Anda di halaman 1dari 2

No Jenis Obat Dosis & Cara Pemberian Keterangan

Anemia
1 Anemia Sediaan a. Pencegahan, 1 tablet 200 mg per hari; pengobatan, 1 tablet 200 mg 2-3 Anemia kekurangan zat besi adalah suatu keadaan
kekurang garam zat kali sehari. dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin
an zat besi oral: b. 1-2 tablet 200 mg 3 kali sehari. Sirup Fero Fumarat 140 mg (besi 45 mg)/5 (protein pengangkut oksigen) dalam sel darah
besi a. Fero ml, dosis: 10-20 ml 2 kali sehari, bayi premature 0,6-0,4 ml/kg/hari, anak berada dibawah normal.
sulfat hingga 6 tahun 2,5-5 ml dua kali sehari.
b. Fero c. Pencegahan 2 tablet sehari sebelum makan; pengobatan 4-6 tablet sehari
fumarat dalam dosis terbagi sebelum makan; anak 6-12 tahun, pencegahan dan
c. Fero pengobatan, 1-3 tablet sehari sesuai dengan usia
glukonat
2 Anemia Permulaan, 5 mg sehari untuk empat bulan; pemeliharaan, 5 mg setiap 1-7 Asam folat bersama vitamin B12 sangat penting
megalobl hari tergantung penyakit dasarnya. Anak sampai 1 tahun, 500 mcg/kg untuk metabolisme intrasel. Asam folat dan vitamin
astik bb/hari; di atas 1 tahun, dosis seperti orang dewasa. B12 dibutuhkan untuk sintesis DNA yang normal,
karena sehingga kekurangan salah satu vitamin ini
kekurang menimbulkan gangguan produksi dan maturasi
an asam eritrosit yang memberikan gambaran sebagai
folat anemia megaloblatik.
3 Anemia a. Dengan injeksi intramuskuler, dosis awal 1 mg diulangi 5 kali dengan Penyerapan yang tidak adekuat dari vitamin B12
pernisiosa interval 2-3 hari; dosis pemeliharaan 1 mg setiap 3 bulan; dosis anak (kobalamin) menyebabkan anemia pernisiosa. Agar
, seperti pada orang dewasa. dapat diserap, vitamin B12 harus bergabung dengan
degenera b. Pasien anemia pernisiosa berat: 100 g sianokobalamin dan asam faktor intrinsik (suatu protein yang dibuat di
si medula folat 1-5 mg secara IM selanjutnya 100 g sianokobalamin IM dan 1- lambung), yang kemudian mengangkut vitamin ini ke
spinalis 2 mg asam folat per oral selama 1-2 minggu. Terapi awal: 100 g ileum, menembus dindingnya dan masuk ke dalam
kombinasi sehari parenteral selama 5-10 hari. Terapi penunjang: 100-200 g aliran darah. Tanpa faktor intrinsik, vitamin B12 akan
sub akut sebulan sekali sampai jumlah eritrosit dalam darah 4,5 juta/mm3 tetap berada dalam usus dan dibuang melalui tinja.
Pada anemia pernisiosa, lambung tidak dapat
membentuk faktor intrinsik, sehingga vitamin B12
tidak dapat diserap dan terjadilah anemia, meskipun
sejumlah besar vitamin dikonsumsi dalam makanan
sehari-hari. Dalam hal ini penderita tidak dapat
menyerap vitamin B12 per-oral karena itu maka
diberikan melalui suntikan.
4 Anemia a. Epoetin Alfa Fase koreksi : Dosis awal untuk pasien hemodialisa a. Epoetin alfa digunakan untuk mengobati anemia
karena adalah 100- 150 IU/kg bb/minggu terbagi dalam 2-3 dosis. Jika yang disebabkan oleh obat tertentu seperti
kekurang hematokrit meningkat, bukanlah suatu yang diharapkan (<0,5% kemoterapi dan zidovudine obat yang digunakan
an zat /minggu), untuk mengobati HIV. Epoetin alfa juga digunakan
eritropoie dosis dapat diganti setelah 4 minggu dari terapi awal sampai sebelum dan sesudah operasi tertentu untuk
tin dosis meningkat 15-30 IU/kg bb/minggu. Pasien non dialisa : mencegah dan mengobati anemia yang mungkin
100 IU/kg bb/minggu terbagi dalam 3 dosis. terjadi karena kehilangan darah sewaktu operasi.
Tahap perawatan: Untuk memantapkan hematokrit antara Epoetin alfa termasuk obat protein eritropoetik.
30 dan 35 %, dosis menjadi 50-150 IU /kg bb/ minggu Bekerja dengan cara mempengaruhi sumsum tulang
terbagi dalam 2-3 dosis (penurunan menjadi 2/3 dari dosis sebelumnya) untuk membuat lebih banyak sel darah merah. Hal
ini akan meningkatkan energi dan tingkat aktivitas,
b. Epoetin Beta Dewasa dan anak dalam 2 tahun; melalui injeksi juga bisa mengurangi kebutuhan untuk transfusi
subkutan dosis awal 60 IU/kg bb tiap minggu (dalam 1-7 dosis darah.
terbagi) untuk 4 minggu, ditingkatkan sebulan sekali sesuai dengan b. Epoetin beta digunakan untuk mengobati pasien
respon masing-masing 60 IU/kg bb. Secara injeksi intravena dalam 2 dengan gejala anemia yang berhubungan dengan
menit (atau infus intravena jangka pendek) dosis awal 40 IU/kg bb 3 penyakit ginjal kronis dan untuk mengobati anemia
kali tiap minggu untuk 4 minggu, ditingkatkan sampai 80 IU/kg bb 3 yang berhubungan dengan kemoterapi pada pasien
kali seminggu bila kenaikan hemoglobin awal kurang dari 1 g/100 kanker.
mL/bulan, bila perlu dapat dinaikkan lebih lanjut pada interval
bulanan masing-masing 20 IU/kg bb.