Anda di halaman 1dari 17

SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.

Pd

KEGIATAN BELAJAR 1
PENGENALAN SISTEM HIDROLIK

A. Tujuan Kegiatan Pemelajaran


Setelah mepelajari kegiatan belajar, diharapkan anda dapat :
 Siswa dapat menyebutkan pengertian sistem hidrolik dan macam-macamnya
 Siswa dapat menjelaskan prinsip sistem hidolik yang mencakup hukum
pascal dan penerapannya
 Siswa dapat menyebutkan komponen-komponen utama sistem hidrolik

B. Uraian Materi
1. Pengertian hidrolik
Sebelum kita melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan sistem
hidrolik, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian hidrolik.
Hidrolik menurut “bahasa greek” berasal dari kata “hydro” = air dan “aulos” =
pipa. Jadi hidrolik bisa diartikan suatu alat yang bekerjanya berdasarkan air
dalam pipa.
hidrolik adalah ilmu pergerakan fluida, tidak terbatas hanya pada fluida
air. Jarang dalam keseharian kita tidak menggunakan prinsip hidrolik, tiap kali
kita minum air, tiap kali kita menginjak rem kita mengaplikasikan prinsip
hidrolik
Sistem hidrolik adalah suatu rangkaian dengan menggunakan media liquid
untuk mengangkat atau menekan dengan tenaga minimal sehingga
menghasilkan tenaga optimal

2. Keuntungan Sistem Hidrolik


 Tenaga besar, dimensi peralatan yang kecil
 Kecepatan gerak yang dapat diatur (bervariasi)
 Mudah diubah arah gerakannya
 Pencegahan beban lebih yang sederhana konstruksinya (reliev valve)
 Mudah dihentikan tanpa merusak

1
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

3. Macam-macam Sistem Hidrolik


 Hidrostatis :
Pesawat hidrolik yang menggunakan sifat zat cair yaitu dapat meneruskan
tenaga / daya kesegala arah Contoh : Dongkrak hidrolik, rem hidrolik,
derek lantai

 Hidrodinamis :
Pesawat hidrolik yang menggunakan potensi zat cair yang bergerak
sehingga memiliki / menimbulkan tenaga hidrolik Contah : Turbin air,
pembangkit listrik
4. Prinsip kerja sistem hidrolik
Bertahun-tahun lalu manusia telah menemukan kekuatan dari
perpindahan air, meskipun mereka tidak mengetahui hal tersebut merupakan
prinsip hidrolik. Sejak pertama digunakan prinsip ini, mereka terus menerus
mengaplikasikan prinsip ini untuk banyak hal untuk kemajuan dan kemudahan
umat manusia. Prinsip kerja yang digunakan yaitu hukum pascal.
a. Hukum Pascal Dan Penerapannya
Prinsip-prinsip Penting dari Zat Cair/ Hidrolik
 Cairan tidak dapat dimampatkan/ dikompresikan / diperkecil volumenya
 Hukum Pascal :
Tekanan yang diberikan pada zat cair / hidrolik dalam bejana
tertutup, besarnya tekanan akan diteruskan ke segala arah,
dengan tekanan sama besar
Fluida terdiri atas zat cair [liquid], satuan tekanan yang digunakan
Standard Internasional (S1) ialah Pascal (Pa).

2
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

1 kPa = 1000 Pa di Eropa satuan tekanan menggunakan "bar"


1 bar = 100 kPa
b. Kegunaan Prinsip Hidrolik
 Dapat meneruskan gerakan dalam jarak yang jauh
 Dapat meningkatkan panjang gerakan, dalam hal ini tenaga gerakan
akan turun
 Dapat meningkatkan besarnya tenaga tekan, dalam hal ini panjang
gerakan akan turun

Jika kedua silinder sama ukurannya, lalu sebuah gaya (N) bekerja pada
silinder utama menyebabkan piston pada silinder kedua (actuator) mendapat
gaya yang sama, bila kedua piston bergerak pada jarak yang sama

Untuk menghitung gaya, tekanan atau penambahan gaya dapat


digunakan rumus segitiga, yaitu:

Gaya = F (Force) = Newton (N)

Tekanan = P (Pressure) = Kpa

Luas penampang = A (Area) = m²

F=PxA

P = F / A = Kpa A = F / P = m²

Contoh penghitungan :
Gaya yang bekerja 50 N luas penampang 40 mm² Besarnya gaya yang
bekerja / satuan luas atau tekanan = 50 N : 0,04 m² = 1250 Kpa

3
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

c. Memperpanjang Gerakan
 Jika piston pada silinder I lebih besar dari pada piston II (actuator)
maka Piston II pergerakannya lebih panjang
 Jika piston pada silinder I lebih besar 10 X dibanding piston II, maka
piston II akan pergerakannya 10 X lebih besar

d. Meningkatkan Besar Tekanan


 Jika piston silinder I lebih kecil dari pada piston silinder II (actuator),
maka Piston II menerima gaya tekan lebih besar
 Jika piston silinder I lebih kecil daripada piston II, maka piston II
pergerakannya lebih pendek

4
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

Untuk itu kita perlu mengetahui prinsip dasar dari system hidraulik
seperti pada gambar dibawah ini.

Kita membebani piston dari pompa piston tinggal dengan gaya


tertentu. Makin kuat kita menekan piston, makin kuat gaya pada piston,
maka tekanan makin meningkat. Tekanan meningkat berdasarkan luas
dari silinder dan dapat mengalahkan beban. Kecepatan gerak beban
hanya tergantung pada volume fluida yang dimaksudkan ke selinder. Hal
ini bahwa makin cepat piston diturunkan ke bawah, makin bannyak fluida
per satuan waktu yang dialirkan ke dalam silinder. Sehingga beban akan
terangkat lebih cepat.

HASIL
PENGUBAH BERUPA
ENERGI PENGUBAH
SUMBER ENERGI ENERGI
MEKANIK FLUIDA
ENERGI MENJADI HYDRAULIC
MENJADI MEKANIK
MEKANIK ENERGI
MEKANIK
HIDRULIC

Gambar.2. Bagan dari system hidraulik


Sumber energi mekanik dapat berupa :
1. Gerakan tekan dari tangan
2. Gerakan tekan dari kaki
3. Gerakan putar engine
4. Gerakan putar motor listrik
5. Dan lain-lainnya

5
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

Dari uraian dan gambar di atas dapat dilihat bahwa ada tiga
bagian utama dari system hidraulik yaitu: Unit penghasil energi hidraulik,
Fluida dan katup-katup, Unit pengubah energi hidraulik menjadi mekanik.
Sehingga masalah pemeliharaan system hidraulik harus dilakukan secara
berkala pada tiga unit tersebut.
5. Komponen utama sistem hidrolik
Komponen sistem hidrolik secara umum terdiri dari :
 Unit tenaga (Power Pack), yang meliputi:
 Penggerak mula
Contoh penggerak mula pada sistem rem hidrolik sepeda motor
adalah tuas rem ( Brake lever)

 Pompa hidrolik

Fungsi pompa hidrolik yaitu untuk mengalirkan cairan hidrolik ke


seluruh rangkaian hidrolik sehingga unit penggerak dapat bekerja.
Tenaga cairan yang ditimbulkan oleh pompa dan peralatan lain yang
mengaturnya sebanding dengan tenaga mekanik yang menggerakkan
pompa. Dengan kata lain tenaga mekanik dari penggerak mula diubah
menjadi tenaga fluida.

6
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

 tangki hidrolik
Tangki hidrolik (reservoir) adalah bagian dari unit tenaga, ada
yang berbentuk segi empat ada pula yang berbentuk silinder.
Pada rem hidrolik sepeda motor tangki hidrolik ini digabung
menjadi satu bagian dengan master selinder dan biasanya terbuat
dari alumunium alloy.

Fungsi tangki hidrolik adalah:

 Penampung cairan hidrolik sebelum dan setelah beredar


 Pendinginan cairan hidrolik. Didalam tangki cairan yang hidrolik
panas (setelah mamasuki rangkaian) bercampur dengan cairan
dingin (yang ada didalam tangki) sehingga mengalami pen-
dinginan.
 Menghilangkan gelembung udara. Gelembung yang masuk dalam
rangkaian sangat tidak menguntungkan dan hanya dapat hilang
setelah masuk tangki. Untuk itu maka ruang udara di dalam
tangki harus ada dan cukup untuk menghilangkan jika terjadi
gelembung
 Mengendapkan kotoran/pencemaran. Agar kotoran yang dibawa
dari rangkain dan tidak masuk lagi maka pemasangan saluran
isap dan saluran balik dipasang sejauh mungkin, dan dipasang
separator/penyekat.
 Tempat pemasangan motor. Pompa dan perlengkapan lain.

7
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

 katup pengaman.

Fungsi katup ini adalah untuk mencegah terjadinya beban lebih


atau tekanan yang melebihi kemampuan rangkaian hidrolik. Tekanan
lebih akan mengakibatkan kerusakan dan kerugian diseluruh bagian
sistem. Pada sistem rangkaian rem hidrolik pada sepeda motor katup
ini juga dinamakan dengan CUPS (Seal) yang terhubung langsung
dengan master piston.

 Unit penggarak (Actuator),


Jenis unit penggerak yang banyak dipergunakan pada sepeda
motor adalah silinder hidrolik. Silinder hidraulik adalah sebuah tabung
yang dilengkapi dengan piston serta ruang untuk fluida. Silinder
hidrulik adalah unit yang merubah energi hidraulik menjadi energi
mekanik (gerakan). Berdasarkan rancangan sebuah silinder hidraulik
dapat menggunakan gaya-gaya kompresi atau gaya-gaya tegang,
dimana gaya tersebut tetap mulai dari awal sampai akhir dari langkah
piston yang kecepatannya tergantung pada pengisian minyak per
satuan waktu.

8
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

 Unit pengatur (Direction Control Valve)


Unit pengatur ialah suatu alat yang menerima perintah dari luar
untuk melepas, menghentikan atau mengarahkan cairan hidrolik yang
melalui katup tersebut. Pada sistem rem hidrolik sepeda motor unit
pengatur yang digunakan dinamakan dengan master piston

 Cairan Hidrolik
Dalam istilah umum cairan hidrolik berbentuk minyak atau oli
dan digunakan sebagai media mempunyai fungsi sebagai Penerus
daya (Power Transmisi), Pelumasan (Lubrication), Perapat (Sealing)
dan Pendingin (Cooling).

(a) Fungsi cairan hidrolik


 Cairan hidrolik sebagai media penerus daya harus mudah
mengalir melalui komponen salurannya sehingga tidak akan
mudah daya yang hilang. Demikian juga cairan hidrolik
harus incompressible atau tidak mudah dimampatkan agar
dapat seketika meneruskan daya bila sumber daya
memberikan tenaganya.

9
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

 Cairan hidrolik sebagai pelumas harus mampu melumasi


semua bagian dalam dari komponen sistem hidrolik yang
bergesekan dan dilalui cairan hidrolik.
 Cairan hidrolik sebagai perapat akan menjadi oil film antara
bagian pesawat yang tidak ada ring perapat yang menerima
daya/tekanan.
 Cairan hidrolik sebagai pendingin akan menyerap panas
yang timbul dalam sistem hidrolik. Penyerapan panas terjadi
di bak penampung (reservor) dengan adanya sirkulasi cairan
hidrolik.
(b) Syarat – syarat Cairan hidrolik.
Untuk memenuhi fungi seperti tersebut diatas, cairan
hidrolik harus memenuhi syarat tertentu, diantaranya adalah :
 Mampu mencegah terjadinya karat (korosi)
 Tidak membentuk buih
 Mampu mencegah terbentuknya lumpur endapan
 Tidak mudah bersenyawa dengan air
 Tidak mudah bocor, (mudah diperpak)
 Tahan panas
 Stabil dan tahan lama
(c) Sifat – sifat cairan hidrolik
Untuk memenuhi persyaratan seperti tersebut diatas,
cairan hidrolik harus memiliki sifat sebagai berikut :
(1) Viscositas yang stabil
Viscositas atau nilai kekentalan ialah besarnya
tekanan (hambatan) cairan untuk mengalir. Apabila cairan
mengalir dengan mudah berarti viscositasnya rendah dan
biasanya cairan tersebut encer. Viscositas secara garis
besar terbagi dua yaitu Viscositas unit dan Viscositas
Index. Yang termasuk kedalam kelompok Viscositas Unit
atau satuan nilai kekentalan yaitu:

10
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

 Viscositas mutlak (Nilai kekentalan mutlak)


Nilai kekentalan mutlak atau absolut viscosiy
ialah besarnya gaya yang diperlukan untuk
memindahkan bidang 1 Cm2, yang terletak diatas film
oli setebal 1 Cm, sejauh 1 Cm dalam waktu 1 detik.
Satuan viscositas ini adalah poise, sedangkan gaya
untuk memindahkan dalam satuan dyne. Sehingga
1 Poise = 1 Dyne detik
Cm2
 Viskositas kinetik
Viscositas kinetik didapat dengan cara membagi
viscositas absolut dengan density (berat jenis) minyak.
Satuan viscositas ini adalah stroke jadi:

1 Stoke = 1 1 Poise
Berat jenis

1 Poise = 100 centipoise


1 Stoke = 100 centistoke

1 Centistoke = 1 1 centi Poise


Berat jenis

 Saybolt Universal Seconds (SUS) Viscositas, dan


SUS Viscositas, satuan ini didapat dengan
menggunakan alat pengetes dari Saybolt sehingga
satuannya disebut SUS. Pengetesan dilakukan pada
suhu 1000 C atau 2400 F, waktu yang diperlukan untuk
mengalirkan oli dalam Saybolt Viscometer.
 Nomor SAE
Angka-angka SAE ditetapkan oleh Society of
Automotive Engineers untuk mengkhususkan kelas-
kelas viscositas SUS pada suhu tes SAE. Angka-angka

11
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

yang tepat Ditentukan dengan membandingkan waktu


yang diperlukan oli untuk melewati alat tes dengan
sebuah grafik oleh Society of Automotive Engineers.
Hasil pengetesan oli musim dingin (Winter) pada suhu
00 F (5W, 10 W, 20 W). Dan oli untuk musim panas
dilakukan pada suhu 2100F dengan nomor tanpa kode
W misal 20.30, 40, 50 dan setrusnya.
 Viskositas Indeks
adalah kemampuan oli untuk mempertahankan
viskositasnya dalam perubahan temperatur. Oli
dikatakan memiliki viskositas indeks tinggi apabila ia
tetap stabil (kekentalannya relatif tidak berubah)
dalam perubahan-perubahan suhu. Viskositas indeks di
skala antara 0 – 100. bila pesawat hidrolik bekerja
pada perubahan suhu yang tinggi diperlukan viskositas
indeks yang tinggi pula.
(2) Mampu melumasi dengan baik.
Cairan hidrolik harus mampu melumasi bagian-
bagian pesawat hidrolik yang saling bergesekan yang
dilalui oleh cairan hidrolik itu sendiri. Untuk itu cairan
hidrolik harus mampu menjadi oli film pada bagian yang
bergesekan tersebut
(3) Tahan oksidasi.
Oksidasi adalah senyawa kimia suatu zat dengan
oksigen (O2). Bila senyawa itu terjadi pada ciran hidrolik
(oli) maka senyawa hasil oksidasi akan larut dalam cairan
hidrolik (oli), dan membentuk semacam perekat atau
Lumpur. Hal itu akan mengakibatkan tersumbatnya
saluran–saluran yang halus pada rangkaian hidrolik. Oleh
sebab itu cairan hidrolik harus tahan oksidasi.

12
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

Hal yang harus ihindari agar tidak teroksidasi


adalah: suhu tinggi, tekanan tinggi, pencemaran, air pada
bidang permukaan logam.
(4) Mampu mencegah karat.
Karat adalah hasil reaksi kimia antara logam
dengan oksigen. Apabila cairan hidrolik membawa oksigen,
misalnya air yang tercampur dalam oli maka pada bagain
rangkain sistem hidrolik dari logam akan mengakibatkan
perkaratan. Karat ini akan lepas dari permukaan logan dan
bercampur kedalam oli bahkan dapat mengakibatkan
tersumbatnya lubang-lubang halus pada rangkaian hidrolik.
Untuk itu cairan hidrolik harus bersifat anti karat. Selain
dari itu maka pada bagian pesawat hidrolik dari logam
perlu dilapisi dengan khrom.
(d) Macam-macam cairan hidrolik
(1) Oli
Cairan hidrolik yang umumnya dipakai adalah oli, karena
mempunyai sift-sifat yang telah diuraikan.
Keburukan oli adalah sebagai cairan hidrolik adalah
mudah terbakar, sehingga sebagai cairan hidrolik tidak
cocok bekerja pada tempat-tempat yang kemungkinan
terjadinya kebakaran sangat tinggi.
(2) Cairan hidrolik tahan api
a. Air glysol
Cairan ini terdiri atas : 35 % – 40 % Air, glysol
dan larutan oli. Juga ditambahkan bahan-bahan
tambahan untuk mencegah pembentukan busa, karat
dan peningkatan pelumasan
Sifat-sifat:
 Harus diperiksa senantiasa kandungan airnya
 Umur cairan akan menurun dengan adanya
penguapan

13
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

 Suhu kerja rendah


 Harga lebih mahal daripada oli
b. Emulsi Oli-Air
Cairan ini ada yang oli dicampur kedalam air,
berarti sifatnya mendekati air dan ada yang air
dicampurkan kedealam oli sehingga sehingga sifatnya
mendekati oli. Cairan ini disamping sifat utama tahan api
juga memiliki sifat-siafat yang memenuhi persyaratan.

c. Cairan Synthetis.
Cairan ini dibuat dari bahan-bahan yang dapat
diproses secara kimia. Jenisnya antara lain phosphate
ester, chlomiated, dll.
Sifat-sifatnya:
 Dapat bekerja baik pada suhu tinggi
 Cocok untuk tekanan tinggi
 Berat jenis cairan cukup tinggi
 Viscositas index berkisar 80 – 400
 Tidak mudah menyesuaikan dengan seal yang umum
Catatan:
Apabila cairan hidrolik pada suatu pesawat hidrolik
akan diganti dengan jenis yang lain, maka cairan semula
perlu dikeluarkan semua dan dibilas, demikian pula seal-
seal perlu diganti.
(e) Jenis cairan hidrolik yang digunakan
Jenis cairan hidrolik yang digunakan di otomotif diataranya:
a. Untuk Pesawat angkat (dongkrak, car lift dan sejenisnya)
biasanya menggunakan oli dengan SAE 10 – SAE 20
b. Untuk Rem Hidrolik menggunakan Cairan Minyak Rem (Break
Fluid) dengan beberapa merk.

14
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

(f) Pemeliharaan Cairan Hidrolik


Cairan hidrolik bukanlah barang yang murah, oleh sebab
itu perlu dipelihara walaupun untuk menggati dan membilas.
Memelihara bagian-bagian pesawat perlu waktu dan keahlian.
(1) Cara menyimpan dan memindahkan.
 Simpanlah drum cairan hidrolik di bawah atap
 Sebelum membuka drum bersihkan bagian atas agar
kotoran tidak masuk
 Guanakan girigen (wadah) dan slang yang bersih. Serta
menyaring oli terlebih dahulu sebelum memasukkan ke
dalam reservoir.
 Pelihara dari kelembaman dan pencemaran oleh
pengembunan
(2) Cara memelihara oli waktu bekerja
 Cegah pencemaran oli dengan menjaga dari gaian-bagian
rangkaian tetap terpasang kuat dan sistem saringan yang
baik
 Jadwalkan penggantian oli agar oli diganti sebelum rusak
total
 Reservoir harus tetap berisi oli secukupnya.
 Cegah terjadinya pengembunan di dalam reservoir
 Perbaikilah dengan segera bila ada kebocoran
 Pipa Saluran

Pipa saluran berfungsi untuk menyalurkan cairan hidrolik di


dalam sistem agar sistem dapat berkerja. Selain pipa saluran
digunakan juga penghubung atau penyambung (fitting) untuk
melengkapi pipa saluran agar dapat memenuhi sesuai kebutuhan.

15
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

C. Rangkuman
Sistem hidrolik adalah suatu rangkaian dengan menggunakan media liquid
untuk mengangkat atau menekan dengan tenaga minimal sehingga
menghasilkan tenaga optimal
Komponen sistem hidrolik terdiri dari: tangki, motor penggerak, pompa,
katup pengaman, unit penggerak, katup pengatur serta pipa saluran.
Media sistem hidrolik yang digunakan secara umum adalah oli yang
memenuhi syarat dengan sifat: viscositas (kekentalan) stabil, mampu melumas
dengan baik, tahan oksidasi, mampu menahan karat

D. Tugas 1
1. Jelaskanlah pengertian hidrolik dan sistem hidrolik!
2. Tuliskanlah keuntungan dari sistem hidrolik !
3. Jelaskanlah prinsip kerja sistem hidrolik !
4. Tuliskanlah komponen-komponen sistem hidrolik dan fungsinya !
5. Tuliskanlah sifat-sifat cairan hidrolik !

16
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------
SMK Negeri 1 Uram Jaya--------------------------------------------------------------Irsyad Hamdani, S.Pd

KEGIATAN BELAJAR 2
MELAKUKAN PERBAIKAN SISTEM HIDROLIK

A. Tujuan pembelajaran
Setelah mepelajari kegiatan belajar, diharapkan siswa dapat :
 Mengetahui aplikasi sistem hidrolik pada sepeda motor
 Mengetahui gangguan pada rem hidrolik pada sepeda motor
 Memperbaiki gangguan pada sistem rem hidrolik sepeda motor

B. Uraian materi
1.

17
Melakukan Perbaikan Sistem Hidrolik ----------------------------------------------------------------------------