, yaitu berkisar antara 3,50 4,00, bersifat pejal,
berat jenis antara 2,80 2,90, berbutir halus hingga kasar dan mempunyai sifat
mudah menyerap air serta mudah dihancurkan. Klasifikasi dolomit dalam
perdagangan mineral industri didasarkan atas kandungan unsur magnesium, Mg
(kimia), mineral dolomit (mineralogi) dan unsur kalsium (Ca) dan magnesium
(Mg). Kandungan unsur magnesium ini menentukan nama dolomit tersebut.
Misalnya, batugamping mengandung 10 % MgCO3 disebut batugamping
dolomitan, sedangkan bila mengandung 19 % MgCO3 disebut dolomit
Penggunaan dolomit dalam industri tidak seluas penggunaan batugamping dan
magnesit. Kadang-kadang penggunaan dolomit ini sejalan atau sama dengan
penggunaan batugamping atau magnesit untuk suatu industri tertentu. Akan
tetapi, biasanya dolomit lebih disukai karena banyak terdapat di alam.
Madiapoera, T (1990) menyatakan bahwa penyebaran dolomit yang cukup
besar terdapat di Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa
Timur dan Madura dan Papua. Di beberapa daerah sebenarnya terdapat juga
potensi dolomit, namun jumlahnya relatif jauh lebih kecil dan hanya berupa
lensa-lensa pada endapan batugamping.
Propinsi Nangroe Aceh Darussalam; Aceh Tenggara, desa Kungki berupa
marmer dolomit. Cadangan masih berupa sumberdaya dengan kandungan MgO
= 19%.
Propinsi Sumatera Utara; Tapanuli Selatan, desa Pangoloan, berupa lensa
dalam batugamping. Cadangan berupa sumberdaya dengan kandungan MgO =
11 18%.
Propinsi Sumatera Barat; Daerah Gunung Kajai. (antara Bukittinggi
Payakumbuh). Umur diperkirakan Permokarbon.
Propinsi Jawa Barat; daerah Cibinong, yaitu di Pasir Gedogan. Dolomit di
daerah ini umumnya berwarna putih abu-abu dan putih serta termasuk
batugamping dolomitan yang bersifat keras, kompak dan kristalin.
Propinsi Jawa Tengah; 10 km timur laut Pamotan. Endapan batuan dolomit
dan batugamping dolomitan.
Propinsi Jawa Timur; Gn. Ngaten dan Gn. Ngembang, Tuban, formasi batu-
gamping Pliosen. MgO = 18,5% sebesar 9 juta m3, kandungan MgO = 14,5%
sebesar 3 juta m3; Tamperan, Pacitan. Cadangan berupa sumberdaya dengan
cadangan sebesar puluhan juta ton. Kandungan MgO = 18%; Sekapuk, sebelah
Utara Kampung Sekapuk (Sedayu Tuban). Terdapat di Bukit Sekapuk, Kaklak
dan Malang, formasi gamping umur Pliosen, ketebalan 50 m, bersifat lunak dan
berwarna putih. Cadangan sekitar 50 juta m3; Kandungan MgO di Sekapuk (7,1
20,54%); di Sedayu (9,95- 21,20 %); dan di Kaklak (9,5 20,8%); Gunung
Lengis, Gresik. Cadangan sumberdaya, dengan kandungan MgO = 11,1- 20,9 %,
merupakan batuan dolomit yang bersifat keras, pejal, kompak dan
kristalin; Socah, Bangkalan, Madura; satu km sebelah Timur Socah. Cadangan
430 juta ton dan sumberdaya. Termasuk Formasi Kalibeng berumur Pliosen,
warna putih, agak lunak, sarang. Ada di bawah batugamping dengan kandungan
MgO 9,32 -20,92%. Pacitan, Sentul dan Pancen; batugamping dolomitan 45,5
90,4%, berumur Pliosen. Di Bukit Kaklak, Gresik endapan dolomit terdapat
dalam formasi batu-gamping Pliosen, tebal + 35 m dan jcadangan sekitar 70 juta
m3. Propinsi Sulawesi Selatan; di Tonassa, dolomit berumur Miosen dan
merupakan lensa-lensa dalam batugamping. Propinsi Papua; di Abe Pantai,
sekitar Gunung Sejahiro, Gunung Mer dan Tanah Hitam; kandungan MgO
sebesar 10,7-21,8%, dan merupakan lensa-lensa dan kantong-kantong dalam
batu gamping.
C. Pembuatan logam magnesium
Magnesium tergolong logam ringan, dan tahan terhadap karat berkat lapisan
oksida magnesium.Magnesium alloy dapat di tuang pada cetakan pasir dan juga dapat
dilas dan di mesin.Biji magnesium yang banyak kita kenal adalah Magnesit/
Magnesium karbonat) MgCO3, Dolomite CaCO3, MgCO3, carolite MgCl2KCl6
H2O.Proses pembuatan magnesium dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut :
1. Elektrolisis air laut
Logam-logam alkali tanah diproduksi melalui proses elektrolisis lelehan
garam halida (biasanya klorida) atau melalui reduksi halida atau oksida.
Magnesium diproduksi melalui elektrolisis lelehan MgCl2. Air laut mengandung
sumber ion Mg2+ yang tidak pernah habis. Rumah tiram yang banyak terdapat di
laut mengandung kalsium karbonat sebagai sumber kalsium. Pembuatan logam
magnesium dari air laut telah dikembangkan oleh berbagai industri kimia.

Pembuatan logam magnesium dari air laut

Jika rumah tiram dipanaskan, CaCO3 terurai membentuk oksida:

CaCO3CaO(s) + CO2(g)

Penambahan CaO ke dalam air laut dapat mengendapkan magnesium menjadi hidroksidanya:

Mg2+(aq) + CaO(s) + H2O(l) Mg(OH)2(s) + Ca2+(aq)

Selanjutnya, Mg(OH)2 disaring dan diolah dengan asam klorida menjadi magnesium klorida.

Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + 2H2O()

Setelah kering, garam MgCl2 dilelehkan dan dielektrolisis:

MgCl2(l) Elektrolisis 1.700 Mg(l) + Cl2(g)

2. Metode reduksi
Untuk mendapatkan magnesium kita dapat mengekstraksinya dari dolomit
[MgCa(CO3)2] karena dolomite merupakan salah satu sumber yang dapat
menhasilkan magnesium. Dolomite dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO.
lalu MgO.CaO. dipanaskan dengan FeSi sehingga menhasilkan Mg.
2[ MgO.CaO] + FeSi 2Mg + Ca2SiO4 + Fe
3. Thermal proses
Thermal proses adalah didasarkan pada reduksi magnesium oksida dengan
karbon, silikon atau unsur lain pada temperatur dan vakum yang tinggi.-Reduksi
pendahuluan bijih.
- Reduksi penguapan dan pengembunan uap magnesium
- Peleburan kristal (condensat crystal) menjadi magnesium kasar.

D. Pemanfaatan logam magnesium dalam kehidupan sehari hari


Pemanfaatan magnesium, terutama magnesium oksida digunakan sebagai
bahan refraktori untuk menghasilkan besi, kaca, dan semen. Dalam bentuk logam,
kegunaan utama unsur ini adalah sebagai bahan tambah logam dalam aluminium.
Logam aluminium-magnesium ini biasanya digunakan dalam pembuatan kaleng
minuman, digunakan dalam beberapa komponen otomotif dan truk , serta dapat
melindungi struktur besi seperti pipa-pipa dan tangki air yang terpendam di dalam
tanah terhadap korosi.
Magnesium memegang peranan amat penting dalam proses kehidupan hewan
dan tumbuhan. Magnesium terdapat dalam klorofil, yaitu yang digunakan oleh
tumbuhan untuk fotosintesis. Magnesium juga mengambil peranan dalam replikasi
DNA dan RNA yang mempunyai peranan amat penting dalam proses keturunan
semua organisme. Di samping itu magnesium mengaktifkan berbagai enzim yang
mempercepat reaksi kimia dalam tubuh manusia dan dijadikan sebagai obat
penetralisir asam lambung.

E. Peran logam magnesium dalam tubuh


Logam magnesium merupakan salah satu logam yang penting peranannya
dalam system biologi sutu organisme baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Pada
kehidupan sehari-hari , logam magnesium mempunyai berbagai fungsi antara lain :
- Magnesium membantu menjaga fungsi otot dan syarat yang normal.
- Magnesium mempertahankan ritme jantung hingga menjadi stabil.
- Magnesium membantu penguatan tulang.
- Magnesium dapat menghambat penumbuhan kanker otak
- Magnesium dapat mengobati sakit asma akut.
- Magnesium berfungsi dalam metabolisme energi dan sintesa protein.
- Magnesium dapat mengobati migren, gangguan fungsi ginjal dan prostat,
memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah
seksual.
- Magnesium berfungsi sebagai zat yang membentuk sel darah merah
berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin.
- Digunakan sebagai pupuk.

Pengaruh pada tubuh manusia jika kekurangan magnesium dalam tubuh


adalah :

- Menyebabkan peningkatan kadar adrenalin,menimbulkan perasaan cemas.


- Menyebabkan penyembulan katup mitral, meningkatkan tingkat perasaan
cemas.
- Kehilangan nafsu makan
- Depresi
- Menyebabkan darah tinggi dan osteoporosis
- Kontraksi otot serta kram
- Kejang koroner

F. Metode Analisis Logam Magnesium


1. Analisa Kuantitatif
AAS
Untuk menganalisa logam magnesium dari suatu sampel dapat dilakukan
dengan menggunakan teknik instrumentasi AAS.
Teknik analisa dari spektrofotometer serapan atom (atomic absorption
spectrophotometry / AAS) pertama kali oleh Welsh (Australia) pada tahun 1955.
Merupakan metoda yang populer untuk analisa logam karena di samping
relatif sederhana ia juga selektif dan sangat sensitif.
Radiasi dari sumber cahaya (hollow cathode lamp) dengan energi yang sesuai
dengan energi yang dibutuhkan oleh atom atom dari unsur yang diperiksa untuk
melakukan transisi elektronik, dipancarkan melalui nyala. Nyala yang dihasilkan
memiliki temperature yang bervariasi, tergantung bahan bakar apa yang
digunakan, seperti data di bawah ini.
Pada nyala tersebut, atom-atom dari zat yang diperiksa akan meresap radiasi
tadi sesuai dengan konsentrasi zat tersebut yaitu sesuai dengan populasi atom-
atom pada level energi terendah (ground state). Nyala ini berguna untuk merubah
sampel (padat atau cair) menjadi bentuk gas dan kemudian gas di-atomisasi.
Magnesium adalah unsur yang dapat dianalisa oleh AAS, karena sifatnya yang
spesifik, maka harus digunakan nyala lampu yang sesuai dengan panjang
gelombang yang dimiliki oleh logam magnesium.
2. Analisa Kualitatif
Uji Nyala
Analisa kualitatif adalah suatu analisa untuk mengetahui adanya suatu zat
dalam sampel tanpa mengetahui jumlah zat tersebut. Analisis kualitatif dapat
dilakukan dengan tes uji nyala. Apabila suatu sampel yang dibakar menghasilkan
warna putih terang, maka dalam sampel tersebut terdapat magnesium.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Magnesium adalah logam yang kuat, putih keperakan, ringan (satu pertiga
lebih ringan daripada aluminium) dan akan menjadi kusam jika dibiarkan pada udara.
Dalam bentuk serbuk, logam ini sangat reaktif dan bisa terbakar dengan nyala putih
apabila udaranya lembab. Apabila pita logam magnesium dibakar lalu direndam
dalam air, maka akan tetap terbakar hingga pita magnesiumnya habis. Magnesium,
ketika dibakar dalam udara, menghasilkan cahaya putih yang terang. Ini digunakan
pada zaman awal fotografi sebagai sumber pencahayaan (serbuk kilat). Rapat massa
magnesium adalah 1,738 gram/cm3. Massa atom relatimya adalah 24, dan nomor
atomnya 12. Magnesium meleleh pada suhu 111C
Keberadaan magnesium di alam tidak berada dalam keadaan bebas melainkan
ditemukan dalam mineral seperti dolomin, magnesit zedin, epsonil dan brukit
Pembuatan logam magnesium dapat dilakukan dengan elektrolisis leburan
garam magnesium.
Pemanfaatan magnesium, terutama magnesium oksida digunakan sebagai
bahan refraktori untuk menghasilkan besi, kaca, dan semen. Dalam bentuk logam,
kegunaan utama unsur ini adalah sebagai bahan tambah logam dalam aluminium.
Logam aluminium-magnesium ini biasanya digunakan dalam pembuatan kaleng
minuman, digunakan dalam beberapa komponen otomotif dan truk , serta dapat
melindungi struktur besi seperti pipa-pipa dan tangki air yang terpendam di dalam
tanah terhadap korosi.
Logam Mg merupakan logam penting dalam sistem biologi makhluk hidup.
Magnesium membantu menjaga fungsi otot dan saraf yang normal.
Metode analisis logam magnesium dapat dilakukan secara kuantitatif dengan
menggunakan Spektrofotometri Serapan atom (AAS) dan secara kualitatif dengan
melakukan tes uji nyala.
B. Saran
Saran yang dapat kami kemukakan terkait dengan penulisan makalah ini
adalah agar dalam penulisan makalah yang relevan selanjutnya dapat mengemukakan
tambahan metode metode analisis lainnya terhadap logam magnesium secara
mendetail.
Daftar Pustaka

- http://budikolonjono.blogspot.com
- http://id.wikipedia.org/wiki/magnesium
- http://jabirbinhayyan.files.wordpress.com
- http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Magnesium
- http://rumahkimia.wordpress.com/
- http://wartawarga.gunadarma.ac.id/
- http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/magnesium/
- http://www.tekmira.esdm.go.id