Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tindakan pembedahan merupakan pengalaman menegangkan bagi

sebagian pasien, hal ini dikarenakan kurang pengetahuan mengenai tindakan

perawatan maupun tindakan medis yang akan dilakukan terhadapnya, perawat

bertanggung jawab dalam memberikan informasi dan atau penyuluhan terkait

dengan tindakan pembedahan yang akan di terimanya. (Smith. At all 1982)

mendefinisikan penyuluhan pre operasi sebagai tindakan suportif dan pendidikan

yang dilakukan perawat untuk membantu pasien bedah dalam meningkatkan

kesehatan sendiri sebelum dan sesudah pembedahan. Tuntutan pasien akan

bantuan keperawatan terletak pada area pengambilan keputusan, tambahan

pengetahuan, keterampilan, dan perubahan perilaku.(dikutip dari Carpenito 1995).

Penyuluhan pada pasien yang akan dilakukan tindakan pembedahan diberikan

dangan tujuan meningkatkan kemampuan adaptasi pasien dalam menjalani

rangkaian prosedur pembedahan sehingga klien diharapkan lebih kooperatif,

berpartisipasi dalam perawatan post operasi, dan mengurangi resiko komplikasi

post operasi.(Donna Ignativicius,1996). Dari pengalaman klinik, peneliti sering

menjumpai pasien post operasi pembedahan abdomen yang tidak melakukan

mobilisasi segera, sehingga hari perawatan lebih lama dan kemungkinan

komplikasi post-operasi seperti atlektasis dan pneumonia hipostatis dapat terjadi,

pelaksanaan mobilisasi perlu mendapat penjelasan sebelum operasi dilaksanakan

guna meningkatkan kemampuan kemandirian pasien post operasi.


2

Pembedahan yang menyangkut luka insisi di abdomen menurut data

sementara yang peneliti peroleh dari ruang kamar operasi Rs.Bhayangkara Tk.I

R.Said Sukanto dari bulan Januari sampai September 2004 terdapat 468 kasus

dengan rata-rata tiap bulan sekitar 52 kasus, dan khususnya pada ruang perawatan

bedah G rata-rata 30 pasien dalam satu bulan, namun belum ada data kejadian

komplikasi akibat tidak melakukan mobilisasi.

Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas,

mudah, teratur, mempunyai tujuan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup

sehat,dan penting untuk kemandirian ( Barbara Kozier 1991), demikian pula

dengan pasien pos operasi di harapkan dapat melakukan mobilisasi sesegera

mungkin, seperti melakukan gerakan kaki ,bergeser di tempat tidur, melakukan

nafas dalam dan batuk efektif dengan membebat luka dengan jalinan kedua

tangan di atas luka opersi, dan teknik bangkit dari tempat tidur ( Brunner &

Suddarth, 1996 ), dengan melakukan mobilisasi sesegera mungkin, hari perawatan

pasien akan lebih singkat dan komplikasi pos operasi tidak terjadi.

Dari uraian di atas maka penyuluhan pre operasi diperlukan agar perilaku

pasien post operasi dapat berubah dari ketidaktahuan menjadi paham akan

perawatan dirinya, dan khusunya mengenai mobilisasi pos operasi pasien telah

mempunyai gambaran atau pengetahuan perawatan post operasi. Penyuluhan

pasien pre operasi perlu dipersiapkan dengan baik, sehingga partisipasi aktif

pasien pos operasi dalam meningkatkan kesehatan dirinya akan lebih baik

(Luckmann and Sorensen's, 1987). Sebagai mana diketahui bahwa penyuluhan pre

operasi merupakan upaya perawat sebagai pendidik dengan tujuan merubah

perilaku pasien dalam pencapaian tujuan (Notoatmojo, 2003). Dengan


3

memberikan penyuluhan pre operasi pasien dapat mengadopsi berbagi strategi

guna peningkatan kemampuan adaptasi pasien pos operasi sehingga kemandirian

segera tercapai dan dapat mempersingkat hari perawatan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka dapat di rumuskan masalah

"Bagaimanakah pengaruh penyuluhan pre-operasi terhadap pelaksanaan

mobilisasi post-operasi ?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Menjelaskan pengaruh penyuluhan pre operasi terhadap pelaksanaan

mobilisasi post operasi pembedahan daerah abdomen.

1.3.2 Tujuaan Khusus

1. Mengukur kemampuan pengetahuan pasien tentang mobilisasi post operasi

pembedahan abdomen

2. Mengukur sikap pasien dalam melakukan mobilisasi pos operasi pembedahan

abdomen

3. Mengobservasi pelaksanaan mobilisasi post operasi pada pasien pembedahan

abdomen

4. Mengidentifikasi pengaruh penyuluhan pre operasi terhadap perubahan tingkat

pengetahuan tentan mobilisasi post operasi

5. Mengidentifikasi pengaruh penyuluhan pre operasi terhadap perubahan sikap

tentang mobilisasi post operasi


4

6. Mengidentifikasi pengaruh penyuluhan pre operasi terhadap pelaksanaan

mobilisasi post operasi pembedahan abdomen

1.4 Manfaat Penelitian

1.4 1Teoritis

Dengan penyuluhan pre-operasi pasien pembedahan abdomen dapat

mempengaruhi pengetahuan dan pasien dapat beradaptasi dengan penatalaksanaan

perawatan post operasi, sehingga harapan sesuai dengan teori, bahwa pendidikan

kesehatan (penyuluhan) dapat mempersingkat hari perawatan..

1.4.2 Praktis

Dengan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan keberhasilan

penyuluhan melalui penelitian maka akan dapat memberikan sumbangsih bagi

keperawatan sehingga dapat diterapkan di klinik.