Anda di halaman 1dari 6

Membrane sel.

Membrane sel berfungsi sebagai pengatur dalam kegiatan pertukaran


zat, sebagai penerima rangsang dari luar
Nucleus. Nucleus memiliki fungsi untuk mengendalikan aktifitas para sel
Sentrosom. Sentrosom berfungsi untuk melakukan pembelahan pada sel
Lisosom. Lisosom berfungsi untuk mencerna bahan makanan yang diperoleh dari
luar
Sentriol. Berfungsi untuk mengawasi pembentukan benang pada saat pembelahan
sel

1. Membran sel

Bagian terluar yang melapisi sel disebut membran sel. Membran sel bertindak mengatur
keluar masuknya zat sehingga juga berperan mengatur keseimbangan internal sel.

2. Dinding sel

Lapisan terluar yang melapisi sel tanaman disebut dinding sel yang terbuat dari selulosa.
Dinding sel membantu menjaga tekanan dalam sel.

3. Sentrosom

Sentrosom merupakan bagian dari sel hewan. Sebuah sel hewan dapat mengandung satu atau
dua sentrosom yang membantu dalam mitosis.

4. Kloroplas

Kloroplas adalah plastida berwarna hijau yang merupakan bagian sel tanaman. Kloroplas
membantu produksi makanan dengan bantuan cahaya matahari yang dikenal sebagai
fotosintesis.

5. Kromoplas

Kromolas juga merupakan organel sel tanaman yang memiliki warna bervariasi. Kromoplas
berisi xantofil dan karoten yang memberi warna pada bunga dan buah-buahan.

6. Sitoplasma

Campuran air dan larutan senyawa organik dan anorganik disebut sitoplasma.

Sebagian besar bagian dari sel tersuspensi dalam sitoplasma. Semua fungsi metabolisme dan
aktivitas sel hewan juga terjadi di sini.

7. Retikulum endoplasma

Struktur seperti tabung yang ditemukan di dekat nukleus dan membantu memberikan
dukungan pada sel tumbuhan dan hewan disebut retikulum endoplasma.

Ada dua jenis retikulum endoplasma, yaitu retikulum mulus tanpa dilekati ribosom dan
retikulum endoplasma kasar yang dilekati ribosom.

8. Badan golgi

Badan golgi adalah struktur vesikuler datar yang tertumpuk satu di atas yang lain.

Bagian sel ini mengeluarkan dan menyimpan hormon serta enzim yang membantu dalam
transportasi keluar dari sel.

9. Leukoplas
Leukoplas merupakan organel sel tumbuhan yang membantu penyimpanan pati/tepung.

10. Lisosom

Lisosom merupakan bagian dari sel hewan yang berbentuk kantung selaput dan menjadi
bagian dari badan golgi yang mengandung berbagai enzim.

Lisosom membantu pencernaan intraseluler dan pembuangan zat asing.

Bagian sel ini juga dikenal sebagai kantung bunuh diri karena jika salah satunya pecah
maka seluruh sel akan ikut hancur.

11. Mitokondria

Mitokondria memiliki dua lapisan membran dengan membran bagian dalam terlipat dan
membentuk krista.

Ini adalah pusat pembangkit energi sel dimana ATP dihasilkan melalui respirasi sel.

12. Membran inti

Membran inti merupakan pelapis inti sel serta memiliki banyak pori-pori yang membantu
transportasi zat.

13. Nucleoulus

Nucleoulus mengandung RNA dan mengirim RNS ke ribosom bersama dengan cetak biru
protein yang disintesis.

14. Nucleoplasma

Cairan kental yang mengandung serat kromatin yang terdiri dari DNA disebut nucleoplasma.

Serat kromatin mengalami perubahan struktur setelah pembelahan sel dan disebut kromosom.
Kromosom berisi informasi turun-temurun dari gen.

15. Inti sel

Inti sel merupakan otak sel. Inti sel mengontrol semua fungsi yang terjadi di dalam sel serta
berisi cetak biru kehidupan, yaitu DNA.

16. Ribosom
Ribosom merupakan bagian sel yang mengandung RNA dan berfungsi membantu sintesis
protein.

17. Vakuola

Vesikel besar dan berlimpah yang terdapat dalam sel tanaman disebut vakuola.

Vakuola berisi cairan dan membantu dalam penyimpanan zat, material pembangun sel, dan
air.[]

15
1



Apa Perbedaan Organisme Uniseluler & Multiseluler? Perkembangbiakan Amuba:
Ketahui Siklus Hidup Amuba
Alga Hijau: 11 Fakta Menarik tentang Ganggang Hijau
Ketahui 3 Filum dan 7 Fakta Menarik tentang Bakteri

Flagela adalah penjuluran mikrotubulus pada sel hewan yang berfungsi sebagai alat gerak
Badan mikro adalh suatu organel yang dijumpai didalam sel baik sel hewan maupun sel
tumbuhan.
fungsinya :
1. oksidasi substrat pada mamalia
2. oksidasi asam lemak mamalia
3.oksidasi asam lemak pada endosperm biji tanaman
4. jalur glikolat

Sitoskeleton atau kerangka sel adalah jaring berkas-berkas protein yang


menyusun sitoplasma dalam sel.
mikrotubulus adalah komponen terluas sitoskeleton. Mereka
membantu sel melawan tekanan , menyediakan jalan sepanjang yang
vesikel bergerak melalui sel, dan menarik kromosom direplikasi ke
ujung-ujung sel pemisah. Seperti mikrofilamen, mikrotubulus juga
dapat melarutkan.
Filamen intermediat merupakan bagian dari kerangka sel (sitoskeleton) yang memiliki
diameter antara 8 hingga 12 nm, lebih besar daripada diameter mikrofilamen tetapi lebih
kecil daripada diameter mikrotubula, yang fungsinya untuk menahan tarikan (seperti
mikrotubula).

Filamen aktin dalam sel yang bukan termasuk sel otot, paling sedikit memiliki 2 fungsi, yaitu
apabila tersusun bersilang-silang membentuk kerangka sel dan jika bersama dengan miosin
berfungsi dalamsistem kontraktil, sehingga bertanggung jawab terhadap gerakan sel atau
bagian dari sel. Mikrovili mengandung berkas filamen aktin, sehingga memiliki kemampuan untuk
bergerak-gerak.

Mitokondria, kondriosom (bahasa Inggris: chondriosome, mitochondrion,


plural:mitochondria) yaitu organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel makhluk
hidup, selain fungsi selular lain, seperti metabolisme asam
lemak, biosintesispirimidina, homeostasis kalsium, transduksi sinyal selular dan
penghasil energi[1] berupa adenosina trifosfat pada lintasankatabolisme.

Mitokondria mempunyai dua lapisan membran, yaitu lapisan membran luar dan lapisan
membran dalam. Lapisan membran dalam ada dalam bentuk lipatan-lipatan yang sering
disebut dengan cristae. Di dalam mitokondria terdapat 'ruangan' yang disebut matriks,
dimana beberapa mineral dapat ditemukan. Sel yang mempunyai banyak mitokondria dapat
dijumpai dijantung, hati, dan otot.

Terdapat hipotesis bahwa mitokondria merupakan organel hasil evolusi dari sel -
proteobacteria prokariota yang ber-endosimbiosis dengan sel eukariota.[2] Hipotesis ini
didukung oleh beberapa fakta antara lain,

adanya DNA di dalam mitokondria menunjukkan bahwa dahulu mitokondria merupakan


entitas yang terpisah dari sel inangnya,
beberapa kemiripan antara mitokondria dan bakteri, baik ukuran maupun
cara reproduksi dengan membelah diri, juga struktur DNA yang berbentuk lingkaran.

Oleh karena itu, mitokondria memiliki sistem genetik sendiri yang berbeda dengan sistem
genetik inti. Selain itu, ribosom dan rRNA mitokondria lebih mirip dengan yang dimiliki
bakteri dibandingkan dengan yang dikode oleh inti sel eukariota.[3]

Secara garis besar, tahap respirasi pada tumbuhan dan hewan melewati jalur yang sama,
yang dikenal sebagai daur atau siklus Krebs.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Struktur
2 Fungsi mitokondria
3 Siklus Hidup Mitokondria
4 DNA mitokondria
5 Lihat pula
6 Referensi
7 Pranala luar

Struktur