Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebakaranhutanyangterjadilebihdari4bulanpadatahun2015diIndonesiatelahmendapat
kansorotanluarbiasadaripublikdalam dan luarnegeri.Kebakaranhutan
inibahkantelahmenimbulkan korban jiwadankerugian materiilyang jugamemilikidampak
hinggakenegara tetanggaseperti MalaysiadanSingapura.Setidaknya10,000hektaretanahdi
beberapaprovinsi(mayoritas diwilayah Sumateradan Kalimantan) telah terbakarakibatdari
penggunaancara„tebang danbakar‟(slashand burn)–metodediketahui„efektif‟
untukmembersihkanlahanuntukmenanamtanamanproduktif- yangmulanyaterjadidalam
skalakecilhinggabesaryang tidakpernahmendapatkanruangevaluasi maupun
pengawasanpraktikyangpotensialmemberikankerugianbesarkepadapublik.
Indonesiaadalahsalahsatunegara diduniayangmemproduksiminyak
kelapasawitdengan jumlah perkebunan sawityangmasif.Langkahperusahaan-
perusahaanberskalamulti-nasional(baik yang
dikelolaolehperusahaanberdomisilidiIndonesiamaupundi
luar)kerapmenggunakancaraslashand burnuntuk
mempercepatprosesproduksikelapasawitsecaraluas.Metodeslashandburntelah
dilakukantanpakontrolmengakibatkankebakaranhutandanasapyang terjadisetiaptahun.Namun
tahun inikebakaranhutan danasap diIndonesiadiperburuk denganpanjangnyamusimkering
dan dampakdarihadirnyabadaiElNinodikawasanpasifik;dampak
residuemisiasapyangmunculdari kebakaranhutan bahkantelahdiperkirakanmelampauidari
residuharian emisiAmerikaSerikat.1
Meningkatnya korbanjiwa, maupun warga yang menderita beragampenyakit
pernafasan adalah
potretdaridampakpraktikpembakaranhutandiIndonesia.Namundemikianterdapat kerugian-
kerugianpotensial lainnyayang berimplikasipada pemenuhan dan perlindunganhak-hak asasi
manusia,sepertihakatashidup, hakuntuk mendapatkantempattinggalyanglayak,aksesairyang
layak,hak ataspendidikan,ekonomimaupunperlindunganmasyarakathukumadatyang dominan
masihmenetapdiwilayah-wilayahhutanharusterpaksaberpindahakibattempatpenghidupannya
1
Perbandingan dataini lebih lanjutdianalisa dari Global FireEmissions Database. Lihat:NancyHarris etal.
2015. Indonesia‟s FireOutbreaks Producing More DailyEmissions Entire US Economy.Artikel dapat
diaksesdi:http://www.wri.org/blog/2015/10/indonesia%E2%80%99s-fire-outbreaks-producing-more-daily-
emissions-entire-us-economy.Diakses pada 30Oktober 2016

1
habisterbakar.Situasilaindalam perlindungansuakamargasatwadancagaralamadalah
terancamnya hewan-hewansepertiorangutan,macan,harimaumaupunekosistem
yangpentinguntukdilindungi demiberjalannyarantaikehidupan.Situasi
inipatutdidugasebagaitindak pidana dimanatelahterjadi kejahatankemanusiaandengan korban
ratusan ribu hingga jutaanjiwa.2
Setidaknyaterdapat6provinsidiIndonesiatelah
mendeklarasikankedaruratanpascaperluasan
kebakaranhutan.Banyakorganisasilingkunganhidupdalam dan luarIndonesia
telahterlibatdalam advokasinasionalmaupun internasionaluntuk mendorong
agendapenghentiankebakaranhutan, menurunkanangka emisiasap,
termasukmemberikanbantuan langsung kepadawargayangmenderita beragam
penyakitpernafasanmaupuneksespenyakitlainnya.PemerintahIndonesiamasihdipandang
lambat dalammerespons meluasnya pembakaran hutan. Lambannya
pertanggungjawabannegara dapatdilihatdalam
beberapatingkatkebijakan.Pertama,ruangpenegakanhukum.KepolisianNegara
RepublikIndonesiamasih terlihatgamang dalammemprosessecarapidanaindividu-
individuyang didugakuatterkaitdengan
kejahatanpembakaranhutandiIndonesia.Kedua,minimnyakoordinasi antara lembaga-
lembaganegaraterkaitdengan tanggapsituasidarurat;khususnyamemprioritaskan
langkahpemadamantitik apidansituasikesehatanwargadibeberapawilayahutamapembakaran
hutan. Ketiga,PemerintahIndonesiatidak memaksimalkandukungannegara-
negarakawasanAsia Tenggaraguna mempercepatprosespenangananpembakaran
hutan.Hadirnya responsdaribeberapa pejabat tingginegarayangmenyatakanbahwa tidak
akanmembukanama-namaperusahaanyang terlibatdalamkejahatanpembakaranhutan
jugakontraproduktifdengansemangatpemerintahuntuk
menyelesaikanpermasalahanpembakaran hutandiIndonesiayangselaluterjadisetiaptahun.

B. Pokok Masalah
1. Bagaimana Peran Penegakan Hukum Terhadap Kebakaran lahan dan hutan?
2. Bagaimana PertanggungjawabanKorporasidanHAM?
3. Apa saja yang menjadi Kerugian danPelanggaranHAM akibat Kebakaran Hutan dan
Lahan ini?

2
Lihat: http://www.theguardian.com/world/2015/oct/26/indonesias-fires-crime-against-humanity-hundreds-of-
thousands-suffer.Diakses pada 30Oktober2016.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peran Penegakan Hukum Terhadap Kebakaran lahan dan hutan
PenegakanHukum
Merujukpada data dan informasi yang dikeluarkan oleh Wahana Lingkungan Hidup
Indonesia(Walhi),menunjukkanmayoritastitikapiberadadidalamkonsesiperusahaan.Diwilayah
Hutan.
Tanaman Industri (HTI)5.669 titikapi, perkebunan sawit9.168.Jikadilihat berdasarkan
data LAPANperiode Januari-
September2015ada16.334titikapi,2014ada36.781.Berdasarkandata
NASAFIRM2015ada24.086titikapi, dan2014ada2.014titikdilahankonsesi.Berikutmerupakan
diagramperbandingantitikapidilahan konsesimilikperusahaandandilahannon konsesi:

Sumber:Walhi, 2015

KementerianLingkunganHidupdan
Kehutananmengakuikebakaranhutandisebabkan99%akibat manusia.Pembakarandalam

3
rangkapembersihanlahanuntukkepentinganperkebunandilakukan
karenaalasanekonomis,lebihcepatdanlebihmudahdilakukandibandingkanmenyiapkanlahan
tanpabakar.Padabeberapamasyarakathukum adatdiIndonesia,praktik
inisudahberlangsungsejak
lama.Akantetapi,berdasarkanpenelitianyangdiolahInstitutPertanianBogor(IPB)menjelaskan
polapembakaranmasyarakatadatuntuk
kepentinganperladangantidakmemilikiresikobesardalam isuperluasankebakaranmaupun asap.3
Permasalahanmunculketikapraktik pembakaran
diikutiolehparaperusahaanbesardengan memanfaatkan musimkebakaran dan El-Nino. Modus
pembakaran ini tidaklepas dari hitungan untung-
rugiperusahaantanpamemperdulikandampakkerusakanyang ditimbulkan.KepalaBNPB
menyatakandenganbiayapembukaanlahanperusahaandengancaradibakarhanyamembutuhkanR
p600-800ribuperhektare,sedangkantanpamembakarbutuhRp3,4jutaperhektare.Kemudian
diketahui bahwaharga lahan melonjak setelah dibakar. Hasil penelitiandari The Center
forInternationalForestryResearch(CIFOR)menunjukkan,hargalahansebelum
dibakaradalahdelapan jutarupiahdansetelahpembakaranmenjadi11 juta
rupiah.4Selainitu,munculindikasiperusahaan melakukanpembakaranbukanhanyauntuk
landclearingataupenyiapan lahan,tetapijugauntuk mengklaim asuransi.Modusklaim
asuransidilakukanbeberapaperusahaanketikadalam hitungan ekonomi lahan tidak produktif
kemudian dihanguskan dan klaim asuransi atas lahan tersebut
digunakanuntukmembukakebunbarudiwilayahlain. 5Perbuatantersebutdapatdijeratdengan
Undang-undang (UU)No39tahun2014 tentangperkebunandanUUNo32 tahun2009tentang
perlindungandan pengelolaan lingkunganhidupyangmemilikiancamanhukuman10
tahunpenjara dandenda Rp10 miliar
KementerianLingkunganHidupdan
Kehutanankemudianmengeluarkanlaporanpenegakanhukum kebakaranhutandimana
menyebutkanarealkebakarantahun2015diindikasiberadadi413 entitas perusahaan.Dari
total413entitas, 34 lokasitelah diverifikasiyang kemudiandiklasifikasidan
3
Lihat:BNPB.2015. ]Masyarakat dalam penanggulangan bencana asap. Artikel dapat diakses
di:http://www.bnpb.go.id/berita/2577/masyarakat-dalam-penanggulangan-bencana-asapdiakses pada
20Oktober2016
4
Lihat: Mongabay. 2015. Menyibak kebakaranhutan dan lahan yang terus berulang. Artikel dapat diakses
dihttp://www.mongabay.co.id/2015/07/13/buku-menyibak-kebakaran-hutan-dan-lahan-yang-terus-berulang/
diaksespada30 Oktober 2016
5
Lihat:SiaranPersNomor:S.654/PHM-1/2015KementerianLingkunganHidup danKehutanan.2015.
Perkembangan PenangananPenegakanHukumKebakaran LahandanHutan.Dokumendapat diaksesdi:
http://ppid.dephut.go.id/siaran_pers/browse/180diakses pada30Oktober2016

4
diklarifikasioleh61TimSatgaskhususPengawasanKebakaranLahandanHutan,
hinggaakhirnya27 entitastelah dibuatkanBeritaAcaraPemeriksaaan(BAP).
Sebelumnyapada tanggal22September2015,Sekjen KementerianLHK
telahmengumumkanbahwa
KementerianLHKtelahmembekukanizin3perusahaanperkebunandanmencabut1
izinperusahaan
hutan(HPH/HTI)karenaterbuktimelakukanpembakaranhutandiSumateraSelatandanRiau.
Kementerian kemudian telah mengeluarkan laporan perkembangan hasil dari tim
satgas
khususPengawasanKebakaranLahandanHutanbahwaterdapat10(sepuluh)entitasbaruyangizinn
yaPaksaanPemerintah,DibekukandanDicabut,yaitu:
PenelitianmengambilcontohkebiasaanmasyarakatadatKasepuhanCiptaelar
yangmerupakanpeladang berpindahdan menetap.Hasil
penelitianmenunjukkanbahwamerekamemilikinilaikearifanlokal untuk
mencegahkebakaranhutandan lahandenganmembuka lahanpada musim kemaraudantidak
membukaladang dekatkawasantamannasionaldimana
terdapatkepercayaanlokalmasyarakatterhadaphutan.Masyarakatadattersebutternyatamelakuka
npembukaanlahan denganteknik pembakarantumpukansearahanginyang secara turunmenurun
telahdilakukansejakzamankasepuhan berdiri.Berdasarkanpenelitian: LailanSyaufina
danFransisxoGSTambunan.Jurnal SilvikulturTropika.KearifanLokal MasyarakatAdat
dalamPencegahanKebakaran Hutandan Lahan(StudiKasusMasyarakat AdatKasepuhan
Ciptagelar Desa Sirnaresmi,KecamatanCisolok,KabupatenSukabumi PropinsiJawaBarat.
UntukprosespidanasedangdilakukanpenyelidikanolehPPNSKLHKterhadap26entitas,te
rmasuk18perusahaantelahditingkatkankepenyidikan.MabesPolrikemudianpada28
Oktober2015 telah mendapatkan 264laporan kasus pembakaran hutan. Ditemukan
bahwahanya dua perkara yang berkasnyatelahdinyatakanlengkapolehjaksadanberstatusP-
21.Kasusyangtelahlengkapjugaternyata menyasar pelaku individual, bukan korporasi, yaitu
ditangani oleh Polda Riau.Hanya terdapat9berkasperusahaanyang
telahmencapaitahappenyidikan.DataKabareskrim terakhir menunjukkanjumlah
tersangkapembakarhutansaat ini telahmencapai230orangdan17 korporasi.6
Namuntetapmengecewakanbahwanamaperusahaansampaisaatinibelumdiumumkanden
gan alasanakanberdampakburuk padakondisiperekonomiandaerahdannasional.Alasanyang

6
Lihat: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20151028121057 -20-87862/dari-264-laporan-pembakaran-
hutan-baru-dua- siap-disidangkan/

5
menghalangihakatasinformasimasyarakatindonesiayangmenjadikorban, tanpadasaryang jelas,
dinyatakan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut
7
Panjaitan,sertaMenteriLingkunganHidupdanKehutanan SitiNurbaya. Tentusajakeputusan
sepihakpemerintahamatbertentangandenganrezim keterbukaaninformasiyang
telahdipromosikan IndonesiamelaluiUndang-UndangNomor14Tahun2008
tentangKeterbukaanInformasiPublik.
Terkaitdenganperkembangankasusterbaru,
KontraStelahmenggunakanmekanismeKeterbukaan
InformasiPublik,sesuaidenganstandaryangdiaturpadaUUNo.14/2008 tentang Keterbukaan
InformasiPublik
untukmemintainformasipenegakanhukumkepadakepolisiandi5wilayahprovinsi
yangmenjadilokasititikawalapi.Suratpermohonaninformasidikirimkanpadatanggal31Oktober2
015.Informasipenting inidiharapkanbisamenggalilebihdalam lagisiapa(baikaktornegara,non
negara,individulmaupunkolektifkorporas)yangharusbertanggungjawabdalamaksipembakaranh
utandan perluasanasap. Namun demikian,sebelumadajawabanresmidari5 kepolisiandaerah,
Tim
KontraStelahmendapatkaninformasilangsungdariKepalaBidangHubunganMasyarakatP
oldaJambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadibahwasudah ada4 kasusperusahaan tersangkutkasus
pembakaranlahandan hutanyaitu:DirekturUtamaPTDyeraHutanLestar (DHL),DarmawanSatya
EkaPulungan (ManajerOperasionalPTArgo TumbuhGeilang Abadai,ATGA),yang berlokasidi
Kabuparen Muaro Jambi, Munadi (Manager Operasional PT RKK Muarajambi) dan S Purba
(ManagerOperasionalPT. TAL, KabuparenTebo).Merekadikenakanpasal108
jopasal113ayat(1) Undang-undang
(UU)No39tahun2014tentangperkebunandanpasal98ayat(1)ataupasal99 ayat
(1)jopasal118UUNo32tahun2009tentangperlindungandanpengelolaanlingkunganhidup
denganancamanhukuman10tahunpenjaradandenda Rp10miliar.Lebihlanjut, berkasdari4kasus
tersebutsudahdiserahkankekejaksaandan sekarangmasihmenungguapakahada
kekurangankekuranganyangharussegeradilengkapi.8
B. PertanggungjawabanKorporasidanHAM
Mengingatbahwakelompokbisnisdankorporasitidakmemilikikewajibanyangsetaraden
ganNegaradibawahprinsip-prinsiphukum
HAMinternasional,makaterdapatperdebatanseriusdanberlanjut
7
ibid
8
Informasi di dapatKontraSpada tanggal2November 2015.

6
terkaitdengandiskusiuntukmendorongruangpertanggungjawabankelompok-
kelompokbisnisdankorporasi.MelaluiRuggiePrinciplesdiharapkanbisamembukaruangdiskusi
konstruktifpadaagendaakuntabilitaskelompok-kelompok
bisnisdankorporasipadaisubisnisdanHAMdimasadepan. Sederhananya,ke-31prinsipyang
terkandungdidalam panduan inidapatdibedakanmenjadi3 kewajibanutama:
a. Kewajiban negara untuk melindungi HAM, di mana pemerintah harus
melindungi individudaripelanggaranHAMolehpihak ketiga, termasukbisnis;
b. TanggungjawabperusahaanuntukmenghormatiHAM,yangberartitidakmelanggar
HAMyangdiakuisecarainternasionaldenganmenghindari,mengurangi,ataumence
gah dampaknegatifdarioperasionalkorporasi
c. Kebutuhanuntukmemperluasaksesbagikorbanmendapatkanpemulihanyangefekti
f,baikmelaluimekanismeyudisialmaupunnon-yudisial.
Berangkatdariketigapilardiatas,ada sejumlahkewajibanyang
ditekankankepadakelompok- kelompok bisnis untuk memasukkan sejumlah prinsip-
prinsip HAM universal di dalam operasionalisasi bisnisyangmerekajalani.Mengapa?
Pertama, Ruggie Principlesmenegaskantanggung jawabnegara untuk
melindungiindividu-individu daripraktik kekerasandan
pelanggaranHAMdisektorbisnis.Panduan inimensyaratkannegarauntuk mengambillangkah-
langkahyang tepatuntuk mencegah,menyelidiki,menghukum danmenyediakan
mekanismeganti rugiataskejahatanbisnisyang terjadi,melaluikebijakan-kebijakanyang
efektif, mekanisme legislasi, regulasi dan mekanisme pengadilan yang bisa ditempuh.
Kewajiban ini sebenarnyaberasaldariruanghukum
yangmengikatdariagendaratifikasiinstrumen-instrumenHAM internasional.
Kedua, Ruggie Principles menjelaskan tentang standar pertanggungjawaban bisnis
yang sejalan dengan universalismeHAM, dan kemampuan para pelaku bisnis
korporasiuntuk mengambil langkah-
langkahyangharusdiambiluntuk“mengenaldanmenunjukkan”bahwamerekaakanmelakukanny
a.
Tanggung jawab korporasi dalam isu bisnis dan HAM harus dilakukan agar mereka
memahami
dampak,menghindaripraktikpelanggaranHAMdankemampuanuntukmengatasidampakaktual
yangmungkinmuncul.Kelompok bisnisdan
korporasijugaharusmenyediakanmekanismegantirugi

7
apabilaadapembuktianyangmenyatakanketerlibatankelompok
bisniskorporasiyangmenyebabkan terpicunyapraktikpelanggaranHAM.
Ketiga, negara harus menjamin ketersediaan ruang mekanisme ganti rugi yang
efektif untuk melindungimasyarakatdarisegala praktik bisnisyang merugikanpublik dan atau
pelanggaranHAM, melalui lembaga-lembagaperadilanmaupunmekanismenon-yudisialyang
tersedia. Kelompok bisnis
korporasijugadiharapkanbisamembentukmekanismepengaduanoperasionalefektifbagiindivid
u danmasyarakatyangpotensialterkenadampakdaripraktik-praktikbisnisantiHAM.
Dalamkerangkayang
lebihbesar,RuggiePrinciplestelahmemberikanseperangkatparameterkepada kelompok-
kelompok bisnisdan korporasi terhadap operasionalisasi bisnis yang sinergis dengan
HAM.MelaluiRuggiePrinciples,diharapkankepadakelompok-
kelompokbisnisuntukmemahami danmenghormatisemuakategorihak-hakasasimanusiayang
tercantumdidalam DeklarasiUniversal HakAsasiManusia,KovenanInternasionalHak-
HakSipildanPolitik,danKovenanInternasional Hak-HakEkonomi,Sosial danBudaya
yangmenjadi ukuranutamadariketigapilardiatas.
Dalam konteks asap dan pembakaran hutan, ketiga standar di atas harus menjadi
konsiderasi PemerintahIndonesiauntukmendorong
landasanagendapenegakanhukum.MeskiRuggiePrinciples belum
memilikikekuatanhukummengikatsebagaibagiandariinstrumenhukumHAMinternasional,
namunsemangatuntukmendorong auntabilitasaktor-aktornon-negaraharus
dapatditangkapoleh setiappemerintahandemokratik.
C. Kerugian danPelanggaranHAM akibat Kebakaran Hutan dan Lahan
1.Kondisihidup dankesehatan
AngkaISPUyangtinggimenyebabkanberbagaimacampenyakitdideritaolehmasyarakat.
DinasKesehatanProvinsiRiaumengeluarkaninformasikorbanISPAdari29Juni2015hingga07Ok
tober2015 telahmencapai total 61.764 jiwa. Kemudian pada 22 Oktober 2015 menurut data
yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, total penderita ISPA
adalah450.431 jiwa.9ISPA bukanlahsuatu penyakit yang bisa disepelekan jika praktik
perluasan
pembakaranhutandanlahanmeluasdantidakterkendali.ISPAkemudianakanmemberikan
dampak
9
UntukinformasirinciankorbanpenderitaISPAdapatdilihatdi:SiaranPersKementerianLHKNo.Nomor:S.670/PH
M-1/2015. Mari Selamatkan SatwadariKebakaranLahanHutan.

8
danrisikopadapemenuhanhakesensialwarga.BahkanKontraStelahmengetahuiterdapatkorbanji
waakibatkondisitersebut.BerikutdatayangdikumpulkanKontraSdariberbagaisumberinformasiy
angbisadijadikan rujukanilustrasiatasterancamnyahakatashidupdiIndonesiaakhir-akhir ini.

KorbanJiwaBencana Asap

No NAMA USIA
DimasAditya 2tahun Jambi 9September Asap menggumpaldi Tidakmendapatkan
1.
Putra 2015 punggung perawatanrumah sakit
Wahyuni 15 Jambi 11 Lendirpadaparu-paru Lendirpadaparu-paru
2. tahun September
2015
RamadhaniLuthf 9tahun Riau 21 Gumpalanasappadaparu Siswakelas3MINPeka
3. i Aerli Oktober2015 -paru

Muhanum 12 Riau 10 Oktober Gagalpernapasanakibat Siswi kelas6SDN


Aggriawati tahun 2015 paru-parudisesaki 171KulimKec.
4.
lendir TanayanRaya

Nabila Julia 15 Jambi 29 Banyak terdapat dahak Tidak mendapat pera


5. Ramadhani Bulan September di dalam tubuh medis yang cukup
2015
Ardian 6 tahun Riau 19 Oktober Ada cairan hitam dari Keterangan dokter
6.
2015 paru-paru paparan asap
Salsabila Nadifa 3 bulan Sumatera 21 Oktober Diduga akibat terpapar Mendapat sanggahan
7. barat 2015 asap pihak RSUD
sikaping
M Husen Saputra 28 hari Sumatera 6-10-2015 Divonis dokter Masih ada saudara k
8.
selatan menderita ISPA yang menderita ISPA
Rizal Ahmadani 9 bulan Kalimantan 16 Oktober Luka dibagian kepala
selatan 2015 atas alis kiri akibat
9.
terganggung jarak
pandang.
Intan 9 Kalimantan 14 Mengalami sesak napas Siswi SDN 3 Baa
10. Tahun Tengah September hebat hingga sulit Tengah
2015 berbicara
Agustinus 1 bulan Kalimantan 14 Oktober Kesulitan bernafas Diduga menderita ISP
11.
3 hari barat 2015 karena banyak lendir
Fahmi ammar 1 tahun Kalimantan 21 Oktober Kesulitan bernafas dan Korban juga men
12. utara 2015 paru-paru dipenuhi asma
dahak akibat asap
13.Ratu Anggraini 45 hari Kalimantan 3 Oktober Dehidrasihinggasyok Didugaakibat terlalub

9
tengah 2015 akibatdiare
Daret saputra 18 Sumatera 13 Oktober Menderita sesak nafas Diduga akibat meng
14.
bulan selatan 2015 selama hampir 2 jam kabut asap
ArikaPatina 15 Sumatera 12 Akibatterlalubanyak Didugamenderita
15. Ramadhani Selatan menghirupasap ISPA
bulan Oktober2015
Nortopedi 77 Kalimantan 4 Oktober Lemas setelah banyak Korban juga pen
16.
tahun tengah 2015 menghirup asap asma
Kamashi 35 Kalimantan 9 September Kesulitan bernafas Menderita luka bakar
17. tahun barat 2015 akibat terlalu banyak
asap
Lainem 45 Riau 21 Juni2015 Kesulitanbernapas Ditemukandi
18. tahun akibatterlalubanyak ladangmilik korban
menghirupasap
yunarlis 65 Riau 5 Oktober Tak sadarkan diri akibat Korban tewas terpang
19.
tahun 2015 kesulitan bernafas
Muhammad 31 Riau 5Oktober Kesulitanbernapas Korbanmerupakan
20.IqbalHali tahun 2015 akibatterlalubanyak anggotapnsdan
menghirupasap
menderitaasma
Sardi ramadoni 19 Riau 18 Korban tewas dilokasi Korban meru
21. tahun September akibat jarak pandang mahasiswa
2015 yang terbatas

Sumber:Dariberbagaisumberyang diolahKontraS, 2015

Kondisidiatas telahmelanggarPasal28AUUD1945tentang hak


hidup,Pasal3padaDUHAM (1948),Pasal6
KovenanInternasionaltentangHakSipildanPolitik,khususnyahak untuk hidupyang
telahdiratifikasipadaPasal4dan9 UUNo.39Tahun1999tentangHAM.Hakatashidupjuga
tercantumpada KomentarUmum No. 6 dari Kovenan Internasional Hak-HakSipil dan
Politik, khususnyadalamParagraf4,dimanahakuntukhidupmerupakanhak
tertinggiyangpemenuhannya tidakdapatdikurangisedikitpunkendatikeadaannegaradalam
kondisidarurat.10Standarkedaruratan
menurutpendekatanhukumHAMinternasionalmemangditegaskandidalam
KovenanInternasional Hak-HakSipildan PolitikkhususnyadiPasal4 yangberbunyi:11

a. Dalam
keadaandaruratyangmengancamkehidupanbangsadankeberadaannya,yangtelah
diumumkan secara resmi, negara-negara pihak kovenan ini dapat mengambil
10
General CommentNo. 06: The rightto life (art.6) (1982). Dokumen dapatdiakses
di:http://ccprcentre.org/doc/ICCPR/General%20Comments/HRI.GEN.1.Rev.9%28Vol.I%29_
%28GC6%29_en.pdf. Diakses pada 28Oktober2016
11
Lihat: Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR, 1966). Diakses
di:http://www.kontras.org/baru/Kovenan%20Sipol.pdf.Diakses pada 2Noovember 2016

10
langkah- langkah yang mengurangi kewajiban-kewajiban mereka berdasarkan
kovenan ini,sejauh memang sangat diperlukan dalam situasi darurat tersebut,
sepanjang langkah-langkah tersebtu tidakbertentangandengankewajiban-
kewajiban lainnyaberdasarkanhukum internasionaldantidak mengandung
diskriminasisemata-mataberdasarkanatsaras,warna
kulit,jeniskelaminbahasa,agamaatauasalusulsosial.
b. PengurangankewajibanatasPasal-Pasal6,7,8(ayat1

dan2),11,15,16dan18samasekali tidakdapatdibenarkanberdasarkanketentuanini.25
c. Setiapnegarapihakkovenaniniyangmenggunakanhakuntukmelakukanpengurangan
tersebutharussegeramemberitahukannyakepada negara-
negarapihaklainnyamelalui perantaraanSekretaris JenderalPerserikatanBangsa-
Bangsa,mengenaiketentuan-ketentuan yang dikuranginya, dan mengenai alasan-
alasan pemberlakuannya. Pemberitahuan lebihlanjut, harus
dilakukanmelaluiperantarayang samapada saatberakhirnyapengurangan tersebut.

Lebihlanjut, instrumenHAMinternasional
jugamemilikistandarlainnyagunamemberikanbatasan terang
dalammendefinisikansebuahkedaruratan.AdalahPrinsip-Prinsip Siracusa(Siracusa Principles,
1985)dan Prinsip-Prinsip Johannesburg (Johannesburg Principles)yang menegaskan
bahwapembatasanhak tidakbolehmembahayakan esensidarihak itusendirimaupuntidakdapat
digunakanuntukmembenarkansegalabentukkebijakanpolitikdalammelindungikeamanannasion
al.
MerujukdaridefinisikomprehensifyangdisarikandariPrinsip-PrinsipSiracusadan
Johannesburg, penting
kiranyanegarauntukmenyegerakansuatustandarkedaruratanpadaprinsip-prinsipyang telah
digunakansebagaibagian
darihukumkebiasaaninternasional(internationalcustomarylaw).Praktik
pembakaranhutandanresiduasapyang mengikutinyasesungguhnyadapatdibatasidenganstandar-
standardiatas. Namundemikian, lambannya pemerintahmengambilsuatutindakan solid dan
bersifat mencegahperluasanpembakaranhutan berakibatpadajatuhnyakorbanjiwa.
Kondisibencanaasapjugamenyebabkanpelanggaranterhadaphakataskesehatanyangterc
antum padaDeklarasiUniversalHakAsasiManusia,Pasal 25, KovenanInternasionalHak-
HakEkonomi, SosialdanBudayaPasal11dan12 KonvensiHakAnakPasal24dan27tentang
hakatasstandar hidup yanglayakdimanatermasukjugahakatasairdan udara yanglayak.

11
Pemerintahmelalui Kementerian KesehatanmemangmembagikansejumlahmaskerN95yang
juga dipakai oleh Pemerintah Singapura dalam sosialiasi penggunaan masker tersebut
kepada para warganyaketika terpaparasap. Akan tetapi, masalah lain munculdimanaselain
kelangkaan dan keterbatasan jumlah,maskerN95yangandalan
jugaternyatamemunculkanbeberapakesulitanantara lain
mempunyaiketerbatasanberupaketidaknyamananpenggunanya,maksimalpenggunaan hanya
delapan jam,sertaimplikasikarenatidak cocok digunakanuntuk ibuhamil,lanjutusia,anak-anak,
pasiendenganpenyakitkardiovaskuler,penyakitparu kronik,hinggamanfaatnyasamasajadengan
dengan penggunaanmasker bedah biasa. Disini pemerintah seakan tidak berdaya
memberikan jaminanatasudarabersih
yangmenjadifaktoresensialbagikehidupanmasyarakatnya.Salahsatu alternatifyang
telihatcukupmembantuoleh pemerintahadalahmemberikanterapioksigen.Hal ini
sudahditerapkanolehpemerintah Kalimantan
Tengah.Hinggapada29OktoberPemerintahDaerah
Palangkarayamembuat381rumahsinggahoksigenyangdapatdiperolehwargadenganmengantre
danmemperolehterapioksigenselama15-
30menit.InisiatifinicukupmembantupemenuhanhakPadaKomentarUmum No.14(2000)tentang
Pasal12KovenanInternasionaltentangHakEkonomi,Sosial,Budaya.yang
menegaskanbahwahak ataskesehatanmencakupberbagaijenisfaktorsosioekonomiyang
dapatmeningkatkankeadaandi manamanusia dapatmenujukehidupanyang
sehat,danmemperluasfaktorutamayang mendasarikesehatan,seperti pangan
dannutrisi,perumahan,akseskeairminumyangbersihdanlayakminumdansanitasimemadai,kondi
sikerjayangaman
dansehat,lingkunganyangsehat,danakseskependidikandaninformasiyangberkaitandengankese
hatan,termasuk tentang pengambilan seluruh keputusan yang berkaitan dengan kesehatan di
masyarakat, di tingkat nasional dan internasional
atasudarabersihwargaterdampaktetapisayangnyasangatlambatdijalankandanbelum
dilakukandi beberapaprovinsilainyangberdampaksama.

12
Perlu diketahui,PusatPenanggulanganKrisis Kesehatan Kementerian
Kesehatanmengeluarkandata dampakkebakaranhutantahun2015,yaitu:krisisair
bersih,buruknyakualitasudara,kurangasupan
makananbergizi,hinggaturunnyaakseskelayanankesehatan. PadaKovenanInternasionalHak
EkonomiSosialdanBudayaPasal12hak ataskesehatantersebutberkaitandenganperawatan
kesehatan,yaitu termasukperawatankuratifdan preventif,sertaunsur-unsuryang
berkaitandengan sejumlahprasyaratdasarbagikesehatan,sepertiairbersihlayakminum,
dansebagainya.
KontraSdalam
halinijugamemberikankonsiderasikhususpadaakseshakatasairyangmeliputi
standarkecukupan,keamanandarikondisiair(yang disesuaikandenganpanduanWHO untuk
mengukurkualitasair),aksesterhadapairjugaharusbisamemenuhikebutuhandomestik –tidakbias
gender,menjunjung kesetaraan,non diskriminatif-,aksesterhadapair jugaharustersediasebagai
infrastrukturdisekolah,tempatbekerja, rumahsakit,pasar, kantor-kantorpemerintahdan lain
sebagainya;danyang terpenting adalahairsebagaikebutuhandasarhidupmanusiaharustersedia
sebagaibagiandaripemenuhankebutuhanrumah tanggadasar.
PadaKonvensiHak
AnakjugadisebutkanpadaPasal24dan27negaraharusmengambillangkah- langkahuntuk
menciptakanstandarkehidupanyang memadaibagiperkembanganfisik,mental,
spiritual,moraldansosialanak danmemberikanfasilitaspengobatan danrehabilitasi
kesehatan.KomnasHAMjugamendorong adanyaagendapertanggungjawabannegarauntuk
menyediakanaksespendidikandanruangbermaindidalam ruanganbagianak-anakyangberadadi
wilayahasap dankebakaranhutan.
2.Kebebasan bergerakdan beraktivitas
Terganggunya jarakpandang atauvisibilitasmenyebabkansulitnyamobilisasiyang
sehari-haridapat dilakukandenganlancar.Beberapatransportasivitaldalam
menggerakkanrodaperekonomiandan aktivitassosial tidakbisaberfungsidan
lumpuhtotalkarenaberbahaya jikadipaksakanuntuk
beroperasi.Beberapaprovinsiterdampakbahkansempathanyamemilikijarakpandang50meter
akibatpekatnyakabutasap. 12 Sulitnyamobilisasimenimbulkanturunanpermasalahanlainseperti

12
Lihat:BeritaLiputan6.2015.SempatMembaik,JarakPandangdiPekanbarukini50Meter.Artikeldapatdiaksesdi:http
://news.liputan6.com/read/2335535/sempat-membaik-jarak-pandang-di-pekanbaru-kini-50-meter diakses
pada 2November 2016
kesulitanbekerja,memperolehpendidikan,hinggadapatmengancam keselamatan
jiwamasyarakat terdampak.
Transportasiudaramenjadisektorterdampakpaling
parahakibatpekatnyakabutasap.Banyak penerbanganditunda,dialihkan,bahkandibatalkanakibat
jarak pandang yangmenyulitkanoperasi
penerbangan.BandarayangtergangguberadapadaSumateradanKalimantan,terutamaprovinsi
Jambi,Riau, danPalembang.Tidak bisadielakkanlagikerugianekonomiakibatgangguantersebut
dapatmencapaipuluhanmiliarrupiah.BandaraInternasionalSultanSyarifKasimII Pekanbarusaja
telahmengklaim mengalamikerugian lebihdari Rp.4Miliar karena maskapaimembatalkan
kedatangandankeberangkatanselamaSeptember2015.13KemudianmaskapaipenerbanganGaruda
Indonesiamenyebutkanpotensikerugianyang dialamisampaiOktobermencapaiRp109Miliar
dimanasekitar1600 penerbangan telahbatal.14

Kerugiantidak hanyamenimpaoperasionalbandarasertamaskapaipenerbangan,tetapi
juga masyarakatserta pengusahakecildan menengah.Mereka yang
menggantungkandistribusiproduksi dengan menggunakan transportasiudara dapatdipastikan
ikut terganggu.Barang-barang kargo
menumpukdigudangbandaratidakterangkut.Inimengakibatkanrodaperekonomianmasyarakat
tidak lagiberputar.Transportasilautdanperairan jugatidak
luputdarigangguanakibatbencanaasap. TransportasiNunukanEkspressjurusanNunukan–
TawauMalaysiahanyadapatmengandalkan
instingdanGPSkarenajarakpandangmaksimal200meter.Transportasitersebutbahkan
jugasempat mengalamipenundaankeberangkatan.Selain jarakpandang yang
terganggudanmembahayakan, ternyatapenumpang yangmenyebrangmenjadilebihsepihingga
turunmencapai sekitar65%.15

Setelah banyakpenerbangan dibatalkan karena paparan asap kebakaran hutan,


transportasi darat menjadialternatifterbaik.Akantetapi
haltersebutbelummemberijaminanlebihbaikterhadap keselamatankarena juga
terjadikecelakaan akibatgangguan jarak pandang yangmengganggu transportasidarat.
13
Lihat: Tempo.co. 2015. Bandara PekanbaruKlaim Rp. 4 MiliarHilang Akibat Asap. Artikel dapat diakses
di:http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/10/08/090707554/bandara-pekanbaru-klaim-rp-4-miliar-hilang-
akibat-asap diakses pada 2November 2016
14
Lihat: BBC. 2015. Dampak kabut asapdiperkirakan capai Rp 200 trilliun. Artikel dapat diakses
di:http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/151026_indonesia_kabutasapdiakses pada
2November 2016.
15
Lihat:Kabarnunukan.co.2015.KabutAsapdiMalaysiaLebihPekat,NahkodaSpeedHanyaMengandalkanInsting.
Artikeldapatdiaksesdi: http://kabarnunukan.co/read/2015/10/19/1782/kabut-asap-di-malaysia-lebih-pekat-
nakhoda-speed-hanya-mengandalkan-insting.diakses pada 2November 2016.
TabrakanterjadidibeberapatempatsepertidiSampitdan Kapuas, Kalimantan
hinggamenyebabkan luka-lukayangberujung kematian.16

HaltersebutmelanggarhakkebebasanbergerakdanberpindahyangtercantumdalamKomen
tar Umum PBBNo.27tentangKebebasanBergerakdanBerpindah.17KomentarUmum
tersebutsecara spesifikmenerangkanbahwapembatasanhak
ataskebebasanbergerakdanberpindahtidak boleh membatalkandanmelemahkanhak
dariindividu untuk bergerak.Selain itu, langkah-langkah pembatasanharusmenjadi instrumen
intervensi terakhir dan harus dilakukan proporsional untuk melindungihak-hak
merekayangdilindungi.Pasal12ayat3 yangdijadikanlandasan pembatasan atas hakini
harussesuai dengan hak-haklainnya yang dijamin olehKovenandengan menguataman
prinsipkesetaraandannon-diskriminasi.

Kemudiangangguanasapmengganggurodaperekonomianmasyarakatterdampak.Dalam
halini adalahsistem
ekonomiyangmenggantungkanpadaperburuhan,termasukpadabeberapakomoditas perkebunan
hinggapeternakan.Terpantau dimedia, banyak pedagang,pekerja kasar, danpegawai
kantorantidak bisamelangsungkanaktivitassepertibiasaakibat tebalnyaasap. Ini
jugaberdasarkan himbauanpemerintahuntuk
tidakkeluarrumahkarenaudaradiluarsangatberbahayauntuk kesehatan.Potensi melakukan
Pemutusan HubunganKerja(PHK)juga cukup tinggi jika melihat kondisikerugianyang
dialamioleh beberapasektorperekonomian,hal tersebuttermasuk padasektor pariwisata dimana
KetuaPerhimpunan Hoteldan Restoran Indonesia (PHRI)Riau mengiyakan akan
terjadinyaPHKakibatmenurunnyapendapatan.Selain itu, pelakuusahapadabidangekpedisi
pengirimansuratataubarang jugamenderitakerugianmencapaimiliaranrupiahkarenabandara
lumpuh akibatkabutasapkebakaranhutan danlahandiSumatera.

Produksipetani tanaman pangandansayurankemudian


ikutmenurunsampai40%karenaproses produksi
tanamanyangmengandalkansinarmatahariterhalang kabutasap,meskiantisipasitelah
dilakukan.Tidakhanyapertanian,produksi kebunkaretIndonesiadiprediksiturunsekitar300.000

16
Lihat:Borneonews.2015.KecelakaanditengahKabutAsapPekatSatuTewasdiSampitTigaLuka-LukadiKapuas.
Artikeldapatdiaksesdi: http://borneonews.co.id/berita/21965-kecelakaan-di-tengah-kabut-asap-pekat-satu-tewas-
di-sampit-
tiga-luka-luka-di-kapuas diaksespada 2November 2016.
17
Lihat:GeneralCommentNo.27:Freedomofmovement(Art.12):.11/02/1999.CCPR/C/21/Rev.1/Add.9, General
CommentNo.27.(GeneralComments)dapat diaksesdihttp://www.unhchr.ch/tbs/doc.nsf/%28Symbol
%29/6c76e1b8ee1710e380256824005a10a9?Opendocument
tonpadaperiodeSeptember2015hinggaFebruari2016denganfaktorsamayaitukabutasap telah
menghalangisinarmatahari langsung ke tanaman.18

Hak tersebutmelanggarhak ataspekerjaanwargadi wilayahasapdankebakaranhutanyang


terus meluas.Disinibencanaasapakibat faktor kejahatanpembakaranhutanmenyebabkan
terjadinya pelanggaranpada KovenanInternasionalHak-
HakEkonomi,SosialdanBudayaPasal6dan
7mengenaihakataspekerjaandankondisikerjayangaman
danmenguntungkan.Pemerintahharusbisa menjaminbahwa
penanggulanganasapdanperluasanpembakaranhutandapatdilakukansecaracepat
denganmemerhatikanprioritasakseshak ataspekerjaandan kondisikerjayang amanbagisemua
pekerjadengan menjunjungtinggikesetaraandannon-diskriminasi.

3.Aksespendidikan
Sejak 28Agustus2015,Pemerintah daerah dariprovinsi terdampak telah
mengambilkebijakanuntuk meliburkansiswa
untukmenghindarigangguankesehatanyangditimbulkanakibatpolutankabutasapkebakaranhutan
dan danlahan.Asapyang semakinparah kemudianmenyebabkanpemerintah tetap
memperpanjang libursekolah.19Perpanjangan liburdikhawatirkan akan berdampak pada kurang
maksimalnyapersiapan siswamenghadapiujiansemester.SumateraUtarasebagaiprovinsiyang
mendapatkirimanasap pekatjuga terpaksameliburkansekolah pada bulanOktoberkarenaISPU
mencapaikategoriberbahaya. PadaakhirnyaMenteriPendidikandan
Kebudayaan,AnisBaswedan padaakhirOktobermenegaskanuntuk
semuawilayahyangmencapaiangkaISPUdiatas300,semua sekolahharusdiliburkan.20
Haltersebutmelanggarhakataspendidikanyangtercantumpadapasal26DUHAM(1948)da
nPasal13 serta14 KovenanInternasional tentang Hak Ekonomi,Sosial, dan Budaya. Kemudian
hakataspendidikandiperkuatkembalipadakonvensiUNESCOpada tahun 1960
dalamConventionagainstDiscriminationinEducation,padatahun1981tentang Conventiononthe
18
Lihat: Antaranews.2015. Produksi KaretDiprediksi turun 300.000 ton akibat asap. Artikel dapat diakses
di:http://www.antaranews.com/berita/526857/produksi-karet-diprediksi-turun-300000-ton-akibatasap?
utm_source=related_news&utm_medium=related&utm_campaign=newsdiakses pada2November 2016
19
KovenanInternasional HakEkonomi,Sosial, dan Budaya pasal6 menjaminsetiap
orangmemilikikesempatanuntuk mencarinafkahmelaluipekerjaanyang dipilihatau diterimanyasecara
bebas.Pasal7menjaminsetiaporangmenikmati kondisikerja yang adil danmenguntungkan,termasuk
kondisikerjayang amandansehat.
20
Lihat: Beritasatu. 2015. Dampak AsapSeluruh Sekolah di Jambi Kembali diliburkan. Artikel dapat diakses
di:http://www.beritasatu.com/nasional/303727-dampak-asap-seluruh-sekolah-di-jambi-kembali-
diliburkan.htmldiaksespada2November 2016
EliminationofAllFormsofDiscriminationAgainstWomen,danpadatahun2006dalamConvention
on theRightsofPersonswith Disabilities.

4.Informasipenegakanhukum

KonstitusiIndonesiamensyaratkantatakelolapemerintahanyang demokratisyang
idealnyamemiliki atributyang
takterpisahkandariakuntabilitasdantransparansi.Alatukuresensiallainnyaadalah
ketersediaansuatuketerbukaaninformasibagipublik untukmengetahuikinerjapemerintahandan
aparatus-aparatusdibawahnya.Meskidianggapbelum terlalulama,rezimketerbukaaninformasi
publiktelahdiaturdidalamUndang-UndangNomor18Tahun2008tentangInformasiPublik. 21

SemangatdariUUiniadalahmemperkuatDUHAM1948Pasal19,ICCPRPasal19–
hanyaakan bisadibatasidenganPasal17(1)terkaitdenganhak atasprivasi;namun
jugaterdapattafsirdari KomentarUmum
No.16atasICCPRyangmemberikanhakkepadasetiapindividualuntuk
mendapatkankepastianinformasiterkaitdenganhajatkeberlangsunganhidupnya.

Dalam
konteksasapdanpembakaranhutandiIndonesia,setiapbadannegarawajibhukumnyauntuk
membukahak atasinformasidanhak atastahukhususnyadalammendorong
tatapemerintahanyang transparan.Namundemikianmasih terdapatpernyataan-pernyataanyang
dikeluarkanolehpejabat publik negara seperti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum
dan Keamanan, Menteri LingkunganHidupbahkanpejabatkepolisiansendiriyang
berkeberatanuntukmemberikaninformasi luaskepadapublik ataspraktik-praktik
burukyangdilakukanolehkorporasisawitdankorporasi lainnya,maupunindividu-individu
aktornegarayang telahmemberikankerugianpublik maupun
memperluaspraktikpelanggaranHAM.Adalahhakpublikuntukmengetahuisampaisejauhmana.

5.Kondisimasyarakathukumadat

Perlindunganterhadapmasyarakathukum
adatmenjadisuatuhalyangmasihjauhdariisuasapdan pembakaranhutandiIndonesia.Dalam
halinimerekayang terdampakasapsepertiorangRimbadi Jambi, Orang Talangmamak,
Petalangan, Bonai, dan Sakai di Riau pun tidak lagi memiliki keleluasaan untuk mengakses
21
Lihat: Tribunnews. 2015. Mendikbud ISPU 300 Semua Harus Libur. Artikel dapat diakses
di:http://jambi.tribunnews.com/2015/10/27/mendikbud-ispu-300-semua-harus-liburdiakses pada2November
2016
hutan lagi.Terhitung ratusanhektar wilayah adat di Provinsi Bengkuluhangusterbakar,
termasuk TamanNasionalBukitBarisan Selatan tempatMasyarakatAdat
SukuSemendeBandingAgung.AliansiMasyarakatAdatNusantara(AMAN)jugamenambahkan
buktipanjangtercerabutnyahak-
hakmasyarakathukumadatdenganmengeluarkaninformasibahwa
diMuaraEnim,SumateraSelatanterdapatmasyarakathukumadatyangluashutanadatmereka
hanya tinggal 25% dimana lahan yang terbakar berbatasan dengan perkebunan Hutan
Tanaman Industri (HTI).Merekakehilanganhutan dan tanah yang menjadi
sumberpanganhinggaberimbas padaburuknyakualitasgizisertarentannyakesehatan ibu dan
anakterjangkitinfeksisaluran pernapasanakut(ISPA)yang datangsetiaptahun
karenapembakaranhutanuntuk pembukaan perkebunansawit.Eksistensimereka
terancamdenganpembakaran hutanolehperusahaansawit.
Padahal,Pasal3UUAgraria1960memberikanjaminanakses hak
tanahulayatkepadamasyarakat hukum adat. Putusan Mahkamah Konstitusi melalui Putusan
Nomor 35/PUU-X/2012 mengenai putusandalam
perkarapengujianUUNo.41/1999tentangKehutananterhadapUUD1945pada
tanggal16Mei2013harusdijadikanlandasanutamauntukmengakuihak-hakmasyarakathukum
adatataskeputusanmerekatinggal,menetapdanmengembangkanhidupdidalam hutanrimbatropis
Indonesia.Praktik asapdanpembakaranhutantentu sajamemberikantantangankepadapemerintah
untuk merealisasikanjaminanperlindunganterhadapkelompok rentanini,yang selarasdengan
KonvensiMasyarakatHukum AdatILO1989No.169,DeklarasiPBBtentang Hak-
HakMasyarakat PribumidanutamanyaPasal6UUNo.39/1999 tentang
HAMtelahmemberikansuatu jaminanuntuk
memberikanperlindungankepadamasyarakathukumadatdarisegalabentukpraktik pembangunan
yangbisamenggerus dan menyisihkanmerekaatasnamamodernisme.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kebakaran hutan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun adalah bukti dari
ketidakseriusan pemerintah dalam menjamin hak rakyat dalam memperoleh hidup yang
layak. Pemerintah yang kurang serius menangani kasus kebakaran hutan yang sering terulang
dari tahun ke tahun memperjelas bahwa pemerintah mengesampingkan hak masyarakat dalam
memperoleh hak untuk lingkungan hidup yang layak dan lebih mengutamakan kepentingan
pihak industri.
Hal tersebut seharusnya bisa dihindari bila pemerintah memiliki komitmen untuk
mulai serius memperbaiki sistem manajemen kehutanan indonesia dan serius menangani
penggundulan dan kebakaran hutan yangsering terjadi. Selain itu menindak tegas pihak-pihak
yang melanggar segala ketentuan yang sudah di tetapkan tanpa pandang bulu seperti
memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang terbukti terkait atas pembakaran ilegal,
tidak peduli itu perusahaan kecil ataupun kelas kakap, ijin perusahaan tersebut dicabut,
dipastikan bertanggung jawab untuk mengganti kerugian yang telah dilakukan dan petugas-
petugasnya di penjara.
Dalam konteks asap dan pembakaran hutan, ketiga standar di atas harus menjadi
konsiderasi PemerintahIndonesiauntukmendorong
landasanagendapenegakanhukum.MeskiRuggiePrinciples belum
memilikikekuatanhukummengikatsebagaibagiandariinstrumenhukumHAMinternasional,
namunsemangatuntukmendorong auntabilitasaktor-aktornon-negaraharus
dapatditangkapoleh setiappemerintahandemokratik.
Perlu diketahui,PusatPenanggulanganKrisis Kesehatan Kementerian
Kesehatanmengeluarkandata dampakkebakaranhutantahun2015,yaitu:krisisair
bersih,buruknyakualitasudara,kurangasupan
makananbergizi,hinggaturunnyaakseskelayanankesehatan. PadaKovenanInternasionalHak
EkonomiSosialdanBudayaPasal12hak ataskesehatantersebutberkaitandenganperawatan
kesehatan,yaitu termasukperawatankuratifdan preventif,sertaunsur-unsuryang
berkaitandengan sejumlahprasyaratdasarbagikesehatan,sepertiairbersihlayakminum,
dansebagainya.
B. Saran

Presiden melaluibadan-badannegaraterkaitharus
segeramenginstruksikansuatuupayapemulihan hak-hak terhadapkorbanpembakaranhutan
danperluasanasap secarakomprehensif.Pemulihanhak- hak tersebutharusmerujuk
padastandarhukum HAMinternasional,hukumnasionaldandengan
memprioritaskanketersediaan jaminanhak utamanyapadahak atashidup,hak
ataskesehatan,hak pendidikan,hakuntukmendapatkantempattinggalyang layakhakatasairyang
sebagaimanatelah dijabarkandiatas. Termasuk,kedepannya,Presiden
harusmemastikanupayamencegahberulangnya
peristiwaasapinidanbersiapmelakukanpenanggulangannyajikasampaiterjadi.Berikutadalah
sejumlahtindakanyangurgendilakukan;

a. Presiden menginstruksikan Kepala Kepolisian RI agar menyegerakan upaya


penuntutan pidanaterhadap individu (baik aktornegaradannonnegara)
termasukperusahaanyang telah melakukankerugiansignifikankepadaseluruh
wargaIndonesia terkaitdengantindakan pembakaranhutan.Untuk
itu,menjaminketersediaanhak atas informasiadalah mutlak disediakan. Tidak boleh
adapejabatnegarayang menggunakandalih „informasiyang dikecualikan‟untuk
membatasihak-hakpublik.Informasiyang dikeluarkanakanmembuka
aksesbagimasyarakatyang terkenadampak untuk secara
langsungbisamelakukangugatan
atautuntutanpertanggungjawabanataskerugianataudampak yangterjadi.
b. PresidenRIharussegeramemerintahkankementerianterkaituntukmelakukansejumlah
tindakanyangbersifat urgen maupun dalamjangkawaktu menengah;
c. MemerintahkanMenteriKesehatan,untukmenyediakansecaragratisrumahsehatuntuk
setiapwargayangberadadiwilayahdampak asap,danobat-obatanyang
bisameminimalisir dampak
burukdanpengobatanakibatburuknyakualitasudarasampaisetiapwargamasuk
dalamkategorisehat. Proses initidakbisadibatasiolehwaktu.
d. MemerintahkanMenteriPendidikanuntukmemastikansekolahatauruang
belajaryangaman dansehatdariasap,bagisetiapanak-anak,baik anak
siswayangbersekolahdisekolahNegeri maupun
swasta,tanpakecuali.MemerintahkanMenteriPerhubunganuntukmenyediakanalternat
ifmodatransportasiyang bisa
memudahkanmobilitaswargabaikuntukkegiatanusahadankerjaataupununtuk
kebutuhanevakuasiakibatdampakburukasap.
e. MemastikanPemerintahDaerahsuportifpadakebijakansektoralkementeriansebagaima
na disebutkandiatas.
f. Presidenmelaluibadan-
badannegaraterkaitsegeramelakukankoordinasiuntukmendorong
pemaksimalanbantuandan kerjasamayang ditawarkanolehnegara-
negaradikawasanAsia Tenggara.Persoalanasap dikawasanini tidak
bisaditanganisecaraparsialdaritahunke tahun,
namunharusadaupayasoliddankonsolidatifuntuk memberikansuatu pembatasan
ruanggerakinvestasikepadamereka(baca:perusahaan)yangterusmelanggarhukum dan
memberikankerugianekstremterhadaplingkunganhidup danhak-hakdasarwarga.
g. Presidenharussegeramenginstruksikanaparatusdibawahnyauntukmerancangsuatupro
duk perundang-undanganyang bisamemberikanruang
transparansidanpertanggungjawaban dari
sektorbisnisdenganukuranhukumnasionalmaupunstandarHAMuniversal. Komitmen
pemerintahpadaagendabisnisdanHAMakanmengalamihambatan
jikakejahatankorporasi
dalambentukpembakaranhutanmasihterustidaktertanganidengankomprehensif.