Anda di halaman 1dari 12

MODUL III

PENGENALAN LAYER OSI

3.1. PENDAHULUAN
Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open
networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh
badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun
1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection.
Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer
model).
3.2. MODEL OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI)
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer
sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar
umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok
yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak
protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama,
membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk
mengembangkan protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini
mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA
(model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force
(IETF) sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP
yang populer digunakan.
Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya
metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi
lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa
lapisan.
Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia
nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI
Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan

38
mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government
Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini
akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang
menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal
dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat
berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam
TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan
tumpukan protokol mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun
digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol
jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.

Gambar Model Layer OSI


Struktur tujuh lapis model OSI, bersamaan dengan protocol data
unit (PDU) pada setiap lapisan OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni
sebagai berikut :
Lapisan
Nama lapisan Keterangan
ke-
7 Lapisan Aplikasi Berfungsi sebagai antarmuka dengan
(Application layer) aplikasi dengan fungsionalitas jaringan,
mengatur bagaimana aplikasi dapat
mengakses jaringan, dan kemudian
membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol

39
yang berada dalam lapisan ini adalah
HTTP< FTP, SMTP, dan NFS.
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang
hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke
dalam format yang dapat ditransmisikan
melalui jaringan. Protokol yang berada
Lapisan Presentasi dalam level ini adalah perangkat lunak
6
(Presentation layer) redirektor (redirector software), seperti
layanan Workstation (dalam Windows NT)
dan juga Network shell (semacam Virtual
Network Computing (VNC) atau Remote
Desktop Protocol (RDP)).
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana
Lapisan Sesi koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau
5
(Session layer) dihancurkan. Selain itu, di level ini juga
dilakukan resolusi nama.
Berfungsi untuk memecah data ke dalam
paket-paket data serta memberikan nomor
urut ke paket-paket tersebut sehingga
dapat disusun kembali pada sisi tujuan
Lapisan Transport setelah diterima. Selain itu, pada level ini
4
(Transport layer) juga membuat sebuah tanda bahwa paket
diterima dengan sukses
(acknowledgement), dan mentransmisikan
ulang terhadp paket-paket yang hilang di
tengah jalan.
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-
alamat IP, membuat header untuk paket-
Lapisan Jaringan
3 paket, dan kemudian melakukan routing
(Network layer)
melalui internetworking dengan
menggunakan router dan switch layer-3.
2 Lapisan Data-Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-
(Data-link layer) bit data dikelompokkan menjadi format
yang disebut sebagai frame. Selain itu,

40
pada level ini terjadi koreksi kesalahan,
flow control, pengalamatan perangkat
keras (seperti halnya Media Access Control
Address (MAC Address)), dan menetukan
bagaimana perangkat-perangkat jaringan
seperti hub, bridge, repeater, dan switch
layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802,
membagi level ini menjadi dua level anak,
yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan
lapisan Media Access Control (MAC).
Berfungsi untuk mendefinisikan media
transmisi jaringan, metode pensinyalan,
sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti
Lapisan Fisik halnya Ethernet atau Token Ring), topologi
1
(Physical layer) jaringan dan pengabelan. Selain itu, level
ini juga mendefinisikan bagaimana Network
Interface Card (NIC) dapat berinteraksi
dengan media kabel atau radio.

OSI dan
TCP/IP

41
Gambar Fungsi Protocol Pada Layer
3.2.1. Layer Fisik
Lapisan fisik (Inggris: physical layer atau PHY Layer) adalah lapisan
pertama dalam model referensi jaringan OSI (lapisan ini merupakan lapisan
terendah) dari tujuh lapisan lainnya. Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan
mekanisme untuk meletakkan bit-bit data di atas media jaringan (kabel, radio,
atau cahaya). Selain itu, lapisan ini juga mendefinisikan tegangan listrik, arus
listrik, modulasi, sinkronisasi antar bit, pengaktifan koneksi dan pemutusannya,
dan beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi (seperti halnya kabel
UTP/STP, kabel koaksial, atau kabel fiber-optic). Protokol-protokol pada level
PHY mencakup IEEE 802.3, RS-232C, dan X.21. Repeater, transceiver, kartu
jaringan/network interface card (NIC), dan pengabelan beroperasi di dalam
lapisan ini.

Gambar Standarisasi untuk layer fisik

42
Gambar Komunikasi Pada Jaringan melalui Layer Fisik
3.2.2. Layer Data-Link
Lapisan data-link (data link layer) adalah lapisan kedua dari bawah dalam
model OSI, yang dapat melakukan konversi frame-frame jaringan yang berisi
data yang dikirimkan menjadi bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan
fisik. Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara
perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area
network (WAN), atau antara node di dalam sebuah segmen local area network
(LAN) yang sama. Lapisan ini bertanggungjawab dalam membuat frame, flow
control, koreksi kesalahan dan pentransmisian ulang terhadap frame yang
dianggap gagal. MAC address juga diimplementasikan di dalam lapisan ini.
Selain itu, beberapa perangkat seperti Network Interface Card (NIC), switch layer
2 serta bridge jaringan juga beroperasi di sini.
Lapisan data-link menawarkan layanan pentransferan data melalui
saluran fisik. Pentransferan data tersebut mungkin dapat diandalkan atau tidak:
beberapa protokol lapisan data-link tidak mengimplementasikan fungsi
Acknowledgment untuk sebuah frame yang sukses diterima, dan beberapa
protokol bahkan tidak memiliki fitur pengecekan kesalahan transmisi (dengan
menggunakan checksumming). Pada kasus-kasus tersebut, fitur-fitur
acknowledgment dan pendeteksian kesalahan harus diimplementasikan pada
lapisan yang lebih tinggi, seperti halnya protokol Transmission Control Protocol
(TCP) (lapisan transport).

43
Tugas utama dari data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi data
mentah dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari
kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan ke Network Layer, lapisan data link
melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data
input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan
byte). Kemudian lapisan data link mentransmisikan frame tersebut secara
berurutan dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh
penerima. Karena lapisan fisik menerima dan mengirim aliran bit tanpa
mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada lapisan data-
link-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini bisa
dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame.

Gambar Istilah dan Fungsi Lapisan Data Link

44
Gambar Layanan Pada Lapisan Data Link
3.2.3. Layer Jaringan
Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah
dalam model referensi jaringan OSI. Lapisan ini bertanggung jawab untuk
melakukan beberapa fungsi berikut:
Pengalamatan logis dan melakukan pemetaan (routing) terhadap paket-paket
melalui jaringan.
Membuat dan menghapus koneksi dan jalur koneksi antara dua node di dalam
sebuah jaringan.
Mentransfer data, membuat dan mengkonfirmasi penerimaan, dan mengeset
ulang koneksi.
Lapisan jaringan juga menyediakan layanan connectionless dan connection-
oriented terhadap lapisan transport yang berada di atasnya. Lapisan jaringan
juga melakukan fungsinya secara erat dengan lapisan fisik (lapisan pertama) dan
lapisan data-link (lapisan kedua) dalam banyak implementasi protokol dunia
nyata.
Dalam jaringan berbasis TCP/IP, alamat IP digunakan di dalam lapisan
ini. Router IP juga melakukan fungsi routing-nya di dalam lapisan ini.
3.2.4. Layer Transport
Lapisan transpor atau transport layer adalah lapisan keempat dari model
referensi jaringan OSI. Lapisan transpor bertanggung jawab untuk menyediakan
layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol yang terletak di
atasnya. Layanan yang dimaksud antara lain:
Mengatur alur (flow control) untuk menjamin bahwa perangkat yang

45
mentransmisikan data tidak mengirimkan lebih banyak data daripada yang dapat
ditangani oleh perangkat yang menerimanya.
Mengurutkan paket (packet sequencing), yang dilakukan untuk mengubah data
yang hendak dikirimkan menjadi segmen-segmen data (proses ini disebut
dengan proses segmentasi/segmentation), dan tentunya memiliki fitur untuk
menyusunnya kembali.
Penanganan kesalahan dan fitur acknowledgment untuk menjamin bahwa data
telah dikirimkan dengan benar dan akan dikirimkan lagi ketika memang data tidak
sampai ke tujuan.
Multiplexing, yang dapat digunakan untuk menggabungkan data dari bebeberapa
sumber untuk mengirimkannya melalui satu jalur data saja.
Pembentukan sirkuit virtual, yang dilakukan dalam rangka membuat sesi koneksi
antara dua node yang hendak berkomunikasi.
Contoh dari protokol yang bekerja pada lapisan transport adalah
Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP) yang
tersedia dari kumpulan protokol TCP/IP.

Gambar Fungsi Lapisan Transport

3.2.5. Layer Sesi

46
Lapisan sesi atau Session layer adalah lapisan kelima dari bawah dalam
model referensi jaringan OSI, yang mengizinkan sesi koneksi antara node dalam
sebuah jaringan dibuat atau dihancurkan. Lapisan sesi tidak tahu menahu
mengenai efisiensi dan keandalan dalam transfer data antara node-node
tersebut, karena fungsi-fungsi tersebut disediakan oleh empat lapisan di
bawahnya dari dalam model OSI (lapisan fisik, lapisan data-link, lapisan jaringan
dan lapisan transport). Lapisan sesi bertanggung jawab untuk melakukan
sinkronisasi antara pertukaran data antar komputer, membuat struktur sesi
komunikasi, dan beberapa masalah yang berkaitan secara langsung dengan
percakapan antara node-node yang saling terhubung di dalam jaringan. Lapisan
ini juga bertanggung jawab untuk melakukan fungsi pengenalan nama pada
tingkat nama jaringan logis dan juga menetapkan [[[port TCP|port-port
komunikasi]]. Sebagai contoh, protokol NetBIOS dapat dianggap sebagai sebuah
protokol yang berjalan pada lapisan ini.
Lapisan sesi dari model OSI tidak banyak diimplementasikan di dalam
beberapa protokol jaringan populer, seperti halnya TCP/IP atau IPX/SPX. Akan
tetapi, tiga lapisan tertinggi di dalam model OSI (lapisan sesi, lapisan presentasi,
dan lapisan aplikasi) seringnya disebut sebagai sebuah kumpulan yang
homogen, sebagai sebuah lapisan aplikasi saja.

Gambar Fungsi lapisan Sesi

3.2.6. Layer Presentasi

47
Lapisan presentasi (Inggris: presentation layer) adalah lapisan keenam
dari bawah dalam model referensi jaringan terbuka OSI. Pada lapisan ini terjadi
pembuatan struktur data yang didapatnya dari lapisan aplikasi ke sebuah format
yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Lapisan ini juga bertanggungjawab
untuk melakukan enkripsi data, kompresi data, konversi set karakter (ASCII,
Unicode, EBCDIC, atau set karakter lainnya), interpretasi perintah-perintah
grafis, dan beberapa lainnya. Dalam arsitektur TCP/IP yang menggunakan model
DARPA, tidak terdapat protokol lapisan ini secara khusus.

Gambar Fungsi Lapisan Presentasi


3.2.7. Layer Aplikasi
Lapisan aplikasi adalah suatu terminologi yang digunakan untuk
mengelompokkan protokol dan metode dalam model arsitektur jaringan
komputer. Baik model OSI maupun TCP/IP memiliki suatu lapisan aplikasi.
Dalam TCP/IP, lapisan aplikasi mengandung semua protokol dan metode
yang masuk dalam lingkup komunikasi proses-ke-proses melalui jaringan IP
(Internet Protocol) dengan menggunakan protokol lapisan transpor untuk
membuat koneksi inang-ke-inang yang mendasarinya. Sedangkan dalam model
OSI, definisi lapisan aplikasi lebih sempit lingkupnya, membedakan secara
eksplisit fungsionalitas tambahan di atas lapisan transpor dengan dua lapisan
tambahan: lapisan sesi dan lapisan presentasi. OSI memberikan pemisahan
modular yang jelas fungsionalitas lapisan-lapisan ini dan memberikan
implementasi protokol untuk masing-masing lapisan.
Penggunaan umum layanan lapisan aplikasi memberikan konversi

48
semantik antara proses-proses aplikasi yang terkait. Contoh layanan aplikasi
antara lain adalah berkas virtual, terminal virtual, serta protokol transfer dan
manipulasi kerja

49