Anda di halaman 1dari 2

KASUS KE-2

2.Seorang klienmengeluh tidak mampu mendengar setelah alat bantu dengarnya dibersihkan .Apa
yang akan anda lakukan?

Menurut pendapat saya yang harus saya lakukan adalah perawat mengispeksi dan mempalpasi struktur
telinga luar ,menginpeksi struktur telinga tengah dengan otoskop ,dan menguji telinga dalam dengan
mengukur ketajaman pendengaran.saat melakukan tindakan hygiene ,cari adanya penumpukan
serumen atau drainase di seluruh telinga,inflasi local, serta nyeri tekan atau keluhannyeri oleh klien
(lihat Bab 33)).struktur telinga tidak berubah pada penuaan,namun terjadi perubahan
ketajamanpendengaran dan keseimbangan.pada anak perubahan ketajaman pendengaran terjadi dari
objek asing yang diletakkan di dalam telinga.ini biasanya bersifat temporer dan hilang jika objek
diangkat.perubahan juga terjadi akibat infeksi telinga berulang atau pajanan terhadap music
keras,terutama dengan earphone.lansia mengalami perubahan struktur dan fungsi tulang tulang kecil di
telinga dalam yang mengubah ketajaman pengengaran.penuaan menyebabkan peningkatan produksi
serumen yang mengganggu pendengaran .selain itu terjadi perubahan terkait usia ,seperti pergerakan
cairan melaluikanalis semisirkularis sehinggaklien terkadang mengalamipusing posisional atau masalah
keseimbangan.penggunaan alaat bantu sensorik dengan mengkaji pengetahuan dan metode perawatan
oleh klien .bandingkan informasi dari klien dengan teknik yang benar.adanya perbedaan
mengharuskan dilakukannya program edukasi. dimana struktur telinga luar terdiri dari aurikula, kanal
telinga luar,dan membrane timpani(gendang telinga).kanaltelinga normalnya melengkung dengan
panjang kira 2,5 pada orang dewasa.telinga tengah adalah rongga yang berisi udara yang terdiri dari tiga
tulang osikel(maleus,inkus,stapes).perawat mengkaji telinga untuk menentukan integritas struktur
telinga dan kondisi pendengaran.data riwayat keperawatan(table 33-14)membantu mengidentifikasi
resiko gangguan pendengaran..pemahaman mekanisme tranmisi suara membantu perawat
mengidentifikasi sifat gangguan pendengaran.berikut langkah mendengar suara: 1).gelombang bunyi
diudara memasuki telinga luar,melewatikanal telinga luar.2).gelombang bunyi mencapai membrane
timpani ,menyebabkannya bergetar.3). Vibrasi dihantarkan ke telinga tengah melalui rantai osikuler ke
jendela ovaldi lubang telinga dalam .4).koklea menerima vibrasi suara.5).impils saraf dari koklea
mengalir ke saraf auditorius (kranial ke delapan)dank e korteks serebri.Gangguan telinga terjadi karena
beberapa jenis masalah termasuk disfungsi mekanik(sumbatan oleh serumen atau benda
asing),trauma(benda asing atau pajanan bunyi),gangguan neurologik(kerusakan saraf
auditorius),penyakit akut (infeksi virus),dan efek toksik dari pengobatan. Selanjutnya melakukan
pemeriksaan aurikula dengan posisiklien duduk nyaman perawat menginspeksi
ukuran,bentuk,kesimetrian,garis batas ,posisi dan warna aurikula(gambar 33-26).perawat mempalpasi
aurikula untuk tekstur,nyeri,tekan,dan lesi kulit.Aurikula normalnya halus tanpa lesi.jika klien mengeluh
nyeri ,perawat dengan hati hati menarik aurikula dan menekan tragus dan mempalpasi di belakang
telinga pada prosesus mastoideus.jika palpasi telinga luar meningkatkan nyeri ,makakemungkinan
terjadiinfeksi telinga luar.jika palpasi aurikula dan tragus tidak mempengaruhi nyeri ,maka klien mungkin
saja mengalamiinfeksi telinga tengah.perawat menginspeksi lubang kanal telinga untuk ukurandan
adanya rabas.rabas dapat disertai bau.meatus tidak boleh membengkak atau tersumbat .zat lilin kuning
disebut serumen merupakan hal yang umum.rabas kuning atau hijau,berbau bususk dapat
mengindikasikan adanya infeksi atau benda asing.selanjutnya pemeriksaan kanal telinga dan gendang
telinga lebih dalam daritelinga luardan tengah hanya dapat diobservasi dengan otoskop,yang berupa
oftalmoskop dengan speculum khusus telinga yang dikaitkan ke pipa bateraipemeriksaan
memeriksaadanya benda asing di lubang kanal auditorius.klien tidak boleh menggerakkan kepalanya
selama pemeriksaan untukmenghindari kerusakan kanal dan membrane timpani.perawat menyalakan
otoskop dengan memutar pemutar di bagian atas pipa baterai .untuk memasukkan speculum dengan
tepat perawat meminta klien untuk sidikit memiringkan kepalanya ke bahu yang berlawanan.perawat
memegang tangkai otoskop dengan ibu jari dan jari telunjuk,ditopang dengan jari tengah.pada pegangan
pertama perawat memegang pipa baterai sepanjang wajahklien dengan jari berada pada wajah atau
leher.pada pegangan yang ke dua,bagian otoskop yang masuk sedikit dijepit dengan kepala atau pipi
klien.perawat memasukkan skop sambil menarik aurikula ke atas dan ke belakang .menarik aurikula
secara hati hati ke atas belakang dan sedikit keluar pada orang dewasa atau nanak anak yang lebih
besar akan meluruskan kanal telingan .Perawat memasukkan speculum sedikit ke bawah dan kedepan
1,0 atau 1,5 cm kedalam kanal telinga.

Sumber:potter,A.P.,& Perry,A.G (2005).Buku Ajar Fundamental Keperawatan: pemeriksaan fisik dan


Pengkajian Kesehatan Telinga.Edisi 4.Jakarta : EGC