Anda di halaman 1dari 9

JAWABAN DISKUSI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

KELOMPOK 3

NI PUTU MITA ARDIYANTI 1607531007

I GUSTI AYU AGUNG TATA INTAN TAMARA 1607531009

NI LUH GEDE DANDY ADI PRATIWI 1607531011

NI PUTU NOVIA TRIANA DEWI 1607531022

PUTU ADHISTY PRAJNA PUTRI 1607531030

1. Bagaimana cara manajer untuk mengetahui dan melakukan penilaian kerja? (Desi
Antari)

a. Memikirkan dengan baik dan matang sebelum bertemu dan berbicara dengan
karyawan. Jangan membuat laporan terlebih dahulu sebelum menganalisa
kinerja karyawan.

b. Berikan kritik yang membangun dan jika ingin bersikap kritis, maka berikan
pernyataan secara terinci, tanpa emosi, netral dan profesional. Berikan saran
kepada karyawan untuk lebih baik lagi sesuai harapan perusahaan.

c. Sebaiknya ikutilah perkembangan kinerja karyawan sebelumnya. Jika karyawan


telah mengikuti saran yang diberikan pada penilaian kinerja sebelumnya, maka
berilah pujian.

d. Buatlah karyawan menyadari akan pengawasan dan juga evaluasi yang


dilakukan terhadap kinerja mereka, sehingga dapat memberikan penegasan
kepada karyawan.
e. Dalam penilaian kinerja karyawan yang bagus hindari konflik antara atasan
(manajer) dengan karyawan dan selalu ciptakan hubungan yang baik agar
karyawan dapat mencurahkan permasalahan, aspirasi dan cita-cita mereka
seputar pekerjaan.

2. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam penilaian kerja? (Cindy)


Menurut Samsudin (2005:166) terdapat beberapa objek penilaian yang dapat dinilai
dari pegawai yang bekerja diberbagai jabatan, sebagai berikut:
a) Hal-hal umum yang dinilai dari pegawai di bidang produksi, antara lainquality,
quantity of work, knowledge of job, dependability, cooperation, adaptability,
attendance, versatility, house keeping, dan safety.
b) Hal-hal umum yang dinilai dari pegawai tata usaha, antara lain quality, quantity
of work, knowledge of job, dependability, cooperation, adaptability, attendance,
initiative, judgement, dan health..
c) Hal-hal umum yang dinilai dari orang yang memegang posisi pimpinan, antara
lain quality, quantity of work, knowledge of job, dependability, cooperation,
judgement, initiative, leadership, planning and organizing, dan health.

3. Apakah penilaian kerja itu perlu dilakukan ? Apa dampak kalau tidak dilakukan
penilaian ? (Amrullah Hanif)

Sangat perlu. Karena penilaian kerja sangat penting untuk dilakukan agar
dapat mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Dampak dari tidak dilakukan penilaian kerja yaitu tidak
tercapainya tujuan secara efektif dan efisien serta banyak terjadi hambatan-hambatan
dalam mencapai tujuan.

4. Contoh dari 3 kelompok dalam Informasi Akuntansi sebagai alat perencanaan (Pande
Gayatri) .

a. Informasi sifatnya rutin

Contoh : laporan keuangan bulanan , Triwulan, semesteran , atau tahunan

b. Informasi Kuantitatif ataukah kualitatif

Contoh : program pembangunan nasional, program perencanaan tata ruang,


perencanaan pendidikan nasional. Perencanaan daerah transmigrasi.

c. Informasi disampaikan melalui saluran formal ataukah Informal

Contoh : Melalui rapat rapat dinas , rapat formal. Jika informal yaitu
pemberitahuan informasi melalui media social atau televisi maupun radio
misalnya informasi mengenai tarif harga sembako naik, bensin naik.
5. Contoh implementasi system pengendalian manajemen dalam anggaran dan politik?

Contoh implementasi system penendalian manajemen dalam anggaran dan politik


adalah adanya anggaran Berbasis Kinerja yang merupakan penyusunan anggaran yang
dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran hasil
yang diharapkan, termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut.
Adapun tujuan dari adanya anggaran berbasis kinerja adalah :

a. Menunjukan keterkaitan antara pendanaan dan prestasi kinerja yang akan dicapai
(directly linkages between performance and budget).
b. Meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penganggaran (operational
efficiency).
c. Meningkatkan fleksibilitas dan akuntabilitas unit dalam melaksanakan tugas dan
pengelolaan anggaran (more flexibility and accountability).

6. Bagaimana cara mengetahui penentuan taraf pelayanan pembangunan sudah mencapai


tingkat efisiensi dan apakah pembangunan di Bali sudah mencapai taraf efisiensi ?

Yang dimaksud efisiensi dalam penentuan taraf pelayanan pembangunan


adalah hubungan antara input dan output dimana barang dan jasa yang dibeli oleh
organisasi digunakan untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan salah satu
bagian dari indicator kinerja value for money, dapat diukur dengan rasio antara output
dan input. Semakin besar rasio tersebut semakin efisien suatu organisasi. Dalam
pengukuran rasio tidak bersifat absolute tetapi bersifat relative, misalnya unit
organisasi A lebih efisien dari unit organisasi B pada tahun ini atau tahun lalu. Rasio
ini diperbaiki dengan 4 cara yaitu :

a. meningkatkan output pada input yang sama.

b. Proporsi peningkatan output lebih besar dari proporsi peningkatan mutu.

c. Menurunkan input pada output yang sama.

d. Proporsi penurunan penggunaan input lebih besar dari proporsi penurunan


output.

Menurut kelompok kami taraf pelayanan pembangunan di Bali sudah cukup


baik dalam artian sudah cukup efisien, mengingat input yang sudah seimbang dengan
output nya. Seperti contohnya saja dalam pembangunan sarana dan prasarana public
seperti jalan raya, jalan tol dan tempat umum lainnya yang sudah cukup memadai.

7. Contoh implementasi alat pengendalian organisasi (Ari Amalia)

Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah pengendalian.


Informasi akuntansi merupakan pengendalian yang vital bagi organisasi karena
akuntansi memberikan informasi yang bersifat kuantitatif. Informasi akunatnsi
umumnya disampaiakan dalam bentuk ukuran finansial, sehingga memungkinkan
untuk dilakukan pengintgrasian informasi dari tiap-tiap unit organisasi yang pada
akhirnya membentuk gambaran kinerja organisasi secara keseluruhan. Lebih lanjut
informasi akuntansi memungkinkan bagi organisasi untuk mengintegrasikan aktivitas
organisasi.

Dalam memahami organisasi sebagai alat pengendalian perlu dibedakan penggunaan


informasi akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan
akuntansi sebagai alat pengendali organisasi (organization control). Pengendalian
keuangan terkait dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi,
khususnya memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas dan solvabilitas yang
baik. Pengendalian organisasi diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak
menyimpang dari tujuan dan strategi organisasi yang telah ditetapkan. Pengendalian
organisasi memerlukan informasi yang lebih luas diandingkan pengendalian
keuangan. Informasi yang dibutuhkan lebih komplek tidak sekedar informasi
keuangan saja. Sebagai contoh dalam sebuah usulan investasi publik, informasi yang
dibutuhkan untuk pengendalian keuangan adalah berupa prediksi aliran kas dan
profitabilitas dari investasi tersebut. Sementara itu untuk tujuan pengendalian
organisasi dibutuhkan informasi yang lebih luas meliputi asapek ekonomi, sosial dan
politik dari investasi yang diajukan.

8. Kelemahan Perencanaan Strategis (Kristina)

a. Perencanaan Strategik tidak dapat menjamin perusahaan akan menghasilkan


strategi yang paling tepat, karena strategik tersebut ditentukan oleh manusia.

b. Keadaan lingkungan yang berubah terus.


c. Perlawanan atau resistensi Intern (prasangka-prasangka karyawan) karyawan
lama biasanya sudah terbiasa dengan sistem yang mana.

d. Mahal biayanya.

e. Penyusunan Perencanaan Strategik itu sulit karena membutuhkan suatu tingkat


Imaginasi yang tinggi, kemampuan analisis, kreatifitas dan keuletan.

f. Perencanaan strategik membatasi pilihan/alternatif, mengurangi inisiatif dalam


suatu jajaran alternatif yang berada diluar jangkauannya.

Perencanaan strategik mempunyai kelemahan karena para manajer hanya


belajar untuk mengembangkan terhadap strategi dan tujuan yang dapat lolos dari
analisa terperinci proses perencanaan. Kesempatan-kesempatan menarik yang
mempunyai derajat ketidakpastian tinggi atau sulit dianalisa dan dikomunikasikan
akan dihindari, diabaikan, atau bahkan disingkirkan

9. Kapan informasi akuntansi disampaikan secara formal dan informal ? (Kumara


Wijaya)

Informasi akuntansi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi
tiga kelompok yaitu:
a. Informasi sifatnya rutin.
Informasi yang sifatnya rutin biasanya digunakan untuk perencanaan
regular, seperti laporan keuangan bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan,
serta untuk melakukan perencanaan temporer.
b. Informasi kualitatif atau kuantitatif
Informasi akuntansi yang bersifat kualitatif menyangkut informasi yang
memuat nilai-nilai yang diukur bedasarkan kualitasnya, misalnya seperti
perubahan mutu produk. Sedangkan informasi kuantitatif adalah jenis
informasi yang memuat data-data konkret yang dapat berupa laporan
keuangan, anggaran, dan lain sebagainya.
c. Informasi disampaikan melalui saluran formal atau informal.
Informasi melalui saluran formal adalah suatu bentuk penyampaian
informasi baik yang bersifat vertical (dari atas ke bawah), horizontal, maupun
diagonal. Penyampaian informasi secara formal dalam bentuk komunikasi
vertical dilakukan dalam rangka menyampaikan informasi, mengarahkan,
mengkordinasikan, memotivasi, memimpin, dan mengendalikan berbagai
kegiatan yang terjadi di bawah. Penyampaian informasi secara horizontal
biasanya terjadi antar status atau jabatan yang sama dengan tujuan untuk
melakukan persuasi, mempengaruhi dan memberikan informasi kepada bagian
atau departemen yang memiliki kedudukan sejajar. Penyampaian informasi
akuntansi secara horizontal terjadi apabila tingkat ketergantungan antar divisi
cukup besar. Sedangakan penyampaian informasi diagonal yang terjadi antar
dua tingkat organisasi yang berbeda, diterapkan apabila terdapat keterkaitan
dan ketergantungan yang besar pada setiap divisi.
Informasi melalui saluran informal merupakan jenis saluran
komunikasi yang bersifat luwes dan tidak ketat. Oganisasi dipandang sebagai
suatu sistem pemrosesan informasi. Artinya dalam hal ini seluruh anggota
dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih
banyak, lebih baik, dan tepat waktu. Dapat disimpulkan bahwa penyampaian
informasi secara informal ini terjadi ketika struktur dalam organisasi tidak
menjadi batasan dalam penyampaian informasi dan tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap kepentingan organisasi.
10. Apa yang dimaksud dengan fungsi anggaran sebagai stabilisasi? kapan dikatakan
stabil? (Krisna Dewi Handayani)

Fungsi anggaran yaitu alat alokasi sumber daya publik, alat distribusi , dan
stabilisasi maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses
mengalokasikan dan mendistribusikan sumber dana public secara ekonomis , efisien,
efektif, adil, dan merata dan didukung dengan manajemen sumber daya manusia yang
handal. Dalam hal ini yang dimaksud dengan stabilisasi dalam fungsi anggaran
tersebut adalah alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental
perekonomian. Stabilisasi atau stabilitas ekonomi adalah kondisi ekonomi yang
pertumbuhan outputnya tetap, tidak memiliki inflasi tinggi atau berubah banyak dan
tidak sering mengalami resesi. Terjadinya stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi dan
pengurangan pengangguran.

11. Apa yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategi ? (Abul Ghani)
Perencanaan strategi merupakan proses penentuan program-program, aktivitas,
atau proyek yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi dalam penentuan jumlah
alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan. Dalam perencanaan strategi manajemen
hendaknya mempertimbangkan bahwa perencanaan stategi harus sesuai dengan visi,
misi, dan filosofi unit kerja sebagaimana yang telah dirumuskan dalam perumusan
startegi mengingat perencanaan adalah implementasi dari strategi. Kedua,
perencanaan startegi harus sesuai dengan prosedur dan skedul yang jelas agar
nantinya tidak terjadi masalah dalam penganggaran. Orientasi dilakukannya
perencaan strategi adalah adanya strategic vision, strategic thinking, strategic
leadership, dan strategic organization.

12. Kapan informasi akuntansi disampaikan secara formal dan informal ? (Kumara
Wijaya)

Informasi akuntansi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi
tiga kelompok yaitu:
d. Informasi sifatnya rutin.
Informasi yang sifatnya rutin biasanya digunakan untuk perencanaan
regular, seperti laporan keuangan bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan,
serta untuk melakukan perencanaan temporer.
e. Informasi kualitatif atau kuantitatif
Informasi akuntansi yang bersifat kualitatif menyangkut informasi yang
memuat nilai-nilai yang diukur bedasarkan kualitasnya, misalnya seperti
perubahan mutu produk. Sedangkan informasi kuantitatif adalah jenis
informasi yang memuat data-data konkret yang dapat berupa laporan
keuangan, anggaran, dan lain sebagainya.
f. Informasi disampaikan melalui saluran formal atau informal.
Informasi melalui saluran formal adalah suatu bentuk penyampaian
informasi baik yang bersifat vertical (dari atas ke bawah), horizontal, maupun
diagonal. Penyampaian informasi secara formal dalam bentuk komunikasi
vertical dilakukan dalam rangka menyampaikan informasi, mengarahkan,
mengkordinasikan, memotivasi, memimpin, dan mengendalikan berbagai
kegiatan yang terjadi di bawah. Penyampaian informasi secara horizontal
biasanya terjadi antar status atau jabatan yang sama dengan tujuan untuk
melakukan persuasi, mempengaruhi dan memberikan informasi kepada bagian
atau departemen yang memiliki kedudukan sejajar. Penyampaian informasi
akuntansi secara horizontal terjadi apabila tingkat ketergantungan antar divisi
cukup besar. Sedangakan penyampaian informasi diagonal yang terjadi antar
dua tingkat organisasi yang berbeda, diterapkan apabila terdapat keterkaitan
dan ketergantungan yang besar pada setiap divisi.
Informasi melalui saluran informal merupakan jenis saluran
komunikasi yang bersifat luwes dan tidak ketat. Oganisasi dipandang sebagai
suatu sistem pemrosesan informasi. Artinya dalam hal ini seluruh anggota
dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih
banyak, lebih baik, dan tepat waktu. Dapat disimpulkan bahwa penyampaian
informasi secara informal ini terjadi ketika struktur dalam organisasi tidak
menjadi batasan dalam penyampaian informasi dan tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap kepentingan organisasi.

13. Peraturan birokrasi dalam pengendalian beserta contohnya (Graciella)

Adanya reformasi politik juga berdampak pada pengaturan keuangan sektor


publik, ini dapat terlihat dengan adanya pengaturan mengenai akuntansi sektor publik.
Perubahan dalam akuntansi sektor publik terlihat dari adanya perubahan peranan
pelaporan keuangan yang semula dari posisi administrasi semata menjadi posisi
akuntabilitas (thn 2000). Pergeseran peranan laporan keuangan ini telah membuka
peluang bagi posisi akuntansi sektor publik dalam manajemen pemerintahan dan
organisasi sektor publik lainnya.

Tujuan dari akuntansi sektor publik adalah untuk memastikan kualitas laporan
keuangan dalam pertanggungjawaban publik. Agar dapat terlaksana harus terdapat
prasarana akuntansi sektor publik seperti, standar akuntansi sektor publik untuk
pemerintah pusat, pemerintah daerah, kode akun, jenis buku besar untuk standar
pencatatan transaksi keuangan pemerintah, dan lain-lain.

Perjalanan akuntansi sektor publik di era pra reformasi didasari pada UU No. 5 thn
1974 tentang pokok-pokok pemerintahan di daerah. Pengertian daerah tingkat I yang
meliputi propinsi dan daerah tingkat II yang meliputi kotamadya atau kabupaten.
Partisipasi masyarakat akan mendorong praktik demokrasi dalam pelaksanaan
akuntabilitas publik yang sesuai dengan jiwa otonomi daerah.

Perubahan dalam hal Akuntansi Sektor Publik ditandai dengan meningkatnya


keinginan akan akuntabilitas dan transparansi kinerja terhadap pengelolaan sektor publik.
Ungkapan pemerintah yang bersih dapat diinterpretasikan sebagai perwujudan indikator
kejujuran pemerintah. Selama dua puluh tahun yang lampau, kejujuran pemerintah lebih
diartikan sebagai stabilitas pemerintah, sedangkan dimasa reformasi, kejujuran diartikan
sebagai pemerintah yang bersih.

Efek dari pola pikir tersebut ialah mekanisme manipulasi yang dipraktekkan di masa
lalu harus diganti dengan mekanisme transparansi. Paradigma baru dalam reformasi
manajemen sektor publik adalah penerapan akuntansi dalam praktik pemerintah guna
mewujudkan Good Governance. Penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien,
responsif, partisipatif dan akuntabel memungkinkan pemerintah tidak saja dapat
memperbaiki kinerja birokrasi tetapi juga membangun good governance.