Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH: SEJARAH FISIKA

HANS ALBRECHT BETHE

OLEH:
LA ODE MUHAMMAD MAWARDIN ANIM
A1C3 07 040

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2009
HANS ALBRECHT BETHE

A. SEJARAH HIDUP

Hans Albrecht Bethe lahir di Strasbourg, Jerman tanggal 2 Juli

1906. Dia adalah anak seorang ahli psikologi universitas, Prof. Albrecht

Bethe. Saat remaja Hans Bethe menyukai matematika dan fisika, namun

saat masuk di perguruan tinggi dia memilih fisika karena menurutnya “Persamaan

matematika ditunjukan untuk membuktikan hal-hal yang nyata”. Bethe belajar fisika

di Frankfurt, dan meluluskan pendidikannya di University of Munich dengan gelar

Ph.D pada tahun 1928.

Namun kejadian buruk menimpanya, Bethe yang saat itu berkedudukan

sebagai asisten professor di Tubingen University diberhentikan secara tidak hormat

pada tahun 1933 oleh Nazi yang berkuasa saat itu karena ibunya adalah keturunan

Yahudi, padahal dia menganggap dirinya bukan keturunan Yahudi.

Karena kebenciannya terhadap Nazi, Bethe menerima undangan J. Robert

Oppenheimer dari Amerika Serikat untuk bergabung dalam Manhattan Project, yaitu

suatu proyek militer AS untuk mendesain bom. Dia berangkat ke Amerika Serikat

ditemani oleh Rose Ewald (Putri dari P.P. Ewald, seorang ahli fisika sinar-X), yang

kemudian dinikahinya pada tahun 1939 dan memeberinya 2 anak, Henry George dan

Monica. Sebagai kontribusi dari keikutsertaannya pemerintah Amerika Serikat

memeberikan jabatan Assisten professor di Cornell University pada tahun 1934.

Kemudian pada tahun 1941 ia resmi menjadi warga negara Amerika Serikat. Di
Cornell university, dia belajar fisika tentang reaksi nuklir, dan mengantarkan

keberhasilan dalam Manhattan Project.

Setelah berhasil dalam Manhattan Project, ia kembali ke Cornell University

dan melanjutkan penelitiannya tentang reaksi nuklir. Bethe juga menjadi ilmuwan

pertama yang berhasil menjelaskan fenomena tingkat energi atom (Lamb shift) dalam

spektrum hidrogen yang dilaporkan oleh Willis Lamb pada tahun 1947 dalam

konperensi fisika.

Pada tahun 1948, Bethe sempat menyumbangkan makalah penting tentang

asal usul elemen kimia pada saat terjadinya peristiwa Big-Bang. Makalah yang

disusunnya bersama dengan Ralph Alpher dan Georges Gamow ini dikenal dengan

makalah `Alpha-Betha-Gamma`. Dia juga menulis 3 artikel tentang teori dan

eksperimen nuklir di Review Modern Physics dan kemudian ketiga makalah ini

menjadi Textbook (Bethe bible) bagi para fisikawan yang bergelut dalam bidang

nuklir.

Pada tahun 1949, Edward Teller yang merupakan sahabatnya mengajaknya

untuk bergabung dalam usaha bembuatan super bom (bom Hidrogen). Namun ia

menyadari akibat yang dahsyat jika bom itu dibuat, sehingga ia menantang

sahabatnya sendiri dan kemudian aktif berkampanye anti penggunaan nuklir untuk

kekerasan. Dia terus menyerukan anti penggunaan nuklir untuk kekerasan pada dunia,

dan hal ini membuatnya mendapatkan penghargaan sebagai Honorary Doctor dari

berbagai universitas di seluruh dunia.


Dari semua penelitiannya, pencapaian Bethe yang utama adalah

keberhasilannya mengembangkan teori reaksi nuklir yang menghasilkan energi

bintang (Stellar Nucleosintesis). Penemuan tentang reaksi-reaksi nuklir ini

mengantarkannya pada Nobel Prize for Physics di tahun 1967.

Hans Bethe meninggal dunia di rumahnya di Itacha, New York tanggal 6

Maret 2005. Semua prestasi dan aktivitas Bethe, membuatnya dikenang sebagai

Dekan Fisika seluruh dunia.

B. PENEMUAN KONSEP

Kebenciannya terhadap Nazi, mengantarkan Bethe pada prestasi yang

kemilau. Dengan menerima undangan J. Robert Oppenheimer dari Amerika Serikat

untuk bergabung dalam Manhattan Project, untuk mendesain bom. Dari

keikutsertaannya pada proyek tersebut ia mendapatkan jabatan Assisten professor di

Cornell University pada tahun 1934. Dia belajar banyak tentang reaksi nuklir disana.

Bethe memiliki kemampuan dalam memanipulasi persamaan-persamaan

fisika sehingga ia berhasil menjelaskan fenomena tingkat energi atom (Lamb shift)

dalam spektrum hidrogen yang dilaporkan oleh Willis Lamb pada tahun 1947 dalam

konperensi fisika.

Dari semua penelitiannya tentang reaksi nuklir, akhirnya pencapaian Bethe

yang utama adalah keberhasilannya mengembangkan teori reaksi nuklir yang

menghasilkan energi bintang (Stellar Nucleosintesis). Ia menemukan bahwa reaksi

yang terjadi pada bintang-bintang yang relatif terang mengikuti Siklus Karbon-

Nitrogen (dikenal sebagai Bethe-Weizsacker Cycle). Sementara yang terjadi di


Matahari dan bintang-bintang yang lebih redup merupakan reaksi proton-proton.

Penemuan ini mengantarkannya mendapatkan hadiah Nobel di tahun 1967.

C. PENGEMBANGAN KONSEP

Keberhasilan Bethe yang memuaskan adalah dalam mengembangkan teori

reaksi nuklir yang menghasilkan energi bintang (Stellar Nucleosintesis). Ia

menemukan bahwa reaksi yang terjadi pada bintang-bintang yang relatif terang

mengikuti Siklus Karbon-Nitrogen (dikenal sebagai Bethe-Weizsacker Cycle).

Sementara yang terjadi di Matahari dan bintang-bintang yang lebih redup merupakan

Reaksi Proton-Proton.

Dalam fisika nuklir, sebuah reaksi nuklir adalah sebuah proses di mana dua

nuklei atau partikel nuklir bertubrukan, untuk memproduksi hasil yang berbeda dari

produk awal. Pada prinsipnya sebuah reaksi dapat melibatkan lebih dari dua partikel

yang bertubrukan, tetapi kejadian tersebut sangat jarang. Bila partikel-partikel

tersebut bertabrakan dan berpisah tanpa berubah (kecuali mungkin dalam level

energi), proses ini disebut tabrakan dan bukan sebuah reaksi.

Dikenal dua reaksi nuklir, yaitu reaksi fusi nuklir dan reaksi fisi nuklir. Reaksi

fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom baru dan

menghasilkan energi, juga dikenal sebagai reaksi yang bersih. Reaksi fusi juga

menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma yang sangat berbahaya bagi

manusia. Unsur yang sering digunakan dalam reaksi fusi nuklir adalah Lithium dan

Hidrogen (terutama Lithium-6, Deuterium, Tritium).


Reaksi fusi antara Lithium-6 dan Deuterium yang menghasilkan 2 atom Helium-4.

Reaksi yang terjadi di matahari seperti halnya pada bom hidrogen yaitu reaksi

Fusi (Penggabungan), lain halnya dengan bom nuklir yang melalui reaksi Fisi

(Pemecahan). Para ilmuwan meyakini bahwa matahari dengan reaksi Fusinya dapat

menghasilkan energi yang dasyat.

Reaksi yang terjadi di Matahari adalah reaksi fusi dengan proses

penggabungan antara atom hidrogen mengasilkan atom helium dengan menghasilkan

energi yang sangat besar.

Matahari diperkirakan memiliki diameter kira-kira 1,4 juta Km dan memiliki

massa sekitar 32.000 massa bumi. Temperatur matahari dipermukaan adalah sekitar

6000 °C dan inti sekitar 20 juta °C (bayangkan pada 100 °C, air sudah menjadi uap),

dengan kandungan paling banyak 70% hidrogen dan 27 % Helium. Panas yang kita

terima adalah hasil dari reaksi yang terjadi di matahari, matahari seperti tungku yang

panas dan memancarkan energi ke segala penjuru termasuk bumi.

Matahari tidak memancarkan energi secara periodik, tetapi terus menerus

karena reaksi yang terjadi adalah reaksi berantai, artinya tiap energi Fusi yang terjadi

menghasilkan energi dan atom lain yang tidak stabil. Energi yang dihasilkan ini
kemudian menghasilkan pengahancuran materi dan menghasilkan energi, sementara

atom yang tidak stabil meluruh menjadi unsur yang stabil yang kemudian bereaksi

fusi lagi dengan proton sehingga timbul unsur lain yang tidak stabil dan energi,

demikian seterusnya tanpa henti-hentinya. Namun demikian reaksi ini menyebabkan

hilangnya massa matahari akibat proses penghancuran materi tadi (Deffect massa).

Perumusan ini sangat terkenal dengan perumusannya Einstein yaitu E = mc 2 dimana,

E adalah energi yang timbul, m adalah massa yang hilang dan c adalah kecepatan

cahaya pada ruang hampa.

Siklus reaksi berantai yang dikemukakan oleh Dr. Hans Albrecht Bethe dan

Dr. Carl Friedrich Von Weizshacher ini sering disebut “Hidrogen Helium Sintesis”.

Proses ini pada intinya adalah pembakaran empat inti Hidrogen menjadi inti Helium,

pada proses ini terjadi kurang lebih 0.75% pengurangan massa Hidrogen yang diubah

menjadi energi. Para ilmuwan menghitung bahwa daya pancar matahari kira-kira 3.78

x 1033 erg / det, dengan menggunakan perumusan Einstein kita dapat menentukan

massa yang hilang dari matahari setiap detik adalah sekitar 4 juta ton setiap detik.

D. APLIKASI KONSEP

Dalam fisika, fusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah proses saat dua

inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi.

Fusi nuklir adalah sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar, dan Bom

Hidrogen meledak. Senjata nuklir adalah senjata yang menggunakan prinsip reaksi

fisi nuklir dan fusi nuklir.


Perkembangan fisika nuklir terus melaju pesat, terakhir dengan dibuatnya

bom nuklir, bom hidrogen dan reaktor nuklir untuk digunakan sumber tenaga baik

listrik maupun bahan bakar.

Contoh reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi di hampir semua inti

bintang di alam semesta. Senjata bom hidrogen juga memanfaatkan prinsip reaksi fusi

tak terkendali.

Di USA dan seluruh Eropa, investasi pada penelitian daur bahan bakar nuklir

terus berlanjut, dan dengan prediksi beberapa ahli akan kelangkaan listrik,

peningkatan harga bahan bakar fosil dan perhatian akan emisi gas rumah kaca akan

memperbarui kebutuhan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir).

Banyak negara yang tetap aktif mengembangkan energi nuklirnya termasuk

diantaranya Jepang, China dan India, kesemuanya aktif mengembangkan teknolgi

reaktor thermal dan reaktor cepat. Korea Selatan dan USA hanya mengembangkan

teknolgi reaktor thermal, Afrika Selatan dan China mengembangkan versi baru

Pebble Bed Modular Reactor (PBMR). Finlandia dan Perancis aktif mengembangkan

energi nuklir; Finladia mempunyai European Pressurized Reactor yang dibangun oleh

Areva.

E. PENGEMBANGAN KONSEP KEDEPAN

Perkembangan fisika nuklir terus melaju pesat, terakhir dengan dibuatnya

bom nuklir, bom hidrogen dan reaktor nuklir untuk digunakan sumber tenaga baik

listrik maupun bahan bakar. Diharapkan kedepan energi nuklir sudah dapat

diaplikasikan pada energi penggerak pesawat ruang angkasa guna menjelajahi tata
surya lebih jauh. Mengingat unsur yang banyak di luar angkasa adalah hidrogen,

dengan demikian kita dapat menggunakan siklus hidrogen pada penggerak pesawat

ruang angkasa.

F. SOAL-SOAL DAN KUNCI JAWABAN


1. Mengapa Nazi Jerman memberhentikan Hans Bethe sebagai asisten professor
di Tubingen University pada tahun 1933?
Karena ibunya adalah keturunan Yahudi, dimana bangsa Yahudi merupakan
salah satu musuh yang diperangi oleh pemerintahan Nazi Jerman.
2. Apa pencapaian Bethe yang utama dari semua penelitiannya?
Dari semua penelitiannya, pencapaian Bethe yang utama adalah
keberhasilannya mengembangkan teori reaksi nuklir yang menghasilkan
energi bintang (Stellar Nucleosintesis).
3. Bagaimana konsep reaksi nuklir yang terjadi di Matahari?
Reaksi nuklir yang terjadi di Matahari adalah reaksi fusi dengan proses
penggabungan antara atom hidrogen mengasilkan atom helium sehingga
menghasilkan energi yang sangat besar.
4. Sebutkan beberapa bentuk aplikasi penggunaan reaksi nuklir?
Beberapa bentuk aplikasi penggunaan reaksi nuklir adalah bom nuklir, bom
hidrogen dan reaktor nuklir untuk digunakan sumber tenaga baik listrik
maupun bahan bakar.
5. Mengapa Hans Bethe mendapatkan gelar Honorary Doctor?
Karena Dia terus menyerukan anti penggunaan nuklir untuk kekerasan pada
dunia,
DAFTAR PUSTAKA

http://www.fisikanet.lipi.go.id

http://id.wikipedia.org/wiki/Fusi_nuklir

http://id.wikipedia.org/wiki/Hans_Bethe

http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_nuklir

http://teguhinside.blogspot.com/2008/01/kapankah-matahari-akan-padam.html