Anda di halaman 1dari 65

1

DASAR DASAR ANATOMI

Anatomi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari ana yang artinya memisah-misahkan atau
mengurai dan tomos yang artinya memotong-motong. Anatomi berarti mengurai dan memotong. Ilmu
pengetahuan yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh yang dapat di peroleh dengan cara mengurai
badan melalui potongan bagian-bagian dari badan dan hubungan alat tubuh satu dengan yang lain.
Fisiologi terdiri dari kata fisis (phisys) yang artinya alam atau cara kerja dan logos (logi) yang
artinya pengetahuan. Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari faal,fungsi atau pekerjaan dari tiap jaringan
tubuh atau bagian dari alat tubuh tersebut.

Cabang Cabang Ilmu Anatomi

1. Anatomi Makroskopis : Ilmu anatomi yang mempelajari susunan tiap- tiap alat tubuh dengan jalan
memotong dan memisahkan bagian bagian tubuh.
a. Osteologi : tulang b. Syndesmologi : Persambungan tulang ( sendi)
c. Myologi : otot d. Angiologi : pembuluh darah dan limfe
d. Splanchnologi : alat alat dalam e. Endokrinologi : Kel. Endokrin
f. Neurologi : Saraf
2. Anatomi Mikroskopis : Ilmu anatomi yang mempelajari susunan tiap- tiap alat tubuh dengan
menggunakan mikroskop atau kaca pembesar, misalnya mempelajari tentang Sel (Cytology) dan
penyelidikan tentang Jaringan (Histology).
3. Anatomi Sistemik : Ilmu anatomi yang mempelajari tentang tiap- tiap sistem yang terdapat dalam
tubuh,setiap sistem mempunyai jaringan yang sama membentuk fungsi yang khusus, misalnya sistem
otot,sistem jantung, dll.
4. Anatomi Regional: : Ilmu anatomi yang mempelajari letak alat alat tubuh satu dengan yang lainnya, hal
ini penting dalam melakukan pembedahan (operasi), misalnya mengetahui letak saraf, pembuluh darah,
dll.
5. Anatomi Perkembangan(embriologi): : Ilmu anatomi yang mempelajari perubahan yang terdapat
pada sel mulai dari kehamilan sampai anak lahir.
6. Anatomi Permukaan : Ilmu anatomi yang mempelajari tentang letak alat alat dalam tubuh yang
diprojeksikan ke permukaan tubuh.
7. Anatomi Comparative ( perbandingan) : Mempelajari susunan tubuh manusia dibandingkan dengan
susunan tubuh makhluk lain.
8. Anatomi radiologi : Mempelajari anatomi susunan tubuh dengan menggunakan sinar x atau sinar
yang lainnya.
2

Cabang-cabang Fisiologi:
1. Fisiologi sel yaitu cabang fisiologi yang mempelajari tentang fungsi sel.
2. Fisiologi khusus yaitu cabang fisiologi yang mempelajari tentang fungsi organ khusus.
3. Fisiologi sistemik yaitu cabang fisiologi yang mempelajari tentang aspek fungsi organ khusus.
4. Fisiologi patologi yaitu cabang fisiologi yang mempelajari tentang efek suatu penyakit terhadap organ.

Posisi, Bidang dan Arah Anatomi


Posisi Anatomi
Semua deskripsi anatomis disesuaikan dengan standar posisi anatomi. hal ini dibuat agar tidak terjadi
kesalahpahaman arti dari masing-masing pendapat.
Syarat posisi anatomi:
Berdiri dengan tegak, dengan kepala, kedua mata, dan jari kaki menghadap ke depan.
Kedua tangan di sisi tubuh dengan telapak tangan terbuka ke depan.
Kedua kaki merapat dan mengarah ke depan.

Penampang (bidang) Anatomi


Sebuah penampang adalah permukaan khayal yang membagi tubuh menjadi bagian bagian khusus
Tiga penampang anatomi utama adalah penampang koronal, Sagital dan Tranversal.
1. Penampang Koronal (Penampang frontal) ; Penampang vertikal yang membagi tubuh menjadi bagian
anterior ( depan ) dan bagian posterior ( belakang )
2. Panampang Sagital ( median) : Membagi tubuh atau organ secara vertical menjadi bagian kanan atau kiri
3. Panampang Tranversal ( Penampang cross sectional) : memotong secara melintang tubuh atau organ
sepanjang sumbu panjangnya membagi menjadi bagian superior ( atas) dan bagian inferior ( bawah).

Gambar Gambar Bidang Anatomi


posisi dan arah anatomi pada manusia
3

Sumbu/ Aksis Gerakan


1. Aksis Sagital, adalah garis yang memotong bidang gerak sagital dengan bidang gerak transversal.
2. Aksis Trasnversal, adalah garis yang memotong bidang gerak frontal dengan bidang gerak
transversal.
3. Aksis Longitidinal, yaitu garis yang memotong bidang gerak median dan frontal dan berjalan dari
atas ke bawah.

Regio / Wilayah Tubuh


Tubuh manusia dibagi menjadi dua bagian utama yang disebut bagian aksial ( sumbu/poros) dan apendikular
( anggota badan).
a. Bagian aksial termasuk kepala, leher dan batang tubuh, yang merupakan sumbu utama tubuh.
b. Tungkai atas dan bawah atau anggota badan merupakan bagian apendikular
4

Gambar Arah Anatomi

Medialis = lebih dekat pada garis tengah Lateralis = lebih jauh dari garis tengah
Ventralis = daerah perut ( lebih ke depan) Dorsalis = daerah punggung
Anterior= disebelah depan, menuju arah permukaan depan Posterior= daerah belakang (punggung)
Cranialis = daerah kepala Caudalis = daerah ekor
Superior = kearah kepala atau atas Inferior = daerah bawah
Proximal = lebih dekat dengan pangkal anggota Distalis = lebih dekat ujung anggota
Radialis = sebelah radius Ulnaris = sebelah ulna
Tibialis = sebelah tibia Fibularis = sebelah fibula
Plantaris = sebelah telapak kaki Palmaris = sebelah telapak tangan
Frontal = kearah ujung depan Caudal = kearah ujung belakang
Dextra = sisi kanan Sinistra = sisi kiri
Superfiscialis= sisi yang lebih dekat kearah permukaan Profundus=sisi yang lebih jauh atau dalam dari permukaan
tubuh tubuh
Eksterna= sisi yang lebih jauh dari pusat rongga tubuh Interna= sisi yang lebih dekat dari rongga tubuh atau
atau organ organ
Arah Arah Pergerakan
Fleksi : Membengkokkan/ melipat sendi Ekstensi : Meluruskan kembali sendi(dari posisi fleksi)
Abduksi : Gerakan menjauhi badan/tubuh Adduksi : Gerakan mendekati tubuh
Elevasi : Gerakan mengangkat Depresi : Gerakan menurunkan
Supinasi :Gerakan menengadahkan tangan Pronasi : Gerakan menelungkupkan
Inversi :Gerak memiringkan telapak kaki ke dalam tubuh Eversi :Gerakan memiringkan telapak kaki ke luar
Rotasi : Gerakan memutar sendi Sirkumduksi : Gerakan gabungan dari fleksi, ekstensi,
abduksi dan adduksi

Gambar Gambar
Lengan yang melakukan gerakan fleksi dan pronasi. Lengan yang melakukan gerakan fleksi dan supinasi.
Otot biceps brachii tidak berkontraksi penuh Otot biceps brachii berkontraksi penuh.
5

Istilah Istilah lain dalam Ilmu Anatomi Fisiologi


Cavum=rongga Sinus = rongga dalam tulang
Tubera=tonjolan Tuberculum= tonjolan kecil
Hyper=lebih/tinggi Hypo=kurang/rendah
Tractus=saluran Ductus=jalan saluran
Origo=asal Insersio= tempat melekat
Fissura=celah Incisura= lekukan kecil
Prosessus=tonjolan tulang yang lepas Fossa=lekukan
Muskulus=otot Crista=pinggir/tepi
Nervus = saraf

Pembagian Anatomi Tubuh Manusia


Tubuh manusia dikelilingi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka. Secara garis besar, tubuh manusia
dibagi menjadi :
Caput ( Kepala) : Tengkorak,wajah dan rahang bawah
Colum ( Leher) Pars libera membrum
Truncus ( Badan) : superior :
Thorax(dada), abdomen(perut), Pelvis(panggul)
Membrum seperius ( alat gerak atas) :
Cingulum pectoral(gelang bahu),Pars libera(alat gerak)
- Brachium
Membrum inferius ( alat gerak bawah): - Antebrachium
Cingulum pelvicum ( gelang panggul), Pars libera (alat - Manus
gerak )
Pars libera membrum
inferior :

- Femur
- Crus
STRUKTUR SEL DAN JARINGAN
- Pes
Pengertian Sel

Sel berasal dari kata 'cella' yang berarti ruangan berukuran kecil. Jadi sel merupakan unit (kesatuan,
zahrah) terkecil dari makhluk hidup yang dapat melaksanakan kehidupan.Ukuran sel sangat kecil sekali
sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop.
Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 untuk memberi nama pada rongga-
rongga berbentuk kotak yang ia lihat ketika sedang mengamati irisan gabus di bawah mikroskop.
Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah yang
jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Disamping sel darah
merah masih terdapat sekitar 75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada
manusia sekitar 100 triliun sel. Hampir semua sel mempunyai kemampuan mengadakan reproduksi dan
jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi.
6

Macam-Macam Sel
Berdasarkan keadaan membran inti, sel di bagi menjadi beberapa macam antara lain sebagai berikut :
a. Sel prokariotik
Sel prokariotik adalah sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam
sitoplasma (sel yang memiliki satu sistem membran). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah
bakteri dan alga biru.
b. Sel eukariotik
Sel eukariotik adalah sel yang intinya memiliki membran, materi inti dibatasi oleh satu
sistem membran terpisah dari sitoplasma. Yang termasuk kelompok ini adalah semua makhluk hidup
kecuali bakteri dan alga biru.
Berdasarkan keadaan kromosom dan fungsinya, sel dibagi menjadi beberapa macam antara lain
sebagai berikut :
a. Sel somatis yaitu sel yang menyusun tubuh dan bersifat diploid.
b. Sel germinal yaitu sel kelamin yang berfungsi untuk reproduksi dan bersifat haploid.

Bagian Sel Dan Organel Sel


Sel dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Bagian hidup (komponen protoplasma), terdiri atas inti dan sitoplasma termasuk cairan dan struktur
sel seperti : mitokondria, badan golgi, dll.
2. Bagian mati (inklusio), terdiri atas dinding sel dan vakuola.

Struktur Sel

Membran sel Retikulum endoplasma


o Terdiri dari lemak dan protein : semipermeabel o Rangkaian tubulus kompleks dalam sitoplasma
o Berfungsi sebagai barier sel
Mitokondia o Tempat melekat ribosom
o Terdiri 2 membran luar dan dalam, terdapat o Terbagi menjadi granular (ada ribosom) dan
ruang interkrista agranular
o Unit sel penghasil tenaga dan paling banyak o RE granular berperan dalam sintesis protein
ditemukan serta terbentuk sempurna pada o RE agranular berperan dalam sintesis steroid pada
bagian- bagian sel tempat terjadinya proses penghasil steroid dan tempat detoksifikasi pada
proses yang membutuhkan energi sel lain
Sitoplasma Ribosom
o Cairan yang terdapat dalam sel o Merupakan tempat sintesis protein
o Berfungsi sebagai transport makanan bagi sel Aparatus golgi
Lisosom o Tempat pemprosesan protein yang telah
o Terdapat dalam sitoplasma sel disentesis oleh ribosom (sintesis dan sekresi)
o Lebih bersifat asam daripada bagian sitoplasma Nukleus dan nucleolus
lain o Terdapat kromosom
o Mengandung banyak enzim o Berfungsi dalam pembelahan sel
o Berfungsi sebagai sistem pencernaan sel
7

Gambar. bagian sel

Kisaran Ukuran Sel


8

STRUKTUR JARINGAN
Jaringan

Jaringan adalah sekumpulan sel yang serupa bentuk, besar dan fungsinya serta terikat menjadi satu.
Jaringan hanya dimiliki oleh makhluk hidup bersel banyak (multiseluler). Ilmu yang mempelajari tentang
jaringan disebut histology.
Jaringan penyusun tubuh ada empat macam, yaitu:
1. Jaringan epithelium merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh dan membatasi rongga tubuh.
2. Jaringan ikat merupakan jaringan yang mengikat dan menyokong bagian-bagian tubuh.
3. Jaringan otot merupakan jaringan yang menggerakkan bagian-bagian tubuh.
4. Jaringan saraf merupakan jaringan yang menanggapi rangsang dan meneruskan rangsang (impuls) dari
bagian tubuh yang satu ke bagian tubuh lain.
Klasifikasi Jaringan
Jaringan Fungsi Jenis, Lapisan
Jaringan Epitelium -Proteksi yaitu melindungi jaringan dibawahnya. Lapisan Jaringan Epitelium
-Absorbsi yaitu menyerap zat-zat, misalnya usus. -Epidermis:melapisi lapisan luar tubuh
-Sekresi yaitu mengeluarkan dan menghasilkan zat-zat -Endothelium: membatasi organ dalam
yang berguna bagi tubuh, misalnya kelenjar. -Mesotelium: membatasi rongga
-Sensasi yaitu rangsang sensorik menembus sel epitel
yang memiliki reseptor atau ujung-ujung saraf sensorik.
-Ekresi yaitu mengeluarkan zat-zat yang sudah tidak
berguna misalnya epitel pada ginjal dan kelenjar
keringat.
-Filtrasi yaitu menyaring zat-zat, misalnya dinding
kapiler darah dan kapsula bawman pada ginjal.
-Difusi yaitu memperantarai difusi gas, cairan dan zat
gizi.
-Pembersih yaitu epitel bersilia membantu
membersihkan pertikel dan benda asing yang masuk ke
saluran.

-Fungsi utama:menyokong tubuh &mengikat atau - Merupakan substansi intrasel terbesar


Jaringan Ikat menghubungkan beberapa macam jaringan yg berbeda (disebut substansi dasar atau matriks)
-Fungsi lain: membentuk kerangka kerja mekanik - Matriks dapat berbentuk
untuk bergerak, mis.sistem rangka padat (mis.pada tulang),
lunak (sebagai jar.ikat longgar),
cairan (mis.darah)
- Macam-macam jaringan ikat
Jaringan ikat longgar, Jaringan ikat
fibrosa dan Jaringan ikat khusus
Jaringan Otot - Otot berfungsi sebagai alat gerak aktif - Otot polos (viseral)
-Sifat yaitu: elastis,dapat diregangkan,dapat dirangsang, - Otot lurik
dan dapat berkontraksi - Otot jantung
Jaringan Saraf -mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan - Struktur sel saraf (neuron), tdr:
meneruskan rangsangan badan sel, dendrite dan akson
- Jenis sel saraf :Neuron sensorik (neuron
aferen), Neuron intermediet (interneuron)
,Neuron motor (neuron eferen)
9

Metabolisme Sel dan Jaringan

Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi di dalam makhluk hidup, mulai makhluk
hidup bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan, hewan; sampai mkhluk
yang susunan tubuhnya kompleks seperti manuasia. Di dalam proses ini, makhluk hidup mendapat,
mengubah dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk mempertahankan hidupnya.
Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan proses penguraian (katabolisme) senyawa
atau komponen dalam sel hidup. Anabolisme, yaitu pembentukan senyawa-senyawa kompleks dari senyawa
sederhana. Proses ini memerlukan energi. Katabolisme, yaitu penguraian senyawa kompleks menjadi
senyawa-senyawa sederhana. Proses ini menghasilkan energi. Energi ini dapat digunakan oleh makhluk
hidup untuk berbagai kegiatan.
Semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Hal lain yang penting dalam metabolisme adalah
peranannya dalam penawar racun atau detoksifikasi, yaitu mekanisme reaksi pengubahan zat yang beracun
menjadi senyawa tak beracun yang dapat dikeluarkan dari tubuh.

Anabolisme dibedakan dengan katabolisme dalam beberapa hal:

Anabolisme merupakan proses sintesis molekul kimia kecil menjadi molekul kimia yang lebih besar,
sedangkan katabolisme merupakan proses penguraian molekul besar menjadi molekul kecil
Anabolisme merupakan proses membutuhkan energi, sedangkan katabolisme melepaskan energi
Anabolisme merupakan reaksi reduksi, katabolisme merupakan reaksi oksidasi
Hasil akhir anabolisme adalah senyawa pemula untuk proses katabolisme
10

SISTEM MUSKULOSKELETAL
(Sistem Kerangka & Otot Kerangka)

Osteologi : cabang ilmu anatomi yang mempelajari tulang.


osteon: tulang; logos: ilmu skeleton: kerangka
Tulang atau rangka adalah penopang tubuh manusia. Tanpa tulang, pasti
tubuh kita tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk sejak bayi dalam
kandungan, berlangsung terus sampai dekade kedua dalam susunan yang
teratur.

Otot (muscle) adalah jaringan tubuh yg berfungsi mengubah energi kimia menjadi kerja mekanik sebagai
respons tubuh terhadap perubahan lingkungan.
Rangka (skeletal) adalah bagian tubuh yg terdiri tulang, sendi, dan tulang rawan (kartilago) sbg tempat
menempelnya otot dan memungkinkan tubuh untuk mempertahankan sikap dan posisi .
Sistem muskuloskeletal merupakan alat gerak tubuh manusia : pasif rangka (skeletal); aktif otot
(muscle)

Fungsi utama rangka tubuh manusia memiliki sebagai berikut:

1. Memberi bentuk tubuh


Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.
2.Tempat melekatnya otot
Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya otot. Tulang dan otot
ini bersama-sama memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
3. Pergerakan
Pergerakan pada makhluk hidup bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang
melekat pada rangka tulang.
4. Sistem kekebalan tubuh
Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang membentuk
antibodi.
5. Perlindungan
Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:
- Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.
- Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang.
11

- Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada melindungi paru-paru dan jantung.
- Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu.
- Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi, sistem pencernaan, dan pinggul.
- Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku.
- Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangan tangan dan pergelangan
kaki.

6. Produksi sel darah


Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel darah. Sumsum
tulang merupakan tempat pembentukan sel darah. Terutama di tulang pipih contoh : tulang dada / pada
corpus sterni
7. Penyimpanan
Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium.Sumsum tulang
mampu menyimpan zat besi dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi.

Tulang dapat dibentuk dengan dua cara, yaitu melalui mineralisasi langsung pada matriks yang
disekresi oleh osteoblas (osifikasi intra membranosa) atau melalui penimbunan matriks tulang pada matriks
tulang rawan sebelumnya (osifikasi endokondral). Pada kedua proses tersebut, jaringan tulang yang pertama
kali dibentuk adalah primer atau muda.

Pada saat dilahirkan, jumlah tulang penyusun tubuh kira-kira 275 buah. Dalam perkembangannya,
tiga sampai lima vertebrata berkabung menjadi sacrum yang teletak didaerah pelvis dari corda vertebralis.
Empat vertebrae yang lain juga bergabung bersama menjadi coccygeus atau tulang ekor. Inilah sebabnya
setelah dewasa jumlah tulang manusia menjadi 206 tulang. Sejumlah tulang kecil yang bervariasi ukuran tak
bernama dan disebut ossa sesaoid, kerena bentuknya seperti biji buah sesam (seperti kemiri).

Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian poros tubuh (aksial) dan
bagian alat gerak (apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang pada manusia dewasa umumnya.
Sedangkan bagian apendikular terdiri atas 126 tulang pada manusia dewasa umumnya.

Tulang-tulang aksial terdiri atas cranium (tengkorak), columna vertebral (ruas-ruas tulang belakang),
costae (iga) dan sternum (tulang dada). Appendicula skeleton disusun oleh tulang-tulang yang menempel
pada sumbuh tubuh sebagai tambahan, yaitu extremitas superior dan extremitas inferior.
12

Pada tabel berikut ini dikemukakan nama-nama tulang, jumlahnya, letak dan bagian tubuh mana, serta
beberapa diskripsinya yang di lengkapi dengan gambar

Bagian Tubuh Nama Jumlah Deskripsi Gambar


Frontale 1 Tulang yang menyusun poros
Axial skeleton (tlg dahi) tubuh : hyoideum, columna
(80 tulang) verteblalis, rusuk.

Parietale Menonjol di belakang frontale,


os cranium 2 membentuk sisi atas cavum
(Tulang tempurung kepala) (tlg ubun-ubun)
cranialis
Neurocranium Occipitale
(tlg cranium yg 1 Membentuk bagian posterior,
mengelilingi otak) (tlg kepala alas dan dinding cavum
belakang)
-Calvaria cranialis.
(ada 4tulang)

-Basis Cranii Ethmoidale 1 Bentuknya rumit, berupa tulang


(ada 4 tlg) (tlg tapis) yang membantu membentuk
bagian anterior alas cranial, Os ethmoidale
dinding medial, orbita, bagian Os sphenoidale
atas septum nasi, samping serta
Os temporale
atap nasalis: terletak di anterior
sphenoidea dan posterior os
nasale.

Temporale 2 Membentuk sisi bawah


(tlg pelipis) cranium, berisi struktur tengah
dalam telingah

Merupakan dasar utama atas


Sphenoidale
1 cranium, terletak dibagian
(tlg baji) tengah, menyerupai kelelawar
dengan sayap terentang dan
kaki ke arah bawah posterior,
terletak di belakang dan sedikit
di atas hidung dan
kerongkongan, membentuk alas
dan sisi orbita.

Splancnhnocranium Nasale 2 Membentuk wajah. Tulang


(tulang muka) (tlg hidung) kecil yang membentuk bagian
ada 14 tulang atas hidung.

Maxillare Tulang rahang atas,


(tlg rahang atas) 2 membentuk lantai orbita,
anterior atap mulut dan alas
hidung serta dinding sisi
hidung.
Zygomaticum 2 Tulang pipi, membentuk alas
(tlg pipi) dan sisi orbita.

Mandibulare 1 Tampak depan


Tulang rahang bawah
13

Lacrimale 2 Tulang pipih,


(tlg air mata)

Palatinum Membentuk bagian posterior


(tlg langit-langit)
2 langit-langit keras, alas dan
dinding sisi cavum nasalis serta
alas orbita.

Councha Seperti gulungan kertas tis,


nasalis inferior 2 membentuk ruang sepanjang
permukaan dalam dinding sisi
cavum naslis, terletak diatas
atap mulut.

Vomer 1 Membentuk bagian bawah dan


(tlg pisau luku) dan posterior septum nasi.

Malleus 2 Tulang martil


Ossicula auditus Incus 2 Tulang landasan
Stapes 2 Tulang sanggurdi

Os hyoideum 1 Tulang lidah,berbentuk U,


(tlg lidah) didalam leher antara
mandibulare dan bagian atas
larynx, tidak membentuk sendi
dengan tulang lain, di gantung
oleh ligamentum processus dari
ossa temporale.
Columna vetebralis Bukan merupakan columna
ada 26 tulang dari 33 yang sebenarnya, tetapi
tulang flexible, beruas, memanjang
seperti huruf S. membentuk
poros sumbu yang diimbangi
kepala dibagian atasnya, rusuk
dan visera tergantung
didepannya, menyelubungi
corda spinalis

Cervicalis 7 Bagian leher

Thoracalis 12 Bagian punggung

Lumbalis 5 Bagian pinggang

Sacralis 1 Tulang kelangkang. Lima ruas,


tapi bersatu setelah dewasa.

coccygeus 1 Tulang ekor. Empat ruas, tapi


bersatu setelah dewasa
14

Costae dan sternum Rusuk, tulang dada bersama


ada 25 tulang thoracalis membentuk bentukan
seperti kurungan burung dari
tulang yang disebut dada atau
thorax, rusuk ditahan vertebrata
di posterior, miring kearah
bawah anterior untuk menahan
tulang dada.
Costae verae 14 Rusuk sejati

Costae spuriae 6 Rusuk palsu


Costae 4 Rusuk melayang
fluctuantes

Tulang dada, terdiri atas 3


Sternum bagian:
1
- Hulu (os manubrium sterni)
- Badan (os corpus sterni)
- taju pedang (os xiphoid proesus)

Tulang tambahan pada


Appendicular kerangka sumbu, extremitas klavikula

skeleton,ada 126 tlg superior dan inferior, meliputi


juga cingulum pelvis

Extermitas superior Anggota gerak atas ,cingulum


termasuk cingulum pectoralis berhubungan dengan
pectoralis ,ada 64 axis skeleton memakai sendi
tulang antara clavicula dan sternum

Claviculae 2 Tulang selangka


Scapulae

Scapulae 2
Tulang belikat , pipih,tidak
tersambung dengan axis
skeleton,bersama clavicula
membentuk cingulum
pectoralis .

Humerus 2 Tulang lengan atas


Humerus Ulna Radius
Radius 2 Tulang Pengumpil. Sisi ibu jari
lengan bawah

Ulna 2 Tulang hasta.Sisi kelenking


lengan bawah lebih panjang
dari radius .
Carpalia 16 Tulang pangkal tangan
Metacarpalia 10 Tulang telapak tangan .
Falanges 28 Tulang jari tangan
15

Anggota gerak bawah ,


dikaitkan kepada batang tubuh
Extermitas inferior
dengan dengan perantara
termasuk cingulum gelang panggul .
pelvis ,ada 62 tulang
Coxa 2 Tulang pangkal paha ,atau
tulang panggul Terletak di
setiap sisi dan di depan bersatu
dengan simpisis pubis ,
termasuk sebagian besar dari
pelvis. Coxa terdiri dari ilium,
pubis dan ischium .

Ilium 2 Tulang usus , memperlihatkan


dua permukaan , sebuah krista
dan sebuah permukaan
persendian untuk sacrum .
Pubis 2 Tulang kemaluan, di depan
Ischium 2 Tulang duduk , di belakang

Femur 2 Tulang paha Femur Tibia dan Fibula

Tibia 2 Tulang kering


Fibula 2 Tulang betis
Patella 2 Tulang tempurung lutut

Tarsal 14 Tulang pangkal kaki


Metatarsal 10 Tulang telapak kaki
Falanges 28 Tulang jari kaki

Jenis jenis tulang


a. Tulang rawan (kartilago)
Bersifat bingkas dan lentur serta terdiri atas sel- sel rawan yang dapat menghasilkan matriks berupa
kondrin. Pada anak anak jaringan tulang rawan banyak mengandung matriks. Pada orang dewasa tulang
rawan hanya terdapat pada beberapa tempat , misalnya daun telinga, hidung, antara tulang rusuk dan
tulang dada, sendi- sendi tulang, antar ruas tulang belakang.Matriks tulang rawan merupakan campuran
protein dengan polisakarida yang disebut kondrin.
16

Tulang rawan ada tiga jenis yaitu: hialin, elastik dan serat.
1) Tulang Rawan Hialin
Matriksnya memiiki serat kolagen yang tersebar dalam bentuk anyaman halus dan rapat. Terdapat
pada saluran pernapasan dan ujung tulang rusuk. Tulang rawan hialin bening seperti kaca.
2) Tulang Rawan Elastik
Susunan polikandrium, matriks , sel dan lacuna tulang rawan elastic sama dengan tulang rawan
hialin. Akan tetapi serat kolagen tulang rawan elastic tidak tersebar dan nyata seperti pada tulang
rawan hialin. Bentuk serat serat elastic bergelombang . tulang rawan elastic terdapat pada
epiglottis dan bagian luar telinga.
3) Tulang Rawan Fibrosa (Fibrokartilago) / Serat
Matriksnya mengandung serabut kolagen kasar dan tidak teratur; terletak di perlekatan ligamen,
sambungan tulang belakang, dan simfisis pubis. Sifat khas dari tulang rawan ini adalah lakuna
lakunanya bulat atau bulat telur dan berisi sel sel (kondrosit).
b. Tulang (osteon)
Bersifat keras dan berfungsi menyusun berbagai sistem rangka, tersusun dari bagian bagian sbb:
1. Ostreoprogenator, merupakan sel khusus yaitu derivate mesenkima yang memiliki potensi mitosis
yang mampu berdiferensiasi menjadi osteoblas terdapat dibagian luar membrane (periosteum).
2. Osteoblas merupakan sel tulang muda yang akan membentuk osteosit.
3. Osteosit merupakan sel sel tulang dewasa.
4. Osteoklas merupakan sel yang berkembang dari monosit dan terdapat disekitar permukaan tulang.
fungsi osteoklas untuk perkembangan, pemeliharaan, perawatan dan perbaikan tulang.
Tulang
Membran periosteum berasal dari perikondrium tulang rawan yang merupakan pusat osifikasi.
Pada tulang yang sedang tumbuh terdiri atas 1 batang (diafisis) dan 2 ujung (epifisis)
17

Pembentukan Tulang

Pembentukan tulang terjadi segera setelah terbentuk tulang rawan (kartilago). Kartilago dihasilkan
dari sel-sel mensenkima. Setelah kartilago terbentuk, bagian dalamnya akan berongga dan terisi osteoblas.
Osteoblas juga menempati jaringan seluruhnya dan membentuk sel-sel tulang.
Sel-sel tulang dibentuk dari arah dalam ke luar atau proses pembentukannya konsentris. Setiap
satuan sel tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf membentuk suatu sistem yang disebut system
Havers.
Tulang menurut matriksnya , jaringan tulang dibedakan sebagai berikut:
1. Tulang Kompakta, merupakan tulang dengan matrik yang padat dan rapat, misalnya tulang pipa.
2. Tulang Spongiosa merupakan tulang yang matriksnya berongga misalnya tulang tulang pipih dan
tulang tulang pendek.
Tulang menurut bentuknya :
a) Tulang pipa (tulang panjang / os longum)
Berbentuk tabung dan biasanya berongga. Diujung tulang terjadi perluasan yang berfungsi untuk
berhubungan dengan tulang lain, contohnya adalah tulang betis, tulang kering, tulang hasta dan tulang
pengupil.
Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian , yaitu bagian tengah disebut diafisis (batang) , kedua
ujung disebut epifisis (ujung), dan antara epifisis dan diafisis disebut cakra epifisis (Metaphysis) / ujung
diaphysis yang mengandung zona pertumbuhan.
Pada anak anak cakra epifisis berupa kartilago yang mengandung osteoblas, sedangkan pada
orang dewasa yang sudah tidak bertambah lagi tingginya cakra epifisis sudah sudah menulang. Osteoblas
menempati rongga yang disebut rongga sumsum tulang.
b) Tulang pipih (os planum)
Tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons, didalamnya terdapat sumsum.
Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga sehingga tulang pipih ini sering berfungsi sebagai
pelindung atau untuk memperkuat , contohnya adalah tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak.
c) Tulang pendek ( os breve)
Tulang pendek berbentuk kubus dan hanya ditemukan pada pangkal kaki, pangkal lengan dan ruas
ruas tulang belakang. Contoh : tulang-tulang telapak tangan
d) Tulang tak berbentuk (os irregular )
Memiliki bentuk yang tertentu . tulang ini terdapat diwajah dan tulang belakang.
e)Ossa pneumatica (tulang berongga udara), cth: os maxilla
18

Struktur Mikroskopis Tulang


Sistem Havers: saluran Havers (saraf, pembuluh darah, aliran limfe)
Lamella (lempeng tulang yang tersusun konsentris).
Lacuna (ruangan kecil yang terdapat di antara lempenganlempengan yang mengandung sel tulang).
Kanalikuli (memancar di antara lacuna dan tempat difusi makanan sampai ke osteon).
Periosteum

Membran vaskuler fibrosa yang melapisi tulang,


banyak pembuluh darah dan melekat erat pada
tulang.

Pada tulang yang sedang tumbuh terdapat lapisan


sel pembentuk tulang diantara periosteum dan
tulang.

PERSENDIAN (ARTICULATION)
Arthrologi : Arthron : sendi; logos: ilmu
Adalah ilmu yang mempelajari tentang sendi, yaitu hubungan antara dua/lebih komponen kerangka.
Persambungan/ articulation merupakan penghubung antara tulang yang satu dengan tulang lainnya.
Tulang-tulang yang membentuk persendian tetap berada di tempatnya karena diikat oleh jaringan
ikat sendi (ligamen). Ligamen memungkinkan terjadinya gerakan dan dapat membatasi gerakan.

Klasifikasi Persendian
Sendi Berdasarkan Strukturnya, 3 Jenis:
Fibrosa: hubungan antar sendi oleh jaringan fibrosa.
Kartilago/tulang rawan: ruang antar sendinya berikatan dengan tulang rawan .
Sinovial/sinovial joint: ada ruang sendi dan ligament untuk mempertahankan persendian .
19

Sendi Berdasarkan Fungsi :

Sinartrosis : sendi yang tidak dapat bergerak. Contoh : sendi antara tulang-tulang penyusun
tengkorak.
Amfiartrosis : sendi dengan gerakan sedikit. Contoh : sendi antara tulang rusuk dengan tulang dada
dan juga simpisis pubis.
Diartosis : persendian yang bergerak bebas. Sendi ini banyak macamnya, namun semua mempunyai
ciri-ciri yang sama, yaitu : ujung tulang-tulang yang masuk dalam formasi persendian ditutup oleh
tulang rawan hialin. Tulang-tulangnya diikat oleh ligamentum. Terdapat sebuah rongga persendian
yang terbungkus oleh sebuah kapsul dari jaringan fibrus yang biasanya diperkuat oleh ligament.con
Toh sendi lutut, sendi tangan, sendi kaki, sendi antar jari.

Sendi Berdasarkan Jenis Persambungannya:

Sinartrosis : Sendi yang terdapat kesinambungan karena di antara kedua ujung tulang yang bersendi terdapat
suatu jaringan
Diartrosis : Sendi terdapat ketidak-sinambungan karena di antara tulang yg bersendi terdapat rongga
(cavum articulare)

Sinartrosis, terdiri dari :

1. Syndesmosis: jaringan penghubungnya merupakan jaringan ikat, hubungan antar tulang dengan
jaringan fibrosa yang banyak dan sedikit terjadi gerakan. misal: hub antara tibia-fibula (synd.
Tibiofibularis) dan hub antara radius-ulna (synd. Radioulnaris).

a. Sutura: tepi-tepi tulang dihubungkan oleh jaringan ikat yg tipis. Cth: di antara tulang- tulang
tengkorak. Ada 3 macam :

- S. Serrata : seperti gigi gergaji


- S. Squamosa : saling menipis & bersesuaian
- S. Harmoniana / plana : lurus tersusun tepi menepi
20

b. Schindylesis: lempeng pada tulang yang satu terjepit di dalam celah pada tulang lain. Cth antara
rostrum sphenoid & vomer
c. Ghomphosis: tulang yang 1 berbentuk kerucut masuk ke dalam lekuk yang sesuai dengan bentuk
itu pada tulang lain.Cth: antara gigi dengan rahang (art. dentoalveolaris)
d. Syndesmosis elastica: jaringan ikat penghubungnya merupakan jaringan ikat elastin. Cth: di antara
arc. Vertebra oleh lig.flavum
e. Syndesmosis fibrosa: jaringan ikat penghubungnya merupakan serat kolagen. Cth: antara ulna &
radius oleh membran interossa antebrachii
2. Synchondrosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang rawan. Cth:antara epifisis & diafisis
sebelum penulangan selesai, antara kedua ossa pubica
3. Synostosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang. Cth: antara epifisis & diafisis setelah
penulangan selesai, antara os ilium, os pubis, dan os ischium

Diartrosis (Art. SYNOVIALIS)

Pada diartrosis terdapat bagian-bagian sbb:


1. Ujung-ujung tulang yg bersendi: kepala sendi (caput articulare) & lekuk sendi (cavitas glenoidalis)
2. Simpai sendi (capsula articularis): stratum fibrosum (bgn luar) & stratum synoviale (bgn dlm)
3. Rongga sendi (cavum articulare) berisi cairan synovial. Cairan synovialis sebagai pelumas,
dihasilkan oleh lapisan pembungkus sendi (kapsul sendi) disebut membrana synovialis
4. Alat-alat khusus:
- tendon: membatasi gerak sendi & sebagai penyokong mekanik
- kartilago & bantalan lemak (fat pads): discus & meniscus articulares sbg alat menerima
tumbukan, penyangga, & untuk mengurangi diskongruen
- kandung sega (bursae mucosae) untuk memudahkan gerakan sendi
- ligament (accessories, extracapsular, & intracapsular ligaments)
21

Diartrosis berdasarkan kemungkinan gerak :

1. Sendi kejur (amphiartrosis): kemampuan gerak sangat sedikit Symphysis; dihubungkan oleh
fibrokartilago. Cth: intervertebral disc, pubic symphysis
2. Articulationes: kemampuan gerak luas
a. Sendi sumbu 1
(1) sendi engsel/ hinge joint (ginglymus): sumbu gerak tegak lurus pd arah panjang tulang. Cth:
art.interphalangeae, humero-ulnaris
(2) sendi kisar/ pivot joint (art trochoidea): sumbu gerak kira-kira sesuai dgn arah panjang tulang.
Cth: art.radioulnaris,atlantodentalis
b. Sendi sumbu 2: kedua sumbu gerak berpotongan tegak lurus
(1) Sendi telur/ ellipsoidal joint (art. Ellipsoidea): kepala sendi cekung berbentuk ellipsoid dg
sumbu panjang & sumbu pendek. Cth: art.radiocarpae
(2) Sendi pelana/saddle joint (art.sellaris): permukaan sendi berbentuk pelana; arah sumbu yg 1
permukaannya cembung & arah sumbu yg lain cembung. Cth: art.carpo-metacarpea
c. Sendi sumbu 3 (arthroida): kemampuan gerak paling luas; kepala sendi berbentuk bola
(1) Sendi peluru/ ball & socket joint (art. Globoidea): lekuk sendi mencakup kurang dari setengah
kepala sendi. Cth: art.humeri
(2) Sendi buahpala (enarthrosis spheroidea): lekuk sendi mencakup lebih dari setengah kepala
sendi. Cth: art coxae

Gerakan Sendi

1. Gerakan lurus (linear motion) - gliding


2. Gerakan sudut (angular motion) :* fleksi-ekstensi-hiperekstensi,* abduksi-adduksi, * sirkumduksi
3. Gerakan putar (rotation): * rotasi kanan-kiri, * rotasi medial-lateral ,* pronasi-supinasi
4. Gerakan khusus: * inversi-eversi, * dorsofleksi-plantar fleksi, * opposisi,* protraksi-retraksi,
* elevasi-depresi, * fleksi lateral
22

SISTEM OTOT
Myologi adalah cabang ilmu anatomi yang mempelajari tentang otot & struktur yang ada
hubungannya dengan otot, misal : tendo, aponeurosis, bursa dan fascia.
Tendon adalah serabut yang keras berupa jaringan ikat fibrosa yang biasanya menghubungkan otot
ke tulang dan mampu bertahan terhadap ketegangan. Tendon mirip dengan ligamen dan fascia karena mereka
semua terbuat dari kolagen di mana ligamen menghubungkan satu tulang ke tulang yang lain, sedangkan
fascia menghubungkan otot ke otot lain.
Otot (muscle) adalah jaringan tubuh yg berfungsi mengubah energi kimia menjadi kerja mekanik
sebagai respons tubuh terhadap perubahan lingkungan, mempertahankan postur tubuh dan posisi badan,
mendukung jaringan yang lunak, mempetahankan temperatur tubuh dan Otot memegang peranan penting di
dalam sistem gerak. Oleh karena itu, otot disebut sebagai alat gerak aktif.
Otot membentuk 43% berat badan, lebih 1/3-nya merupakan protein tubuh & -nya tempat
terjadinya aktivitas metabolik saat tubuh istirahat . Proses vital di dalam tubuh (spt. Kontraksi jantung,
kontriksi pembuluh darah, bernapas, peristaltik usus) terjadi krn adanya aktivitas otot .

Struktur Otot

Tiap serabut terdiri : Dinding sel ( sarcolema ), Plasma sel (sarcoplasma ), Inti sel (nucleus)
Tiap sel otot (seran lintang ) dibungkus jaringan ikat longgar yang disebut : endomysium
Beberapa serabut otot dibungkus : perimysium
Beberapa kelompok serat otot dibungkus : epimysium
23

Berdasarkan atas Sel-Sel Penyusunnya, otot dibagi menjadi 3 macam, yaitu:


Jenis Otot Ciri ciri Gambar
Otot polos Kontraksi non volunter, tidak disadari, tidak dapat
diperintah, bekerja lambat, teratur, dan tidak cepat lelah.
Terdapat pada organ-organ bagian dalam tubuh kita
Serat otot polos (tidak berserat), bentuk sel seperti
kumparan (fusiformis), memiliki 1 inti yang berada di
tengah.
Dipersarafi oleh saraf otonom (involunter)
Kontraksinya berfungsi mengetur aliran darah, gerakan
makanan di saluran cerna, aliran udara, aliran urin dll.

Otot lurik/ Pada Mikroskop terlihat seperti gambaran lurik-lurik


Skelet/ Bekerja secara sadar, menurut kehendak kita,bisa
Seran Lintang dikontrol dan dilatih sehingga disebut otot sadar
Serat otot berserat, sel panjang dan polinucleated
Dipersarafi oleh saraf motorik somatic (volunter)
Kontraksi perlu energi banyak sehingga dapat
menyebabkan kelelahan
Kontraksinya menyebabkan tulang bergerak (aktivitas
motorik)
Bentuk otot serat lintang :
Belah ketupat(m.fusciformis),Segi empat (m. quadratus),
Seperti bulu ayam(m.penniformis),Lingkaran (m.spincter
), Segi Tiga (m.triangularis
Perlekatan dapat pada tulang dan kulit
- Origo : tempat perlekatan otot yang diam
- Insertatio: tempat perlekatan otot yang bergerak
- misalnya otot lengan, otot paha, otot perut
Otot Jantung Hanya terdapat pada jantung
Otot polos yang bekerja involunter
Serat otot berserat,memiliki 1 inti
Secara morfologis seperti otot seran lintang, namun ber-
cabang- cabang
Secara fungsional seperti otot polos, dipersarafi oleh
saraf otonom
Kontraksinya berfungsi memompa darah keseluruh
tubuh

Fungsi Otot:

1. Otot Penggerak Utama


2. Menghasilkan gerakan rangka.
3. Mempertahankan sikap & posisi tubuh.
4. Menyokong jaringan lunak.
5. Menunjukkan pintu masuk & keluar saluran dlm sistem tubuh.
6. Mempertahankan suhu tubuh; kontraksi otot:energi panas
24

Aksi Otot Atau Macam Kontraksi:


1. Isometrik : panjang tetap, tonis 2. Isotonik : tonus tetap, otot memendek
3. Tetanik : kontraksi terus menerus 4. Ritmik : kontraksi berirama
5. Kontraktur : pemendekan otot permanen akibat kerusakan saraf atau struktur ototnya
6. Insufisiensi otot : Aktif Atau Pasif

Struktur Otot Rangka

Tendon :

Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Tendon: jaringan ikat fibrosa (tidak elastis) yang
tebal dan berwarna putih yg menghubungkan otot rangka dengan tulang.

Fascia
- Otot rangka mrpkn kumpulan fasciculus (berkas sel otot berbentuk silindris yg diikat oleh jaringan ikat).
- Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh jaringan ikat yg disebut epimysium (fascia).
- Setiap fasciculus dipisahkan oleh jar.ikat perimysium
- Di dlm fascicle, endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot.
- Di antara endomysium & berkas serat otot tersebar sel satelit yg berfungsi dlm perbaikan jaringan otot yang
rusak.
Komposisi Otot Rangka
25

Major Skeletal Muscles: Anterior View (The 40 superficial muscles here are divided into 10 regional
areas of the body)

Major Skeletal Muscles: Posterior View(The 27 superficial muscles here are divided into seven
regional areas of the body )
26

SYSTEM CARDIOVASCULAR
THE HEART

Anatomi Jantung

Jantung normal dibungkus oleh perikardium terletak pada mediastinum medialis dan sebagian
tertutup oleh jarinngan paru. Bagian depan dibatasi oleh sternum dan iga 3,4, dan 5. Hampir dua pertiga
bagian jantung terletak di sebelah kiri garis media sternum. Jantung terletak diatas diafragma, miring ke
depan kiri dan apeks kordis berada paling depan dari rongga dada. Apeks ini dapat diraba pada ruang sela iga
4 5 dekat garis medio- klavikuler kiri. Batas kranial dibentuk oleh aorta asendens, arteri pulmonal dan vena
kava superior. Berat Jantung normal: 300 350 gram (pria) dan 150-300 gram (wanita) atau kira-kira sebesar
kepalan tangan. Ukuran atrium kanan dan berat jantung berbeda- beda tergantung pada umur, jenis kelamin,
tinggi badan, lemak epikardium dan nutrisi seseorang. Darah yang dipompa ole jantung 5 lt/ menit. Fungsi
Jantung adalah sebagai pompa ganda agar terjadi aliran dalam pembuluh darah yang disebabkan adanya
pergantian antara kontraksi (sistolik) dan relaksasi (diastolik). Perikardium, adalah jaringan ikat tebal yang
membungkus jantung.
Anatomi jantung dapat dibagi dalam 2 kategori, yaitu anatomi luar dan anatomi dalam.
Anatomi luar, atrium dipisahkan dari ventrikel oleh sulkus koronarius yang mengelilingi
jantung.Pada sulkus ini berjalan arteri koroner kanan dan arteri sirkumfleks setelah dipercabangkan dari
aorta. Bagian luar kedua ventrikel dipisahkan oleh sulkus interventrikuler anterior di sebelah depan, yang
ditempati oleh arteri desendens anterior kiri, dan sulkus interventrikularis posterior disebelah belakang, yang
dilewati oleh arteri desendens posterior.
Anatomi dalam, jantung terdiri dari empat ruang yaitu atrium kanan dan kiri, serta ventrikel
kanan dan kiri dipisahkan oleh septum. Atrium kanan, darah vena mengalir kedalam jantung melalui vena
kava superior dan inferior masuk ke dalam atrium kanan, yang tertampung selama fase sistol ventrikel.
Secara anatomis atrium kanan terletak agak ke depan dibanding dengan ventrikel kanan atau atrium kiri.
Tebal rata rata dinding atrium kanan adalah 2 mm. Merupakan bagian jantung yang terletak paling jauh di
sisi kanan, yaitu kira-kira 2 cm di sebelah kanan tepi sternum setinggi sendi kostosternalis ke-3 sampai ke-6.
27

Ventrikel kanan, letak ruang ini paling depan di dalam rongga dada, yaitu tepat dibawah
manubrium sterni.Sebagian besar ventrikel kanan berada di kanan depan ventrikel kiri dan di medial atrium
kiri. Perbedaan bentuk kedua ventrikel dapat dilihat pada potongan melintang.Ventrikel kanan berbentuk
bulan sabit atau setengah bulatan, berdinding tipis dengan tebal 4 5 mm.
Ventrikel kiri, berbentuk lonjong seperti telur, dimana bagian ujungnya mengarah ke antero-
inferior kiri menjadi apeks kordis.Bagian dasar ventrikel tersebut adalah anulus mitral. Tebal dinding
ventrikel kiri adalah 2- 3 kali lipat diding ventrikel kanan. Tebal dinding ventrikel kiri saat diastol adalah 8
12 mm.
Katup jantung terdiri atas 4 yaitu katup trikuspid yang memisahkan atrium kanan dengan ventrikel
kanan , katup mitral atau bikuspid yang memisahkan antara atrium kiri dengan ventrikel kiri setra dua katup
semilunar yaitu katup pulmonal dan katup aorta. Katup pulmonal adalah katup yang memisahkan ventrikel
kanan dengan arteri pulmonalis. Katup aorta adalah katup yang memisahkan ventrikel kiri dengan aorta.
Jantung dipersarafi oleh sistem saraf otonom yaitu saraf simpatis dan parasimpatis. Serabut
serabut saraf simpatis mempersarafi daerah atrium dan ventrikel termasuk pembuluh darah koroner. Saraf
parasimpatis terutama memberikan persarafan pada nodus sinoatrial, atrioventrikular dan serabut serabut
otot atrium, dapat pula menyebar ke ventrikel kiri.
Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan yaitu endokardium, miokardium dan epikardium.
Endokardium, merupakan bagian dalam dari atrium dan ventrikel. Endokarium homolog dengan tunika
intima pada pembuluh darah. Endokardium terdiri dari endotelium dan lapisan subendokardial. Endotelium
pada endokardium merupakan epitel selapis pipih dimana terdapat tight/occluding junction dan gap junction.
lapisan subendokardial terdiri dari jaringan ikat longgar. Di lapisan subendokardial terdapat vena, saraf, dan
sel purkinje.
Miokardium, terdiri dari otot polos. Miokardium pada ventrikel kiri lebih tebal dibandingkan pada
ventrikel kanan. Sel otot yang khusus pada atrium dapat menghasilkan atriopeptin, ANF ( Atrial Natriuretic
Factor), kardiodilatin dan kardionatrin yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan
elektrolit. Miokardium terdiri dari 2 jenis serat otot yaitu serat konduksi dan serat kontraksi.
Serat konduksi pada jantung merupakan modifikasi dari serat otot jantung dan menghasilkan
impuls. Serat konduksi terdiri dari 2 nodus di dinding atrium yaitu nodus SA dan AV, bundle of His dan
serat purkinje.
Serat purkinje merupakan percabangan dari nodus AV dan terletak di sub endokardial. Sel purkinje
mengandung sitoplasma yang besar, sedikit miofibril, kaya akan mitokondria dan glikogen serta mempunyai
1 atau 2 nukleus yang terletak di sentral.
Kerangka jantung, jaringan ikat tersusun kompak pada bagian tengah jantung yang merupakan
tempat pijakan atau landasan ventrikel, atrium dan katup katup jantung. Bagian tengah badan jaringan ikat
tersebut disebut trigonum fibrosa dekstra, yang mengikat bagian medial katup trikuspid, mitral, dan anulus
28

aorta. Jaringan ikat padat ini meluas ke arah lateral kiri membentuk trigonum fibrosa sinistra. Perluasan
kedua trigonum tersebut melingkari katup trikuspid dan mitral membentuk anuli fibrosa kordis sebagai
tempat pertautan langsung otot ventrikel, atrium, katup trikuspid,dan mitral.
Pembungkus Jantung; Jantung di bungkus oleh jaringan fibrosa yang disebut dengan
pericardium. Pericardium Parietal merupakan pembungkus jantung yang melekat ke dinding dada.
Pericardium visceral merupakan pembungkus jantung yang melekat ke otot jantung.

Siklus Jantung
Siklus jantung adalah periode dimulainya satu denyutan jantung dan awal dari denyutan selanjutnya.
Siklus jantung terdiri dari periode sistol dan diastol. Sistol adalah periode kontraksi dari ventrikel, dimana
darah akan dikeluarkan dari jantung. Diastol adalah periode relaksasi dari ventrikel, dimana terjadi pengisian
darah.
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya
jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi
mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara
bersamaan.Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari
seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah
atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.
Dua bunyi jantung utama dalam keadaan normal dapat didengar dengan stetoskop selama siklus
jantung.Bunyi jantung pertama bernada rendah, lunak, dan relatif lama-sering dikatakan terdengar seperti
lub.
Bunyi jantung kedua memiliki nada yang lebih tinggi, lebih singkat dan tajam- sering dikatakan
dengan terdengar seperti dup. Bunyi jantung pertama berkaitan dengan penutupan katup AV , sedangkan
bunyi katup kedua berkaitan dengan penutupan katup semilunar. Pembukaan tidak menimbulkan bunyi
apapun. Bunyi timbul karena getaran yang terjadi di dinding ventrikel dan arteri arteri besar ketika katup
menutup, bukan oleh derik penutupan katup. Karena penutupan katup AV terjadi pada awal kontraksi
ventrikel ketika tekanan ventrikel pertama kali melebihi tekanan atrium, bunyi jantung pertama menandakan
awitan sistol ventrikel.Penutupan katup semilunaris terjadi pada awal relaksasi ventrikel ketika tekanan
ventrikel kiri dan kanan turun di bawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis. Dengan demikian bunyi jantung
kedua menandakan permulaan diastol ventrikel.
29

Denyut Jantung Dan Tekanan Darah


Kecepatan denyut jantung terutama ditentukan oleh pengaruh otonom pada nodus SA. Nodus SA
dalam keadaan normal adalah pemacu jantung karena memiliki kecepatan depolarisasi paling tinggi.
Penurunan gradual potensial membran secara otomatis antara denyutan secara umum dianggap disebabkan
oleh penurunan permeabilitas terhadap K+.
Tekanan darah adalah tekanan yang diberikan oleh darah setiap satuan luas pada pembuluh darah.
Tekanan darah terdiri atas tekanan sistol dan diastol (telah dijabarkan diatas tentang sistol dan diastol).
Tekanan dipengaruhi oleh curah jantung dengan resistensi perifer.
Curah jantung adalah volume darah yang dipompa oleh tiap tiap ventrikel per menit. Dua faktor
penentu curah jantung adalah kecepatan denyut jantung dan volume sekuncup. Volume sekuncup adalah
volume darah yang dipompa per denyut. Peningkatan volume diastolik akhir akan menyebabkan peningkatan
volume sekuncup. Hal ini disebabkan oleh semakin besar pengisian saat diastol, semakin besar volume
diastolik akhir dan jantung akan semakin teregang.Semakin teregang jantung, semakin meningkat panjang
serat otot awal sebelum kontraksi. Peningkatan panjang menghasilkan gaya yang lebih kuat pada kontraksi
jantung berikutnya dan dengan demikian dihasilkan volume sekuncup yang lebih besar. Hubungan intrinsik
antara volume diastolik akhir dan volume sekuncup ini dikenal sebagai hukum Frank Starling pada
jantung.

Sirkulasi Jantung
30

Sirkulasi darah ditubuh ada dua yaitu sirkulasi paru dan sirkulasi sistemis. Sirkulasi paru dimulai
dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis, arteri besar dan kecil, kapiler lalu masuk ke paru, setelah dari paru
keluar melalui vena kecil, vena pulmonalis dan akhirnya kembali ke atrium kiri. Sirkulasi ini mempunyai
tekanan yang rendah kira kira 15 20 mmHg pada arteri pulmonalis. Sirkulasi sistemik dimulai dari
ventrikel kiri ke aorta lalu arteri besar, arteri kecil, arteriol lalu ke seluruh tubuh lalu ke venule, vena kecil,
vena besar, vena cava inferior, vena cava superior akhirnya kembali ke atrium kanan.
Pada Sirkulasi Janin. Darah janin di bawa ke dan dari plasenta oleh arteri dan vena umbilicus (1
arteri umbilicus dan 2 vena umbilicus). Kebanyakan darah yang masuk ke dalam atrium kanan, melewati
vena kava inferior melalui sebuah muara di septum atrial, yang disebut foramen ovale, yang secara langsung
masuk ke dalam atrium kiri dan kemudian ke dalam ventrikel kiri dan aorta. Darah yang kembali ke atrium
kanan melalui vena kava superior, masuk ke dalam ventrikel kanan dan badan pulmonal. Setelah itu hanya
sebagian kecil darah masuk kedalam paru.
Sirkulasi portal mencakup semua vena yang membawa darah dari bagian abdomen sistem cerna dan
dari limpa,pancreas dan kandung empedu. Darah dari organ organ tersebut dibawa oleh vena porta ke hati
yang berakhir di pembuluh darah kapiler hati yang disebut sinusoid. Darah dari hati di bawaoleh vena
hepatica ke vena kava inferior.

Sistem Vaskuler
Secara anatomi dibagi : Sistem distribusi (arteri & arteriola)/windkessel vessels berfungsi sebagai
transport/penyalur darah ke organ dan jar sel tubuh, mengatur aliran ke bag tubuh yg membutuhkan ,
menjalarkan tekanan pulsasi dr jantung ke seluruh pembuluh darah. Sistem difusi (kapiler)/resistance vessels
berfungsi sebagai tempat terjadi difusi O2, CO2, zat gizi dan sisa metababolisme dan dengan arteriola
(precapillary resistance) dan venula (postcapillary resistance) memelihara tahanan atau resistance vaskuler .
Sistem pengumpul / capasitance vessels berfungsi sebagai menerima dan mengumpulkan darah dari kapiler,
pembuluh limfe dan atau langsung dari sistem arteri dan Saluran yang distensible dan berfungsi mengalirkan
kembali darah ke jantung.
Sistem vaskuler merupakan sistem saluran tertutup. Darah mengalir karena jantung selalu
berkontraksi dan berelaksasi yang menyebabkan perubahan tekanan shg dapat memompa darah dari dan ke
jantung kembali. Dalam perjalannya mengalami perubahan hemodinamik oleh karena susunan fisiohistologis
tiap bagian pembuluh darah tidak sama .

Pemeriksaan Penunjang
EKG ( elektrokardiogram) adalah rekaman sebagian kecil arus listrik yang dihasilkan oleh otot
jantung selama depolarisasi dan repolarisasi yang mencapai permukaan tubuh dan dideteksi oleh elektroda
pencatat. EKG adalah grafik yang dibentuk oleh elektrokardiograf. Informasi yang dapat kita dapatkan dari
31

rekaman EKG adalah gangguan ritme jantung seperti aritmia, gangguan elektrolit, abnormalitas konduksi,
hipertrofi atrium dan ventrikel, deteksi penyakit bukan jantung, pengaruh obat obatan.
Ada 3 sadapan yang terdapat pada EKG yaitu sadapan bipolar dan sadapan unipolar. Sadapan bipolar
adalah I yang merupakan sadapan anggota badan, II yang merupakan beda potensial antara elektroda negatif
di lengan kanan dan elektroda positif di lengan kiri, dan III yang merupakan beda potensial antara elektroda
negatif lengan kiri dan elektroda positif di tungkai kiri. Sadapan unipolar adalah sadapan prekordial dan
sadapan augmented. Sadapan augmented adalah AVFyang merupakan beda potensial antara jantung dengan
tungkai, AVR yang merupakan beda potensial antara jantung dengan lengan kanan, dan AVL yang
merupakan beda potensial antara jantung dengan lengan kiri. Sadapan prekordial adalah V1 V6. Sadapan V
1 terletak di ruang interkostal IV di kanan sternum. Sadapan V2 terletak di ruang interkostal IV di kiri
sternum. Sadapan V3 diletakkan diantara sadapan V2 dan V4. Sadapan V4 diletakkan di ruang interkostalis
V sejajar dengan garis mid klavikularis kiri. Sadapan V5 diletakkan secara mendatar dengan V 4 di linea
axillaris anterior. Sadapan V6 diletakkan secara mendatar dengan V4 V5 di mid axillaris.

Gelombang P adalah depolarisasi dari atrium kiri dan kanan. Segmen PR merupakan perlambatan
nodus AV.Kompleks QRS adalah depolarisasi ventrikel ( repolarisasi atrium). Segmen ST adalah kontraksi
ventrikel dan pengosongan ventrikel. Gelombang T merupakan repolarisasi ventrikel. Interval TP adalah
relaksasi ventrikel dan mengisi diri.
Nilai normal untuk gelobang P adalah 0,08 0,1 s, interval PR adalah 0,12 0,2 s, interval QT
adalah 0,32 0,4 s, dan kompleks QRS adalah 0,06 0,1s. Ada tiga cara untuk menghitung laju jantung dari
EKG yaitu:
1. Jarak R- R: 2. Hitung jumlah R-R dalam 6 kotak besar = 6
1 kotak sedang = 300 x/menit detik jumlah R x 10 = heart rate / menit.
2 kotak sedang = 150 x/menit
3 kotak sedang = 100 x/menit 3. 1500/ jarak R-R ( dalam mm) = heart rate /
4 kotak sedang = 75 x/menit menit.
5 kotak sedang = 60 x/menit
6 kotak sedang = 50 x/menit
32

Anatomi Pembuluh Darah

Aorta dan arteri besar ; memiliki dinding yang tebal dan di dominisi tunika media yang banyak
mengandung jaringan ikat elastic
Arteri kecil dan arteriola lebih banyak mengandung mengandung otot polos.
Arteriola merupakan ujung pembuluh nadi dimana awal mikro sirkulasi. Kemudian bercabang
membentuk anyaman kapiler.
Urutan arteri dari yang terbesar sampai yang terkecil : aorta arteri besar arteri kecil arteriola
Urutan vena dari yang terbesar sampai yang terkecil : Vena cava vena besar vena kecil venula
Urutan aliran darah : aorta arteri besar arteri kecil arteriola venula - vena kecil vena besar
vena cava

Darah
Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian.
Sekitar 58 persennya adalah cairan, sedangkan 42 persen terdiri atas sel darah. nilai hematokrit
Volume darah secara keseluruhan kira-kira 1/13 berat badan atau kira-kira 4 - 5 liter.
Makroskopis warna merah
Mikroskopis sel-sel darah
Darah yang banyak mengandung CO2 warnanya merah tua.

Fungsi Darah
Sebagai alat pengangkut yaitu:
Mengambil O2 zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkan keseluruh jaringan tubuh.
Mengangkat CO2 dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru
33

Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk diedarkan dan dibagikan keseluruh
jaringan / alat tubuh.
Mengangkat dan mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk dikeluarkan
melalui kulit dan ginjal.
Sebagai pertahanan tubuh terhadap bibit penyakit dan racun yang akan membinasakan tubuh dengan
perantara leukosit, antibody/ zat-zat anti racun.
Menyebarkan panas keseluruh tubuh.

Susunan Darah
Serum darah atau plasma terdiri atas:
Air : 91,0 persen
Protein : 8,0 persen (albumin,glubulin,protombin dan fibrinogen)
Mineral : 0,9 persen (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium,
fosfor, magnesium dan besi)
Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organik, yaitu: glukose, lemak, urea,asam urat,kreatinin,
kholestol dan asam amino.
Plasma juga berisi : Gas oksigen dan karbon dioksida, Hormon-hormon, Enzim, dan
Antigen.
Sel darah terdiri atas tiga jenis:
Eritrosit atau sel darah merah, - Trombosit atau butir pembeku.
Leukosit atau sel arah putih, dan
34

Sel Darah Merah

Cakram kecil bikonkaf, cekung pada kedua sisinya, tidak mempunyai inti.
Ukuran diameternya kira-kira 7,7 (0,0007 mm). Tidak dapat bergerak. Banyaknya kira-kira 4,5 - 5
juta dalam 1 mm3
Warnanya kuning tua pucat kemerah-merahan ok hemoglobin
SDM memerlukan :
protein ok strukturnya terbentuk dari asam amino.
zat besi
Dibentuk di dalam sumsum tulang, terutama dari tulang pendek, pipih dan tak beraturan, dari
jaringan kanselus pada ujung tulang pipa dan dari sumsum dari batang iga iga dan dari sternum .
Haemoglobin protein yang kaya akan zat besi.
Memiliki afinitas (daya gabung) terhadap oksigen oksi hemoglobin oksigen dibawa dari paru-
paru ke jaringan-jaringan.
Fungsi hemoglobin mengikat O2 dan CO2
Pengikatan O2 oksihemoglobin (Hb+O2 HbO2) setelah tiba dijaringan, akan dilepas HbO2
Hb + O2 dan seterusnya Hb akan mengikat dan bersenyawa dengan CO2 dan disebut karbon
dioksida hemoglobin (Hb + CO2 HbCO2)
Hidup darah merah kira kira 115 hari dihancurkan dalam sistema retikulo endotelial, terutama
dalam limpa dan hati .
Hemoglobin :
Globin dipecah menjadi asam amino
zat besi dalam hem digunakan lagi.
Sisa hem di ubah menjadi bilirubin (pigmen kuning) dan biliverdin .

Sel Darah Putih

Bentuk bening dan tidak berwarna, lebih besar dari Sel darah merah
Dapat berubah-rubah bentuk dan dapat bergerak perantaraan kaki-kaki palsu (Pseudopodia)
Mempunyai bermacam-macam inti sel
Fungsinya:
Perlindungan terhadap kuman
Sebagai pengangkut yaitu: mengangkut/ membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa
terus kepembuluh darah.
Trombosit
Kira-kira sepertiga ukuran sel darah merah.
Peranannya penting dalam pembekuan darah.
200.000-300.000/ mm3.
Jika banyaknya kurang dari normal luka darah tidak lekas membeku sehingga timbul perdarahan
yang terus menerus.
35

SISTEM RESPIRATORIA

Pengertian Pernapasan
Pernapasan (respirasi) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung O2 (oksigen) ke
dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung CO2 (karbondioksida) sebagai sisa dari
oksidasi keluar tubuh. Penghisapan ini disebut inspirasi dan menghembuskan disebut ekspirasi.
Sistem pernapasan terdiri atas paru-paru dan sistem saluran yang menghubungkan jaringan paru
dengan lingkungan luar paru yang berfungsi untuk menyediakan oksigen untuk darah dan membuang
karbondioksida.
Sistem Pernapasan secara umum terbagi atas :
1. Bagian Konduksi
Bagian konduksi terdiri atas rongga hidung, nasofaring, laring, trakea, bronkus, dan bronkiolus.
Bagian ini berfungsi untuk menyediakan saluran udara untuk mengalir ke dan dari paru-paru untuk
membersihkan, membasahi, dan menghangatkan udara yang diinspirasi.
2. Bagian Respirasi
Bagian ini terdiri dari alveoli, dan struktur yang berhubungan. Pertukaran gas antara udara dan darah
terjadi dalam alveoli. Selain struktur diatas terdapat pula struktur yang lain, seperti bulu-bulu pada pintu
masuk yang penting untuk menyaring partikel-partikel yang masuk. Sistem pernafasan memiliki sistem
pertahanan tersendiri dalam melawan setiap bahan yang masuk yang dapat merusak.
36

Zona konduksi / ruang rugi anatomis


Trakea ~ bronkiolus terminalis
Bagian saluran napas tempat aliran
udara dari luar ke dalam paru
Zona respirasi
Bronkiolus respiratori ~ alveolus
Berfungsi untuk proses pertukaran gas
(difusi)

Terdapat tiga kelompok mekanisme pertahanan yaitu :


a. Arsitektur saluran nafas; bentuk, struktur, dan caliber saluran nafas yang berbeda-beda merupakan
saringan mekanik terhadap udara yang dihirup, mulai dari hidung, nasofaring, laring, serta percabangan
trakeobronkial. Iritasi mekanik atau kimiawi merangsang reseptor disaluran nafas, sehingga terjadi
bronkokonstriksi serta bersin atau batuk yang mampu mengurangi penetrasi debu dan gas toksik kedalam
saluran nafas .
b. Lapisan cairan serta silia yang melapisi saluran nafas, yang mampu menangkap partikel debu dan
mengeluarkannya.
c. Mekanisme pertahanan spesifik, yaitu sistem imunitas di paru yang berperan terhadap partikel-partikel
biokimiawi yang tertumpuk di saluran nafas
Pernapasan eksternal: pertukaran gas-gas pernapasan antara tubuh dan lingkungan sekitarnya
Pernapasan internal : pertukaran gas-gas antara sel-sel jarigan dan lingkungan cairan sekitarnya.
Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang nafas ke udara dilakukan dengan 2 cara
pernafasan yaitu:
Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk. Mekanismenya dapat
dibedakan sebagai berikut.
Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antar tulang rusuk sehingga rongga dada
membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar
sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi
semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai
akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara
dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
37

Pernapasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan
sebagai berikut.
Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar,
akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara
luar yang kaya oksigen masuk.
Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diafragma ke posisi semula
yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya,
tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam
rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Hukum dasar aliran udara inspirasi dan ekspirasi :


Hukum Boyle :
Peningkatan volume akan menurunkan tekanan gas dan sebaliknya, penurunan volume akan
meningkatkan tekanan gas
Gas akan mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah

Saluran pernafasan terdiri dari rongga hidung, rongga mulut, faring, laring, trakea, Bronchi dan paru.
Laring membagi saluran pernafasan menjadi 2 bagian, yakni saluran pernafasan atas dan saluran
pernafasan bawah.
Hanya satu lapis membran yaitu membran alveoli, memisahkan oksigen dan darah oksigen menembus
membran ini dan dipungut oleh hemoglobin sel darah merah dan dibawa ke jantung. Dari sini dipompa
didalam arteri kesemua bagian tubuh. Darah meninggalkan paru-paru pada tekanan oksigen 100 mm hg dan
tingkat ini hemoglobinnya 95%. Di dalam paru-paru, karbon dioksida, salah satu hasil buangan. Metabolisme
38

menembus membran alveoli, kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronchial, trakea,
dinafaskan keluar melalui hidung dan mulut.

Anatomi Dan Fisiologis Sistem Pernafasan Manusia


Hidung
Struktur berongga yang disebut dengan rongga hidung (cavum nasalis). Memiliki rambut pendek
dan tebal untuk menyaring udara dan menangkap kotoran yang masuk bersama udara. Nasi (hidung)
dibentuk oleh os nasale dan tulang rawan. Terdapat nares anterior yang menghubungkan rongga hidung
atau cavum nasi dengan dunia luar dan akan bermuara menuju vestibulum nasi. Cavum nasi dilapisi selaput
lendir yang sangat kaya pembuluh darah, dan berhubungan dengan pharynx dan selaput lendir pada sinus
yang mempunyai lubang yang berhubungan dengan rongga hidung. Septum nasi memisahkan cavum nasi
menjadi dua. Struktur tipis ini terdiri dari tulang keras dan tulang rawan, dapat membengkok ke satu sisi
lain, dan kedua sisinya dilapisi oleh membran mukosa.
Fungsi Hidung :
1. Warming ; Penyesuaian suhu udara luar ke suhu dalam paru
2. Humidifying : Penyesuaian kelembaban udara dari rendah ke 100 %
3. Filtering : Melaksanakan filter terhadap debu yang berukuran 5 mikron ke atas
4. Defence : Pertahanan terhadap masuknya baksil yang ikut masuk bersama udara

Faring
Tempat persimpangan antara saluran pernapasan pada bagian depan (anterior) dan saluran
pencernaan pada bagian belakang (posterior).
Tekak terdiri dari bagian superior (bagian yang sama tinggi dengan hidung), bagian media (bagian
yang sama tinggi dengan mulut), dan bagin inferior (bagian yang sama tinggi dengan laring). Bagian superior
di sebut nasofaring, pada nosafaring bermuara tuba yang menghubungkan tekak dengan ruang gendang
telinga. Bagian media di sebut orofaring, bagian ini berbatas ke depan sampai di akar lidah, bagian inferior
di sebut laringofaring yang menghubungkan orofaring dengan laring.

Larings
Pintu masuk (spincter) saluran respirasi antara tekak & trakea
Organ pembentuk pita suara melalui glotis dan lipat pita suara bergerak bersama otot intrinsik
dan ekstrinsik
Terletak setinggi vertebra servikal 2,3,4,5 & 6
Dipersyarafi N.Vagus cabang laringeal superior, bagian internal sensorik & eksternal motorik
39

Larynx & vocal cords : Pita suara adalah dua lipatan membran mukosa yang bergetar dan
menghasilkan suara saat kita berbicara. Salah satu ujungnya melekat pada cartilago di depan larynx.
Ujung lainnya melekat di cartilago yang dapat bergerak bebas dan membuat pita bergetar dan
Menghasilkan suara. Pita suara sangat fleksibel, relaksasi membuat suara rendah dan merapatkan
Keduanya akan menghasilkan suara tinggi.
vocal cords and rima glottidis muscles : m. crico-thyroid, m.crico-arytenoideus posticus, m.crico-
arytenoideus lateralis, m.arytenoideus, m.thyro-arytenoideus

Laring mempunyai tiga fungsi penting. Cartilago thyroid dan cricoid berfungsi untuk membuka jalan
pergerakan aliran udara. Epiglottis dan plica vestibular mencegah material yang akan ditelan masuk ke dalam
larynx. Plica vocalis adalah sumber utama produksi suara. Udara selama ekspirasi bergerak melewati plica
vocalis sehingga menggetarkan dan memproduksi suara.

Trakea
Trachea adalah tabung fleksibel dengan panjang kira-kira 10 cm dengan lebar 2,5 cm. Trachea
berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher dan di belakang manubrium sterni, berakhir
setinggi angulus sternalis (taut manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebrata
thoracicae V dan bercabang menjadi dua bronchus (bronchi). Trachea tersusun atas 16 - 20 cincin terbuka
yang terbentuk dari tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi
lingkarannya di sebelah belakang trachea, selain itu juga membuat beberapa jaringan otot.

Bronchus
Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrae thoracicae V,
mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronchi (jamak) berjalan ke
bawah dan menyamping, ke arah hilus pulmonalis. Bronchus kanan lebih pendek dan lebih lebar, dan lebih
vertikal daripada yang kiri, sedikit lebih tinggi dari arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama
di bawah arteri, disebut bronchus lobus inferior. Bronchus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang
kanan, dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelum di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan ke
lobus pulmo atas dan bawah.
Cabang utama bronchus principalis dextra et sinistra bercabang menjadi bronchus lobaris sesuai
dengan banyak lobus yang ada di pulmo dextra ataupun sinistra, kemudian menjadi lobus segmentalis sesuai
dengan banyak segmen yang ada. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya semakin
kecil, sampai akhirnya menjadi bronchiolus terminalis, yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung
alveoli (kantong udara). Bronchiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih 1 mm. Bronchiolus tidak
40

diperkuat oleh cincin tulang rawan. Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah.
Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronchiolus terminalis berfungsi utama sebagai penghantar
udara ke tempat pertukaran gas pulmo.
Alveolus yaitu tempat pertukaran gas asinus terdiri dari bronchiolus dan respiratorius yang terkadang
memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya.

Paru-Paru (Pulmo/Lungs)
Berjumlah dua
Berbentuk kerucut
Bagian:
Apex: ujung kerucut
Basis: lebih luas, concav, di atas Diagragma
Permukaan external : thorax convex
Permukaan internal : concav
Tepi anterior tajam, tipis
Tepi posterior tumpul, panjang dan membulat
Terbagi menjadi lobus-lobus

Perbedaan Paru kanan dan kiri


Paru Kanan Paru Kiri
> Luas > Kecil
> Berat > Ringan
> Pendek > Panjang
Terdiri atas 3 lobus Terdiri atas 2 lobus
(superior,medius,inferior) (superior, inferior)
Berbatas dengan hepar Berbatas dengan hepar,
setelah diafragma gaster, lien dan jantung

Pleura
Membrana serosa yang tipis dan meliputi paru eksternal
Terdiri atas 2 lapisan :
1. Pleura parietalis : melapisi dinding thorax, terdiri atas Pars cervicale, costalis, diafragmatica,
mediastinalis.
2. Pleura Visceralis : melapisi dinding luar Paru.
Fungsi: cairan pleura membantu paru dapat bergerak
41

Pulmo mendapat suplai darah dari arteri pulmonalis dan arteri bronchialis yang bercabang-cabang
sesuai segmennya. Serta diinnervasi oleh saraf parasimpatis melalui nervus vagus dan simpatis melalui
truncus simpaticus. Tekanan darah pulmoner adalah sekitar 15 mmHg. Fungsi sirkulasi pulmo adalah
karbondioksida dikeluarkan dari darah dan oksigen diserap, melalui siklus darah yang kontinue mengelilingi
sirkulasi sistemik dan parsial, maka suplai oksigen dan pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dapat
berlangsung bagi semua sel.

Tahap Respirasi
Ventilasi : Peristiwa masuk dan keluarnya udara ke dalam paru
Difusi : Perpindahan O2 darah alveoli ke dalam darah dan CO2
dari darah ke alveoli
Perfusi : Distribusi darah ke dalam paru

Kapasitas Paru
Volume inspirasi biasa Vol. Tidal ( 500 ml )
Tambahan udara inspirasi dapat mencapai 2.5 L
Pernafasan orang dewasa normal saat istirahat 16 x / menit.
Kerja fisik dapat meningkat 25 x / menit.
42

Pusat Pernafasan
Pusat pernapasan berada di sebelah bilateral medula oblongata dan pons. Daerah ini dibagi menjadi
3 kelompok neuron utama :
(1) kelompok pernapasan dorsal, di bagian dorsal medula yang terutama menyebabkan inspirasi,
(2) kelompok pernapasan ventral, terletak di ventromedial medula,
(3) pusat pneumotaksik, di sebelah dorsal bagian superior pons, yang membantu mengatur kecepatan dan
pola bernapas.

Kondisi Patologis
Telah disinggung sebelumnya bahwa organ respirasi bagian bawah lebih luas dari bagian atas
sehingga organ bawah lebih rentan akan kondisi patologis. Hiperventilasi alveolar adalah keadaan dimana
konsentrasi CO2 yang masuk meningkat dan merangsang kemoreseptor untuk meningkatkan ventilasi.
Hiperventilasi juga dapat terjadi saat anxietas dan saat berada di dataran tinggi, dimana tekanan O2 rendah
yang akan menuju ke rangsangan hipoksia dari kemoreseptor periferal. Sedangkan hipoventilasi alveolar
dapat terjadi pada beberapa situasi seperti penyakit pada SSP, konsumsi obat obatan, kelemahan atau
kelumpuhan otot pernapasan, dan saat resistensi tinggi sehingga timbul kelelahan otot pernapasan.
Hipoventilasi alveolar ini dapat mengakibatkan retensi CO2 yang berakhir pada penyakit paru obstruktif
kronik (PPOK). Peningkatan ruang mati fisiologi biasanya ditemukan pada pasien dengan PPOK dan emboli
paru

Tanda-Tanda Dan Gejala Gangguan Pernafasan


1. Gejala Lokal
a. Batuk
Batuk merupakan gejala yang paling umum akibat penyakit pernafasan. Batuk bisa bersifat kering atau
basah tergantung dari pada produksi sekrit.
B. Sesak
Keadaan ini merupakan akibat kurang lancarnya pemasukan udara saat inspirasi ataupun pengeluaran
udara saat ekspirasi, yang disebabkan oleh adanya penyempitan ataupun penyumbatan pada tingkat
bronkeolus/bronkus/trakea/larings.
c. Pengeluaran Dahak
Dahak orang dewasa normal membentuk sputum sekitar 100 ml per hari dalam saluran nafas,
sedangkan dalam keadaan gangguan pernafasan sputum dihasilkan melebihi 100 ml per hari.
d. Batuk Darah
Adanya lesi saluran pernafasan dari hidung - paru yang juga mengenai pembuluh darah.
43

e. Nyeri Dada
Nyeri dada terjadi dari berbagai penyebab, tetapi yang paling khas dari penyakit paru-paru adalah
akibat radang pleura.

2. Gejala Umum
Gejala-gejala yang disebut di atas bersifat setempat. Beberapa penyakit memberi juga gejala umum,
seperti suhu badan meninggi, pusing dan mabuk kepala, tidak suka makan, rasa lesu/lemah, keringat dingin
dan sebagainya.

Gangguan Pada Sistem Pernapasan


44

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Proses Reproduksi
Masa kanak-kanak
Anak wanita Anak laki-laki (pria)
Belum ada perbedaan antara anak wanita dengan Belum ada perbedaan antara anak wanita dengan pria
pria kecuali pada Alat kelamin kecuali pada Alat kelamin
Dada tetap rata (flat) Dada sampai dewasa tetap rata (flat)
Bahu & panggul sama besarnya Bahu & panggul sama besarnya
Belum mengalami Menarche (menstruasi Pertama) Belum mengalami mimpi Basah (sweat dream)
Rambut halus pada Ketiak (axis) dan Kemaluan Rambut halus pada Ketiak (axis) dan Kemaluan
(pubis) belum Tumbuh

Masa remaja (akil baliq)


Remaja wanita ((13Thn)) Remaja pria ((16 thn))
Payudara mulai berkembang, baik aerola & putting Payudara (dada) tetap rata (flat) tidak berkembang
Mengalami menarche pada usia antara 9 -14 thn Mengalami mimpi basah Pada usia antara 13-16 thn
Bahu tetap, tetapi Panggul mulai sedikit melebar Bahu mulai sedikit melebar, tetapi panggul tetap ramping
Rambut axis & pubis Mulai tumbuh (segitiga) Rambut axis &pubis mulai tumbuh (empat Persegipanjang)

Masa dewasa (adult)


Wanita dewasa Pria dewasa
Payudara pertumbuhan maksimal Dada tetap rata
Panggul melebar secara maksimal Bahu melebar secara maksimal
Menstruasi akan sangat teratur Mimpi basah bisa jadi teratur 1 bulan sekali
Pertumbuhan rambut axis semakin lebat ((umumnya Pertumbuhan rambut axis semakin lebat,, juga rambut Pubis
wanita mencukurnya)),, Tumbuh jakun (adams apple))
Rambut pubis semakin rimbun

Alat Reproduksi Wanita


Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul. Eksternal
(sampai vagina) : fungsi kopulasi, Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst,
implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.
45

Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon- hormon gonadotropin /
steroid dari poros hormonal thalamus - hipothalamus- hipofisis - adrenal - ovarium.
Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus
reproduksi : payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya

Genitalia Eksterna
Vulva
Tampak dari luar ( mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia
mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada
dinding vagina.

Mons Pubis / Mons Veneris


Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi
rambut pubis.
Labia Mayora
Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena.
Homolog embriologik dengan skrotum pada pria.
Labia Minora
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat
pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.
Clitoris
Terdiri dari caput/glans clitoris yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoris yang
tertanam di dalam dinding anterior vagina. Homolog embriologik dengan penis pada pria . Terdapat juga
reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif.
Vestibulum
Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae
Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.
46

Introitus / Orificium Vagina


Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu
selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan. Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah
menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau
trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya
berbentuk fimbriae). Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup
total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.

Variasi Bentuk Selapu Dara


Selaput dara tipe anular merupakan bentuk selaput dara yang sempurna. Disebut tipe anular
karena bentuknya bulat penuh seperti cincin dan bentuk yang paling sering ditemukan.
Himen tipe septum karena adanya selaput yang membentuk septum atau jembatan pada muara
vagina karena pembuatan lubang yang tidak sempurna.
Himen tipe bulan sabit. Berbentuk cincin yang tidak sempurna bulatannya.
Tipe selaput dara yang jarang ditemukan dimana berbentuk bibir vulva. Terjadi gannguan saat
pembentukan lubang.
Selaput dara dengan tipe Fimbia ditandai dengan pola tidak teratur (ireguler) pada dindingnya.
Himen tipe dentikuler karena berpola seperti gigi disekeliling himen.
Himen tipe subseptus, merupakan tipe himen yang jarang ditemukan.Bentuknya seperti septum
namun tidak penuh (mirip bentuknya dengan anak tekak)
Kelainan Selaput Dara Yang Membutuhkan Operasi Perbaikan
Disebut sebagai hymen kribiformis yang ditandai dengan banyaknya lubang kecil seperti
saringan. Sering ditemukan kesulitan dalam berhubungan seksual dan membutuhkan
pembedahan untuk koreksi.
Pada beberapa gadis hanya ditemukan lubang yang sangat kecil (seperti pentul jarum). Dapat
menimbulkan kesulitan dalam hubungan seksual dan membutuhkan pembedahan untuk
melebarkan lubangmya.
Himen imperforate atau hymen yang tidak memiliki lubang. Biasanya ditemukan pada bayi
baru lahir. Apabila lubang tidak berbentuk hingga dewasa maka akan terjadi gangguan dalam
mentruasi. Ditemukan pada 1 dalam 2000 wanita. Pada wanita tersebut harus dilakukan
tindakan operasi untuk membuat saluran hymen.
47

Vagina
Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal
sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix. Vagina memiliki dinding
ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid.
Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi
(persetubuhan). Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding
vagina, sangat sensitive terhadap stimulasi orgasmus vaginal.
Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator
ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).
Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina. Perineum meregang pada
persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.

Genitalia Interna

Uterus
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa). Selama kehamilan
berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus. Pada saat persalinan dengan adanya
kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan. Terdiri dari corpus, fundus,
cornu, isthmus dan serviks uteri.

Serviks Uteri
Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina)
dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan
glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan
lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium
48

uteri internum (dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum
bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi
serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica.

Corpus Uteri
Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di
intraabdomen,tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah
serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding
cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormone ovarium. Posisi corpus
intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria.

Vaskularisasi Uterus
Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang
aorta abdominalis.

Salping / Tuba Falopii


Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm,
berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri. Dinding tuba terdiri tiga lapisan
: serosa, muscular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia. Terdiri dari pars
interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria, dengan karakteristik
silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya . Pars isthmica (proksimal/isthmus)
merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet. Pars
ampularis (medial/ampula) Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan
pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.Pars infundibulum
(distal) Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan
permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi "menangkap"ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan
ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.

Mesosalping
Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).
Ovarium
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Dilapisi
mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula.
Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal
primordial dilapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi
49

hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi).
Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.

Organ Reproduksi / Organ Seksual Ekstragonadal


Payudara
Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Terdiri dari massa
payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus terdiri
dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin memproduksi air susu.
Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara di daerah papila / puting. Fungsi
utama payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin pascapersalinan. Kulit daerah
payudara sensitif terhadap rangsang, termasuk sebagai sexually responsive organ.
Pemeriksaan Payudara
Inspeksi
Perbedaan bentuk, ukuran, kerutan atau cekungan pada puting atau kulit iregularitas dan perbedaan
bentuk bisa merupakan tanda adanya massa.
Pembengkakan, peningkatan suhu dan nyeri tanda infeksi terutama jika pasien sedang menyusui
Puting payudara perbedaan ukuran, bentuk dan arahnya, periksa juga ruam, luka terbuka dan
keluarnya darah
Minta mengangkat kedua lengan di atas kepala dan kemudian letakkan di pinggang dengan
mengkontraksikan muskulus pektoralis ukuran, bentuk, simetri, kerutan dan adanya cekungan pada
puting dan kulit.
Palpasi
Tidur telentang, lengan kiri di atas kepala, sanggah bahu kiri sisi lateral payudara dapat
ditampakkan, perhatikan payudara kiri = payudara kanan, kerutan cekungan. Lakukan juga pada
payudara kanan
Dengan tiga jari ( jari telunjuk, tengah dan manis) palpasi payudara spiral adanya benjolan dan rasa
nyeri.
Pencet puting payudara dengan ibu jari dan telunjuk, cairan yang keluar : jernih, keruh atau berdarah
Jika masa pada payudara (+) tentukan ukuran, konsistensi dan mobilitasnya evaluasi dengan
mammografi, USG, aspirasi atau biopsi

Kulit
Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan responsif secara
seksual, misalnya kulit di daerah bokong dan lipat paha dalam. Protein di kulit mengandung pheromone
(sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang berfungsi sebagai parfum daya tarik seksual
(androstenon dibuat di kulit, kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). Pheromone ditemukan juga di dalam
urine, plasma, keringat dan liur.
50

Hormon-Hormon Reproduksi

GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)


Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk
memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).
FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu
pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu
pematangan sperma di testis). Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3
jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa
ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.
LH (Luteinizing Hormone)/ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu
perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di
pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi
korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron. Pelepasannya juga periodik / pulsatif,
kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja
sangat cepat dan singkat. (Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).
Estrogen
Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara primer, dan
dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria,
diproduksi juga sebagian di testis. Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta. Berfungsi stimulasi
pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.
Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium. Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks
dan pengentalan lendir serviks. Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina. Pada payudara :
menstimulasi pertumbuhan payudara. Juga mengatur distribusi lemak tubuh. Pada tulang, estrogen juga
menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause,
untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.
Progesteron
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di
kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Progesteron menyebabkan terjadinya
proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium
uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.
51

HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)


Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya
makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun
pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar
10.000 mU/ml). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-
hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.
Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli
Mainini, tes Pack, dsb).
LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air
susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan
mempengaruhi fungsi korpus luteum.

Fisiologi Alat Reproduksi Wanita


Berdasarkan fungsinya ( fisiologinya ), alat reproduksi wanita mempunyai 3 fungsi, yaitu:
1. Fungsi seksual
2. Fungsi hormonal
3. Fungsi Reproduksi ( melanjutkan keturunan ).
Fungsi Seksual
Alat yang berperan adalah vulva dan vagina. Kelenjar pada vulva yang dapat mengeluarkan cairan,
berguna sebagai pelumas pada saat sanggama. Selain itu vulva dan vagina juga berfungsi sebagai jalan lahir.
Fungsi Hormonal
Yang disebut fungsi hormonal ialah peran indung telur dan rahim didalam mempertahankan ciri
kewanitaan dan pengaturan haid. Perubahan-perubahan fisik dan psikhis yang terjadi sepanjang kehidupan
seorang wanita erat hubungannya dengan fungsi indung telur yang menghasilkan hormon-harmon wanita
yaitu estrogen dan proqasferon. Dalam masa kanak-kanak indung telur belum menunaikan fungsinya dengan
baik. manakala indung telur mulai berfungsi, yaitu kurang lebih pada usia 9 tahun, mulailah ia secara
produktif menghasikan hormon hormon wanita. Hormon-hormon ini mengadakan interaksi dengan hormon-
hormon yang dihasilkan kelenjar-kelenjar di otak. Akibatnya terjadilah perubahan-perubahan fisik pada
Wanita. Akan terjadi pertumbuhan payudara, kemudian terjadi pertumbuhan rambut kemaluan disusul
rambut-rambut di ketiak. Selanjutnya terjadilah haid yang pertama kali disebut menarche, yaitu sekitar usia
10-16 tahun. mula-mula haid datang tidak teratur, selanjutnya timbul secara teratur. Sejak saat inilah seorang
wanita masuk kedalam masa reproduksinya yang berlangsung kurang lebih 30 tahun. Pertumbuhan badan
menjelang menarche dan 1 sampai 3 tahun setelah menarche bertangsung dengan cepat, saat ini disebut masa
pubertas. Setelah masa reproduksi wanita masuk kedalam masa klimakterium yaitu masa yang menunjukan
52

fungsi indung telur yang mulai berkurang. Haid menjadi sedikit, kemudian datang 1-2 bulan sekali atau tidak
teratur dan akhirnya berhenti sama sekali. Bila keadaan ini berlangsung 1 tahun, maka dikatakan wanita
mengalami menopause. Menurunnya fungsi indung telur ini sering disertai gejala-gejala panas, berkeringat,
jantung berdebar, gangguan psikhis yaitu emosi yang labil. Pada saat ini terjadi pengecilan alat-alat
reproduksi dan kerapuhan tulang. Menstruasi atau haid yang terjadi secara siklus, 24-36 hari sekali, timbul
karena pengaruh-pengaruh hormon yang berinteraksi terhadap selaput lendir rahim (endometrium). Lapisan
tersebut berbeda ketebalannya dari hari kehari, paling tebal terjadi pada saat masa subur, yang mana
endometrium dipersiapkan untuk kehamilan. Bila kehamilan tidak terjadi, lapisan ini mengelupas dan
terbuang berupa darah haid. Biasarrya haid berlangsung 2- 8 hari dan jumlahnya kurang lebih 30-80 cc.
Sesaat setelah darah haid habis, lapisan tersebut mulai tumbuh kembali, mula-mula tipis kemudian
bertambah tebal untuk kemudian mengelupas lagi berupa darah haid. Menjelang haid dan beberapa hari saat
haid wanita sering mengeluh kan mudah tersinggung, pusing, nafsu makan berkurang, buah dada tegang,
mual dan sakit perut bagian bawah. Kebanyakan wanita menyadari adanya keluhan ini dan tidak
mengganggu aktivitasnya, tetapi beberapa wanita merasakan keluhan ini berlebihan. Berat ringannya keluhan
ini, sesungguhrrya tergantung dari latar belakang psikologis dan keadaan emosi pada saat haid.
Fungsi reproduksi
Tugas reproduksi dilakukan oleh indung telur, saluran telur dan rahim. Sel telur yang setiap bulannya
dikeluarkan dari kantung telur pada saat masa subur akan masuk kedalam saluran telur untuk kemudian
bertemu dan menyatu dengan sel benih pria ( spermatozoa ) membentuk organisme baru yang disebut
Zygote, pada saat inilah ditentukan jenis kelamin janin dan sifat -sifat genetiknya. Selanjutnya zygote akan
terus berjalan sepanjang saluran telur dan masuk kedalam rahim. Biasanya pada bagian atas rahim zygote
akan menanamkan diri dan berkembang menjadi mudigah. Mudigah selanjutnya tumbuh dan berkembang
sebagai Janin yang kemudlan akan lahir pada umur kehamilan cukup bulan. Masa subur pada siklus haid 28
hari, terjadi sekitar hari ke empatbelas dari hari pertama haid. Umur sel telur sejak dikeluarkan dari indung
telur hanya benumur 24 jam, sedangkan sel benih pria berumur kurang lebih 3 hari

Siklus Menstruasi Dan Kehamilan


Setelah ovulasi maka sel ovum akan mengalami 2 kemungkinan yaitu :
A. Tidak terjadi fertilisasi, maka sel ovum akan mengalami menstruasi yaitu luruhnya sel ovum
matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Terjadi secara
periodik/sikus. Mempunyai kisaran waktu tiap siklus sekitar 28-35 hari setiap bulannya.
Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase yaitu :
1. Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan
dinding endometrium yang robek. Dapat diakbiatkan juga karena berhentinya sekresi hormone
estrogen dan progresteron sehingga kandungan hormone dalam darah menjadi tidak ada.
53

2. Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormone progesteron sehingga


memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan FSH dan merangsang folikel dalam ovarium,
serta dapat membuat hormone estrogen diproduksi kembali. Sel folikel berkembang menjadi
folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormone estrogen yang merangsangnya
keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen dapat menghambat sekrese FSH tetapi dapat memperbaiki
dinding endometrium yang robek.
3. Fase Ovulasi/fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari
ke-14 sesudah mentruasi 1. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel akan
mengkerut dan berubah menjadi corpus luteum. Corpus luteum berfungsi untuk menghasilkan
hormone progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan
pembuluh darah.
4. Fase pasca ovulasi/fase Sekresi ditandai dengan Corpus luteum yang mengecil dan menghilang
dan berubah menjadi Corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormone
estrogen dan progesterone sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Dengan
terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga
menyebabkan endometrium mengering dan robek. Terjadilah fase pendarahan/menstruasi.
B. Terjadi Fertilisasi
yaitu peleburan antara sel sperma dengan sel ovum yang telah matang dan menghasilkan
zygote. Zygote akan menempel/implantasi pada dinding uterus dan tumbuh berkembang menjadi
embrio dan janin. Keadaan demikian disebut dengan masa kehamilan/gestasi/nidasi. Janin akan
keluar dari uterus setelah berusia 40 minggu/288 hari/9 bulan 10 hari. Peristiwa ini disebut dengan
kelahiran.

Pengaturan Kelahiran
Prinsip kontrasepsi dalam reproduksi bertujuan untuk mencegah bertemunya sel sperma dengan sel
ovum, sehingga tidak terjadi fertilisasi. Macam cara dalam kontrasepsi adalah :
1. Sistem kalender yaitu dengan memperhatikan masa subur wanita.
2. Secara hormonal yaitu menghambat/menghentikan proses ovulasi.
3. Kimiawi yaitu dengan menggunakan zat-zat kimia. Seperti spermatosida untuk pria, vaginal
douche untuk wanita.
4. Mekanik yaitu dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi.
5. Sterilisasi yaitu dengan membuat steril organ-organ reproduksi bagian dalam. Seperti vasektomi
untuk pria dan tubektomi untuk wanita.
54

Organ Reproduksi Laki-laki


a. Organ Reproduksi Luar
1. Penis terdiri dari jaringan-jaringan otot, jaringan spons yang lembut, pembuluh darah dan jaringan saraf.
Fungsinya yaitu untuk kopulasi (hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memudahkan
semen ke dalam organ reproduksi betina). Penis diselimuti oleh selaput tipis yang nantinya akan
dioperasi pada saat dikhitan/sunat.

2. Buah zakar yang terdiri dari kantung zakar yang didalamnya terdapat sepasang testis dan bagian-bagian
lainnya. Kulit luar nya disebut skrotum. Skrotum berfungsi melindungi testis serta mengatur suhu yang
sesuai untuk spermatozoa (sel sperma).
3. Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah
sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh
sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan
skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang
berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster.
Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil.Proses pembentukan
sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada
suhu tubuh.
b. Organ Reproduksi Dalam
Organ reproduksi dalam yaitu organ yang tidak tampak dari luar :
1. Testis
Testis sebenarnya adalah kelenjar kelamin, berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma
serta hormon testosteron. Skrotum dapat menjaga suhu testis. Jika suhu terlalu panas , skrotum
mengembang, jika suhu dingin skrotum mengerut sehingga testis lebih hangat.
Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Testis berjumlah
sepasang (testes = jamak). Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis kiri dan kanan
dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos. Fungsi testis secara umum
merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testoteron.
2. Tubulus Seminiferus
Didalam testis terdapat terdapat saluran-saluran halus yang disebut saluran penghasil sperma
(tubulus seminiferus). Dinding dalam saluran terdiri dari jaringan epitel dan jaringan ikat.
3. Saluran Reproduksi (Saluran Pengeluaran)
Saluran reproduksi maksudnya tempat sperma keluar atau jalan berupa lubang kecil yang
menghubungkan organ dalam. Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari
epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra.
55

Penjelasan
Epididimis berupa saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang
di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai
sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.
Vasa deferens berupa saluran panjang dan lurus mengangkut sperma ke vesika seminalis. Vas deferens
atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan
lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam
kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju
kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).
Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan
urethra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra
Uretra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan terdapat di penis.

C. Kelenjar Kelamin Pria


Vesikula seminalis berjumlah sepasang, terletak dibawah dan atas kantung kemih. Merupakan tempat
untuk menampung sperma sehingga disebut dengan kantung semen. Menghasilkan getah berwarna
kekuningan yang kaya akan nutrisi bagi sperma dan bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan
suasana asam dalam saluran reproduksiwanita.
Kelenjar prostat. Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung
kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid yang
berperan untuk kelangsungan hidup sperma.
Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra.
Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).
56

SISTEM SARAF

Sistem saraf manusia terdiri dari sel-sel saraf (neuron) dan sel-sel penyokong (neuroglia dan sel-sel
Schwan). Kedua jenis sel tersebut begitu berkaitan dan terintegrasi satu sama lain sehingga bersama berfungsi
sebagai satu unit.
Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem ini
meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti
mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel
lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor
adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Contohnya otot dan kelenjar.
Sistem saraf merupakan pusat kendali tubuh dan jaringan kerja komunikasi. Pada manusia, sistem
saraf memikul tiga fungsi utama, yaitu : sensoris, integrative, dan motorik, atau menginderakan, menyatukan
dan menggerakan. Pertama system saraf mengindra atau mengamati perubahan didalam tubuh dan
lingkungan diluar tubuh, inilah fungsi sensorinya. Kedua system saraf mengartikan makna perubahan tersebut,
inilah fungsi integrative. Ketiga sistem saraf menjawab hasil pengertian makna perubahan tadi dengan
memulai kegiatan dengan bentuk kontraksi otot atau sekresi kelenjar, ini adalah fungsi motor.
System saraf dapat melakukan fungsinya seperti tersebut diatas kerena unsur penyusunannya, sel
saraf atau neuron, mempunyai kemampuan untuk menerima ransangan dan menyalurkan dalam bentuk
impuls ke tempat lain.

Sehubungan dengan fungsinya yang demikian, maka bentuk neuron pun agak berbeda dengan
kebanyakan sel lainnya. Secara umum satu neuron terdiri dari bagian-bagian : 1). Badan sel, yaitu bagian
pokok dari neuron dan padanya terdapat seperangkat organel sel seperti pada sel-sel lain. 2). Dendrite, yaitu
juluran-juluran yang keluar dari badan sel dan berfungsi sebagai alat penerima ransangan untuk disampaikan
ke badan sel. 3). Axon, yaitu juluran yang keluar dari badan sel dengan ukuran relative panjang dan
berfungsi untuk menghantarkan impuls dari badan sel ke sel saraf lainnya, alat motorik ataupun efector.
Ujung axon dapat melepaskan impuls kepada sejumlah sel saraf lain atau kepada sejumlah sel jaringan alat
motorik ataupun efektor. Dengan demikian ujung axson mempunyai struktur seperti cabang-cabang halus
yang dinamakan neurite. Ujung-ujung neurit berbentuk seperti knop, disebut bongkol synaps. Synaps adalah
tempat persambungan antara satu neuron dengan neuron lain.

Gbr. Struktur Sel Saraf


57

Gbr. Akson yang diperbesar

Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi
plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel
Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di
seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah
melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus
Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf
sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi).
1Sel saraf sensori
. Fungsi sel saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak
(ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan
saraf asosiasi (intermediet).
2Sel saraf motor
. Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya
berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf
asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.
3Sel saraf intermediet
.
Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat
dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf
lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat.

Berdasarkan letaknya system saraf dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu system saraf pusat
dan system saraf tepi.

System saraf pusat atau central nervous system (CNS) terdiri dari otak, medulla oblongata, dan
medulla spenalis. CNS adalah pusat Kendali bagi seluruh system. Semua sensasi atau penginderaan tubuh
harus disampaikan dari receptor ke CNS bila diinterpretasikan dan dijawab. Semua impuls yang merangsang
otot untuk kontraksi dan kelenjar untuk mensekresikan juga harus bersal dari CNS.
58

Berbagai saraf yang menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan receptor-receptor, otot dan
kelenjar, menyusun system saraf tepi atau peripheral nervous system (PNS). PNS dapat dibagi menjadi
system aferen dan system eferen. System eferen terdiri dari sel-sel saraf yang menyampaikan informasi
(impuls) dari receptor di perifer tubuh menuju CNS. Sel-sel saraf ini disebut neuron afaren ( sensori ),
merupakan sel-sel pertama pada pengambilan informasi yang masuk.

System eferen dibagi menjadi system saraf somatic (SNS) dan system saraf otonomik (ANS). SNS
terdiri dari neuron-neuron aferen yang menghantarkan impuls dari CNS menuju jaringan otot kerangka.
Dengan demikian SNS hanya menghasilkan gerakan pada otot kerangka, maka ia berada dibawah kendali
sadar dan karenanya valunter. Sebaliknya ANS berisi neuron-neuron aferen yang menyampaikan impuls dari
CNS menuju jaringan otot polos, otot jantung, dan kelenjar. Karena ia hanya menghasilkan respon pada otot
involunter ( tidak sadar ) dan kelenjar, biasanya dipandang sebagai involunter ( saraf tidak sadar ).

ANS terdiri dari dua macam, yaitu system saraf simpatetik dan sitem saraf parasipatetik. Badan-
badan sel serabut saraf simpatetik berada dalam medulla spinalis daerah toraks dan daerah lumbal, oleh
karena itu serabut saraf simpatetik disebut juga serabut saraf thorakolumbal. Pada umumnya serabut saraf
praganglionik simpatetik sangat pendek, bersinapis dengan badan sel saraf pascaganglionik dalam ganglia
(rantai ganglion simpatetik) yang terletak disamping kanan dan kiri medulla spinalis.

Badan sel neuron praganglionik parasimpatetik berada dalam otak medulla spinalis bagian sacral,
oleh karena itu sel serabut saraf parasimpatetik disebut juga kraniosaklal. Serabut saraf praganglionik
parasimpatetik lebih panjang dari pada serabut saraf praganglionik simpatetik. Ganglionnya disebut terminal
ganglion, yang terletak dekat atau pada organ efektor, sehingga serabut pascaganglioniknya sangat pendek.
Serabut praganglionik simpatetik maupun parasimpatetik membebaskan neurotrasmiter yang sama, yaitu
asitilkolin (ACH), serabut demikian disebut serabut kolinergik sedangkan serabut pascaganglioniknya
membebaskan neurotransmiter yang berbeda.

Serabut pascaganglionik simpatetik membebaskan noradrenalin atau neropineprin (serabut demikian


disebut serabut adrenergik), sedangkan serabut pascaganglionik parasimpatetik membebaskan asetilkolin.

System saraf atonom (ANS) mengatur aktifitas organ visceral secara tidak sadar seperti sirkulasi,
pencernaan, pernafasan, dan ekskresi. Oleh karena itu ANS ditetapkan sebagai system saraf tidak sadar.

System saraf simpatetik dan parasimpatetik bersama-sama menginerfasi terutama organ visceral.
Umumnya system saraf simpatetik dan parasipatetik memberi pengaruh yang berlawanan pada suatu organ.
Misalnya stimulasi simpatetik meningkatkan kecepatan denyut jantung, sebaliknya stimulasi parasimpatetik
menurunkannya. Stimulasi simpatetik memperlambat gerak saluran pencernaan makanan, sebaliknya
stimulasi parasimpatetik meningkatkannya.
59

Terjadinya Gerak Biasa Dan Gerak Refleks

Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls
oleh saraf.

Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu
gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa
ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh
saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.

Gerak refleks ialah setiap respon yang terjadi secara otomatis tanpa disadari. Terdapat dua macam
refleks : (1). Refleks sederhana atau refleks dasar, yang menyatu tanpa dipelajari, misalnya refleks menutup
mata apabila ada benda yang menuju ke mata, (2). Refleks yang dipelajari, atau refleks yang dikondisikan (
corditioned reflex ), yang dihasilkan dari belajar.

Rangkaian jalur saraf yang terlihat dalam aktivitas refleks disebut lengkung refleks, yang terdiri atas
5 komponen dasar : (1). receptor, (2). Saraf aferen, (3). Pusat pengintegrasi, (4). Saraf eferen, dan (5).
Efector.

Receptor merespon stimulasi yang merupakan perubahan fisik atau kimia dilingkungan receptor.
Dalam merespon stimulasi, receptor menghasilkan potensial aksi yang akan diteruskan oleh saraf aferen ke
pusat pengitegrasi refleks sadar, sedangkan otak yang lebih tinggi memproses refleks yang dipelajari. Pusat
pengitegrasi memproses semua informasi dan meneruskannya melalui saraf eferen ke efector ( otot atau
kelenjar ) yang melaksanakan respon yang diinginkan.

Suatu refleks spinal dasar adalah salah satu reflek yang diintegrasikan oleh sumsum tulang belakang
sebab semua komponen yang diperlukan untuk menyambung imput aferen ke respon eferen berada dalam
sumsum tulang belakang. Refleks menarik tangan yang tersentuh benda panas merupakan contoh refleks
spinal dasar.

Energy panas yang diterima receptor yang panas pada jari diubah menjadi potensial aksi yang
merambat melelalui saraf aferen ke sumsum tulang belakang. Dalam sumsum tulang belakang, saraf aferen
ini bersinapis dengan beberapa saraf penghubung, ada saraf penghubung menuju otak dan ada saraf
penghubung yang bersinapis dengan saraf eferen ke efector.potensial aksi yang melalui jalur eferen ke
efektor akan menghasilkan gerak jari tangan, sedangkan yang menuju ke otak menghasilkan kesadaran apa
yang terjadi dan rasa panas.
60

Pembagian Utama Otak

I. Telensefalon
A. Hemisfer serebri
1. Korteks serebri
2. Rinensefalon : sistem limbik
3. Basal ganglia
a. Nukleus kaudatus
b. Nukleus lentikularis (putamen, globus palidus)
c. Klaustrum
d. Amigdala
II. Diensefalon
A. Epitalamus
B. Talamus
C. Subtalamus
D. Hipotalamus
III. Mesensefalon
A. Korpus quadrigeminus
1. Kolikulus superior
2. Kolikulus inferior
B. Tegmentum
1. Nukleus rubra
2. Substansia nigra
C. Pedunkulus serebri
IV. Metensefalon
A. Pons
B. Serebrum
V. Mielensefalon
A. Medula oblongata

* Prosensefalon = telensefalon + diensefalon ; Romensefalon = metensefalon + mielensefalon.

Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis).
Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan.
Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila
membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.
Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut :
1. Durameter; merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak.
2. Araknoid; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di dalamnya terdapat cairan
serebrospinalis; semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput
araknoid adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.
3. Piameter. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan otak. lapisan
ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme.
61

Otak
Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak
kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol.

Otak Besar (Serebrum)


Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan
kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak,
walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu
terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang
berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang
menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan,
membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang
mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir
(yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.

Gbr. Otak dengan bagian-bagian penyusunnya

Otak tengah (mesensefalon)


Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus
dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah
merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan
pusat pendengaran.
62

Gbr. Otak dan kegiatan-kegiatan yang dikontrolnya

Otak kecil (serebelum)


Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar,
keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar
yang normal tidak mungkin dilaksanakan.

Jembatan varol (pons varoli)


Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga
menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.

Sumsum sambung (medulla oblongata)


Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak.
Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah,
volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.
Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan
berkedip.
Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas
sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor
dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum
tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor.
63

Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan


serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang
membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang
membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan
saluran desenden.

Gbr. Penampang melintang sumsum tulang


belakang
Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Sistem saraf
sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak, sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas
yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat.

Sistem Saraf Sadar


Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan
saraf sumsum tulang belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.
Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari:
1. Tiga pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor 1, 2, dan 8
64

2. Lima pasang saraf motor, yaitu saraf nomor 3, 4, 6, 11, dan 12


3. Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor 5, 7, 9, dan 10.

Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher, kecuali nervus vagus yang melewati leher ke
bawah sampai daerah toraks dan rongga perut. Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom. Oleh karena
daerah jangkauannya sangat luas maka nervus vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan
saraf otak yang paling penting.
Saraf Otonom
Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang
belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing
jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada
pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post
ganglion.
Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik
mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang
sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek.
65

Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu berlawanan (antagonis). Sistem saraf
parasimpatik terdiri dari keseluruhan "nervus vagus" bersama cabang-cabangnya ditambah dengan beberapa
saraf otak lain dan saraf sumsum sambung.
Tabel Fungsi Saraf Otonom

Parasimpatik Simpatik

Mengecilkan pupil Memperbesar pupil


Menstimulasi aliran ludah Menghambat aliran ludah
Memperlambat denyut jantung Mempercepat denyut jantung
Membesarkan bronkus Mengecilkan bronkus
Menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan Menghambat sekresi kelenjar pencernaan
Mengerutkan kantung kemih Menghambat kontraksi kandung kemih

Jaringan Saraf
Neuroglia, sel-sel Schwann dan myelin
Neuroglia adalah sel-sel penyokong untuk neuron-neuron CNS, merupakan 40% dari volume otak
dan medula spinalis. Jumlahnya lebih banyak dari sel-sel neuron dengan perbandingan sekitar 10 : 1. Ada 4
sel neuroglia, yaitu : mikroglia, ependima, astroglia, oligodendroglia.
Mikroglia mempunyai sifat fagosit. Ditemukan di seluruh CNS dan dianggap berperanan penting
dalam proses melawan infeksi. Sel ini mempuunyai sifat yang mirip dengan sel-sel histiosit dan dianggap
sebagai sel-sel yang termasuk sistem retikuloendotelial.
Ependima, berperan dalan produksi CSF. Sel ini membatasi sistem ventrikel CNS, merupakan epitel
dari pleksus koroideus.
Astroglia, (astrosit) berbentuk seperti bintang dan dianggap berfungsi sebagai penyedia nutrisi-
nutrisi yang diperlukan oleh neuron dan membantu neuro mempertahankan potensial bioelektris yang sesuai
untuk konduksi impuls dan transmisi sinaptik.
Oligodendroglia, merupakan sel-sel glia yang bertanggung jawab menghasilkan mielin dalam CNS.
Mielin merupakan suatu kompleks putih protein lemak yang merupakan insulasi disepanjang
tonjolan saraf. Mielin hampir sempurna menghalangi aliran ion natrium dan kalium melintasi membran
neuronal. Mielin tidak terdapat secara kontinu. Nodus Ranvier merupakan daerah tidak terdapatnya mielin.