Anda di halaman 1dari 28

0

WAWASAN DAN MASALAH LINGKUNGANMAKALAH


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengetahuan Lingkunganyang
Dibimbing oleh Prof. Dr. Hj. Mimien Hieni Irawati, M.S
Disusun oleh :
Offering G
Kelompok 11
Abdul Hamid N. (130342603496)
Mirza Yanuar R. (130342615308)
Sulistiana (130342603481)
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
S1 BIOLOGI
AGUSTUS 2014

3
BAB I

PENDAHULUAN1.1

Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar dengan 17.000 pulau yangmengisi
wilayahnya. Selain itu, Indonesia membentang diantara dua kawasan biogeografis

Indomelayu dan Australia

dan mendukung berbagai jenis kehidupan flora dan fauna dalamhutan basah yang asli
dan kawasan pesisir dan laut yang kaya. Sekitar 3.305 spesies hewanamfibi, burung,
mamalia dan reptil dan sedikitnya 29.375 spesies tanaman berpembuluh tersebardi
pulau-pulau ini, yang diperkirakan mencapai 40 persen dari biodiversitas di kawasan
APEC(Suratmo,
1999). Namun sangat disayangkan bahwa dibalik kekayaan alam yang melimpah terse
butIndonesia masih banyak mengalami masalah

masalah lingkungan hidup yang bisa dibilangcukup parah. Masalah tersebut antara
lain seperti masalah air bersih, polusi udara, penebanganliar, dan sebagainya.
Lingkungan alam yang indah dan sumber daya yang kaya ini harus terusmenghadapi
tantangan dari fenomena alam maupun kegiatan perusak manusia yang sangat
tidakterkontrol.Tekanan yang meningkat dalam memenuhi tuntutan penduduk dan
pengelolaanlingkungan yang tidak memadai merupakan tantangan yang merugikan
rakyat miskin dan perekonomian di Indonesia. Misalnya, total kerugian
perekonomian akibat keterbatasan akses keair bersih dan sanitasi yang aman
setidaknya mencapai 2 persen dari PDB setiap tahunsedangkan biaya tahunan yang
ditimbulkan polusi udara bagi perekonomian Indonesia telahdiperhitungkan mencapai
sekitar $400 juta per tahun. Biaya-biaya ini secara tidak proporsionalditanggung oleh
rakyat miskin karena rakyat miskin kemungkinan besar harus menghadapi polusi dan
sulit melakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi dampaknya (Suratmo,
1999)Tantangan sumber daya alam terus terjadi dan menjadi lebih rumit setelah
desentralisasi.Misalnya, sektor kehutanan telah lama memainkan peranan yang sangat
penting dalammendukung pembangunan perekonomian dan mata pencaharian
masyarakat pedesaan dan dalammenyediakan pelayanan lingkungan. Tetapi, sumber
daya ini belum dikelola secara berkelanjutanatau adil. Untuk memperbaiki situasi ini,
diperlukan sebuah visi baru yang dipimpin oleh pemerintah serta masyarakat dalam
menanggulangi masalah lingkungan yang teramat serius ini.

4
1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dibuat beberapa rumusan masalah
sebagai berikut :1.

Apakah pengertian dari wawasan lingkungan ?2.


Apa saja kah yang penyebab kerusakan lingkungan ?3.

Apa saja masalah lingkungan yang dihadapi Indonesia ?4.

Apa saja kah isu

isu lingkungan lokal, nasional dan global saat ini ?5.

Bagaimana solusi atau langkah yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya ?


1.3

Tujuan
Berdasarkan latar belakang serta rumusan masalah diatas, dapat ditarik tujuan
dari pembuatan makalah ini, yaitu :1.

Mengetahui pengertian dari wawasan lingkungan.2.

Mengetahui akar penyebab dari kerusakan lingkungan.3.

Mengetahui masalah lingkungan yang ada di Indonesia.4.

Mengetahui isu

isu lingkungan lokal, nasional dan global5.

Mengetahui solusi dan cara penanggulangan masalah lingkungan di Indonesia

5
BAB IIPEMBAHASAN2.1

Pengertian Wawasan Lingkungan


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wawas atau wawasan
berartitinjauan, pandangan atau konsepsi cara pandang. Sedangkan lingkungan hidup
adalahistilah yang dapat mencakup segala makhluk hidupdan tak hidup di alamyang
adadi bumiatau bagian dari bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan
manusiayang berlebihan.Sedangkan dalam sumber lain, yaitu Undang Undang No. 23
Tahun 1997,disebutkan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua
benda, daya,keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang
mempengaruhikelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk
hidup lain. Dalamlingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur
lingkungan hidup yangmerupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling
mempengaruhi dalam membentukkeseimbangan, stabilitas, dan produktivitas
lingkungan hidup.Merujuk pada dua definisi di atas, maka pengertian dari wawasan
lingkunganadalah pandangan tentang wilayah atau ruang dengan semua komponen
yang adadidalamnya, baik hidup maupun mati, yang dapat berfungsi sebagaimana
mestinya tanpaada komponen yang mengganggu keseimbangan ruang tersebut.
Meskipun bersifatmerusak keseimbangan, bencana alam tidak termasuk dalam
komponen pengganggutersebut, karena ia merupakan hukum alam yang
memang telah dikehendaki oleh alam.
Sedangkan komponen perusak lainnya, yang merupakan hasil campur tangan dari
umatmanusia, termasuk dalam komponen penghambat ruang lingkup lingkungan.
Sehingga,masalah ini harus segera diselesaikan dan ditanggulangi.Bila dikaitkan
dengan lingkungan Negara Indonesia, lingkungan hidup Indonesiatidak lain
merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara
dua benua dan dua samudera dengan iklim tropisdan cuacaserta musimyang
memberikankondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi
nilainya, tempat bangsa Indonesiamenyelenggarakan kehidupan bernegara dalam
segala aspeknya.

6
2.2

Akar Penyebab Kerusakan Lingkungan


Bagi kebanyakan orang, penyebab dari banyak kerusakan lingkungan adalah
overpopulation
, yaitu meledaknya jumlah populasi manusia dimuka bumi. Bagi yanglain, kerusakan
lingkungan adalah kesalahan dari perusahaan tamak yang menempatkanaspek
lingkungan dibawah ketertarikannya untuk menghasilkan uang. Sisanya
mungkin berpendapat bahwa pihak pemerintahlah yang patut disalahkan dalam
ini. Atau
mungkin banyak yang berpendapat bahwa kerusakan lingkungan adalah hasil dari
overconsumption
atau konsumsi berlebihan (Chiras, 1998).Hal ini tidak sepenuhnya salah. Namun bila
dirangkum menjadi beberapa kata,maka akar penyebab dari kerusakan lingkungan
adalah
Crisis of Unsustainability
ataukrisis ketidakseimbangan (Chiras, 1998). Krisis ini adalah hasil dari banyak
faktor.Beberapa mungkin lebih penting dan lebih menonjol dari yang lainnya, tetapi
itu
semua berkontribusi dalam makin maraknya kerusakan lingkungan dimuka bumi. Bila
dipecahmenjadi beberapa bagian, krisis ketidakseimbangan berawal dari beberapa
faktor umumseperti : sejarah, ilmu pengetahuan, sosial, ekonomi, psikologi,
anthropologi, theologi danlain lain (Chiras, 1998). Faktor

faktor tersebut memiliki masalah awal yang beragam,antara lain ;1.

Faktor Agama dan PsikologiDidalam ajaran beberapa agama, disebutkan bahwa


manusia adalah pemimpin dimuka bumi. Bumi
diciptakan oleh Tuhan untuk kepentingan hidupmanusia. Hal ini menyebabkan
beberapa orang menganggap bahwa manusiadapat mendominasi bumi. Dengan pola
pikir seperti itu, kebanyakan orangmenjadi hilang kendali dalam mengeruk potensial
alam yang ada. Padahal,maksud dari ajaran beberapa agama tersebut adalah agar
manusia dapatmemanfaatkan sumber daya alam seoptimal mungkin, tanpa lupa
merawatmelestarikannya.Selain itu, tingkat kesadaran banyak orang tentang
kebersihan dankelestarian lingkungan saat ini sangatlah rendah. Kurangnya
wawasanlingkungan serta kesadaran ini mengakibatkan keadaan dimuka bumi
semakin parah.
7
2.

Faktor Demokrasi dan PemerintahanDemokrasi dalam hal ini adalah sistem


pemerintahan suatu negara
dimana pemerintahan tertinggi dipegang oleh banyak orang. Dalam kata lain, sumberd
aya alam yang dimiliki oleh negara tersebut otomatis akan digunakan
untukmenghidupi hajat hidup seluruh rakyatnya. Secara tidak langsung, hal seperti
inisama saja seperti mengeksploitasi kekayaan alam yang ada. Bila tidakdimanfaatkan
secara optimal, maka akan tercipta krisis ketidakseimbangan yangakan memperluas
dan memperparah kerusakan lingkungan.3.

Faktor IPTEK dan IndustriSudah menjadi rahasia umum bahwa perkembangan iptek
dan industriakan berbanding terbalik dengan kelestarian lingkungan.
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak bertanggungjaw
abakan menyebabkan kerusakan lingkungan yang makin parah. Semakin
iptek berkembang, maka akan diikuti oleh perkembangan industri. Semakin industri b
erkembang, maka semakin banyak bahan baku dari alam yang akan dikeruk.Setelah
industri berkembang dan telah kehabisan bahan baku, maka industriakan mencari
lahan baru yang memiliki bahan baku melimpah. Tanpamemperdulikan kerusakan
lingkungan disekitarnya.4.

Faktor Sosial, Ekonomi dan Budaya ModernSemakin lama, jumlah populasi manusia
akan semakin bertambah.Semakin banyak manusia berarti akan semakin banyak
kebutuhan yang perludipenuhi untuk memuaskan keiinginan manusia. Satu

satunya cara untukmemenuhi kebutuhan manusia adalah dengan bekerja dan


menghasilkan uang.Dalam mencari uang, kebanyakan manusia akan berbuat apapun
untukmenghasilkan keuntungan yang lebih besar. Hal ini dapat diwujudkan
dengancara mengolah sumber daya alam yang ada tanpa memperhatikan
kerusakanalam yang disebabkannya. Sifat dasar manusia, yaitu selalu menginginkan
esuatu, tidak pernah puas, telah membutakan manusia untuk terus berbuatkerusakan
dimuka bumi agar dapat memenuhi keinginannya yang tanpa batas.Dalam budaya
tradisional, nenek moyang kita selalu mengajarkan untukmenghormati alam, terlebih
lagi membuatnya sebagai bagian dari Tuhan.Gunung, laut, sungai, langit, pohon dan
hewan pun mereka Tuhan-kan. Merekasadar bahwa mereka dapat hidup hanya karena
alam yang menyediakankebutuhan mereka. Sehingga tak jarang, dalam beberapa
aturan adat budayatradisional, diterapkan mitos

mitos mengerikan atau hukuman yang


sangat berat apabila ada anggota yang melanggar peraturan untuk menghormati alam.
Semakin berkembangnya jaman, semakin pudar pula aturan budaya tradisional.Gaya
hidup modern yang lebih mengedepankan logika seakan tidak terpengaruholeh aturan
adat tradisional, sehingga dengan mudahnya merekamengeksploitasi kekayaan alam
tanpa memperhatikan dampaknya bagilingkungan.5.

Faktor PembangunanTingginya angka pembangunan merupakan dampak dari


pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak terkendali. Semakin tinggi jumlah pendudu
k,makan rumah, sarana dan prasarana yang dibangun akan semakin
banyak.Pembangunan akan memyebabkan penggundulan hutan untuk membuka
lahan baru untuk tempat tinggal. Hal ini jelas sangat merusak lingkungan secara takter
kendali.

9
Gambar 2.2-1 : Peta Konsep akar penyebab masalah lingkungan2.3

Masalah Lingkungan di Indonesia


Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar dengan 17.000 pulau yangmengisi
wilayahnya. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara dengan hutan hujantropis
terbesar ketiga dan merupakan negara dengan biodeversitas terbesar kedua
setelahBrasil. Namun sangat disayangkan bahwa dibalik kekayaan alam yang
melimpah tersebutIndonesia masih banyak mengalami masalah

masalah lingkungan hidup yang bisadibilang cukup parah. Masalah tersebut antara
lain seperti masalah Air bersih, polusiudara, penebangan liar, dan sebagainya.
2.3.1

Masalah Air Bersih


Air merupakan hal yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Tidak adamanusia
yang dapat hidup tanpa air. Bahkan fakta membuktikan bahwa manusiadapat
menahan lapar lebih lama daripada menahan haus. Namun hal itulah yangmenimpa
sebagian besar wilayah Indonesia saat ini. Menurut data dari BankDunia, Indonesia
merupakan salah satu dari 10 negara yang memiliki persediaanair terbesar di dunia.
Cadangan air tawar yang dimiliki Inonesia adalah sekitar15.500 meter kubik per
kapita per tahun. Jumlah tersebut jauh melebihi rata

rata

10
julah ketersediaan air negara

negara lain yang hanya sekitar 8.000 meter kubik per kapita per
tahun. Namun dengan jumlah yang begitu besar, sekitar 119 juta dari total 200 juta pe
nduduk Indonesia masih menghadapi kekurangan air bersih. Dan hanya20%
penduduk Indonesia yang bisa setiap hari memenuhi kebutuhan akan
air bersih. Itu pun hanya terpusat pada daerah perkotaan terutama kota

kota besardan daerah

daerah elit. Sedangkan presentase akses daerah pedesaan diIndonesia terhadap air
bersih adalah yang paling randah di antara negara

negaraAsia Tenggara. Dengan kata lain, penyebaran air bersih di Indonesia masih
jauhuntuk disebut merata.Selain masalah penyebaran air, hal yang merupakan salah
satu
faktor penting penyebab masalah kelangkaan air bersih adalah pencemaran dan perusa
kan lingkungan. Jumlah dan pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah tentuny
a akan kebutuhan masyarakat akan air bersih. Namundisamping meningkatnya
kebutuhan tersebut, pencemaran yang dapat merusaksumber air bersih pun akan
semakin meningkat.Masyarakat pada umumnya tidak atau belum mengerti mengenai
prinsp perlindungan air bersih dan penggunaan air yang bertanggungjawab. Sebagian
besar masyarakat masih berpikir bahwa masalah air minum adalah urusan pemerintah
atau PDAM saja tanpa membantu untuk mendukung kerja pemerintah.Sekarang dapat
kita lihat sungai

sungai yang merupakan sumber airutama sudah menjadi kotor akibat banyaknya
sampah yang dibuang dan limbah

limbah industri yang dapat merusak air tersebut


11
Gambar 2.3-1 : Aktivitas sehari-hari yang dilakukan didekat sungaiCiliwung2.3.2

Masalah Sampah
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasilaktifitas
manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari
rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar,dan sebagainya.
Dengan kata lain, semakin bertambah jumlah populasi manusia,maka akan semakin
banyak sampah yang dihasilkan dan lahan untuk membuangsampah

sampah tersebut tentunya harus semakin diperluas. Itulah yang


menjadi permasalahn bangsa ini. Pengelolaan pembuangan sampah belum terurus den
gan baik.Memang di waktu sekarang ini yang bisa kita lakukan hanyalahmenampung
semua sampah pada sebuah tempat yang kita sebut sebagai TPA(Tempat Pembuangan
Akhir). Namun apabila sampah

sampah tersebut hanyadiletakan begitu saja, justru akan menimbulkan dampak yang
buruk bagilingkungan. Selain itu, sangat sulit untuk mencari lahan kosong yang
dapatdigunakan sebagai tempat menampung sampah

sampah.Beberapa negara telah menggunakan alternatif pembakaran untukmenangani


masalh tersebut namun hal tersebut telah diakui dapat menyebabkan polusi udara
yang sangat bernahaya bagi kehiduapan.
12
Selain masalah penanganan sampah, masalah kesadaran masyarakat
akan pembuangan sampah juga sangat memprihatinkan. Kita banyak melihat sungai

sungai justru menjadi tempat untuk membuang sampah padahal sungaimerupakan


salah satu sumber air utama bagi kehidupan masyarakat. Pembuangansampah ke
saluran air dapat menyumbat saluran tersebut dan dampaknya kancukupp besar.Selain
mengancam ketersediaan air bersih, penyumbatan saluran ai jugadapat menyebabkan
banjir. Apabila penyumbatan sudah parah, maka banjir yangterjadi bisa menjadi banjir
yang berkepanjangan dengan kedalaman yang cukupuntuk menenggelamkan sebuah
rumah seperti yang sudah kita lihat beberapatahun belakangan ini.
Gambar 2.3-2 : Salah satu TPA di Indonesia2.3.3

Masalah Polusi Udara


Tingkat pencemaran udara di Indonesia semakin memprihatinkan. BahkanBank
Dunia telah menetaplkan bahwa Indonesia merupakan negara dengantingkat polusi
tertinggi ketiga di dunia. World Bank juga menetapkan Jakartasebagai kota dengan
kadar polutan tertinggi setelah Beijing, New Delhi, danMexico City.Dari semua
penyebab polusi udara yang ada, emisi transportasi terbuktisebagai penyumbang
pencemaran udara tertinggi di Indonesia, yakni sekitar
85 persen. Hal ini diakibatkan oleh laju pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermoto
r yang tinggi. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi

13
gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun
dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik (misalnya kadar timbalyan
g tinggi).Selain itu, minimnya pengolahan asap pabrik juga turut
menyumbang jumlah polutan yang memenuhi udara Indonesia terutama
di kota- kota besar. Didaerah

daerah yang menjadi kawasan industri dapat kita rasakan keadaan udarayang sesak,
panas, pengap, dan berbau bahan kimia. Kebakaran hutan jugamerupakan salah satu
faktor yang menyebabkan polusi udara.Polusi udara sangatlah berbahaya bagi tubuh
manusia. Partikel

partikelyang menjadi polutan memiliki ukuran yang lebih kecil dari debu sehingga
lebnihmudah masuk dan menempel di tubuh kita. Contohnya adalah gas CO
(karbonmonoksida) yang dapat menghambat kierja sel darah merah dalam
mengangkutO2 (Oksigen) sehingga dapat mengakibatkan tubuh kekurangan
oksigen yangdapat mendorong timbulnya berbagai macam penyakit. Selain itu kadar
Pb(timbal) yang tinggi di udara juga dapat merusak sel darah merah bagi orang
yangmenghirupnya sehinggadapat menyebabkan penyakit anemia.Polusi udara
juga sangat berdampak bagi lingkungan. Kadar SO2 dan NO2
yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang dapat merusaksumber air,
membunuh organisme

organisme kecil dan pepohonan. Hujan asam juga sangat berbahaya bagi manusia
apabila terkena kulit karena asam merupakansenyawa yang bersifat korosif atau
mengikis

16
mempercepat persediaan segala kebutuhan hdup manusia juga memberi dampak
negatifterhadap manusia akibat terjadinya pencemaran lingkungan
2.4.1

Isu Lingkungan Lokal


Saat ini masalah lingkungan cukup sering diperbincangkan. Sebagaimanatelah
diketahui bersama bahwa lapisan ozon kini semakin menipis. Dengan
terusmenipisnya lapisan itu, sangat dikhawatirkan bila lapisan ini tidak ada
ataumenghilang sama sekali dari alam semesta ini. Tanpa lapisan ozon sangat
banyakakibat negatif yang akan menimpa makhluk hidup di muka bumi ini, antara
lain: penyakit-penyakit akan menyebar secara menjadi-jadi, cuaca tidak menentu, pem
anasan global, bahkan hilangnya suatu daerah karena akan mencairnya esyang ada di
Kutub Utara dan Selatan. Jagat raya hanya tinggal menunggu masakehancurannya
saja. Memang banyak cara yang harus dipilih untuk mengatasimasalah ini. Para
ilmuwan memberikan berbagai masukan untuk mengatasimasalah ini sesuai dengan
latar belakang keilmuannya. Para sastrawan pun takketinggalan untuk berperan serta
dalam menanggulangi masalah yang telah santer belakangan ini (Kusuma, 2009).
Contoh, Penyebab dan Dampak LingkunganLokal :1.

Kekeringan : kekeringan adalah kekurangan air yang terjadi akibat sumberair tidak
dapat menyediakan kebutuhan air bagi manusia dan makhlukhidup yang lainnya.
Dampak: menyebabkan ganggungan kesehatan,keterancaman pangan.2.

Banjir : merupakan fenomena alam ketika sungai tidak dapat menampunglimpahan air
hujan karena proses influasi mengalami penurunan. Itu semuadapat terjadi karena
hijauan penahan air larian berkurang. Dampak:ganggungan kesehatan, penyakit kulit,
aktivitas manusia terhambat, penurunan produktifitas pangan, dll.3.

Longsor : adalah terkikisnya daratan oleh air larian karena penahan


air berkurang. Dampaknya : terjadi kerusakan tempat tinggal, ladang, sawah,menggan
ggu perekonomian dan kegiatan transportasi
17
4.

Erosi pantai : terkikisnya lahan daratan pantai akibat gelombang air laut.Dampak :
menyebabkan kerusakan tempat tinggal dan hilangnya potensiekonomi seperti
kegiatan pariwisata.5.

Instrusi Air Laut : air laut (asin) mengisi ruang bawah tanah telah banyakdigunakan
oleh manusia dan tidak adanya tahanan instrusi air laut sepertikawasan mangrove.
Dampaknya: terjadinya kekurangan stok air tawar, danmengganggu kesehatan.
2.4.2

Isu Lingkungan Nasional


Tanam Untuk Kehidupan adalah satu komunitas yang punya perhatianuntuk isu-isu
lingkungan. Tujuan utama digelar acara ini adalah sebagai ajang pendidikan
dan hiburan untuk membuka opini masyarakat agar
peduli lingkungan bermaksud mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menja
ga danmerawat lingkungan mereka sendiri. Acara ini sendiri juga jadi wadah
kolaborasiseni budaya lokal, nasional, dan internasional dalam mengekspresikan
kepedulianmereka terhadap lingkungan, mempromosikan seni budaya serta
pariwisataSalatiga, dan memperluas jaringan kerjasama antara komunitas seni
danlingkungan dari Australia dan Indonesia (Kusuma,2009).Anak-anak juga ikut
berpartisipasi pada acara ini Anak-anak lebih mudahdiajak untuk peduli lingkungan
daripada orang dewasa. Apabila sejak kecilmereka telah terbiasa untuk mencintai
lingkungan, maka kebiasaan ini
akan berlanjut sampai mereka dewasa nanti. Kegiatan tentang lingkungan seperti inih
arusnya lebih sering dilakukan karena bagus untuk menyadarkan masyarakattentang
pentingnya pelestarian lingkungan. Contoh, Penyebab dan DampakLingkungan
Nasional :1.

Kebaran Hutan : Proses kebakaran hutan dapat terjadi dengan alami atauulah manusia .
kebakaran oleh manusia biasanya karena
bermaksut pembukaan lahan untuk perkembunan. Dampaknya: memeberi kontribusiC
O2 di udara, hilangnya keaneragaman hayati, asap yang dihasilkan dapat
18
mengganggu kesehatan dan asapnya bisa berdampak kenegra lain. Tidakhanya pada
local namun ke negra tetanggapun juga terkena.2.

Pencemaran minyak lepas pantai : hasil ekploitasi minyak bumi diangkutoleh kapal
tanker ke tempat pengolahan minyak bumi. Pencemaran minyaklepas pantai
diakibatkan oleh sistem penampungan yang bocor atau kapaltenggelam yang
menyebankan lepasnya minyak ke perairan. Dampak :mengakibatkan limbah tersebut
dapat tersebar tergantung gelombang airlaut. Dapat berdampak kebeberapa negara,
akibatnya tertutupnya
lapisan permukaan laut yang menyebabkan penetrasi matahari berkurngmenyebabkan
fotosintesis terganggu, pengikatan oksigen, dan dapatmenyebabkan kematian
organisme laut.3.

Lumpur Lapindo : dimulai pada tanggal 27 Mei 2006. Peristiwa ini menjadisuatu
tragedi ketika banjir lumpur panas mulai menggenangi
areal persawahan, pemukiman penduduk dan kawasan industri, Akibatnya,semburan
lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakatsekitar total warga
yang dievakuasi lebih dari 8.200 jiwa; rumah/tempattinggal yang rusak sebanyak
1.683 unit; areal pertanian dan perkebunanrusak hingga lebih dari 200 ha; lebih dari
15 pabrik yang tergenangmenghentikan aktivitas produksi dan merumahkan lebih dari
1.873 orang;tidak berfungsinya sarana pendidikan; kerusakan lingkungan wilayah
yangtergenangi; rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik
dantelepon); terhambatnya ruas jalan tol Malang-Surabaya. Lumpur
juga berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Kandungan logam berat (Hg),misalnya,
mencapai 2,565 mg/liter Hg, padahal baku mutunya hanya 0,002mg/liter Hg. Hal ini
menyebabkan infeksi saluran pernapasan, iritasi kulitdan kanker.4Kandungan fenol
bisa menyebabkan sel darah merah pecah(hemolisis), jantung berdebar (
cardiac aritmia
), dan gangguan ginjal.Setidaknya ada 3 aspek yang menyebabkan terjadinya
semburan lumpur panas tersebut.
Pertama
, adalah aspek teknis. Pada awal tragedi,
Lapindo bersembunyi di balik gempa tektonik Yogyakarta yang terjadi pada hariyang
sama.
Kedua,
aspek ekonomis. Lapindo Brantas Inc. adalah salah satu

24
7.

Mengurangi penggunaan kantong plastik, serta kemasan berbahan plastik8.

Mengurangi penggunaan CFC9.

Menambah jumlah MCK, untuk menghindari aktivitas BAB/BAK di sungai10.

Melakukan prinsip hidup 3R, yaitu Reuse, Reduce dan RecycleMasalah kerusakan
lingkungan tidak dapat diatasi jika hanya masyarakatsaja yang bergerak. Pihak
pemerintah juga harus membantu, mengontrol serta mengawasikegiatan pelestarian
lingkungan. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah,antara lain :1.

Mengeluarkan kebijakan dan peraturan yang berhubungan dengan


pelestarianlingkungan.2.

Membatasi pembangunan yang merusak kawasan hutan.3.

Mencanangkan program Reboisasi besar



besaran pada hutan yang gundul.4.

Sosialisasi serta pendidikan lingkungan kepada masyarakat sejak dini.5.

Melakukan konservasi
In-situ
dan
Ex-situ.
6.

Memperluas wilayah hutan lindung.7.

Membatasi perijinan perkebunan kelapa sawit yang merusak hutan.8.

Menyediakan tempat

tempat sampah dikawasan yang padat aktivitas.9.

Membangun fasilitas pengolah sampah di masing

masing kota.10.

Menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce and Recycle) pada kehidupan berbangsa dan
bernegara.
25
Gambar 2.5.1 : Salah satu kebijakan Pemerintah lokal dalam pelestarian lingkunganBAB
IIIPENUTUP3.1

Kesimpulan
1.

Pengertian dari wawasan lingkungan adalah pandangan tentang wilayah atauruang


dengan semua komponen yang ada didalamnya, baik hidup maupun mati,yang dapat
berfungsi sebagaimana mestinya tanpa ada komponen yangmengganggu
keseimbangan ruang tersebut.

2.

Akar penyebab dari kerusakan lingkungan adalah


Crisis of Unsustainability
ataukrisis ketidakseimbangan.

3.

Bila dipecah menjadi beberapa bagian, krisis ketidakseimbangan berawal


dari beberapa faktor umum seperti : faktor agama, psikologi, pemerintahan, iptek,indu
stri, pembangunan, social, ekonomi dan budaya.

4.

Masalah lingkungan yang ada di Indonesia antara lain air bersih, polusi udara,sampah,
penebangan liar, lumpur lapindo dan lain sebagainya.
26
5.

Isu lingkungan yang sedang terjadi di dunia internasional antara lain :


pemanasanglobal, masalah air bersih, kekeringan dan penggundulan hutan.

6.

Solusi yang dapat dilakukan untuk memerangi kerusakan lingkungan sangat beragam.
Dari sisi masyarakat, hal yang dapat dilakukan antara lain : membuangsampah pada
tempatnya, mengurangi penggunaan energi, mengurangi penggunaan kendaraan
bermotor, dan lain

lain. Sedangkan dari sisi pemerintah,hal yang dapat dilakukan antara lain:
menetapkan kebijakan tentang kerusakandan upaya pelestarian lingkungan,
menemukan sumber energy terbarukan,mengawasi dan mengontrol pelaksanaan
pelestarian yang dilakukan olehmasyarakat, dan lain

lain.
DAFTAR PUSTAKA
1.

Chiras, Daniel D. 1998.


Environmental Science
. London. WadswosworthPublishing Company.2.

Gilpin, A. 1996.
Dictionary of Environment and Sustainable Development
. JohnWiley & Sons, Chichester.3.

Nugroho, S.P. 2002.


Peluang dan Tantangan Pengembangan Lahan Kering
untuk Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
. Jurnal Air LahanLingkungan dan Mitigasi Bencana 7 (1) : 9-13.4.

Suratmo, F.G. 1999.


Strategi dalam Menghadapi Masalah Lingkungan
. HandoutM.K. PSL 702 Pascasarjana IPB, Bogor.

5.

Wibisono, Yusuf
.
2006.
Tragedi Lumpur Lapindo.
http://agorsiloku.com/2006/10/11/tragedi-lumpur-lapindo/ (di akses tanggal
26Agustus 2014 )