Anda di halaman 1dari 1

Qurin Nikmaturrohana (150342606771)

1. Keterkaitan antara gen dengan sintesis polipeptida memicu adanya penemuan oleh
para ahli, salah satunya menegnai penyusunan gen kembali. Lantas bagaimana
penyusuanan ulang gen secara langsung pada organisme eukariot? Apakah akan
berpengaruh terhadap sintesis polipeptida?
Jawab: Menurut ahli, organisme eukariotik memiliki beberapa mekanisme untuk
menyusun ulang segmen dari DNA dalam mengontrol ekspresi gen, mirip dengan
mekanisme menambah jumlah gen saat diperlukan. Sebelumnya juga telah diketahui
bahwa beberapa organisme eukariotik dapat menyusun ulang gen dengan perintah
merubah keadaan dari ekspresi gen. Adanya penyusunan gen kembali maka akan
berpengaruh pula terhadap perubahan sintesis polipeptida, sebab kasus ini
berhubungan dengan ekspresi gen tingkat fenotip, yang mana apabila fenotip berubah
maka akan memengaruhi perubahan suatu sintesisi polipeptida.
2. Suatu fenomena suatu gen terdapat pada gen lain atau overlapping genes dinyatakan
bahwa akn optimum apabila gen tersebut terjadi pada phage. Kemudian mengapa gen
overlapping hanya optimum jika terjadi pada phage? Apabila mengalami overlapping
atau tumpang tindih apakah akan memengaruhi kerja atau fungsinya?
Jawab: Gen overlapping hanya optimum jika terjadi pada phage, sebab Phage kecil
bahkan mampu mensintesisi 11 protein yang mengandung 2300 asam amino dengan
tepat. Ini menunjukkan bahwa optimum pada phage yang memiliki DNA berukuran
kecil. Bahkan dari penelitian para ahli gen overlapping ini dterdeteksi pada phage
yaitu bakteri, virus serta genom kecil lainnya.
Kemudian gen yang mengalami tumpang tindih tetap akan melakukan tugasnya dan
menyesuaikannya meskipun tumpang tindih, misalnya pada gen overlapping A. A, C,
D, E, B dan K. Pengkodean polipeptida K dan B dimulai dari bacaan yang berbeda,
meskipun kedua sekuen pengkodean sama-sama berada dalam sekuen yang mengkode
polipeptida.