Anda di halaman 1dari 4

Tahun 2018, Ujian Nasional Akan Dibuat Jadi

Pertanyaan Esai

KOMPAS IMAGES/ANDREAN
KRISTIANTO Ilustrasi Ujian
Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com -
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemdikbud)
menyebutkan bahwa
soal Ujian Nasional pada
2018 tidak lagi pilihan ganda melainkan esai.

"Kami berusaha, mulai tahun depan soal UN tidak lagi pilihan ganda. Sehingga dapat
mengukur level kognisi siswa lebih mendalam," ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan
Kemdikbud, Nizam, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Melalui soal UN esai, lanjut dia, diharapkan dapat mengukur ketuntasan belajar siswa.
Meskipun saat ini, baik guru maupun siswa belum sepenuhnya menyadari bahwa UN dapat
mengukur ketuntasan belajar siswa.

Dalam konferensi pers itu juga dijelaskan jumlah satuan pendidikan yang mengikuti UNBK
untuk jenjang SMP yakni sebanyak 8.879 SMP, 1.970 MTs, 198 SMP terbuka, serta 693 PKBM.

UNBK SMP diikuti oleh 1.349.744 siswa. Meskipun demikian, dari segi persentase sekolah dan
siswa UNBK jenjang SMP masih lebih rendah dari jenjang di atasnya, yakni 32 persen, karena
jumlah siswa SMP/MTs jauh lebih banyak. Peserta ujian nasional jenjang SMP yang dilayani
dengan kertas dan pensil (UNKP) sebanyak 2.855.633 siswa.

Nizam menjelaskan pada pelaksanaan UN SMP pada tahun ini, relatif sepi dari isu tentang
kebocoran dan kecurangan pelaksanaan UN.Indeks Integritas UN (IIUN) meningkat sebesar
8,31 poin. Namun untuk nilai rata rata UN SMP mengalami penurunan sebanyak 4,

Advertisment

Namun demikian, sekolah-sekolah yang dulu telah mengikuti UNBK dan tahun ini tetap
menggunakan UNBK tidak menunjukkan penurunan yang signifikan, justru rata-ratanya pada
mata pelajaran Matematika mengalami peningkatan.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, mengatakan


ketuntasan belajar tidak hanya diukur melalui nilai namun proses yang harus dicapai siswa.

Catatan Redaksi:
Ada kekeliruan dalam berita yang dikutip dari Antaranews.com ini. Berita terbaru soal model
ujian nasional beserta penjelasan panjang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa Anda
baca dalam artikel berikut "Gali Kemampuan Berpikir Siswa, Model Soal UN Akan
Dikembangkan".
Polisi Tangkap Penyuplai Sabu ke Jennifer Dunn
RRMP alias K penyuplai Sabu ke Jennifer
Dunn ditangkap polisi Foto: Haris
Fadhil/detikcom

Jakarta - Polisi menangkap RRMP alias K yang


merupakan penyuplai sabu ke FS yang dibeli
oleh Jennifer Dunn. Penangkapan dilakukan
di Cirebon, Jawa Barat.

"FS ini dapat barang dari K ini. K ini dapat dari namanya L, DPO di situ. Berantai, L memberi ke
K, K ini ke FS, kemudian ke JD (Jennifer Dunn)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes
Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (27/1/2018).

Penangkapan sendiri dilakukan pada Kamis (18/1) kemarin di Hotel Aurora kamar 202 Jalan RA
Kartini, Kota Cirebon. Dari lokasi tersebut disita barang bukti berupa handphone merek
Samsung, ATM BCA, dan bukti slip setoran BCA bukti transfer atas nama Z.

Kemudian, K dibawa ke rumahnya di Kampung Duri Barat nomor 22, Gambir, Jakarta Pusat.
Dari rumahnya polisi menyita buku tabungan BCA atas nama Z, handphone Blackberry,
handphone merk Bellphone, buku bimbingan pengawas Bapas atas nama K, 4 bukti slip
setoran transfer atas nama Z.

Argo kemudian bercerita kalau K bukan sekadar melarikan diri ke Cirebon. K juga sempat
mendatangi orang pintar untuk meminta agar polisi dibuat lupa akan keterlibatan dirinya.

"Selain sembunyi, di Cirebon K ini juga cari orang pintar di sana biar petugas lupa sama dia,
biar nggak ingat lagi ada yang dicari namanya K. Tapi doa penyidik lebih kuat akhirnya bisa
menangkap di Cirebon," ujar Argo.

Tersangka sendiri merupakan residivis. Ia pernah ditangkap BNN atas kasus narkoba pada
2014 dan baru bebas bersyarat pada 2017 lalu.

"K merupakan residivis yang sedang menjalani wajib lapor," ucap Argo.

Atas perbuatannya, K dijerat dengan pasal 114 ayat 1 juncto pasal 132 ayat 1 subsider pasa
112 ayat 1 juncto pasa 132 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam
hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.
(haf/hri)
Pemicu Gempa Hari Ini di Banten Menurut PVMBG
dan BMKG
Ilustrasi Peta pusat gempa di Lebak-
Banten pukul 13:34 WIB, 23 Januari
2018 dengan kekuatan 6.4SR
kedalaman 10Km. Foto/BMKG.
Reporter
23 Januari, 2018dibaca normal 2
menit

MKG memastikan gempa yang


berpusat di lautan selatan Lebak,
Banten tidak berpotensi tsunami

Menurut PVMBG, gempa bumi hari ini diperkirakan berasosiasi dengan terusan sesar
Cimandiri ke arah Teluk Pelabuhan Ratu.
- Gempa hari ini berkekuatan 6.4 skala richter (SR) mengguncang Banten, DKI Jakarta dan
sebagian wilayah Jawa Barat pada Selasa siang (23/1/2018). Di ibu kota, gempa kuat ini
memicu kepanikan mereka yang sedang berada di gedung-gedung, baik milik swasta maupun
kantor-kantor pemerintahan. Gempa ini juga dilaporkan memicu kerusakan sejumlah rumah di
Lebak, Banten.

Gempa hari ini tepatnya terjadi pada pukul 13.34.50 WIB, Selasa siang. Menurut data rilisan
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada pada
koordinat 7.21°LS dan 105.91°BT. Lokasi tepatnya di laut, sekitar 81 km sebelah Barat Daya
Kabupaten Lebak, Banten, pada kedalaman 10 km.

Sedangkan menurut United States Geological Survey (USGS), agensi ilmiah milik pemerintah
Amerika Serikat, Gempa ini memiliki magnitudo momen (Mw) 6.0 dan pusatnya ada pada
kedalaman 43,9 km, koordinat 7.196°LS dan 105.918°BT yang terletak pada 40 km selatan
Binuangeun, Lebak, Banten.

Tak lama usai gempa terjadi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan
Geologi, Kementerian ESDM juga merilis analisis soal gempa ini. Menurut PVMBG, gempa
bumi hari ini diperkirakan berasosiasi dengan terusan sesar Cimandiri ke arah Teluk Pelabuhan
Ratu.

Analisis PVMBG itu berdasarkan data soal lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, serta
mekanis fokal sesar oblique (sesar mendatar menganan dengan komponen naik), dengan arah
gerak baratdaya-timurlaut.

PVMBG juga menjelaskan analisis soal sebab dampak getaran gempa bisa terasa kuat di
kawasan Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Hal ini karena, berdasarkan tatanan tektonik,
kawasan selatan Jawa dipengaruhi oleh zona tunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah
lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan pulau
Jawa.

Sementara kondisi geologi di wilayah, yang merasakan guncangan gempa bumi, terutama di
Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat, secara umum tersusun oleh batuan Kuarter berupa
batuan gunungapi (Lembang, Bandung, Cibinong), endapan danau (Bandung) dan endapan
aluvium dan kipas aluvium (Jakarta).

Jenis batuan-batuan tersebut berumur muda dan bersifat urai. Akibatnya, lapisan tanah yang
tersusun oleh bantuan-batuan muda itu mudah mengamplifikasi atau memperkuat getaran
akibat goncangan gempa bumi.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, yang dikumpulkan oleh PVMBG, getaran kuat
akibat gempa bumi ini dirasakan hingga di Bandung, Lembang, Jakarta dan Cibinong. Di kota-
kota tersebut goncangan gempabumi terasa mengayun panjang sebanyak 2-3 kali.

PVMBG mengimbau masyarakat mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan
BPBD setempat sekaligus tak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai
gempa ataupun tsunami. Masyarakat tetap perlu waspada dengan kejadian gempa susulan.

BMKG: Gempa Hari Ini di Banten Tak Berpotensi Tsunami


Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Mochamad Riyadi, dalam siaran persnya,
mengumumkan data berbeda dari yang dirilis semula oleh BMKG soal gempa hari ini. Gempa
yang berpusat di Samudera Hindia Selatan Jawa itu, menurut analisis terbaru BMKG,
berkekuatan 6,1 SR.

Sementara pusat gempa ada pada koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT. Tepatnya,
pusat gempa berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun,
Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada kedalaman 61 km.

Riyadi juga menyatakan dampak gempa, yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan
(shakemap) BMKG, menunjukkan bahwa guncangan juga berpotensi dirasakan di daerah
Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, II SIG-BMKG (IV-V MMI). Gempa ini dipastikan tidak
berpotensi Tsunami.

Gempa bumi selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini termasuk dalam klasifikasi gempa
berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang
Eurasia.

Hingga pukul 13:46 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa
susulan (aftershock).