Anda di halaman 1dari 6

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1 Prosedur

Menurut Kamus Akuntansi yang dikutip oleh Ardiyos (2005:734)

pengertian Prosedur adalah suatu bagian sistem yang merupakan rangkaian

tindakan yang menyangkut beberapa bagian yang ditetapkan untuk menjamin

agar semua kegiatan usaha atau transaksi dapat terjadi berulang kali dan

dilaksanakan secara seragam. Prosedur adalah tahap-tahap kegiatan untuk

menyelesaiakan suatu aktivitas atau metode langkah demi langkah secara

eksas dalam memecahkan suatu masalah

2.2 Perencanaan

Perencanaan merupakan langkah awal dalam menjalankan suatu usaha sebelum

menentukan dalam pengambilan keputusan. Perencanaan adalah metode mendetail yang

telah dirumuskan sebelumnya untuk melakukan atau membuat sesuatu. Rencana itu sering

dibuat dalam bentuk cerita dan membuat tujuan atau sasaran dan alat untuk mencapai tujuan

tersebut atau rencana itu dapat dibuat dalam bentuk anggaran, bagan, atau karangan kerja

dalam istilah keuangan atau grafik dalam suatu unit (Basu Swasta, 1990:28). Perencanaan

merupakan fungsi manajemen yang sangat penting , dalam fungsi ini ditentukan sasaran

yang akan dicapai, dan fungsi tersebut membantu dalam mengidentifikasi peluang-peluang

maupun ancamandi masa mendatang, dengan perencanaan para karyawan diharapkan

9
dapat berkerja ke arah tujuan yang sama, (Basu Swasta, 1990 :94), sehingga terhindar dari

kekeliruan yang tidak diinginkan.

2.3 Anggaran

Mulyadi (2001:56) menyatakan anggaran adalah merupakan suatu

rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan moneter.

Mahsun (2006:145) menyatakan anggaran adalah perencanaan keuangan untuk masa

depan yang pada umumnya mencakup jangka waktu satu tahun dan dinyatakan dalam

satuan moneter. Anggaran ini merupakan perencanaan jangka pendek organisasi yang

menerjemahkan berbagai program ke dalam rencana keuangan tahunan yang lebih

kongkret. Usulan anggaran pada umumnya ditelaah atau direview terlebih dahulu

oleh pejabat yang lebih tinggi untuk bisa dijadikan anggaran formal. Anggaran adalah

alat ekonomi terpenting yang dimiliki pemerintah untuk mengarahkan perkembangan

sosial dan ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup

masyarakat. Anggaran merupakan alat utama kebijakan fiskal pemerintah.

10
2.4 Sistem Informasi Organisasi

Sistem informasi organisasi digunakan untuk membuat aliran informasi

tersedia untuk pengguna informasi. Laporan ini lebih memfokuskan pada data dan

informasi transaksi, yang dilakukan dalam Sistem Informasi Akuntansi yang disebut

Transaction Processing System (TPS). Transaction Processing System didefinisikan

sebagai siklus transaksi penghasil data mentah (raw data) untuk laporan manajemen

dan keuangan yang membutuhkan perhatian khusus dari para akuntan professional

(Hall, 2008). Keputusan penggunaan sistem informasi tergantung pada kebijakan

manajemen untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan organisasi.

Terdapat 3 siklus yang dilaksanakan dalam sistem informasi akuntansi dengan

cara dan waktu tertentu dalam suatu organisasi; siklus tersebut adalah Expenditure

Cycle, Revenue Cycle dan Conversion Cycle (Hall, 2008). Laporan ini lebih

menekankan pada pengelolaan akusisi dan pembayaran untuk barang dan jasa, yang

selanjutnya akan disebut siklus pengeluaran. Penerapan siklus pengeluaran sebuah

organisasi perlu melakukan kontrol, pengawasan dan pengelolaan arus kas yang

masuk dan keluar. Pengendalian atau kontrol terhadap siklus pengeluaran dapat

dilaksanakan dengan implementasi dokumentasi dalam organisasi untuk memantau

mutasi anggaran guna menjaga akurasi dan kelengkapan data laporan keuangan.

Dokumentasi informasi keuangan ini dilaksanakan sebagai proses pengelolaan dan

11
pengawasan untuk menjaga perputaran dan keamanan aset organisasi yang paling

likuid, yaitu kas. Pengendalian dan pengawasan perputaran kas organisasi juga dapat

dilakukan dengan menerapkan otorisasi terhadap pengeluaran anggaran untuk

menjamin keabsahan transaksi dan mengurangi risiko penggunaan kas yang tidak

sesuai dengan kebutuhan organisasi. Agar lebih mudah dimengerti, penjelasan siklus

pengeluaran dalam laporan ini akan menggunakan Data Flow Diagram (DFD) yang

mencakup pihak terkait, kebutuhan dokumen dan otorisasi dalam pelaksanaan

pengeluaran anggaran.

Siklus pengeluaran sendiri terdiri dari dua proses, yaitu transaksi pembelian

dan pengeluaran kas. Transaksi pembelian mencakup identifikasi kebutuhan

organisasi pemesanan penerimaan dan pengakuan kewajiban atas akusisi barang atau

jasa. Sedangkan proses pengeluaran kas adalah tindakan pelunasan kewajiban yang

muncul akibat transaksi pembelian yang dilaksanakan sebelumnya. Masing-masing

proses akan dijelaskan sesuai dengan hasil pengamatan pada subjek penelitian secara

lebih rinci pada bab berikutnya.

Upaya menjaga aliran informasi yang akurat dan lengkap serta untuk

mempermudah pengambilan keputusan, dokumentasi siklus pengeluaran perlu

dilakukan dengan menggunakan sebuah sistem yang diterapkan dalam organisasi.

Pentingnya penggunaan sistem informasi membutuhkan adanya control untuk

menjamin kelancaran distribusi dan ketepatan informasi.

12
2.5 Pengendalian Internal

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam Standar Profesional Akuntan

Publik (2001 : SA Seksi 319 Paragraf 06) pengendalian internal adalah suatu proses

yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen, dan personel lain entitas yang

didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang tiga golongan berikut:

keandalan pelaporan keuangan, efektifitas dan efisiensi operasi, kepatuhan terhadap

hukum dan peraturan yang berlaku.

Pengendalian internal diperlukan entitas untuk tetap beroperasi sesuai dengan

tujuan utamanya sehingga pengendalian internal menjadi kunci dari keberhasilan

operasional entitas. Sistem pengendalian internal sendiri bertujuan untuk mendorong

efisiensi dan efektifitas kegiatan organisasi, mendukung pelaporan yang dapat

diandalkan serta memastikan kepatuhan organisasi terhadap hukum dan peraturan

yang berlaku. Definisi pengendalian internal adalah segala proses yang dipengaruhi

oleh direksi, manajemen dan personil lainnya yang dirancang untuk membantu entitas

dalam mencapai tujuannya terkait dengan efisiensi operasional, akurasi dan

keandalan laporan, kepatuhan komponen entitas atas regulasi dan hukum yang

berlaku serta penjagaan aset entitas.

13
14