Anda di halaman 1dari 18

BAB 4

METODE PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian


Desain penelitian merupakan keseluruhan dari perencanaan untuk

menjawab pertanyaan penelitian dan mengantisipasi beberapa kesulitan

yang mungkin timbul selama proses penelitian (Nursalam, 2009).


Dalam penelitian ini desain yang digunakan adalah Analitik dengan

pendekatan Cross Sectional. Cross-Sectional adalah jenis penelitian yang

menekankan waktu/pengukuran observasi data variabel independen dan

dependen hanya satu kali pada saat itu (Nur Salam 2009). Penelitian ini juga

bisa disebut Explanatory atau Corelational, bertujuan untuk menemukan

faktor apakah yang terjadi sebelum atau bersama-sama tanpa adanya suatu

intervensi dari peneliti (Nur Salam 2009).


Pada penelitian ini dilakukan analisis Faktor – Faktor Pelayanan

Keperawatan Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Di Rsud Waluyo Jati

Kraksaan Probolinggo.

4.2 Kerangka Kerja Penelitian


Kerangka kerja adalah suatu yang abstrak, logical secara arti harfiah

dan akan membantu penelitian dalam menghubungkan hasil penemuan

dengan body of knowledge (Nursalam, 2008).

4.2Bagan Kerangka Kerja


Faktor Pelayanan Keperawatan Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Di
RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo

37
2

Populasi
Semua pasien di RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebanyak 287 pasien.

Tekhnik Sampling
Tekhnik sampling yang digunakan adalah Simpel Random Sampling

Sampel

semua pasien di Rsud Waluyo Jati


Desain Penelitian
Deskriptif Analitik Dengan Cross Sectional
Pengumpulan Data
Kuesioner
Pengolahan Data
Editing, Coding, Scoring, Tabulating
Analisa Data
Regresi logistic ganda

Kesimpulan
H1 diterima jika Pvalue < α dengan α=0.05
H0 diterima jika Pvalue > α dengan α=0.05

Bagan 4.2 : Faktor Pelayanan Keperawatan Yang Mempengaruhi


Kepuasan Pasien Di Rsud Waluyo Jati Kraksaan
Probolinggo

4.3 Populasi, Sampel dan Sampling


4.3.1 Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian adalah setiap subjek (misal: manusia,

pasien) yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2011).

Dalam penelitian ini populasinya adalah pasien di RSUD Waluyo Jati

Kraksaan kabupaten probolinggo.


4.3.2 Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian populasi yang akan di teliti atau sebagian

jumlah dari karakteristik yang di miliki oleh populasi. Dalam penelitian

keperawatan, kriteria sample meliputi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, di


3

mana kriteria tersebut menentukan dapat dan tidaknya sampel yang

tersebut di gunakan (Alimul, 2007).


Pada penelitian ini, sampel yang diambil adalah pelayanan

keperawatan dan kepuasan pada pasien di RSUD Waluyo Jati Kraksaan -

kabupaten probolinggo.

4.1. Sampel Size Rawat Inap RSUD Waluyo Jati Kraksaan

No Ruang Rawat Inap Sampel Size


1. Ruang Asoka 45
2. Ruang Melati 45
3. Ruang Mawar 45
4. Ruang Bougenvile 45
5. Ruang Dahlia 45
6. Ruang VK 23
7. Ruang Rawat Gabung 19
9. Ruang Nifas 8
10. Ruang NICU 6
11. Ruang ICU 6
Jumlah 287

4.3.3 Teknik Sampling


Penelitian ini dilakukan dengan teknik Total Sampling yaitu dimana

semua anggota populasi di jadikan sampel (Sugiyono,2013). Adapun jumlah

sampel yang diambil oleh peneliti dengan simple random sampling yang

mempengaruhi kepuasan pelayanan keperawatan pada pasien di RSUD

Waluyo Jati Kraksaan kabupaten Probolinggo.

4.4 Variabel Penelitian


Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai

beda terhadap sesuatu (Nursalam, 2009). Dalam penelitian ini yang menjadi
4

variabel penelitian adalah analisis Faktor – Faktor Pelayanan Keperawatan

Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Di Rsud Waluyo Jati Kraksaan

Probolinggo.
4.4.1 Variabel Independen
Variebel bebas merupakan merupakan variabel stimulus atau

variebel yang mempengaruhi variebel lain (Sarwono,2006). Variabel

independen dalam penelitian ini adalah faktor-faktor pelayanan

keperawatan.
4.4.2 Variabel dependen
Variabel tergantung adalah variabel yang memberikan reaksi atau

respon jika di hubungkan dengan variebel bebas (Sarwono,2006). Variabel

dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan.

4.5 Lokasi dan Waktu Penelitian

4.5.1 Lokasi

Penelitian ini dilakukan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan Jati kabupaten

Probolinggo sebanyak 10 pasien.

4.5.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian akan dilaksanakan pada tanggal 30 Maret sampai 30 April

2017.

4.6Definisi Operasional
Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara

operasional dan berdasarkan karakteristik yang diamati, memungkinkan

peneliti untuk melakukan pengumpulan data sebaiknya dilihat alat ukur

pengumpulan data tersebut agar dapat memperkuat hasil penelitian. Alat

ukur pengumpulan data tersebut antara lain dapat berupa kuesioner,

observasi, wawancara, atau gabungan ketiganya (Alimul, 2003)


1

Tabel 4.2 : Definisi Operasional Penelitian Faktor-faktor Pelayanan Keperawatan Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Di

RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo.

Variebel Definisi Indikator Alat ukur Skala Skor


operasional
Independen:
faktor-faktor yang
mempengaruhi
pelayanan
Pemahaman Kuisioner Nominal
keperawatan 1. Pengetahuan Reliability
1. Reliability perawat tentang 2. Keterampilan
1. Setuju: 2
3. Kemampuan
pengetahuan untuk 2. Tidak Setuju: 1
pengetahuan
memberikan Kategorikan:
prosedur kerja
kepuasan 1. Baik : 61-100%
4. Profesional
2. Kurang Baik : < 60
pelayanan kepada
masyarakat.

2. Responsivene Yaitu respon atau 1. Ketanggapan Kuisioner Nominal Responsiveness


2. Cepat
ss cepat tanggap 1. Setuju: 2
3. Tanggung
2. Tidak Setuju: 1
seorang perawat
jawab
Kategorikan:
terkait dengan
1. Baik : 61-100%
pemberian
2. Kurang Baik : < 60
pelayanan yang
2

diberikan oleh
perawat kepada
pasien.

3. Assurance Mutu pelayanan 1. Pelayanan Kuisioner Nominal Assurance


yang diberikan oleh yang andal 1. Setuju: 2
2. Kinerja 2. Tidak Setuju: 1
perawat kepada
pelayanan Kategorikan:
pasien secara
3. Profesional
1. Baik :61-100%
profesional agar
2. Kurang Baik : < 60
pasien merasa
nyaman dan puas.

4. Tangibles Sarana atau 1. Sarana dan Kuisioner Nominal Tangibles


kelengkapan yang prasarana 1. Setuju: 2
2. Performance 2. Tidak Setuju: 1
dilengkapi oleh
3. Karakteristik
Kategorikan:
perawat untuk
pelayanan
1. Baik :61-100%
meningkatkan 4. Kelengkapan
2. Kurang Baik : < 60
pelayanan kepada sarana
5. Kelayaan sarana
pasien.
prasarana yang
disiapkan
3

5. Emphaty Rasa simpati yang 1. Keseriusan Kuisioner Nominal Emphaty


2. Perhatian
dimiliki oleh seorang 1. Setuju: 2
3. Simpatik
2. Tidak Setuju: 1
perawat kepada 4. Pengertian
Kategorikan:
pasien.
1. Baik :61-100%
2. Kurang Baik : < 60

Dependen: kepuasan Rasa puas dari hasil 1. Kenyamanan kuisioner Nominal Kepuasan Pasien
2. Hubungan 1. Puas : 2
pasien pelayanan yang
2. Tidak puas : 1
pasen dengan
diperoleh melalui
Kategorikan:
petugas rumah
asuhan
1. Baik :61-100%
sakit
keperawatan oleh 2. Kurang Baik : < 60
3. Kompetisi
perawat di rumah
teknik petugas
sakit 4. biaya
1

4.7Prosedur Penelitian
4.7.1 Prosedur Administratif

Mendapatkan surat izin penelitian dari Ketua Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan Hafshawaty Jurusan S1 Keperawatan Genggong Probolinggo,

Kemudian peneliti mengajukan permohonan izin penelitian kepada Ketua

Direktur dan Ketua Bidang Pelayanan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan

kabupaten probolinggo , untuk memperoleh izin melakukan.

4.7.2 Prosedur Tekhnis atau Alur Penelitian


1. Peneliti meminta izin dan mendapatka izin dari Ketua Direktur dan

Ketua Bidang Pelayanan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan kabupaten

probolinggo untuk mengadakan penelitian di wilayah tersebut.


2. Peneliti mendata kepusan pasien dengan menyebarkan kuisioner

dan datang ke kamar rawat inap responden satu persatu dan

menjelaskan maksud dan tujuan penelitian.


3. Memberikan inform consent pada pasien yang setuju menjadi

responden untuk menanda-tangani.


4. Sebelum mengetahui angka kepuasan pada pasien, peneliti

memberikan kuisioner untuk mengetahui kepuasan pelayanan pada

pasien untuk memastikan kembali bahwa pasien benar – benar puas

akan pelayanan.
5. Peneliti mengumpulkan data dengan cara menganalisi faktor

kepuasan dengan mengunakan angket kepuasan pasien.

4.8 Pengumpulan Data

4.8.1 Instrumen Peneltian

Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan

oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar penelitiannya lebih mudah

dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis

sehingga lebih mudah diolah (Arikunto,2003:136). Instrument dalam

penelitian ini adalah koesioner . Kuesioner dalam penelitian ini adalah


2

kuesioner tertutup yang sudah disediakan jawabannya sehingga

responden tinggal memilih (Arikunto, 2003:129).

Kuesioner dalam penelitian ini memuat daftar pertanyaan yang

mana responden hanya tinggal memberikan tanda check (√) pada

pilihan jawaban yang dikehendaki. Sebelum instrument digunakan sebagai

alat pengumpul data pada penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan uji coba

pada kuesioner dilakukan pada Puskesmas krejengan kecamatan

krejengan Kabupaten Probolinggo sebanyak 10 pasien dengan dasar

bahwa tempat uji instrument mempunyai karakteristik yang sama dengan

tempat penelitian. Uji coba dilakukan dengan cara: membandingkan nilai r

tabel dengan nilai r hitung. Bila r hasil (hitung)>r tabel, maka pertanyaan

tersebut valid.

4.8.2 Uji Validitas

Prinsip validitas adalah pengukuran dan pengamatan yang berarti

prinsip keandalan instrumen dalam mengumpulkan data. Instrumen harus

dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (Nursalam, 2011).

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana ketepatan

suatu alat ukur dalam mengukur suatu data. Untuk mengetahui validitas

suatu instrumen (dalam hal ini kuesioner) dilakukan dengan cara

melakukan korelasi antar skor masing-masing variabel dengan skor

totalnya. Teknik korelasi yang digunakan korelasi Pearson Product

Moment. Suatu variabel (pertanyaan) dinyatakan valid bila skor variabel

tersebut berkorelasi secara signifakan dengan skor totalnya dengan cara

membandingkan nilai r tabel dengan nilai r hitung. Bila r hasil (hitung) > r

tabel, maka pertanyaan tersebut valid, dari hasil uji validitas di dapatkan :

1. Nilai r tabel dengan N = 10 =0,632


2. Kesimpulan r hasil > r tabel maka koesioner tersebut valid.
3

Uji coba dilakukan kepada 10 responden yaitu pasien di RSUD

Waluyo Jati Kraksaan kabupaten probolinggo, Kemudian dilakukan uji

validitas instrument dengan bantuan komputer. Hasil uji validitas kuesioner

mengenai pelayanan keperawatan diantaranya reability didapatkan dari uji

validitas ada 7 pertanyaan valid (Nomor 1,2,3,4,5,6,7,) dan di peroleh nilai r

hitung minimum ,868 dan nilai r maksimum ,970 dengan r tabel 0,632.

Responsiveness dari uji validitas ada 7 pertanyaan valid (Nomor

1,2,3,4,5,6,7) dan di peroleh nilai r hitung minimum ,869 dan nilai r

maksimum ,883 dengan r tabel 0,632. Assurance didapatkan dari uji

validitas ada 7 pertanyaan valid (Nomor 1,2,3,4,5,6,7) dan di peroleh nilai r

hitung minimum ,869 dan nilai r maksimum ,903 dengan r tabel 0,632.

Tangibles didapatkan dari uji validitas ada 7 pertanyaan valid (Nomor

1,2,3,4,5,6,7) dan di peroleh nilai r hitung minimum ,868 dan nilai r

maksimum ,911 dengan r tabel 0,632. Empaty didapatkan dari uji validitas

ada 5 pertanyaan valid (Nomor 1,2,3,4,5) dan di peroleh nilai r hitung

minimum ,790 dan nilai r maksimum ,953 dengan r tabel 0,632. Hasil uji

validitas kuesioner mengenai kepuasan pelayanan keperawatan

didapatkan dari uji validitas ada 25 pertanyaan valid (Nomor

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25) dan di

peroleh nilai r hitung minimum ,890 dan nilai r maksimum ,943 dengan r

tabel 0,632.

4.8.3 Uji Reliabilitas

Reabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan bila

fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkali-kali dalam
4

waktu yang berlainan. Alat dan cara mengukur atau mengamati sama-

sama memegang peranan yang penting dalam waktu yang bersaman.

Perlu diperhatikan bahwa reabil belum tentu akurat (Nursalam, 2011).

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil

pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan alat

ukur yang sama. Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara yaitu:

Split Half (Teknik belah dua) yang dianalisis dengan rumus Spearman

Brown. Untuk keperluan itu maka butir-butir instrumen di belah menjadi dua

kelompok, yaitu kelompok instrument ganjil dan kelompok genap.

Selanjutnya, skor data tiap kelompok itu disusun sendiri. Skor total

antara kelompok ganjil dan genap dicari korelasinya. Dinyatakan

reliabel bila skor variabel tersebut berkorelasi secara signifikan dengan

skor totalnya dengan cara membandingkan nilai r tabel dengan nilai r

hitung. Bilar (Alpha)> r tabel, maka pertanyaan tersebut reliabel, dari hasil

uji reabitlitas di dapatkan :

1. Nilai r tabel dengan Alpha = 10 = 0,265

2. r Alpha > r tabel maka koesioner tersebut realibe.

Hasil uji reabilitas diperoleh r alpha kuesioner faktor pelayanan

Reability ,970 lebih besar dari r tabel maka pertanyaan tersebut reliabel.

Responsiveness ,955 lebih besar dari r tabel maka pertanyaan tersebut

reliabel. Assurance ,970 lebih besar dari r tabel maka pertanyaan tersebut

reliabel. Tangibles ,971 lebih besar dari r tabel maka pertanyaan tersebut

reliabel. Empathy ,963 lebih besar dari r tabel maka pertanyaan tersebut

reliabel. Hasil uji reabilitas diperoleh r alpha kuesioner kepuasan pasien ,

993 lebih besar dari r tabel maka pertanyaan tersebut reliabel.

4.8.4 Teknik Pegumpulan Data


5

Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek

dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu

penelitian. Langkah-langkah dalam pengumpulan data bergantung pada

rancangan penelitian dan teknik instrumen yang digunakan. Selama proses

pengumpulan data, peneliti memfokuskan pada penyediaan subjek, melatih

tenaga pengumpul data, memerhatikan prinsip-prinsip validitas dan reabilitas,

seerta menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi agar data dapat

terkumpul sesuai dengan rencana yang teflah ditetapkan (Nursalam, 2011).

Pada pelaksanaan penelitian ini peneliti mengajukan permohonan ijin

kepada Ketua Direktur dan Ketua Bidang Pelayanan di RSUD Waluyo Jati

Kraksaan kabupaten probolinggo untuk mendapatkan persetujuan. Setelah

disetujui maka kuesioner disebarkan ke subjek yang diteliti. Cara yang dipakai

dalam pengumpulan data ini menggunakan kuesioner tertutup, artinya setiap

jawaban sudah disediakan dan responden tinggal memilih jawaban yang ada.

4.9 Teknik Analisa Data


4.9.1Editing
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebeneran data

yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap

pengumpulan data atau setelah data terkumpul.


4.9.2Coding
Yang dimaksud dengan coding adalah mengklasifikasikan jawaban-

jawaban dari para responden ke dalam kategori-kategori.

Data khusus

1. Baik :61-100%
2. Kurang Baik : < 60
4.9.3 Scoring
Scoring merupakan memberikan penilaian terhadap item-item yang

perlu diberikan penilaian atau skor. Hasil dari pengukuran langsung pada

responden di interpretasikan. Untuk variabel independen, kepuasan


6

dengan mengunakan lembar kuisioner. Setelah data terkumpul diberi bobot

untuk sangat memuaskan=4, Memuaskan=3, tidak memuaskan=2, Sangat

tidak memuaskan=1. Selanjutnya hasil pertanyaan tersebut diubah

kedalam coding yang telah ditentukan.


4.9.4 Tabulating

Tabulating adalah proses pengolahan data yang bertujuan untuk

membuat tabel-tabel yang dapat memberikan gambaran statistik. Proses ini

merupakan tahapan akhir pengolahan data yang sangat berguna untuk

kegiatan selanjutnya yaitu teknik penyajian data dengan klasifikasi untuk

variabel faktor-faktor kepuasan digunakan lembar kuisioner.

4.10 Cara Analisa data


Analisa data merupakan suatu proses atau analisa yang dilakukan

secara sistematis terhadap data yang dikumpulkan dengan tujuan supaya

trend dan relationship bisa dideteksi (Nursalam, 2004).


Setelah data data terkumpul kemudian masing masing kriteria

diubah dalm bentuk kuantitatif dan dijumlahkan untuk memeproleh skor

dan skor yang didapat akan disesuaikan dengan rumus suharsimi ari kunto.
Untuk menguji hipotesis yang menyatakan adanya Analisis Faktor-

faktor yang mempengaruhi kepuasan pelayanan keperawatan digunakan

uji Statistik “Regresi logistik ganda” menggunakan media komputer

program “Windows SPSS 15”. Kemudian peneliti menyimpulkan hasil

penelitian sebagai berikut:


“Apabila nilai p value < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelayanana

keperawatan”.

Langkah-Langkah Uji Statistik

Data Umum Uji Statistik

Frequency Bivariat Multivariat


7

 Klik Analize –
Berdasarkan Descriptive Statistics – -
Frequencies –CTRL-A
Usia Pindah Ke Kolom
Kanan Variabels
 Aktifkan kotak
Statistics – centang
semua Kolom Central
Tendency
(Mean,Median,Mode,Su
m – Centang Satu
Pada Kolom Dispersion
(Std.Deviation)
 Klik Continou –
Oke
 Klik Analize –
Berdasarkan Descriptive Statistics – -
Frequencies –CTRL-A
Jenis Kelamin Pindah Ke Kolom
Kanan Variabels
 Aktifkan kotak
Statistics – centang
semua Kolom Central
Tendency
(Mean,Median,Mode,Su
m – Centang Satu
Pada Kolom Dispersion
(Std.Deviation)
 Klik Continou –
Oke
 Klik Analize –
Berdasarkan Descriptive Statistics – -
Frequencies –CTRL-A
Pekerjaan Pindah Ke Kolom
Kanan Variabels
 Aktifkan kotak
Statistics – centang
semua Kolom Central
Tendency
(Mean,Median,Mode,Su
m – Centang Satu
Pada Kolom Dispersion
(Std.Deviation)
 Klik Continou –
Oke
 Klik Analize –
Berdasarkan Descriptive Statistics –
Frequencies –CTRL-A
Pendidikan Pindah Ke Kolom
Kanan Variabels
 Aktifkan kotak
Statistics – centang
semua Kolom Central
Tendency
(Mean,Median,Mode,Su
8

m – Centang Satu
Pada Kolom Dispersion
(Std.Deviation)
 Klik Continou –
Oke
 Klik Analize –  Klik Analize – Klik Analize –
Reliability Spearman Descriptive Statistics – Descriptive regresion – binary
Frequencies – CTRL-A Statistics – logistic
Pindah Ke Kolom crosstabs Masukkan variabel
Kanan Variabels  Masukkan kepuasan (untuk
 Aktifkan kotak faktor menganalisis
Statistics – centang independen multivariat kedalam
semua Kolom Central pindah ke tabel Dependent variabel
Tendency row(s) faktor Masukkan variabel
(Mean,Median,Mode,Su kepuasan – Independen ke
m – Centang Satu faktor dependen dalam kolom
Pada Kolom Dispersion pindah ke tabel covariate
(Std.Deviation) column(s) faktor Pilih metode
 Klik Continou – reliability backward LR
Oke  Aktifkan padapilihan metode
statistics – Aktifkan kotak
centang kolom option
correlation – Pilih Ci For ep (B)
 Klik continou – pilih Homeshow-
oke goodness-of-fit
 Klik Analize –  Klik Analize – Klik Continou
Responsiveness Spearman Descriptive Statistics – Descriptive Aktifkan kotak save
Frequencies –CTRL-A Pilih probabilitas
Statistics –
Pindah Ke Kolom Klik continou
Kanan Variabels crosstabs Aktifkan kotak
 Aktifkan kotak  Masukkan categorical
Statistics – centang faktor Klik continou – oke
semua Kolom Central independen
Tendency pindah ke tabel
(Mean,Median,Mode,Su row(s) faktor
m – Centang Satu kepuasan –
Pada Kolom Dispersion faktor dependen
(Std.Deviation) pindah ke tabel
 Klik Continou – column(s) faktor
Oke responsiveness
 Aktifkan
statistics –
centang kolom
correlation –
 Klik continou –
oke
 Klik Analize –  Klik
Assurance Spearman Descriptive Statistics – Analize –
Frequencies –CTRL-A Descriptive
Pindah Ke Kolom Statistics –
Kanan Variabels crosstabs –
 Aktifkan kotak  Masukkan
Statistics – centang faktor
semua Kolom Central independen
9

Tendency pindah ke tabel


(Mean,Median,Mode,Su row(s) faktor
m – Centang Satu kepuasan –
Pada Kolom Dispersion faktor dependen
(Std.Deviation) pindah ke tabel
 Klik Continou – column(s) faktor
Oke assurance
 Aktifkan
statistics –
centang kolom
correlation –
 Klik
continou – oke

 Klik Analize –  Klik Analize –


Tangible Spearman Descriptive Statistics – Descriptive
Frequencies –CTRL-A Statistics –
Pindah Ke Kolom crosstabs –
Kanan Variabels  Masukkan
 Aktifkan kotak faktor
Statistics – centang independen
semua Kolom Central pindah ke tabel
Tendency row(s) faktor
(Mean,Median,Mode,Su kepuasan –
m – Centang Satu faktor dependen
Pada Kolom Dispersion pindah ke tabel
(Std.Deviation) column(s) faktor
 Klik Continou – tangible
Oke  Aktifkan
statistics –
centang kolom
correlation
 Klik continou –
oke
 Klik Analize –  Klik Analize –
Emphaty Spearman Descriptive Statistics – Descriptive
Frequencies –CTRL-A Statistics –
Pindah Ke Kolom crosstabs –
Kanan Variabels  Masukkan
 Aktifkan kotak faktor
Statistics – centang independen
semua Kolom Central pindah ke tabel
Tendency row(s) faktor
(Mean,Median,Mode,Su kepuasan –
m – Centang Satu faktor dependen
Pada Kolom Dispersion pindah ke tabel
(Std.Deviation) column(s) faktor
 Klik Continou – emphaty
Oke  Aktifkan
statistics –
centang kolom
correlation
 Klik continou –
oke
10

 Klik Analize –
Kepuasan Spearman Descriptive Statistics – –
Frequencies –CTRL-A
Pindah Ke Kolom
Kanan Variabels
 Aktifkan kotak
Statistics – centang
semua Kolom Central
Tendency
(Mean,Median,Mode,Su
m – Centang Satu
Pada Kolom Dispersion
(Std.Deviation)
 Klik Continou –
Oke

4.11 Etika Penelitian


Pada penelitian ini peneliti mengajukan permohonan ijin pada pihak

terkait setelah mendapat persetujuan berulah kuesioner disebarkan pada

responden yang akan diteliti dengan menekankan masalah etika yang

meliputi:

1.11.1 Informed Consent (Lembar persetujuan menjadi responden)

Lembar persetujuan ini diberikan kepada responden yang akan

diteliti peneliti menjelaskan maksud dan tujuan riset yang dilakukan serta

dampak yang mungkin terjadi selama dan sesudah mengumpulkan data.

1.11.2 Anonimity (Tanpa nama)

Untuk menjaga kerahasiaan peneliti tidak akan mencantumkan

nama responden pada lembar pengumpulan data yang akan diisi oleh

responden lembar tersebut hanya diberik inisial dari responden yang

bersangkutan.

1.11.3 Confidentality (Kerahasiaan)

Kelompok informasi yang diberikan responden dijamin oleh

peneliti hanya kelompok data tertentu saja yang akan disajikan data.

4.12 Keterbatasan Penelitian


11

Merupakan bagian riset keperawatan yang menjelaskan

keterbatasan dalam penulisan riset, dalam setiap penulisan pasti

mempunyai kelemahan-kelemahhan yang ada, kelemahan tersebut ditulis

dalam keterbatasan (Alimul, 2007).


Adapun keterbatasan atau hambatan peneliti dalam penyusunan

skripsi diantaranya yaitu:

1. Pada metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner

dan menggunakan pertanyaan tertutup dimana salah satu kelemahan

dari metode ini adalah jawaban yang diberikan responden cenderung

lebih banyak dipengaruhi oleh harapan-harapan pribadi yang bersifat

subjektif sehingga hasilnya kurang mewakili secara kuwalitatif.


2. Selain itu pada saat penelitian dilaksanakan ada sebagian pesien

yang mengulur-ulur waktu untuk bertemu sehingga menghambat

terlaksananya penelitian.