Anda di halaman 1dari 9

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi taufik,
hidayah, serta inayah-Nya sehingga kita semua masih bisa beraktivitas sebagaimana
seperti biasanya termasuk juga dengan penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan pembuatan makalah PKN yang berjudul Keterbukaan dan
Keadilan.
Dalam makalah ini, kelompok kami membahas tentang Keterbukaan dan
Keadilan dalam Kehidupan berbangsa dan Bernegara dan Sikap Keterbukaan dan
Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Makalah ini disusun agar para
pembaca bisa menambah wawasan serta memperluas ilmu pengetahuan yang ada
mengenai Keterbukaan dan Keadilan.
Penulis juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih pada teman-teman
yang sudah membantu dalam pembuatan makalah ini, sehingga makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik serta tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu penyusun meminta pembaca untuk memberikan saran
serta kritik yang dapat membangun untuk dapat memperbaiki tugas makalah
selanjutnya. Dan semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca dan
memperluas wawasan mengenai Keterbukaan dan Keadilan. Dan tidak lupa
permohonan maaf dari penulis apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam
bentuk apapun yang terdapat dalam makalah ini.

Putussibau, 14 April 2015

Penulis

1
Daftar Isi

Kata Pengantar ...........................................................................................................1


Daftar Isi.....................................................................................................................2
A. Keterbukaan dan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegra.............3
1. Hakikat Keterbukaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara ................3
a. Pengertian Keterbukaan ................................................................................3
b. Arti Penting Keterbukaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernrgara ......3
c. Ciri-Ciri Keterbukaan ....................................................................................4
d. Pembatasan pada Keterbukaan Pemerintah ..................................................5
e. Upaya Peningkatan Keterbukaan Pemerintah ...............................................5
2. Hakikat Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. .....................6
a. Pengertian Keadilan ......................................................................................6
b. Pendapat Para Tokoh tentang Keadilan ........................................................6
c. Prinsip-Prinsip Keadilan ...............................................................................7
d. Pentingnya Keadilan dalam Kehidupan Berbagsa dan Bernegara ................7
e. Jaminan Keadilan bagi Setiap Warga Negara Indonesia ..............................8
Daftar Pustaka ............................................................................................................9

2
Keterbukaan dan Keadilan
A. Keterbukaan dan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegra
1. Hakikat Keterbukaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Keterbukaan antara pemerintah dan warga negara mutlak di perlukan untuk mencapai sebuah
negara demokratis. Dalam era keterbukaan, kesempatan masyarakat untuk berpatisipasi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara terbuka lebar. Partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan
memanfaatkan kecangihan tekhnologi informasi sebagai sarana keterbukaan.
a. Pengertian Keterbukaan
Keterbukaan Berasal dari kata terbuka. Kata terbuka secara harfiah berarti jernih,
tembus cahaya, nyata, jelas, mudah dipahami, tidak keliru, tidak sangsi atau tidak ada
keraguan. Dengan demikian, pengertian keterbukaan secara harfiah adalah tindakan yang
memungkinkan suatu persoalan menjadi jelas, mudah dipahami, dan tidak disangsikan lagi
kebenarannya.
Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan, keterbukaan dapat
diartikan sebagai bentuk kesediaan pemerintah untuk senantiasa memberikan informasi
faktual dan aktual mengenai beberapa hal yang berkenaan proses penyelenggaraan
pemerintah. Adapun dalam kaitannya dengan sikap terbuka dari warga negara atau
masyarakat, keterbukaan dapat diartikan sebagai sikap bersedia menyampaikan aspirasi
kepada pemerintah kepada dan sikap bersedia menerima pengetahuan atau informasi dari
pihak lain termasuk informasi dari pemerintah.
Keterbukaan pemerintah dapat ditunjukkan dengan adanya dukungan pemerintah
terhadap kebebasan pers. Dengan adanya kebebsan pers, berbagai media massa dapat
memberika informasi aktual kepada mayarakat mengenai penyelenggaraan pemerintahan
atau keputusan yang diambil oleh pemerintah. Dalam hal ini, berarti keterbukaan telah
memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjalankan fungsinya sebagai kontrol
politik.
b. Arti Penting Keterbukaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernrgara
Dengan adanya keterbukaan, kehidupan demokratis bisa ditegakkan. Artinya, segala
kebijakan pemerintah berdasar atas aspirasi rakyat. Dalam bidang hukum politik, keterbukaan
dapat menjamin keadilan bagi selutuh warga negara sejalan dengan tuntunan supremasi
hukum, demokratisasi, dan penegakan hak-hak asasi manusia. Dengan adanya keterbukaan,
negara akan terhindar dari berbagai penyimpangan yang akan mengacaukan keadaan negara
seperti tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta berbagai konflik, baik yang bersifat
vertikal maupun horizontal.
Berdasarkan uraian diata dapat kita simpulkan arti penting keterbukaan dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Arti penting keterbukaan secara umum meliputi beberapa
hal berikut.
1. Keterbukaan dapat menjamin keadilan bagi seluruh warga negara sejalan dengan
tuntutan supermasi hukum, demokratisasi, dan penegakan hak-hak asasi manusia.
2. Meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
3. Menciptakan hubungan harmonis antara pemerintah dan warga negara.
4. Meningkatkan potensi masyarakat sesuai potensi yang dimiliki.
5. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah secara luas.
6. Meminimalisasi terjadinya penyelewengan kekuasaan dan penyimpangan-
penyimpangan yang akan membuat kacau keadaan negara seperti korupsi, kolusi, dan
nepotisme.

3
7. Bentuk upaya penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis (pemerintah dari
rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat).
8. Memenuhi pencapaian akses bebas bagi warga negara terhadap informasi.
c. Ciri-Ciri Keterbukaan
Pemerintah yang bersih dan transparan hanya dapat tercapai dengan adanya sikap
terbuka dari segenap warga negara termasuk pemerintah. Oleh karena itu, tiap-tiap warga
negara Indonesia harus turut serta dalam upaya mewujudkan keterbukaan dalam kehidupan
berbagsa dan bernegara.
Ciri-ciri keterbukaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu ciri
keterbukaan secara umum dan ciri keterbukaan yang dapat ditunjukkan oleh sebuah
pemerintah.
1) Ciri Keterbukaan Secara Umum
Keterbukaan dapat dibiasakan oleh warga masyarakat dalam kehidupan sehari-
hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ciri-ciri keterbukaan secara umum adalah sebagai berikut.
a) Proses dan pelaksanaan kebijakan publik dilakukan secara tebuka.
b) Dialok dan komunikasi publik dilaksanakan secara terbuka.
c) Bersikap jujur dalam segala perkataan dan perbuatan.
d) Menyeleksi semua informasi yang diperoleh dari berbagai sumber sebagai bentuk
sikap hati-hati.
e) Mengembangkan sikap toleransi dan tenggang rasa terhadap orang lain.
f) Sportif mengakui kelemahan atau kekurangan pada diri sendiri.
g) Bersedia menerima kritik dan saran dari orang lain.
h) Menerima dan menghargai keberagaman dalam berbagai bidang kehidupan.
i) Bersedia berkerja sama dan menghargai orang lain.
j) Sangup beradaptasi dengan berbagai berubahan yang terjadi.
2) Ciri Keterbukaan Pemerintah
Keterbukaan pemrintah sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan rakyat
untuk beradaptasi membangun bangsa dan negara. Dengan meningkatnya partisipasi
rakyat dalam membangun bangsa dan negara secara otomatis akan tercipta
pemerintahan yang demokratis yaitu pemerinyahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk
rakyat. Berikut bebrapa keterbukaan sebuah pemerintah.
a) Selalu memegang teguh prinsip akuntabilitas yaitu segala tindakan yang
diselenggarakan oleh pejabat pemerintah dapat dipertanggungjawabkan secara
moral kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rakyatnya.
b) Senantiasa melibatkan rakyat dalam setiap perumusan suatu kebijakan publik.
c) Selalu mempertimbangkan aspirasi rakyat dalam setiap penetapan kebijakkan
yang menyangkut urusan luar negeri.
d) Senantiasa memberitahukan kebjakan-kebijakan negara yang sifatnya strategis
dan berhubugan langsung dengan rakyat dan wajib diketahui oleh rakyatnya.
e) Menetapkan kebjakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
f) Senantiasa menerima saran dan kritik dari rakyat yang ditujukan kepadanya.
g) Memberi kesempatan luas bagi masyarakat dan media massa untuk mengetahui
isi berbagai dokumen pemerintah.
h) Terbukanya sidang pemerintah bagi masyarakat dan media massa.
i) Pesatnya perkembangan informasi, telekomunikasi, dan transportasi yang
ditandai dengan keadaan-keadaan seperti berikut.
(1) Perumusan kebijakan negara banyak dipengaruhi oleh perkembangan
informasi, telekomunikasi, dan transportasi.

4
(2) Terjadinya perubahan sikap dan perilaku suatu masyarakat atau bangsa
terhadap perkembangan yang terjadi di luar dirinya sebagai akibat tidak dapat
terbendungnya pengaruh yang dibawa oleh struktur-struktur informasi,
telekomunikasi, dan transportasi.
j) Kaburnya batas antarnegara yang ditandai dengan keadaan seperti berikut.
(1) Masyarakat suatu negara tidak sanggup lagi menegakkan kedaulatan
negaranya, baik secara politik, ekonomi, maupun tekhnologi. Negara tidak
mampu membendung derasnya pengaruh negara lain dalam kehidupan warga
negaranya.
(2) Adanya kebutuhan dalam negara tersebut untuk menerima dan memanfaatkan
berbagai pengaruh dari negara lain, baik secara politik, ekonomi, maupun
teknologi dengan cara terpaksa atau tidak terpaksa demi terpenuhnya
kepentingan warga atau masyarakat itu sendiri.
d. Pembatasan pada Keterbukaan Pemerintah
Ketebukaan pemerintahan memegang peran penting dalam kehidupan berbangsa
dan bernrgara. Akan tetapi, tidak berarti bahwa semua informasi mengenai
penyelenggaraan pemerintahan boleh diakses oleh publik. Dalam pasal 6 ayat (3) Undang-
Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ditegaskan tentang
beberapa informasi publik yang tidak dapat diberikan oleh badan publik. Beberapa
infornasi tersebut adalah sebagai berikut.
1) Informasi yang dapat membahayakan negara.
2) Informasi yang berkaitan dengan hak-hak pribadi.
3) Informasi yang berkaitan dengan rahasia jabatan.
4) Informasi yang diminta belum dikuasai atau atau didokumentasikan.
5) Informasi yang berkaitan dengan kepentingan perlindungan usaha dari persaingan
usaha tidak sehat.
Terkait dengan pembatasan pada keterbukaan pemerintahan tersebut, para ilmuwan
Amerika Serikat memberikan pendapatnya sebagai berikut.
1) David Beetham dan Kevin Boyle menidentifikasi lima informasi pemerintah yang
tidak boleh diketahui publik. Lima informasi tersebut adalah sebagai berikut.
a) Pertimbangan-pertimbangan kabinet.
b) Nasihat politis yang diberikan kepada menteri.
c) Informasi-informasi yang menyangkut pertahanan nasional, kelangsungan hidup
demokrasi, serta keselamatan individu-individu dan warga masyarakat.
d) Rahasia perdagangan dan pengusaha swasta.
e) Arsip pribadi kecuali sangat dibutuhkan.
2) Freedom of Information Act yang ada di Amerika Serikat mengidentifikasi sembilan
informasi pemerintahan yang bersifat rahasia. Sembilan informasi tersebut sebagai
berikut.
a) Informasi mengenai nasional dan politik luar negeri (rencana militer,
persenjataan, data ipterk tentang keamanan nasional, dan data CIA).
b) Ketentuan internal lembaga.
c) Informasi yang secara tegas dilarang undang-undang untuk diakses publik.
d) Informasi bisnis yang bersifat sukarela.
e) Memo internal pemerintah.
f) Informasi pribadi (personal privacy).
g) Data yang berkenaan dengan penyidikan.
h) Informasi lembaga keuangan.
i) Informasi dan data geologis dan geofisik mengenai sumber daya alam.
e. Upaya Peningkatan Keterbukaan Pemerintah
Indonesia merupakan negara demokratis yaitu negara yang pemerintahannya
berasal dari rakyat, dilaksanakan oleh rakyat, dan diperuntukan bagi kesejahteraan rakyat.

5
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi
Publik, upaya pemerintah dalam meningkatkan keterbukaan pemerintah tercermin dalam
asas dan tujuan keterbukaan informasi publik.
1) Asas keterbukaan informasi publik sebagai berikut.
a) Setiap informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna
informasi publik.
b) Informasi publik yang dikecualikan bersifat ketat dan terbatas.
c) Setiap informasi publik harus dapat diperoleh setiap pemohon informasi publik
dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana.
d) Informasi publik dapat dikecualikan dan bersifat rahasia sesuai undang-undang,
kepatutan, dan kepentingan umum didasarkan pada oengujian tentang
konsekuensi yang timbul.
2) Tujuan undang-undang tentang keterbukaan informasi publik sebagai berikut.
a) Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan
publik, program kebijakan publik, dan peroses pengambilan keputusan publik,
serta alasan pengambilan suatu keputusan publik.
b) Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik.
c) Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan
pengelola badan publik yang baik.
d) Mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik yaitu transparan, efektif, dan
efesien, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan.
e) Mengetahui alasan kebijakkan publik yang memengaruhi hajat hidup orang
banyak.
f) Mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
g) Meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan badan politik
untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas.
2. Hakikat Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
a. Pengertian Keadilan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keadilan mengandung pengertian sifat (
perbuatanm perlakuan) yang adil. Adil menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
mengandung beberapa pengertian sebagai berikut.
1) Sama berat, tidak berat sebelah, dan tidak memihak.
2) Berpihak kepada yang benar atai berpegang pada kebenaran.
3) Sepatutnya dan tidak sewenang-wenang.

Dapat di simpulkan bahwa, Keadilan adalah perbuatan atau perlakuan yang


menerminkan sifat tidak berat sebelah dan tidak memihak, berpegang pada kebenaran, serta
tidak sewenang-wenang. Dalam Ensiklopedi Indonesia ditegaskan behwa keadilan diambil
dari bahasa Arab yaitu adl yang mengandung lima pengertian sebagai berikut.

1) Tidak berat sebelah atau tidak memihak salah satu pihak.


2) Memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai hak yang harus diperolehnya.
3) Mengetahui hak dan kewajiban , mengerti hal yang benar dan salah, serta bertindak
jujur dan tepat menurut peraturan atau syarat dan rukun yang telah ditetapkan.
4) Tidak sewenang-wenang dan maksiat atau berbuat dosa.
5) Tidak pilih kasih terhadap siapa pun. Setiap orang diperlukan sesuai hak dan
kewajibannya.
b. Pendapat Para Tokoh tentang Keadilan
1) Thomas Hobbes
Keadilan adalah perbuatan yang didasarkan pada perjanjian yang disepakati.
2) Aristoteles
Aristoteles membedakan keadilan keadilan menjadi empat sebagai berikut.

6
a) Keadilan Komutatif yaitu perlakuan terhadap seseorang tanpa melihat jasa-jasa
yang dilakukannya.
b) Keadilan Distribusi yaitu perlakuan terhadap seseorang yang berhubungan dengan
distribusi jasa dan kemakmuran menurut kerja dan kemampuannya.
c) Keadilan Kodrat Alam yaitu keadilan yang bersumber pada hukum kodrat alam.
d) Keadilan Konvensional yaitu adanya ketaatan seorang warga negara terhadap
peraturan perundang-unadangan yang telah diwajibkan.
3) Plato
Plato membagi keadilan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
a) Keadilan Moral yaitu suatu perubahan dapat dikatakan adil secara moral apabila
telah mampu memberikan perlakuan seimbang antara hak dan kewajibannya.
b) Keadilan Prosedural yaitu apabila seseorang telah mampu melaksanakan
perbuatan adil berdasarkan tata cara yang telah ditetapkan.
4) Notonagoro
Keadilan legalitas (keadilan hukum) adalah suatu keadaan dikatakan adil jika sesuai
ketentuan hukum yang berlaku.
5) Ruslan Abdul Gani
Menurut Ruslan Abdul Gani, kata adil digunakan dalam empat hal, yaitu
keseimbangan, persamaan dan nondiskriminasi. Atas dasar empat hal tersebut, keadilan
menurut Ruslan dapat diartikan sebagai berikut.
a) Keadilan sebagai keseimbangan.
b) Keadilan sebagai persamaan dan nondiskriminasi.
c) Keadilan sebagai pemberi hak kepada pihak yang berhak.
d) Keadilan sebagai pelimpahan wujud berdasarkan tingkat atau kelayakan.

Selain keadilan menurut beberapa pakar hukum tersebut, masih ada beberapa
macam keadilan seperti berikut.

1) Keadilan vindikatif yaitu keadilan yang memberikan kepada tiap-tiap orang


hukuman atau denda sesuai pelanggaran atau kejahatannya.
2) Keadilan kreatif yaitu keadilan yang memberikan kepada tiap-tiap orang
bagiannya berupa kebebasan untuk mencipta sesuai kreativitas yang dimilikinya di
berbagai bidang kehidupan.
3) Keadilan protektif yaitu keadilan yang memberikan perlindungan kepada pribadi-
pribadi dari tindakan sewenang-wenang pihak lain.
4) Keadilan sosial menurut Frans Magnis-Suseno adalah keadilan yang
pelaksanaannya tergantung dari struktur proses ekonomi, politik, sosial, budata,
dan ideologi dalam masyarakat.
5) Keadilan menurut teori perbaikan yaitu seseorang yang telah berusaha
memulihkan nama baik orang lain yang telah tercemar.
c. Prinsip-Prinsip Keadilan
Hal penting yang harus diperhatikan dalam menegakkan keadilan adalah prinsip-prinsip
keadilan yang meliputi beberapa hal seperti berikut.
1) Selalu memberikan perlakuan sama terhadap semua orang yang berbeda dalam
persoalan yang sama.
2) Selalu menghormati hak-hak orang lain.
3) Selalu berbuat sesuai kaidah-kaidah yang berlaku.
4) Senantiasa melakukan perbuatan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
5) Mempu melihat bahwa setiap yang adil adalah keadilan yang sesungguhnya.
6) Mampu menjauhkan diri dan meluruskan setiap kekeliruan dan kesalahan.
d. Pentingnya Keadilan dalam Kehidupan Berbagsa dan Bernegara
Dampak positif adanya keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seperti
berikut.

7
1) Memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.
2) Menciptakan suatu perdamaian.
3) Menciptakan masyarakat madani.
4) Menciptakan keharmonisan hubungan warga negara dengan pemerintah.
5) Menciptakan supermasi hukum yaitu penegakan hukum tanpa pandang bulu dalam
sebuah negara.
e. Jaminan Keadilan bagi Setiap Warga Negara Indonesia
Jaminan keadilan bagi setiap warga negara Indonesia dapat ditegaskan dalam pasal-
pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai berikut.
1) Bidang Hukum dan Pemerintahan
Jaminan keadilan bagi warga negara Indonesia di bidang hukum dan pemerintahan
ditegaskan dalam pasal 27 ayat (1).
2) Bidang Politik
Jaminan keadilan bagi warga negara Indonesia di bidang politik ditegaskan dalam pasal
28.
3) Bidang Hak Asasi Manusia
Jaminan Keadilan bagi warga negara Indonesia di bidang hak asasi manusia (HAM)
ditegaskan sebagai berikut.
a) Pasal 28A ayat (1) dan (2).
b) Pasal 28B ayat (1) dan (2).
c) Pasal 28C ayat (1) dan (2).
d) Pasal 28D ayat (1-4).
e) Pasal 28E ayat (1-3).
f) Pasal 28F.
g) Pasal 28G ayat (1) dan (2).
h) Pasal 28H ayat (1-4).
i) Pasal 28I ayat (1-5).
j) Pasal 28J ayat (1) dan (2).
4) Bidang Keagamaan
Jaminan keadilan bagi warga negara Indonesia di bidang keagamaan ditegaskan
dalam pasal 29 ayat (2).
5) Bidang Pertahanan dan Keamanan Negara
Jaminan keadilan bagi warga negara Indonesia di bidang pergtahanan dan keamanan
negara ditegaskan dalam pasal 30 ayat (1).
6) Bidang Pendidikan dan Kebidayaan
Jaminan keadilan bagi warga negara Indonesia di bidang pendidikan dan kebudayaan
ditegaskan dalam pasal 31 ayat (1-5) dan pasal 32 ayat (1) dan (2).
7) Bidang Kesejahteraan Sosial
Jaminan keadilan bagi warga negara Indonesia di bidang kesejahteraan sosial
ditegaskan dalam pasal 27 ayat (2), pasal 33 ayat (3), dan pasal 34 ayat (1-4).

8
Daftar Pustaka
Faizia, Khilya, Yana Suryana, Yudi Suparyanto. 2015. Pendidikan
Kewarganeggaraan kelas XI Semester 1. Klaten : Intan Pariwara.