Anda di halaman 1dari 1

AIR MATA PENCERAH BANGSA

Oleh : Ahmad Yusuf Bahtiyar

Deru kaki melangkah pelan menyusur jalan


Dengan semangat tanpa mengenal beratnya beban
Demi mereka, generasi penerus bangsa di masa depan
Desiran kehormatan yang merangkak naik bersama pengabdian
Kerap kali seni politik menjadi alasan dari jatuhnya air mata
Pengharapan kelayakan hidup yang lebih baik bak dongeng semata
Teruntuk mereka yang membina anak bangsa dari sisi gelap Nusantara
Lelah dan cucuran keringat yang menetes lembut dari langkah hutan belantara
Pendidikan, layaknya nirwana yang muncul dari ufuk timur
Koin emas yang dibalut berlian bahkan tak mampu mengukur
Sungguh ironi, mereka yang mengabdi kemudian jatuh tersungkur
Kenyataan pahit harus dilewati, mereka bertahan dengan bersyukur
Gemuruh petir muncul dari langit, ledakan magma dari bumi
Sungguh dilematis, diterpa dari atas dan bawah yang tak memahami
Anak yang mereka ajar kini berani melawan dan tak menghormati
Guru-guru di caci maki, dilaporkan ke Polisi, dan berani dihakimi
Begitu kelamkah potret Pahlawan tanpa tanda jasa Negeri ini
Bak Malin Kundang yang tak tahu cara berbalas budi pada ibu sendiri
Sadarlah pemimpin bangsa, ingatlah kedudukanmu kini berawal dari mana
Perjuangan mereka tak sebercanda itu, banyak dari mereka yang hanya terpana