Anda di halaman 1dari 28

LATIHAN MID KEGAWATDARURATAN (SKA - LBM 3)

1. Seorang wanita 60 th datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan sering sakit kepala,
dan pada pemeriksaan vital sign didapatkan T :195/95mmHg, nadi : 90x/menit, RR :
24x/menit. Dan suhu. Menurut JNC VII penderita tersebut termasuk :
a. Normotensi d. Hipertensi stage II
b. Pre Hipertensi e. Hipertensi stage II
c. Hipertensi stage I

Klasifikasi Hipertensi menurut Joint National Committee 7


Kategori Sistol (mmHg) Dan/atau Diastole (mmHg)
Normal <120 Dan <80
Pre hipertensi 120-139 Atau 80-89
Hipertensi tahap 1 140-159 Atau 90-99
Hipertensi tahap 2 160 Atau 100

2. Faktor resiko yang tidak bisa berubahpada kasus di atas yang harus diperbaiki adalah :
a. Umur d. Obesitas
b. Profil lipid c. Alkohol
c. Imobilisasi
3. Terapi yang diberikan non formakologiterhadap kasus di atas adalah :
a. Amlodipin -ccb d. Life style
b. Diuretic e. Captopril
c. Beta blocker
d. Tabel 2. Modifikasi Gaya Hidup Dalam Penanganan Hipertensi*
Modifikasi Rekomendasi Perkiraan Penurunan
Tekanan Darah Sistolik
(Skala)
Menurunkan Memelihara Berat Badan Normal 5-20 mmHg/ 10 kg
Berat Badan (Indeks Massa Tubuh 18.524.9 penurunan Berat Badan
kg/m2).
Melakukan Mengkonsumsi makanan yang kaya 8 14 mmHg
pola diet dengan buah-buahan, sayuran,
berdasarkan produk makanan yang rendah lemak,
DASH dengan kadar lemak total dan
saturasi yang rendah.
Diet Rendah Menurunkan Intake Garam sebesar 2-8 mmHg
Natrium 2-8 mmHg tidak lebih dari 100
mmol per-hari (2.4 gr Natrium atau 6
gr garam).
Olahraga Melakukan Kegiatan Aerobik fisik 4 9 mmHg
secara teratur, seperti jalan cepat
(paling tidak 30 menit per-hari,
setiap hari dalam seminggu).
Membatasi Membatasi konsumsi alkohol tidak 2 -4 mmHg
Penggunaan lebih dari 2 gelas ( 1 oz atau 30 ml
Alkohol ethanol; misalnya 24 oz bir, 10 oz
anggur, atau 3 0z 80 whiski) per-
hari pada sebagian besar laki-laki
dan tidak lebih dari 1 gelas per-hari
pada wanita dan laki-laki yang lebih
kurus.
e. DASH, Pendekatan Diet Untuk Menghentikan Hipertensi
f. * Untuk semua penurunan resiko kardiovaskuler, berhenti merokok
g. Efek implementasi dari modifikasi di atas bergantung pada dosis dan waktu, dan lebih baik pada beberapa orang

4. Bila pada kasus di atas BMI dilaksanakan obesitas maka piata laksanaan yang penting
adalah :
a. Diet rendah garam jk sdh da edem d. Obat hipertensi
b. Penurun BB e. Olahraga
c. Oksigenasi
5. Seorang pasien datang pada anda dengan riwayat hipertensi setelah dikalukan
pemeriksaan tanda vital, diperoleh hasil T : 180/110 mmHg, N : 90x/mnt, RR : 24x/mnt
dan t : 37,5 , apa dx dari pasien di atas menurut JVC VII : ]
a. Hipertensi stage I d. Hipertensi stage II
b. Hipertensi maligna e. Hipertensi benigna
c. Hipertensi emergensi

1) Hipertensi maligna adalah kenaikan tekanan darah (tekanan diastolik lebih dari 140 mmHg) yang
dihubungkan dengan papiledema, perdarahan retina dan eksudat.
2) Hipertensi benigna didefinisikan sebagai hipertensi tanpa komplikasi, biasanya dalam waktu yang
lama dari tingkat keparahan ringan sampai sedang (Ignatavicius, 1991;1267)

6. Untuk membedakan hipertensi benigna atau meligna dilakukan Px :


a. Oftalmoskopi d. Rhinoscopi
b. Funduscopi (alatnya dngan oftalmoskop) e. Foto thoraks
c. Otoskopi
7. Pd Px di atas didapatkan gambaran perdarahan retina. Hasil tsb menurut Keith Wagener
Barker adalah :
a. Derajat 1a d. Derajat 1b
b. Derajat 2 e. Derajat 4
c. Derajat 3

Klasifikasi Keith-Wagener-Barker (1939)

Stadium Karakteristik
Stadium I Penyempitan ringan, sklerosis dan tortuosity arterioles retina;
hipertensi ringan, asimptomatis
Stadium II Penyempitan definitif, konstriksi fokal, sklerosis, dan nicking
arteriovenous; ekanan darah semakin meninggi, timbul beberapa
gejala dari hipertensi
Stadium III Retinopati (cotton-wool spot, arteriosclerosis, hemoragik); tekanan
darah terus meningkat dan bertahan, muncul gejala sakit kepala,
vertigo, kesemutan, kerusakan ringan organ jantung, otak dan fungsi
ginjal
Stadium IV Edema neuroretinal termasuk papiledema, garis Siegrist, Elschig spot;
peningkatan tekanan darah secara persisten, gejala sakit kepala,
asthenia, penurunan berat badan, dyspnea, gangguan penglihatan,
kerusakan organ jantung, otak dan fungsi ginjal
WHO membagikan stadium I dan II dari Keith dkk sebagai retinopati hipertensi dan
stadium III dan IV sebagai malignant hipertensi
8. Terapi formologis kasus di atas dengan menggunakan obat gol Angiotensi reseptor bloker
adalah :
a. Captropil d. Hidroclortiazid
b. Amlodipin e. Valsatran
c. Beta bloker
9. Yang termasuk gol Ca antagonis utuk terapi kasus di atas adalah :
a. Captropil d. Hidroclortiazid
b. Amlodipin e. Valsatran
c. Beta bloker
10.
Seorang laki-laki 50 tahun datang ke UGD RISA dengan keluhan nyeri dada kiri seperti
ditusuk-tusuk disertai mual-mual mau muntah keringatan dingin nyeri dada tersebut terjadi
selama 35 menit. Pada saat penderita nonton TV, oleh keluarganya di bawa ke RS,
sebelumnya penderita punya riwayat sakit hipertensi, dan penderita seorang perokok 30
untuk menentukan diagnose penyakit diatas perlu dilakukan pemeriksaan,

11. Untuk menentukan diagnose penyakit diatas perlu dilakukan pemeriksaan :


a. Ekhokardiografi d. Elektrokardiografi
b. Foto thorak -CTR e. Troponin T
c. CKBM
12. Bila pada pemeriksaan diatas didapatkan adanya gambaran ST elevasi kemungkinan
diagnoasis diatas adalah :
a. Unstabil angina d. NSTEAMI
b. STEAMI e. Prinzmetal Angina
c. Angina stabil

13. Untuk memastikan diagnosis kasus diatas dilakukan pemeriksaan :


a. Darah rutin d. CKBM
b. Test Fungsi hati e. Troponin I spesifik untuk jantung
c. Kolestrol Plasma
14. Untuk mengurangi rasa sakit dadapada kasus diatas pertama kali diberikan :
a. Nitrogliserin sublingual d. Antalgin
b. Morphin stelah NG tidak reda e. Acetaminophen
c. Paracetamol
15. Untuk mencari faktor resiko penyakit jantung yang lain pada kasus diatas dilakukan
pemeriksaan :
a. Gula darah d. Ureum creatitin
b. Darah rutin e. Kolestrol Total
c. EKG
16. Untuk mengetahui gangguan profil lipid pada kasus diatas dilakukan pemeriksaan
dibawah ini kecuali :
a. Koslestrol plasma d. Trigliserida
b. LDL e. LDH
c. HDL
17. Penderita tersebut harus dirawat di ruangan :
a. ICCU d. ICU
b. UGD e. Bangsal Penyakit Dalam
c. Bangsal penyakit jantung
IGD evaluasi pertama
18. Bila penderita tersebut di bawa ke RS 4 jam setelah terjadinya nyeri dada maka pada
penderita tersebut diberikan terapi :
a. Aspilet d. Trombolitik
b. Anti koagulan e. Anti platelet
c. Nitrogliserin
Aspirin dapat menurunkan reoklusi koroner dan berulangnya kejadian iskemik
setelah terapi fibrinolitik yang di ACLS disebutkan bila onset <3 jam
19. Kontra indikasi absolute pemberian obat diatas adalah :
a. Stroke hemoragik d. Hipertensi berat
b. Riwayat stroke > 1 th e. kehamilan
c. Trauma < 4 mgg
20. Bila penderita tersebut dibawa ke RS 15 jam setelah terjadinya nyeri dada, maka pada
penderita tersebut diberikan terapi :
a. Hipertensi d. fibrinolitik
b. Tiklopidin e. Trombolitik
c. Aspilet
21. Selain terapi diatas, penderita juga diberikan :
a. Aspilet d. digoksin
b. Heparin
c. Paracetamol
22. Komplikasi kasus diatas adalah :
a. Emboll paru d. Gagal jantung
b. Gastriris e. Endokarditis
c. Gagal ginjal
Seorang wanita 45 tahun obase riwayat DM (-) datang dengan keluhan nyeri dada kiri seperti
tertindih dan terbakar 10 menit tidak disertai rasa mual-mual mau muntah dan keringat
dingin, namun berkurang dengan istirahat, karer takut penderita dibawa ke dokter pada
pemeriksaan vital sign T : 130/80 mmHg, nadi : 80 x/mnt, dan RR : 20 x/mnt
23. Untuk mengetahui kelainan pada ibu tersebut, maka dokter menyatakan pemeriksaan :
a. Foto thorak d. EKG
b. Troponin T e. Ekhokardiografi
c. CKMB
24. Bila pada pemeriksaan di dapatkan gambaran ST depresi, maka kemungkinan diagnosis
kasus diatas adalah :
a. Angina stabil d. Unstabil angina
b. AMI e. STEAMI
c. NSTEAMI
25. Bila pada kasus diatas disertai kenaikan CKMB maka diagnosis kasus diatas adalah :
a. NSTEAMI d. Unstabil angina
b. AMI e. Angina stabil
c. Suddent death
26. Faktor resiko penyakit jantung yang ada pada kasus diatas adalah :
a. Imobilisasi d. obese
b. Alkohol e. kurang olah raga
c. Merokok
27. Faktor resiko penyakit jantung yang lain, kemungkinan ada pada kasus diatas adalah :
a. DM d. Hepatitis
b. Dislipidemia e. Gastritis
c. Hipertensi
28. Penanganan faktor resiko kasus diatas adalah :
a. Diet rendah garam d. Diet DM
b. Dier rendah kalori e. Diet Purisemia
c. Dier uremi
29. Bila pada kasus diatas di dapatka hipertensi, maka terapi non farmakologi pada kasus
diatas adalah :
a. Diet rendah gula d. Olah raga
b. Istirahat cukup e. diet uremia
c. Diet rendah garam
30. Terapi pada kasus diatas yaitu diberikan obat anti ischemic yaitu :
a. Ticlopidin d. Clopldogrel antiplatelet
b. Nitrat e. aspilet
c. Hepartitis
31. Bila seorang wanita dalam keadaan hamil dan kejang-kejang setelah dilakukan
pemeriksaan tanda vital d9idapatkan hasil T : 230/140 mmHg N : 80 m x\mnt RR : 24
x/mnt dan t : 37,5 C. keadaan tersebut disebut :
a. Hipertensi urgensi : ex: preeklampsia d. Hipertensi Emergensi
b. Hipertensi maligna e. Hipertensi beligna
c. Hipertensi berat
32. Keadaan tensi tersebut perlu dilakukan penurunan dalam waktu:
a. 1 jam d. 24 jam
b. 12 jam e. 6 jam
c. 18 jam
33. Target penurunan tekanan darah pada kasus di atas adalah...
a. Diastolik 130 mmHg d. Diastolik
b. Sistolik 200 mmHg e. Sistolik <200 mmHg
c. Diastolik <120 mmHg
34. Obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada kasus di atas yang ada di
Indonesia adalah...
a. Captopril d. Diltiazem
b. Labetolol IV e. Nitrogliserin
c. Nifedipin
35. Obat yang digunakan pada krisis hipertensi bersifat kardioproteksi, renoproteksi, dan
cerebroproteksi adalah...
a. Clonidin d. Nifedipin
b. Diltiazem (herbesser) e. Nitrogliserin
c. Catapres
36. Bila pada kasus di atas tidak disertai kejang, namun pada pemeriksaan fisik dikesankan
adanya oedem pada tungkai dan pada pemeriksaan urin dikesankan proteinuria, keadaan
tersebut dinamakan...
a. Hipertensi emergensi d. Hipertensi urgensi
b. Hipertensi maligna e. Hipertensi benigna
c. Hipertensi sekunder
37. Kerusakan organ target yang terdapat pada hipertensi urgensi adalah...
a. Infark miokard akut d. Diseksi aorta akutH. emergency
b. Eklamsi e. Stroke non haemorrhagik
c. Decomp kiri akut
SOAL TENTANG VeR

1. Bagaimanakah status dokter setelah mendapatkan surat permintaan VeR?


a. Boleh menolak dengan alasan bukan dokter spesialis
b. Boleh menolak dengan alasan tidak mampu membuat VeR
c. Boleh menolak dengan alasan korban adalah cucu dari dokter tersebut
d. Boleh menolak dengan alasan korban merupakan tetangga dari dokter tersebut
e. Tidak boleh menolak dengan alasan apapun

Ada di buku VeR hal. 43


Dokter:
Wajib melakukan pemeriksaan yg diminta
Wajib memberi keterangan yg diperlukan
Wajib melaksanakan prosedur hokum yg diperlukan
2. Apabila surat permintaan VeR ditujukan pada dokter puskesmas daerah terpencil dan
memerlukan pemeriksaan tambahan, maka:
a. Merujuk permintaan bantuan autopsy tersebut ke RS yang mempunyai fasilitas
pemeriksaan penunjang
b. Mendatangkan alat-alat yang digunakan untuk pemeriksaan penunjang
c. Mendatangkan dokter ahli untuk melakukan pemeriksaan penunjang
d. Menolak melakukan autopsy
e. Autopsy tetap dilaksanakan dan apabila membutuhkan pemeriksaan
penunjang maka permintaan tersebut dapat dimintakan ke RS
3. Definisi VeR adalah
a. Keterangan lisan oleh dokter di depan siding pengadilan
b. Surat keterangan kematian yang dibuat oleh dokter
c. Laporan tertulis yang dibuat oleh dokter atas permintaan penyidik
dengan pengetahuan yang sebaik-baiknya berdasarkan sumpah jabatan
untuk kepentingan peradilan
d. Keterangan lisan yang dibuat oleh dokter atas permintaan penyidik dengan
pengetahuan yang sebaik-baiknya berdasarkan sumpah jabatan untuk
kepentingan peradilan
e. Laporan tertulis yang dibuat oleh dokter spesialis forensik atas permintaan
penyidik dengan pengetahuan yang sebaik-baiknya berdasarkan sumpah
jabatan untuk kepentingan peradilan

4. Dokter yang menolak membuat VeR akan dikenakan sanksi, tercantum dalam:
a. Pasal 224 KUHP
b. Pasal 211 KUHP
c. Pasal 244 KUHPTerhadap putusan perkara pidana yang diberikan pada tingkat terakhir
oleh pengadilan lain selain daripada Mahkamah Agung, terdakwa atau penuntut umum dapat
mengajukan permintaan pemeriksaan kasasi kepada Mahkamah Agung kecuali terhadap
putusan bebas

d. Pasal 179 KUHPsetiap orang yg diminta pendapatnya sebagai ahli


kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan
keterangannya
e. Pasal 133 KUHP

Pasal 133 KUHAP menyebutkan:

(1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati

yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli

kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya.

(2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu

disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat.

5. Seorang korban kejahatan menderita luka bacok di lengan bawah kiri. Setelah dirawat
korban tampak ketakutan dan pucat sehingga korban dirawat untuk diobservasi.
Laporan yang diberikan kepada penyidik berupa:
a. VeR sementara
b. VeR tahap lanjutan
c. VeR tetap
d. Surat istirahat
e. VeR definitive surat langsung jadi, karena luka tidak perlu perawatan, sudah
dapat ditentukan derajat luka nya, dll

Visum et Repertum Sementara


Misalnya visum yang dibuat bagi si korban yang sementara masih dirawat di rumah sakit akibat luka-
lukanya akibat penganiayaan.
Visum et Repertum Lanjutan
Misalnya visum bagi si korban yang lukanya tersebut (Visum et RepertumSementara) kemudian lalu
meninggalkan rumah sakit ataupun akibat luka-lukanya tersebut si korban kemudian di pindahkan ke
rumah sakit atau dokter lain ataupun meninggal dunia.

6. Seorang istri 25 tahun melaporkan bahwa ia telah dianiaya suaminya 2 hari yll. Pada
pemeriksaan didapatkan luka memar di tangan, pipi kanan, dan hidung. T 130/80, KU
baik. Jawaban dokter atas visum dari penyidik didasarkan pada:
a. Hasil pemeriksaan fisik 2 hari yll
b. Hasil pemeriksaan fisik setelah perawatan
c. Hasil wawancara
d. Hasil rongent kepala
e. Hasil pemeriksaan saat ini
7. pejabat yang berhak meminta bantuan dokter membuat VeR:
a. polisi penyidik dengan pangkat Aipda
b. polisi penyidik dengan pangkat Kombes
c. setiap polisi yang menjabat sebagai komandan
d. setiap polisi yg bertugas
e. jaksa penuntut umum atas permintaan hakim

VeR hal 36:


Penyelidik
Penyidik dan penyidik pembantu pembantu letnan 2, komandan berpangkat bintara,
penyidik pembantu serenda2nya letnan 2
Hakim meminta tolong pda jaksa penuntut umum
8. yang berhak membuat Keterangan Ahli adalah;
a. perawat atau dokter
b. perawat, dokter, atau bidan
c. dokter dengan status PNS
d. dokpol
e. setiap dokter
9. keadaan yang mewajibkan dokter sebagai saksi ahli adalah:
a. dokter pernah menjadi istri terdakwa
b. pelaku tindak pidana adalah istri dokter
c. dokter pernah mengobati terdakwa
d. terdakwa adalah pacar dokter
e. terdakwa adalah selingkuhan dokter
10. pada tingkat penyelidikan, bantuan dokter dalam kapasitas nya sebagai ahli adalah:
a. belum saatnya karena belum memasuki tingkat penyidikan
b. sangat tepat guna membantu mengungkap apakah kasus tersebut
merupakan tindak pidana atau bukan
c. tidak dibenarkan
d. sangat dimungkinkan jika yang mngajukan permiintaan bantuan adalah
keluarga korban
e. sangat dimungkinkan jika yang mngajukan permiintaan bantuan adalah hakim
ketua sidang

11. Seorang dokter mengalami luka robek di dahi akibat pukulan dari seorang pasiennya.
Setelah dirawat satu minggu, luka tersebut dinyatakan sembuh, secara yuridis luka
tersebut tergolong luka:
a. Ringan
b. Sedang
c. Berat
d. Biasa
e. serius
12. ciri luka lecet post mortem adalah:
a. ditemukan sedikit perdarahan
b. lokasi di tonjolan tulang
c. warna coklat
d. perabaan keras
e. terdapat reaksi radang
Perbedaan luka lecet ante motem dan post mortem
ANTE MORTEM POST MORTEM
1. Coklat kemerahan 1. Kekuningan

2. Terdapat sisa sisa-sisa epitel 2. Epidermis terpisah sempurna dari


dermis
1. Tanda intravital (+)
3. Tanda intravital (-)
2. Sembarang tempat 4. Pada daerah yang ada penonjolan
tulang

13. ciri luka robek akibat senjata tajam adalah:


a. garis batas luka tidak teratur
b. bila dirapatkan tidak membentuk garis lurus
c. sudut luka runcing
d. ada jembatan jaringan
e. di sekitar luka terdapat memar

A, B, D, E trauma tumpul
14. pada pemeriksaan jenazah ditemukan luka bakar grade 1-1V, tanda karbonasi. Luka
lecet tersebut disebabkan oleh, kecuali
a. api
b. air panas luka krn air panas cm bisa sampai derajat III
c. gas
d. listrik
e. petir
15. pemeriksaan jenazah akibat terkena arus listrik, arus masuk melalui tangan dan keluar
melalui kaki, pemeriksaan dalam tidak ditemukan kelainan. Dugaan sebab kematian
adalah:
a. luka bakar
b. atrium fibrilasiventrikel fibrilasi
c. brain death
d. brain stem death
e. kelumpuhan pusat pernafasan VeR hal 72
16. zat kimia erosive golongan basa adalah:
a. zinc clorida
b. halogen
c. kalium hidroksida VeR hal 76
d. barium
e. AgNO3
17. Tanda intravital reaksi biokimia adalah
a. Kadar serotonin turun
b. Histamine turun
c. ATP turun
d. Aminopeptidase turun
e. Aminopeptidase naik hal. 83, sebenarnya dilihat dri pemeriksaan
histokemik
Sedangkan reaksi biokimia nya: histamine n serotonin naik
18. Luka akibat asam keras adalah
a. Terlihat kering, coklat kehitaman, perabaan keras dan kasar VeR hal
76
b. Terlihat kering, merah kecoklatan, perabaan keras
c. Terlihat coklat kehitaman, perabaan lunak
d. Terlihat kering, warna coklat kemerahan
e. Terlihat bengkak, perabaan lunak, warna merah
19. Untuk kepentingan pemeriksaan toksikologi, sampel utama yang diambil adalah:
a. Darah dari ventrikel kanan 50cc
b. Darah dari ventrikel kiri 50cc
c. Paru-paru 100g
d. Urine 30cc
e. Isi lambung
-urine, cairan empedu, daerah t4 suntikan, darah-
Ditemukannya racun dalam lambung bukan diagnosis pasti, mungkin saja
korban mati dengan cara lain, stelah itu baru diminumkan racun.
Karnanya perlu ditemukannya racun dalam darrah, empedu, n urin, yang
menunjukkan bahwa racun tersebut diberikan saat korban masih hidup.
(ilmu forensic hal 146)
20. Untuk memeriksa adanya sperma dapat dilakukan dengan pemeriksaan berikut:
a. Castle meyer test
b. Benzidine test
c. Phnolphtalin test
d. Acid phosphatase test warna ungu pada pakaian manunjukkan mani
(ilmu kedokteran forensic hal. 123)
e. Takayama test
21. Pernyataan yang paling benar tentang penurunan suhu setelah mati adalah;
a. Semakin rendah suhu tempat mayat berada, semakin lambat penurunannya
b. Suhu tubuh yang tinggi menjelang kematian, penurunan suhu lebih cepat
c. Udara yang lembab, penurunan suhu lebih lambatmkin cepat
d. Pada medium air, penurunan suhu lebih lambatlbh cpat
e. Mayat bayi tingkat penurunan lebih lambat dibandingkan mayat orang
dewasamkin cepat krn luas permukaan tubuhnya relative besar
VeR hal 53
22. Organ yang paling lambat mengalami pembusukan adalah:
a. Prostat, Rahim wanita yang sedang tidak hamil atau nifas
b. Uterus wanita hamil
c. Otak
d. Usus halus
e. Limpa
Yang lain: paling cepat busuk VeR hal 59-
23. tanda-tanda pembusukan yang terlihat paling dini:
a. pelebaran PD superfisial
b. warna kebiruan perut kanan bawahharusnya warna kehijauan krn gas
pembusukan dari usus besar, merupakan tanda paling dini-
c. muka bengkak
d. skrotum bengkak
e. bola mata melunak
24. warna lebam mayat pada keracunan CO adlah
a. biru
b. merah biru
c. coklat keracunan potassium clorate
d. merah cerah
e. gelap
-VeR hal 65-
25. Pada korban meninggal, px luar yang dapat dinilai secara sederhana:
a. Bau
b. Pupil reflek pupil hilang
c. Busa dari mulut
d. Jari tangan
-VeR hal 49-
Laki-laki 50 tahun didiagnosa dengan PPOK, mengalami sesak nafas bila melakukan
aktifitas berjalan 100m, penderita harus segera mneghentikan aktivitas nya selama
1 jam untuk dapat kembali seperti semula. Akhir-akhir ini bila berjalan 50 m saja
sudah merasa sesak nafas, kedua tungkai terasa mudah lelah, nafsu makan
menurun.Sat ini pasien mulai cemas memikirkan penyakitnya yang terasa makin
memberat dan takut untuk melakukan aktifitas.Penderita memilih tinggal dirumah dan
istirahat di tempat tidur.
26. Keadaaan tersebut diatas akibat pasien mengalami:
a. Anxietas yang mengalami sesak
b. Rekondisi
c. Dyspnea
d. Rekondisi yang berakibat physical inactivity
e. Physical inactivity yang berakibat deconditioning
27. Kemudian penderita dikelola di bagian penyakit dalam didiagnosa dengan PPOK
eksaserbasi akut dan dikirim ke bagian Rehabilitasi Medik dan pernyataan dibawah
ini yang bukan termasuk pengelolaan RM adalah:
a. Nutrisi
b. Chest Physioterapy
c. Latihan Rekondisi
d. Effectife coughing/huffing
e. Infra red
28. Saat dilakukam pemeriksaan auskultasi didapatkan suara hantaran pada seluruh
lapangan paru, maka diputuskan untuk diberikan Chest Physiotherapy, pernyataan di
bawah ini bukan termasuk Chest Physioterapy adalah:
a. Postural drainage
b. Percussion dengan clapping yg ritmis
c. Vibrasi dinding dada
d. Latihan rekondisi
e. Effectiife coughing/huffing
29. Tujuan utama dilakukan postural drainage adalah untuk:
a. Merelaksasi otot-otot dinding dada breathing control
b. Membuat gelombang energy yang menyebabkan turbulensi udara dalam
saluran nafas perkusi dinding dada
c. Dilakukan saat aliran udara ekspirasi batuk, huff, vibrasi dinding dada
d. Membersihkan segmen paru dengan posisi gravitasi
e. Dapat dilakukan oleh fisioterapis maupun mandiri perkusi dinding dada

30. Jika didapatkan PaCO2 meningkat, HCO3 meningkat, pH normal, apakah yang
terjadi:
a. Alkalosis metabolic tidak terkompensasi
b. Alkalosis metabolic terkompensasi sebagian
c. Alkalosis metabolic terkompensasi sempurna
d. Alkalosis respiratorik terkompensasi sebagian
e. Alkalosisi respiratorik terkompensasi sempurna
31. Seseorang dengan cedera kepala sedang, dibawa ke UGD disertai perdarahan di
kepala. Tindakan pertama untuk menangani penderita:
a. Segera pakai balut tekan untuk menghentikan perdarahan
b. Imobilisasi tulang belakang leher
c. Memakai proteksi diri
d. Memeriksa jalan nafas (airway)
e. Memberikan oksigen murni 10-12 L per menit
32. Laki-laki 35 tahun mengalami fraktur pada kedua femur nya disertai dengan cedera
kepala ringan (GCS 13-15). Pemeriksaan fisikk ditemukan tanda2 syok.
Kemungkinan penyebab syok adalah:
a. Hipoksi akibat cedera kepala
b. Akibat tubuh memberikan prioritas kepada otak untuk dialiri darah, sehingga
mengorbankan sirkulasi perifer
c. Sesuai dengan syok hemoragik karena fraktur femur nya trauma
torak, abdomen, dan fraktur tulang panjang, menyebabkan perdarahan
yg banyak.
d. Tidak dapat dijelaskan sebelum melakukan pemeriksaan penunjang
e. Neurogenic syok fraktur bias menyebabkan rasa sakit yang amat sangat
(bahan kulpak dri dr. donni)
33. untuk melakukan diagnosis syok, harus termasuk di bawah ini;
a. pulse okymetri dibawah 95%
b. adanya asidosis
c. kadar Hb dibawah 10gr
d. adanya tanda gangguan perfusi organ dr. Saugi
e. TD sistolik dibawah 100mmHg, diastolic dibawah 60 mmHg
34. Anestesi local yang dapat menimbulkan methemoglobin:
a. Prilokain dr. Masyhudi
b. Mepivakain untk infiltrasi, blok n spinal
c. Tetrakain untuk sgala mcam anestesi
d. Lidokain ESO; ngantuk, pusing, gangguan muntah
e. Kokain menyebabkan euforia

35. Seorang laki-laki 15 tahun mengalami perdarahan cukup banyak dari seblah medial
paha nya akibat luka robek sepanjang 8 cm krna terkena kaca. Penanganan segera
untuk menghentikan perdarahan adalah dengan:
a. Memasang torniket
b. Perban tekan pada luka
c. Cari sumber perdarahan dan di klem
d. Penekanan a. femoralis
e. Pemberian anti perdarahan (injeksi vit K)

Soal pak dr. Lusito n dr.Donni


36. Yang termasuk dalam trias syok neurogenik dibawah ini adalah:
a. Hipotensi, bradikardi, vasokonstriksi perifer
b. Hipotensi, bradikardi, vasodilatasi perifer
c. Hipotensi, takikardi, vasodilatasi sentral
d. Hipertensi, bradikardi, vasokonstriksi sentral
37. Syok neurogenik termasuk dalam syok:
a. Hipovolemia
b. Cardiogenic
c. Distributive
d. Anafilaktik
e. normovolemi
38. penanganan syok neurogenic adalah dengan obat-obatan vasopresor, yaitu dibawah
ini, kecuali:
a. phenilephrine
b. vasopressin
c. kokain justru menurunkan TD
d. efedrin
39. etiologi pada syok neurogenik dibawah ini benar, kecuali:
a. trauma tulang belakang
b. rangsang pada medulla spinalis
c. rangsangan pada parasimpatis jantung
d. permeabilitas kapiler meningkat sehingga cairan banyak yang ke
interstisial
e. rasa sakit yang amat sangat
40. seorang pria pasca tertusuk pisau di daerah leher bagian belakang, dating ke rumah
sakit, dengan kondisi: tekanan darah diastole meningkat, HR meningkat, CO2
meningkat, kondisi ini termasuk dalam stadium.
a. Kompensasi
b. Dekompensasi terjadi vasodilatasi arteriol, CO2 turun
c. Irreversible RR turun, anoksia, hiperkapnea
d. Gagal nafas
41. Tiba-tiba,beberapa lama kemudian, pasien menglami oligouri, HCO3 nya tinggi, tapi
kesadarannya masih baik, keadaan seperti ini termasuk dalam
a. Syok ringan kesadaran baik, urin N/sedikit, asidosis metabolic tdak
ada/ringan
b. Syok sedang
c. Syok berat vasokonstriksi di semua PD, oligouri, asidosis berat, gangguan
kesadaran, tanda2 hipoksi
d. Syok irreversibel
42. Orang yang mengalami keracunan sianida mengalami:
a. Hipoksia hipoksik pada ketinggian, pneumonia
b. Hipoksia histotoksik
c. Hipoksia anemic pd penderita anemia
d. Hipoksia stagnan pada sirkulasi yg lambat

43. Dibawah ini yang tidak benar tentang asma adalah:


a. Penyempitan saluran nafas yang irreversible
b. Disebabkan inflamasi saluran nafas
c. Hipereaktifitas saluran nafas
d. Penyempitan saluran nafas yang reversibel
44. Yang merupakan kontraindikasi asma eksaserbasi adalah:
a. Inhalasi 2
b. Oksigen 100%
c. Sedasi
d. Steroid sistemik

SOAL TENTANG LUKA BAKAR

Seorang wanita umur 30 tahun, BB 40 kg, terjebak dalam kebakaran. Terdapat luka bakar
pada bagian wajah, leher bagian depan, seluruh lengan kanan, dada, dan genital nya, dan juga
tungkai kiri bagian depan. Pasien merasa kesakitan yang amat sangat, eritem, dan terdapat
bula.sekarang pasien mengeluh mual dan muntah, dan suara pasien mulai terdengar serak.
Peristiwa tersebut terjadi 1 jam yang lalu, apa yang anda lakukan sebagai dr?

1. Luka pada pasien tersebut termasuk luka derajat berapa?


a. Derajat 1
b. Derajat 2 Karena ada bula
c. Derajat 3
d. Derajat 4
2. Luka pada pasien tersebut termasuk ringan-sedang-berat?
a. Ringan
b. Sedang
c. Berat karena sudah mengenai muka, wajah, tangan, dll
d. serius
3. berapa persen luas luka bakar yang diderita pasien?
a. 37%
b. 32,5%
c. 28%
d. 30%
e. 45%
4. Mual dan muntah pada pasien tersebut pertanda apa?
a. TIK meningkat
b. Hamil
c. Ileus obstruktif
d. Stress psikologik
e. Ileus paralitik
ileus paralitik dan Curling Ulcer yang dikhawatirkan pada tukak Curling ini
adalah pendarahan yang timbul sebagai hematesis melena.

5. Apa yang harus dilakukan jika terjadi mual-muntah?


a. Minum air hangat
b. Istirahat
c. Operasi
d. Posisi tendelrburg
e. Pasang NGT
Pemasangan NGT mencegah terjadinya distensi abdomen, muntah dan aspirasi
6. Suara serak pada pasien tersebut pertanda apa?
a. Disfoni
b. Trauma inhalasi
c. Afoni
d. Hoarsness
e. Pita suara putus
Indikasi adanya trauma inhalasi (edem airway)
Adanya
1. Luka bakar yang mengenai wajah leher
2. Alis mata dan bulu hidung gosong
3. Timbunan carbon di orofaring sputum mengandung carbon
4. Terkurung di ruang tertutup
5. Suara serak jika sadar
6. Kadar HBCO > 10% (Luka bakar karena banyak menghirup CO Cherry red)
7. Karena ledakan yang mengenai kepala dan bakar

7. Apa yang harus dilakukan untuk menangani nya?


a. Operasi
b. Laparotomy
c. Endoskopi
d. ETT
e. ekstubasi
Pasang ETT
8. Hitung jumlah tetes cairan infus yang dibutuhkan!
a. 75 tetes per menit
b. 69 tetes per menit
c. 96 tetes per menit
d. 60 tetes permenit
e. 30 tetes per menit
wajah, leher bagian depan; 4,5
seluruh lengan kanan: 9%
dada: 9%
genital nya : 1%
tungkai kiri bagian depan: 4,5%
jumlah: 28%

cairan yg dibutuhkan:
28% x 30 x 4 = 3360 untuk 24 jam
8 jam pertama: 1680
Udah 1 jam yang lalu, berarti 7 jam = 1680
1 jam= 1680: 7= 240
I menit= 240 : 60 = 4 cc permenit
Berapa tetes= 4,6 x 15 =60 tetes permenit
9. Tiba-tiba pasien mengeluh sakit pada tungkai kiri dan pada pemeriksaan bengkak dan
keras. Neuro-vaskuler distal teraba kecil dan kesemutan diagnosis anda adalah:
a. Luka bakar disertai fraktur tibia sinistra
b. Ikut rusaknya saraf dan pembuluh darah pada tungkai
c. Disertai trauma spinal
d. Sindroma kompartemen
e. Kelainan yang bersifat sementara saja
10. Tindakan saudara berikutnya pada pasien diatas adalah:
a. Foto rontgent
b. Tinggikan tungkai, istirahat
c. Pasang bidai
d. Beri analgetik dan neurotropic
e. Dilakukan fasiotomi
11. Bila pada pasien tersebut kemudian didapati urinnya berwarna kemerahan,
kemungkinan karena:
a. Luka bakar disertai trauma buli-buli
b. Luka bakar menyebabkan kerusakan pada ginjal
c. Terdapat mioglobinuri warnanya merah kecoklatan
d. Penderita kurang minum
e. Rupture uretra
12. Pasien tersebut bolehkah di rawat jalan?
a. Boleh, justru dianjurkan
b. Terserah keinginan pasien
c. Tidak boleh, perlu rawat inap
d. Tergantung kondisi pasien
e. Melihat kondisi keuangan

13. Berat ringan luka bakar bukan ditentukan oleh hal dibawah ini:
a. Derajat dan stadium luka bakar yang terjadi
b. Luas luka bakar yang ditentukan dangan prosentasi
c. Bagian tubuh yang terkena mendapatkan penilaian yang sama
d. Penyebab luka bakar bisa karena api, bahan kimia, listrik, petir, dll
e. Ada tidaknya kelainan yang menyertai

14. Patofisiologi luka bakar di bawah ini yang kurang benar adalah:
a. Kerusakan jaringan tubuh akibat panas tergantung temperature sumber panas
dari lama kontak
b. Factor jaringan tubuh merupakan factor penting dalam menentukan
konduktifitas jaringan adalah kandungan air dalam jaringan dan adanya
sekresi local
c. Perubahan biokimia dan fisik yang mengakibatkan kematian sel sebelum
diketahui pasti diduga akibat denaturasi protein dan menurunnya kafitas enzim
d. Peningkatan suhu, menaikkan kebutukhan O2 kulit dan penggunaan glukosa
e. Aktifitas enzim dalam siklus krebs menurunkan produksi ATP akibatnya sel
mati
15. Di bawah ini efek luka bakar yang kurang benar adalah:
-aq bingung jawabnya, sampe tak liat berkali2, nggak ada beda nya T.T-
a. Dapat berefek pada kulit, darah dan elemen darah serta pada respon metabolic
dan perubahan hemodinamik
b. Pada luka bakar derajat 3 terjadi kehilangan cairan sampai 200ml/m2/jam
c. Meskipun evaporasi bebas elektrolit akan terjadi dehidrasi hipertonis disertai
hypernatremia dan azotermia
d. Trauma termis mengakibatkan perubahan integritas pembuluh darah dan
kapiler di sekitar luka bakar
e. Berkurangnya cairan kaya protein dari sirkulasi menyebabkan syok
hipovolemik