Anda di halaman 1dari 4

Topik: Peran Parlemen Dalam Menyelamatkan Generasi Muda dari Ancaman

Narkoba

Narkoba dan Generasi Muda

Oleh : Tiara Gitta Pramesti

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentang luas dari Sabang


sampai Merauke. Selain itu, beragam suku dan budaya juga menjadi ciri khas yang
melekat di tubuh Indonesia. Tambahkan deskripsi tentang Indonesia yang kaya dan
beragam, minimal tiga kalimat lagi. ... Namun, dari kekayaan yang melimpah serta
budaya yang beragam itu, dilihat dari sumber daya manusia yang ada, masih belum
seimbang dengan sumber daya alam yang melimpah itu.

Banyak faktor yang dapat memengaruhi melemahnya sumber daya manusia di


Indonesia. Namun, dari sekian banyak faktor yang mengemuka di masyarakat, yang
menjadi sorotan saat ini dan menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Indonesia
khususnya generasi muda adalah narkoba. Cari data tentang jumlah penduduk
penduduk di Indonesia tahun 2017. Dari sekian banyak jumlah penduduk itu, data
yang diperoleh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun tulis tahunnya
menyebutkan bahwa jumlah total pengguna narkoba di Indonesia ada berapa?
Mirisnya, dari jumlah presentasi yang ada, 22 persen pengguna narkoba di Indonesia
merupakan pelajar dan mahasiswa. Dari hal itu, lantas pemerintah Indonesia melalui
Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia berstatus “Darurat Narkoba”.

Penyalahagunaan narkoba di kalangan generasi muda membuat bibit-bibit


unggul bangsa menjadi terancam. Dari hal itu, banyak faktor yang memengaruhi
banyaknya pengguna penyalahgunaan narkoba, diantaranya adalah faktor diri, faktor
lingkungan, dan faktor ketersediaan dari narkoba itu sendiri.
Jelaskan faktor diri bagaimana, faktor lingkungan bagaimana, fan faktor ketersediaan
narkoba itu bagaimana.

Sebelum mengenal lebih jauh tentang hubungan dan bagaimana cara


menyikapi narkoba, perlu kita ketahui lebih lanjut apa yang dimaksud dengan
narkoba. Narkoba atau narkotika adalah bahan kimia baik sintetik maupun organik
yang merusak kerja saraf. Pengertian narkoba oleh kementerian kesehatan diartikan
sebagai NAPZA, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Narkoba/NAPZA bila
disalahgunakan dapat menyebabkan ketagihan, gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi
sosial, terganggu pada bagian saraf dan dapat tidak sadarkan diri. Karena itu
pemerintah memberlakukan undang-undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU
No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Contoh jenis narkotika yang terdapat dalam UU tersebut yaitu


kokain,ganja,dan morfin. Baru-baru ini terdapat narkotika jenis baru yaitu flakka
yang berbentuk kristal putih dan mengandung senyawa kimia berupa MDPV
(Methylene dioxy pyro valerone) yang berpotensi 100 kali lebih kuat daripada heroin.
Masuknya flakka gagal terdeteksi karena berbagai faktor, salah satunya adalah
luasnya pintu masuk Indonesia yang berkarakteristik negara kepulauan dan diduga
kuat lemahnya pengawasan secara menyeluruh. Namun Indonesia belum menegakkan
undang-undang untuk narkoba jenis flakka ini, yang mana harus segera ditegakkan.

Dari gambaran tentang narkoba dan juga dampaknya, dalam hal ini peran
orang tua dan juga peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mencegah adanya
penyalahgunaan narkoba. Peran tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk mengajak
diskusi dan memberi panutan yang baik terhadap anak serta peranan aktif dari
segenap lapisan masyarakat sehingga penanggulangan bahaya narkoba dapat efektif.
Selain itu, peran pemerintah dalam hal ini parlemen juga memegang peran penting
dalam mencegah adanya penyalahgunaan narkoba.
Upaya pencegahan yang dilakukan oleh parlemen dapat diwujudkan dengan
dua cara, yaitu cara moralistik dan cara abolistik. Cara moralistik yaitu silakan diisi .
Cara abolistik juga dapat dilakukan dengan cara silakan diisi. Seperti membuat atau
membentuk perundang-undangan mengenai narkoba yang dilakukan oleh DPR
(Dewan Perwakilan Rakyat), dan melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah serta di
daerah lingkungan mengenai bahaya narkoba yang sudah dilakukan oleh
Kemendikbud dan juga BNN sebagai lembaga pemerintah. Ini cara apa?

Upaya lain yang dapat dilakukan yaitu dari pihak polisi. Polisi juga sudah
melakukan razia di tempat-tempat dan sarana lainnya yang diduga menjadi tempat
perbuatan hal-hal yang menyimpang, serta penangkapan para pengedar dan pengguna
narkoba. Lalu memberikan hukuman kepada para pengedar sesuai dengan UU No.35
Tahun 2009 pasal 113 ayat 1 pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara
seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun
dan pidana denda maksimum.

Berbeda halnya sanksi yang diberikan kepada pengguna narkoba. Mengenai


penjelasan sanksi yang diberikan, para pengguna narkoba direhabilitasi sesuai
dengan UU No.35 Tahun 2009, untuk bisa direhabilitasi mereka harus dikenakan
Pasal 127 UU Narkotika. Bukan memenjarakan melainkan merehabilitasi para
pengguna narkoba sangat diperlukan dalam menanggulangi korban narkoba. Menilai
persoalan narkotika tak akan selesai jika korban tidak direhabilitasi karena perpektif
pendekatan terhadap korban yang harus dikedepankan. Hanya saja, mesti ada ukuran
ketika seseorang berurusan dengan hukum, khusus dengan kasus narkotika untuk
kesekian kali maka akan dilakukan penahanan.

Dua cara yang dilakukan oleh pemerintah melalui parlemen dapat diwujudkan
ketika bisa bekerja sama dengan masyarakat. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat
perlu mengetahui dan sadar akan bahay narkoba dan bersama-sama membantu
memberantas peredaran narkoba dalam rangka menyelamatkan generasi muda emas
yang akan datang.