Anda di halaman 1dari 1

S e p e r t i d a l a m p e n g g u n a a n p a s t a g i g i , p e n u l i s m e n e m u k a n b e b e r a p a bahaya dari

penggunaan pasta gigi untuk pengobatan dan perawatan luka. -astagigi dibuat dari berbagai ma am
bahan penyusun dengan !ungsi yang berbeda& beda dan beberapa bahan tambahan. -asta gigi tanpa
bahan herbal yang digunakanm a s y a r a k a t p a d a u m u m n y a t e r b u a t d a r i b a h a n & b a h a n a b r a s i

dapat memi u bahaya keparahan yang luar biasa.'eparahan tersebut seperti, timbul ruam kemerahan,
bekas noda hitam, in!eksi,memi u pertumbukan jamur dan bakteri, memper epat tumbuhnya mikroba

Menurut dr Vera, pasta gigi tak bisa meringankan luka bakar. Berbagai kandungan zat di dalamnya, seperti
pemutih dan pewarna, justru malah bisa memperparah luka dan memicu timbulkan infeksi.

Mengolesi pasta gigi atau mentega pada luka bakar juga bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan
keluar dari dalam tubuh, yang akhirnya menghambat proses penyembuhan.

Selalu ingat bahwa penolong hanya memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis profesional
datang, terutama untuk cedera serius.

JANGAN memindahkan korban dengan cedrea BERAT kecuali dalam keadaan gawat darurat yang
mengancam nyawa (eg. Kebakaran, gas beracun atau ledakan)

Pada kebanyakan cedera serius, SEGERA panggil ambulans dan tangani korban dengan pertolongan pertama
ditemapat korban di temukan. Ambulans dapat datang dalam hitungan menit dengan staf yang lebih terlatih
dan dilengkapi alat-alat yang lebih canggih.

Bagian tubuh dengan luka terpotong atau luka bakar yang parah harus diposisikan lebih tinggi saat korban
dipindahkan.

Hentikan proses pendalamannya/penyebaran panas dengan mengaliri air dingin yang bersih pad luka
- Lalu tutup luka untuk menghindari masuknya kuman, namun lebih baik sebelum ditutup dengan kain bersih,
lebih sdahulu dolapisi dengan lapisan yang dingin, steril dan tidak lengket (misalnya daun pisang yang masih
menggulung) agar tidak lengket

Memindahkan korban

Syarat pemindahan korban:


1. korban tentang keadaan umumnya cukup baik
2. tidak ada gangguan pernapasan
3. pendarahan sudah di atasi
4. luka sudah dibalut

Gunakan seluruh bantuan yang mungkin didapat. Minimal penolong 2 orang, satu sebagai pemimpin yang
memberi instruksi (sebaiknya penolong yang berpengalaman memberikan pertolongan pertama) dan
mengkoordinasi.
- Minimalkan tindakan yang tidak penting bahkan berisiko pada pasien.
- Selalu perkirakan berat pasien terlebih dulu.
- Penolong menekuk lutut saat berjongkok (posisi kuda-kuda) untuk menahan berat pasien, dengan punggung
lurus dan tegak,
angkat korban dengan meluruskan kaki sehingga aman bagi korban.