Anda di halaman 1dari 26

PEDOMAN PELAKSANAAN

KERJA PRAKTEK

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang
Widhi Wasa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga Pedoman Pelaksanaan
Kerja Praktek (KP), Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
2017 dapat diselesaikan.
Buku Pedoman ini disusun dengan merevisi dan menyesuaikan isi Buku Saku
Pedoman KP dan TA 2009 dan 2012. Buku ini dilengkapi dengan bagan alir yang lebih
detil, contoh surat-surat yang diperlukan, dan lembar check list tentang kelengkapan
persyaratan yang diperlukan. Dengan selesainya buku pedoman ini, diharapkan para
mahasiswa memperoleh petunjuk yang lebih jelas dan seragam dalam melaksanakan
KP.
Dokumen ini dapat diselesaikan dengan baik berkat kerjasama Anggota Tim
Penyusun dan berbagai pihak di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
Udayana. Untuk itu, Tim Penyusun menyampaikan terimakasih yang setulus-tulusnya.

Tim Penyusun
Bukit Jimbaran, Maret 2017

i
DAFTAR ISI

SAMPUL
KATA PENGANTAR.. i
DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii
BAB I PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK ............................................................... 1
1.1 Pendahuluan.............................................................................................. 1
1.2 Tujuan ....................................................................................................... 1
1.3 Manfaat ..................................................................................................... 1
1.4 Syarat Akademis ....................................................................................... 2
1.5 Kegiatan Kerja Praktek ............................................................................. 2
1.6 Tempat Pelaksanaan ................................................................................. 3
1.7 Waktu Pelaksanaan ................................................................................... 3
1.8 Prosedur Kerja Praktek ............................................................................. 4
1.9 Luaran Kerja praktek ................................................................................ 5
1.10 Evaluasi dan Penilaian .............................................................................. 5
BAB II PEMBIMBINGAN DAN PENILAIAN ............................................................. 6
2.1 Ketentuan Umum ...................................................................................... 6
2.2 Proses Bimbingan ..................................................................................... 6
2.3 Penilaian ................................................................................................... 6
2.3.1 Evaluasi Pelaksanaan KP ........................................................................... 7
2.3.2 Ujian KP .................................................................................................... 7
2.4 Kewajiban dan Hak Pembimbing dan Mahasiswa ................................... 8
2.4.1 Kewajiban Pembimbing............................................................................ 8
2.4.2 Kewajiban Mahasiswa .............................................................................. 8
2.4.3 Hak-hak Pembimbing ............................................................................... 9
2.4.4 Hak-hak Mahasiswa.................................................................................. 9
BAB III LAPORAN KERJA PRAKTEK ...................................................................... 11
3.1 Ketentuan Umum .................................................................................... 11
3.2 Kerangka Laporan KP ............................................................................ 11
BAB IV FORMAT PENULISAN LAPORAN............................................................. 15
4.1 Ketentuan Umum .................................................................................... 15
4.2 Ketentuan Penulisan ............................................................................... 15
4.2.1 Kertas ...................................................................................................... 15
4.2.2 Pengetikan............................................................................................... 15

ii
4.2.3 Penomoran Halaman ............................................................................... 16
4.2.4Alinea/Paragraf ......................................................................................... 16
4.2.5Bilangan dan Satuan. ........ 16
4.2.6 Bahasa dan Kata Asing ........................................................................... 17
4.2.7 Tanda Baca ............................................................................................. 17
4.2.8Tabel ......................................................................................................... 17
4.2.9 Gambar ................................................................................................... 19
4.2.10 Penulisan Rumus/Persamaan ................................................................. 20
4.2.11 Rujukan Tabel, Gambar, dan Rumus ..................................................... 20
4.2.12 Penyingkatan Kata ................................................................................. 20

iii
BAB I
PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

1.1 Pendahuluan
Kerja Praktek (KP) merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Program
Sarjana Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana, yang berupa praktek
kerja di lapangan sebagai wahana yang tepat untuk terciptanya proses transfer
pengetahuan praktis yang dapatsecara langsung diterapkan.
Dalam pelaksanaannya, Tim KP dan Dosen Pembimbing KP bertugas sebagai
pengelola KP dimana mahasiswa diwajibkan untuk melakukan praktek pada proyek
teknik sipil yang sedang dilaksanakan atau magang di perusahaan/instansi yang terkait
dengan ketekniksipilan.Disamping itu, mahasiswa juga diwajibkan untuk menulis
laporan kerja praktek yang dilaksanakan.Kegiatan kerja praktek dilakukan oleh
mahasiswasecaraindividu, namuntetap di bawah kendali dan
menjaditanggungjawabProgram Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
Udayana.
Pedoman pelaksanaan KP ini dibuat untuk menuntun pelaksanaan KP,
penyusunan laporan, evaluasi, dan penilaian untuk melancarkan proses pembelajaran
diProgram Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana.

1.2 Tujuan
Pelaksanaan kerja praktek bertujuan untuk:
1. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati dan mempraktekkan
konsep/teori yang diperoleh selama perkuliahan dalam kegiatan kerja praktek.
2. Sebagai wahana orientasi bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri dan
menumbuhkan minat dalam dunia kerja, serta kaitannya dengan penyusunan Tugas
Akhir.

1.3 Manfaat
Kegiatan kerja praktek ini harus dirasakan manfaatnya secaralangsung oleh
mahasiswa,Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana, dan
perusahaan/instansi tempat mahasiswa melakukan kerja praktek. Manfaatnya adalah:

1
1. Dapat menambah kemampuan dan wawasan praktis mahasiswa, sehingga
pada gilirannya akan menghasilkan kualitas lulusan yang sesuai dengan
tuntutan pasar kerja.
2. Bagi kepentingan pengembangan akademik, hasil kegiatan kerja praktek
diharapkan dapat dijadikan umpan balik bagi Program Studi Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Udayana, khususnya yang berkaitan dengan
peningkatan wawasan pengetahuan praktis tenaga pengajar, muatan
kurikulum lokal, serta variasi dan kedalaman materi perkuliahan secara
keseluruhan.
3. Melalui kuliah kerja praktek diharapkan terbina jalinan komunikasi yang
baik dan saling menguntungkan antara Program Studi Teknik Sipil Fakultas
Teknik Universitas Udayana dengan masyarakat luas, khususnya dengan
kalangan industri jasa konstruksi.

1.4 Syarat Akademis


Untuk mengambil mata kuliah KP mahasiswa harus memenuhi persyaratan
akademis dengan tujuan, sebelum terjun ke lapangan, sudah mempunyai bekal yang
cukup tentang pengetahuan dasar teknik sipil.Persyaratan ini berupa jumlah sks dengan
nilai minimum C sekurang-kurangnya 72 sks berdasarkan Transkrip Akademik yang
diterbitkan oleh Program Studi .Bobot kredit mata kuliah kerja praktek adalah2 SKS.

1.5 KegiatanKerja Praktek

Kerja Praktek adalah praktek kerja secara nyata dan aktif dalam kegiatan
perusahaan/instansi Jasa konstruksi (pelaksanaan/pengawasan).Bidang
pekerjaantersebut dapat mencakup keseluruhan atau beberapa item pekerjaan
struktur.Mahasiswa diharapkan dapat mengamati, memahami, dan berperan aktif
dalam tugas/pekerjaantertentuselama kerja praktek.Walaupun pihak
perusahaan/instansi menugaskan/menempatkan mahasiswa hanya untuk bidang
pekerjaantertentusaja,mahasiswawajib untuk mempelajari, memahami, dan
menyajikandalamlaporan kerjaprakteknya mengenai aktivitas proyek dan praktek
manajemen perusahaan/instansi jasa konstruksitersebut secara garis besarnya.

2
1.6 Tempat Pelaksanaan
Kerja praktek dilaksanakan di proyek konstruksi pada Instansi
Pemerintah/swasta, dengan ketentuan :
1. Mengandung teknik pelaksanaan pekerjaan struktur yang perlu diketahui
mahasiswa seperti pelaksanaan bangunan gedung atau bangunan-bangunan teknik
sipil lainnya (jalan raya, jembatan, bendungan, bangunan pantai, dll).
2. Volume pekerjaan cukup besar, sesuai dengan ketersediaan proyek, dan
kebijaksanaan Tim KP.
3. Kemajuan pelaksanaan/progress di lapangan berkisar 20% -70%.
4. Jangka waktu pelaksanaan proyek lebih dari tiga bulan.
5. Tersedia dokumen teknis dan administrasi: Ada kontrak antara pemilik dan
pelaksana, Time schedule, RKS, dan gambar kerja.
6. Proyek lain yang tidak memenuhi kriteria di atas dapat pula dijadikan obyek KP
atas persetujuan Tim KP.
7. Bidang pekerjaan tertentu yang dijadikansebagaitempat pelaksanaan praktek kerja,
ditentukan oleh perusahaan/instansi yang bersangkutan.

1.7 Waktu Pelaksanaan


Pelaksanaan kerja praktekminimal 30 hari kerja (minimal 4 jam perhari) dan
dapat dilaksanakan secara terus menerus ataupun terbagi dalam rentang waktu minimal
1,5 bulan maksimal 3 bulan dengan ketentuan:
1. Mahasiswa yang memiliki kurang dari 100 sks kerja praktek dilaksanakan di
luar waktu perkuliahan yang terjadwal yaitu Juni-Agustus atau Desember-
Januari.
2. Mahasiswa yang memiliki lebih dari 100 sks dapat melakukan kerja praktek
di luar bulan Juni-Agustus dan Desember-Januari(tidak ada dispensasi
khusus untuk ketidakhadiran).
3. Apabila karena sesuatu hal mahasiswa tidak dapat menyelesaikan
kerja prakteknya, maka keputusan untuk melanjutkan kerja praktek atau
harus mengulangi dari awal, sepenuhnya ditentukan oleh perusahaan/instansi
tempat mahasiswa melakukan kerja praktek dan Program Studi Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Udayana melalui Tim KP.

3
1.8 Prosedur Kerja Praktek
Persiapan:
- Syarat: 72 SKS, min nilai C (Print Transkrip)
- Mencari obyek KP
- Daftar/Registrasi KP ke dalam KRS(Lamp. KP1)

Konsultasi KP kepada Tim KP

Tidak Syarat SKS,


Kelayakan obyek KP

Ya
Memproses surat dari Dekan kepada Pengelola obyek KP (Lamp. KP2)

Surat balasan (diterima KP) daripengelola obyek KP

Melapor kepada Tim KP untuk menentukan pembimbing

Permohonan KP ke Prodi (Lamp. KP3)

Permohonan SK Pembimbing KP Ke Dekan (Lamp. KP4)

Penyerahan SK kepada Pembimbing ( maks 2 minggu ) dan


pembekalan awal max bimbingan selama 6 bln

KP di lapangan (1,5-3 bln) Bimbingan KP dan


pembuatan Laporan KP (Lamp. KP5a, KP5b, dan KP6)

KP di lapangan selesai
Meminta nilai KP di lapangan (Lamp. KP7)

Menyelesaikan laporan KP/proses bimbingan

Ujian KP
Ya Tidak

Revisi Laporan KP Jika Ada, Jilid

Nilai Pelaksanaan KP (Lamp.KP9b)


Surat Ket.Selesai Lap KP dari Dosen Pembimbing (Lamp. KP10)

Menyerahkan 2 exp. Laporan KP


(untuk R Baca Program Studi dan Perpustakaan Fakultas)

Upload Dokumen KP pada SINTA SEKSI IMISSU

4
Selesai

Gambar 1.1 ProsedurKerja Praktek


1.9 Luaran Kerja praktek
Setelah kuliah kerja praktek berakhir, setiap mahasiswa diwajibkan
membuat laporantertulis yangselanjutnya akan dilakukanujian.
Tatacarapenulisanlaporan kerja praktek harus mengikuti ketentuan yang telah
ditetapkan pada bab selanjutnya.

1.10 Evaluasi dan Penilaian


Evaluasi terhadap mahasiswa peserta kerja praktek dilakukan olehDosen
Pembimbing dan Pembimbing Lapangan dari perusahaan/instansi tempat kerja praktek.
Evaluasi dilakukan untuk:
a. Waktu pelaksanaan/kehadiran di lapangan
b. Laporan mingguan
c. Laporan KP
Setelah melewati proses evaluasi yang dilakukan oleh Dosen Pembimbing, mahasiswa
dapat mengikuti ujian kerja praktek. Ujian dilaksanakan secara lisan yang diawali
dengan presentasi mengenai obyek KP.Penguji adalah Dosen
Pembimbing.Penilaianakhir diberikan berdasarkan hasilevaluasi dan ujian kerja
praktek.

5
BAB II
PEMBIMBINGAN DAN PENILAIAN

2.1 Ketentuan Umum

Setiap mahasiswa dibimbing oleh seorang Dosen Pembimbing dari Program


Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana danseorang Pembimbing
Lapangan dari perusahaan/instansi tempat kerja praktek.Pembimbing dari Program
StudiTeknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana adalahtenaga pengajar di
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayanayang selanjutnya
disebut Dosen Pembimbing KPditunjuk berdasarkanSurat Keputusan dariDekan
Fakultas Teknik Unud yang diusulkan dari Ketua Program Studi Teknik Sipil Fakultas
Teknik Universitas Udayana,sedangkanPembimbingLapangan berasal dari
perusahaan/instansi adalah pejabat/ karyawan yang ditunjuk oleh pejabat yang
berwenang diinstansitempat kerja praktek.Pembimbing Lapanganbertugas
mengarahkan dan menjelaskan mengenai hal-hal yang berkenaan dengan
pelaksanaantugas yang diberikan pada mahasiswa.Dosen Pembimbingbertugas
mengarahkan dan membantu kelancaran pelaksanaan kerja praktek mahasiswa dan
menjadi mediator antara mahasiswa dengan Program Studi dan
perusahaan/instansi,serta mengevaluasi laporan kerja praktek.

2. 2 Proses Bimbingan
Proses bimbingan dilaksanakan mulai dari pelaksanaan kerja praktek di
lapangansampai dengan penyusunanlaporan kerja praktek.Selama proses kerja praktek
mahasiswa diwajibkanterus berkomunikasi dan menghubungi Dosen Pembimbing
(tatap muka atau online) untuk menyerahkan progresslaporan kerja praktek.

2.3 Penilaian

Penilaian diberikan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaankerja praktek dan


ujian.Nilai evaluasi pelaksanaan diberikan oleh 1 orang Pembimbing Lapangan dari
perusahaan/instansi tempat kerja praktek dan 1 orang Dosen Pembimbing Program
Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana.Nilai ujian kerja praktek
diberikan setelah ujian lisan dilakukan, dimana pengujinya adalah Dosen Pembimbing .

6
2.3.1 Evaluasi Pelaksanaan KP
Nilai pelaksanaan KP diberikan oleh Pembimbing Lapangan dari
Perusahaan/instansi obyek KP dengan komponen penilaian sebagai berikut :
1. Kehadiran dan Kedisiplinan: 25%
2. Partisipasi dan Keaktifan: 25%
3. Kualitas informasi lapangan dalam laporan mingguan: 25%
4. Pemahaman Kerja Praktek: 25%
Rentang penilaian evaluasi pelaksanaan adalah 0 sampai dengan 100.

2.3.2 Ujian KP
Nilai ujian kerja praktek diberikan oleh Dosen Pembimbing/Penguji dengan
komponen penilaian sebagai berikut :
1. Usaha ntuk konsultasi: 10%
2. Kualitas penulisan laporan: 20%
3. Kualitas Informasi Lapangan: 20%
4. Presentasi/sikap: 20%
5. Penguasaan Laporan : 30 %
Rentang penilaian ujian kerja praktek adalah 0 sampai dengan 100.
Nilai akhir untuk mata kuliah Kerja Praktek adalah 40% dari nilai evaluasi
pelaksanaan dan 60% dari nilai ujian.Nilai akhir kerja praktek dikonversikan
menjadi nilai huruf sesuai dengan ketentuan pada buku pedoman akademik dengan
kriteria sebagai berikut:
A = 80<N<100
B+ = 71<N<80
B = 65<N<71
C+ = 60<N<65
C = 55<N<60
D+ = 50<N<55
D = 40<N<50
E = 0<N<40

7
2.4 Kewajiban dan Hak
2.4.1 Kewajiban Pembimbing
Pembimbing KP mempunyai kewajiban antara lain:
1. Memberikan penjelasan awal kepada mahasiswa sebelum mulai KP.
2. Menyiapkan waktu untuk membimbing mahasiswa sekurang-kurangnya
sekali dalam satu minggu.
3. Memberitahu mahasiswa perkiraan waktu yang diperlukan oleh pembimbing
untuk mengoreksi draft KP sebelum dikembalikan dengan memberikan
komentar-komentar/catatan.
4. Memeriksa kegiatan mahasiswa selama di lapangan dengan memperhatikan
kebenaran daftar kegitan yang dibuat oleh mahasiswa.
5. Bersungguh-sungguh dalam memeriksa bab-bab laporan dan memberikan
catatan-catatan detil mengenai bentuk, struktur, pembuktian-pembuktian
yang dipergunakan, hubungan antara KP dengan referensi dan memberikan
saran-saran untuk peningkatan kualitas isi KP.
6. Menetapkan bahwa suatu draft KP sudah memenuhi syarat-syarat untuk
suatu laporan final.
7. Memberikan penilaian kepada mahasiswa bimbingannya sesuai dengan
unsur-unsur yang dinilai.
2.4.2 Kewajiban Mahasiswa
Mahasiswa yang mengambil Kerja Praktek (KP) mempunyai kewajiban antara
lain:
1. Melaksanakan kegiatan KP sesuai dengan ketentuan dan saran pembimbing.
2. Menyiapkan laporan KP yang merupakan hasil karya mahasiswa sendiri.
3. Menghasilkan laporan KP yang sesuai dengan standar yang berlaku di
Program Studi maupun di Fakultas termasuk menunjukkan kemampuan
untuk bekerja mandiri sesuai dengan obyek yang dipilih.
4. Memberikan apresiasi terhadap bantuan langsung ataupun materi yang
diperoleh dari pihak lainnya.

8
5. Melakukan bimbingan minimal satu kali dalam dua minggu.
6. Menyadari bahwa seorang pembimbing mempunyai mahasiswa bimbingan
lain atau tugas-tugas akademik lain yang mungkin menunda bimbingan yang
diminta.
7. Memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap saran dan petunjuk
pembimbing.
8. Melaksanakan peraturan-peraturan yang berlaku di Program Studi dan
Fakultas yang berhubungan dengan penyusunan laporan KP.

2.4.3 Hak-hak Pembimbing


Seorang pembimbing mempunyai hak:
1. Berharap mahasiswa bimbingannya memberikan perhatian yang serius
terhadap saran-saran yang diberikan untuk perbaikan laporan KP nya.
2. Menolak membimbing bila mahasiswa terlambat menyerahkan SK (KP telah
berjalan lebih dari 2 minggu)dan meminta kepada mahasiswa tersebut untuk
berkoordinasi dengan Program Studi.
3. Memutuskan kegiatan pembimbingan dan menyarankan mahasiswa untuk
mencari pembimbing lain apabila mahasiswa yang bersangkutan tidak
berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan KP nya. Catatan:
dalam hal terjadi perselisihan antara mahasiswa dengan pembimbing maka
permasalahan ini diselesaikan oleh Ketua Program Studi.
4. Mendapatkan penghargaan dari Program Studi terhadap kegiatan
pembimbingan sebagai bagian dari beban kerjanya.

2.4.4 Hak-hak Mahasiswa


1. Mendapatkan penjelasan mengenai apa yang diharapkan oleh pembimbing
dalam penulisan laporan KP.
2. Mendapatkan bantuan pembimbing dalam menyiapkan KP dan memecahkan
permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam penyusunan laporan KP.
3. Mendapatkan penilaian yang obyektif untuk KP nya dan mendapatkan
penjelasan-penjelasan terhadap kritik-kritik yang diberikan.

9
4. Berhak untuk mendapatkan pembimbing baru kalau mahasiswa dapat
memberikan alasan-alasan yang kuat mengenai pergantian tersebut, atas
persetujuan Ketua Program Studi.
5. Mendapat perlindungan Program Studi dari segala bentuk eksploitasi oleh
pembimbing atau oleh pihak lain.

10
BAB III
LAPORAN KERJA PRAKTEK

3.1 Ketentuan Umum


Laporan kerja praktek merupakanrangkaian akhir dari proses pelaksanaan kerja
praktek yangwajib disusun oleh setiap peserta kerja praktek di bawah bimbingan Dosen
Pembimbing Program StudiTeknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana
danPembimbing Lapangan dariperusahaan/instansi.Tata cara penulisan laporan KP
harus mengikuti Pedoman Penulisan yang ditetapkan pada buku ini.
Mahasiswa diwajibkan untuk menyerahkan 2 (dua) eksemplar laporan KP yang
dijilid hardcover dengan warna sampul biru muda untuk disimpan di Ruang Baca
Program Studi dan Perpustakaan Fakultas.
Laporan KP sebanyak-banyaknya terdiri atas 75 halaman (tidak termasuk
lampiran).Mahasiswa yang melakukan KP berkelompokmasing-masing harus membuat
laporan terpisah.

3.2 Kerangka Laporan KP


Laporan KP disusun dengan struktur sesuai kerangka berikut:

a. Kelengkapan Awal

- Halaman Judul (lampiran KP10)


Halamanjudul memuatjudullaporan kerja praktek, nama danNIM,logo
Universitas Udayana, namainstitusi pendidikan, dantahun penyusunan.
Lembarjudulterdiri atas dualembar, yakni kulit mukaluar(cover) dan
kulitmuka dalam.Kulit mukaluarterbuat dari kartontebal berwarnabiru
muda, danhuruf maupun logonya ditulis/dicetak dengan warna
hitam.Sedangkan kulit muka dalam merupakan duplikasi dari kulit
mukaluar, dibuat dari kertas HVS70 gram.
- Surat Keterangan Telah Menyelesaikan Laporan KP (lampiran KP8)
Memuatjudullaporan, nama danNIM mahasiswa,Dosen Pembimbing,
dan Ketua Program Studi Program Studi.
- Ucapan Terima Kasih
Ucapan Terima Kasih berisi ungkapan pernyataan pribadi penyusun yang
antara lain memuat ucapan terima kasih kepada semua pihak

11
yangdianggapmembantu dalam pelaksanaan kerja praktek. Disamping itu,
hendaknya dimuat pula mengenai unit kerja/instansi, dan waktu
pelaksanaan kerja praktek tersebut.Ucapan Terima Kasih ditulis maksimal
satu halaman dan diakhiri dengan nama mahasiswa serta bulan dan tahun
penyusunannya.
- Daftar Isi
Sistimatika daftar isi adalah: halaman judul, surat keterangan telah
menyelesaikan laporan KP, ucapan terima kasih, daftar isi, daftar tabel,
daftar gambar, judul-judul bab dengan rinciannya (sub bab), daftar
pustaka, dan lampiran.
- Daftar Tabel
Memuat secara rinci dan berurutan semua tabel yang terdapat pada
laporan kerja praktek.
- Daftar Gambar
Memuat secara rinci dan berurutan semua gambar yang terdapat
padalaporan kerja praktek.

b. Kelengkapan Isi Laporan

BabI Pendahuluan
- Latar Belakang
Memaparkan pemahaman dan tujuan obyek kerja praktek(dunia industrijasa
konstruksi).
- Ruang Lingkup
Memuat identitas proyek dan ruang lingkup pekerjaan proyek/obyek KP serta
penugasan dan aktivitas apa yang dilakukan oleh penulis selama
melaksanakan kerja praktek.
- Tujuan dan Manfaat
Memaparkan tujuan dan Manfaat apa yang didapat oleh mahasiswa dalam
pelaksanaan kerja praktek, khususnya tujuan dan manfaat secara akademis.
- Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Menjelaskan waktu dan tempat pelaksanaan kerja praktek
Bab II Administrasi

12
Bab ini meliputi: Administrasi secara umum dalam proses realisasi proyek
(tender, sistem dan jenis tender, kontrak, jenis kontrak, nilai kontrak, cara
pembayaran, ringkasan RAB, klasifikasi kontraktor dan konsultan); struktur
dan hubungan organisasi proyek (pemilik, kontraktor, dan konsultan); RKS
dan gambar kerja (ringkasan) sesuai kondisi di proyek.
Bab III Pelaksanaan Dan Pengawasan
Bab ini meliputi: Kajian terhadap waktu dan kemajuan pelaksanaan proyek
(time schedule); lingkup pekerjaan sebelum, selama, sesudah KP; teknik
pelaksanaan dan pengawasan oleh pihak pemilik, pengawas, dan pelaksana
pada masing-masing item pekerjaan selama KP.
Pada bab ini semua hasil pengamatan dan partisipasi aktif dalam kerja kerja
praktek dipaparkan secara jelas dan berurutan.
Diawali dengan pemaparan secara garis besar tugas-tugas yang dikerjakan
selama kerja praktek, kemudian dilanjutkan dengan pemaparansecara rinci
keterlibatan mahasiswa dalam proyek.Data-data tersebut dapatdisajikan
dalam bentuk tabel yang memuat informasi tanggal dan kegiatan/aktifitas
yang dilakukan.
BAB IV :Penutup
Bab ini meliputi: Ringkasan dan Rekomendasi. Bab ini meringkas tentang
kemajuan pekerjaan, pengelolaan, pengawasan dan pelaksanaan, apakah
sesuai atau tidak dengan rencana/ketentuan, berdasarkan kenyataan di
lapangan, kemudian diberikan rekomendasi terhadap hal-hal yang perlu
ditingkatkan.Rekomendasi yang diajukan dapat bersumber dari hasil
pengamatan praktis selama kerja praktek, diskusi dengan nara sumber dari
perusahaan/instansi yang bersangkutan, diskusi dengan pembimbing atau
berdasarkan acuan teori.

c. Kelengkapan Akhir
- Daftar pustaka
Mencantumkan referensi-referensi yang digunakan dalam penyusunan
laporan KP.
- Lampiran A:
Surat Permohonan Ijin KP dari Dekan

13
Surat Balasan dari Pengelola Obyek KP
SK Pembimbing KP
Laporan Mingguan selama KP di lapangan
Jadwal Pelaksanaan KP
Kartu Bimbingan KP selama penyusunan Laporan KP
- Lampiran B:
Melampirkan dokumen proyek secara selektif terkait dengan uraian yang
disampaikan pada laporan (dikonsultasikan kepada pembimbing).

14
BAB IV
FORMAT PENULISANLAPORAN

4.1 Ketentuan Umum


Format penulisanlaporan kerja praktek disusun dengantujuan:
a. Memudahkan mahasiswa menulis Laporan kerja praktek.
b. Mengatur cara dan format penulisan Laporan kerja praktek.
c. Menghasilkan Laporan kerja praktek yang komprehensif.

4.2 Ketentuan Penulisan


Naskah dapat berupa ketikan dengan ketentuan semua bagian terbaca dengan
jelas. Hindari pemakaian arsiran atau efek-efek lain yang mengaburkan huruf atau
angka di dalamnya sehingga sulit dibaca.

4.2.1 Kertas
Ukuran kertas untuk laporan adalah A4 (210,2 mm x 297,3 mm) jenis HVS 70
gram.

4.2.2 Pengetikan
Batas pengetikan atau daerah ketik adalah 40 mm dari tepi kiri dan 30 mm dari
tepi-tepi lainnya.Setiap lembar kertas hanya diisi satu sisi saja. Naskah laporan diketik
dengan huruf Times New Roman ukuran huruf 12 point dan jarak antar baris sebesar
1,5 (satu setengah) spasi.
Bagian lain seperti Daftar Isi, Daftar Gambar, Daftar Tabel,Daftar Pustaka,dan
Daftar Lampiran, diketik dengan spasi tunggal.
Setiap Bab dimulai pada halaman baru. Nomor dan nama bab diletakkan di
tengah-tengah daerah ketik, diketik dengan huruf besar. Dengan angka romawi dan
huruf besar (Misalnya BAB I PENDAHULUAN), tanpa titik di belakangnya, dan
diletakkan secara simetris dalam daerah ketik (center alignment).
Nomor sub-bab ditulis sesuai dengan bab terkait, mempunyai urutan seperti: 1.1
Pendahuluan, 1.2 Ketentuan Umum, dan seterusnya (tanpa titik di belakangnya),
diketik tiga spasi di bawah baris sebelumnya, diletakkan pada batas kiri daerah ketik
(left alignment). Nama sub-bab ditulis dengan huruf depan memakai huruf besar pada

15
setiap kata (title case), tanpa titik di belakangnya, berjarak minimal tiga ketukan kosong
dari angka terakhir nomor sub bab.
Bagian dari sub-bab, juga diketik tiga spasi di bawah baris sebelumnya.

4.2.3 Penomoran Halaman


Penomoran halaman dilakukan sesuai dengan petunjuk berikut:
- Lembar Halaman Judul tidak diberi nomor halaman dan tidak dihitung
halamannya.
- Lembar halaman yang berisi Surat Keterangan Telah Menyelesaikan Laporan
KP, Ucapan Terimakasih, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar
Notasi dan Istilah/Singkatan, diberi nomor urut dummy sebagai berikut
i,ii,iii, dst.
- Nomor halaman 1 dimulai pada Bab I sampai halaman lampiran terakhir.
Penomoran halaman dibuat menerus tanpa memandang Bab dan diletakkan
pada pojok kanan bawah, berlanjut sampai dengan lampiran.

4.2.4 Alinea/Paragraf
Satu alinea harus membawa satu pokok pikiran.Baris pertama alinea baru
diawali dengan masuk ke dalam (indent) yang disesuaikan dengan posisi huruf pertama
judul sub-bab, atau bagian dari sub-bab.Hindari memulai alinea baru pada dasar
halaman, kecuali tersedia cukup ruang untuk minimal dua baris. Jarak antar paragraf
1,5 spasi.

4.2.5 Bilangan dan Satuan


Penulisan bilangan dan lambang bilangan pada awal suatu kalimat agar
dihindari.Bila seandainya kalimat perlu dimulai dengan suatu bilangan atau lambang
bilangan, maka bilangan atau lambang bilangan itu harus dieja. Satuan-satuan ditulis
dengan singkat tanpa tanda titik di belakangnya seperti: m, m2, kg, MPa dsb.
(berdasarkan standar international - SI).
Semua kata bilangan dari satu sampai dengan sembilan harus ditulis
dengan huruf, dan tidak boleh diikuti dengan angka dalam kurung. Misal: Perusahaan
memiliki dua anak perusahaan yangtersebar di 27 provinsi.

16
Bila lambang bilangan digunakan untuk menandai nomor, maka harus ditulis
dengan angka.Misalnya untuk tanggal, nomorrumah, nomor kutipan, bilangan
dalamtabel, dan bilangan persentase.Bila kata bilangansatusampaisembilan yang
digunakanakansecara berurutan dalam satu kalimat, maka harus ditulis dengan angka.
Misalnya: Perusahaan memiliki9 cabang utama dan5 cabang pembantu.Bila diikutioleh
satuan ukuran tertentu harus menggunakan angka. Misal: Volume penjualantahun
2010 mencapai3 ton/bulan.Angka ribuan ataujutaan danseterusnya, dan
menunjukkansesuatu jumlah, harus dipisahkan dengan tanda baca titik (bukan
koma). Misal: jumlah biaya penayangan media tahun 2010 mencapaiRp
30.250.600,00. Angkaribuan atau jutaan danseterusnya yang tidak menunjukkansuatu
jumlah, ditulistanpa titik. Misal: Tahun 1996 perusahaan menambahjumlah karyawan,
dan nomorinduk karyawan yangterakhir adalah 12678904566.

4.2.6 Bahasa dan Kata Asing


Pemakaian kata dalam bahasa Indonesia diutamakan. Sedapat mungkin
dihindari pemakaian kata ganti orang (seperti saya, kami, kita, dan sebagainya). Nama
latin, kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah dicetak miring.

4.2.7 Tanda Baca


Tanda titik, selain dipakai untuk mengakhiri suatu kalimat juga digunakan di
belakang singkatan-singkatan tertentu, seperti Moh.Ali, Prof. Jaya dan
lainnya.Singkatan yang terdiri atas huruf besar semuanya, ditulis tanpa titik seperti
UNUD, WHO, dan lainnya.
Titik dua dipakai jika akan mengadakan kutipan yang panjang dan jika akan
menyebut beberapa hal dalam suatu rangkaian. Tanda titik koma biasanya dipakai
dalam kalimat-kalimat yang kompleks. Tanda ini akan membagi kalimat menjadi anak-
anak kalimat yang setingkat.

4.2.8 Tabel
Suatu tabel terdiri atas nomor tabel yang berupa angka latin sesuai dengan
nomor bab dan nomor urutan tabel (misalnya tabel pertama pada Bab II: Tabel 2.1)
yang berjarak satu ketukan dari kata Tabel. Judul tabel berjarak dua ketukan dari
nomor tabel. Judul tabel dalam teks berjarak tiga spasi (diberi ruang kosong 1,5 spasi)

17
di bawah teks sebelumnya. Teks berikutnya berjarak 3 spasi (diberi ruang kosong 1,5
spasi) dari tabel di atasnya.
Judul tabel dan tabel ditempatkan rata kiri, ditulis dengan huruf kecil kecuali
huruf pertama dan tidak diakhiri dengan titik.Bila judul tabel lebih dari satu baris, maka
judul selebihnya diketik satu spasi di bawah baris di atasnya dan dimulai tepat di bawah
huruf pertama kata permulaan judul. Judul tabel harus singkat dan menjelaskan apa
yang terdapat di dalam tabel tersebut.
Tabel diposisikan satu spasi di bawah judulnya.Teks dalam tabel dapat disusun
satu atau satu setengah spasi tergantung pada tempat, dengan catatan bahwa tabel tidak
terlalu padat dan mudah dibaca.Tabel dapat disusun dengan kolom-kolomnya sejajar
panjang halaman atau sejajar lebar halaman.Cara yang terakhir pada umumnya
menggunakan satu halaman penuh.Ukuran huruf/angka dalam tabel bisa disesuaikan,
namun harus terbaca dengan jelas dan minimal ukuran huruf (font) 8.
Tabel tidak boleh dipenggal, kecuali memang panjang sehingga tidak mungkin
diketik dalam satu halaman.Pada tabel lanjutan, dicantumkan nomor tabel dan kata
(lanjutan) tanpa judul. Contoh: Tabel 2.1 (lanjutan), tanpa titik dibelakangnya.
Tabel yang terlalu besar sebaiknya disederhanakan, bila ingin diikutsertakan
dalam teks, sedangkan tabel lengkapnya dapat disajikan dalam lampiran.
Tabel yang diambil dari suatu referensi, pada bagian bawah tabel dilengkapi
dengan: Sumber: ...asal sumber...(tahun) tanpa titik dibelakangnya, dan/atau catatan,
yang ditulis dengan ukuran huruf (font) 10, berjarak satu spasi dari tabel.Contoh:
Tabel 2.1 Contoh cara penulisan judul tabel yang panjang pada laporan, tanpa titik
dibelakangnya

Sumber: Dep. PU (1985)

Atau pada bagian bawah tabel sebagai hasil penelitian/studi ditulis seperti pada contoh
dibawah ini :
Tabel 2.1 Karakteristik

Sumber: Hasil Analisis (2010)

18
Bila terpaksa mencantumkan tabel berukuran besar, bisa diposisikan
melintang/melebar sepanjang tinggi kertas, maka bagian atas tabel harus diletakkan di
bagian kiri laporan (diarah jilidan laporan).Nomor halaman dibuat di bagian kanan
bawah sesuai posisi melintang.

4.2.9 Gambar
Yang dimaksud dengan gambar adalah bagan, grafik, peta, atau foto.Suatu
gambar harus dicantumkan lengkap dengan nomor gambar dan judul
gambarnya.Gambar ditempatkan di tengah-tengah dalam teks, tiga spasi di bawah dan
di atas teks.
Nomor gambar berupa angka latin disesuaikan dengan nomor bab dan nomor
urutan gambar (misalnya gambar pertama pada Bab II: Gambar 2.1) yang berjarak satu
ketukan dari kata Gambar.
Judul gambar berjarak dua ketukan dari nomor gambar, ditulis dengan huruf
besar pada huruf pertama saja (sentence case) dan disesuaikan dengan Ejaan Bahasa
Indonesia yang benar, diletakkan simetris di tengah-tengah, dan berjarak satu setengah
spasi di bawah gambar serta tanpa titik dibelakangnya.
Bila judul gambar lebih dari satu baris, maka judul selebihnya diketik satu spasi
di bawah baris di atasnya dan dimulai tepat di bawah huruf pertama kata permulaan
judul.Huruf dalam gambar harus jelas terbaca.
Bila gambar bersumber dari buku atau tulisan lain, maka sumber ini
dicantumkan dibawah nama gambar, di tengah-tengah, dengan cara menuliskan nama
penulis serta tahun terbit di bawah judul gambar, di dalam kurung, dengan ukuran huruf
10, tanpa titik dibelakangnya.

Contoh:

Ruang Untuk Gambar

Gambar 2.1 Contoh cara penulisan nama gambar yang panjang pada laporan TA ,
tanpa titik dibelakang judul
Sumber: Parta (2009)

19
Gambar tidak boleh dipenggal. Keterangan gambar ditulis pada tempat-tempat
yang lowong di dalam gambar dan tidak di halaman lain. Gambar harus dibuat pada
kertas yang dipakai untuk naskah. Tanda-tanda, baik dalam bentuk huruf atau angka
yang dipakai dalam gambar, harus jelas dan sedapat-dapatnya berukuran sama dengan
huruf atau angka dalam teks. Gambar yang lebih besar dari kertas harus diperkecil
tanpa mengurangi arti gambar tersebut.
Bila terpaksa mencantumkan gambar berukuran besar, bisa diposisikan
melintang/melebar sepanjang tinggi kertas, maka bagian atas gambar harus diletakkan
di bagian kiri laporan (diarah jilidan laporan).Nomor halaman dibuat di bagian kanan
bawah sesuai posisi melintang.Bila gambar tidak mungkin diperkecil seperti peta,
gambar dapat dilipat.

4.2.10Penulisan Rumus/Persamaan
Rumus ditulis pada baris terpisah dari teks dengan jarak satu setengah spasi di
atas dan di bawahnya. Setiap rumus harus dinomori sesuai dengan nomor urut rumus
pada masing-masing bab yang dimulai dengan nomor bab. Persamaan ditulis dengan
masuk ke dalam (indent), sejarak yang disesuaikan dengan huruf pertama paragraf di
atasnya, dan diberi nomor persamaan di bagian kanan, di dalam kurung, sesuai bab dan
nomor urut, tanpa dihubungkan dengan titik-titik.
Contoh:
E = mc2 (2.1)

4.2.11Rujukan Tabel, Gambar, dan Rumus


Penulisan tabel, gambar, dan rumus dalam teks harus mencantumkan nomor
tabel, gambar, dan rumus yang menunjukkan rumus tersebut ada pada bab dan nomor
tertentu. Sebagai contoh, penomoran Persamaan 2.1 memberikan pengertian bahwa
persamaan tersebut berada pada bab II pada nomor urut 1. Dalam teks disebutkan
sebagai Persamaan 2.1.

4.2.12 Penyingkatan Kata

Penyingkatan kata dalam penulisanlaporan kerja prakteksebaiknya dihindarkan,


kecualisudah menjadisingkatan yangbaku dan dikenal umum.Judul, Bab, sub bab,

20
paragraf dan seterusnya, tidak boleh menggunakan singkatan.Setiap kata ulang ditulis
utuh dengan menggunakantanda penghubung.

21
Lampiran I Contoh Contoh Surat Untuk Kegiatan Kerja Praktek
Lampiran KP 1 : Contoh Surat Keterangan/Persetujuan mendaftar KP dari PA
Lampiran KP2 : Contoh Surat Mohon Ijin KP dari Dekan (Perseorangan dan Berkelompok)
Lampiran KP3 : Contoh Surat Permohonan Melaksanakan KP kepada Program Studi
Lampiran KP4: Contoh Surat Permohonan SK Pembimbing KP
Lampiran KP5a: Contoh Form Laporan Mingguan Kegiatan KP
Lampiran KP5b : Contoh Jadwal Pelaksanaan KP
Lampiran KP6: Contoh Form Kartu Bimbingan KP
Lampiran KP7 : Contoh Form Nilai Kerja Praktek Di Lapangan
Lampiran KP8a : Contoh Surat Permohonan Perpanjangan KP
Lampiran KP8b: Contoh Surat Permohonan Perpanjangan SK Pembimbing KP
Lampiran KP9a: Contoh Berita Acara Ujian Kp
Lampiran KP9b: Contoh Form Nilai PelaksanaanKP
Lampiran KP10: Contoh Surat Keterangan Telah Menyelesaikan Laporan KP
Lampiran KP11a : Contoh Halaman luar Lap. KP (hard cover, warna biru muda)
Lampiran KP11b : Contoh Format Punggung Lap. KP
Lampiran KP11c : Contoh Lembar pemisah bab, Berwarna biru muda
Lampiran KP11d : Contoh Halaman kertas pemisah Lampiran, berwarna biru muda

22