Anda di halaman 1dari 2

RENCANA STUDI

Fina Fitriana R. – Mentee BMI AU003

Saya ingin mengambil program Master of Science di bidang Mineral and Energy
Economics di Colorado School of Mines, United State of America. Universitas ini merupakan
sekolah dengan reputasi terbaik didunia dibidang mineral dan pertambangan didunia versi QS
World Universitu Ranking. Saya berencana untuk mendaftar program ini pada Spring 2019.
Program Mineral and Energy Economics ini tidak dapat ditemukan pada program ekonomi
konvensional. Saya memilih program studi MS non-thesis atau master by coursework dengan total
36 credit hours of graduate-level course work dengan bobot 3 kredit setiap mata kuliah. Struktur
perkuliahan terdiri dari 15 credits mata kuliah wajib dan 21 credits pilihan yang dapat dipilih bebas
oleh mahasiswa setelah konsultasi dengan advisor-nya terlebih dahulu. Untuk dua mata kuliah
pilihan yang dipilih yaitu matakuliah yang berada pada level 600 keatas. Mata kuliah wajib yang
akan saya ambil yaitu Mathematical Economics, Natural Resource Economics, Microeconomics
II, Econometrics dan Economics Electice (memilih salah satu dari matakuliah berikut: Time-Series
Econometrics atau Advanced Econometrics). Sedangkan untuk mata kuliah pilihan saya berencana
mengambil Macroeconomics, Energy Economics, Economics of Metal Industries and Markets,
Economic Evaluation and Investment Decision Methods, Advanced Mining and Energy Valluation
sedangkan untuk level 600 keatas yaitu Advanced Resource Economics dan Computational
Economics.
Saya tertarik untuk mempelajari metode untuk memperkirakan harga (price forecasting),
membaca kebijakan iklim global dan permintaan energi (energy demand), membuat kebijakan
yang tepat, memvaluasi asset dan mengambil peran dalam pasar mineral internasional. saya ingin
mempelajari beberapa mata kuliah yang sudah saya pelajari di program sarjana yang akan
membantu saya dalam melanjutkan studi di program master ini seperti Analisis Investasi Tambang,
Valuasi Tambang, Ekonomi Mineral, Manajemen Eksplorasi dan Kebijakan Tambang. Selain itu
saya juga bergabung dala grup diskusi yang mengkaji tentang isu-isu pertambangan dibawah
naungan salah satu dosen Teknik Pertambangan ITB, Prof. Irwandy Arif yang bertujuan untuk
menyuarakan segala aspirasi kepada Pemerintah/ Stakeholder terkait. Dari grup ini saya juga
melatih sifat kritis dan solutif dalam memandang permasalahan tentang pertambangan dengan
rekan-rekan satu keprofesian.
Seperti yang terlihat sejauh ini bahwa perubahan regulasi terkait larangan ekspor mineral
mentah yang sudah dijalankan sejak Januari 2014 kembali menggarisbawahi persepsi negatif
terhadap konsistensi regulasi dan iklim investasi pertambangan di Indonesia. Salah satu
keprihatinan paling menonjol adalah ketidakmampuan Indonesia dalam meminimalisir risiko dari
perubahan kebijakan terhadap investasi di Indonesia. Padahal dari sisi potensi, Indonesia termasuk
tiga besar dalam hal sumber daya mineral. Selain itu juga kebijakan pemerintah untuk Tambang
Rakyat masih belum tegas. Sebagai salah satu contoh berdasarkan pengalaman saya ketika
melakukan eksplorasi emas di salah satu desa terpencil di daerah Purawakarta. Banyak para
penambang tanpa izin (PETI) yang mencari emas tanpa memperhatikan prinsip good mining
practices. Hal ini jelas menimbulkan kerugian besar bagi Negara dan tidak semuanya dapat
dinyatakan dengan uang. Para PETI telah menyebabkan kerusakan lingkungan, tidak terawasi dan
rawan dari segi kesehatan dan keamanan. Dari segi materi, jelas kekayaan nasional berupa bahan
galian emas yang tidak dapat diperbaharui telah diambil tanpa membayar iuran produksi, pajak
dan berbagai iuran lain. pertambangan rakyat perlu ditertibkan dan dibimbing oleh Pemerintah.
Kebijakan dan kebijaksanaan Pemerintah yang tepat sangat diperlukan dalam membangun industri
pertambangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu saya berkeinginan untuk melanjutkan program
master di bidang ini untuk mempelajari kebijakan yang tepat untuk Indonesia sesuai dengan pasal
33 ayat 3 UUD 1945 demi kemakmuran rakyat.
Untuk kegiatan diluar perkuliahan Colorado School of Mines juga menyediakan
perhimpunan yang bisa diikuti mahasiswa seperti United States Association for Energy Economics
(USAEE). Perhimpunan ini memberikan informasi tentang isu energi baik yang berasal dari pihak
swasta maupun sektor publik. Chapter ini lebih fokus kepada isu energi dan penelitian terkini baik
dalam lingkup daera, nasional maupun internasional. Program ini menyediakan forum-forum
dimana anggotanya dapat bertemu, membuat jaringan dan bertukar ide serta program field trip
sekali setahun serta konferensi tahunan Rocky Mountain Energy Economics (RMEE) Banquet.
Selain itu saya juga akan aktif dalam perhimpunan Society of Economic Geologist yang merupakan
organisasi internasional dengan ketertarikan terhadap bidang ekonomi geologi. Tujuan saya
mengikuti organisasi ini yaitu untuk mengetahui sains dan teknologi terkini untuk meningkatkan
potensi pertambangan di Indonesia dan bergabung dalam jaringan keprofesian internasional.
Tujuan karir jangka panjang saya adalah berperan dalam pengawasan dan penentu
kebijakan pertambangan dan energi di Indonesia dengan bekerja di pemerintahan, Kementerian
Energi dan Sumber Daya Alam. Pengalaman Indonesia menunjukkan bagaimana pun besarnya
potensi sumber-sumber mineral suatu negara, tetapi diatas segalanya adalah filsafat politik
pemerintahan dan pilihan negara yang bersangkutan yang akan menentukan tingkat dan kemajuan
pengembangan mineralnya. Perkembangan dan kemajuan pertambangan disuatu negara bukan
ditentukan oleh potensi sumber daya mineralnya, betapapun kayanya. Melainkan lebih banyak
tergantung pada kebijaksanaan pemerintah yang berkuasa dalam menciptakan iklim usaha yang
diperlukan. Saya yakin kontribusi pertambangan pada perekonomian nasional dapat ditingkatkan
secara substansial, asalkan situasi dan kondisi politik tetap stabil, iklim usaha kondusif, sarana
administrasi pemerintah yang memadai dan dan didukung dengan kebijaksanaan pertambangan
yang tepat.